batampos.co.id – Kasus korupsi di tubuh TNI pada 2016 membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merasa gerah.
Gatot pun bertindak cepat deengan mengamanatkan kepada inspektorat membentuk tim bersih-bersih praktik koruptif di tubuh TNI.
”Kita harus melindungi TNI, melindungi prajurit dari kelakuan oknum pejabat TNI yang korup. Saya perintahkan untuk Irjen TNI, POM TNI dan petugas lainnya membentuk tim untuk melakukan bersih-bersih terhadap korupsi,” ujar Gatot di Jakarta, Selasa (3/1).
Gatot mengatakan, korupsi harus dibinasakan dari tubuh TNI, sebab hal tersebut dapat menghambat kemajuan dan pembangunan TNI. Ia menuding korupsi pasti dilakukan oknum pejabat TNI yang mempunyai wewenang, bukan oleh prajurit di lapangan.
Oleh karenanya, panglima menganggap tantangan di 2017 akan semakin kompleks dan menuntut keberanian inspektorat dalam menindak pejabat.
Sekadar mengingatkan, pada 2016 TNI sudah berkomitmen membersihkan diri dari narkoba. Aspek pertahanan negara sudah berulang kali menyampaikan hal tersebut pada para prajurit. Ada UU Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 62 yang melandasi peraturan itu.
”Tidak ada ampun lagi, apabila terkena narkoba, maka tidak pantas lagi menjadi prajurit TNI, hukumannya dipecat,” tandasnya. (adn/jpnn)
batampos.co.id – Memasuki tahun baru 2017, banyak orang yang memasang target baru dalam lembaran hidupnya. Hal itu juga dialami Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Perempuan yang akrab disapa Bu Ani tersebut ternyata juga memiliki resolusi yang ingin dicapai tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
“Kalau resolusi saya pribadi, saya ingin jadi manusia yang lebih bijaksana,” ujarnya saat ditemui di tengah sidak program tax amnesty pada pergantian malam tahun baru di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (31/12).
Selain memasang resolusi bagi dirinya, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu berkeinginan agar kinerja tim ekonomi dalam menjaga fundamental makroekonomi lebih baik.
“da yang bilang shortfall menyempit,” kata perempuan kelahiran 26 Agustus, 54 tahun lalu tersebut.
Bukan hanya itu, dia juga optimistis dengan kondisi dalam negeri yang diyakini akan lebih baik di kemudian hari. Optimisme tersebut juga sering dilontarkan dalam berbagai kesempatan.
“Saya pikir Indonesia deserves better. Iya, this country deserves better,” tutupnya. (dee/c15/agm)
batampos.co.id – Publik digegerkan dengan bentrok antar geng di penjara Amazon, Brasil, Senin (2/1) waktu setempat.
Yang mengerikan, peristiwa 17 jam tersebut menewaskan 56 orang napi, dengan sebagian besar mayat terpenggal dan dilemparkan ke atas tembok penjara.
Bak film action, awal pertempuran terjadi karena perebutan kekuasaan gangster di Brazil.
Dua kubu berseteru, adalah Family of the North (FoN) yang merupakan geng lokal berpengaruh dan musuhnya First Capital Command (FCC), geng terbesar di Brazil.
Kedua geng ini terkenal sebagai basis peredaran narkotika di Brazil. Hingga akhirnya, perang pecah sekitar jam empat sore, Senin (2/1) waktu setempat.
Seperti direncanakan kedua kubu untuk berperang, sejumlah persiapan perang telah dilakukan. Salah satunya, menyandera 12 sipir agar mereka leluasa bertarung.
Mengerikan, pertempuran itu awalnya seperti tidak dapat dihentikan. Kedua kubu saling bunuh demi membela geng masing-masing.
Kekejian mereka terlihat ketika memperlakukan korban tewas. Mereka dipenggal kepalanya dan dilemparkan ke pagar. Ada juga yang dibakar.
Dilansir dari Reuters, peristiwa itu menjadi kekerasan paling berdarah dalam dua dekade terakhir di sistem penjara Brasil yang penuh sesak.
Penjara Amazon kini menampung 2.230 tahanan, dengan kapasitas untuk 590 napi.
Begitu banyaknya tahanan yang terlibat dalam pertempuran, membuat keluarga napi berhamburan datang ke area penjara. Sontak, mereka histeris lantaran mengetahui peristiwa mengerikan di dalam lapas. Sejumlah petugas keamanan, melarang mereka mendekat.
