Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13763

Untung Rugi Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya

0
foto: Dronestagram

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riyadmaji mengatakan, membangun sebuah wilayah untuk menjadi ibu kota akan memakan waktu yang lama. Karena diperlukan penelitian yang panjang.

“Jadi bukan sesuatu yang istilahnya langsung kayak jaman wayang dulu (langsung jadi),” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Senin (20/3).

Menurut Dodi, perlu ada kajian lengkap dan mendalam mengenai untung atau ruginya keuangan negara. Untuk itu pihaknya juga sudah menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dia mengaku sudah mendapat bocoran jika ibu kota dipindahkan ke Palangkaraya, maka akan menghemat anggaran Rp 2 triliun. Namun angka tersebut masih belum pasti lantaran harus melakukan penelitian lebih dalam.

“Nah kalau itungan akan menunjukan lebih efisien dalam angka panjang dan seterusnya, maka pilihannya barangkali adalah pindah,” katanya.

Dia juga mengaku nantinya kantor-kantor kementerian akan dipindahkan ke Palangkaraya. Sehingga persiapannya mulai dari perencanaan pembangunannya harus dilakukan dengan teliti.

Selain itu, Dodi juga menyatakan setuju jika Palangkaraya menjadi ibu kota. Karena tidak berada dalam lingkaran bencana atau ring of fire. Sehinga tidak akan ada gunung meletus ataupun bencana tsunami.

“Kalau potensi bencana memang minim untuk bencana alamnya,” pungkasnya.

Seperti telah diberitakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan Palangkaraya menjadi ibu kota negara. Ide ini selaras dengan Presiden Soekarno di tahun 1950-an. Bung Karno ketika itu sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh sangat padat.  Dan Palangkaraya merupakan kota yang ideal buat menggantikan Jakarta. (cr2/JPG)

Sertifikat Halal, Merek dan Hak Cipta Gratis !

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM) tak perlu risau lagi mengurus sertifikat halal maupun merk dagang, semua bisa didapatkan secara gratis.

Program cuma-cuma ini difasilitasi Kementrian Koperasi melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam Suleman Nababan mengatakan tujuan dari program tersebut sebagai langkah meningkatkan mutu produk UKM makanan dan pangan. Apalagi Indonesia, khususnya Batam menjadi tujuan wisata, karena itu untuk memberi keyakinan wisatawan dalam kualitas produk, Kementrian Koperasi memfasilitasi hal tersebut.

“Jadi produk itu dijami layak dari segi kehalalan.  Begitu juga dengan merek dagang dan hak cipta kewirausahan, itu semua bisa diurus gratis,” kata Nababan, Minggu (19/3).

Dikatakannya, pemilik UMKM bisa mendatangi langsung kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam di Sekupang untuk pengurusan
sertifikat halal, merek dagang dan hak cipta secara gratis. Dengan membawa beberapa dokumen usaha serta adanya surat izin industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan.

“Jika persyaratan lengkap, maka akan direkapituasi untuk kemudian diteruskan ke Kementrian Koperasi. Pokoknya datang saja ke Dinas Koperasi, maka akan kita proses,” jelasnya.

Menurut dia, banyak UMKM di Batam yang tidak mengurus sertifikat kehalalan dan merek dagang karena dinilai ribet. Apalagi untuk mengurus hak cipta wirausaha yang harus melapor ke Kementrian Hukum dan Ham.

“Selain ada biaya, prosedurnya harus ke Kementrian hukum dan Ham. Namun kini dipermudah oleh Kementrian Koperasi yang mengurus kesana,” ungkap Suleman.

