Senin, 23 Februari 2026
Beranda blog Halaman 13883

Penyelundupan Lobster Senilai Rp 400 Juta Digagalkan

0
Petugas gabungan PSDKP, Polisi dan Stasion karantina ikan Batam melepaskan bibit Lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam di Batam. Foto: istimewa
Petugas gabungan PSDKP, Polisi dan Stasion karantina ikan Batam melepaskan bibit Lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Petugas Stasion Karantina Ikan kelas satu Batam berhasil menggangalkan upaya penyelundupan benih lobster senilai Rp 400 juta di Bandara Hang Nadim Batam,  Selasa (6/4/2016) lalu.

Sekitar 13 ribu bibit lobster tak bertuan itu belakangan diketahui berasal dari Surabaya dan hendak dibawa ke Vietnam.

Upaya penyelundupan lobster itu bertentangan dengan Permen kementrian kelautan dan perikanan (KKP) nomor 01 tahun 2014 yang mengatur tentang penangkapan dan pembudidayaan kepiting, ranjungan, dan lobster.

Kepala Stasion Karantina Ikan kelas I Batam, Azhari mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan benih lobster itu, saat anggota keamanan di bandara Hang Nadim Batam curiga atas sebuah koper bawaan penumpang pesawat dari Surabaya. Koper yang berisi belasan kantong plastik berisi air dan benih udang itu dibiarkan begitu saja oleh penumpang saat berada di kompayer pengambilan barang bagasi bandara.

“Karena tak diambil, diperiksa petugas dan ternyata isinya 13 ribuh benih lobster,” kata Azhari.

Temuan koper tak bertuan itu langsung dikoordinasikan dengan pihak kepolisian Polresta Barelang dan Satker PSDKP Batam di Barelang.

Setelah melalui proses penyelidikan terkait siapa pelaku penyelundupan benih Lobster itu, tim gabungan dari Kepolisian, Stasion Karantina Ikan kelas Satu Batam dan PSDKP akhirnya sepakat untuk melepaskan 13 ribu benih lobster itu di peairan Pulau Panjang. Ini bertujuan untuk tetap melestarikan sumber kekayaan periaran di Indonesia.

Kepala Satker PSDKP Batam, Akhamdon mengatakan, upaya penyelundupan aset kekayaan laut Indonesia ke luar negeri sudah sering terjadi. Tahun 2016 ini saja petugas terkait sudah tiga kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lobster.

Tanggal 20 Februari ada puluhan induk lobster yang siap bertelur diamankan di Batam saat hendak dibawa ke Vietnam. Induk lobster itu diambil dari Natuna dan akhirnya dilepaskan kembali petugas di perairan pulau Abang, Barelang.

Tanggal 3 Maret petugas kembali mengamankan  19 ekor induk lobster yang sedang bertelur. Induk-induk Lobster itu juga direncanakan akan di bawa ke Vietnam dan kemudian dilepaskan petugas di perairan jembatan II, Barelang.

“Kalau sempat lolos ke luar negeri, kerugian bukan saja seperti harga jual lobster itu, tapi berlipat ganda malah. Karena mereka (pelaku penyelundupan) incar bukan untuk dijual langsung, tapi untuk budidaya. Nah ini akan sangat merugikan negara. Bayangkan berapa juta lobster yang hilang kalau induk-induknya dibawa ke luar. Satu Lobster bisa hasilkan jutaan telor,” tutur Akhamadon.

Kepada pihak kepolisian dan petugas keamanan Bandara, Akhamdon berharap agar bisa mengusut tuntas pelaku penyelundupan aset kekayaan laut Indonesia itu.

“Kalau pengusutan sudah diserahkan ke polisi. Dan kami berharap pelakunya bisa ditemukan agar semuanya lebih jelas dan bisa memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan lainnya,” ujar Akhmadon.

Begitu juga petugas keamanan di Bandara, kedepannya diupayakan lebih teliti lagi dengan barang bawaan penumpang pesawat.

“Karena ini (tangkapan terakhir) lolos dari X-ray dan ketahuan karena ditinggal pemiliknya,” katanya.

Harapan ini, kata Akhmadon semata-mata untuk menjaga aset kekayaan negara. Jika satu ekor saja induk lobster, ranjung ataupun kepiting yang lolos, maka yang rugi bukan hanya negara, tapi masyarakat Indonesia seluruhnya terutama kaum nelayan.

