Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 13831

Anggaran Sampah Batam Tahun 2017, Rp 97 Miliar

0
Dua orang Satgas kebersihan Kecamatan Bengkong sedang memindahkan sampah dari mobil satgas kebersihan kecamatan ke mobil bin kontainer di TPS Komplek Greentom Bengkong, Rabu (4/1).
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengelolaan sampah di Kota Batam menelan anggaran sekitar Rp 97 miliar.

Pengelolaan diserahkah ke setiap kecamatan. Dimana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bertanggungjawab mengatur dan mengolah sampah.

“Sesuai kebijakan Wali Kota, pengakutan sampah perumahan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dikelola kecamatan. Lalu TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Tanggung jawab DLH,” ujar Jefri Simanjuntak, anggota Komisi III DPRD Batam.

Menurut Jefri, anggaran Rp 97 miliar itu untuk pengelolaan sampah di Batam selama tahun 2017. Di mana anggaran dibagi di masing-masing kecamatan. Anggaran yang diberikan berbeda setiap kecamatan. Sesuai kepadatan penduduk dan kuota sampah.

“Total di Kecamatan Rp 19 miliar sedangkan di DLH sendiri anggarannya Rp 78,76 miliar,” terangnya.

Mekanisme pengakutan sendiri, lanjutnya, kecamatan akan berkordinasi dengan setiap kelurahan untuk mengakomodir titik-titik sampah. Sehingga pertanggungjawaban sampah di titik TPS menjadi tanggungjawab masing-masing kelurahan dan kecamatan.

Begitu juga armada kendaraan yang sebelumnya ada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, saat ini sudah diserahkan ke setiap kecamatan. Dimana setiap kecamatan mendapatkan 10 mobil carry, becak dan lory sampah, dengan total 18 armada pengakutan.

“Tahun ini juga ada penambahan angkutan sampah, tapi berapa jumlah pastinya saya belum lihat,” imbuhnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono berharap penanganan sampah di tahun 2017 ini lebih optimal lagi. Setiap kecamatan harus mengkaji pengelolaan yang teratur dan tidak serampangan. Sehingga tak ada lagi sampah-sampah yang menumpuk.

“Titik-titiknya kan sudah tahu. Semisal di Jembatan Nato Sagulung dan kavling baru. Ke depan kita mengharapkan titik yang sudah diketahui ini tolong diintensifkan. Minimal diangkut agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun lalu,” terang Djoko.

Selain itu, lanjutnya, harus ada evaluasi mana hasil yang bagus. Pasalnya pengelolaan ke setiap kecamatan ini membutuhkan penyesuaian. Semisal armada pengakut sampah yang berada di DKP, Sekupang akan diserahkan ke setiap kecamatan.

“Artinya mengakat sampah sudah punya prediksi. Tahun pertama, kedua, ketiga sampah ini sudah dikelola oleh pemko seharusnya bisa dievaluasi. Kekurangannya dimana, itu yang diajukan. Karena swakelola lebih ribet dari pihak ketiga,” terangnya.

Apalagi untuk memanajemen 1035 petugas kebersihan itu tidak mudah. DLH tidak serta merta menangani masalah sampah. Masih banyak pelayanan lain yang berhubungan dengan publik. “Saran saya ada yang namanya UPT kebersihan,” ucapnya.

UPT ini, lanjut Djoko, dikhususkan untuk menangani masalah sampah secara intensif.

“Kami sudah studi banding ke Balikpapan, dan hasilnya sangat bagus. Disana UPT nya sudah 15 tahun dan manajemennya tidak berubah-ubah. Jadi mereka sudah hapal siapa supirnya, siapa supirnya dan dimana titiknya. Jadi ada evaluasi terus,” katanya.

Ditambahkan Djoko, ini yang seharusnya juga diterapkan di Batam. Tidak seperti saat ini ‘tukar guling terus.

“Baru mau paham, dua, tiga tahun diganti lagi. Lama-lama gak ada yang paham. Artinya butuh penyesuaian pejabat yang baru,” ucapnya.

