Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13653

Travellers’ Choice Award 2017 untuk Bali

0

TripAdvisor mengirim salah satu petingginya ke Bali untuk menyerahkan TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017 untuk Bali secara langsung.

Yap, situs yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat itu, beberapa waktu lalu telah mengumumkan Bali sebagai destinasi wisata paling top berdasar pilihan para travellers. Namanya penghargaan TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017.

Namun, rupanya belum cukup bagi situs penyedia berbagai informasi tentang turisme itu sekadar mengumumkan nama Bali sebagai The World’s Best Destination.

Ada Sarah Mathews selaku Head of Destination Marketing for TripAdvisor Asia Pacific yang datang langsung ke Pulau Dewata untuk menyerahkan penghargaan pristisius itu  kepada Gubernur Bali yang diwakili Asisten Gubernur bidang Perekonomian Administrasi Pembangunan, Dewa Putu Sunarta.

Bertempat di The Seminyak Beach Resort and Spa, Kamis (20/4), Sarah menyerahkan penghargaan itu ke Pastika.

Pemandangan indah saat matahari tenggelam mengiringi prosesi acara yang juga dihadiri Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana itu. Ada pula  para pelaku industri pariwisata di Bali yang ikut menyaksikannya.

“Bali merupakan tujuan wisata dengan pengalaman terbaik bagi berbagai jenis wisatawan, baik wisata alam, budaya, maupun gastronomi sehingga tak aneh jika mereka ingin berbagi pengalaman ini kepada dunia,” kata Sarah.

Dalam kesempatan sama Sarah juga menjelaskan, konten yang dibuat wisatawan pengguna TripAdvisor memiliki peranan penting dalam pencarian yang dilakukan oleh calon wisatawan lainnya. TripAdvisor tentunya mendorong lebih banyak lagi wisatawan untuk berbagi pengalaman terbaik berlibur ke Bali kepada wisatawan lain dari seluruh dunia melalui TripAdvisor.

TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017 merupakan bentuk apresiasi yang digagas oleh situs ulasan turisme dan rujukan perjalanan terbesar di dunia itu kepada para pelaku, pegiat dan stakeholder pariwisata di berbagai belahan dunia. Pemenangnya dipilih berdasarkan jutaan ulasan dan opini yang dibuat oleh wisatawan di seluruh dunia dalam kurun waktu 12 bulan.

Pemilihan pemenang penghargaan menggunakan algoritma yang memperhitungkan kualitas dan kuantitas ulasan, serta peringkat dan penilaian yang objektif pada setiap kategori penghargaan. Secara global, ulasan dan opini objektif di TripAdvisor telah melampaui 500 juta dengan 290 konten per menit dengan melibatkan perencana perjalanan, situs pemesanan ataupun  aplikasi selular.

Dari sisi ulasan terkait Bali di TripAdvisor telah terjadi pertumbuhan pada 2016 dibanding 2015 pada tiga kategori utama, yaitu akomodasi (25 persen), daya tarik (38 persen) dan restoran (38 persen). Data menunjukkan adanya ketertarikan yang berkelanjutan dari masyarakat global terhadap pariwisata Bali secara keseluruhan.

Menurut data yang bersumber dari TripAdvisor, negara yang menempati urutan teratas dalam pencarian informasi mengenai Bali adalah China dengan pertumbuhan 73 persen, diikuti Belanda (57 persen) dan India (37 persen). Ulasan tentang Bali di TripAdvisor meliputi akomodasi, restoran dan tempat atau lokasi wisata.

Merujuk pada data TriAdvisor, untuk akomodasi di Bali yang paling sering dilihat adalah Padma Resort Legian, Nusa Dua Beach Hotel & Spa dan Melia Bali. Sedangkan untuk restoran adalah Potato Head Beach Club, Ku De Ta dan La Lucciola.

Bagaimana dengan tempat atau atraksi wisata? Daftar teratasnya ditempati  Sacred Monkey Forest Sanctuary di Ubud, Waterbom Bali di Kuta dan Pura Tanah Lot di Tabanan.

Karenanya dalam acara penyerahan TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017 untuk Bali juga dipaparkan mengenai Oxford Economics Study tentang luasnya jangkauan konten yang ada di TripAdvisor. Jangkauan itu mencakup ulasan yang dipercaya konsumen serta fasilitas pemesanan yang tidak hanya dipengaruhi keputusan perjalanan calon wisatawan tetapi juga menghasilkan sumbangan perjalanan ke Indonesia.

Pada 2015, TripAdvisor menghasilkan 569.000 perjalanan wisata ke Indonesia dan 2,5 juta tourism night yang setara dengan perputaran ekonomi sebesar USD 853 juta. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa konten yang ada di TripAdvisor ikut memberikan kepercayaan diri wisatawan untuk memilih properti berdasarkan ulasan, peringkat, dan foto dari wisatawan lain.

