batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al – Hidayah Kampung Darat Pulau Karas, Kecamatan Galang, Senin (2/3/2026).
Selain berbuka puasa serta melaksanakan ibadah isya dan tarawih berjemaah, Amsakar juga menyerahkan bantuan sosial untuk Masjid Al – Hidayah.
Ia berharap, bantuan ini dapat mendukung kemakmuran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Pulau Karas.
“Mari kita bertekad agar ibadah ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi kemakmuran masjid,” ujar Amsakar.
Pada kesempatan yang sama, Amsakar mengatakan bahwa rangkaian Safari Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk terus membangun energi kolektif ke seluruh elemen masyarakat Batam.
Menurut orang nomor satu di Batam ini, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan lapisan masyarakat adalah kunci keberhasilan daerah. Khususnya dalam menuntaskan berbagai persoalan menuju pembangunan Batam sebagai kota bandar dunia madani.
“Kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Batam agar tetap sehat, istiqomah dalam menjalankan amanah, dan diberi kekuatan untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dengan membangun energi kolektif, insyaallah Batam akan semakin maju dan sejahtera,” pesan Amsakar. (*)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto. f Azis Maulana/ Batam Pos
batampos -Struktur pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) masih bertumpu pada investasi dan kinerja ekspor. Di tengah laju ekonomi yang relatif tinggi, konsumsi rumah tangga belum menunjukkan daya dorong yang cukup kuat untuk menyeimbangkan pertumbuhan secara lebih merata.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan gambaran tersebut tercermin dalam komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran dan lapangan usaha.
“Secara umum pertumbuhan Kepri masih ditopang investasi dan net ekspor. Konsumsi rumah tangga belum sekuat pertumbuhan ekonominya,” ujar Rony dalam Bincang Bareng Media di kantor BI Kepri, Selasa, (3/3).
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan tren nasional, di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangga cenderung bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
“Di Kepri, akselerasi ekonomi lebih banyak digerakkan sektor-sektor berbasis eksternal,” jelasnya.
Lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan menjadi penopang utama. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri turut terdorong proyek lapangan minyak dan gas (migas) baru yang memasuki fase produksi (onstream).
Aktivitas industri dan pertambangan, kata Rony, menunjukkan tren positif dalam beberapa periode terakhir. Sejumlah proyek migas memperkuat prospek tersebut. Kegiatan pertambangan migas Forel dan Terubuk mulai beroperasi pada 16 Mei 2025 dengan produksi sekitar 20 ribu barel minyak per hari dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
“Lapangan ini ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2025,” ujarnya.
Selain itu, proyek pipa WNTS–Pemping dijadwalkan rampung pada kuartal I 2026. West Natuna Exploration Ltd. menargetkan estimasi produksi pada akhir 2027, sementara KUFPEC Anambas membidik fase onstream pada kuartal I 2027.
Dengan perkembangan tersebut, BI memperkirakan sektor pertambangan dan industri pengolahan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kepri dalam jangka menengah. Namun, Rony menekankan pentingnya memperkuat konsumsi domestik agar struktur pertumbuhan lebih seimbang dan berkelanjutan.
“Penguatan konsumsi rumah tangga diperlukan supaya pertumbuhan tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal,” ujarnya.
Di tengah struktur pertumbuhan yang masih timpang, survei konsumen BI menunjukkan optimisme masyarakat tetap terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kepri pada triwulan I 2026—hingga Februari—tercatat sebesar 137,00, meningkat dibanding periode sebelumnya.
IKK merupakan indikator persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Nilai di atas 100 mencerminkan responden berada pada level optimistis.
Kenaikan IKK ditopang dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 145,34 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) 128,67.
Menurut Rony, perbaikan ini menunjukkan pemulihan keyakinan setelah sempat melambat pada triwulan II tahun lalu akibat kebijakan tarif resiprokal dan efisiensi anggaran.
Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) juga berkontribusi terhadap perbaikan persepsi dan ekspektasi konsumen pada awal tahun.
“Survei tersebut melibatkan 200 rumah tangga responden dan menjadi salah satu rujukan BI dalam memantau daya beli serta persepsi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. Cecep Mulyana-Batam Pos
batampos – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepulauan Riau mencuat seiring temuan puluhan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja tanpa Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Ketiadaan dokumen berimplikasi pada tak tersetornya Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA) ke kas negara dan daerah.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Diky Wijaya. Ia bilang, temuan itu setelah inspeksi mendadak di PT Huaqiang Konstruksi Indonesia di kawasan industri Galang Batang, Kabupaten Bintan, pada awal Februari lalu.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim pengawas ketenagakerjaan mendapati 30 TKA tidak memiliki dokumen kerja resmi.
