Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 137

Ribuan Ban Hangus Terbakar di Batuaji,

0
Gudang yang menyimpan ribuan ban hangus Terbakar. F Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kebakaran hebat melanda gudang ban bekas milik Pasaribu yang berada di pinggir Jalan Diponegoro, sebelum simpang Basecamp, Kecamatan Batuaji, Batam, Kamis (5/3) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu menghanguskan ribuan ban bekas yang menumpuk di lokasi hingga merambat ke bangunan gudang, satu truk lori dan satu kontainer berisi ban bekas.

Api diduga pertama kali muncul dari bagian luar tumpukan ban yang berada di pinggir jalan raya. Karena bahan ban mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh tumpukan ban hingga menjalar ke bangunan tempat usaha ban bekas tersebut.

Dalam waktu singkat, kobaran api membumbung tinggi dan sulit didekati warga. Besarnya api membuat situasi di sekitar lokasi kebakaran mencekam. Tumpukan ban yang sangat banyak membuat api semakin cepat menyebar dan menghasilkan asap hitam pekat.

Tidak hanya menghanguskan ribuan ban bekas, kebakaran itu juga membakar satu unit truk lori yang berada di sekitar gudang. Kendaraan tersebut tidak sempat diselamatkan karena api sudah terlanjur membesar.

Salah seorang saksi mata, Angga, mengatakan api awalnya terlihat kecil di bagian pinggir tumpukan ban yang berada dekat jalan. Namun dalam waktu singkat api langsung membesar dan menjalar ke seluruh tumpukan ban.

“Awalnya api terlihat dari pinggir tumpukan ban dekat jalan. Tidak lama kemudian api langsung besar karena ban banyak sekali. Api cepat merambat sampai ke gudang,” ujar Angga.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sempat mengalami kesulitan memadamkan api karena panas yang sangat tinggi dari tumpukan ban yang terbakar. Petugas hanya bisa melakukan penyemprotan air dari jarak cukup jauh. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB, namun hingga pukul 10.00 WIB sisa tumpukan ban masih terlihat membara.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo yang turun langsung ke lokasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Benar terjadi kebakaran di gudang ban bekas milik Pasaribu di Jalan Diponegoro. Tidak ada korban jiwa dan saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.(*)

Artikel Ribuan Ban Hangus Terbakar di Batuaji, pertama kali tampil pada Metropolis.

Manchester United Main Buruk, Kalah Lawan 10 Pemain Newcastle

0
Newcastle United berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Manchester United dalam lanjutan Premier League. Foto: x.com/ManUtd

batampos – Manchester United bermain buruk saat kalah dari Newcastle United di Liga Inggris pekan ke-29. Laga yang berakhir dengan skor 1-2 tersebut dimainkan di St James Park, Kamis (5/3).

Senne Lammens menilai Manchester United tidak memberikan perlawanan yang maksimal. Padahal, Newcastle United sudah bermain dengan 10 orang karena kartu merah Jacob Ramsey di menit ke-45+1.

“Secara fisik, dari segi usaha: Rasanya kami tidak memberikan cukup, tidak sama seperti mereka, dan itu selalu menjadi pertandingan yang sulit, terutama dengan dukungan para penggemar mereka. Tentu saja Anda bisa mengalami hari yang buruk, tetapi itu adalah hari buruk kolektif dan itu sebenarnya tidak mungkin terjadi di liga ini, tidak melawan tim-tim ini,” ucap Senne Lammens setelah pertandingan yang dikutip laman resmi Manchester United, Kamis (5/3).

Di babak pertama, kiper 23 tahun mengatakan bahwa Manchester United tidak bermain cukup baik dan harus kebobolan lewat gol Anthony Gordon. Namun, gol Casemiro di menit ke-45+9 sempat menumbuhkan harapan para pemain Setan Merah untuk memenangkan laga.

Di ruang ganti, Michael Carrick menginginkan agar pemainnya bermain menyerang dengan lebih cepat dan memanfaatkan peluang mencetak gol. Namun, hal tersebut tidak berjalan dengan baik yang membuat mereka kalah pada gol menit ke-90 dari William Osula.