Pilihan travellers pun tidak lagi berdasar faktor pengambilan keputusan yang tradisional seperti pengenalan merek maupun pengalaman sebelumnya. Tren itu diyakini telaj memberikan manfaat bagi bisnis yang belum memiliki nama besar dan memungkinkan usaha kecil dan independen untuk bersaing dengan brand yang lebih dikenal bahkan secara internasional.

Gde Pitana pun mengapresiasi keputusan para travellers menempatkan Bali di sebagai destinasi terfavorit. Menurutnya, penghargaan itu jelas memberi efek positif.

“Ini merupakan suatu kehormatan atas terpilihnya Bali menjadi destinasi wisata terbaik di dunia pada tahun ini. Saya percaya bahwa penghargaan ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mengedepankan pariwisata,” ujarnya.

Pitana menambahkan, TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017 untuk Bali juga akan sejalan dengan mendukung upaya mencapai 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Tak hanya itu, Wonderful Indonesia yang menjadi branding pemasaran pariwisata Indonesia bakal makin bergaung.

Namun, kata Pitana, pariwisata Indonesia bukan hanya Bali. “Ada pula Lombok yang juga masuk dalam daftar 10 besar destinasi terbaik di kawasan Asia,” sebut guru besar ilmu pariwisata di Universitas Udayana Bali itu.

TripAdvisor Travellers’ Choice Award 2017 bagi Bali jelas makin melambungkan nama Pulau Seribu Pura itu di kancah dunia. Sebab, Bali menjadi destinasi pertama di Asia yang menyabet status World’s Best Destination versi TripAdvisor dan mengalahkan 418 destinasi unggulan lain di seluruh belahan dunia termasuk London yang menjadi impian mayoritas travellers.

Lantas, apa reaksi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ketika mendengar kabar tentang Bali sebagai peraih Travellers’ Choice Award 2017? Tentu saja pembantu Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja itu bungah.

“Kami bersyukur bahwa jutaan wisatawan memilih Bali sebagai destinasi nomor satu di dunia pada Travellers’ Choice Award 2017 yang diselenggarakan situs Trip Advisor. Atas nama rakyat Indonesia, saya merasa terhormat dan hendak berterima kasih kepada semua pihak yang telah memilih Bali sebagai destinasi terbaik di seluruh dunia,” sebutnya.

Namun, Arief juga mengatakan bahwa Bali hanya satu dari sekian banyak destinasi menarik di Indonesia. “Bali adalah satu dari 17 ribu pulau di Indonesia dan kami menunggu kunjungan lebih banyak wisatawan ke Indonesia,” kata Arief Yahya. (*)

Color KasmaRun 2017 di Bintan bikin Tingkat Hunian Hotel Melonjak

0

Color KasmaRun 2017, membawa banyak berkah bagi daerah Bintan.

Hotel-hotel di daerah yang sangat dekat dengan Singapura itu fully booked. Homestay pun bermunculan lantaran hotel tak bisa lagi menampung wisatawan.

“Lagi-lagi sport tourism di crossborder sukses besar. Ada 1.600 kamar hotel di Lagoi Bai, semua terisi. Karena sering full, sekarang jadi muncul ladang bisnis baru berupa homestay. Ini yang sekarang sedang kami kembangkan,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira, Kamis (20/4).

Saat even internasional sudah berlari kencang, akses menuju Bintan sudah terbuka lebar, faktor amenitas menjadi persoalan yang kini sedang dipikirkan Bintan. Bayangkan, untuk Color KasmaRun 2017 saja, sudah ada sekitar 1.000 orang yang mendaftar.

Padahal, ini baru H-2 even. Dan panitia masih membuka ruang untuk pendaftaran. “Yang mendaftar umumnya mengajak koleganya ke Bintan. Jadi Bintan sekarang sangat ramai,” ucap Luki.

Kamar hotel, resort, vila, jumlahnya pun sudah dirasa kurang. Kuantitasnya harus ikut massif. Namun, pembangunannya butuh waktu lama. Paling singkat sekitar 5 tahun. Untungnya, solusi tetap ada.

Masih ada homestay yang bisa dibangun cepat dan murah di wilayah crossborder seperti Bintan.

“Ini yang sekarang bermunculan. Ternyata konsep homestay tetap laku,” sambungnya.

Dari paparan Luki, tidak semua wisman yang datang saat even di Bintan berkantong tebal. Dan Bintan juga harus friendly terhadap mereka.

Peserta KasmaRUN 2016 lalu sedang riang gembira karena berhasil finish. Tahun ini PT BRC akan kembali menggelar acara tersebut di Areal Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, 22 April mendatang. F. Harry

“Konsep penginapan homestay tak serta merta dihadirkan untuk mengakomodir wisman berkantong sedang. Namun wisman kelas high end yang membutuhkan suasana beda juga bisa,” sambung Luki.

