Rabu, 3 Juni 2026
Beranda blog Halaman 138

Polisi Usut Dalang Rekomendasi “Surat Tembak” yang Digunakan untuk Penyelewengan BBM Subsidi

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian, menunjukan barang bukti BBM pertalite yang diamankan saat ekspos terkait kasus penyalahgunaan BBM subsidi pertalite di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satreskrim Polresta Barelang terus mengembangkan kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang sebelumnya berhasil diungkap di kawasan Tanjung Uma, Batam. Penyidik kini memfokuskan perhatian pada asal-usul surat rekomendasi atau “surat tembak” yang digunakan pelaku untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan penyelidikan lanjutan dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam penerbitan surat rekomendasi tersebut. Polisi juga mendalami alasan dokumen itu dapat lolos saat digunakan melakukan pengisian di SPBU.
“Penyidik akan menelusuri asal-usul surat rekomendasi tembak tersebut dan kenapa bisa lolos mengisi Pertalite di SPBU,” ujar Debby.

Menurutnya, praktik penyalahgunaan BBM subsidi ini diduga telah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan berjalan selama sekitar satu tahun. Hal itu menunjukkan adanya celah pengawasan yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya secara berulang.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius Polresta Barelang karena menyangkut distribusi subsidi pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan nelayan. Polisi menilai pengawasan lintas sektor perlu diperkuat agar praktik serupa tidak kembali terjadi.

Dalam pengembangan perkara, penyidik akan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk dinas yang memiliki kewenangan menerbitkan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Pertamina dan pengelola SPBU.

Debby menegaskan, keterlibatan seluruh unsur penting untuk memastikan mekanisme distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan. Evaluasi terhadap sistem verifikasi surat rekomendasi di SPBU juga dinilai perlu dilakukan agar tidak mudah disalahgunakan.
“Ini menjadi atensi pengawasan dan penindakan ke depan dengan melibatkan semua pihak terkait, baik dinas pemberi izin, Pertamina maupun SPBU,” tegasnya.

Polresta Barelang memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam praktik penyelewengan BBM subsidi tersebut. Polisi juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindak pidana yang dapat merugikan negara dan masyarakat luas.(*)

Artikel Polisi Usut Dalang Rekomendasi “Surat Tembak” yang Digunakan untuk Penyelewengan BBM Subsidi pertama kali tampil pada Metropolis.

Avanza Terguling, Tabrakan Beruntun Libatkan Tiga Mobil di Dekat Bundaran Punggur

0
Mobil yang terlibat tabrakan beruntun tampak ringsek. F. istimewa

batampos – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di ruas jalan sebelum Bundaran Punggur, Kota Batam, Kamis (7/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut berlangsung dramatis setelah satu unit Toyota Avanza terguling di badan jalan usai terlibat tabrakan dengan dua kendaraan lainnya.

Tiga kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu yakni Toyota Kijang LGX BP 1285 EY yang dikendarai Dimas, Toyota Avanza putih BP 1238 J yang dikemudikan seorang wanita, serta Toyota Harrier BP 1188 PV. Ketiganya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda akibat benturan keras tersebut.

Berdasarkan keterangan di lokasi, kecelakaan bermula saat Kijang LGX yang membawa muatan pupuk melaju dari arah Batuaji menuju Punggur. Saat berada di jalur kedua dari kanan sebelum Bundaran Punggur, kendaraan tersebut diduga diserempet dari arah samping belakang oleh Toyota Avanza putih.
“Waktu itu saya jalan biasa saja. Tiba-tiba Avanza putih dari samping kiri belakang nyerempet mobil saya,” ujar Dimas saat ditemui di Unit Laka Lantas Polresta Barelang.

Akibat benturan itu, mobil Kijang LGX sempat berbelok ke arah kiri jalan. Sementara Avanza yang dikendarai wanita tersebut kehilangan kendali dan melenceng ke kiri hingga kembali bertabrakan dengan Toyota Harrier yang berada di sisi jalan. Benturan keras membuat Avanza akhirnya terguling.

Toyota Harrier juga mengalami kerusakan cukup parah. Kendaraan mewah tersebut bahkan terpental hingga ke sisi drainase bersama Avanza yang terguling. Pemandangan kendaraan rusak di pinggir jalan sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi melambat karena banyak pengendara yang berhenti melihat kejadian tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi Avanza dilaporkan selamat, namun masih mengalami syok saat dijumpai di Unit Laka Lantas Polresta Barelang untuk dimintai keterangan oleh petugas.

