
batampos – Bazar Ramadan yang digelar di pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi para pedagang. Hingga pertengahan Ramadan, perputaran uang di bazar tersebut diperkirakan telah mencapai ratusan juta rupiah.
Sejak pertama kali digelar, bazar yang berlokasi di pusat Kota Tarempa ini selalu ramai dikunjungi masyarakat yang mencari menu untuk berbuka puasa. Setiap sore menjelang waktu berbuka, kawasan bazar dipadati warga yang berburu aneka makanan dan minuman.
Berbagai jenis kuliner dijajakan para pedagang, mulai dari takjil, kue tradisional, minuman segar hingga lauk pauk untuk menu berbuka puasa.
Ramainya pengunjung membuat perputaran uang di bazar tersebut terbilang cepat. Para pedagang mengaku pendapatan mereka meningkat dibandingkan saat berjualan secara terpisah di lokasi lain.
Salah satu pedagang, Nevil, mengatakan bazar Ramadan tahun ini memberikan dampak positif terhadap penjualannya. Ia mengaku omzet yang diperoleh cukup stabil sejak hari pertama bazar dibuka.
“Setiap hari alhamdulillah tembus Rp500 ribu. Pernah dua hari berturut-turut dapat Rp1 juta lebih. Antusias masyarakat luar biasa,” ujar Nevil yang menjual Es Kelapa Rainbow, Jumat (6/3).
Menurutnya, keberadaan bazar Ramadan memudahkan masyarakat mencari berbagai menu berbuka puasa dalam satu lokasi. Kondisi tersebut juga menguntungkan pedagang karena pengunjung terkonsentrasi di satu tempat.
Ia menilai situasi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika pedagang harus berjualan secara berpencar di berbagai titik.
“Sekarang masyarakat tinggal datang ke bazar, pilihan banyak. Beda tahun sebelumnya, pedagang jualannya berpencar,” katanya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Yati. Ia mengaku pendapatan yang diperoleh selama berjualan di bazar Ramadan meningkat cukup signifikan.
Menurut Yati, pada tahun lalu saat berjualan di pinggir jalan, pendapatannya tidak sebesar tahun ini.
“Tahun lalu dapat Rp500 ribu saja susah. Sekarang bisa tembus Rp1 juta sehari. Kami jual macam-macam kue dan lauk,” ujarnya.
Dalam bazar Ramadan tersebut terdapat sekitar 20 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berpartisipasi menjual berbagai produk makanan dan minuman.
Jika rata-rata setiap pedagang memperoleh omzet sekitar Rp500 ribu per hari, maka total perputaran uang di bazar diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta setiap harinya.
Bazar Ramadan ini sendiri telah berlangsung sejak 20 Februari lalu. Hingga saat ini kegiatan tersebut telah berjalan sekitar 15 hari.
“Sejak 20 Februari sampai sekarang sudah 15 hari berjalan. Jadi sudah sekitar Rp150 juta uang berputar di sini,” ungkap Yati.
Para pedagang pun mengaku bersyukur kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang memberikan izin pemanfaatan pelataran Masjid Agung sebagai lokasi bazar Ramadan.
Selain lokasinya strategis, fasilitas lapak juga disediakan secara gratis sehingga membantu para pedagang kecil.
“Kalau bisa setelah Ramadan kami pedagang tetap bisa jualan di Masjid Agung. Tempatnya strategis dan masyarakat juga nyaman,” pungkasnya. (*)
Artikel Bazar Ramadan Masjid Agung Tarempa Dongkrak Ekonomi Pedagang, Omzet Capai Rp150 Juta pertama kali tampil pada Kepri.