Berdasarkan data Dinas Pendapatan Bintan, sektor pariwisata Bintan menyumbang lebih 50% Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga sangat wajar, wisatawan menjadi sektor andalan Bintan saat ini.

“Kawasan pariwisata Lagoi sudah ditetapkan sebagai kawasan high end. Tercatat 305 ribu wisman tercatat masuk ke Bintan pada tahun 2016, wisman terbesar berasal dari Singapura, yakni 23% dari total kunjungan. Sementara wisman asal China sebesar 12%. Dengan banyaknya variasi event di Bintan diharapkan wisman dapat memilih event yang sesuai dengan keinginannya,” papar Luki.

Kementerian Pariwisata yang ikut mendukung event unik ini pun ikutan happy. Selain fun dan menyehatkan, agenda ini ternyata memberi dampak ekonomi yang luar biasa bagi wilayah perbatasan.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya mengajak orang untuk hidup sehat, tetapi juga membuat mereka bahagia. Ekspektasi kami adalah bisa menciptakan senyum di wajah para peserta, karena keindahan Bintan dan uniknya acara,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Hendry Noviardi.

Hendry memaparkan, event yang diselengarakan di Bintan, selalu mendapatkan animo masyarakat tinggi. Tiket yang dijual selalu ludes di tiap penyelenggaraan. Dan hal itu terbukti dengan antusiame peserta yang mendaftar.

“Sejauh ini sudah hampir mencapai 1000 orang yang mendaftar, dan masih berjalan pendaftarannya. Kami optimistis bisa datangkan 1500 orang untuk even KasmaRun 2017,” ujar ketua penyelenggara Color KasmaRun Helsa Caesaria dengan semangat.

Business Development Manager Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lidia Sukmartini selaku pengelola Plaza Lagoi juga sangat optimis, jika keunikan KasmaRun akan mendatangkan banyak wisatawan, terutama wisman asal Singapura.

“Hotel dan resort saat event berlangsung sudah banyak yang full, okupansi hotel meningkat 100% saat even berlangsung. Tetapi kami juga menyiapkan kamar bagi wisatawan yang walk in,” ujar Lidia.

Keceriaan penyelenggaraan KasmaRUN Bintan 2016 di Lagoi, Sabtu (7/5) lalu. Acara ini berhasil memikat ribuan peserta dari pelbagai kota. F. Fatih Muftih / Batam Pos.

Lidia juga sangat optimis, event ini bisa mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak. “Panitia sudah mempersiapkan dari pemilihan tanggal yang sangat berpengaruh. Momennya dibuat saat long weekend. Biasanya pada saat liburan long weekend Pulau Bintan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara,” katanya.

Menpar Arief Yahya pun tak ragu mengangkat dua jempol untuk Bintan. Homestay desa wisata serta crossborder tourism yang dibalut dengan sport tourism diyakini punya daya ledak luar biasa untuk memajukan pariwisata di daerah perbatasan. Dan itu sudah terbukti di Aruk, Kab Sambas, Kalimantan Barat.

“Bintan sudah sangat oke. Meng-create attraction, access, dan accommodation yang terjangkau dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas yang ada. Bangun sebanyak mungkin homestay di desa-desa wisata seluruh pelosok BIntan. Cost-nya pasti murah karena harga penyewaan homestay sangat terjangkau dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Dan jangan takut tidak laku. Saat ini, Kemenpar sudah Go Digital. Ada Indonesia Travel Exchange (ITX) yang dimanfaatkan untuk memasarkan potensi homestay Bintan melalui digital. Dengan inisiatif seperti itu, Menpar Arief Yahya pun berani berambisi untuk memposisikan Indonesia sebagai negara yang memiliki homestay terbanyak di dunia. (*)

Gubernur Jambi Ingin Cepat Punya Bandara untuk Pacu Pariwisata

0
foto: brilio.net

Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola, sibuk melobi pemerintah pusat untuk mewujudkan pengembangan Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci.

Hal itu dilakukannya untuk menggarap sektor pariwisata di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan sekitarnya.

Pariwisata diakui sebagai cara yang cepat, mudah, dan murah untuk mendongkrak PDB (pendapatan domestik bruto), menaikkan devisa dan menyelesaikan problem ketenaga kerjaan.

“Di Kerinci, kami fokus pada pariwisatanya. Aksesnya Bandara Depati Parbo. Saya sudah sampaikan sesuai arahan Pak Presiden Jokowi dengan dana APBD kami bebaskan tanahnya 30 hektare. Nanti fisiknya dibangun secara bertahap oleh pak menteri perhubungan,” ujar Zumi di kompleks Istana Negara, Kamis (20/4).

Dia datang ke Istana untuk mengikuti rapat terbatas evaluasi proyek strategis nasional dan prioritas di provinsi yang dia pimpin. Pada rapat itu hadir para menteri Kabinet Kerja.