Sementara itu, mobil Kijang LGX yang dikendarai Dimas hanya mengalami kerusakan berupa gesekan di bagian kiri belakang kendaraan. Dimas juga membantah dirinya melakukan pengereman mendadak sebelum kecelakaan terjadi.
“Saya lari paling sekitar 60 kilometer per jam karena muat pupuk. Mobil tua juga mana mungkin ngebut. Saya sama mama saya di dalam mobil. Tak ada saya ngerem mendadak. Saya yang ditabrak dari belakang,” tegas Dimas.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, AKP Viktor Hutahaean, membenarkan adanya kecelakaan beruntun tersebut. Ia mengatakan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab pasti insiden itu. “Kejadian sedang ditangani Satlantas Polresta Barelang,” ujarnya singkat.(*)

Artikel Avanza Terguling, Tabrakan Beruntun Libatkan Tiga Mobil di Dekat Bundaran Punggur pertama kali tampil pada Metropolis.

Harmoni dalam Toleransi dan Rasa Syukur

0
Acara Halalbihalal oleh empat hotel yang dihadiri oleh Ust. Jojo Ali Yusuf. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Kolaborasi empat hotel di kawasan Nagoya, yaitu Aston Inn Gideon Batam, Aston Nagoya City Hotel, favehotel Nagoya Batam, dan Harper Premiere Nagoya Batam, akan menyelenggarakan acara bertajuk Strengthening Bonds: Harmony in Tolerance and Gratitude pada Minggu, 3 Mei 2026, mulai pukul 15.30 hingga 19.30 WIB.

Acara ini akan berlangsung di Edelweiss Meeting Room, Aston Nagoya City Hotel, dan menghadirkan Ust. Jojo Ali Yusuf sebagai pembicara utama.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan inspirasi spiritual kepada para peserta melalui nilai toleransi dan rasa syukur.

Dengan konsep yang interaktif dan nuansa yang khidmat, acara ini juga mengajak para tamu untuk hadir dengan dresscode putih sebagai simbol kesucian dan kebersamaan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antarindividu, tetapi juga memberikan nilai spiritual yang mendalam. Kami berharap acara ini dapat menjadi momen refleksi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Nina Oktavia, HR Manager Aston Inn Gideon Batam.

Dengan terselenggaranya acara ini, keempat hotel berharap dapat terus menghadirkan program-program inspiratif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antar unit dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu. (*/adv)

 

Artikel Harmoni dalam Toleransi dan Rasa Syukur pertama kali tampil pada Metropolis.

Satlantas Barelang Tertibkan Truk Trailer Tak Laik Jalan

0
Satlantas Polresta barelang tertibkan truk trailer. Dok. Polresta barelang untuk Batam Pos

batampos – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas pada malam hari terus dilakukan Satlantas Polresta Barelang. Dalam patroli malam yang digelar di sejumlah ruas jalan protokol Kota Batam, petugas menindak kendaraan truck trailer yang kedapatan tidak menggunakan lampu rem, Selasa (5/5).

Penertiban tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kegiatan patroli dipimpin langsung Kanit Turjagwali Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tino Desmawanto, bersama Kasubnit 2 Turjagwali Aipda Mashuri dengan dukungan delapan personel Patwal Satlantas Polresta Barelang. Sasaran patroli difokuskan pada jalur-jalur utama yang kerap dilalui kendaraan angkutan berat pada malam hari.

Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemantauan sekaligus pemeriksaan terhadap sejumlah truck trailer yang melintas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis, terutama tidak berfungsinya lampu rem kendaraan.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lain, terlebih pada malam hari ketika jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Lampu rem memiliki fungsi penting sebagai isyarat bagi kendaraan di belakang untuk menjaga jarak aman dan mengantisipasi pengereman mendadak.
“Patroli malam ini bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat kendaraan yang tidak memenuhi standar teknis,” ujar Tino Desmawanto di sela kegiatan.