“Apalah arti 19 ekor lobster kalau kita melihat dari segi harganya. Tapi bukan itu maksudnya. Kalau satu ekor bertelor jutaan ekor bibit lobster jadi besarkan kerugian kita,” terang Akhmadon.

Kepada masyarakat umum, Akhmadon juga menghimbau agar lebih peka dengan masalah ini. Jangan menangkap atau menjual ikan, loster, kepiting dan sejenisnya yang masih kecil ataupun sedang bertelur.

“Ini juga demi anak cucu kita kedepannya. Sebanyak apapun aset kekayaan laut yang ada kalau tak ada upaya pelestarian lambat laun akan punah juga. Mari kita sama-sama jaga itu,” tuturnya. (eja/bp)

Jenazah Lajang Gantung Diri di Kosan Temannya Dibawa ke Palembang

0
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Jenazah Jaka Purwanto (23) tiba di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Sekupang, Sabtu (9/4/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah dilakukan tindakan medis, jenazah pria asal Sumatera Selatan itupun langsung dimasukkan ke ruang pendingin sambil menunggu keluarga korban datang.

“Sudah ditangani tadi sama tim dokter, di leher ada bekas jeratan gantung diri,” kata Petugas RSBP.

Sementara itu Asmuni (45) anggota Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan menuturkan mendapat telepon dari ayah korban yang berada di Palembang, kalau anaknya meninggal karena bunuh diri di Batam.

“Tadi jam 07.00 WIB ayahnya telpon saya sambil nangis, ternyata korban tetangga saya selama di kampung,” kata dia.

Sebelumnya, ayah korban mengatakan informasi kematian anaknya diperoleh dari teman korban yang sama-sama berasal dari Palembang.

Lanjutnya, keadaan keluarga korban kurang mampu. Sehingga meminta tolong kepada paguyuban Palembang untuk membantu pengurusan jenazah Jaka.

“Permintaan keluarga, Jaka dibawa ke kampung saja untuk dimakamkan,” jelasnya.

Menurut rencana Jaka akan dibawa ke kampung halamannya di  Jalan  K.I Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Sumsel, Minggu (10/4/2016).

Pantauan Batam Pos di lapangan terlihat beberapa anggota IKBSS yang sedang menunggui jenazah korban.

Sebelumnya Jaka Purwanto lajang asal  Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas gantung diri di kamar kos temannya, Efendi, di Perumahan Legenda Malaka Blok I8 Nomor 8 Batam Kota, Batam, Sabtu (9/4/2016) subuh. (cr17)

Baca Juga: Pria Lajang Asal Palembang Gantung Diri di Kamar Kos Temannya

Sani Disalatkan Ribuan Warga

0
Jenazah Gubkepri HM Sani usai disalatkan di Masjid Agung Al hikmah Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Jenazah Gubkepri HM Sani usai disalatkan di Masjid Agung Al hikmah Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id -Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bakti Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016) siang hingga sore, ribuan warga melayat ke ruma Sani di Jalan Cempedak, Kota Tanjungpinang, sejak pagi.

Bahkan, pukul 07.30 WIB, Wakil Gubernur Kepri periode 2011-2015 Soerya Respationo bersama istri Rekaveny, Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno yang kesemuanya kader PDI Perjuangan datang melayat.
Tampak hadir juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Kepri, Marganas Nainggolan yang juga merupakan Direktur Utama Batam Pos juga menyempatkan diri untuk melakukan takziah.

