Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 135

Cluster Elysian Orchard Park Batam Mulai Diserahterimakan, Tahap Pertama 100 Persen Sold Out

0
F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Pertumbuhan investasi industri di Batam turut mendorong perkembangan kawasan hunian yang semakin modern dan terintegrasi. Seiring pesatnya pembangunan infrastruktur serta berkembangnya sektor industri dan bisnis, kebutuhan masyarakat Batam akan rumah tinggal yang nyaman, berkualitas, dan berada di lokasi strategis pun semakin meningkat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Agung Podomoro Land melalui kawasan hunian Orchard Park Batam terus menghadirkan pilihan hunian modern bagi masyarakat. Pada 9 Maret 2026, dilaksanakan serah terima unit hunian di Cluster Elysian Orchard Park Batam kepada para pemilik unit sebagai bagian dari komitmen pengembang dalam menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan berkualitas.

Dalam proses serah terima tersebut, sekitar 90% unit rumah di Cluster Elysian telah diserahterimakan kepada para pemiliknya. Sementara itu, untuk penjualan tahap pertama, seluruh unit telah mencapai 100% Sold Out, hal tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat Batam terhadap hunian modern yang ditawarkan di kawasan Orchard Park Batam. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi Orchard Park Batam sebagai salah satu kawasan hunian premium yang terus berkembang dan diminati di Kota Batam.

F. Istimewa untuk Batam Pos.

Selain mengusung konsep kawasan hunian modern yang terintegrasi, Orchard Park Batam juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas premium yang menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik bagi para penghuni maupun investor. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan hidup yang nyaman, aktif, dan mendukung gaya hidup modern.

Salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki adalah lagoon swimming pool yang luas dan dirancang dengan konsep resort, memberikan suasana santai layaknya berlibur setiap hari. Selain itu, tersedia juga gym yang dapat digunakan oleh penghuni untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tanpa perlu keluar dari kawasan. Fasilitas olahraga dan rekreasi ini menjadi bagian dari komitmen Orchard Park Batam dalam menghadirkan hunian yang seimbang antara kenyamanan dan gaya hidup sehat.

Di dalam kawasan juga terdapat area shophouse dan kawasan komersial yang memudahkan penghuni dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan kuliner, layanan jasa, hingga berbagai aktivitas bisnis dapat dijangkau dengan mudah karena berada dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Keunggulan lainnya adalah keberadaan Park Avenue Mall yang berada di dalam kawasan Orchard Park Batam. Mall ini telah dilengkapi dengan berbagai tenant hiburan dan gaya hidup seperti cinema, gym, billiard, karaoke, restoran, serta berbagai café yang menghadirkan pilihan tempat bersantai bagi keluarga maupun komunitas. Kehadiran fasilitas ini menjadikan Orchard Park Batam bukan hanya sekadar hunian, melainkan pusat aktivitas sosial dan lifestyle bagi para penghuninya.

Dengan fasilitas yang lengkap dan terus berkembang, Orchard Park Batam menghadirkan konsep live, work, and play dalam satu kawasan. Hal ini menjadikan kawasan ini semakin diminati, baik oleh masyarakat yang ingin tinggal dengan kualitas hidup yang lebih baik maupun oleh investor yang melihat potensi pertumbuhan kawasan yang sangat menjanjikan di Batam.

F. Istimewa untuk Batam Pos.

Menurut Tedi Guswana, tren kebutuhan hunian dari kalangan korporasi mulai terlihat seiring pertumbuhan investasi industri di Batam.

“Pertumbuhan investasi industri di Batam membawa dampak positif terhadap kebutuhan hunian. Kami melihat semakin banyak perusahaan mulai mempersiapkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi karyawannya,” ujar Tedi.

Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, Batam menjadi lokasi operasional berbagai perusahaan manufaktur global seperti Panasonic, Schneider Electric, dan Flex. Pertumbuhan industri ini turut mendorong kebutuhan akan hunian yang layak dan berkualitas bagi tenaga kerja profesional di kota tersebut.