Petugas kemudian memberikan tindakan berupa peneguran dan penegakan hukum secara humanis terhadap pengemudi yang melakukan pelanggaran. Selain itu, para sopir juga diberikan edukasi agar segera memperbaiki lampu rem kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Dari hasil kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Barelang memberikan peneguran terhadap enam unit truck trailer yang kedapatan tidak menggunakan lampu rem. Dalam penindakan itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu Surat Izin Mengemudi (SIM) dan satu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Ipda Tino menegaskan, kegiatan patroli malam akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Satlantas Polresta Barelang dalam menjaga situasi Kamseltibcarlantas di wilayah Kota Batam. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, pelanggaran teknis kendaraan kerap menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, khususnya kendaraan angkutan barang dengan dimensi besar. Karena itu, pihaknya meminta para pengusaha angkutan dan sopir lebih memperhatikan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi.

Polresta Barelang juga mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang dan truck trailer, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum digunakan. Masyarakat diminta turut berperan aktif melaporkan potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran lalu lintas melalui layanan Call Center Polri 110 yang tersedia selama 24 jam.(*)

Artikel Satlantas Barelang Tertibkan Truk Trailer Tak Laik Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

UMKM Kepri Naik Kelas: Senator Dwi Ajeng Gandeng ASEAN Foundation Dorong Adopsi AI

0
Dwi Ajeng Sekar Respaty bersama peserta pelatihan AI untuk UMKM di Batam.
Anggota DPD/MPR RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty foto bersama peserta pelatihan peningkatan daya saing UMKM melalui adopsi teknologi AI di Batam. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Dalam upaya memacu transformasi digital dan memperkokoh ketahanan ekonomi daerah, Anggota DPD/MPR RI Dapil Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., menginisiasi program “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI”.

Program tersebut bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Kumpul IMPACT sebagai inisiator pendamping, perhelatan strategis ini diselenggarakan pada tanggal 7-8 Mei 2026 bertempat di Kampus Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam.

Inisiatif ini dirancang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kepulauan Riau untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan terapan.

Mengingat peran esensial UMKM sebagai penggerak ekonomi, pelatihan ini ditargetkan untuk menjembatani kesenjangan literasi digital agar sektor akar rumput dapat beradaptasi dan bersaing di lanskap pasar yang kian dinamis.

Dwi Ajeng Sekar Respaty memandang penguasaan teknologi bukan lagi opsi, melainkan keharusan bagi kemajuan struktur ekonomi daerah.

“Dalam ekosistem ekonomi terintegrasi saat ini, kapabilitas data-driven dan otomatisasi menjadi prasyarat utama untuk UMKM naik kelas. Intervensi strategis melalui pelatihan AI ini kami hadirkan untuk mentransformasi UMKM lokal menjadi entitas bisnis berkinerja tinggi yang siap berintegrasi dalam rantai nilai di tingkat nasional maupun tingkat Asia Tenggara,” kata Dwi Ajeng.

Pelatihan ini merupakan bagian integral dari program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN), sebuah program berdampak regional yang dijalankan oleh ASEAN Foundation selama dua tahun, berkolaborasi dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN).

Selain itu, Program ini didanai melalui AI Opportunity Fund: Asia Pacific, dengan dukungan penuh dari Google.org dan Asian Development Bank (ADB).

Secara institusional, inisiatif ini juga telah mendapatkan dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME) guna mempercepat transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.

Pelaksanaan program di Kepulauan Riau ini tidak lepas dari sinergi lintas sektoral. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Riau di bawah arahan Kepala Dinas Riki Rionaldi dan UPTD PLUT KUMKM Kota Batam, serta jajaran akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) yang turut menjadi mitra pendukung utama.

Kolaborasi ini memastikan bahwa materi teknis yang disampaikan tetap relevan dengan karakteristik sosio-ekonomi dan kearifan lokal masyarakat Kepri.

Selama dua hari pelatihan, fokus utama akan dititikberatkan pada penguatan fondasi literasi kecerdasan buatan secara terapan. Peserta akan dibekali keterampilan esensial untuk mengadopsi AI sebagai asisten digital sehari-hari, sebuah langkah fundamental yang dirancang untuk memangkas hambatan operasional dasar dan mempercepat adaptasi UMKM di era ekonomi digital.

Pendekatan terukur ini diharapkan mampu mengubah konsep teknologi menjadi solusi praktis yang langsung berdampak bagi berbagai lapisan pengusaha lokal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kota Batam kedepannya diharapkan tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi di Kepulauan Riau, tetapi juga menjadi model percontohan (benchmark) bagi adopsi AI di sektor UMKM pada tingkat nasional maupun ASEAN.