Setelah menjalani proses pengkafanan jenazah yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, sekitar pukul 10.38 WIB, jenazah Sani dibawa ke Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang yang tidak jauh dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.
Proses fardu kifayah atas jenazah almarhum selesai dilaksanakan pada pukul 12.45 WIB yang dipimpin oleh Ketua Lembaha Adat Melayu (LAM) Kepri, Abdul Razak, yang diikuti ribuan jamaah.
Kemudian sekitar pukul 12.50 WIB, jenazah sudah digedung daerah untuk mendapatkan penghormatan terakhir.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang datang atas nama presiden tak lupa memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada Pemerintah Indonesia untuk dimakamkan secara militer. Prosesi tersebut berjalan haru di pelantaran Gedung Daerah Tanjungpinang. Dalam kesempatan itu, anak sulung Gubernur Hery Andrianto yang menyerahkan langsung.
Inspektur Upacara yang akan memimpin pelaksanaan penyemayaman di Gedung Daerah tersebut adalah Danlantamal IV TNI-AL Laksamana S.Irawan. Sedangkan yang bertindak selaku Komandan Upacara dipimpin oleh Mayor Laut (S) Dharma S Lumban Gaol.
Setelah menjalani prosesi militer di Gedung Daerah Tanjungpinang, sekitar pukul 13.45 WIB jenazah sudah tiba di Taman Makam Pahlawan Pusara Bakti, KM 5 Tanjungpinang.
Sepanjang perjalanan yang melintasi Jalan Merdeka, Jalan Tengku Umar, Jalan Ketapang, Jalan Bakar Batu, Brigjen Katamso, MT Haryono dan Gatot Subroto, diramaikan masyarakat Tanjungpinang yang menghormati perjalanan terakhir Gubernur Kepri tersebut. Proses pemakaman selesai sekitar pukul 15.00 WIB.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo bertindak sebagai inspektur upacara dalam rangkaian terakhir tersebut.
Sementara itu, suadara almahurm seperti Kadispeda Kepri, Isdianto dan beberapa saudara kandung lainnya memasukkan jenazah Sani ke liang lahat yang ditandai dengan tembakan senapan oleh prajurit TNI.
Setelah prosesi pemakaman selesai, keluarga dan kerabat serta warga Kepri lainnya mendoakan Sani. Saat itulah hujan air mata kembali terjadi. Anak Sani tak kuasa menahan tangis.
Selamat jalan Ayah Sani. (jpg/eggi/nur)

Pimpin Pemakaman, Mendagri Sebut Sani Pejabat Teladan

0
Prosesi pemakaman Gubernur Kepri HM Sani secara militer di Taman Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).Foto: eggi/batampos.co.id
Prosesi pemakaman Gubernur Kepri HM Sani secara militer di Taman Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memimpin upacara militer pemakaman  Guberbur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).

Meski diwarnai hujan lebat, proses pemakaman berjalan lancar.

Tjahjo Kumolo mengatakan atas nama Presiden RI, Pemerintah, dan seluruh masyarakat menyampaikan ucapan bela sungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Gubernur Kepri Muhammad Sani.

“Kami bertemu dengan beliau tiga kali, dua kali kami undang rapat di Jakarta dan satu kali membahas perkembangan Kepri ke depannya,” Kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menilai Sani adalah sebagai pejabat karir sejati. Mulai dari tingkat kecamatan hingga saat ini sampai ketingkat provinsi termasuk mendapatkan penghargaan endang maha putra dari negara.

“Lima puluh tahun lebih beliau berjuang, punya dedikasi yang membanggakan sebagai aparatur sipil pemerintah,” lanjutnya.

Tjahjo berjanji tidak akan pernah melupakan Jasa, pengabdian, dedikiasi, dan loyalitas alamrhum. Karena menurutnya Sani merupakan sosok yang selalu siap ketika mendapatkan instruksi dan masukan dari dirinya.

“Beliau tidak pernah mengatakan tidak. Selalu jawabannya, iya pak saya laksanakan dan saya coba menjalankannya dengan baik,” kenangnya.

“Dalam jabatannya sebagai aparatur beliau sangat menjiwai. Dan tentunya harus di tiru oleh adek-adek IPDN, karena almarhum alumni IPDN. Hingga semangat ini menjadi revolusi mental,” pungkasnya.

Sani lahir pada 11 Mei 1942 di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun dan meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Sani adalah Gubenur Kepulauan Riau periode 2010 – 2015 dan 2016 – 2021. Ia terpilih menjadi gubernur Kepri pertama kali menggantikan Ismeth Abdullah pada pilgub 2010.

Sebelumnya, Sani juga pernah menjabat sebagai Walikota Tanjungpinang periode 1985 – 1993, Bupati Karimun periode 2001 – 2005, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau periode 2005 – 2010.

Sani menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (8/4/2016) di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. (eggi)

Spesialis Pembobol Rumah Ditangkap

0
Spsialis pembobol rumah. foto:ahmad yani/batampos
Spsialis pembobol rumah bersama barang bukti. foto:ahmat yani/batampos

batampos.co.id – Romanto Marulitua Hutagaol, 33, spesialis pembobol rumah tertangkap tanggan Polsek Sagulung saat beraksi di Perumahan Grya Permata, Blok C nomor 35, Rabu (6/4).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat biru BP 2396 CM, dua unit laptop merek Asus. Juga dua unit tablet merek Samsung dan Asus, empat handphone, satu jarum, dan satu gunting modifikasi sebagai alat untuk membuka kunci rumah.