Melalui pengembangan cluster yang terus berjalan, Orchard Park Batam semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan hunian premium.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan Cluster Elysian serta peluang kerjasama korporasi di kawasan Orchard Park Batam, masyarakat dapat menghubungi tim marketing resmi atau mengunjungi marketing gallery Orchard Park Batam. (*/adv)

Artikel Cluster Elysian Orchard Park Batam Mulai Diserahterimakan, Tahap Pertama 100 Persen Sold Out pertama kali tampil pada Metropolis.

Capcom Kembangkan Story Expansion untuk Resident Evil Requiem

0
Sumber gambar: x.com/GoNintendoTweet.

batampos – Kesuksesan penjualan Resident Evil Requiem mendorong Capcom menyiapkan berbagai konten tambahan bagi para pemain, termasuk mini gim dan ekspansi cerita melalui DLC.

Gim terbaru dari waralaba Resident Evil itu dilaporkan telah terjual lebih dari 5 juta kopi dalam waktu kurang dari satu minggu sejak peluncurannya. Angka tersebut menjadikannya salah satu perilisan tercepat dalam sejarah seri gim horor survival tersebut.

Sutradara gim, Koshi Nakanishi, mengatakan tim pengembang berencana menghadirkan mini gim sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap permainan tersebut.

“Kami berencana menambahkan sebuah mini gim. Kami berharap dapat terus memberikan dukungan untuk Resident Evil Requiem agar sesuai dengan respons positif yang diterima gim,” ujarnya seperti dikutip dari TweakTown, Rabu (11/3).

Selain mini gim, tim pengembang juga tengah mengerjakan DLC berupa ekspansi cerita yang akan memperluas dunia dan alur cerita dalam Resident Evil Requiem.

Ekspansi tersebut disebut akan menggali lebih dalam latar belakang dunia gim serta karakter yang terlibat di dalamnya. Capcom juga menyiapkan sejumlah pembaruan lain setelah peluncuran gim.

Salah satu fitur yang lebih dulu hadir adalah photo mode, yang memungkinkan pemain mengambil gambar sinematik dari berbagai momen dalam permainan.

Mini gim baru direncanakan rilis pada Mei 2026, sementara pembaruan lain akan difokuskan untuk meningkatkan performa permainan sekaligus memperbaiki sejumlah bug yang ditemukan pemain.

Konten tambahan ini diharapkan dapat memberikan variasi gameplay baru bagi pemain yang telah menyelesaikan cerita utama Resident Evil Requiem.

Di sisi lain, akhir cerita gim juga memunculkan petunjuk mengenai kemungkinan kemunculan Chris Redfield dalam DLC melalui cameo singkat. Kemunculan tersebut juga mengisyaratkan keterlibatan tim Hound Wolf Squad dalam alur cerita selanjutnya.

Sementara itu, nasib sejumlah penyintas Raccoon City masih belum sepenuhnya terungkap. Karakter Leon S. Kennedy dikisahkan berhasil disembuhkan oleh Elpis, yang kemungkinan juga akan membantu Sherry Birkin.

Namun kondisi Jill Valentine dan Claire Redfield hingga kini belum dijelaskan. Keduanya diduga masih terinfeksi varian virus T‑Virus akibat fenomena yang dikenal sebagai Raccoon City Syndrome.

Meski demikian, Capcom belum mengumumkan jadwal rilis resmi untuk ekspansi cerita tersebut. Pihak pengembang hanya menyebutkan bahwa proses pengerjaan masih berlangsung dan membutuhkan waktu sebelum siap dirilis ke publik. (*)

Artikel Capcom Kembangkan Story Expansion untuk Resident Evil Requiem pertama kali tampil pada Lifestyle.

Denpom Koarmada I Usut Kematian Prajurit di Bintan, 7 Orang Ditahan

0
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Laut (P) Ary Mahayasa. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Penyidik Detasemen Polisi Militer Komando Armada I menetapkan tujuh prajurit sebagai tersangka dalam kasus kematian prajurit TNI Angkatan Laut, Serda SAA Ade Ardiyan Rahmadana, yang terjadi di Bintan.

