Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13868

Setahun, Warga Batam Perlu 49 Ton Sayur

0
Warga Batam pecinta sayur. Foto: batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Husnaini mengatakan terjadi peningkatan permintaa terhadap kebutuhan sayuran di Kota Batam.

Data dari KP2K Kota Batam menyebutkan selama tahun 2015 jumlah kebutuhan masyarakat akan sayuran sebanyak 49 ton sedangkan produksi hanya 25 ton.

“Produksi kita belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Tingginya permintaan ini tidak sebanding dengan jumlah produksi sayuran yang dihasilkan petani di Batam. Karenanya, pemerintah harus mendatangkan sayuran dari luar pulau Batam seperti, Medan, dan Pulau Sumatera, Tanjungpinang.

Harga sayuran yang melambung disebabkan beberapa faktor diantara, mahalnya ongkos dari daerah asal, kondisi cuaca yang buruk, sehingga mempengaruhi produksi sayuran.

Pemerintah juga terus berusaha untuk menekan tingginya harga sayuran di Batam, salah satunya dengan membuka lahan pertanian di tiga pulau sekaligus. Tidak hanya sayuran tetapi juga untuk perikanan.

“Masih kami kaji, ke depan kami harapkan Batam bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur,” harap perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Program KP2K ini. (cr17)

Lembaga Pemasyarakatan kelas II Batam Kelebihan Keban

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam di Barelang kelebihan beban. Saat ini dihuni 1.450-an napi.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Batam, Rommy mengatakan, “kapasitas napi disini sudah lebih 300 persen.”

Untuk mencegah ledakan warga binaan di dalam lapas itu, selain berharap agar aparat penegak hukum membasmi tuntas pelaku pengendar narkoba sebab mayoritas penghuni ialah terpidana kasus narkoba, juga berharap agar mereka yang memakai narkoba dipertimbangkan lagi terkait hukumnya.

“Kalau bisa di rehabilitasi saja atau buatlah lapas khusus narkoba agar semuanya jangan tertumpuk disini,” kata Rommy.

Kondisi lapas Batam saat ini sambung Rommy memang sudah tak seimbang lagi. Dalam satu kamar, napi yang harus dikurung lebih dari angka 20 orang. Padahal daya tampung ideal untuk satu kamar di blok penjara hanya 12 orang saja.

Ini menjadi keluhan serius warga binaan disana sebab kapasitas dalam satu ruangan yang mencapai diatas 20 an membuat mereka tak nyaman. Untuk tidur saja mereka harus bergantian.

“Kadang sampai ke toilet kalau mau tidur, memang sudah terlalu banyak,” ujar Akim salah seorang, Napi kepada Batam Pos belum lama ini. (eja)

60 Persen Penghuni Lapas Batam ialah Napi Kasus Narkoba

0
Ilustrasi Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa di negeri ini. Di kota Batam peredaran narkoba sepertinya tak terkendali lagi. Sebagian besar warga sudah terpengaruh dengan peredaran barang haram itu.

Ini dibuktikan dengan jumlah narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam di Barelang yang mana didominasi oleh napi kasus narkoba. Data terkahir yang diterima Batam Pos, dari 1.450 an napi yang ada di lapas, 60 persen diantaranya tersandung kasus narkoba dan parahnya lagi, dari 60 persen itu kebanyakan sebagai pemakai. Ini menunjukan bahwa warga yang terpengaruh dengan peredaran narkoba sudah cukup banyak.

“Ya memang kenyataan seperti itu. Yang pengedar atau bandar malah jarang dipenjara, ini yang dipenjara umumnya adalah pemakai,” ujar Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Batam, Rommy.

Keberadaan napi kasus narkoba di lapas, merupakan cerminan kehidupan nyata warga di kota Batam saat ini, yang mana satu napi narkoba mewakili 1000 warga lain di Batam yang berlibat dengan narkoba namun belum tersentuh hukum.

“Kalau pengedar mungkin sedikit, tapi pemakai sudah cukup banyak. Contohnya bisa dilihat di sini. 60 persen umumnya semua karena kasus narkoba,” ujar Rommy. (eja)

Kapolda Kepri: Temuan Menyerupai Bom = Teror

0
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian. Foto: Johanes/batampos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian mengatakan, benda yang ditemukan di Pasar Tibancenter (17/12/2016) lalu adalah wujud teror dari pelaku yang sengaja ingin menakut-nakuti warga.