“Namun dia memperingatkan kami bahwa ini tidak akan mudah, kami harus menyerang mereka dan mencoba untuk menembus pertahanan mereka dengan cepat, atau semakin lama kami menunggu, dan semakin lama skor tetap 1-1, satu kesempatan saja bisa mengubah keadaan. Hari ini, itulah yang terjadi dan itu jauh dari cukup baik, dalam segala aspek. Kita harus belajar dari itu,” tambah Lammens.

Setelah mengalami kekalahan, para pemain akan mulai berkumpul kembali dan berlatih. Mereka memikirkan cara untuk menghadapi laga selanjutnya melawan Aston Villa pada 15 Maret.

“Hari ini, akan terasa sangat mengecewakan, tetapi, seperti yang Anda katakan, kita punya beberapa hari dan saya pikir beberapa minggu, di mana kita perlu berkumpul dan memikirkan bagaimana harus bereaksi. Mulai besok, akan seperti ini: berlatih, menjaga intensitas tetap tinggi, sehingga kita bisa tampil maksimal di pertandingan dan bereaksi di pertandingan berikutnya,” beber Lammens.

Meski kalah, Manchester United masih menempati peringkat tiga di klasemen Liga Inggris. Sementara Aston Villa yang kalah dari Chelsea juga masih bertahan di posisi keempat.(*)

Artikel Manchester United Main Buruk, Kalah Lawan 10 Pemain Newcastle pertama kali tampil pada Olahraga.

Amsakar dan Kapolda Kepri Turun Langsung Layani Warga

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, menghadiri buka puasa bersama warga di Masjid Al-Fajri, Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (3/3).

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Asep Safrudin, ikut turun langsung menyajikan santapan berbuka puasa bagi warga di Masjid Al-Fajri, Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (3/3). Momen kebersamaan tersebut berlangsung dalam kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-21 Polda Kepri.

Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat. Polda Kepri menyalurkan 500 karung beras kepada warga Sembulang.
Sementara Pemerintah Kota Batam menyerahkan 500 paket bahan kebutuhan pokok berupa minyak goreng dan gula. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan santunan kepada 63 anak yatim di wilayah Sembulang.

Dalam sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Baca Juga: Seribu Paket Sembako Murah Diserbu Warga di Kejari Batam

”Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk menjaga lisan, memperbaiki sikap, serta memperkuat silaturahmi,” ujar Amsakar.

Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Amsakar juga menjelaskan bahwa pada hari yang sama Pemerintah Kota Batam menjalankan sejumlah agenda pelayanan masyarakat secara bersamaan di berbagai wilayah.

Menurutnya, hal itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat Batam mendapatkan perhatian yang merata.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di Kota Batam yang memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.

Menurutnya, keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam menarik dan mempertahankan investasi.

Baca Juga: 450 Tiket Mudik Gratis Disiapkan untuk Rute Batam–Belawan dan Batam–Tanjung Priok

”Batam tidak seperti daerah agraris di Jawa. Perekonomian kita bertumpu pada sektor industri, jasa, dan kelautan. Karena itu, keamanan harus dijaga agar investasi tetap datang dan berkembang,” ujar Asep.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Kapolda turut mengapresiasi masyarakat Sembulang yang dinilai aktif menjaga keamanan lingkungan serta menjalin komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.

Kapolda berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Artikel Amsakar dan Kapolda Kepri Turun Langsung Layani Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Mengenali dan Menerima Kecerdasan Buatan (AI) dalam Penelitian

0
Alat kecerdasan buatan (AI) sangat bermanfaat bagi penutur non-pribumi bahasa Inggris dan para akademisi dari negara-negara Global Selatan. Foto oleh Igor Omilaev/Unsplash

KECERDASAN BUATAN (AI) dan upaya manusia dapat bekerja sama secara harmonis untuk mengubah cara kerja akademik.