Berdasarkan informasi, pelaku beraksi sekitar pukul 13.00 WIB, di rumah milik Tonggo Pandepotan Sinangal, 47. Korban saat itu tidak berada di rumah. Pelaku masuk dengan membuka paksa gembok pintu lalu menggasak barang-barang berharga di dalamnya.

Saat dimintai keterangan, Romanto mengaku mencuri lantaran tidak memiliki uang karena sudah satu tahun berhenti bekerja. ”Sebelumnya saya kerja di Mukakuning,” kata Romanto.

Dia mengaku sudah dua kali membobol rumah warga. Sebelumnya dia mencuri di rumah liar (ruli) di wilayah Batuaji.
Barang hasil curian kemudian dijual untuk biaya hidup sehari-hari. ”Saya belum nikah, cuma untuk beli makan dan rokok,” bebernya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan, mengatakan pelaku ditangkap saat keluar dari rumah korban. Kemudian ditangkap warga dan polisi yang sedang patroli rutin di wilayah Sagulung.
”Warga sudah curiga. Saat ditangkap dia mengaku telah mencuri,” ujar Chrisman, Jumat (8/4).

Chrisman mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku. ”Kita belum tahu apakah dia komplotan atau tidak,” ungkapnya. (cr14/bpos)

Ujian Nasional Berbasis Komputer Dilanjutkan Senin

0
Ujian Nasional Berbasis Komputer.
Ujian Nasional Berbasis Komputer.

batampos.co.id – Siswa SMA sederajat baru saja menyelesaikan ujian nasional (UN). Hanya saja ada beberapa siswa masih harus menunggu untuk menyelesaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

”Mereka masih lanjut Senin (11/4) besok,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung, Jumat (8/4) di kantornya.

Mengingat sudah selesainya UN yang menggunakan kertas, tidak ada kemungkinan siswa mendapatkan bocoran soal maupun jawaban.

Andi menjelaskan Kemendikbud telah mengantisipasi hal tersebut, salah satunya dengan menyajikan soal berbeda-beda. Untuk ujian tahun ini ada lima paket soal yang disediakan.

”Mungkin ada, tapi presentasenya sangat kecil, karena tidak mungkin juga siswa mengingat semua soal. Belum lagi paket soal yang berbeda,” ujarnya.

Untuk persiapan pelaksanaan UNBK Senin nanti, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLN. Karena hari ini ada pemadaman yang dilakukan PLN dibeberapa daerah.

”Kita takutkan ujian terganggu nantinya. Yang UNBK hanya SMAN 1 dan SMAN 3 saja, sedangkan tujuh sekolah lain sudah selesai,” tutupnya. (cr17/bpos)

Pegawai BP Batam Diminta Tetap Layani Masyarakat

0
Demo pegawai BP Batam.
Demo pegawai BP Batam.

batampos.co.id – Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam yang baru mengakui saat ini pihak kementerian atau pun Dewan Kawasan (DK) belum menyampaikan secara resmi mengenai nasib para pegawai BP Batam. Jadi ia meminta pegawai PB Batam tetap melayani masyarakat.

”Jadi pegawai diminta tenang. Belum ada dibicarakan masalah keberadaan pegawai. Biar saja nanti Pak Menko yang menyampaikannya,” katanya.

Robert mengatakan, pegawai BP Batam harus tetap tenang, tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Kita berharap semuanya harus bekerja profesional. Tetap tenang. Kita juga nanti akan berdialog dengan mereka,” ucapnya.

Terkait serah terima jabatan, rencananya akan dilakukan pekan depan di Batam. Saat ini Mustofa Widjaja (Ketua BP Batam sebelumnya) masih ada urusan. ”Harus tunggu datang Pak Mustofa. Makanya kita rencanakan digelar minggu depan. Mungkin hari Rabu mendatang,” ungkapnya.

Saat ini, Robert dan pimpinan lain sudah mulai bekerja, menggelar rapat intens di pusat. Mereka sudah berkantor di kantor perwakilan BP Batam di Jakarta. ”Kita rapat terus di sini. Minggu depan kita sudah ke Batam. Kita tidak bisa menunda-nunda pembangunan. Harus gerak cepat,” tegasnya. (ian/bpos)

Angkot di Batuaji Kian Berulah, Masyarakat Makin Tak Respek

0
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga pengguna jasa Bus Trans Batam di Batuaji mengecam penganiayaan yang dilakukan sekelompok oknum sopir angkutan kota (angkot) terhadap salah satu petugas Bus Trans Batam di Batamcenter. Bahkan makin tak respek dengan ulah sejumlah sopir angkot di Batuaji.