Berbondong-bondong, polisi dan tentara Brazil bersenjata merangsek masuk ke dalam lapas untuk mengendalikan situasi. Merasa terkepung, kedua kubu berseteru akhirnya memutuskan gencatan senjata setelah melalui negosiasi antara kedua kubu dan polisi.
“Selama perundingan (untuk mengakhiri kerusuhan), para napi tidak memiliki tuntutan. Kami pikir mereka sudah melakukan apa yang mereka inginkan: Membunuh anggota geng musuh,” Kepala keamanan negara bagian Amazon, Sergio Fontes.
Melakukan gencatan senjata, kedua kubu pun bersedia diamankan dan dimasukkan kembali ke dalam sel masing-masing. Pertempuran itu setidaknya berlangsung selama 17 jam, dimulai jam empat sore, dan diakhiri jam lima pagi.
Korban tewas, berjumlah 56 orang.
Sementara, 12 sipir penjara yang sempat disandera, sebut Fontes, berhasil dibebaskan. Situasi di dalam penjara usai kerusuhan sangat mengerikan. Beberapa korban tewas dipenggal.
“Banyak (korban) yang dipenggal, dan mereka mengalami kekerasan yang parah,” katanya.
Namun, masalah lain terjadi akibat kerusuhan itu. Sebanyak 300 napi kedapatan kabur ditengah pertempuran terjadi.
Sontak, aparat pun melakukan perburuan. Hingga kemarin, sudah 40 napi berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel kembali.
Sekretaris penjara negara Amazon, Pedro Florencio mengatakan, pembantaian itu adalah ‘pembunuhan balas dendam’ dalam perseturuan antara geng kriminal di Brazil.
Menteri Kehakiman Brasil, Alexandre de Moraes, segera terbang ke Manaus menuju penjara Amazon, untuk bertemu dengan pejabat setempat.
Pada bulan Oktober, kerusuhan mematikan juga terjadi di tiga penjara. Penyebabnya hampir sama, yaitu diduga karena pertikaian antara anggota dua geng terbesar di negara itu, PCC dan Family of the North (FDN). (rm/mam/JPG)
Polisi Myanmar menganiaya anak-anak muslim Rohingya saat razia 5 November 2016 lalu. Foto: youtube
batampos.co.id -Kau kafir baik dari kepolisian, militer, dan warga tempatan Myanmar tak hanya membantai warga muslim Rohingya yang dewasa, tapi juga anak-anak. Rasa kemanusiaan mereka hilang dan berubah menjadi monster menakutkan bagi masyarakat Rohingya.
Banyak video amatir yang menunjukkan kekejaman polisi, militer, dan rakyat Myanmar yang sesukahati menganiaya anak-anak Rohingya. Saat polisi melakukan razia pada 5 November lalu misalnya, tanpa ampun polisi itu dengan ringan tangan, kaki dan senjata menhajar anak-anak Rohingnya tanpa belas kasihan.
Aksi tersebut menui kecaman dari berbagai belahan dunia. Kecaman itu akhirnya mulai direspon pemerintahan Presiden Htin Kyaw. Sejumlah polisi yang terlibat dalam penganiayaan itu langsung diamankan.
Sebelumnya, Pemerintah Myanmar juga selalu menutup mata dan telinga atas laporan penganiayaan kaum Rohingya.
Aung San Suu Kyi yang menjadi panutan pemerintah Myanmar juga menutup mata. Namun terkait kasus penganiayaan terhadap anak-anak Rohingya oleh polisi itu, barulah kali ini ia berjanji mengusut penganiayaan tersebut.
”Pemerintah akan menindak polisi-polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap penduduk Desa Kotankauk saat melakukan razia di sana 5 November lalu,” terang pemerintah dalam pernyataan tertulisnya.
Sejauh ini, ada empat pejabat polisi yang diamankan karena diduga kuat terlibat dalam penganiayaan.
Salah seorang pejabat polisi yang diamankan adalah Zaw Myo Htike, kepala polisi setempat.
”Mereka yang sudah teridentifikasi langsung kami tahan untuk kepentingan penyelidikan,” terang Kepolisian Nasional Myanmar.
Kemarin aparat menyatakan ada lebih dari satu video penganiayaan yang beredar.
Polisi pun bakal menyelidiki seluruh video itu dan mencari tahu apakah penganiayaan tersebut terjadi di lokasi yang sama.
Dalam video yang beredar luas lewat dunia maya, tampak seorang polisi memukul seorang bocah lelaki. (AFP/Reuters/hep/c17/any/jpnn)
batampos.co.id – Miskaulah Perempuan asal Dusun Jangan Asem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo punya kebiasaan aneh suka memakan ayam hidup-hidup.