Langkah strategis ini mengambil momentum yang sangat tepat. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026, perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada Triwulan I-2026 mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 7,04%, yang merupakan angka tertinggi di kawasan Sumatera.

Pencapaian ini ditopang kuat oleh ekosistem kewirausahaan lokal. Merujuk pada data Dinas Koperasi dan UKM Kepri, per-2025, terdapat lebih dari 146 ribu unit UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kepri, di mana 94.600 di antaranya telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) nasional. Skala potensi yang masif ini menegaskan urgensi intervensi teknologi.

Adopsi AI diperlukan agar laju pertumbuhan UMKM daerah tidak sekadar bertahan, melainkan mampu terakselerasi secara eksponensial dan kompetitif. (*)

Artikel UMKM Kepri Naik Kelas: Senator Dwi Ajeng Gandeng ASEAN Foundation Dorong Adopsi AI pertama kali tampil pada Kepri.

Ombudsman Kepri Soroti Dugaan Intimidasi Petugas Imigrasi di Pelabuhan Sekupang, Minta Pelayanan Ditingkatkan

0
Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari. (istimewa)

batampos- Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Siadari, menyoroti dugaan penyimpangan pelayanan yang dilakukan petugas imigrasi terhadap seorang warga negara asing (WNA) di pintu masuk internasional Pelabuhan Sekupang.

Menurut Lagat, terdapat tiga dugaan persoalan yang muncul dalam peristiwa tersebut, yakni larangan penggunaan telepon genggam, intimidasi verbal, dan dugaan permintaan uang oleh petugas.

“Menurut saya ada tiga peristiwa hukum yang terjadi di sana. Pertama penggunaan smartphone, kedua intimidasi, dan ketiga permintaan uang oleh petugas,” ujar Lagat, Kamis, (7/5).

Ia menjelaskan, larangan penggunaan telepon genggam di area pemeriksaan imigrasi memang lazim diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan itu bertujuan menjaga kenyamanan, privasi, serta kelancaran antrean di area pemeriksaan kedatangan internasional.

Namun, kata dia, petugas semestinya memahami konteks penggunaan telepon genggam oleh penumpang. Berdasarkan informasi yang diterimanya, WNA tersebut menggunakan ponsel untuk menunjukkan barcode pengisian Customs Declaration atau formulir elektronik kedatangan yang wajib diisi seluruh penumpang internasional sebelum masuk ke Indonesia.

“Petugas seharusnya bisa memahami bahwa penggunaan smartphone itu bukan untuk bermain media sosial atau memotret, tetapi untuk membuka barcode pengisian formulir kedatangan,” katanya.

Selain itu, Ombudsman menilai pendekatan pelayanan petugas imigrasi di pintu kedatangan internasional perlu diperbaiki, terutama terkait aspek keramahan dan pelayanan publik.

Lagat menyebut tindakan membentak, mengintimidasi, hingga mengancam deportasi terhadap pengguna layanan merupakan tindakan berlebihan, terutama bila penumpang masih bersikap kooperatif.

“Tidak perlu membentak atau mengintimidasi. Seharusnya bisa dijelaskan dengan bahasa dan gestur yang lebih sopan,” ujarnya.

Menurut dia, ancaman deportasi hanya layak dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika orang asing dianggap menghambat pemeriksaan atau melakukan perlawanan terhadap petugas. Di luar itu, pendekatan persuasif dinilai lebih tepat diterapkan.

Lagat juga menyoroti dugaan permintaan uang sebesar Rp500 ribu oleh petugas kepada WNA tersebut. Ia mengatakan nominal tersebut memang identik dengan biaya Visa on Arrival (VoA). Namun, pembayaran VoA semestinya dilakukan di loket resmi dan disertai tanda terima pembayaran.

“Kalau petugas menerima uang tetapi tidak memberikan tanda terima, tentu itu pelanggaran,” katanya.

Ia turut mengkritik praktik pemeriksaan terhadap WNA di ruangan tertutup bila tidak berkaitan dengan privasi atau pemeriksaan khusus. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memunculkan tindakan sewenang-wenang oleh petugas terhadap pengguna layanan.

“Kalau hanya pemeriksaan umum, tidak perlu dilakukan di ruangan tertutup,” ujar Lagat.

