Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13899

Penderita Palmar Hyperhidrosis Dinyatakan Sembuh oleh RSUD Embung Fatimah

0
Palmar Hyperhidrosis Dapat Disembuhkan
Palmar Hyperhidrosis Dapat Disembuhkan

batampos.co.id – Keringat berlebihan (palmar hyperhidrosis) sering terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki, hal itu sangat mengganggu psikis penderita.

Kini penyakit itu dapat disembuhkan melalui operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) dengan membuang saraf simpatis (Endoscopi Tharocal Sympatictomy).

Keringat berlebihan yang selama ini menjadi paradigma masyarakat adalah penyakit jantung dan penyakit paru-paru.

Ternyata keringat berlebihan tersebut terjadi akibat dari aktivitas yang berlebihan (hiperaktivitas) yang mana sistem saraf simpatis yang meningkatkan kerja kelenjar keringat mengontrol semuanya sehingga membuat berkeringat keluar.

“Sangat menganggu penderita ketika bersalaman dengan orang jadi nggak enak karena tangan berkeringat,” ujar dr Victor J Nababan ahli Bedah Torak Kardiak dan Vaskulet (BTKV) di RSUD EF di Batuaji.

Victor mengatakan, penyakit palmar hyperhidrosis sebenarnya bukan penyakit yang langka terutama di Asia. Selama ini para penderita (masyarakat) banyak yang belum tahu cara pengobatannya.

Selama ini masyarakat lebih cenderung membiarkan dan berobat dengan cara tradisional. “Kalau di kota lain seperti di Surabaya sudah banyak yang tahu,” kata Victor.

Di RSUD, telah ditemukan satu pasien penderita palmar hyperhidrosis bernama Chintya, 19, warga Kavling Kamboja berhasil dioperasi dengan membuang saraf simpatis yang ada di paru-paru dan kini tidak lagi mengalami keringat berlebihan ditangan yang dideritanya selama ini.

“Kita dapat rujukan pasien dari dokter rumah sakit lain untuk berobat ke RSUD,” ungkap Victor.

Asjuni orangtua Chintya mengatakan, penyakit keringat berlebihan pada anaknya itu sudah dialami sejak kecil hingga dewasa. Setiap hari tangan anaknya selalu mengeluarkan keringat.

“Kadang kalau nulis di atas kertas bisa basah, kalau mau salaman dengan orang harus dilap dulu,” ujar Asjuni.

Lanjut Asjuni, upaya pengobatan sering dilakukan untuk anaknya seperti pengobatan tradisional namun tetap saja tidak ada perubahan. “Sudah puas kita cari obatnya,” ucap Asjuni.

Setelah melewati operasi, kini anaknya tidak lagi menderita palmar hyperhidrosis. (cr14)

Kemenag Kumpulkan 800 Orang Pemotong Hewan Kurban

0

29 - Sapi Jabresbatampos.co.id – Mendekati perayaan hari Besar Idul Adha yang jatuh pada 12 September 2016 nanti, Kementrian Agama (Kemenag) Kota Batam akan memanggil 800 pemotong hewan kurban sebagai bentuk salah satu persiapan dan memastikan pemotongan hewan dilakukan sesuai dengan syar’i.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Batam, Zulkifli aka mengatakan pemotongan syar’i merupakan syarat yang harus dipenuhi pemotong hewan.

Selain syar’i, hewan yang akan dipotong dipastikan cukup usia, tidak cacat, sehat, serta menggunakan alat pemotong yang tajam.

“Hewan yang memenuhi syarat serta dipotong secara syari akan terlihat segar,” kata dia.

Oleh karena itu, menghadapi Idul Adha ini pihaknya akan mengumpulkan serta mengingatkan pemotong hewan untuk melakukan pemotongan secara syar’i.

Tambahnya, untuk tahun ini, jumlah warga yang berkurban mengalami peningkatan hingga 10 persen, bila dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun lalu jumlah hewan kurban mencapai lima ribu kambing, dan 1500 sapi,” kata dia.

Menurut Zulkifli, meningkatnya jumlah warga yang berkurban ini disebabkan semakin banyaknya lembaga yang menyelenggarakan kurban dengan pembayaran bisa dilakukan secara bertahap.