“Tindak lanjut kami lakukan sesuai ketentuan. Kami berkoordinasi dengan pihak imigrasi agar TKA tidak lagi menggunakan visa indeks C16, C18, dan C20 untuk bekerja tanpa RPTKA,” ujar Diky, Senin (2/3).
Para pekerja asing yang terjaring dikenai sanksi administratif berupa denda berdasarkan lama pelanggaran. “Jika satu bulan Rp6 juta, dua bulan Rp12 juta, dan tiga bulan Rp18 juta,” tambahnya.
Ia menyebut, jumlah pasti TKA yang dikenai sanksi maupun total denda yang terkumpul masih dalam proses penghitungan. Setelah ditetapkan, Disnakertrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait mekanisme pembayaran.
Diky memaparkan potensi kehilangan penerimaan daerah apabila TKA tidak membayar kewajiban DKPTKA melalui RPTKA.
“Kalau diasumsikan ada 500 TKA tanpa RPTKA, dengan kewajiban rata-rata 1.200 dolar AS per orang per bulan, lalu dikali kurs Rp16 ribu, itu potensi kehilangan yang bisa terjadi,” ujarnya.
Pengawasan di kawasan Galang Batang masih berjalan karena banyak perusahaan subkontraktor yang mempekerjakan TKA, terutama asal Tiongkok. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pekerja asing dipastikan mengantongi dokumen sah.
Selain di Bintan, pengawasan juga menyasar kawasan industri di Batam. Di kawasan Tanjung Sauh, dokumen RPTKA perusahaan dinyatakan lengkap.
Pemeriksaan di kawasan Kabil dijadwalkan setelah Lebaran. Sementara di Nongsa Digital Park, Disnakertrans menemukan sekitar 20 TKA belum memiliki RPTKA. Jumlah pastinya masih diverifikasi karena para pekerja asing di lokasi tersebut diketahui telah kembali ke negara asal.
“Apabila mereka kembali bekerja tanpa dilengkapi RPTKA, sanksi yang sama akan diberlakukan. Bahkan bisa direkomendasikan kepada imigrasi untuk deportasi,” kata dia. (*)
batampos – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, Syahbudi, mengimbau seluruh jemaah umrah asal Batam untuk tetap tenang menyusul adanya penyesuaian operasional penerbangan internasional akibat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Hal ini merujuk pada imbauan resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tertanggal 28 Februari 2026, yang menyebutkan bahwa sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, maupun pembatalan.
“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah asal Batam untuk tidak panik dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari maskapai serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujar Syahbudi, Selasa (3/3).
Ia menegaskan, jemaah diminta memastikan kembali status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara guna menghindari kendala di lapangan.
Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah bersama Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan jemaah Indonesia tetap aman dan mendapatkan pelayanan yang optimal.
“Kami juga meminta PPIU di Batam agar aktif berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh, sehingga setiap perkembangan dapat segera disampaikan kepada jemaah,” jelasnya.
Syahbudi turut mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menyarankan agar komunikasi dilakukan melalui PPIU masing-masing untuk mendapatkan informasi yang resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami pastikan pemerintah terus hadir dan memantau kondisi jemaah. Jika ada perubahan jadwal atau kebijakan, tentu akan segera kami sampaikan melalui saluran resmi,” tegasnya.
Hingga saat ini, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam masih memantau perkembangan situasi dan menunggu informasi lanjutan dari pusat terkait dampak kebijakan tersebut terhadap jadwal keberangkatan jemaah dari Batam.(*)
Posko Angkutan Lebaran di Terminal Domestik Sekupang beberapa waktu lalu. F. Istimewa
batampos – Mengantisipasi lonjakan penumpang angkutan laut saat arus mudik dan balik Lebaran, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memastikan kesiapan pengawasan dengan membuka Posko Angkutan Laut mulai H-15 sebelum Hari Raya.
Kepala KSOP Khusus Batam, M Takwim Masuku, mengatakan posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi pengawasan dan pelayanan selama periode angkutan Lebaran, termasuk untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat di laut maupun di pelabuhan.
“Posko ini menjadi pusat kendali selama mudik dan arus balik. Kami ingin memastikan pelayanan berjalan lancar sekaligus siap jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya, Rabu (3/3).