Revolusi kecerdasan buatan telah mengubah dunia – tidak hanya dengan menciptakan gambar-gambar menawan yang terinspirasi dari Ghibli, tetapi juga mendorong kita untuk mempertimbangkan ulang cara kita melakukan penelitian. Seiring dengan munculnya alat-alat seperti ChatGPT dan Google NotebookLM yang mendefinisikan ulang cara informasi diakses dan disintesis, para peneliti menemukan diri mereka terbagi.

Sebagian melihat AI generatif sebagai sekutu transformatif, mampu mempercepat penemuan dan mendemokratisasi pengetahuan. Yang lain memandangnya dengan curiga, khawatir AI mengancam nilai-nilai inti kreativitas, pemikiran kritis, dan ketelitian akademik.

Pemisahan ini terutama tajam di kalangan akademis, di mana penggunaan AI sering kali disederhanakan sebagai jalan pintas – mendelegasikan seluruh makalah kepada mesin. Namun, hal ini menyederhanakan realitas yang lebih kompleks. Seperti teknologi baru lainnya, penggunaan etis dan produktif AI tidak bergantung pada alat itu sendiri, tetapi pada cara kita memilih untuk menggunakannya.

Peneliti saat ini dihadapkan pada pilihan yang jelas: menggunakan AI untuk mengotomatisasi tugas atau untuk memperkuat kemampuan mereka. Otomatisasi berarti delegasi penuh – membiarkan alat tersebut menghasilkan tinjauan literatur, menulis abstrak, atau bahkan menyusun bagian-bagian utuh dari sebuah makalah. Di sisi lain, argumentasi berfokus pada bantuan: menyempurnakan kerangka kerja, mengidentifikasi karya-karya relevan, atau merangkum materi yang padat.

Hal ini menjaga manusia tetap terlibat secara aktif. Tidak diragukan lagi bahwa AI dapat mempermudah alur kerja. Ia dapat membantu memformat referensi, menyusun ringkasan dalam bahasa sederhana, atau memberikan gambaran umum tentang suatu topik. Namun, kita harus menetapkan batas. AI tidak dapat – setidaknya belum – memahami nuansa halus dari masalah penelitian spesifik atau menimbang interpretasi yang bertentangan dari data kompleks. Ia kekurangan konteks, penilaian, dan pengalaman langsung dalam pekerjaan akademik.

Kekurangan AI generatif melampaui batasan semata – mereka dapat mengancam integritas akademik. Banyak alat AI, termasuk ChatGPT, rentan terhadap “halusinasi”, yaitu membuat dan memalsukan informasi dengan keyakinan. Dalam contoh di kelas, seorang mahasiswa yang menggunakan AI untuk mencari literatur tentang kebijakan permukiman kumuh di India disajikan dengan judul fiktif yang ditulis oleh gabungan nama depan dan nama belakang supervisor PhD.

Buku tersebut tidak ada – meninggalkan kesan bahwa hal itu seharusnya dilakukan bersama pembimbing PhD. Contoh lain di kelas yang sama melibatkan AI yang memalsukan judul laporan yang konon diterbitkan oleh LSM global besar. Setelah diverifikasi, tidak ada dokumen atau catatan organisasi yang ditemukan.

Risiko kesalahpahaman
Baru-baru ini, alat AI generatif salah menafsirkan artikel tahun 1959 dengan menggabungkan kata-kata dari dua kolom yang berbeda, menghasilkan istilah baru: “Vegetative Electron Microscopy”. Istilah ini tidak ada dalam komunitas ilmiah, namun telah muncul dalam lebih dari 20 artikel penelitian yang diterbitkan.

Kesalahan ini bukan sekadar kesalahan sepele; mereka berpotensi merusak kepercayaan dan kredibilitas dalam penulisan akademik. Masalah ini sebagian disebabkan oleh cara model bahasa besar dilatih. Data yang digunakan seringkali mencakup konten internet dengan sedikit atau tanpa pengawasan akademis – thread Reddit dengan hanya tiga upvote, posting blog, dan forum berkualitas rendah semuanya menjadi bagian dari apa yang pada akhirnya disajikan sebagai pengetahuan otoritatif.