Dengan hadirnya UPT kebersihan ini, kata Djoko, tentu hasilnya akan jauh lebih baik. Karena bersinergi dan terintegrasi. Makanya ke depan kita harapkan walikota betul-betul menyikapi permasalahan sampah secara arif dan bijaksana,” pungkasnya. (rng)

Wisata Penginapan Berbasis Kesehatan dan Kebugaran

0

batampos.co.id – PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) telah bekerjasama dengan tiga pengusaha asal tiga negara untuk mengembangkan wisata penginapan berbasis kesehatan dan kebugaran (Medical Tourisem) di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong. Bentuk kerjasama itu dibuktikan melalui perhelatan peresmian pembangunan (Ground Breaking) International Wellness Resort dengan momotong tumpeng di Area Pinggiran Danau Buatan Lagoi Bay, Sabtu (21/1).

Acara Ground Breaking ini dihadiri langsung oleh tiga pengembang resort yang berasal dari Indonesia, Singapura dan Meksiko. Diataranya President Direktur International Wellness Resort, Herman Lawi, Direktur International Wellness Resort, Muhammad Faqeh dan Komisaris International Wellness Resort, Nestor Gomez. Kemudian turut hadir juga Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab, Sekretaris GGM PT BRC, Sorta, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira, Camat Teluk Sebong, Herika Silvia, Consultan PT BRC, Marc Thalman, Administrasi Manager PT BRC, Edi Martha, Senior Manager GA PT BRC, Sjamsumar Hadianto, HRD Manager PT BRC, Wahyu Febrianto, CD Manager PT BRC, Machsun Asfari, Hod Etd PT BRC, Edi Darmoyo, Manager BD PT BRC, Lidia Endang Sumartini, Kepala Departemen Security PT BRC, Yudi Setiawan, Kepala Departemen Water Treat Ment Plan PT BRC, Miftach Hydayat serta staff PT BRC.

President Direktur International Wellness Resort, Herman Lawi mengatakan International Wellness Resort ini merupakan penginapan yang berbasis medical tourisem. Jadi bagi yang berwisata di sini, selain bisa menikmati penginapan yang berfasilitas lengkap dengan suguhan alam nan indah yaitu hutan tropis dan danau buatan. Juga bisa berkonsultasi terkait kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Resort ini dibangun satu paket dengan klinik kesehatan dan kebugarannya. Jadi bagi yang ingin tahu seputar kesehatan rambut, kulit dan lainnya bisa hadir di resort ini nantinya,” ujarnya.

Kawasan Pariwisata Lagoi ini, Kata dia, bukan dilirik mereka karena sektor kepariwisataannya saja. Tetapi mereka berniat berinvestasi di lahan milik PT BRC ini karena memiliki banyak potensi dibandingkan daerah lainnya. Dengan dasar itulah mereka berani menghadirkan sebuah resort bernuansa kesehatan dan kebugaraan satu-satunya di wilayah ini bahkan menjadi pertama di seluruh Indonesia. Sebab di kawasan ini hanya ada wisata keluarga (Family Tourisem) dan olahraga (Sport Tourisem) saja.

Kemudian yang menjadi peluang besar bagi mereka yaitu letak Kawasan Pariwisata Lagoi yang sangat strategis. Diantaranya selain berdekatan dengan Malaysia dan Singapura juga memiliki keindahan dan pesona alamnya yang alami. Bahkan kemanan dan kenyamanan di sini juga telah terjamin. Lalu, bersama PT BRC dan Pemkab Bintan dipercayai investasi yang dilakukannya akan menuai dukungan penuh untuk mensukseskan pembangunan International Wellness Resort ini.

“Harapan kami hadirnya International Wellnes Resort ini mampu meningkatkan angka kunjungan turis ke Bintan, Kepri maupun Indonesia. Baik itu turis lokal maupun mancanegara. Kami bangga dapat berkontribusi untuk kemajuan daerah,” bebernya.