Selain itu, hari ini pihaknya akan membuat surat edaran ke UMKM tentang adanya informasi pengurusan gratis. Tujuannya agar semua UMKM memiliki kejelasan status produk. (she)

Rp 2,45 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tanda dan Budus,

0
Sungai Tande, salah satu sumber air di Lingga. foto:Hasbi/batampos

batampos.co.id – Kabid Pengairan dinas Pekerjaan Umum PU, Sumarno mengatakan pihaknya siapkan anggaran senilai Rp 2,45 Miliar untuk kegiatan normalisasi aliran Sungai Tanda dan Sunga Budus, desa Merawang. Kondisi sungai yang mengecil dan telah lama diusulkan masyarakat tersebut akan direalisasikan tahun ini.

Dikatakan Sumarno, untuk aliran Sungai Tanda pihaknya akan melakukan normalisasi di hilir sungai. Tepatnya di kampung Seranggung hingga muara di sebelah selatan pulau Lingga. Begitu juga sungai Budus agar bisa dilewati sampan-sampan nelayan dan pengendalian banjir saat curah hujan tinggi.

“Sungai Tanda di hilir kampung Seranggung anggarannya sekitar Rp 1,25 Miliar. Sedangkan sungai Budus Rp 1,2 Miliar,” ungkap Sumarno, Minggu (19/3) siang.

Kedua aliran sungai ini sebelumnya sempat dikeluhkan warga akibat penyempitan aliran sungai. Sampan nelayan tidak bisa masuk saat air surut. Warga nelayan terpaksa harus menunggu hingga air pasang.

“Tahun ini akan kami normalisasi. Masih disiapkan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL),” jelasnya.

Untuk kegiatan normalisasi jelasnya wajib memiliki dokumen UKL UPL sebelum dilaksanakan lelang kegiatan. “Selesai UKL-UPL baru akan dilelang,” jelasnya.

Sementara untuk tahun 2018, keterbatasan APBD daerah lanjut Sumarno dari sejumlah usulan yang masuk saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), pihaknya akan melalukan pemilahan. Maksudnya kegiatan apa saja yang mendesak dan harus diprioritaskan. “Tahun depan tetap ada kegiatan normalisasi yang mendukung irigasi. Tapi kami harus memilah dulu mana yang jadi prioritas karena keterbatasan anggaran daerah. Kegiatan-kegiatan pengairan ini juga akan kami sampaikan ke tingkat provinsi dan pusat agar mendapat bantuan dari sana,” pungkasnya. (mhb)

Dibilang Stok Cukup tapi Antrean Premium Sering Mengular

0
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Antrean pengisian premium dibeberapa SPBU Kota Batam sering mengular. Hal itu diduga karena sering kosongnya persediaan premium sejak dua bulan terakhir. Padahal secara kasat mata, masyarakat Kota Batam terutama pemilik kendaraan roda dua lebih memilih premium. Apalagi selisih harga antara premium dan pertalite yang lumayan jauh.

Endes, salah satu pengendara sepeda motor merasakan dampak dari panjangnya antrean mengisi premium. Bahkan, ia pun harus rela antre hingga setengah jam dan langsung mengisi penuh kendaraannya dengan premium.

“Sekarang untuk isi bensin (premium) harus antre lama. Dimana-mana selalu antre, mungkin karena bensin sering kosong,” katanya Minggu (19/3).

Pekerja di kawasan Nagoya ini lebih memilih premium karena harganya yang jauh lebih murah dibanding pertalite. Dimana harga untuk satu liter premium di Batam Rp 6550, sedangkan pertalite Rp 7750 perliternya.

“Harganya selisih seribu lebih. Lumayan juga untuk kita yang penghasilan pas-pasan ini. Tapi sekarang premium sering kosong,” jelas Endes lagi.

Sementara itu, Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR I Sumbagut, Fitri Erika mengatakan penyaluran BBM jenis premium ke 36 SPBU di Batam tetap berjalan sesuai dengan permintaan. Terminal BBM pun melakukan order kemudian penebusan sesuai dengan permintaan.

“Kita menyalurkan sesuai dengan permintaan, rata-rata 450 kl per hari untuk wilayah Batam,” kata Erika yang ditemui di Kepri mal, Sabtu (18/3) sore.