Sejatinya sadar bahwa kebiasaannya memakan ayam hidup-hidup tidaklah lazim. Namun, tidak mudah menghilangkan kebiasaan tersebut. Dua anak Miskaulah pun kerap marah dan selalu menghindar saat dirinya memakan ayam mentah.
Perempuan yang akrab disapa Mama Pretty itu menerangkan bagaimana dia memakan ayam hidup. Unggas yang masih hidup tersebut biasanya langsung digigit. Darahnya disesap. Bulu-bulu ayam dicabuti dengan mulut. Daging mentahnya langsung dilahap.
Perempuan 47 tahun itu mengungkapkan, tetangga dan warga sekitar sudah sangat mengerti kebiasaan ganjil tersebut. Mereka bisa memahami. Selama ini, Miskaulah juga bergaul baik dengan tetangga dan warga. Bahkan, banyak orang yang menganggapnya sebagai orang pintar.
”Hanya konsultasi hidup untuk mencari solusi. Paling banyak soal jodoh dan bisnis,” katanya.
Miskaulah sudah dikenal hingga desa sekitar. Kabar dari mulut ke mulut membuat banyak orang penasaran dengan perilaku aneh itu. ”Mereka ingin lihat saya makan (ayam hidup-hidup, Red)” ujar ibu dua anak tersebut.
Setiap dia hendak memakan ayam hidup, banyak anak tetangga yang datang ke rumah Mereka ingin melihat. Biasanya, aksi itu dilakukan di ruang tamu. ”Saya tidak ada masalah ketika dilihat,” ujarnya.
Apakah kebiasaan itu dilakukan lantaran sedang ”ngelmu” alias mendalami ilmu? Miskaulah menggeleng. Namun, dia mengaku selalu ada suara-suara yang membisikkan untuk memakan ayam hidup. Halusinasi tersebut membuatnya makin nafsu. ”Enggak. Saya tidak belajar ilmu aneh-aneh,” terangnya. (ayu/c21/hud/JPG)
Foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan latar belakang bendera merah di SDN 38 Kototangah Padang yang diturunkan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Padang Sumatera Barat. / (Foto: KHAIRIAN HAFID/Padang Ekspres)
batampos.co.id – Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) dikejutkan adanya foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak menggunakan latar belakang merah putih.
Foto yang ditemukan di SDN 38 Kototangah Padang itu malah menggunakan latar belakang warna merah. Tak ayal, foto yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuannya tersebut diturunkan.
Ketua PPM Padang, Yudha Putra mengatakan, foto tersebut tidak sesuai dengan aturan sehingga tak seharusnya dipajang di sarana pendidikan.
“Kita dapatkan informasi dari PPM Kototangah, setelah dilakukan pengecekkan di lapangan memang benar adanya. Kami bersama rekan-rekan memohon izin kepada pihak sekolah untuk menurunkan foto-foto tersebut,” sebut Yudha yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (3/1).
Lebih lanjut diungkapkannya, ketika dirinya dan aktivis dari PPM melakukan sidak di SD 38 Koto Tangah itu, ditemukan 6 ruang belajar yang memajang foto presiden berlatar belakang bendera warna merah.
Sehingga pihaknya menurunkan foto tersebut dan menggantinya dengan foto Presiden dan Wapres yang berlatar bendera merah putih.
Yudha menuturkan, tindakannya itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi kelompok radikal yang mulai berkembang di Indonesia saat ini.
“Antisipasi sangat perlu, seperti yang kita lihat pemberitaan belakangan mulai munculnya neokomunis. Jangankan foto seperti ini, gambar palu arit (lambang PKI) sudah bebas sekarang bahkan ada yang memakai bajunya. Jadi hal-hal kecil seperti ini harus diwaspadai,” tegasnya Yudha.
Dia menegaskan semua pihak harus mendukung tindakan menjaga Indonesia ini, jangan sampai bangkit sejarah PKI 1965. “Ini harus kita dukung, apapun itu komunis tidak ada tempat, dan sejarah pernah mencatat,” tandasnya. (cr17/iil/JPG)
Oliver Giroud menyumbangkan dua assist dan satu gol saat menyelamatkan Arsenal dari kekalahan di kandang AFC Bournemouth, di laga ke-20 Premier League, Rabu (4/1/2017) dini hari WIB. Foto: AFP
batampos.co.id – Arsenal nyaris saja dipermalukan oleh AFC Bournemouth dalam lanjutan Premier League, Rabu (4/1/2017).