Selain menyiapkan posko, KSOP juga memproyeksikan adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 13 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret, sedangkan arus balik diprediksi memuncak pada 28–29 Maret.
Menurut Takwim, sejumlah pelabuhan diperkirakan akan menjadi titik konsentrasi penumpang, terutama untuk rute domestik. Pelabuhan Sekupang dan Telaga Punggur diproyeksikan menjadi lokasi dengan pergerakan tertinggi.
Saat ini, KSOP Batam mengawasi tujuh pelabuhan penumpang, yakni Sekupang Domestik, Telaga Punggur Ro-ro dan Domestik, Bintang 99, Harbour Bay, Batam Centre, serta Gold Coast Bengkong.
Dalam rangka pengamanan, KSOP juga telah merampungkan sebagian besar pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang. Dari total 82 kapal yang terdata, sebanyak 79 kapal telah menjalani ramp check dan dinyatakan laik laut. Tiga kapal lainnya masih dalam proses docking.
Pemeriksaan meliputi kapal feri, ro-ro, hingga kapal penumpang reguler yang melayani rute domestik maupun antarwilayah di sekitar Batam.
Tak hanya itu, KSOP Batam juga telah melakukan evaluasi pelaksanaan angkutan Lebaran tahun sebelumnya sebagai bahan pemetaan strategi tahun ini. Termasuk penyusunan rencana kontinjensi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, kebakaran kapal, hingga penumpukan penumpang di pelabuhan.
“Semua SOP sudah kami siapkan. Untuk kemungkinan penumpukan penumpang juga sudah ada contingency plan. Dari sisi pengawasan dan kesiapan operasional, kami pastikan siap,” kata Takwim.
Dengan sejumlah langkah tersebut, KSOP berharap pelaksanaan angkutan laut Lebaran di Batam dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.(*)
Ilustrasi seorang wanita pekerja yang independen. (Freepik/prostooleh)
batampos – Sejak kecil, beberapa orang belajar untuk mandiri dengan mengandalkan diri sendiri terlalu dini. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah sendiri, menekan kebutuhan pribadi, dan jarang meminta bantuan.
Kemandirian ini memang dipuji, tapi ironisnya, hal itu sering membuat mereka kesulitan membangun persahabatan yang erat.
Orang yang terlalu independen kerap terlihat tangguh dan stabil, tetapi jarang membiarkan orang lain masuk ke ruang emosional mereka.
Hidup mandiri sejak dini membentuk efisiensi dan kemampuan memecahkan masalah, tetapi juga membatasi kedekatan sosial.
Orang yang terlalu independen juga cenderung abai pada momen-momen kecil karena mereka terbiasa menghadapi segalanya sendiri.
Selain itu, orang yang sangat mandiri sering mengasosiasikan keterbukaan dengan risiko. Mereka takut mengecewakan atau dikecewakan.
Akibatnya, hubungan cenderung hanya berada di level permukaan dan jarang menembus lapisan keintiman yang sesungguhnya.
Dilansir dari Bolde, Selasa (3/3), psikologi menyebut fenomena ini sebagai hyper independence, yaitu kemandirian ekstrem yang terbentuk akibat belajar mengatur diri sendiri sejak usia sangat muda.
Pola ini menjadi kekuatan sekaligus pelindung, tetapi juga menyulitkan seseorang membangun teman dekat. Berikut sembilan alasan kenapa orang terlalu independen sulit punya teman dekat menurut psikologi:
1. Terbiasa Menyelesaikan Segalanya Sendiri Sejak Kecil
Mereka belajar bahwa meminta bantuan hanya memperlambat proses. Menunggu orang lain atau menjelaskan masalah terasa melelahkan.
Akibatnya, mereka langsung menangani sendiri setiap persoalan, sehingga kesempatan membangun kedekatan melalui kerjasama atau bantuan tim jarang muncul.
2. Kurang Bisa Basa-Basi Namun Mampu Hadir untuk Orang Lain
Orang terlalu independen biasanya tampil sigap saat situasi darurat. Mereka dapat menenangkan orang lain dan mengambil kendali.
Namun, interaksi sehari-hari yang membangun keintiman seperti ngobrol santai dan bertanya kabar, sering mereka lewatkan.
3. Minim Ekspresi Terutama Soal Kebutuhan Emosional
Ketika merasa sedih atau stres, refleks pertama mereka adalah menyelesaikannya sendiri, bukan mencari teman untuk berbagi.
Mereka mahir mengelola emosi sendiri, tetapi jarang membiarkan orang lain menenangkan mereka.