Ketujuh tersangka merupakan prajurit yang bertugas di lingkungan Koarmada I. Mereka masing-masing berinisial As, Ef, Ss, Sa, Jm, Ar, dan Mc.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, membenarkan penetapan tujuh tersangka tersebut.

“Benar, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ary saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Saat ini seluruh tersangka telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum oleh penyidik militer.

Menurut Ary, para tersangka tidak hanya akan menghadapi proses pidana, tetapi juga terancam sanksi administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas militer.

“TNI AL akan transparan dalam penyidikan kasus ini,” tegasnya.

Diketahui, Serda SAA Ade Ardiyan Rahmadana meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan orientasi di KRI Kujang-642 yang berada di bawah Satuan Kapal Cepat Koarmada I, pada Jumat (27/2) malam.

Kematian prajurit tersebut diduga berkaitan dengan tindakan kekerasan yang terjadi selama kegiatan orientasi berlangsung.

Jenazah Serda Ade Ardiyan kemudian diterbangkan dari Kepulauan Riau ke kampung halamannya dan dimakamkan di Padang Pariaman pada Sabtu (28/2/2026) dalam upacara militer.

Sebelumnya, Komandan Lanal Bintan, Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono, menyatakan bahwa pihak Denpomal Lanal Bintan masih melakukan penyidikan untuk mengungkap secara detail kronologi kejadian.

“Saat ini sedang dalam proses penyidikan untuk mendapatkan fakta kejadian dari para saksi,” ujarnya.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan korban, serta masyarakat di kawasan Tanjunguban. (*)

Artikel Denpom Koarmada I Usut Kematian Prajurit di Bintan, 7 Orang Ditahan pertama kali tampil pada Kepri.

Atasi Persoalan Air, BP Batam dan PT ABH Tingkatkan Kapasitas Suplai Hingga 850 Liter Per Detik

0

batampos – BP Batam bersama PT ABH memberikan atensi penuh terhadap penanganan wilayah stress area atau kawasan yang mengalami gangguan tekanan air.

Dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih, Senin (9/3/2026), BP Batam dan PT ABH membahas sejumlah upaya yang akan dilakukan agar suplai air ke masyarakat lebih optimal. Salah satu di antaranya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik.

Langkah ini akan memberikan dampak terhadap total kapasitas suplai yang tersedia dari 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik. Upaya ini sekaligus memungkinkan pengalihan (switching) suplai air ke wilayah yang mengalami kekurangan tekanan air.

“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujar Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana.

Selain itu, ia juga menjelaskan upaya lainnya yakni dengan program perkuatan jaringan distribusi jalur pipa DK12 yang menyuplai beberapa kawasan yang selama ini mengalami persoalan tekanan air rendah, antara lain daerah Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah.

Melalui perkuatan jalur tersebut, Iyus mengatakan bahwa suplai air dari pipa induk dipastikan lebih stabil dan akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” tegasnya lagi.

Dalam rakor tersebut, BP Batam dan PT ABH juga menyinggung soal penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Dimana, SCADA merupakan sistem teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.

Melalui sistem ini, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif. Dengan penerapan sistem SCADA ini pula, pihak pengelola air berupaya untuk mendorong pengelolaan sistem distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.

“Saat ini, kami sedang menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif juga telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala untuk suplai ke masyarakat, pungkasnya. (*)

Artikel Atasi Persoalan Air, BP Batam dan PT ABH Tingkatkan Kapasitas Suplai Hingga 850 Liter Per Detik pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Nelayan Diperiksa Usai Tangkap Ikan Pakai Kompresor di Perairan Lingai Anambas

0
Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau di Anambas, Amriansyah Amir, memeriksa empat nelayan yang diamankan warga Desa Lingai terkait dugaan penangkapan ikan menggunakan kompresor dan panah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Empat nelayan diperiksa setelah diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan kompresor dan panah di perairan Desa Lingai, Kecamatan Siantan Selatan.

Keempat nelayan tersebut masing-masing Sukarli sebagai tekong kapal, serta Gustri, Tenos, dan Fitrus yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK). Mereka diamankan warga setempat setelah aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan menimbulkan kecurigaan nelayan lain.