Menurut dia, tren konsumsi BBM jenis premium di Batam tahun 2017 cenderung meningkat dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 penyaluran BBM ke Batam berkisar 17000 kl perbulannya. Namun awal 2017 naik 18000 kl perbulannya. Artinya, ada kenaikan 6 persen.

Meski begitu, penyaluran premium tetap berlangsung normal, bahkan stok yang tersedia cukup.

“Akhir tahun konsumsi pertalite naik pesat. Awal tahun tren premium juga naik, mungkin karena selisih harga. Meski begitu kami tetap melakukan pembenahan,” terang Erika.

Kenaikan tren konsumsi juga terlihat dari pertalite. Naik sekisar 15 persen dibanding tahun 2016. Dimana tahun 2016 konsumsi pertalite hanya 5380 kl, sedangkan tahun 2017 jadi 6200 kl.

“Baik premium dan pertalite tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan didistribusikan secara normal,” pungkas Erika. (she)

DPRD Dorong Pemko Batam Sediakan Lahan Terbuka Hijau untuk Warga Bersantai

0
Warga Tanjunguncang dan Sagulung bermain di Taman Tunas Regency, Sagulung untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarganya, Kamis (26/1). F. Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Di tengah minimnya ruang terbuka hijau saat ini, Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Bustamin mengusulkan agar dibangun Gelanggang Olahraga (GOR) mini di setiap Kecamatan. Menurutnya, ini solusi terbaik untuk meningkatkan indek kebahagiaan masyarakat ditengah hiruk pikuk Kota metropolis.

“Ini yang kita usulkan di saat minimnya ruang terbuka hijau,” kata Bustamin, kemarin.

Ia menilai, pemerintah tidak harus berfokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan saja. Tetapi juga menfasilitasi masyarakat dengan menyediakan taman serta sarana olahraga, dimana nantinya akan digabung dalam bentuk GOR mini.

“Meningkatkan interaksi sosial masyarakat juga harus diperhatikan,” katanya.

Ditambahkan dia, GOR mini juga dapat difungsikan sebagai tempat penyaluran minat dan bakat anak-anak dari arah negatif kearah positif, sehingga dapat mengurangi angka kriminal mereka ditengah pergaulan bebas.

“Kita dari Komisi III akan terus dorong pembangunan GOR mini,” kata Bustamin.

Namun, untuk mewujudkannya Pemerintah perlu melakukan persiapan secara matang, seperti menyediakan lahan disetiap Kecamatan. Selain itu juga dari sisi anggaran sendiri harus dilakukan perencanaan dari awal.

“Memang dalam pembuatannya menelan anggaran sangat besar, tapi kita lakukan bertahap,” usulnya.

Terpisah, Camat Batuaji, Fridkalter menyatakan keinginannya untuk menyediakan lahan terbuka hijau bagi masyarakat. Namun yang menjadi kendala saat ini ketersediaan lahan.

“Target kami tahun ini bersama tim terpadu Kota Batam akan melakukan penertiban ruli ditiga titik dimana diperkirakan luasnya 1.500 meter persegi, diharapkan itu bisa dijadikan taman dan sarana olahraga,” ujarnya.

Dengan jumlah penduduk Batuaji sebanyak 130.000 jiwa dengan 500 Rt/Rw sudah selayaknya mendapatkan fasilitas taman dan ruang terbuka hijau. Hal ini juga mengingat usulan masyarakat akan dua hal tersebut. (rng)

Anak Muda Jangan Takut Menikah

0
Pemateri Kang Agus memberikan pemaparan kepada peserta sekolah pra nikah di Masjid Al Munawarrah Perumahan Anggrek Sari Batamcenter, Minggu (19/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Guna mengajak kaum muda untuk tidak lagi takut untuk menikah, Majelis Quran Daarut Tazkiyah Batam mengadakan Sekolah Pra Nikah (SPN), Minggu (19/3) kemarin. Ketua Panitia Penyelenggara SPN, Agung Prawoto menyatakan, ketakutan yang selama ini timbul di bayangan anak muda ketika hendak menikah, lantaran mereka tidak memahami esensi sebuah pernikahan.