GGM PT BRC, Abdul Wahab mengucapkan terimakasih kepada tiga pengusaha yang telah mempercaayai PT BRC sebagai lokasi yang tepat untuk dikembangkannya International Wellness Resort. Dengan hadirnya resort ini akan menambah lagi brand-brand baru yang dimiliki Kawasan Pariwisat Lagoi dari Family Tourisem dan Sport Tourisem sekarang bertambah menjadi Medical Tourisem.

“Memang untuk kelas Asia Medical Tourisem ini masih diungguli Korea dan Thailand. Tapi dengan hadirnya International Wellness Resort ini, kami inginkan Bintan lebih maju dibandingkan kedua negara tersebut. Semoga keinginan itu bisa kita gapai bersama-sama,” katanya.

Himbauannya, dengan dilaksanakannya Ground Breaking saat ini bisa memacu semangat para pengembang untuk segera merealisasikan pembangunan resortnya. Jadi mulailah dari peletakan batu pertama, tahapan pembangunan sampai diselesaikannya 100 persen. Sebab PT BRC menargetkan International Wellness Resort ini sudah bisa dioperasikan awal 2018 mendatang.

“PT BRC akan membantu pengembang agar mampu menyelesaikan pembangunan resortnya sesuai target yang ditetapkan. Bahkan kami juga akan membantu mempromosikannya dari daerah ke daerah hingga antara negara-negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan Pemkab Bintan akan senantiasa mendukung dan membantu para investor untuk mengembangkan usaha-usahanya di Bintan, khususnya di Kawasan Pariwisata Lagoi. Sebab investor yang telah memajukan sektor kepariwisataan Bintan sangat berkontribusi besar dalam peningkatan sumber keuangan daerah.

“Kami akan bantu serta memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan investor. Bahkan kami akan mempermudahkan untuk pengurusan berbagai izin-izinnya. Itu semua dilakukan karena Lagoi telah berkontribusi besar menyumbang PAD Bintan,” pungkasnya. (ary)

Menanyakan Sumbangsih BUMD Batam

0

batampos.co.id – Udin P Sihaloho, anggota banggar DPRD Kota Batam, mengingatkan kembali Pemko Batam agar penyertaan modal diberikan ke hal-hal yang jelas bisa dimanfaatkan Pemko Batam.

Demikian halnya dengan anggaran yang sudah masuk ke BUMD, PT Pembangunan Batam yang tidak memberikan keuntungan yang jelas kepada masyarakat Batam. Menurutnya, kinerja PT Pembangunan Batam harus dirasakan masyarakat luas sesuai dengan tujuan awal dibentuknya BUMD tersebut.

“Kan sudah jelas, dari awal itu dibentuk tujuannya untuk masyarakat luas dan menekan inflasi. Tapi lita saja sekarang, mungkin banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai keberadaan BUMD ini,” katanya.

Sallon Simatupang, wakil ketua Komisi II DPRD Kota Batam menyarankan agar pimpinan PT Pembangunan Batam dievaluasi. Core bisnisnya juga dikembalikan sesuai dengan tujuan awal.

“Perlu diingat, tujuan utama PT Pembangunan Batam dibentuk adalah untuk melayani Sembako ke Masyarakat dan juga untuk menekan inflasi. Tetapi yang kita lihat sekarang sudah beda,” katanya.

Menurutnya, tidak perlu menghitung untung yang diberikan PT Pembangunan Batam ke Pemko Batam. Tetapi harus dihitung apa sih yang sudah mereka sumbang untuk masyarakat. (ian)

Sambut Imlek, Fashion Show khas Tionghoa

0

batampos.co.id – Tata berhasil meraih juara 1 dalam perlombaan fashion show menggunakan baju khas Tionghoa (cheongsam), yang digelar dalam perayaan Imlek bertajuk TCC Oriental Empire di Atrium Tanjungpinang City Center (TCC) Mall, Minggu (22/1).

Lomba yang dikhususkan untuk anak-anak, mulai dari Taman kanak-kanan (TK), hingga SD ini berlangsung meriah, dengan diikuti sebanyak 25 peserta untuk lomba fashion show.