Meski belum menjadi sektor unggulan di Jambi, Zumi berkeyakinan pengembangan sektor pariwisata tergantung pada kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Apalagi, Kerinci sudah ditetapkan sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi.

“Kami unggulkan itu, seperti Toba, Komodo. Nah, Jambi punya Kerinci. Tapi tidak sampai di situ. Harus diselesaikan infrastrukturnya. Karena dari Kota Jambi ke Kerinci butuh delapan sampai sembilan jam. Untuk turis, mungkin jadi penghalang,” tutur dia.

Maka dengan adanya Bandara Depati Parbo, dia berkeyakinan akan mempermudah dan mempercepat datangnya wisatawan ke Kerinci. Tidak saja melalui akses Kota Jambi, tapi juga dari Kota Padang, Sumatera Barat.

Untuk mewujudkan pengembangan bandara tersebut, Zumi telah menyampaikan permintaan langsung kepada Menteri Perhubungan Budi Karya, yang hadir di rapat tersebut.

“Tadi saya sampaikan ke menhub, minta ditingkakan maskapainya, penerbangannya. Misal di Silangit, kan didorong itu semua. Garuda dulu masuk, baru yang lain. Apa lion, Sriwijaya. Tentu ini kebijakan pak menteri juga,” tuturnya.

Harapannya terhadap kemajuan sektor pariwisata di Jambi, juga telah disampaikannya kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sebab, di sana banyak potensi yang perlu dipoles untuk mendatangkan wisatawan. Selain Gunung Kerinci, ada Danau Kerinci, Danau Kaco. Belum kulinernya.

“Kerinci juga dekat dengan Merangin yang punya Geo Park, hanya tiga jam dengan mobil. Sebetulnya Kerinci itu posisi yang strategis untuk mengkonekkan semua. Tadi Pak Menteri Pariwisata sudah dapat bayangan dan setuju dengan apa yang saya sampaikan, alhamdulillah,” pungkasnya. (*)

Tulang Belulang Itu ialah Seorang Perempuan Hamil

0
Polisi saat melakukan olah TKP. foto : batampos

batampos.co.id – Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Embung Fatimah, tulang belulang yang ditemukan di kawasan hutan samping perumahan San Dona berjenis kelamin perempuan, berusia sekitar 25 tahun.

“Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Embung Fatimah, tulang belulang yang ditemukan itu berjenis kelamin perempuan dan diketahui dalam keadaan hamil,” ujar Kapolresta Barelang, AKBP Hengki, Kamis (20/4) siang.

Hingga kini, Hengki belum bisa menjelaskan berapa usia kehamilan dan identitas dari perempuan yang telah menjadi tulang belulang tersebut. Sementara, dari lokasi penemuan, polisi baru mendapatkan barang bukti berupa handuk yang telah terbakar dan karung beras bekas.

“Sampai saat ini, kita belum menerima laporan orang hilang. Saat ini, kita juga masoih mendalami apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Hengki menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melaporkannya kepada aparat kepolisian. Sementara, untuk tidakan lanjutannya, polisi akan menurunkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti di lokasi penemuan.

“Kita akan menurunkan K-9 untuk mencarai bukti lainnya. Seperti yang kita ketahui lokasi penemuan itu berada di hutan, jadi kita membutuhkan bantuan anjing pelacak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza Edmond belum bisa memberikan waktu pasti, kapan akan dilakukan pencarian barang bukti baru dengan anjing pelacak tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya mengatakan akan segera melakukannya dalam waktu dekat.

“Nanti akan saya kabari kepada rekan-rekan kapan waktunya,” ujarnya singkat.

Dalam berita sebelumnya, tulang belulang ini ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Edi. Ia yang saat itu mencari kayu bakar, secara tidak sengaja mencium bau busuk dan berusaha mencari dimana bau busuk itu berasal.

Setelah berusaha mencari, akhirnya Edi menemukan tulang belulang manusia, Senin (17/4) siang. Atas penemuan itu, kemudian Edi mengabarkannya kepada temannya dan melaporkan penemuan ini kepada polisi keesokan harinya atau Selasa (18/4) pagi. (cr1)   

Perspektif Rhenald Kasali: Dahlan dan Musuh Besarnya

0
Rhenald Kasali

Saya pernah menulis kolom tentang para pemimpin yang “gila”. Misalnya, ada Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang saya sebut “Gila Taman”.

Apa jadinya Kota Surabaya yang panas tanpa taman-taman kota yang tertata apik? Membosankan!

Lalu, ada Jusuf SK, mantan Walikota Tarakan, Kalimantan Timur, yang saya sebut “Gila Lampu dan Trotoar”. Selama memimpin Tarakan, Jusuf banyak membangun trotoar yang dilengkapi dengan lampu-lampu penerangan jalan. Alhasil, pada malam hari Tarakan menjadi terang benderang. Jusuf ingin Tarakan menjadi seperti Singapura.