“Kami mengharapkan dapat memberikan bimbingan dan ilmu pengetahuan mengenai pernikahan. Sehingga kalangan muda yakin dan mendapatkan bekal bermanfaat menuju tingkatan hubungan selanjutnya,” tutur Agung, di sela kegiatan kemarin.

Selayaknya bimbingan pra nikah yang juga ada pada Kantor Urusan Agama (KUA), Sekolah Pra Nikah yang diikuti lebih dari 200 peserta ini memberikan informasi mengenai perjalanan membangun rumah tangga. Mulai dari antisipasi dan penanganan ketika terjadi konflik yang dapat muncul pada perjalanan rumah tangga.

Kemudian sampai menyangkut persiapan pernikahan, mengatur keuangan rumah tangga. Lantyas hingga menjaga hubungan silahturahmi dengan orang tua dan mertua, hingga peraturan pembagian harta juga hak dan kewajiban suami maupun isteri.

“Semua dikupas dalam forum ini agar tak ada lagi kegalauan pada anak-anak muda untuk menyegerakan menikah jika telah mampu,” sambung Agung.

Disampaikan juga oleh sekretaris Majelis Quran Daarut Tazkiyah Batam, Tari dalam forum yang diadakan kali keduanya ini, pembahasan dilangsungkan secara santai dan menyenangkan.

“Kami sadari tema pernikahan ini sangat serius. Namun kami tetap ingin meyakinkan kalangan muda yang sudah siap, untuk segera saja menikah. Jangan sampai takut karena penghasilan kecil dan lain-lain sampai akhirnya menunda pernikahan. Apalagi berpacaran juga memang dilarang dalam Islam,” ucap wanita berkulit putih ini.

Adanya anggapan tak dapat menghidupi pasangan dan anak kelak, dirasa menjadi penyebab terbesar kalangan muda menunda salah satu sunnah rasul ini. “Padahal kalau sidah menikah jangan takut gak ada rezeki, namun justu memperlancar rezeki itu sendiri,” pungkas Tari. (aya)

Warga Batam Butuh Taman untuk Istirahat dan Bersantai

0
Warga Tanjunguncang dan Sagulung bermain di Taman Tunas Regency, Sagulung untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarganya, Kamis (26/1). Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat kota yang padat, ada banyak cara untuk mengisi waktu berlibur. Salah satunya berkunjung ke taman.

Taman dapat dijadikan tempat menyegarkan pikiran, apalagi bagi pekerja yang disibukkan dengan masalah kantor, kemacetan dan lainnya yang berpotensi menimbulkan stress.

Nah, di wilayah Sagulung ada satu taman yang kerap dikunjungi warga. Adalah Taman Tunas Regency.

Pagi dan sore, taman ini selalu diserbu warga. Alasan warga berkunjung pun beragam, ada yang sekedar mengantar anak-anaknya main, bertemu dengan kawan hingga ada yang memanfaatkan taman ini sebagai pelepas penat karena telah bekerja selama enam hari.

“Lumayanlah ada tempat ini untuk duduk-duduk sambil santai bersama anak-anak dan keluarga,” ujar salah satu pengunjung Taman Tunas Regency, Firman, Minggu (19/3).

Dia mengatakan, selain dijadikan lokasi berkumpul, berkunjung ke taman menjadi salah satu meditasi pelepas stres yang murah meriah. Siapa saja bisa berkunjung ke taman, tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun.

“Dari dulu memang kalau lagi stres atau bosan palingan jalan-jalan ke taman atau kalau punya uang ngajak makan keluarga di restoran,” kata pria yang bekerja sebagai karyawan di salah satu pusat perbelanjaan ini.

Warga lain, Cintya mengatakan taman memang salah satu destinasi untuk membuang lelah selain berbelanja dan olahraga. Alam dan pemandangan hijau mempunyai kemapuan untuk menghilangkan stres, apalagi di taman tersebut ditanami pohon dan bunga.