Ombudsman menilai bila dugaan intimidasi, ancaman, dan tekanan verbal tersebut benar terjadi, maka tindakan itu dapat dikategorikan sebagai penyimpangan pelayanan publik. Karena itu, pihaknya meminta adanya pembinaan ulang terhadap petugas imigrasi, khususnya yang bertugas di lini depan pelayanan kedatangan internasional.

Ia mengingatkan Batam merupakan salah satu pintu utama masuknya wisatawan dan warga asing ke Indonesia. Karena itu, insiden pelayanan yang buruk dinilai dapat merusak citra daerah sebagai kawasan internasional yang ramah terhadap wisatawan dan investor.

“Jangan sampai insiden seperti ini justru merusak citra Batam,” katanya.

Lagat juga menyarankan Kepala Kantor Imigrasi Batam segera melakukan evaluasi internal terhadap petugas yang terlibat guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sebagai tindak lanjut, Ombudsman Kepri menyatakan akan mengawasi dugaan penyimpangan pelayanan di lingkungan imigrasi, khususnya di pintu masuk internasional.

Masyarakat maupun warga negara asing yang mengalami perlakuan tidak layak dari petugas diminta segera melapor ke Ombudsman untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan laporan.(*)

Artikel Ombudsman Kepri Soroti Dugaan Intimidasi Petugas Imigrasi di Pelabuhan Sekupang, Minta Pelayanan Ditingkatkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkeu Purbaya Tak Copot Dirjen Bea Cukai Meski Namanya Terseret Kasus Korupsi

0
Menkeu Purbaya bebaskan PPh 21 bagi pekerja dengan gaji hingga Rp 10 juta mulai 2026. (Nurul/JawaPos.com)

batampos – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak menonaktifkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budhi Utama, karena masih menunggu proses hukum yang masih berlangsung, meski namanya muncul dalam dakwaan kasus Blueray Cargo milik terdakwa John Field.

“Tidak (menonaktifkan). Sampai clear di sana seperti apa. Prosesnya (hukum) kan baru mulai. Namanya baru muncul, masa langsung berhenti. Kita lihat sampai clear, sejelas-jelasnya seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan,” kata Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis.

Menkeu mengaku telah berkomunikasi dengan Djaka dan memastikan Dirjen Bea Cukai tersebut akan menghormati proses hukum yang berjalan.

Purbaya juga mengatakan Kementerian Keuangan bakal memberikan pendampingan hukum kepada Djaka apabila diperlukan selama proses hukum berlangsung.

“Oh iya, ada lah (pendampingan hukum). Kalau Pak Djaka misalnya dipanggil, segala macam. Yang lain kan ada pendampingan juga. Bukan intervensi, ya,” ujar dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan menghormati proses hukum pengadilan yang menyeret nama Djaka Budhi Utama dalam dakwaan perkara dugaan korupsi impor barang tiruan.

Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan pihaknya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.(*)

Artikel Menkeu Purbaya Tak Copot Dirjen Bea Cukai Meski Namanya Terseret Kasus Korupsi pertama kali tampil pada News.

AS dan Iran Hampir Sepakat Akhiri Perang

0
Ilustrasi. Bendera nasional Amerika Serikat dan Republik Islam Iran. F. Istimewa

batampos – Amerika Serikat dan Iran hampir menandatangani nota kesepahaman sepanjang satu halaman untuk mengakhiri perang serta menetapkan kerangka negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Seperti dilaporkan Axios, mengutip sumber pada Rabu (6/5), AS berharap Iran dapat merespons dalam waktu 48 jam terhadap isu-isu utama.

Memang belum ada kesepakatan final, menurut laporan tersebut, tetapi kondisi itu adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai keduanya sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu.

Dalam draf kesepakatan tersebut, Iran diminta menangguhkan pengayaan nuklir, Amerika harus mencabut sanksi dan membebaskan dana yang dibekukan, serta keduanya harus melonggarkan pembatasan transit di jalur Selat Hormuz.

Banyak ketentuan bergantung pada kesepakatan akhir AS dan Iran, sehingga hal itu bisa menimbulkan risiko konflik baru maupun gencatan senjata yang sudah berkepanjangan menjadi tak terselesaikan.

Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump menunda operasi baru di Selat Hormuz guna mempertahankan gencatan senjata karena ada kemajuan dalam perundingan.