Ada Fadel Muhammad, mantan Gubernur Gorontalo yang saya sebut “Gila Jagung”. Fadel, dengan visinya, menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai lumbung dan sekaligus eksportir jagung terbesar di Indonesia.

Semasa masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo suka sekali blusukan. Maka, saya menyebutnya “Gila Blusukan”. Setelah menjadi Presiden ke-7 RI pun Jokowi belum sepenuhnya meninggalkan kebiasaannya untuk blusukan, meski tak sesering dulu semasa dia masih menjadi gubernur.

Negara kita memerlukan pemimpin yang “gila” seperti mereka. Bukan hanya pada level walikota/bupati atau gubernur, tetapi bahkan lebih ke atas lagi. Misalnya, setingkat menteri.

Bicara soal ini, saya terkenang dengan seorang menteri. Namanya Dahlan Iskan. Dia menjabat sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II di bawah Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semasa menjabat, saya menyebut Dahlan sebagai menteri yang “Gila Kerja”.

Sebutan ini bukan semata-mata karena Dahlan memang suka sekali bekerja. Memang Dahlan kerap sampai lupa waktu saat sudah bekerja, sehingga kita bisa menyebutnya gila kerja. Slogan ini kelak diadopsi oleh presiden Jokowi: kerja, kerja, kerja!

Namun, lebih dari itu gaya dan cara kerja Dahlan yang serba cepat kerap membuat bawahannya pontang-panting. Persis seperti orang gila.

Mencari Terobosan

Sebagai pengusaha, cara kerja Dahlan kerap dianggap melompat-lompat tergantung kebutuhan karena terjadi sumbatan-sumbatan pembangunan. Belum selesai urusan yang satu, dia sudah dipaksa pindah ke urusan yang lain. Seperti pengusaha lainnya, mereka butuh manajer yang handal. Di birokrasi, manajer amat langka, yang ada adalah birokrat yang sayangnya amat lamban.

Orang seperti Pak Dahlan, dalam ilmu manajemen kita sebut sebagai penyandang helicopter view. Mereka tak perlu masuk sampai ke urusan yang terlalu teknis dan detail. Itu biar diurus oleh para eksekutifnya.

Para pengusaha, kalau ada urusan yang macet, mereka suka mencari terobosan. Dahlan juga begitu. Misalnya, sebagai Menteri BUMN, dia melihat jalur komunikasi sesama CEO perusahaan plat merah ternyata macet. Mereka tak saling kenal satu sama lain. Kalau sudah begini bagaimana BUMN mau bersinergi.

Guna menerobos jalur yang macet ini Dahlan mengundang para CEO BUMN untuk rapat koordinasi mingguan. Lokasinya digilir di kantor-kantor pusat BUMN dan rapatnya selalu pagi hari, jam 07.00. Kalau minggu ini rapatnya di kantor pusat Garuda Indonesia, minggu depannya pindah ke kantor BUMN lainnya lagi. Begitu seterusnya. Dengan cara seperti ini akhirnya para CEO BUMN menjadi saling kenal.

Lalu, karena ketika itu yang sedang tren adalah BlackBerry, maka Dahlan pun menggagas grup BBM untuk para CEO BUMN. Jadi, rapat-rapat atau pengambilan keputusan tak harus dilakukan di ruang rapat. Cukup lewat grup BBM.

Alhasil, sinergi mulai terbangun.

Negeri SOP

“Musuh besar” pengusaha gila kerja dan suka kerja cepat adalah birokrasi yang lengkap dengan standard operating procedure (SOP) yang rigid. Ini ibarat gas dengan rem. Kalau jalanan macet, gas dan rem memang bisa dimainkan secara proporsional. Tapi, kalau jalanan tidak macet dan rem-nya terus diinjak, kita pun jengkel.

Sayangnya, kita lebih percaya integritas itu sebagai bagian dari rigidity, padahal dunia sendiri sudah membangun konsep agility yang berkebalikan.

Dahlan, saya kira, menghadapi situasi yang semacam ini. Kantornya, baik selama dia menjadi Dirut PLN atau Kementerian BUMN, sama-sama berisi birokrat. Padahal, sebagai entrepreneur, Dahlan perlu ditemani dengan intrapreneur (Anda paham bukan bedanya entrepreneur dengan intrapreneur, bukan?)

Di luar itu tentunya ada pertimbangan yang lebih besar, yakni kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat.

Pertimbangan seperti inilah yang akhirnya bisa membuat Dahlan kena jerat dalam kasus pembangunan 21 gardu induk listrik. Siapa pemimpin yang tahan mendengar rakyatnya setiap hari mengeluh dengan listrik yang byar pet alias mati hidup. Maaf, persisnya lebih banyak matinya ketimbang hidupnya. Sudah banyak yang mempersulit, alamak, mafianya minta ampun.