Informasi yang dihimpun, kapal pompong yang mereka gunakan berangkat dari Tarempa menuju perairan sekitar Desa Lingai untuk menangkap ikan.

Namun saat berada di lokasi, nelayan setempat menduga mereka menyelam menggunakan kompresor dan menembak ikan dengan panah. Aktivitas tersebut memicu kecurigaan karena berada di kawasan yang sensitif bagi nelayan lokal.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/3) sekira pukul 21.00 WIB. Saat didekati oleh nelayan setempat, kapal pompong tersebut justru berusaha melarikan diri.

Nelayan Desa Lingai kemudian melakukan pengejaran hingga kapal tersebut bergerak menuju Pulau Telibang.

Setelah berhasil dihentikan, warga mengamankan kapal pompong beserta para awaknya sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau di Anambas, Amriansyah Amir, membenarkan adanya penyerahan empat nelayan tersebut oleh warga Desa Lingai.

Menurut Amriansyah, para nelayan tersebut diketahui menangkap ikan dengan cara menyelam menggunakan kompresor lalu menembak ikan menggunakan panah.

“Sebenarnya menggunakan panah untuk menembak ikan itu diperbolehkan. Tetapi kalau menggunakan kompresor berbahaya bagi kesehatan penyelam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, penggunaan kompresor sebagai alat bantu pernapasan saat menyelam memiliki risiko tinggi bagi kesehatan nelayan yang melakukannya.

Meski demikian, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan alat tangkap ikan yang dilarang seperti bom ikan maupun bahan kimia berbahaya.

“Tidak ditemukan bom dan putas, jadi tidak dapat dipidana. Apalagi pompongnya di bawah 5 GT sehingga masuk kategori nelayan kecil,” jelas Amriansyah.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak berlanjut ke proses hukum.

“Kita cari solusi terbaik karena bagaimanapun mereka semua nelayan kita. Sejauh ini saya juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar persoalan nelayan lokal ini bisa diselesaikan di Cabang Dinas DKP secara musyawarah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan kompresor oleh nelayan yang sebenarnya sudah tidak dibenarkan, namun hingga kini belum ada solusi yang jelas bagi para nelayan yang masih mengandalkan alat tersebut.

“Penggunaan kompresor memang sudah tidak dibenarkan lagi, tapi sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah. Walaupun belum ditegaskan secara hukum, masih ada yang tetap bekerja menggunakan alat itu karena mereka mencari makan,” katanya.

Agustar juga mengimbau para nelayan agar saling menghormati wilayah tangkap masing-masing dan tidak memasuki kawasan nelayan pancing ulur.

“Ayolah kita saling sadar dan saling menghargai. Jangan masuk kawasan nelayan pancing ulur, masih banyak pulau lain yang jauh lagi yang tidak digunakan nelayan pancing ulur,” ujarnya.

Menurutnya, konflik seperti ini kerap berdampak pada nelayan lain meski yang menggunakan alat tangkap tembak hanya sebagian kecil.

“Terkadang kami juga sedih karena hanya segelintir nelayan penembak, tapi semuanya jadi susah. Jadi kita cari solusi terbaik agar semua pihak ada efek jera. Jika ke depan masih terjadi, mau tidak mau harus menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (*)

Artikel Empat Nelayan Diperiksa Usai Tangkap Ikan Pakai Kompresor di Perairan Lingai Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Platform X Rilis Fitur Blokir Grok untuk Cegah Manipulasi Foto AI

0
Fitur baru X lindungi foto pengguna dari manipulasi AI Grok. Sumber gambar: x.com/PopBase.

batampos – Platform media sosial X (formerly Twitter) menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mencegah chatbot kecerdasan buatan Grok AI mengubah atau memodifikasi foto yang mereka unggah.

Fitur ini hadir dalam bentuk tombol pengaturan atau toggle pada menu unggah gambar di aplikasi. Melalui pengaturan tersebut, pengguna dapat membatasi bagaimana AI milik xAI berinteraksi dengan konten visual mereka.