Seluruh peserta lomba ini pun menunjukkan penampilan terbaiknya. Meskipun usianya masih terbilang muda, namun keberanian untuk tampil diatas panggung patut diacungi jempol.

Salah satunya, Tata, 8, yang berhasil menjadi pemenang juara 1 dalam lomba fashion show tersebut. Dia mengaku senang, karena usaha dari latihannya selama ini bisa membuahkan hasil yang membanggakan.

“Senang bisa menang, dapat hadiah lagi. Gak sia-sia latihan selama ini,” ujar Tata, usai menerima piagam penghargaan atas juara 1 lomba fashion show, Minggu (22/1).

Anggie, ibu kandung Tata, mengaku anaknya selama ini memang sering mengikuti lomba fashion show, namun sebelum mengikuti lomba, putrinya itu sudah dilatih terlebih dahulu oleh guru pembibingnya.

“Kalau ada event lomba fashion show, anak saya ini selalu ikut. Tapi sudah dapat pelatihan dari guru SD-nya. Buk Rika namanya,” ujarnya

Menurutnya kegiatan yang digelar TCC Mall ini sangat variatif dan kreatif, karena dengan kegiatan seperti ini, tentunya membuat sang anak akan semakin kreatif dalam mengembangkan hobinya.

“Terimakasih TCC Mall. Acaranya sangat bagus. Semoga bisa terus berlanjut sampai seterusnya,” harapannya.

Sementara itu, Lovita, salah satu juri penilai dalam lomba tersebut mengaku seluruh peserta yang tampil sangat bagus dan hebat. Mereka memiliki rasa percaya diri yang kuat untuk tampil diatas panggung. Selain itu, kostum yang dipakai, serta dandanannya juga sudah sesuai dengan karakternya masing-masing.

“Yang namanya lomba tetap harus dipilih satu yang paling terbaik dari semuanya. Tapi semua peserta penampilannya bagus dan apik,” terangnya.

Perempuan yang pernah terpilih menjadi Mis Pariwisata Provinsi Kepri tahun 2011 ini mengaku sangat mengapresiasi acara seperti ini, karena sangat bermanfaat bagi si anak untuk melatih keberanian tampil diatas panggung, sekaligus juga bisa mengembangkan bakat dan hobinya sejak usia dini.

“Event seperti ini memang sudah jarang diadakan di Kepri. Terkhususnya di Tanjungpinang. Padahal bakat-bakat mudah banyak disini. Kegiatan yang bertujuan untuk melatih bakat dan talenta mudah seperti ini harus terus berlanjut, dan jangan pernah berhenti,” harapannya.

Acara bertajuk TCC Oriental Empire ini tak hanya menghadirkan kegiatan lomba fashion show dan karaoke, namun juga menghadirkan keseruan lainnya untuk memeriahkan perayaan Imlek diantaranya, pesta pertunjukan Barongsai tanggal 27 Januari, dan bazar aneka mie (Noodle fest) tanggal 3-5 Februari. (cr20)

Melalui Gowes Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan

0

 

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun membaur bersama masyarakat dalam acara gowes atau bersepeda santai dengan rute Kantor Gubernur Dompak, melewati Jembatan I Dompak dan finish di Gedung Daerah, Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu (22/1/2016).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dengan leading sektor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan dibuka langsung oleh Gubernur serta dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pegawai dan masyarakat.

Para peserta tampak antusias begitu Gubernur mengangkat bendera tanda acara ini dimulai. Ratusan pegowes mulai mengayuh pedal sepedanya menuju garis finish.

Apalagi panitia menyediakan berbagai hadiah doorproze yang menarik. Sehingga masyarakat mendapatkan dua keuntungan sekaligus dari kegiatan ini, yakni sehat dan hadiah doorproze bagi yang bwruntung.

“Banyak cara untuk mengeratkan konektivitas hati. Dan ini adalah salah satunya. Melalui kegiatan gowes ini kita akan banyak mendapat keuntungan, seperti terjaganya silaturahmi, terjaga kebugaran tubuh dan ditambah lagi digaria finish sudah menanti berbagai doorprize,” kata Guberur.