Negeri kita masih mendewa-dewakan SOP. Dalam banyak hal, ini celakanya, SOP kerap saling kait mengait sejumlah aspek, termasuk kepentingan atau sakit hati. Misalnya, SOP kerap digunakan untuk mencari-cari kesalahan. Alhasil, kerap hal yang lebih besar dikalahkan oleh kepentingan yang lebih kecil.

Keberpihakan semacam ini ternyata harganya bisa sangat mahal. Harga itulah yang kini harus dibayar oleh Dahlan. Bukan hanya untuk kasus gardu induk, tetapi juga kasus-kasus lainnya, seperti yang tengah ia hadapi di Jawa Timur.

Saya sama sekali tidak percaya kalau Dahlan Iskan didakwa melakukan korupsi atau memperkaya diri sendiri. Dia sudah kaya. Bahwa ia menabrak SOP, mungkin saja. Tapi, kalau itu untuk kepentingan yang lebih besar, apa salahnya? Hidup di negeri yang mendewa-dewakan SOP membuat kita sering tak bisa menjawab pertanyaan tadi. Maka, jadilah kita hanya bisa mengurut dada. Kok bisa!

Terlibat Narkoba, Nasib Politik Arif Menunggu Keputusan DPP PAN

0

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) segera mengambil langkah tegas untuk mempertimbangkan nasib karir politik dari salah satu kadernya, yakni anggota DPRD Bintan, Arif Jumana yang saat ini terjerat kasus narkoba. Dengan segera melaporkannya ke Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PAN.

“Kami sudah pertimbangkan dari internal DPD. Secepatnya kami akan mengutus dua orang dari DPD untuk laporkan masalah Arif ini ke pengurus pusat,” jelas Ketua DPD PAN Kabupaten Bintan, Hesti Gustrianda, Rabu (19/4).

Ditanya terkait sanksi apa yang akan diberikan untuk Arif Jumana, wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bintan, ini belum bisa memastikannya.

Menurutnya yang berhak untuk memutuskan sanksi terhadap Arif Jumana, adalah pimpinan pengurus PAN pusat.

“Keputusannya kami tidak tahu. Apakah akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) atau langsung di pecat dari partai. Itu semua kembali lagi ke DPW dan DPP PAN, biar mereka yang memutuskan,” terangnya.

Diketahui, Arif Jumana, dinyatakan terbukti bersalah secara sah melakukan penyalagunaan narkotika golongan I oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, dengan divonis hukuman penjara 1 tahun.

Dimana ia tertangkap tangan bersama kedua rekan wanitanya, yakni Sherli dan Suhartini, sedang berpesta sabu-sabu, di kolam renang Seineng, Kilometer 20 Bintan Timur, oleh Polres Bintan, pada tahun 2014 silam.

Dan saat ini Arif Jumana sudah mendekam di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IA di Kilometer 18 Kijang. (cr20)

Absensi Elektronik Terobosan Maju

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah menilai penerapan absensi sistem elektronik atau fingerprint merupakan terobosan yang hebat. Menurutnya dengan keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) No 6 Tahun 2017 tentang kedisiplinan pegawai sudah tepat.

“Melalui sistem ini, kita bisa meningkatkan kedisiplinan pegawai. Jadi harus sama-sama kita dukung penerapannya. Meskipun ada beberapa perbaikan yang harus disempurnakan terkait petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaanya,” ujar Iskandarsyah menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (19/4) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengatakan, untuk menerapkan kebijakan ini supaya bisa berjalan maksimal memang perlu dukungan dari semua Aparatur Sipil Negara (ASN). Masih kata Iskandar, untuk pelaksanaanya harus ada pengecualian bagi ASN yang mendapat tugas luar daerah.

“Gejolaknya terjadi, lantaran belum jelas penerapan tersebut. Sehingga apabila sudah dilengkapi, saya pikir tidak perlu dipersoalkan lagi,” jelasnya.

Ditambahkannya, melalui sistem kerja seperti inilah, ASN bisa menunjukan kinerja mereka dengan sebaik-baiknya. Sehingga pemerintah bisa memberikan reward ataupun funishment. Lebih lanjut katanya, pemikiran harus jauh kedepan.

“Kita harus melihat dari sisi positifnya. Tentu apa-apa yang belum lengkap, dilengkapi lagi. Saya melihat kebijakan ini adalah untuk kebaikan bersama,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekda Kepri. Arif Fadilah mengatakan diberlakukannya Pergub Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kedisiplinan telah memberikan dampak yang signifikan bagi kinerja ASN di lingkungan Pemprov Kepri. Ia mengklaim tingkat kehadilan sudah mencapai 85 persen.