The Gunners mendapatkan perlawanan sengit, sehingga sempat tertinggal 0-3 terlebih dulu, sebelum mampu menyamakan kedudukan 3-3.
Hasil ini memang tak terlalu maksimal karena Arsenal gagal memperpendek jarak dengan Liverpool yang juga bermain imbang, tapi setidaknya memuaskan karena mereka tak jadi dipermalukan.
Sejak awal Bournemouth tampil sangat agresif dan Arsenal terlihat kaget menghadapi itu.
Baru menit ke-16, Charlie Daniels mampu membuka keunggulan tuan rumah lewat gol indah setelah sebelumnya membuat dribble menawan.
Lima menit kemudian, Arsenal malah membuat kecerobohan ketika Granit Xhaka mengganjak Ryan Fraser di dalam kotak penalti. Callum Wilson pun dengan sempurna mengeksekusi penalti.
Setelah gol ini The Gunners baru bangun dari tidurnya dan pelan tapi pasti mulai menaikkan tempo permainan sendiri.
Alih-alih bisa menyamakan kedudukan, The Cherries malah mencetak gol ketiga pada menit ke-58. Kali ini serangan balik cepat mereka mampu diakhiri dengan sempurna oleh Fraser.
Keunggulan 3-0 ini harusnya membuat Bournemouth fokus untuk bertahan. Tapi, Arsenal ternyata tak patah arang begitu saja.
Sejak menit ke-70, mereka mampu mendapat tempo yang diinginkan. Diawali oleh gol tandukan Alexis Sanchez yang memompa semangat para pemain.
Hanya selang lima menit, Lucas Perez berhasil membuat jarak semakin tipis dengan tendangan voli.
Tapi, pemain yang patut dipuji adalah Olivier Giroud. Selain membuat assist untuk kedua gol di atas, dia juga menjadi penentu dengan gol penyama kedudukan di menit ke-92.
Lewat tandukan terukur, Giroud tak bosan-bosannya menjadi sorotan dan terus mempertahankan performa gemilang. Gol ini terjadi sembilan menit setelah Bournemouth bermain 10 pemain karena Simon Francis mendapat kartu merah. Laga pun berakhir dengan skor 3-3.
AFC Bournemouth (4-2-3-1): 1-Artur Boruc; 11-Charlie Daniels, 5-Nathan Ake, 3-Steve Cook, 2-Simon Francis; 4-Dan Gosling, 8-Harry Arter; 24-Ryan Fraser (15-Adam Smith 68′), 17-Joshua King (6-Andrew Surman 63′), 19-Junior Stanislas; 13-Callum Wilson (14-Brad Smith 92′)
Warga saat melakukan perekaman e-ktp. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Kekosongan blangko e-KTP di Batam sudah empat bulan terakhir. Puluhan ribu warga yang sudah melakukan rekaman e-KTP belum bisa mendapatkan e-KTP-nya hingga saat ini. Padahal, e-KTP tersebut sangat dibutuhkan untuk pengurusan berbagai dokumen lainnya.
Di Kecamatan Batuampar contohnya, tercatat ada 2.416 berkas e-KTP yang belum dicetak karena blangko kosong sejak September hingga Desember 2016.
Camat Batuampar Tukijan merinci data berkas e-KTP tersebut yakni; September 859 berkas, Oktober 596 berkas, November 490 berkas, dan Desember 471 berkas.
“Yang banyak, berkas perpanjangan sebanyak 2.111 berkas,” kata Tukijan.
Menurutnya, menumpuknya berkas akan terus berlanjut mengingat belum ada kejelasan terkait ketersedian blangko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Ya begitu (akan terus menumpuk), belum lagi Januari ini,” ucapnya.
Namun demikian, dia berharap warga agar tetap mengajukan berkas karena untuk mengatasi kekosongan blangko pemerintah menyiapkan surat keterangan pengganti e-KTP yang diterbitkan dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Jadi kalau ada yang urus datang saja, nanti kalau butuh surat itu (pernyataan) bisa diambil di Disdukcapil,” pungkasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan untuk jumlah pengajuan e-KTP yang belum dicetak periode Setember-Desember 2016 mencapai 7.393 pengajuan. Sedangkan untuk Kartu Keluarga (KK) mencapai 405 KK. Di hari pertama kerja tahun 2017 ini, pelayanan e-KTP masih menjadi primadona.
“Setiap hari terus ada pengajuan, seperti hari ini pelayanan e-KTP masih diserbu warga yang ingin membuat e-KTP,” kata Arman, Selasa (3/1/2016).