Gubernur juga berharap, agar peserta untuk acara gowes ini kedepannya semakin ramai. Karena semakin banyak yang ikut, maka akan semakin banyak yang terjaga kesehatan jantungnya. Dengan demikian maka lambat laut masyarakat Tanjubgpinang akan terbiasa hidup sehat.

Menurut Nurdin pola hidup sehat itu tidak mahal, cuma butuh disiplin aja. Lakukan bangun pagi setiap hari. Karena tidak ada olahraga yang dilakukan di siang hari. ***

Zafira Juara Satu Lomba Alat Musik Biola

0
Zafira Puan Adelin Pelajar kelas 6 SD Pelita Nusantara (Pelnus) menjadi juara pertama alat musik biola yang diadakan Mall Tanjungpinang City Center (TCC), Minggu (22/1).

batampos.co.id –  Zafira Puan Adelin Pelajar kelas 6 SD Pelita Nusantara (Pelnus) Tanjungpinang berhasil menjadi juara pertama alat musik biola dalam lomba menyambut Tahun Baru Imlek 2017 yang diadakan Mall Tanjungpinang City Center (TCC), Minggu (22/1).

Acara yang diikuti puluhan siswa ini digagas tim kreatif TCC bertemakan Oriontal Empire Chinese New Year 2017. Zafira menuturkan, sangat antusia mengikuti acara tersebut. Ini menjadi salah satu wadah menyalurkan kemampuannya.

 

Menurutnya, lomba kesenian alat musik biola antarpelajar di Tanjungpinang terbilang jarang dilaksanakan. Untuk itu, ia tak ingin menyianyiakan kesempatan ini. Sebagai peserta yang hobi bermain biola sejak kecil, Zafira begitu sapaan akrabnya itu, mengharapkan pemerintah, mampu mendukung acara lomba kesenian seperti ini ke depannya.

“Saya ingin berprestasi lewat alat kesenian ini namun tidak meninggalkan pendidikan formal di sekolah,” ucap Zafira sembari mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua yang selalu mendukung.

Hal senada disampaikan, Shabirin salah satu guru kesenian biola di Pelnus. Menurutnya, sudah banyak peserta didiknya yang mampu memainkan alat musik biola.
Hanya saja, pagelaran lomba tak banyak, padahal ia meyakini banyak siswanya yang ingin ikut. Ia berharap ke depan, makin sering dan banyak kegiatan semacam ini.
“Tujuan saya bukan menang, tapi siswa berani tampil sudah menunjukkan kemajuan,” tambahnya.

Sementara Pengelola TCC, Amril menyampaikan, gelaran kesenian biola, modeling, serta menyanyikan lagu Chinese New year di gelar sampai dengan 5 Februari mendatang.
Bagi peserta yang berhasil memenangkan acara ini akan mendapatkan hadiah tropi serta penghargaan lainnya. ***

Warga Menunggu Perluasan Alur Sungai Seilekop

0
Alat berat eskavator dikerahkan oleh tim terpadu untuk membongkar paksa jembatan yang dibuat oleh pengembang di Seilangkai, Sagulung yang mempersempit sungai, Senin (9/1).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelebaran alur sungai Seilekop, Sagulung belum juga rampung sampai Minggu (22/1) . Warga yang berdiam di sekitar bantaran sungai yang menjadi alur pembuangan itu kian kuatir dengan bahaya banjir.

Sungai yang semula memiliki lebar seukuran setengah lapangan sepak bola dan mampu menampung semua air pembuangan dari sebagian besar pemukiman warga di Sagulung dan Batuaji itu telah dipersempit oleh aktifitas reklamasi.

Pihak proyek reklamasi, menutupi alur sungai dan lebarnya dipersempit jadi tiga meter.

Akibatnya alur sungai tak lagi mampu menampung debit air pembuangan dari ratusan pemukiman warga yang ada di sekitarnya.