“Apa-apa yang kurang masih kita evaluasi. Karena sekarang ini masih dalam proses uji coba. Tentu akan kita sempurnakan lagi aturannya seperti apa,” ujar Arif Fadilah.(jpg)

Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lingga Direvisi

0
Asmin Patros.F: batampos.

batampos.co.id – Anggota Pansus Penetapan Perda DPRD Provinsi Kepri Asmin Patros menduga adanya kelalaian tim dari Pemkab Lingga terkait penetapan Perda tata ruang untuk pertambangan di Kabupaten Lingga yang tidak masuk dalam pengesahan di DPRD Provinsi Kepri. Pasalnya, setelah tim tata ruang Provinsi menyelesaikan gambar tersebut, diserahkan kepada kabupaten dan kota bersangkutan untuk dilakukan verifikasi ulang.

“Saya memastikan tim pansus dalam menetapkan tata ruang daerah mengukiti acuan yang diajukan daerah masing-masing. Kalau mereka buat putih kami juga buat putih,” ujar Asmin ketika dimintai keterangan Batam Pos.

Asmin juga mengatakan, Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri hanya Batam yang belum menyelesaikan Perda tata ruang tersebut. Sedangkan Kabupaten Lingga telah selesai dan telah mengajukan tata ruang ke Provinsi. Namun Asmin mengaku terkejut ketika melihat tata ruang yang diajukan Pemkab Lingga tidak memiliki wilayah tambang.

Untuk itu Asmin menambahkan, tim pansus tata ruang di DPRD Provinsi sepakat untuk tidak menutup ruang bagi kabupaten/kota yang akan merubah tata ruang. Jika tata ruang tersebut tidak tersedia dalam Perda yang ditetapkan, namun Asmin mengatakan ada klausul yang menyatakan kabupaten/kota dapat melakukan perubahan.

“Intinya jika perubahan itu tidak bertentangan dengan UU yang lebih tinggi maka perubahan dapat dilakukan,” kata Asmin.

Sebelumnya, Pemkab Lingga berang karena dalam pengesahan Perda tata ruang di tingkat Provinsi, wilayah Tanah Bunda Melayu yang terkenal dengan penghasil barang tambang ini tidak memiliki wilayah tambang. Namun Asmin menduga, saat pembahasan tersebut tim yang dikirim Pemkab Lingga diduga kurang menjalin komunikasi yang intens dengan tim tata ruang provinsi dan pansus.

Lebih lanjut Asmin menceritakan, kalau Kabupaten Karimun langsung dipimpin kepala daerah untuk mengawal penetapan tata ruang tersebut.

Sementara itu di lokasi berbeda, Wakil Bupati Lingga M Nizar menanggapi hal ini dengan tenang. Mantan Ketua DRPD Kabupaten Lingga tersebut mengatakan, Bupati Lingga Alias Wello bersama dirinya dan ketiga pimpinan DRPD Kabupaten Lingga telah menemui Ketua DPRD Provinsi terkait masalah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Ketua DRPD Provinsi telah memberikan solusi untuk memberikan ruang bagi Pemkab Lingga agar segera merubah ajuan tata ruang yang sebelumnya telah ditetapkan.

“Kami sudah melakukan perubahan yang langsung ditandatangi bapak Bupati, untuk segera dilakukan perubahan,” ujar Nizar. (wsa)

Tak Lulus UAS, Siswa Didenda Beli Keramik

0

batampos.co.id – Orangtua murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batam mengeluhkan kebijakan pengenaan denda bagi siswa yang tidak lulus ujian akhir (UAS) sekolah. Keluhan itu muncul lantaran sanksi yang diberikan tidak masuk akal dan sangat memberatkan orangtua.

Indra, salah seorang wali murid yang mengaku mengalami hal tersebut. Setiap mata pelajaran yang tidak lulus, bukannya diberikan remedial, sekolah malah mewajibkan pembayaran dalam bentuk denda.

“Anak saya kelas 12, tidak tuntas mata pelajaran Bahasa Inggris, diwajibkan membeli keramik yang harganya Rp 2 juta,” keluh Indra kepada Batam Pos, Rabu (19/4).

Bukan itu saja, diakui dia, pihak sekolah juga mewajibkan membeli speaker bagi siswa yang tidak lulus. Harganya pun cukup mengejutkan yakni Rp 1 juta. Belum termasuk denda bagi mata pelajaran lain seperti bingkai berukir Rp 300 ribu dan bola kaki seharga Rp 400-600 ribu.

“Kalau pelajaran olahraga tak lulus denda bola. Sedangkan bingkai berukir jika tak lulus pelajaran seni rupa. Dan ini bukan untuk satu orang saja, ada puluhan murid yang diwajibkan membayar denda tersebut. Bisa dihitung berapa uang yang mereka terima,” kesal Indra.

Bahkan, tambah Indra, pengganti remedial dengan denda tersebut sepengatahuan kepala sekolah. “Saya tidak tahu ini kebijakan sekolah apa tidak. Yang jelas anak saya dan teman-temannya serta orangtua sangat mengeluh dgn kebijakan itu. kami berharap ditindaklanjuti,” harapnya.