“Tapi taman di sini (Tunas regency, red) tidak ada fasilitasnya, seandanya di tanami banyak pohon pasti sangat bagus,” katanya.

“Saya lihat di Batam juga kekurangan taman,” sambungnya.

Taman Tunas Regency memang minim fasilitas. Namun, walaupun pun begitu, masyarakat tampak sangat menikmati bersantai di taman yang sering disebut alun-alunnya Batuaji-Sagulung. (cr19)

Pembangunan Lima Sekolah Baru Dilelang, Serap Anggaran Rp 7 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi Kepri bangun lima Unit Sekolah Baru (USB) setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batam. Selambat-lambatnya, Selasa (21/3) besok pembangunan sekolah tersebut akan dilelang.

“Pemaparan konsultan perencanaannya sudah. Inshaa Allah lusa (besok) Selasa, sudah kita lelang,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir, Minggu (19/3).

Lima USB tersebut di antaranya,

  • SMA 18 Batam di Cipta Asri Sagulung ,
  • SMA 19 Batam di Tunas Regency Sagulung,
  • SMA 21 Batam di Nongsa,
  • SMA 22 Batam Belakangpadang
  • SMK Farmasi di Seipelunggut Sagulung.

Arifin menyebutkan, pembangunan sekolah tersebut menyerapkan anggaran Rp 1,5 miliar persekolah, kecuali SMA 22 Batam yang hanya satu miliar. Artinya, lima USB tersebut menyerap anggaran sebesar 7 miliar.

“Di Batam kita bangun segitu, kalau di luar Batam  juga ada, total tahun ini 11 sekolah,” terangnya.

Setelah lelang, dia berharap pembangunan segera dilakukan tanpa hambatan. Dengan demikian persoaaln kekurangan ruang belajar dan numpang belajar berangsur-angsur teratasi.

“Inshaa Allah berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, lancarnya proyek tersebut juga dipengaruhi proses lelang yang baik. Untuk itu, dia berharap kelompok Kerja (Pokja) menggelar lelang yang sesuai dengan ketentuan atau aturan yang berlaku serta bebas dari keberpihakan terhadap rekanan pelaksana proyek tertentu.

“Jangan ada semacam nepotisme kepada si A si B. Apalagi kita baru saja dapat pencerahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anak-anak kita memerlukan banngunan untuk belajar, kasihan mereka tiga tahun menumpang” harapnya.

Seperti diketahui, Jumat (17/3) Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjadi pembicara pada kegiatan sosialisasi (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Aula Kantor Gubernur, Tanjungpinang.

Alexander menyebutkan proses pengadaan barang dan jasa, baik itu APBN maupun APBD rentan terjadinya praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Baik itu suap maupun Operasi Tangkap Tangan (OTT) berawal dari proses pengadaan barang dan jasa.

“Dari 80 persen tindak pidana korupsi yang ditangani KPK, terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ujar Alexander Marwata, saat itu. (cr13)

Pembangunan Ipal RSUD Terkendala Lahan

0
Gedung RSUD Anambas di kawasan Water Front City Tarempa, Anambas. Foto: Syahid/batampos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kota Tarempa Kecamatan Siantan rencananya akan difungsikan setelah pembangunan Instalasi pembuangan Air limbah (Ipal). Anggaran untuk pelaksana kegiatan tersebut sudah disediakan, hanya menunggu proses lelang. Ipal ini harus ada di setiap Rumah Sakit. Jika itu tidak dilakukan maka tidak mungkin akan bisa difungsikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas Effi Sjuhairi, mengatakan, Karena tidak ada lahan, ipal akan dibangun tepat di perumahan tenaga medis puskesmas Tarempa yang ada disebelah selatan bangunan RSUD.