Alat akademik khusus seperti Scite, Research Rabbit, Elicit, dan Inciteful mewakili langkah yang tepat dalam penggunaan alat AI untuk penelitian. Alat-alat ini menawarkan para peneliti jalur yang menjanjikan untuk mempercepat penemuan literatur, memvisualisasikan jaringan kutipan, dan mensintesis ide-ide di antara makalah. Platform-platform ini melampaui AI umum dengan menyesuaikan fitur-fiturnya untuk alur kerja akademik.

Namun, keterbatasan mereka cukup signifikan. Sebagian besar bergantung pada basis data akses terbuka seperti Semantic Scholar dan PubMed, yang berarti mereka mengesampingkan volume besar literatur kritis yang terkunci di balik paywall – seringkali tempat penelitian paling kritis dan nuansatif.

Hal ini terutama menjadi masalah bagi disiplin ilmu seperti humaniora dan ilmu sosial, di mana karya kunci sering muncul di jurnal berlangganan. Kelemahan umum lainnya adalah ketergantungan mereka pada abstrak daripada artikel teks lengkap.

Meskipun ringkasan dan analisis kata kunci memberikan gambaran cepat, mereka melewatkan nuansa dan ketelitian yang terdapat dalam metodologi, argumen, atau kerangka teoritis suatu artikel. Selain itu, tautan semantik yang dihasilkan antara artikel dapat menyesatkan, karena alat-alat ini kesulitan membedakan antara kesepakatan, kontradiksi, atau perbedaan disiplin ilmu.

Penggunaan yang bijak
Meskipun memiliki keterbatasan tertentu, platform-platform ini unggul jika digunakan dengan bijak. Google’s NotebookLM menyediakan ringkasan cepat dan dapat mengubah podcast menjadi teks. Elicit dan SciSpace sangat kuat dalam sintesis konseptual. Inciteful memfasilitasi meta-analisis dengan memetakan hubungan antara penulis, institusi, dan kutipan.

Ketika digunakan bersama alat tradisional seperti Google Scholar – dan dengan sesekali mengunjungi perpustakaan – teknologi ini dapat secara signifikan meningkatkan proses penelitian. Bagi penutur non-Inggris dan peneliti dari Selatan Global, alat AI sangat bermanfaat. Selain membantu tugas-tugas yang disebutkan di atas, alat ini dapat menjembatani kesenjangan linguistik, menjelaskan ide-ide kompleks, dan meningkatkan akses global terhadap penelitian yang relevan secara lokal.

Lanskap etika seputar penggunaan AI dalam penelitian terus berkembang. Para peneliti harus menciptakan kerangka etika pribadi untuk membimbing penggunaan alat-alat ini. Mengenali bias – baik dalam data maupun dalam model itu sendiri – sangat penting. Memahami kapan penggunaan AI melanggar batas plagiarisme juga esensial.

Seiring dengan semakin banyaknya jurnal akademik yang menuntut pengungkapan bantuan AI, transparansi menjadi hal yang esensial, bukan opsional. Semakin banyak penerbit akademik kini mendorong atau mewajibkan penulis untuk mengungkap bagaimana alat AI telah berkontribusi pada karya mereka – baik dalam penulisan teks, pembuatan ringkasan, atau pencarian literatur. Langkah ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas akademik sambil merangkul inovasi.

Peneliti perlu berhati-hati dalam mengandalkan konten yang dihasilkan AI secara berlebihan, terutama dalam hal interpretasi dan argumen. Mendelegasikan pekerjaan intelektual secara berlebihan kepada mesin dapat menyederhanakan ide-ide kompleks menjadi narasi generik, yang merusak keaslian yang esensial bagi penelitian berkualitas.

Selain itu, penggunaan AI yang etis melibatkan pendidikan bagi mahasiswa dan rekan sejawat. Perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk mengintegrasikan literasi AI ke dalam pelatihan penelitian, termasuk isu-isu seperti hak cipta, persetujuan, dan atribusi yang tepat. Masa depan AI di dunia akademik tidak hanya bergantung pada alat yang kita pilih, tetapi juga pada seberapa bertanggung jawab kita menggunakannya.