4. Berbagi Beban Bukan Hal yang Mudah bagi Mereka
Orang terlalu independen jarang meminta tolong atau berbagi beban. Padahal, persahabatan erat tumbuh dari momen kecil—minta ditemani, berbagi keluh kesah, atau sekadar perhatian sederhana. Tanpa itu, orang lain mengira mereka baik-baik saja.
5. Menganggap Kemandirian Adalah Kebajikan Tertinggi
Kemandirian sering dipuji sebagai tanda kekuatan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa hubungan sehat memerlukan keseimbangan antara berdiri sendiri dan bersandar pada orang lain. Terlalu mandiri membuat persahabatan terasa sopan tapi dangkal.
6. Hidup Terstruktur Tanpa Butuh Orang Lain
Mereka mengatur jadwal, keuangan, dan rutinitas tanpa bantuan siapa pun. Aktivitas besar seperti pindah rumah atau bepergian bisa dilakukan sendiri.
Sayangnya, persahabatan erat sering terbentuk dari ketergantungan praktis dan emosional.
7. Tak Nyaman Menjadi ‘Rumah’ bagi Orang Lain
Orang terlalu independen sering enggan menjadi orang yang diandalkan sepenuhnya, meski mereka stabil dan bertanggung jawab.
Beban menjadi ‘rumah’ bagi orang lain terasa berat, sehingga mereka menarik diri dari dinamika hubungan yang membutuhkan ketergantungan timbal balik.
8. Mengaitkan Kerentanan dengan Risiko
Membuka diri bagi mereka berarti kehilangan kendali. Orang yang terlalu independen terbiasa menahan emosi untuk menjaga stabilitas.
Padahal, keintiman dalam persahabatan lahir dari kemampuan saling terbuka dan rentan bersama.
9. Membiarkan Persahabatan Memudar
Ketika kedekatan membutuhkan usaha—percakapan jujur, penyelesaian konflik, atau mengungkap kebutuhan—mereka malah cenderung menahan diri.
Akhirnya, persahabatan perlahan menipis, bukan karena konflik, tetapi karena kurangnya usaha membangun ikatan.
Kesimpulannya, kemandirian yang berlebihan memang membentuk kekuatan dan efisiensi luar biasa, tetapi juga bisa membuat orang sulit memiliki teman dekat.
Orang terlalu independen terlihat stabil, tangguh, dan mandiri, namun jarang membiarkan orang lain masuk ke kehidupan mereka.
Kuncinya adalah menyeimbangkan kemandirian dengan keterbukaan, agar persahabatan bisa tumbuh tanpa mengorbankan identitas diri.(*)
Dua petugas keselamatan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Ali Suhadak dan Preddy Hasudungan Siagian, saat menghadapi tuntutan pidana satu tahun penjara dalam perkara kecelakaan kerja yang berujung kematian pekerja di Kapal MT Federal II di Pengadilan Negeri Batam, Senin (9/2). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Vonis satu tahun penjara terhadap terdakwa kasus kecelakaan kerja (laka kerja) MT Federal II Jilid I di PT ASL menuai kecaman dari kalangan serikat buruh. Putusan tersebut dinilai terlalu ringan, mengingat insiden ledakan maut itu menewaskan lima pekerja dan menyebabkan sejumlah lainnya mengalami luka berat.
Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam, Suprapto, menegaskan pihaknya menilai putusan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan.
“Bagi kami ini bentuk ketidakadilan. Harusnya bukan hanya pekerja yang dihukum, tetapi perusahaan juga harus disanksi tegas,” ujar Suprapto, Senin (2/3).
Menurut dia, dalam peristiwa yang terjadi pada Juni lalu itu, kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi faktor utama terjadinya ledakan.
“Ini bukan sekadar lalai, tapi terlalu lalai terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Lima orang meninggal dunia, beberapa lainnya luka berat,” tegasnya.
Suprapto menilai, vonis terhadap terdakwa dari kalangan pekerja justru memperlihatkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak tersentuh hukum.“Yang dikorbankan hanya karyawan. Ketika terjadi kecelakaan, yang dijadikan tersangka karyawan. Bosnya tidak. Ini kan aneh,” katanya.
Ia menambahkan, kasus kecelakaan kerja di sektor perkapalan khsususnya PT. ASL bukan pertama kali terjadi. Karena itu, menurutnya, seharusnya ada langkah tegas dari pemerintah untuk memberikan sanksi administratif maupun pidana terhadap perusahaan jika terbukti melakukan pembiaran terhadap pelanggaran K3.
