
batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Husnaini mengatakan terjadi peningkatan permintaa terhadap kebutuhan sayuran di Kota Batam.
Data dari KP2K Kota Batam menyebutkan selama tahun 2015 jumlah kebutuhan masyarakat akan sayuran sebanyak 49 ton sedangkan produksi hanya 25 ton.
“Produksi kita belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.
Tingginya permintaan ini tidak sebanding dengan jumlah produksi sayuran yang dihasilkan petani di Batam. Karenanya, pemerintah harus mendatangkan sayuran dari luar pulau Batam seperti, Medan, dan Pulau Sumatera, Tanjungpinang.
Harga sayuran yang melambung disebabkan beberapa faktor diantara, mahalnya ongkos dari daerah asal, kondisi cuaca yang buruk, sehingga mempengaruhi produksi sayuran.
Pemerintah juga terus berusaha untuk menekan tingginya harga sayuran di Batam, salah satunya dengan membuka lahan pertanian di tiga pulau sekaligus. Tidak hanya sayuran tetapi juga untuk perikanan.
“Masih kami kaji, ke depan kami harapkan Batam bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur,” harap perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Program KP2K ini. (cr17)




Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan program yang berprinsip gotong royong. Prinsip tersebut direalisasikan dengan subsidi silang untuk pembayaran, serta peran dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam mendukung program JKN-KIS ini.

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mendorong, agar segera dibentuknya Tim percepatan Transmigrasi Lokal (Translok) Petani Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