Dengan fitur tersebut, gambar yang diunggah tidak dapat dimodifikasi secara langsung oleh Grok AI.

Langkah ini muncul setelah muncul kritik luas terhadap kemampuan Grok yang dinilai dapat mengedit atau memanipulasi foto seseorang tanpa persetujuan pemilik gambar.

Dalam sejumlah kasus yang viral di media sosial, pengguna meminta AI mengubah foto seseorang menjadi gambar yang bersifat seksual atau menyesatkan.

Kontroversi tersebut memicu tekanan dari regulator serta pemerintah di berbagai negara untuk memperketat kontrol terhadap teknologi AI yang berpotensi menghasilkan deepfake atau gambar manipulatif.

Fitur pengamanan baru ini ditempatkan pada menu pengunggahan gambar di aplikasi X, tepatnya di bagian pengaturan gambar.

Jika fitur tersebut diaktifkan, pengguna lain tidak dapat memanggil akun @Grok untuk memodifikasi foto melalui perintah di kolom komentar maupun balasan.

Meski demikian, sejumlah laporan menyebut perlindungan tersebut masih memiliki keterbatasan. Gambar tetap berpotensi dimodifikasi jika diunduh oleh pengguna lain, kemudian diunggah kembali atau diedit di luar sistem aplikasi.

Penambahan fitur ini dinilai sebagai langkah awal X (formerly Twitter) untuk memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna terhadap konten yang mereka bagikan.

Sejak 2025, penggunaan Grok AI untuk memanipulasi gambar tanpa izin telah memicu perdebatan global mengenai kecerdasan buatan, privasi digital, serta penyebaran konten deepfake di media sosial.

Sejumlah pengamat teknologi menilai fitur tersebut menjadi upaya awal platform untuk memberikan perlindungan lebih baik terhadap penyalahgunaan teknologi AI dalam memodifikasi gambar pengguna. (*)

Artikel Platform X Rilis Fitur Blokir Grok untuk Cegah Manipulasi Foto AI pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kapolda Kepri Buka Puasa Bersama 500 Pekerja Pelabuhan Punggur, Ingatkan Bahaya Penyelundupan

0
Suasana buka puasa bersama Kapolda Kepri. F Yashinta/ Batam Pos

batampos -Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di kawasan Pelabuhan Domestik Punggur, Kota Batam, Selasa (10/3) sore. Sekitar 500 pekerja pelabuhan dan warga sekitar mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar jajaran kepolisian di kawasan pelabuhan tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya para pekerja di lingkungan pelabuhan.

Buka puasa bersama ini juga diikuti berbagai komunitas pekerja yang sehari-hari beraktivitas di Pelabuhan Punggur, seperti sopir taksi pelabuhan, porter, buruh angkut, serta pekerja lainnya yang tergabung dalam berbagai komunitas di kawasan pelabuhan.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat, khususnya para pekerja pelabuhan. Alhamdulillah diikuti sekitar 500 orang,” ujar Asep.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi publik serta menyampaikan berbagai pesan kamtibmas kepada masyarakat yang bekerja di kawasan pelabuhan. Ia mengingatkan bahwa pelabuhan merupakan salah satu objek vital dengan aktivitas ekonomi yang tinggi.

“sehingga memiliki potensi kerawanan, termasuk penyelundupan barang ilegal dan narkotika melalui jalur laut,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pekerja pelabuhan untuk tetap waspada dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat bekerja dan tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum, seperti penyelundupan barang ataupun kegiatan ilegal lainnya,” tegasnya.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat yang bekerja di kawasan pelabuhan.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan bahwa kepolisian bersama instansi terkait tengah mempersiapkan pengamanan menjelang arus mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat.

Sekitar 600 personel kepolisian akan dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain Polri, pengamanan juga melibatkan berbagai instansi lain seperti TNI, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah.