Warga menilai penganiayaan itu sudah keterlaluan dan berharap aparat kepolisian mengusut pelaku.

”Polisi harus tangkap dan adili mereka yang berbuat onar itu. Kami merasa nyaman dengan Trans Batam. Tidak seperti sopir bimbar dan carry yang ugal-ugalan,” kata Kuaniawati, salah satu warga pelanggan Bus Trans Batam.

Selama ini sambung pekerja perusahaan di Batamcenter ini, pelayanan yang diberikan Trans Batam sangat nyaman. Keberadaan penumpang di dalam bus sangat dihargai. Tidak seperti angkutan kota (angkot) lainnya seperti bimbar dan carry yang suka ugal-ugalan dan lama ngetem menunggu penumpang.

”Pokoknya kalau bisa dihentikan saja operasional bimbar dan carry itu. Sopirnya tak ada sopan santun sama sekali. Ngebut-ngebutan, langgar aturan lalu lintas, berhenti di tengah jalan semaunya. Sudah begitu merokok, itu bikin sesak napas penumpang di dalamnya,” kata warga Puskopkar Batuaji itu.

Keberadaan angkot di Batam diakui Kuaniawati tak nyaman lagi. Selain ugal-ugalan dan melanggar aturan lalu lintas, oknum sopir angkot juga kerap bertindak kasar.

Warga mendukung pemerintah memperbanyak bus Trans Batam. Warga berharap agar jam operasional bus Trans Batam tak dibatasi.

Keluhaan warga akan kebrutalan angkot di Batam itu bukan isapan jempol. Kamis (7/4) sore, Ismail, 30, salah satu pengendara sepeda motor nyaris menjadi korban keganasan salah satu angkot Bimbar di Batuaji, tepatnya di jalan simpang Perumnas Sagulung.

Sepeda motor Ismail disenggol Bimbar yang disopiri Hotman, 28 saat melaju ke arah Simpang Basecamp. Ismail sempat menegur sang sopir, bukannya minta maaf, Ismail malah diancam Hotman menggunakan pisau. (opi/eja/cr13/rna)

Kapolres Janji Usut Tuntas Penganiaya Awak Trans Batam

0
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kombes Pol Helmy Santika menegaskan akan mengusut tuntas sopir angkutan umum (angkot) yang menganiaya kernet bus Trans Batam. Menurutnya, sopir angkot tersebut telah menyalahi aturan dengan menghakimi korban tak bersalah.

“Kita akan mengusut dan memproses siapa pelakunya. Siapapun melakukan aksi penghakiman terhadap orang lain akan ditindak,” ujar Helmy di Mapolresta Barelang, Jumat (8/4) siang.

Menurutnya para pelaku tak berhak melakukan penganiayaan maupun intimidasi terhadap kernet bus Trans Batam. Apalagi, mengatasnamakan pemerintah.

“Tidak boleh dikatakan alasan pemerintah belum tegas. Perbuatan pelaku salah,” tuturnya.

Helmy juga menghimbau kepada pihak Trans Batam maupun penumpang untuk segera melaporkan kepada polisi jika mengalami perlakuan tak menyenangkan dari para sopir angkot.
“Segera laporkan. Biar cepat kami proses. Dan saya harap ke depannya tak ada perlakuan seperti ini (penganiayaan dan pengancaman penumpang, red),” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandro Pahala Parhusip, ticketing Trans Batam jurusan Batamcentre-Batuaji dipukul di kawasan Dataran Engku Putri, Rabu (6/7) sore.

Pria 20 tahun ini mengalami lebam di bagian kepala dan luka-luka di tangan. Bahkan, ia mengalami trauma akibat diancam belasan orang yang mengaku sebagai sopir angkot. Selain menganiaya sopir, pelaku juga mengancam penumpang yang tengah berada di bus.

Desak Polisi Usut Pemukulan Petugas Dishub
Pemko Batam meradang setelah mengetahui salah seorang petugas pelayanan Bus Trans Batam dari Dinas Perhubungan (Dishub) Batam dipukul sekelompok orang saat menjalankan tugasnya. Pemko Batam mendesak polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas agar kejadian serupa tak terulang kembali.

”Polisi harus segera merespon laporan itu, sehingga tak ada lagi bentuk-bentuk arogansi terhadap petugas yang melayani masyarakat,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Jumat (8/4).