“Selain kesadaran, faktor penunjang lainnya adalah lembaga yang memudahkan, karena mereka bisa menyicil pembayaran,” sebut dia.(cr17)

Anak Nelayan Pulau Kasu Tewas Ditabrak Speed Boat Penyelundup

0
Lingga butuh zona kearifan lokal untuk menjamin hak nelayan tradisional. foto:hasbi/batampos
ilustrasi nelayan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Salim bin Daud dan Sahreza putranya yang berusia 14 tahun nelayan pulau kasu menjadi korban tabrak lari dari salah satu Speed Boat misterius di perairan depan pulau Kasu, Kamis (1/9) malam lalu.

Sahreza yang merupakan siswa kelas III SMP di Pulau Kasu tak tertolong akibat tabrakan tersebut meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit Badan Pengawasan (RSBP) Batam di Sekupang.

Dia meninggal dunia karena mengalami benturan hebat di bagian kepala saat tabrakan terjadi.

Salim sendiri selamat dan tidak ada cidera apapun dalam kecelakaan itu namun dia cukup trauma dengan kejadian yang merenggut nyawa puteranya itu.

Informasi yang didapat, kecelakaan laut itu terjadi secara tiba-tiba saja. Sebelum tabrakan terjadi Salim dan Sahreza anaknya tengah memancing ikan sotong di periaran depan pulau Kasu.

“Tak jauh kok dari kampung kami mereka mancing pakai sampan,” ujar ketua Karang Taruna Pulau Kasu, Dani, kemarin (2/9).

Sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba kapal kayu yang digunakan oleh Salim dan anaknya mendadak ditabrak oleh sebuah Speed Boat yang berkecepatan tinggi.

“Speed Boat itu sepertinya Speed Boat penyelundup cepat kali lajunya kayaknya pakai mesin 200 dan mesinnya ada tiga,” ujar Dani.

Tabrakan tersebut mengenai persis di bagian depan sampan milik Salim dan di bagian depan sampan itu ada Sahreza. “Anak pak Salim terlempar jauh karena tabrakan itu,” ujar Dani lagi.

Tabrakan itu dikatakan Dani memang dilihat oleh warga pulau Kasu lainnya karena memang lokasi tabrakan persis di depan perkampungan pulau Kasu.

“Kami coba datangi, tapi Speed Boat itu malah kabur ke arah Selatan,” ujarnya.

Warga yang mendatangi lokasi kejadian hanya bisa menolong kedua korban sebab warga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengejar Speed Boat yang menabrak itu.

“Kami bawa kedua korban ke rumah sakit, tapi anaknya tak bisa ditolong,” ujar Dani.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Belakangan Padang dengan harapan agar Speed Boad penabrak bisa ditemukan dan pengemudi Speed Boat bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

“Polisi dan TNI AL sudah datang juga untuk minta keterangan, tapi sampai sekarang belum ada kabar kelanjutan penyelidikan Speed Boat misterius itu,” ujar Dani. (eja)

Dilalui Truk Pengangkut Tanah, Jalan Fisabilillah Rusak

0
Beberapa lubang jalan yang membahayakan penguna jalan terutama penguna motor yang melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batamcenter, Jumat (2/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Beberapa lubang jalan yang membahayakan penguna jalan terutama penguna motor yang melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batamcenter, Jumat (2/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan Raja Haji Fisibalillah atau jalan utama Simpang Jam menuju Engku Putri saat ini rusak parah. Sepanjang jalan ditemukan lubang, dan debu yang bertebaran.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pengendara. Hal ini dinilai dapat mengancam keselamatan para pengendara sepeda motor.

Denis, salah seorang pengendara mengaku kesal dengan kondisi jalan tersebut. Ia menilai kerusakan jalan disebabkan banyaknya truk pengangkut tanah yang kerap lalu-lalang pada malam hari.

“Setiap hari dilalui alat berat, ya pasti rusak. Sepanjang jalan sudah berlubang,” ujar Denis, kemarin.

Menurutnya, jalan itu diperparah dengan gelombang. Serta pada malam hari, jalan tersebut tidak memiliki penerangan.

“Malam mobil angkut tanah itu bolak-balik. Dari simpang jam lampu jalan sudah padam,” terangnya.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan itu. Sebelumnya, beberapa pengendara motor meregang nyawa akibat aksi ugal-ugalan truk pengangkut tanah.

“Jangan sampai korbannya semakin banyak,” paparnya.

Hal senada disampaikan Ayu, warga sekitar. Menurutnya, jalan tersebut baru saja diperbaiki. Namun, akibat banyaknya truk pengangkut tanah yang melewati, jalan tersebut ambruk.