Masa depan penelitian bukanlah AI versus manusia – melainkan AI dan manusia. Jika kita ingin menjaga integritas penyelidikan akademik sambil memanfaatkan kekuatan alat-alat baru yang muncul, kita harus bijaksana dan transparan dalam mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan kita.

Revolusi sudah ada di sini. Jangan sia-siakan waktu untuk menolaknya. Sebaliknya, mari kita bentuknya – dengan bijak. (*)

Oleh: Namesh Killemsetty, O.P. Jindal Global University – Prachi Bansal, O.P. Jindal Global University*

*Namesh Killemsetty adalah Associate Professor di Jindal School of Government and Public Policy, O.P. Jindal Global University, Sonipat, Haryana.

*Prachi Bansal adalah Dosen di Jindal School of Government and Public Policy, O.P. Jindal Global University, Sonipat, Haryana.

Sumber: 360info™

 

Artikel Mengenali dan Menerima Kecerdasan Buatan (AI) dalam Penelitian pertama kali tampil pada News.

BP Batam Ancam Segel Aktivitas PT Golden Goodwill di Piayu

0
Dugaan penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta aktivitas pemotongan bukit dan perataan lahan di Tanjungpiayu, Sei Beduk. BP Batam menegaskan tidak pernah menerbitkan izin. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Aktivitas alat berat yang lebih dulu bekerja sebelum izin dipastikan terbit kini menjadi sorotan di kawasan Tanjung Piayu. Dugaan penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta kegiatan cut and fill yang dikaitkan dengan rencana pembangunan perumahan oleh PT Golden Goodwill disebut telah berlangsung sejak 2025.

Otoritas pengelola lahan di Batam, BP Batam, menegaskan tidak pernah menerbitkan izin atas aktivitas tersebut. Bahkan, langkah administratif berupa penghentian kegiatan telah ditempuh, dengan ancaman penyegelan apabila instruksi tidak dipatuhi.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan penghentian aktivitas kepada perusahaan.

“Perihal aktivitas penimbunan oleh PT Golden Goodwill di Tanjung Piayu, bersama ini dapat kami sampaikan bahwa BP Batam tidak mengeluarkan izin atas aktivitas tersebut dan telah diberikan surat peringatan penghentian aktivitas,” katanya, Senin (2/2).

Baca Juga: Sepekan Bengkong Permai Kesulitan Air, BP Batam: Sedang Dicari Penyebabnya

Menurutnya, surat peringatan tersebut dilayangkan pada 2 Maret. BP Batam akan terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan kegiatan benar-benar dihentikan sesuai instruksi yang diberikan.

Penegasan serupa disampaikan Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, pada Selasa (3/2). Ia menyebut peringatan telah dikeluarkan dan evaluasi lanjutan akan dilakukan apabila aktivitas di lapangan masih berlangsung.

“Kita sudah keluarkan peringatan. Kalau masih ada aktivitas akan cek lagi dan akan lakukan tindakan selanjutnya, sampai peringatan terakhir dan usulan penindakan penyegelan ke Direktorat Pengendalian Lahan,” ujarnya.

Mouris menegaskan bahwa opsi penyegelan terbuka apabila perusahaan tidak mengindahkan instruksi penghentian. “Tentu akan ada kemungkinan dilakukan penyegelan. Saya sudah minta tim untuk lebih tegas,” tambahnya.

Isu yang mencuat tidak hanya menyangkut legalitas izin, tetapi juga dugaan penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berpotensi berdampak pada sistem drainase dan lingkungan sekitar. Aktivitas cut and fill di kawasan tersebut juga menjadi perhatian, mengingat praktik tersebut dapat memengaruhi kontur tanah dan aliran air apabila tidak melalui kajian teknis dan perizinan yang sesuai.

Baca Juga: 450 Tiket Mudik Gratis Disiapkan untuk Rute Batam–Belawan dan Batam–Tanjung Priok

Sementara itu, pihak perusahaan membantah tudingan adanya penutupan aliran sungai. Saat dikonfirmasi, pimpinan PT Golden Goodwill, Teguh Girsang, melalui tim humasnya menyatakan bahwa tidak ada DAS yang ditutup.