“Kami minta yang diseret ke pengadilan itu juga pemilik atau pengusahanya. Ini sudah berulang-ulang terjadi. Artinya ada pembiaran,” ujarnya.
Suprapto juga menyoroti sikap pemerintah pusat, termasuk kunjungan Menteri Ketenagakerjaan ke lokasi pascakejadian yang dinilai tidak diikuti dengan langkah konkret.“Beberapa waktu lalu menterinya datang. Tapi tidak ada sanksi kepada perusahaan. Seakan-akan kejadian besar ini sudah dilupakan,” katanya.
Ia menyayangkan tidak adanya tindakan tegas terhadap perusahaan meski korban jiwa mencapai lima orang. “Seharusnya ini dipandang sebagai kejadian luar biasa. Negara jangan terlihat kalah di depan pengusaha. Kalau seperti ini, preseden buruk bagi ketenagakerjaan,” tegasnya.
Terkait efek jera, Suprapto meragukan vonis satu tahun penjara akan memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan sistem keselamatan kerja.“Kalau hukumannya seperti ini, apa efek jeranya? Ini bisa jadi preseden buruk untuk pengawasan keselamatan kerja di sektor perkapalan dan industri lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung insiden lain yang terjadi pada Oktober lalu yang disebut-sebut melibatkan tenaga kerja asing (TKA), dan mempertanyakan langkah pemerintah dalam penanganannya.“Sekarang action-nya apa? Jangan sampai setiap kejadian hanya berhenti di pekerja yang dijadikan tersangka,” katanya.
FSPMI Batam mendorong penguatan regulasi dan pengawasan Health, Safety, and Environment (HSE) di seluruh kawasan industri, khususnya galangan kapal di Batam.“Kami minta pengawasan K3 diperketat. Kalau perusahaan terbukti lalai, harus ada sanksi tegas, termasuk pidana bagi pengusaha. Jangan hanya pekerja yang dikorbankan,” tegas Suprapto.
Ia menambahkan, keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan hak dasar pekerja yang wajib dijamin oleh perusahaan dan negara.
“Nyawa lima orang sudah hilang. Ini tidak bisa dianggap biasa. Kalau tidak ada ketegasan, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” pungkasnya. (*)
batampos – Dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu hotel berbintang di kawasan Nagoya Hill, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, pada 21 Desember 2025 lalu, hingga kini masih bergulir. Namun, keluarga korban menilai proses hukum berjalan lambat dan kurang transparan.
Kasus tersebut melibatkan sesama karyawan hotel. Terlapor berinisial J disebut menjabat sebagai asisten manajer (assessment) F&B restoran. Sementara korban berinisial S (19) merupakan karyawati di tempat yang sama.
Orang tua korban, Muhammad Taufik, mengaku kecewa terhadap penanganan perkara yang saat ini ditangani oleh Polsek Lubukbaja. Menurutnya, sejak laporan dibuat tiga bulan lalu, namun perkembangan kasus dinilai belum signifikan.
“Sudah tiga bulan berjalan, tapi baru dua saksi dari pihak hotel yang dipanggil. Setahu kami, baru bukti CCTV yang diserahkan,” ujar Taufik saat dihubungi Batam Pos, Senin (2/3).
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara terbuka dan profesional, tanpa ada kesan ditutup-tutupi.
“Serahkan semua saksi, jangan ada intimidasi terhadap saksi atau pekerja yang ingin memberi keterangan. Kami hanya minta transparansi dan kasus ini segera dituntaskan,” tegasnya.
Taufik juga mengaku menerima informasi bahwa terlapor J diduga telah meninggalkan Batam setelah tidak lagi bekerja di hotel tersebut. Ia meminta aparat kepolisian bertindak cepat untuk memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Informasi terakhir yang saya dapat, dia sudah keluar dari Batam. Kami minta polisi serius menangani ini. Jangan sampai terkesan dibiarkan,” katanya.
Selain persoalan hukum, keluarga juga mengungkap dampak psikologis yang dialami korban. Taufik menyebut putrinya mengalami perubahan perilaku sejak peristiwa itu terjadi.
“Dulu dia ramah sekali, ceria dengan adik-adiknya. Sekarang jadi lebih mudah emosi, terutama dengan adiknya yang laki-laki. Kami lihat ada perubahan besar,” ucapnya prihatin.
Sementara itu, pihak manajemen hotel melalui salah satu perwakilannya, Dody, sebelumnya menyampaikan bahwa terlapor dan korban sudah tidak lagi bekerja di hotel tersebut. Pihak hotel mengaku telah menyerahkan rekaman CCTV kepada kepolisian sebagai bagian dari proses hukum.