“Belum setahun diperbaiki kok. Sekarang sudah rusak,” ujarnya.

Dia menjelaskan truk itu mengangkut tanah dari kawasan Baloi Kolam menuju Ocarina. Tujuannya untuk menimbun laut atau aktivitas reklamasi.

“Kalau aktivitasnya (pengangkutan tanah) sudah enam bulanan. Yang pasti jalan ini harus diperbaiki,” tutupnya. (opi)

Jauh-jauh ke Batam Untuk Jambret, Kedua Pria Ini Sudah 32 Kali Beraksi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Luky dan Nanda, penjambret yang ditangkap massa di Kampung Bawean ternyata sudah beraksi sebanyak 32 kali. Mereka sengaja mendatangi Batam untuk melakukan aksi kriminalitas.

“Mereka pemain (penjambret) musiman. Dan kasus ini masih kita kembangkan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani, kemarin.

Dari pengakuan pelaku, mereka beraksi secara kelompok. Pelaku rata-rata mengincar pengendara sepeda motor wanita.

“Kita sedang mencari barang bukti dan lokasi mereka beraksi (menjambret). Pengakuan mereka baru 32 TKP,” terangnya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan sepeda motor Yamaha Vixion. Motor tersebut dikendarai Nanda, sedangkan Luky bertugas mengeksekusi atau menarik tas korban.

“Barang buktinya sudah kita amankan,” tegasnya.

Kahardani menambahkan sebelum tertangkap menjambret di Kampung Bawean, ke dua pelaku baru saja menjambret di Jalan Duyung, Batuampar.

“Dari situ pelaku mendapatkan tas dan barang berharga korban. Untuk lengkapnya, nanti kita ekspos,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Luky dan Nanda dua penjambret babak belur dihajar massa, di depan Kampung Bawean, Rabu (31/8) pukul 21.30 WIB. Mereka terjatuh saat merampas tas seorang pengendara wanita bernama Risma.

Beruntung dalam kejadian itu, ke dua pelaku terjatuh dari sepeda motornya. Dan ke dua pelaku diamankan warga. (opi)

Miris, Mantan Polisi Ini Jadi Spesialis Curanmor

0

Curanmorbatampos.co.id – Seorang mantan anggota polisi bernama Endra ditangkap Jajaran Polsek Batuampar. Pria 31 tahun ini terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Komplek Nusantara, Simpang Dam, Seibeduk.

Endra ditangkap bersama rekannya Iwan saat bertransaksi motor curian di kawasan TOP 100 Bengkong pada 27 Agustus. Dari tangan mereka, polisi mengamankan satu unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU dan gunting.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan informasi masyarakat. Dimana pelaku menjual sepeda motor seharga Rp 1,5 juta.

“Motor yang dicuri merupakan motor tetangganya sendiri. Usai dicuri motor itu dimodifikasi,” ujar Kahardani, kemarin.

Dalam aksinya, Endra bertugas sebagai pemetik dengan merusak kontak motor menggunakan gunting. Sedangkan Iwan bertugas mengawasi lokasi dan menjual sepeda motor.

“Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan penadah lainnya. Diduga masih ada beberapa lokasi dan barang bukti lainnya,” paparnya.

Sementara itu dari pengakuan Endra ia diberhentikan tak hormat dari anggota Polri pada tahun 2013 lalu dengan pangkat Brigadir Satu (Briptu). Sebelumnya ia terlibat kasus pencurian dan penggunaan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).

“Sekarang tidak ada pekerjaan lagi dan terpaksa mencuri,” ujarnya.

Selama menjadi anggota polisi, Endra diketahui mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Bahkan, ia kerap berada di Kampung Aceh, Seibeduk.

“Saya menyesal. Kalau uangnya dibagi dan digunakan untuk sehari-hari,” tutupnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (opi)

Waspada Sisa Bom Militer di Pulau Galang

0
Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri menelusuri Pulau Panjang, Galang dengan menggunakan metal detector pada Kamis (1/9) lalu. Foto AKBP Bambang Wiji Asmoro untuk Batam Pos.
Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri menelusuri Pulau Panjang, Galang dengan menggunakan metal detector pada Kamis (1/9) lalu. Foto AKBP Bambang Wiji Asmoro untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Di Kecamatan Galang terindikasi terdapat bom-bom sisa perang dunia II. Hal ini terbukti, dengan adanya temuan bom militer oleh masyarakat pada beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri, meminta masyarakat melapor bila menemukan benda-benda yang mencurigakan.