“Kalau masalah DAS, tidak ada yang ditutup,” demikian pernyataan yang disampaikan.
Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait aktivitas cut and fill di lokasi yang sama, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan tambahan. Hingga berita ini diturunkan, persoalan tersebut masih menjadi atensi otoritas setempat, dengan pengawasan lapangan yang disebut akan terus dilakukan.

Langkah BP Batam untuk mengambil tindakan tegas dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban pemanfaatan lahan dan memastikan setiap aktivitas pembangunan berjalan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. (*)

Artikel BP Batam Ancam Segel Aktivitas PT Golden Goodwill di Piayu pertama kali tampil pada Metropolis.

MacBook Neo Jadi Laptop Apple Termurah 2026 Pakai Chip A18 Pro

0
MacBook Neo, (x.com/PopBase)

batampos – Apple memperkenalkan MacBook Neo dengan harga mulai dari US$599. Ini menjadi model MacBook paling terjangkau yang pernah dirilis.

Perangkat dirancang untuk memperluas pasar Apple ke segmen pengguna yang mencari laptop dengan harga relatif rendah.

Peluncuran diumumkan dengan serangkaian produk Apple lain dan tersedia untuk pre order mulai 4 Maret 2026 dengan pengiriman dimulai 11 Maret 2026.

Dirangkum dari macrumors.com, MacBook Neo ditenagai oleh chip A18 pro yang sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro. Dilengkapi layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506.

Kecerahan 500 nits, RAM 8 GB, dan opsi penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Perangkat ini menawarkan baterai hingga 16 jam.

Sistem operasi macOS Tahoe serta dukungan fitur seperti Apple Intelligence dan konektivitas Wi-Fi 6E/Bluetooth 6.

Desainnya hadir dalam empat warna yaitu silver, indigo, blush, dan citrus. Peluncuran Macbook Neo mencerminkan upaya Apple untuk memasuki segmen laptop berbiaya rendah.

Bersaing langsung dengan Chromebook dan laptop Windows di kisaran harga bawah. Produk diposisikan di bawah lini MacBook Air dan MacBook Pro.

Menawarkan keseimbangan antara performa dan harga dengan tetap mempertahankan pengalaman khas macOS.

Beberapa fitur premium seperti Thunderbolt, MagSafe, atau RAM yang dapat di upgrade tidak tersedia pada model dasar.

Ini sebagai bagian dari kompromi untuk menjaga harga tetap rendah.

Melansir dari apple.com, kehadiran A18 Pro memberikan kinerja kuat untuk penggunaan sehari-hari seperti browsing web, konten kreatif ringan, produktivitas, dan tugas AI ringan.

MacBook Neo sebagai pilihan menarik bagi pelajar dan pengguna baru yang ingin masuk ke ekosistem Apple.

Mereka yang membutuhkan Mac dengan harga lebih masuk akal tanpa harus membeli model Air atau Pro kelas atas.

Harga pendidikan mulai dibawah US$499 di beberapa pasar. Perangkat tersebut juga menarik bagi organisasi pendidikan yang ingin menyediakan perangkat Apple untuk siswa dan staf.(*)

 

Artikel MacBook Neo Jadi Laptop Apple Termurah 2026 Pakai Chip A18 Pro pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dugaan Penipuan Pembelian Kapal Irfan Jaya 9 Naik Penyidikan

0
Korban pelapor bersama kuasa hukumnya di Mapolresta Barelang usai memberikan keterangan tambahan, Rabu (4/3). Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kasus dugaan penipuan dalam pembelian kapal penumpang Irfan Jaya 9 resmi memasuki tahap penyidikan di Polresta Barelang. Perkembangan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal (23/2), sehingga penanganan perkara berlanjut ke proses hukum lebih mendalam.