“Setelah diperiksa, benda itu bukanlah bom tetapi dibuat menyerupai bom. Modusnya berarti teror,” ujarnya, Minggu (18/12/2016).

Ia menjelaskan, benda tersebut berisikan ponsel Blackberry tanpa mesin yang dilakban hitam, kemudian diselipkan kabel dan direkatkan ke sebuah batu bata.

“Lalu dibungkus dalam plastik berwarna biru,” terangnya.

Lanjut Sam, hal ini akan segera ditelusuri mengingat maksud dari teror pelaku. Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk patroli demi meningkatkan keamanan.

“Saat ini kita fokus menyelidiki asal-usul benda tersebut melalui saksi dan penemuan lainnya,” ungkap Sam.

Tidak lupa ia menghimbau, agar masyarakat juga bisa ikut membantu dengan memberikan informasi akurat yang bisa mengarah untuk mengidentifikasi pelaku. (cr15)

Virtual Account Keluarga Permudah Pembayaran BPJS Kesehatan

0

Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan program yang berprinsip gotong royong. Prinsip tersebut direalisasikan dengan subsidi silang untuk pembayaran, serta peran dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam mendukung program JKN-KIS ini.

Dengan prinsip tersebut diharapkan setiap anggota keluarga yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan rutin membayarkan iuran setiap bulan dan tidak hanya membayar iuran untuk anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pemahaman tersebut akan mendorong tercapainya suistainibiltas program JKN dan menstabilkan dana untuk biaya pelayanan kesehatan, sehingga jaminan kesehatan masyarakat akan lebih terjamin.

Untuk mengoptimalkan prinsip gotong royong tersebut mulai 1 September 2016 kemarin diberlakukan virtual account (VA) keluarga bagi peserta JKN-KIS kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau lebih dikenal sebagai peserta mandiri. Demikian jelas Kepala BPJS Batam Tavip Hermansyah

Tavip Hermansyah

Dengan sistem tersebut peserta dapat dengan mudah melakukan pembayaran melalui sistem pembayaran 1 (satu) virtual account (VA) untuk keseluruhan anggota keluarga yang diberlakukan oleh BPJS Kesehatan.

Sistem tagihan iuran virtual account (VA) Keluarga adalah tagihan iuran yang bersifat kolektif untuk seluruh anggota keluarga atau menggabungkan masing-masing tagihan peserta sebagaimana yang terdaftar pada Kartu Keluarga (KK) dan atau yang sudah didaftarkan sebagai anggota keluarga.

Jumlah pembayaran iuran pada salah satu nomor peserta anggota keluarga di channel pembayaran iuran bersifat akumulatif atas seluruh total tagihan iuran keluarganya.

Perubahan sistem pembayaran ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses pembayaran iuran dan memastikan bahwa iuran anggota keluarganya tidak ada yang terlewat dibayarkan.

Mekanisme ini diterapkan dengan maksud untuk efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pembayaran iuran, intinya untuk kepentingan dan kemudahan bagi peserta. Dengan adanya sistem pembayaran 1 (satu) virtual account untuk 1 (satu) Kartu Keluarga ini maka tidak perlu lagi melakukan transaksi pembayaran berkali-kali sesuai jumlah anggota keluarga, cukup 1 kali transaksi saja melalui salah satu virtual account yang ada.

Hal ini dikarenakan peserta hanya cukup menunjukkan salah satu nomor peserta di channel pembayaran iuran untuk membayarkan seluruh anggota keluarganya.

Adapun keunggulan sistem pembayaran virtual account keluarga selain karena efektif dan efisien adalah lebih hemat karena bebas biaya administrasi dan berlaku di seluruh channel bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

Sedangkan melalui PPOB, hanya dikenakan 1 (satu) kali biaya administrasi untuk transaksi pembayaran iuran seluruh anggota keluarga yaitu Rp 2.500,00 per transaksi pembayaran. *

Terduga Penista Agama Asal Batam Minta Maaf

0
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengamankan seseorang (tengah) yang diduga melakukan penistaan agama lewat media sosial, Minggu (18/12/2016) dini hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Terduga kasus penistaan agama asal Batam, Sabam Parulian akhirnya meminta maaf atas status yang ia buat dan ia share di grup Facebook Wajah Batam, yang menyinggung umat  Islam.

