Minggu, 22 Februari 2026
Beranda blog Halaman 13884

Jaksa Kembali Panggil Ratusan Guru TPQ terkait Kasus Dana Bansos

0
ilustrasi dana bansos.
ilustrasi dana bansos.

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kembali meminta keterangan ratusan guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Aula lantai 3 Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Kali ini, giliran guru TPQ di Kecamatan Batamkota yang dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait dana bansos Batam.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejati Kepri, kemarin (8/4), hampir sama dengan proses pemeriksaan guru TPQ sebelumnya. Dimana, para guru diberi form yang berisi delapan pertanyaan.

Kasi Penyidikan (Kasidik) Tipidsus Kejati Kepri, Zainur Arifin Syah mengatakan proses pemeriksaan para saksi tersebut serupa dengan saksi-saksi sebelumnya. Para saksi hanya memberikan jawaban di form yang telah disediakan penyidik.

”Pertanyaan sama, namun giliran guru TPQ untuk Kecamatan Batamkota yang kita periksa,” jelasnya.

Menurut dia, dari 300 guru TPQ yang dijadwalkan hadir untuk pemeriksaan, hanya 100 orang lebih yang hadir. ”Jumlah pastinya saya belum dapat laporan. Yang jelas ada 100 lebih. Dan proses pemeriksaan ini tetap berlangsung seminggu ke depan, namun dengan kecamatan berbeda,” terang Zainur.

Dikatakannya, hingga kemarin pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) tahun 2011-2014.

Begitu juga dengan nilai kerugian negara dalam pagu anggaran Rp 66 miliar tersebut.

”Belum ada tersangka. Kita sedang memperkuat bukti untuk penetapan tersangka. Begitu juga dengan nilai kerugian, belum ada,” ujarnya. (she/bpos)

PLN Gilir Pemadaman hingga Dua Jam

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit I Tanjungkasam rusak lagi, Jumat (8/1) sekitar pukul 01.31 WIB dini hari. Akibatnya, PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena defisit daya kurang lebih mencapai 30-37 Mega Watt (MW).

Bright PLN Batam melalui Corporate Communication, Rudi Antono menjelaskan, saat ini sedang terjadi gangguan pada unit 1 PLTU Tanjungkasam. Gangguan telah diidentifikasi terjadi pada sistem proteksi pembangkit, sehingga berdampak terjadinya defisit daya yang mengakibatkan terjadinya pemadaman kepada pelanggan secara bergantian dengan durasi kurang lebih dua jam per periode per pelanggan.

”Gangguan tersebut merupakan gangguan vital yang memerlukan tindakan preventif dan harus segera diperbaiki mengingat PLTU Tanjungkasam merupakan backbone sistem di Batam sementara ini. Takutnya jika dibiarkan akan terjadi black out (padam total) nantinya,” ujar Rudi.

Dia menuturkan, perbaikan kerusakan yang dilakukan antara lain perbaikan pada sistem proteksi dan melakukan beberapa inspeksi pada komponen PLTU. Waktu yang diperlukan untuk perbaikan di perkirakan dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (7-8/4). Untuk hari Minggu tidak ada pemadaman karena beban tidak terlalu tinggi.

”Gangguan ini termasuk gangguan yang mendadak dan bisa terjadi sewaktu-waktu karena mesin beroperasi terus dan memasok daya yang besar untuk sistem di Batam,” sebut Rudi.

Namun demikian, lanjutnya, PLN akan berupaya semaksimal mungkin agar perbaikan dapat selesai tepat waktu, agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang mengakibatkan terganggunya pasokan listrik ke pelanggan.

”Untuk mengurangi dampak terjadinya pemadaman, kami mengimbau para pelanggan dapat melakukan penghematan penggunaan tenaga listrik selama dilakukannya perbaikan. Misalnya dengan mematikan lampu dan alat-alat elektronik apabila tidak dipergunakan dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas terjanya gangguan ini,” tutup Rudi.

Traffic Light Mati, Lalu Lintas Macet

Sementara itu, pemadaman aliran listrik menyebabkan sejumlah traffic light tidak berfungsi. Akibatnya, sejumlah persimpangan menjadi sumber kemacetan. Aksi main terobos pengguna jalan pun tak terhindari.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id) di Simpang Lampu Merah Kallista, Batamkota, kemacetan terjadi hingga ratusan meter dari arah Simpang Kara. Kondisi tersebut tentunya sangat membahayakan para pengendara jalan yang melintas di ruas jalan perempatan tersebut.