Pelapor sekaligus korban, Frans Tjung, kembali memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan tambahan atas laporan yang diajukannya. Dalam pemeriksaan tersebut, ia didampingi tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Antoni Yeo & Partners guna memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Kuasa hukum korban, Haris Padli, menjelaskan bahwa perkara yang sebelumnya masih berstatus Laporan Pengaduan Masyarakat kini telah ditingkatkan menjadi Laporan Polisi. Penyidik juga telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan serta Surat Perintah Penugasan terkait dugaan tindak pidana perbuatan curang tersebut.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Oknum Bea Cukai di Punggur, 6 Saksi Telah Diperiksa

“Kami saat ini mendampingi klien dalam proses penyidikan. Bukti utama sudah kami serahkan kepada penyidik dan kami berharap penanganan perkara ini dapat dilakukan secara maksimal dan profesional,” ujar Haris.

Menurutnya, kliennya mengalami kerugian material mencapai Rp15 miliar akibat transaksi pembelian kapal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, kerugian immaterial diperkirakan mencapai Rp8 miliar karena kapal yang direncanakan beroperasi hingga kini belum dapat digunakan.

Transaksi pembelian kapal dilakukan pada September 2024 dengan target operasional pada November 2024. Namun hingga saat ini, kapal Irfan Jaya 9 belum dapat dioperasikan akibat dugaan permasalahan dalam proses transaksi yang kini tengah diselidiki aparat kepolisian.

Haris menegaskan, pembelian kapal tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan juga didorong kepedulian sosial kliennya terhadap masyarakat di wilayah Kupang dan Alor, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: BI Kepri Gelar KURMA 2026, Targetkan Transaksi Rp2,5 Miliar

“Klien kami ingin membantu akses transportasi masyarakat setelah layanan kapal sebelumnya terhenti,” katanya.

Pihak kuasa hukum berharap proses penyidikan berjalan transparan hingga perkara memperoleh kepastian hukum.

“Kami percaya penyidik Polresta Barelang akan menangani kasus ini secara objektif sehingga hak-hak klien kami dapat dipulihkan melalui proses hukum yang berlaku,” tutup Haris. (*)

Artikel Dugaan Penipuan Pembelian Kapal Irfan Jaya 9 Naik Penyidikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dugaan Kekerasan Oknum Bea Cukai di Punggur, 6 Saksi Telah Diperiksa

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Penanganan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Bea dan Cukai di Pos Pelabuhan Telaga Punggur masih terus bergulir. Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang memastikan proses hukum tetap berjalan, meski hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait penetapan status hukum dalam perkara tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian, mengatakan penyelidikan saat ini masih difokuskan pada pemeriksaan sejumlah pihak yang terkait dengan kejadian itu.

“Masih pemeriksaan, ya. Sampai saat ini belum ada perkembangan yang seperti apa,” ujarnya.

Baca Juga: Disnaker Batam Ingatkan Perusahaan dan Aplikator Bayar THR dan BHR Tepat Waktu

Debby memastikan terlapor yang sebelumnya dijadwalkan telah memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan klarifikasi atas laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan korban.

Dalam perkembangan terbaru, jumlah saksi yang diperiksa juga bertambah. Jika sebelumnya hanya tiga orang, kini penyidik telah meminta keterangan dari enam hingga tujuh saksi guna memperjelas kronologi kejadian.

“Untuk saat ini ada enam sampai tujuh orang yang kami minta keterangan,” katanya.

Meski proses penyelidikan tetap berjalan, penyidik juga membuka kemungkinan penyelesaian perkara secara damai apabila kedua belah pihak sepakat menempuh jalur tersebut.

Baca Juga: Tarik Uang di Bank, Warga Diimbau Gunakan Pengawalan Gratis

“Tidak menutup kemungkinan untuk damai. Saat ini masih proses,” ungkap Debby.

Kasus ini bermula dari insiden saat pemeriksaan muatan lori di Pos Bea dan Cukai Pelabuhan Telaga Punggur. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh seorang sopir truk yang mengaku mengalami dugaan kekerasan ketika proses pemeriksaan berlangsung.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami keterangan para pihak untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.(*)

Artikel Dugaan Kekerasan Oknum Bea Cukai di Punggur, 6 Saksi Telah Diperiksa pertama kali tampil pada Metropolis.