BACA: Terduga Penista Agama Asal Batam Diamankan Polisi

Status yang intinya menyebut kekalahan Timnas Indonesia di leg kedua final Piala AFF 2016 atas Thailand dikarenakan pemain Timnas melakukan salat sebelum bertanding.

Akibat statusnya yang menyinggung umat Islam itu, Sabam kemudian dilaporkan ke polisi. Dia pun diciduk di kediamannya di kawasan Sagulung, Minggu (18/12/2016) dini hari WIB.

Setelah melalui pemeriksaan, Sabam ditetapkan tersangka oleh penyidik di Polresta Barelang.

Baca Juga: Terduga Penista Agama Asal Batam Ditetapkan Tersangka

Saat menjalani pemeriksaan itu, Sabam akhirnya menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada umat Islam atas statusnya di Facebook tersebut.

“Atas persoalan ini, yang bersangkutan mengaku khilaf dan minta maaf,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Minggu siang (18/12/2016).

Meski telah meminta maaf, Sabam tetap diproses hukum. Sabam dinilai melanggar undang-undang ITE pasal 28 yang menyebutkan; setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Diluar penyidikan, saya akan mengumpukan MUI, tokoh adat, masyarakat untuk mengajak agar jangan terprovokasi,” kata Helmy.

BACA: Minta Masyarakat Tak Terprovokasi, Kapolres Barelang Temui MUI

Ia juga menghimbau  seluruh masyarakat untuk berhenti menebarkan kebencian atas nama apapun.

“Kepada masyarakat, stop menebar kebencian atas nama apapun, menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati dalam penggunaan media sosial. Yang bisa mengganggu orang lebih baik tidak usah,” pintanya. (cr1)

 

DPRD Batam Dorong Pemko Bentuk Tim Percepatan Translok

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mendorong, agar segera dibentuknya Tim percepatan Transmigrasi Lokal (Translok) Petani Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

Pasalnya, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota dan Wakil Walikota Batam, tahun 2018, dicanangkan dibentuk kawasan translok petani.

Tidak tanggung-tanggung, tiga pulau di hinterland Batam, tepatnya di seberang pulau Punggur, Batubesar, Nongsa dijadikan lokasi cadangan bagi para petani translok.

“Kami melihat Pemko sudah mengusulkan tiga pulau dan para petani pun menyambut baik wacana ini. Untuk itu kita (DPRD) meminta agar dibentuk tim percepatan translok,” ujar Sukaryo, anggota Komisi I DPRD Batam, Minggu (18/12).

Sebagai wakil rakyat ia menilai perlu ada percepatan ini. Sehingga di awal tahun 2017 pemko sudah mecantumkan apa saja dan berapa kegiatan. Sehingga di tahun 2018, semua persiapan menuju program translok 2018 ini bisa terwujud.

“Saat kami reses kemarin, respon petani sangat luar biasa. Mereka sangat siap untuk segera di translokan,” terangnya.

Apalagi, kata Sukaryo, hal ini termasuk bentuk upaya jaminan pemerintah daerah terhadap warganya yang memang bekerja sebagai petani.

“Kami berharap konsepnya terpadu, supaya ke depan bisa menjadi daerah agribisnis dan wisata,” kata dia.

Sehingga, selain menyediakan stok kebutuhan di Batam, translok petani ini juga menjadi alternatif wisata baik bagi wisatawan lokal maupun turis mancanegara.

“Harusnya sudah ada persiapan-persiapan yang mengarah ke sana. Makanya kita dorong untuk membentuk tim percepatan dari pemko,” pungkasnya. (rng)

Walikota Batam Janji 2017 Tak Ada Jalan Berlubang

0
Pengendara sepeda motor menghindari jalan yang rusak di jalan Marina City, Tanjungpinggir, Sekupang, Minggu (16/10). Warga berharap jalan ini segera diperbaiki sebelum makan korban. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan lubang di bawah jembatan penyeberangan Muka Kuning, Pabil dikeluhkan warga. Selain menyebabkan kemacetan karena harus berhenti dan memperlambat laju kendaraan, kondisi ini juga kerap menjadi faktor utama kecelakaan.