”Kalau antre tidak apa-apa. Ini kendaraan roda empat semaunya saja,” keluh Andi, salah seorang pengendara motor.

Menurut Andi, kondisi seperti ini sering terjadi khususnya ketika aliran listrik padam. Lampu jalan tak berfungsi yang menyebabkan kondisi jalanan macet total. ”Kalau sudah mati, ya beginilah. Apalagi tak ada polisi yang menertibkan,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Andri. Ia mengaku, setiap kali ada gangguan listrik, akan berimbas kepada traffic light di Simpang Kallista. ”Listrik mati, imbasnya traffic light tak berfungsi. Lalu lintas pun amburadul,” keluhnya. (hgt/rng/bpos)

32 Kios Liar Pasir Putih Digusur

0
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Sekitar 32 kios liar semi permanen di sekitar Bundaran Tropicana, kawasan Pasir Putih ke arah Bengkong dirobohkan oleh tim terpadu, Jumat (8/4). Tim terpadu yang berjumlah 300 orang terdiri itu, dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, TNI dan Polri. Sayangnya, penertiban yang dilakukan tim terpadu tersebut terkesan tebang pilih. Pasalnya, kios-kios liar permanen yang berada di seberang Bundaran Tropicana tidak dirobohkan.

Kepala Satpol PP Pemko Batam, Hendri berdalih baru akan merobohkannya minggu depan. Menurutnya, pengembang kios liar ini memiliki izin untuk membangun taman dari BP Batam, namun dalam praktiknya malah disalahgunakan untuk membangun kios liar. ”Penertiban ini sebagai shock therapy bagi pengembang kios liar lain agar berhenti membangun kios liar,” ujarnya.

Menurutnya, penertiban itu sempat mendapatkan penolakan dari pemilik kios. Pemilik kios berdalih telah membeli kios seharga Rp 40-60 juta dan dibangun di atas lahan Yayasan. ”Mereka (pemilik kios) menolak untuk dibongkar. Karena kios itu dibeli,” paparnya.

Dalam penertiban ini, tim terpadu tidak menurunkan alat berat dan hanya membawa dua lori untuk merobohkan kios-kios liar semi permanen tersebut. Sangat mudah merobohkannya, karena semuanya dibangun menggunakan batako putih yang gampang dihancurkan.

Tim terpadu mendapat target enam bulan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) untuk meratakan seluruh kios liar yang ada di Batam. Namun praktiknya tidak semua kios liar mendapat level surat peringatan yang sama. Dari delapan titik kawasan kios liar di Batam, ada kios liar yang baru mendapat surat peringatan satu sampai tiga atau SP bongkar, sehingga terkesan tim terpadu tebang pilih dalam penertibannya.

Risma, salah seorang pemilik kios mengaku kecewa dengan penertiban kios miliknya. Ia mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah tanpa adanya ganti rugi. ”Saya gak tahu kalau tidak boleh berjualan di sini. Kalau tidak boleh, kenapa pemerintah memperbolehkan dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melakukan tebang pilih dalam penertiban tersebut. Dimana kios liar yang berjarak 50 meter dari kios miliknya tak di tertibkan. ”Kalau memang salah. Kenapa masih ada yang berdiri? Ini namanya pengrusakan,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Hendra, pemilik kios di Pasir Putih. ”Kami minta jangan pilih kasih. Pemerintah harus adil. Jangan hanya penertiban dilakukan pada satu lokasi saja sedangkan lokasi lain dibiarkan tanpa adanya penertiban,” ujarnya.

Namun, hal itu dibantah Hendri. Dia mengatakan, penertiban kios liar di kawasan Pasir Putih akan dilakukan secara bertahap. ”Kita harus melakukan tindakan persuasif dulu sebelum bertindak tegas,” kilah Hendri.

Dia pun berjanji, Selasa (12/4) pekan depan, tim terpadu akan merobohkan 63 rumah liar yang ada di dekat Mesjid Agung, Tanjunguncang. Selanjutnya, Jumat (15/4) depan dilanjutkan eksekusi kios liar permanen di seberang Bundaran Tropicana. (leo/opi/rng/hgt/bpos)

Tarif Feri Batam-Tanjungpinang Turun Rp 1.500

0
ilustrasi kapal feri
ilustrasi kapal feri. Tarif feri rute Batam-Tanjungpinang turun Rp 1.500.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri bersama operator kapal menyepakati penurunan tarif feri atau transportasi laut yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan besin 2,6 sampai 4,8 persen dari tarif sebelumnya, imbas dari penurunan harga BBM. Khusus Batam-Pinang tarif baru Baruna Rp 57.500, sedangkan Marina Rp 52,500 ribu.