Dia menambahkan untuk pelayanan di hari pertama berjalan dengan lancar. Pihaknya tetap melayani pengajuan e-KTP yang masuk. Setiap hari rata-rata ada 25-30 pengajuan permohonan pembuatan e-KTP.Dia berharap blanko segera tersedia, karena batas pembuatan e-KTP tinggal beberapa bulan lagi.
“Pertengahan tahun ini berakhir masa pengajuan, kami takutkan jumlahnya semakin menumpuk. Semoga secepatnya bisa ada blankonya,” harap pria yang baru dilantik Desember 2016 ini.
Di Kecamatan Batam Kota juga ada ribuan berkas e-KTP menumpuk. “Ini bukan kehendak kami, maunya kami cepat, tapi lelang blangko e-KTP di Kemendagri belum selesai, kemungkinan Juli-Agustus baru bisa cetak,” ujar petugas kecamatan yang melayani pertanyaan warga yang mengurus e-KTP, Jumat (30/12/2016) lalu. (cr13/cr17/cr20/nur)
batampos.co.id – Unah, 60, seorang nenek di Desa Kelarik Natuna menjadi korban mangsa seekor buaya muara di sungai Selahang, Senin (2/1/2016).
Beruntung nenek ini masih selamat dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena mengalami luka robek serius di bagian paha dan dan perut.
Menurut pengakuan Rohani (anak korban, red) kejadiannya sekitar pukul 05.00 WIB. Rumah orangtuanya memang berada di pinggir sungai. Ketika air laut pasang, sungai naik lebih tinggi.
Saat itu orangtuanya baru bangun tidur dan hendak berwudu dan sempat buang air. Ketika sedang posisi jongkok, buaya langsung menyerangnya dan menyambar dari bawah jamban.
“Saya kebetulan tadi malam nginap di rumah emak. Kan mau wudu salat subuh, tiba-tiba emak teriak. Saya terperajat, lihat emak sudah terduduk dan ada darah,” tutur Rohani di RSUD.
Unah sempat dirawat di Puskesmas Kelarik. Namun kondisi luka robek yang parah, akhirnya dirujuk ke RSUD.
Dokter yang melakukan evaluasi kondisi korban menyatakan harus dioperasi. Untuk memastikan seberapa parah luka robek yang dikawatirkan mengenai organ usus.
Nenek ini sesampainya di IGD RSUD dalam keadaan sadar. Ia mengaku saat itu tidak menyangka ada buaya sepertinya sudah mengintai dirinya di bawah jamban rumahnya.
Saat itu sebelum wudu, baru jongkong untuk buang air. Hanya hitungan detik buaya langsung menyambar dan merobek paha bagian belakang dan perutnya. Betisnya juga luka karena kuku.
“Saya kaget. Saya lagi jongkok, mau sekalian wudu. Sempat tarik menarik celana saya karena tersangkut giginya buaya. Waktu itu tidak terasa kalau ada robek di perut dan paha,” tutur Unah.
Dokter spesialis bedah RSUD Subchaan Arga Bahtiar mengatakan, luka robek korban cukup panjang. Bagian perut sekitar 10 centi meter dan pahanya. Namun korban harus dioperasi. Untuk menjahit luka robek bagian dalam.
“Kita berharap luka robek bagian perut tidak merusak bagian usus. Memang diagonasa sementara organ vital tidak rusak. Hanya saja pasien mengalami darah tinggi. (arn)
batampos.co.id – Sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang hingga saat ini belum mengeluarkan surat pemberhentian sementara kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, merasa heran.
Padahal, Ahok saat ini sudah resmi menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.
“Kemendagri harus tegakkan hukum seadil-adilnya, ketika UU Pilkada menegaskan bahwa siapapun kepala daerah status terdakwa diberikan surat keputusan pemberhentian sementara,” tegas HNW, Selasa (3/1).
Bukan tanpa alasan, HNW menegaskan bahwa Kemendagri harus segera menerbitkan surat pemberhentian Ahok.
“Ahok sudah jelas terdakwa dan bahkan eksespsi kemarin ditolak. Apa yang dilakukan Kemendagri terhadap kepala daerah lain harus juga dikenakan kepada Ahok. Sehingga baik di pengadilan maupun di Kemendagri semuanya membuktikan mereka tidak masuk angin, buktikan hukum masih bisa ditegakkan kepada siapapun,” kata HNW.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu nomor register perkara dugaan penistaan agama oleh Ahok yang harus dikeluarkan oleh pengadilan. Hal itu sesuai Pasal 83 Ayat (2) UU 23/2014 tentang Pemda. (ra/pst)