Iran Resmi Pilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru

0
Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran mengganti peran sang ayah Ayatollah Ali Khamenei. (NDTV).

batampos – Iran akhirnya menetapkan penerus bagi Ayatollah Ali Khamenei setelah periode duka nasional dan ketidakpastian politik menyusul kematiannya dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Media setempat melaporkan bahwa Majelis Ahli Iran secara resmi memilih putra Khamenei yakni Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa figur yang akan mengisi posisi paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan Republik Islam itu.

Dipilih oleh Majelis Ahli

Penunjukan Mojtaba dilakukan oleh Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi. Mekanisme ini sebelumnya juga digunakan pada 1989 saat Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan oleh Khamenei.

Khamenei sendiri memimpin Iran selama 36 tahun. Ia tewas dalam serangan udara ketika berada di kompleks kediamannya. Serangan tersebut juga merenggut nyawa putrinya, menantu laki-lakinya, cucunya, serta istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, yang sempat kritis sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei adalah putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei. Selama ini lebih dikenal sebagai figur berpengaruh di balik layar ketimbang tokoh publik yang tampil terbuka.

Lahir di Mashhad pada 1969, Mojtaba tumbuh ketika ayahnya menjadi salah satu ulama yang vokal menentang pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Revolusi Islam 1979 mengubah nasib keluarganya secara drastis dan menempatkan mereka di pusat kekuasaan negara baru.

Setelah keluarga pindah ke Teheran, Mojtaba bersekolah di Alavi High School, institusi yang dikenal banyak melahirkan elite pemerintahan Iran. Ia kemudian melanjutkan studi agama di Qom, pusat pendidikan Syiah terkemuka.

Namun, meski telah lama berkecimpung di lingkungan hauzah (seminari), Mojtaba belum menyandang gelar ayatollah. Hal ini menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama senior, mengingat secara konstitusional Pemimpin Tertinggi diharapkan memiliki otoritas keagamaan tinggi.

Dewan Sementara Serahkan Mandat

Sebelum pemilihan resmi dilakukan, tanggung jawab Pemimpin Tertinggi dijalankan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei.

Dewan ini bertugas memastikan stabilitas pemerintahan hingga suksesi rampung.
Dengan terpilihnya Mojtaba, mandat dewan sementara tersebut otomatis berakhir.

Pemakaman di Mashhad, Upacara Besar di Teheran

Jenazah Khamenei sendiri dijadwalkan dimakamkan di kota suci Mashhad. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan akan menggelar upacara perpisahan besar di Tehran. Hingga kini, tanggal resmi pemakaman belum diumumkan ke publik.

Tantangan Berat di Tengah Eskalasi

Terpilihnya Mojtaba terjadi di tengah eskalasi militer yang belum mereda antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Washington sebelumnya memperingatkan bahwa setiap langkah balasan akan memicu peningkatan konflik. Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa perang yang terjadi adalah ‘dipaksakan’ dan bukan pilihan mereka.

Kini, sorotan dunia tertuju pada bagaimana Mojtaba Khamenei akan memimpin Iran di tengah tekanan eksternal, dinamika internal, serta ekspektasi dari jutaan pendukung garis keras yang menganggap posisi Pemimpin Tertinggi bukan sekadar jabatan politik, melainkan simbol otoritas religius tertinggi negara.(*)

Artikel Iran Resmi Pilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru pertama kali tampil pada News.

Lonjakan Harga & Investasi stagnan Mengintai

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos – Ketegangan bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha di Batam. Konflik di kawasan Timur Tengah itu dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama apabila berdampak pada jalur distribusi energi dunia seperti Selat Hormuz.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyebut eskalasi konflik membuka peluang terjadinya lonjakan harga minyak dunia. Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dari kawasan Teluk yang memegang peranan krusial dalam rantai pasok global.

“Selat Hormuz itu menjadi la­lu-lalang sekitar 80 persen minyak dari kawasan Arab. Ketika jalur ini ditutup, hampir bisa dipastikan harga minyak dunia akan melonjak,” katanya, Rabu (4/2).

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

Artikel Lonjakan Harga & Investasi stagnan Mengintai pertama kali tampil pada Metropolis.