“Dengan berbagai pertimbangan, kita sepakati bersama penurunan arif angkutan laut dengan BBM solar diturunkan sebesar 2,6 persen. Kesepakatan itu untuk tranaportasi dalam Provinsi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis, melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut. Aziz Kasim Djou, usai rapat bersama di Kantor Dinas Perhubungan Kepri, Tanjungpinang, Jumat (8/4).
Lebih lanjut katanya, khusus Batam-Pinang tetap menggunakan tarif yang berbeda seperti ketentuan sebelumnya. Perbedaan tarif tersebut hanya berlaku bagi operator kapal Baruna dan Kapal Marina, yakni terjadi perbedaan tarif sebesar Rp 5 ribu. Ditegaskannya harga baru tersebut sudah termasuk asuransi Asuransi sebesar Rp 2 ribu.

Masih kata Aziz, tarif Batam-Pinang menggunakan kapal Baruna dari Rp 59 ribu menjadi Rp 57.500. Sedangkan dengan kapal Marina dari Rp 54 ribu menjadi Rp 52.500 ribu. Menurut Aziz, atas kesepakatan ini hasil pembahasannya akan disampaikan kepada Kepala Daerah untuk dipelajari dan disahkan dalam Surat Keputusan.

“Kita berharap ini segera diberlakukan. Tetapi mengingat Provinsi Kepri sedang berduka, karena wafatnya Gubernur Kepri sebagai Kepala Daerah, kebijakannya adalah menunggu arahan dari Wakil Gubernur Kepri,” jelas Aziz.

Dikatakannya juga, pada Senin (11/4) pihaknya akan menggelar rapat tranportasi darat dan Roro. Apabila sudah ada hasilnya, akan disampaikan kepada Wakil Gubernur tentunya. Apakah boleh untuk ditetapkan oleh wagub, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Biro Hukum Provinsi Kepri.

“Kita berharap ini bisa dilaksanakan, karena sipatnya mendesak. Ya, memang harusnya diteken oleh gubernur, tetapi Kepri sedang berduka karena wafatya gubernur hari ini (kemarin, red),” harap Aziz.

Ditegaskan Aziz, tarif dalam provinsi untuk tujuan Pinang-Lingga, Batam-Lingga, Batam-Karimun, Tanjungpinang-Tarempa juga menyesuaikan persentasenya. Sedangkan antarprovinsi seperti Batam-Dumai, tarifnya menyesuikan dengan mekanisme pasar. Berdasarkan ketentuan yang disampaikan oleh Kementerian Perhubungan.

“Pedoman penurunan tarif kali memang sepenuhnya berpatokan pada harga BBM. Karena kalau dikaji dari indikator-indikator di luar ini, tidak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat,” tutup Aziz. (jpg/bpos)

Pria Lajang Asal Palembang Gantung Diri di Kamar Kos Temannya

0
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Hidup makin berat, cari kerja susah, semua serba mahal, makan pun susah. Duh…

Ya, bisa jadi hal itu yang melatarbelakangi banyak pendatang yang mengadu nasib di Batam memilih bunuh diri.

Itu pula yang dilakukan Jaka, lajang asal Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. Ia ditemukan tewas gantung diri di kamar kos temannya, Efendi, di Perumahan Legenda Malaka Blok i8 Nomor 8 Batam Kota, Batam, Sabtu (9/4/2016) subuh.

Panatauan batampos.co.id di tempat kejadian perkara, Jaka terlihat tergantung menggunakan tali yang ia tautkan di paku beton dinding rumah kos kamar nomor 6.

Di bawah kakinya ada kotak triplek warna putih yang bisa jadi digunakan untuk berdiri sebelum ia geser ke kanan hingga ia tergantung.

Menurut Wawan Kurniawan, teman satu kos Jaka, sebenarnya Jaka tidak kos di Legenda Malaka tersebut. Jaka satu kos dengannya di Nagoya. Namun, Jumat (8/4/2016) malam, ia dan Jaka berkunjung ke rumah Efendi di Legenda Malaka Blok i8 nomor 8 tersebut.