Ke depan, Pemko Batam juga akan meminta bantuan polisi memantau dan melindungi kinerja petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Pasalnya, kata Ardi, petugas tersebut bekerja melayani masyarakat dalam penyediaan moda transportasi umum.

”Kita akan bahas ini secara serius dan akan kita bawa ke tingkat Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah),” paparnya.

Lebih lanjut, Ardi juga mengatakan Pemko Batam tengah meninjau ulang jadwal operasional bus Trans Batam. Menurut dia, ada peluang untuk mengembalikan jadwal operasional bus Trans Batam seperti sebelumnya.
”Iya, rencananya begitu, dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB,” katanya. (opi/eja/cr13/rna)

Rabu, Sertijab Kepala BP Batam, Pegawai Cemas

0
Pimpinan BP Batam saat dilantik Ketua DK Darmin Nasution, Selasa (5/4/2016) malam. Foto: istimewa
Pimpinan BP Batam saat dilantik Ketua DK Darmin Nasution, Selasa (5/4/2016) malam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Isu perampingan pegawai di tubuh Badan Pengusahaan (BP) Batam membuat sekitar 2.700 pegawai BP Batam cemas. Apalagi, isu tersebut mengenai ditariknya sejumlah pegawai ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Mereka meminta agar pegawai tetap dipertahankan dan bekerja di BP Batam.

”Isu yang meresahkan ini sudah berkembang. Katanya ada yang mau ditarik ke Pemko Batam, ada juga ditarik ke Pemprov. Itulah yang mereka tuntut,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (8/4).

Dari sekitar 2.700 pegawai Pemko Batam, sekitar 80 persen atau 2.160 berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 20 persen lagi atau sekitar 540 orang status honorer. PNS ini berasal dari berbagai instansi di pusat. Ada yang dari kementerian keuangan, kementerian ekonomi, dari pekerjaan umum, dan sebagainya.

”Saya tidak paham betul detailnya. Itu ada di bagian kepegawaian, dan itu tidak bisa saya dapatkan sekarang,” ujarnya.

Menurut Andi, terjadinya unjuk rasa beberapa waktu lalu oleh pegawai BP Batam didasari isu-isu yang berkembang. ”Jadi yang dituntut adalah pegawai BP Batam minta tetap bekerja di BP Batam. Karena semuanya sudah seperti keluarga sendiri,” sebutnya.

Seorang pegawai tidak tetap di BP Batam, kemarin mengakui resah adanya isu-isu yang berkembang tentang tidak akan diperpanjangnya lagi masa kerja mereka. Ia meminta agar pemerintah pusat bisa megambil kebijakan tanpa mengurangi hak-hak dari semua pegawai. ”Jangan sampai diputus. Kita semua di sini sudah bekerja profesional. Jangan hak-hak kita diputuslah,” katanya.

Untuk itu, Andi berharap karyawan tetap tenang, bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh isu-isu yang berkembang. Apabila ada isu yang berkembang, maka perlu dicermati. Apa landasan hukumnya, siapa dan kapasitas apa yang menghembuskan isu tersebut. ”Tetap bekerja profesional. Intinya tetap tenang jangan terpengaruh isu-isu dari pihak-pihak asing,” jelasnya.

Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam yang baru mengakui saat ini pihak kementerian atau pun Dewan Kawasan (DK) belum menyampaikan secara resmi mengenai nasib para pegawai Pemko Batam. ”Jadi pegawai diminta tenang. Belum ada dibicarakan masalah keberadaan pegawai. Biar saja nanti Pak Menko yang menyampaikannya,” katanya.

Robert mengatakan, pegawai BP Batam harus tetap tenang, tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Kita tetap berharap semuanya harus bekerja profesional. Tetap tenang. Kita juga nanti akan berdialog dengan mereka,” ucapnya.

Terkait serah terima jabatan, kata dia, rencananya akan dilakukan pekan depan di Batam. Saat ini Mustofa Widjaja (Ketua BP Batam sebelumnya) masih ada urusan. ”Harus tunggu datang Pak Mustofa. Makanya kita rencanakan digelar minggu depan. Mungkin hari Rabu mendatang,” ungkapnya.

Saat ini, Robert dan kawan-kawan sudah mulai bekerja, menggelar rapat intens di pusat. Mereka sudah berkantor di kantor perwakilan BP Batam di Jakarta. ”Kita rapat terus di sini. Minggu depan kita sudah ke Batam. Kita tidak bisa menunda-nunda pembangunan. Kita harus gerak cepat,” tegasnya. (ian/bpos)