“Sejauh ini bukti CCTV sudah kami serahkan ke Polsek Lubukbaja,” ujarnya, Jumat (27/2) lalu.
Keluarga korban berharap kasus ini mendapat perhatian serius agar tidak berlarut-larut. Mereka menegaskan, selain keadilan, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kepastian hukum dan perlindungan terhadap korban.
Batam Pos masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Polsek Lubukbaja terkait perkembangan penanganan perkara, termasuk soal dugaan lambannya proses penyelidikan dan informasi mengenai keberadaan terlapor. (*)
Aksi gemilang Emil Audero saat mengamankan gawang Cremones dari gempuran lawan di pentas Serie A 2025/2026. (IG@emil_audero)
batampos – Cremonese mengalami kekalahan saat menjamu AC Milan dalam lanjutan Serie A. Bermain di kandang sendiri, Cremonese takluk dengan skor 0-2. Meski hasil akhir tak berpihak, penampilan kiper Emil Audero justru menuai banyak pujian.
Sejak menit awal, Milan tampil menekan. Serangan demi serangan dilancarkan, memaksa lini belakang Cremonese bekerja keras.
Dalam situasi sulit itulah Audero menunjukkan kualitasnya. Dia beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang membuat timnya terhindar dari kebobolan lebih banyak.
Salah satu momen krusial terjadi saat Rafael Leao mendapat peluang emas di dalam kotak penalti. Audero dengan sigap menepis bola dan menggagalkan kesempatan tersebut.
Tak hanya sekali, dia kembali menghentikan upaya Leao dalam situasi satu lawan satu. Aksi gemilang itu membuat publik tuan rumah sempat memberi harapan.
Tak berhenti di situ, Audero juga melakukan penyelamatan impresif ketika Christian Pulisic melepaskan tembakan keras dari jarak dekat.
Refleks cepatnya membuat bola gagal bersarang di gawang. Penampilan solid tersebut mendapat sorotan positif dari media Italia, termasuk Tuttomercato.
“Audero menyelamatkan gawangnya dari Leao dua kali, dia juga melakukan penyelamatan hebat terhadap Pulisic sepenuhnya adalah hasil karyanya. Dia tidak bisa disalahkan atas gol-gol tersebut karena bermain sangat baik,” tulis Tuttomercato dalam ulasannya.
Dua gol Milan pada akhirnya tetap tak mampu dibendung. Namun banyak pihak menilai kekalahan ini bukan sepenuhnya kesalahan lini belakang, apalagi sang kiper. Justru Audero menjadi salah satu pemain paling menonjol di laga tersebut.
Hasil ini membuat Cremonese masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 24 poin. Jumlah poin mereka sama dengan tim di posisi ke-18, membuat persaingan di papan bawah semakin ketat. Setiap pertandingan kini menjadi krusial bagi Cremonese untuk menjauh dari zona degradasi.
Meski kalah, performa Audero bisa menjadi modal berharga bagi tim. Konsistensi dan kepercayaan diri sang penjaga gawang diharapkan mampu membantu Cremonese bangkit pada laga berikutnya.(*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (3/3).
Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam giat tangkap tangan tersebut.
Namun, diduga operasi senyap itu berkaitan dugaan korupsi di lingkungan wilayah Kabupaten Pekalongan. Lembaga antirasuah juga belum membeberkan secara rinci barang bukti dalam OTT tersebut.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan saat ini pihak-pihak yang diamankan tengah dalam perjalanan menuju markas KPK. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Fadia Arafiq merupakan Bupati Kabupaten Pekalongan dua periode. Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini merupakan anak pedangdut senior A. Rafiq.
Fadia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Jakarta sebelum melanjutkan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang. Ia kemudian meraih gelar magister manajemen dari Universitas Stikubank Semarang dan menyelesaikan program doktoralnya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Karier politik Fadia dimulai saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Kiprahnya di dunia politik semakin menguat ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan serta memimpin KNPI Jawa Tengah periode 2016–2021.
Pada Pilkada 2020, Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2026. Ia kemudian kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin pada periode 2025–2030. Pelantikan periode keduanya digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Nama Fadia Arafiq sempat menghebohkan jagat maya, setelah dirinya mengancam warga melalui media sosial. Kritik mengenai infrastruktur dan kinerja pemerintahannya membuat dirinya bereaksi dengan cara yang mengejutkan. (*)