“Dulu pernah kos di sini, tapi sebentar saja, sebulan saja,” kata Wawan.

Di rumah kosan tersebut, ia sempat ngobrol dengan teman-temannya sesama orang Palembang hingga tengah malam.

Karena sudah larut, teman kosnya (Efendi) yang sempat ngobrol dengan penghuni kosan nomor 5 akhirnya tertidur lelap. Sementara Jaka tidur di kamar Efendi di sebelahnya (kamar nomor 6).

Saat subuh, Efendi terbangun lalu berjalan menuju kamarnya. Begitu ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat Jaka sudah tergantung. Ia kemudian membangunkan teman-temannya yang lain. Mereka bergegas masuk ke kamar itu, namun tak berani menyentuh.

Dengan cepat warga sekitar tahu, lalu berdatangan ke kamar itu. Namun tak satupun berani menurunkannya. Perangkat RT RW sekitar lalu menghubungi polisi. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim Inafis Polresta Barelang tiba untuk identifikasi.

“Jaka anaknya pendiam, dia itu baru 3 bulan di Batam, sebelumnya kerja di Malaysia, terus pulang ke Palembang, lalu ke Batam lagi sejak tiga bulan lalu, katanya mau nyeberang lagi ke Malaysia tapi tak punya biaya,” kata Wawan.

Jaka pun sempat cari kerja di Batam supaya bisa punya modal ke Malaysia, namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Untuk kebutuhan makan, ia dibantu teman-temannya.

“Kami idak nyangko nak bunuh diri, main ke sini aku terimo bae, namonya kawan. Tapi pagi-pagi pas masuk kamar ngeliat dio udah cak itu (bunuh diri),” ujar Efendi yang dibenarkan Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, tim Inafis masih melakukan indentifikasi. Efendi dan Wawan juga dimintai keterangan.

Ada sedikit yang mencurigakan, meski tergantung kaki Jaka bisa menyentuh lantai. Tak hanya itu, di kamar kiri depan yang ada kaca lebar, ada tali plastik warna hitam yang udah membentuk lingkaran salah satu ujungnya tergeletak. Bisa jadi awalnya mau menggunakan tali rafia itu tapi rapuh.

Apakah Jaka murni bunuh diri dengan gantung diri atau dibunuh lalu digantung, tim identifikasi masih menyelidiki. (nur)

57 Hari Pak Sani Pimpin Kepri, Hari Jumat Dilantik Jadi Gubernur, Hari Jumat Wafat

0
Foto Sani dan Nurdin Basirun setelah dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 12 Februari 2016 lalu. Foto: istimewa
Foto Sani dan Nurdin Basirun setelah dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 12 Februari 2016 lalu. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pak Sani, dilantik menjadi Gubernur Kepri periode kedua pada hari Jumat 12 Februari 2016.

Ia berdampingan dengan Nurdin Basirun sebagai Wakil Gubernur.

Keduanya resmi dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk masa jabatan 2016-2021 di Istana Negara, Jakarta.

Kala Itu Pak Sani disebut sebagai Gubernur tertua sedangkan Zumi Zola (Jambi) sebagai Gubernur termuda.

Pak Sani pergi meninggalkan kita untuk selamanya pada hari Jumat 8 April 2016. (ptt)

Rida K Liamsi tentang HM Sani

0
Rida K Liamsi
Rida K Liamsi

batampos.co.id –  Rida K Liamsi tokoh masyarakat Melayu dan HM Sani ialah best friend. Demikian HM Sani kerap menggambarkan hubungan mereka.

“Saya kehilangan seorang sahabat baik. Tapi kepergian Pak Sani bukan hanya kehilangan saya pribadi, ini kehilangan seluruh orang di Bunda Tanah Melayu.” ujar Rida yang tak lain ialah Chairman Riau Pos Grup.

Ia menambahkan, “tak ada tokoh segigih beliau membangun Riau dan Kepulauam Riau. Sebagai pamong beliau adalah teladan yang langka membangun karir dari jenjang terendah sampai menjadi orang nomor satu. Dan terus memikirkan kemajuan Kepri sampai akhir hayat.”