Selain denda, orangtua juga menyesalkan sekolah yang menyuruh murid menjual barang sembako dengan dalih pelajaran kewirausahaan. Sembako harus dijual ke pihak lain, sekolah beralasan lebih murah dari harga eceran. Tapi kenyataannya harga barang sembako itu sangat mahal.

“Ujungnya anak-anak yang harus nombok beli sendiri sembako lantaran tidak ada yang mau membeli karena mahal,” tuturnya.

Ilustrasi

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari menilai, denda yang diberikan pihak sekolah termasuk dalam pungutan liar (pungli). Ia mengakui, belum ada peraturannya yang mewajibkan siswa membayar denda jika tak lulus UAS.

“Kalau memang itu terbukti, maka kami minta tim saber pungli mengusut kesana. Semua uang orangtua siswa harus dikembalikan,” tegas Riky.

Ditambahkannya, remedial seharusnya menjadi tanggungjawab sekolah, bukan sebaliknya membebankan kepada siswa. Dan kalaupun ada pemungutan, Riky menilai harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Bukan dalam bentuk benda, seperti yang diduga dilakukan SMKN 2.

“Kalau anak tidak mencapai nilai ketuntasan, itu salah sekolah. Bukan anak. Itu akan menjadi trauma dan merusak mentalitas anak, seolah-olah gagal di mata orangtua,” sebutnya.

Riky berharap kepala sekolah diberi teguran.

“Kalau memang terbukti saya rekomendasikan kepala sekolahnya diberhentikan. Saya yakin kepala dinas provinsi juga belum mengetahui laporan ini. Ini pungli dan saya minta uang orangtua segera dikembalikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengaku sudah menghubungi kepala sekolah SMKN 2. Menurutnya, kepala sekolah sedang berada di Thailand mengikuti undangan dari kementerian.

“Dia (kepala sekolah) ngaku tak tahu, sekarang saya minta wakil kepala sekolah untuk menghubungi saya, menjelaskan perihal denda tersebut,” kata Arifin. (rng)

Pilwako Pinang, Pertarungan PDI VS Golkar

0
Zamzami A Karim. foto: Batampos.

batampos.co.id – Akademisi Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim memprediksikan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang 2018 mendatang merupakan panggung pertarungan politik antara PDI Perjuangan melawan Partai Golkar. Karena sejauh ini, dua partai besar tersebut yang memiliki kader potensial untuk maju.

“PDI sudah pasti, karena memiliki kader seorang petahana. Sedangkan Golkar kadernya banyak duduk di DPRD Kota Tanjungpinang,” ujar Zamzami menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (19/4) di Tanjungpinang.

Zamzami yang merupakan pemerhati politik Provinsi Kepri tersebut mengatakan, meskipun PDI-Golkar berkoalisi pada Pilkada Gubernur lalu. Tetapi di Pilwako Tanjungpinang nanti, kemungkinan untuk koalisi sangat kecil. Apalagi saat ini, sudah mulai menjodoh-jodohkan pasangan. Seperti Lis-Maya (Lima) dan Syahrul-Angga (Saya).

“Nama-nama ini, punya elektabilitas masing-masing. Tentu menarik untuk kita tunggu,” papar Zamzami.

Begitu juga dengan Syahrul yang sudah mendapatkan sinyal dukungan dari para guru. Karena dia merupakan mantan Ketua PGRI Provinsi Kepri. Untuk maju tentu membutuhkan dukungan Partai Politik sebagai pijakan. Masih kata Zamzami, sejauh ini untuk calon independen masih belum menunjukan adanya tanda-tanda keseriusan untuk maju.

“Khusus untuk independen ada beberapa nama yang berkembang. Seperti Edi Saprani dan Teja Alhab. Tetapi sifatnya hanya spekulasi saja,” jelas Zamzami.

Ditambahkannya, Tanjungpinang memang membutuhkan sosok pemimpin yang berani dan tegas. Menurutnya, masyarakat sangat menginginkan adanya pembangunan yang hebat di Tanjungpinang.

“Meskipun Pilwako tapi rasanya seperti Pilgub. Karena Tanjungpinang adalah Ibu Kota Provinsi Kepri,” tutup Zamzami.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan peta pencalonan Pilwako Pinang tergantung arah pergerakan PDI Perjuangan. Dijelaskannya, apabila PDI melakukan koalisi besar maka hanya bisa tiga pasangan calon.

“Golkar memang harus berkoaliasi. Sementara itu, PDI sudah tidak perlu lagi,” ujar Robby Patria.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan Golkar tetap mengusung kader terbaik untuk dipersiapkan maju sebagai kandidat Cawako. Dikatakannya, keputusan itu masih menunggu hasil survei pada Juni mendatang. Seperti diketahui, kader-kader Golkar yang dipersiapkan maju adalah Ade Angga, Teddy Jun Askara (TJA) dan Dewi Kumalasari Ansar.(jpg)