Saat ini sebelum dilaksanakan pemusnahan bangunan perumahan tenaga medis itu, pihaknya telah menyurati bupati untuk memohon dapat membentuk tim yang akan melaksanakan pemusnahan aset daerah itu. Hal itu mengingat lokasi pembangunan tempat pembuangan limbah cukup sempit dan tidak ada pilihan lain selain melakukan pemusnahan aset.

“Kita harus lakukan pemusnahan aset terlebih dahulu sebelum proyek pembangunan pembuangan limbah dilaksanakan. Cukup tim dari unsur pemda saja yang akan melakukan penilaian tentang pemusnahan aset nantinya,” jelas Effie kemarin.

Tambahnya, jika hal itu tidak dilakukan pemusnahan aset, maka ia pastikan pembangunan tempat pembuangan limbah tidak bisa dilaksanakan, sebab pilihan lokasi tidak ada lagi selain itu. Demi menciptakan pelayanan kesehatan yang maksimal maka pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum tentunya.

“Lokasi pembangunan Ipal tidak banyak pilihan, areanya sangat terbatas dan terpaksa harus dilakukan pemusnahan sejumlah aset bangunan,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, membenarkan bahwa akan dilaksanakan pemusnahan sejumlah aset untuk kepentingan proyek Ipal. Ia berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait agar dapat melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum sebab ia tidak ingin kegiatan ini menjadi persoalan hukum dikemudian hari.

Seluruh kegiatan mulai dari perencanaan maupun pelaksana kegiatan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Saya ingin RSUD difungsikan untuk pelayanan kesehatan masyarakat Anambas,” pungkasnya. (sya)

4051 Khafilah Ramaikan Pawai Taaruf STQ VII

0

batampos.co.id – Sebanyak 4051 khafilah dari 10 kecamatan akan ramaikan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke VII tingkat kabupaten Lingga. Kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari penuh yang dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Lingga, Daik.

Pantauan di lapangan, berbagai persiapan telah disiapkan. Baik astaka hingga stand-stand dari 10 kecamatan serta stand dari kantor dinas dan badan lainnya yang ikut meramaikan kegiatan ini. Stand-stand tertata rapi dengan berbagai corak dan motif islami.

Kasubag Humas Pemkab Lingga, Sabirin mengatakan, Minggu (19/3) seluruh khafilah mulai sampai ke Lingga. Diantaranya, kecamatan Lingga Timur, Lingga Utara, Senayang, Selayar, Singkep, Singkep Pesisir, Singkep Barat, Singkep Selatan, Posek dan Lingga sebagai tuan rumah.

“Malam ini (Minggu) dimulai malam taaruf. Malam perkenalan. Besok (Senin) pagi, baru dilaksanakan pawai. Senin malamnya baru pembukaan kegiatan STQ ke VII,” ungkap Sabirin kepada Batam Pos.

Dilanjutkan Sabirin, jumah khafilah peserta yang akan meramaikan STQ dari kecamatan Lingga sebanyak 25 orang, 13 orang official dan peserta pawai 1.346 orang. Kecamatan Lingga Timur 23 orang peserta, 20 orang official dan 530 orang peserta pawai. Kecamatan Lingga Utara 24 orang peserta, 10 orang official dan 500 orang peserta pawai. Kecamatan Senayang sebanyak 22 orang peserta, 13 orang official dan 115 peserta pawai.

Sedangkan kecamatan Selayar mengikutkan 25 orang peserta, 10 orang official dan 400 peserta pawai. Singkep mengirim 29 orang peserta, 18 orang official dan 145 orang peserta pawai. Singkep Pesisir 19 orang peserta, 5 orang official, dan 220 orang peserta pawai. Singkep Barat 28 orang peserta, 12 orang official dan 150 peserta pawai. Singkep Selatan mengirimkan 22 orang, 7 orang official dan 120 orang peserta pawai, Posek kirimkan 24 orang peserta, 4 orang offiacil, 150 peserta pawai.

“Total seluruh peserta nanti yang akan ikut pawai 4.051 orang,” pungkasnya. (mhb)

Play sound