“Kami juga memberikan pengetahuan, bagaimana menangani tindakan awal penemuan bahan-bahan berbahaya seperti bom militer,” kata Kepala Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri, AKBP Bambang Wiji Asmoro, kemarin.

Ia mengatakan sudah melakukan sosialisasi tersebut pada Kamis (1/9) lalu di Pulau Panjang, Galang. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat tidak salah langkah menangani adanya temuan bom. Sebab bila salah langkah, akan menyebabkan hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami tidak ingin timbul korban, ini juga dalam bentuk pelaksanaan program promoter Kapolri juga,” ucap Bambang.

Ia berharap kegiatan ini, membuat masyarakat dapat mengidentifikasi berbagai bentuk bom militer.

“Kalau ketemu, mereka (masyarakat,red) bisa langsung tau harus berbuat apa,” lanjutnya.

Dalam kegiatan ini, dihadiri seluruh tokoh masyarakat Pulau Galang dan juga anak-anak sekolah. “Kami lakukan kegiatan dari pukul 10.00 hingga sore,” ujarnya.

Bambang mengatakan bahwa pihaknya tak hanya memberikan sosialisai. Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri menyusuri setiap jengkal tanahd di Pulau Panjang, dengan menggunakan metal detector.

“Kemarin (1/9) itu, kami tak menemukan. Sebab hujan lebat. Tapi ke depan akan tetap di pantau,” pungkasnya. (ska)

Berkat Basket, Margareta Dapat Beasiswa dan Traveling

0

batampos.co.id – Jalan – jalan tak mesti harus punya uang, punya keahlian pun bisa mengantar jalan-jalan. Contohnya ya Margareta…

Anggie Eka Aprilia Atlet Jiu Jutsu Kebanggaan Batam

0

batampos.co.id – Anggie, gadis berjilbab yang tak takut untuk bertarung. Di arena pertandingan, tentu saja.

Virus Zika Landa Singapura, Pariwisata Kepri Ikut Terkena Dampak

0
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan virus zika yang mulai merebak di Singapura memberikan dampak bagi dunia pariwisata Provinsi Kepri. Apalagi ditambah sejumlah negara-negara di Asia sudah mengeluarkan travel warning ke Singapura.

“Boleh dikatakan, sekarang ini pariwisata Provinsi Kepri sedang terguncang, karena ditemukannya banyak kasus zika di Singapura,” ujar Guntur Sakti menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (1/9)

Menurut Guntur, Singapura menjadi pintu masuknya wisatawan mancana negara ke Provinsi Kepri. Tentu dengan menurunnya jumlah wisman ke Singapura, akan mempengaruhi jumlah wisman yang datang ke Kepri. Disebutkannya sejumlah negara yang sudah mengeluarkan travel warning diantaranya adalah Australia, Taiwan, dan Korea.

“Padahal negara-negara tersebut merupakan potensial marketnya Kepri. Apalagi belum adanya direct flight dari negara-negara tersebut ke Kepri,” jelas Guntur.

Masih kata Guntur, Indonesia juga sudah mengeluarkan travel advisor atau peringatan bagi warga negara Indonesia yang ingin berwisata ke Singapura. Gangguan yang disebabkan oleh virus akan menyebabkan Kepri menjadi defisit wisman. Di Batam kata Guntur, ada travel agen dari Korea yang memang menjadi penyuplai masuknya wisman Korea ke Kepri.

“Mereka juga mengeluh dengan kejadian ini. Padahal sudah banyak yang melakukan order untuk ke Kepri. Karena virus zika sedang melanda Singapura, rencana tersebut terpaksa ditunda,”jelasnya lagi.

Ditambahkan Guntur, sekitar 90 persen masuknya wisman ke Kepri memang lewat Singapura. Guntur berharap Singapura bisa segera mengatasi persoalan yang ada. Karena eskalasi wisman datang ke Kepri meningkat, apabila perkembangan kasus zika di Singapura menurun. Begitu juga sebaliknya.

“Kita berharap eskalasi tidak terlalu lama atau panjang. Mudah-mudah normal secepatnya. Sehingga defisit Wisman ke Kepri tidak berkepanjangan juga,” tutup Guntur.(jpg/bpos)