“Biasanya tak banjir tapi karena alur sungai itu dipersempit, hujan sedikit saja sudah langsung meluap air dari parit. Parit tak bisa berfungsi normal saluran sebab sungai sudah penuh dengan air,” ujar Erfan, warga di Seilekop, Minggu (22/1).

Kekuatiran akan bahaya banjir itu juga sampai ke warga yang berdiam di wilayah Batuaji seperti di daerah Genta, RKT ataupun Puskopkar. Saluran air dari sejumlah pemukiman di Batuaji tersebut juga melalui sungai yang dipersempit tersebut dan jika sungai tersebut tak berfungsi normal otomatis saluran parit perumahan juga akan tersumbat.

“Hujan rintik tadi pagi saja sudah penuh parit ini, apalagi kalau hujan besar bisa tenggelam rumah kami,” ujar Lois, warga Puskopkar, Batuaji.

Warga sangat berharap agar pemerintah atau pihak proyek reklamasi tersebut segera membenahi kembali alur sungai itu agar kembali seperti semula.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, keluhan dan kekuatiran warga itu sudah ditindak lanjuti. Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum (PU) kota Batam telah menghentikan aktivitas reklamasi itu. Pihak perusahaan juga sudah diproses oleh tim penyidik Dinas Lingkungan Hidup.

“Alur sungai juga sudah dikerjakan agar kembali seperti semula lagi. Ini (persempitan alur sungai) tak boleh terjadi,” ujar Reza.

Upaya menormalisasi kembali alur sungai itu masih terus berjalan dan saat ini memang masih dihentikan sementara sebab alat berat yang disediakan oleh Dinas PU sedang mengerjakan proyek lain.

“Tapi targetnya memang harus kembali seperti semula. Sudah mulai musim hujan ini jadi harus dipercepat pengerjaan itu. Kami akan koordinasi terus dengan PU,” kata Reza. (eja)

Dulu Lebar, Sekarang Sempit

0

Tanah timbunan di sungai yang berada di Seilangkai, Sagulung. Ini inilah bagian dari proyek reklamasi yang dilakukan seorang pengusaha. Warga kuatir rumah mereka kebanjiran saat hujan datang.

 

Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

Imlek Menjelang …

0

Dua orang warga Tionghoa sedang melaksanakan ibadah di Vihara Budhi Bakti Tua Pek Kong, Minggu (22/1). Menjelang imlek Vihara Budhi Bakti dihiasi dengan lampion dan perangkat ibadah yang bernuansa merah.

 

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Pak Walikota, Iklan Luar Ruang Liar Menjamur di Batang Pohon

0
Warga memasang iklan spanduk di batang pohon di Jalan R Suparpto, Tembesi, Sagulung. Foto diambil pada Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Poster atau banner iklan liar semakin menjamur di pinggir jalan. Di wilayah Batuaji dan Sagulung, iklan liar itu pada umumnya menyasar batang pohon penghijauan dan faslitas umum seperti halte pemberhentian bus.

Imbasnya tidak saja merusak pemandangan kota tapi juga merusak pohon penghijau sebab paku untuk merekatkan poster atau banner iklan liar ke batang pohon.

Umumnya poster atau banner iklan liar itu untuk promosi sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, lembaga simpan pinjam uang, pijat panggilan, rental kendaraan, tempat kursus dan masih banyak lagi promosi-promosi bisnis lainnya.

Di lokasi halte, banner iklan liar tersebut umumnya ditempel secara tak beraturan dan merusak pemandangan halte. Kondisi tersebut diperburuk lagi dengan aksi vandalisme dari oknum yang tak bertanggung jawab mencoret-coret bangunan untuk fasilitas umum.

“Padahal halte ini baru dibangun tapi kondisinya seperti ini. Sangat disayangkan katanya kota Bandar Madani tapi keadaan fasilitas umum seperti ini,” ujar Ricko, salah satu warga di Batuaji yang menyayangkan kondisi halte di depan pasar Fanindo yang sudah dipenuhi dengan tempelan iklan liar dan coretan, kemarin, (22/1). (eja)