“Pengamanan ini tidak hanya dari Polri, tetapi juga melibatkan TNI dari matra laut, darat, dan udara, serta instansi terkait lainnya seperti Dishub dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif, terutama di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu pintu gerbang utama aktivitas masyarakat di Batam selama Ramadan dan menjelang Lebaran.(*)

Artikel Kapolda Kepri Buka Puasa Bersama 500 Pekerja Pelabuhan Punggur, Ingatkan Bahaya Penyelundupan pertama kali tampil pada Metropolis.

Maling Bobol Kantor UPTD Disdukcapil Jemaja, Kamera Pelayanan KTP Hilang

0
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di kantor UPTD Disdukcapil Jemaja, Pulau Jemaja, usai terjadi pencurian kamera pelayanan KTP. Foto: Raspen Gultom untuk Batam Pos.

batampos – Kantor UPTD Disdukcapil Jemaja di Pulau Jemaja dibobol maling pada Selasa (10/3). Dalam kejadian tersebut, satu unit kamera yang digunakan untuk pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk dilaporkan hilang.

Aksi pencurian pertama kali diketahui oleh seorang staf yang datang lebih awal untuk membuka kantor sebelum pegawai lain mulai bekerja.

Saat membuka kantor dan membersihkan ruangan, staf tersebut mendapati salah satu ruangan dalam kondisi berantakan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala UPTD Disdukcapil Jemaja, Fadhillah Amir.

“Ketika buka kantor dan bersih-bersih ruangan, staf saya kaget karena salah satu ruangan sudah berserakan. Setelah dicek, kamera hilang,” ujar Fadhillah saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Fadhillah menjelaskan, kamera tersebut merupakan perangkat penting yang digunakan untuk mendukung pelayanan pembuatan KTP bagi masyarakat di wilayah Jemaja.

Setelah dilakukan pengecekan, diduga pelaku masuk ke dalam kantor dengan cara mencongkel jendela bangunan.

Menurutnya, pencurian kemungkinan terjadi pada Senin malam hingga menjelang subuh pada Selasa pagi. Hal itu didasarkan pada fakta bahwa perangkat kamera tersebut masih berada di kantor hingga Senin sore sebelum seluruh pegawai pulang.

“Kemungkinan pencurian terjadi pada Senin malam hingga menjelang subuh hari Selasa. Pasalnya, perangkat kamera tersebut masih berada di kantor hingga Senin sore sebelum seluruh pegawai pulang,” jelasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Jemaja telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Jemaja, Aipda Icuk Yamin, mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara.

“Begitu laporan kami terima, kami langsung menuju TKP dan memintai keterangan dari sejumlah pegawai yang berada di kantor terkait hilangnya kamera itu,” ujar Icuk.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui kronologi kejadian secara lebih rinci.

Namun proses penyelidikan mengalami kendala karena kantor UPTD Disdukcapil Jemaja tidak dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Polisi pun mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib. (*)

Artikel Maling Bobol Kantor UPTD Disdukcapil Jemaja, Kamera Pelayanan KTP Hilang pertama kali tampil pada Kepri.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ringan Seminggu Menjelang Hari Raya Idulfitri

0
Ilustrasi, pengendara roda dua dan empat saat melintasi di tengah guyuran hujan di Kawasan Tiban beberapa waktu lalu. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, kondisi cuaca di Kota Batam diperkirakan relatif stabil. Namun masyarakat tetap diminta waspada karena potensi hujan lokal masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah.

‎Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memprediksi kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan didominasi langit berawan hingga cerah berawan.

‎Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih bisa terjadi di beberapa wilayah Kota Batam.

‎Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Putri, mengatakan kondisi tersebut merupakan pola cuaca yang umum terjadi pada masa peralihan musim di wilayah Kepulauan Riau.

‎“Untuk prospek satu minggu ke depan, cuaca dominan masih berawan hingga cerah berawan. Namun masih berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah,” kata Rayi Putri kepada Batam Pos, Rabu (11/3) siang.

‎Menurutnya, hujan yang berpotensi terjadi bersifat lokal dan tidak merata di seluruh wilayah Batam. Artinya, dalam satu waktu bisa saja satu kawasan diguyur hujan sementara wilayah lain tetap cerah.

‎“Potensi hujan lokal ini biasanya tidak merata, hanya terjadi di beberapa titik saja,” jelasnya.