Seperti yang dialami, Ismet, warga Putri Hijau, merintih kesakitan, usai ban depan sepeda motor masuk lubang sehingga oleng dan laju sepeda motornya tidak terkendali.

“Saya tahu disini banyak lubang. Tapi tak tahu letak persisnya,” ujar Ismet.

Meskipun tidak mengalami luka yang cukup parah, ia mengaku keberadaan lubang-lubang itu sangat berbahaya. Apalagi ketika malam, disaat lampu penerangan kurang.

“Untung pas jatuh tak ada kendaraan di belakang yang laju,” ucapnya.

Ucok, warga sekitar mengaku sering terjadi kecalakaan tunggal di lokasi. Selain jalan yang tak rata, banyak lubang yang menyebabkan pengemudi motor jatuh.

“Kemarin ibu-ibuk bawa anak juga jatuh, lubangnya gak dalam tapi kalau pas ban motor yang masuk bisa jatuh,” ucap Ucok yang membuka tembel ban di lokasi.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan di Kota Batam. Menurutnya, pemko terus menata dan memperbaiki infrastruktur kota. Salah satu upayanya yakni menjaga estetika jalan seperti memastikan tidak ada jalan lagi yang berlubang mulai tahun 2017 nanti.

Ia mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah mengatasi jalan berlubang, “Meski itu jalan provinsi atau jalan kementerian pusat. Anggarkan. Bikin suratnya. Kalau dia tidak bisa kita lakukan penempelan saja,” kata Rudi.

Selain itu, langkah yang dilakukan yakni menyusun rancangan nota kesepakatan Pemprov Kepri dan Kemen PU. Bila jalan mereka rusak di Kota Batam akan diperbaiki daerah dulu. “Ada MoU, supaya nanti kalau ada jalan berlubang kita atasi duluan,” ucapnya. (rng)

Minta Masyarakat Tak Terprovokasi, Kapolres Barelang Temui MUI

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika.

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika bakal mengumpulkan dan bertemu dengan para tokoh Islam yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam dan Kepri, terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Sabam, salah satu warga Batam.

Baca Juga: Terduga Penista Agama Asal Batam Diamankan Polisi

Sabam sendiri telah diamankan polisi pada Minggu malam (18/12/2016) pukul 03.00 WIB.

“Diluar penyidikan, saya akan mengumpukan MUI, tokoh adat, masyarakat untuk mengajak agar jangan terprovokasi,” ujar Kapolres, Minggu (18/12/2016).

Kapolres meminta masyarakat mempercayakan proses hukum kasus dugaan penistaan agama ini ke penegak hukum.

Helmy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhenti menebarkan kebencian atas nama apapun. Juga lebih berhati-hati dalam mengunggah status di media sosial.

“Kepada masyarakat, stop menebar kebencian atas nama apapun, menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati dalam penggunaan media sosial. Yang bisa mengganggu orang lebih baik tidak usah,” tegasnya. (cr1)

Berita Terkait: Terduga Penista Agama Asal Batam Jadi Tersangka

Terduga Penista Agama Asal Batam Ditetapkan Tersangka

0
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengamankan seseorang (tengah) yang diduga melakukan penistaan agama lewat media sosial, Minggu (18/12/2016) dini hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sabam Parulian, terduga penista agama terkait statusnya di grup Facebook Wajah Batam yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia di leg kedua Final Piala AFF 2016 kontra Thailand karena pemain Timnas salat sebelum bertanding, telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Iya, statusnya tersangka,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika, Minggu siang (18/12/2016).

Helmy mengatakan Saban dikenakan undang-undang ITE pasal 28 yang menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sabam diamankankan Minggu (18/12/2016) dini hari WIB, setelah polisi mendapat laporan dari warga yang tak terima dengan status Saban. (cr1)

Baca juga: Terduga Penista Agama Asal Batam Diamankan Polisi