Draf nota kesepahaman berisi 14 poin tersebut sedang dinegosiasikan oleh dua orang utusan Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama dengan sejumlah pejabat Iran. Negosiasi itu dilakukan baik secara langsung maupun melalui mediator.

Rancangan itu juga mencakup penghentian perang dan dimulainya masa negosiasi selama 30 hari mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi.

Perundingan lanjutan mungkin akan dilakukan di Islamabad atau Jenewa. Selama periode itu, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut AS akan dilonggarkan secara bertahap.

Axios juga melaporkan Amerika dapat kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan aksi militer jika perundingan gagal mencapai hasil.

Durasi moratorium pengayaan nuklir Iran masih menjadi perdebatan. Iran mengusulkan lima tahun, sementara Amerika menginginkan hingga 20 tahun, dengan perkiraan kompromi berkisar 12 hingga 15 tahun.(*)

 

Artikel AS dan Iran Hampir Sepakat Akhiri Perang pertama kali tampil pada News.

Iran Mulai Perbaiki Jaringan dan Fasilitas Minyak yang Rusak Akibat Serangan AS-Israel

0
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)

batampos – Iran mulai memulihkan fasilitas minyak dan gas yang rusak akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, menurut pejabat setempat.

“Selama perang 40 hari, fasilitas minyak mengalami kerusakan dan serangan. Prioritas utama adalah memulihkannya secepat mungkin, dan hingga kini proses berjalan dengan baik,” ujar Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad kepada lembaga penyiaran nasional.

Direktur Perusahaan Gas Nasional Iran, Saeed Tavakoli, menambahkan bahwa empat stasiun pemrosesan gas di ladang South Pars turut mengalami kerusakan selama konflik dengan AS dan Israel.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, sehingga Trump memperpanjang penghentian pertempuran untuk memberi waktu bagi Iran menyusun “proposal terpadu.”

Ketegangan tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mendorong kenaikan harga energi.

Pada Minggu malam, Trump mengumumkan operasi Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar.

Namun, pada Selasa, ia menyatakan akan menunda operasi tersebut sementara waktu untuk melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.(*)

Artikel Iran Mulai Perbaiki Jaringan dan Fasilitas Minyak yang Rusak Akibat Serangan AS-Israel pertama kali tampil pada News.

Mantan Ajudan Presiden Prabowo Ditunjuk Sebagai Kepala BAIS Defenitif, Ini Sosoknya

0
Letjen TNI Robi Herbawan. F. Istimewa

batampos – Jabatan kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI akhirnya terisi oleh pejabat definitif. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menunjuk Letjen TNI Robi Herbawan untuk mengisi jabatan tersebut. Jenderal bintang tiga TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1994 itu akan bertugas menggantikan Letjen TNI Richard Tampubolon sebagai pejabat sementara kepala BAIS.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan informasi penunjukkan Letjen Robi Herbawan sebagai kepala BAIS TNI. Dia menyebut, sebelumnya Robi bertugas di Kemhan sebagai kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kemhan.

”Benar, Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan Republik Indonesia,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5).

Penunjukkan Robi menjadi kepala BAIS TNI dilakukan setelah persoalan mengguncang organisasi intelijen TNI pada Maret lalu. Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras pada 12 Maret 2026. Belakangan TNI mengkonfirmasi bahwa pelaku penyiraman air keras itu adalah personel BAIS TNI. Mereka kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Pasca kasus tersebut mencuat, Letjen TNI Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya kepada panglima TNI. Jabatan kepala BAIS diserahkan oleh Yudi pada 25 Maret 2023. Setelah itu, Richard Tampubolon yang sehari-hari bertugas sebagai kepala staf umum atau kasum TNI ditunjuk menjadi pejabat sementara kepala BAIS TNI. Kini Robi yang ditunjuk menjadi kepala BAIS TNI.

”Penunjukan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan organisasi guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas intelijen strategis pertahanan negara,” ungkap Rico.

Berdasarkan catatan dan informasi yang dapat diakses oleh publik, Robi merupakan salah seorang jenderal TNI yang memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dia pernah menjadi ajudan Prabowo saat masih bertugas sebagai komandan jenderal (danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Serupa dengan Prabowo, Robi juga termasuk salah seorang jenderal baret merah TNI AD.(*)

Artikel Mantan Ajudan Presiden Prabowo Ditunjuk Sebagai Kepala BAIS Defenitif, Ini Sosoknya pertama kali tampil pada News.