‎BMKG mencatat sejumlah wilayah yang memiliki peluang hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan, di antaranya Belakang Padang, Sekupang, Batu Aji, Batu Ampar, hingga Galang.

‎Meski intensitasnya diperkirakan tidak terlalu tinggi, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

‎Apalagi menjelang Lebaran, aktivitas masyarakat biasanya meningkat, mulai dari mobilitas belanja kebutuhan hari raya hingga perjalanan mudik.

‎Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau perkembangan informasi cuaca terbaru untuk mengantisipasi kemungkinan hujan saat beraktivitas di luar ruangan.

‎“Yang perlu diperhatikan masyarakat adalah potensi hujan lokal yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.

‎Secara umum, kondisi cuaca yang relatif stabil ini dinilai cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.

‎Namun BMKG tetap mengingatkan bahwa perubahan cuaca di wilayah pesisir seperti Batam dapat terjadi dengan cepat, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.(*)

Artikel BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ringan Seminggu Menjelang Hari Raya Idulfitri pertama kali tampil pada Metropolis.

Daging Sapi Segar Rp180 Ribu per Kg di Pasar Puan Maimun Karimun, Pedagang Keluhkan Daya Beli

0
Pedagang daging sapi segar memotong daging di Pasar Puan Maimun, Rabu (11/3). Harga daging sapi segar dan beku di pasar tersebut masih stabil menjelang Idulfitri. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, harga daging sapi di Pasar Puan Maimun masih terpantau stabil.

Pedagang menyebut harga daging sapi segar masih bertahan di angka Rp180 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi beku dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram.

Ari, salah seorang pedagang daging sapi segar di pasar tersebut mengatakan hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga meski Lebaran semakin dekat.

“Untuk saat ini belum ada kenaikan dan harga masih tetap Rp180 ribu per kilogram,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Ari, harga Rp180 ribu per kilogram merupakan daging campur yang terdiri dari beberapa bagian sapi. Namun jika pembeli menginginkan daging murni atau yang biasa disebut daging “has”, harganya bisa mencapai Rp190 ribu per kilogram.

Daging tersebut umumnya digunakan untuk menu steak atau tenderloin dan jumlahnya terbatas dalam satu ekor sapi.

“Dalam satu ekor sapi ukuran standar, daging as itu biasanya hanya sekitar 10 kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjelang Lebaran permintaan daging mulai muncul. Para pedagang bahkan telah menyiapkan stok sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemesanan sudah ada dan kita sudah siapkan enam ekor sapi untuk dipotong sekitar seminggu menjelang Lebaran,” katanya.

Ari juga mengungkapkan harga daging sapi relatif tinggi karena harga pembelian sapi dari peternak juga mahal. Selain itu, pembelian sapi harus dilakukan secara tunai.

Sementara itu, Aheng, pedagang daging sapi beku di pasar yang sama, mengatakan harga daging beku sudah bertahan di angka Rp130 ribu per kilogram selama lebih dari satu bulan.

“Kita ambil memang sudah tinggi. Kalau mau yang lebih murah ada juga Rp120 ribu per kilogram, tapi itu bagian kaki atau daging campur,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang sayuran di pasar tersebut menyebut harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga masih stabil.

Herry, pedagang sayuran di pasar tersebut mengatakan harga cabai merah saat ini sekitar Rp45 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual Rp60 ribu per kilogram.

“Tidak ada yang naik. Harga sayuran dan cabai masih normal,” katanya.

Meski harga kebutuhan pokok relatif stabil, Herry mengaku daya beli masyarakat di pasar masih belum pulih.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah dirasakan para pedagang dalam beberapa bulan terakhir.

“Pedagang memang ramai, tapi daya beli masyarakat berkurang. Kita berharap menjelang Lebaran nanti kondisi pasar bisa kembali meningkat,” ujarnya. (*)

Artikel Daging Sapi Segar Rp180 Ribu per Kg di Pasar Puan Maimun Karimun, Pedagang Keluhkan Daya Beli pertama kali tampil pada Kepri.