“Saya kenal beliau dan dekat sejak beliau jadi walikota Tanjunhpinang. Saya waktu itu sudah jadi wartawan Suara Karya. Ada satu buku yang kami tulis yaitu Tanjungpinang Kota Bestari. Itu kami yang mencari nama. Kami juga yang meriset ulang tahun kota Tanjungpinang itu kapan.”

Sejak itu tradisi merayakan HUT kota Tanjung Pinang dimulai.

Selama Kita Masih Bisa Tertawa Berarti Kita Masih Muda: In memoriam HM Sani

0
HM sani saat berkunjung ke redaksi Batam Pos. Foto: cecep mulyana/batampos
HM sani saat berkunjung ke redaksi Batam Pos. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Dua kali HM Sani maju dalam rivalitas gubernur Kepri. Dua kali jadi underdog, dua kali pula jadi Gubernur. Ada semangat dalam diri Sani yang bisa kita contoh, yakin.

Kali pertama maju dalam rivalitas gubernur berpasangan dengan HM Soerya Respationo HM Sani mengaku hanya bermodal Rp 500 juta.

“Sekarang saya pun hanya punya modal Rp 500 juta,” kisah Sani saat maju dalam arena Pilkada periode kedua berpasangan dengan Nurdin Basirun, 2015 lalu.

Perbincangan santai itu terjadi di kediaman Pak Sani, demikian ia akrab disapa, di Duta Mas, Batam.

“Beginilah rumah saya, kecil saja,” ujarnya sembari menatap sekeliling ruang.

“Sudah tua tak perlu rumah besar, nanti malah repot bila hendak bersih-bersih atau bahkan untuk urusann kunci rumah,” imbuhnya sembari tersenyum.

Periode kedua maju dalam rivalitas Gubernur Kepri, Sani lebih underdog lagi. Bukan semata dari sisi finansial, tapi karena usia.

Untuk urusan ini ia punya jawaban sendiri, “selama kita masih bisa tertawa berarti kita masih muda.”

Sani yakin bisa memenangkan rivalitas. Untuk urusan kerja toh masih ada staf yang bisa bekerja. Sebagai Gubernur ia hanya bekerja dalam tataran konsep saja.

Tapi bukan karena haus jabatan ia maju dalam Pilgub Kepri. Ia hanya memberi pembelajaran.

Sani sedkit kecewa mengapa tak ada putra daerah yang maju sebagai nomor 1 dalam Pilgub Kepri 2015 lalu. Ada putra daerah yang maju tapi hanya nomor 2.

Mau tak mau ia pun harus maju.

Sani terkenal dengan prinsipnya untung sabut, mengalir saja.

Ia kini telah pergi, pergi di hari suci, Jumat. Pergi dengan meninggalkan cita-cita suci pula, demi kejayaan Kepri. (ptt)

Ini Kesan Wakil Walikota Batam Terhadap Gubernur Sani

0
Wakil Walikota Batam Amsakar melayat jenazah Gubernur Kepri HM Sani. foto:hasan aspahani/batampos.co.id
Wakil Walikota Batam Amsakar melayat jenazah Gubernur Kepri HM Sani. foto:hasan aspahani/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil walikota Batam Amsakar datang melayat jenazah Gubernur Kepri HM Sani yang wafat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta. Amsakar mengakui mengenal Sani sejak ia mulai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Batam. Kala itu, Sani menjadi Sekdako.

Amsakar banyak berinterksi dengan Sani ketika pemilu pertama diselenggarakan dan melahirkan DPRD Batam yang pertama. “Di situ saya melihat beliau memang sangat matang di urusan administrasi pemerintahan,” kata Amsakar disela-sela melayat di RS Abdi Waluyo Jakarta.

Menurut Wakil Walikota yang baru dilantik Maret lalu ini, terakhir kali bertemu dengan Sani ketika pelantikan Walikota dan wakil Walikota Batam. “Pesan Sani, kerja, kerja, kerja,” katanya. (uma)

Video Kenangan Gubernur Kepri Saat Dilantik

0

(sumber:youtube)

batampos.co.id – Gubernur HM Sani yang didampingi Nurdin Basirun sebagai Wakil Gubernur memenangi pilkada Kepulauan Riau pada 9 Desember 2015. Sani dan Nurdin resmi dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2016-2021. Pelantikan Sani-Nurdin digelar di Istana Negara, Jumat (12/2) bersamaan dengan enam pasangan gubernur dari provinsi lain. (uma/bpos).