Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13900

Sambutan untuk Pahlawan Olahraga Indonesia Membuat Taufik Hidayat Terkesan

0
Taufik Hidayat. (foto: skanaa)
Taufik Hidayat. (foto: skanaa)

batampos.co.id – Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, merasa terkesan dengan sambutan meriah yang diberikan untuk para pahlawan olahraga Indonesia sepulang dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Taufik mengatakan, memang sudah seharusnya atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas internasional disambut seperti itu.

Semenjak tiba di Tanah Air, para atlet yang berjuang pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro memang mendapat apresiasi yang luar biasa. Mereka diarak keliling Jakarta oleh pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Bahkan, hari ini, Rabu (24/8), 28 atlet yang berjuang di Rio de Janeiro mendapat kesempatan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Sambutan meriah ini mendapat perhatian dari Taufik.

“Sangat layak. Seharusnya seperti ini. Penyambutan tiap kepulangan atlet dari Olimpiade itu berbeda-beda tiap tahunnya,” kata Taufik saat berbincang dengan JawaPos.com.

“Bisa saja Olimpaide 2020 nanti lebih meriah lagi dibanding ini.” imbuhnya.

Sebelum ke Istana Negara, atlet yang meraih medali diarak terlebih dahulu mengelilingi Jakarta. Mereka adalah Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Eko Yuli Irawan, dan Sri Wahyuni. (ies/JPG)

Ketidaksiapan Saat Menikah, Kasus Penelantaran Anak dan Istri Meningkat

0

sad-girl-istock-600x315batampos.co.id – Kasus penelantaran anak dan istri yang menjadi perhatian khusus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang dinilai meningkat.

Terhitung, dalam sebulan rata-rata unit PPA menerima 4 laporan kasus penelantaran anak dan istri.

Kanit Unit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly mengatakan laporan tersebut didominasi para istri yang tak mendapatkan nafkah.

“Bulan ini meningkat. Rata-rata suaminya tidak pulang dan istri tidak mendapatkan nafkah. Sementara anaknya terlantar,” ujar Kelly di Mapolresta Barelang.

Dia menjelaskan penyebab utama kasus ini yakni, faktor ekonomi. Selain itu faktor ke tidak cocokan dan keterlibatan orang ke tiga.

“Ekonomi sekarang susah, dan alasan suami tidak mampu memenuhi kebutuhan istri,” terangnya.

Menurutnya, kasus ini nantinya bisa berujung kepada perceraian. Namun, pihaknya lebih mengedepankan sisi perundingan ke dua belah pihak.

“Yang kita inginkan itu rujuk. Karwna sekarang angka perceraian itu meningkat,” tuturnya.

Dia menghimbau kepada Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan pemahaman terhadap para calon penganting. Sehingga nantinya dalam rumah tangga tidak terjadi keributan maupun perceraian.

“Sosialisasi KUA sangat penting. Seperti penjelasan agama. Itu semua sangat penting,” tutupnya. (opi)

Gemar Nonton Video Porno, Ayah Ini Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

0
Anggota Polsek Batuaji menggiring Ibrahim pelaku cabul anak tirinya ditangkap jajaran POlsek Batuaji, Selasa (23/8). F Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Polsek Batuaji menggiring Ibrahim pelaku cabul anak tirinya ditangkap jajaran POlsek Batuaji, Selasa (23/8). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mk seorang pelaku judi dadu di wilayah Batuaji terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji sejak Kamis (13/8) malam lalu.

Pria 43 itu ditangkap polisi bukan karena kasus judi yang dilakukannya tapi karena mencabuli, Mb bocah perempuan 10 tahun yang tak lain adalah anak tirinya.

Tak tanggung-tanggung ayah dua anak ini sudah melakukan perbuatan tak senonoh sejak Mb berusia enam tahun.

Aksi bejat Mk baru terkuak pada Kamis pagi lalu, saat Mb mengeluhkan rasa sakit pada bagian kemaluannya kepada Is ibu kandungnya.

“Ibunya tak terima saat anak ini bilang kalau dia sering dicabulin oleh Mk,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said, kemarin (23/8).

Is yang mengetahui aksi bejat suami keduanya itu langsung mengadu ke Polsek Batuaji. Menerima laporan tersebut polisi langsung bergerak mencari dan menangkap Mk di hari yang sama.

“Pagi terima laporan, malamnya kami tangkap Mk ini di daerah perumahan Pemda (Batuaji),” ujar Said.

Saat ditangkap polisi, Mk tampak pasrah dan mengakui semua perbuatan bejatnya itu. Dia bahkan mengaku kalau sudah berulang kali menggauli Mb sejak Mb berusia enam tahun.

“Dari kelas satu SD sampai sekarang pak. Kebanyakan hanya raba-raba saja,” ujar Mk di Mapolsek Batuaji.

Mb merupakan anak tiri perempuan dari Mk. Mk menikahi Is ibu Mb setelah ayah kandung Mb resmi bercerai dengan Is. Hasil perkawinannya dengan Is, Mk sendiri juga sudah dikarunia dua orang anak putra dan putri namun aksi bejat itu hanya dilakukan kepada Mb saja.

Aksi pencabulan itu pertama kali dilakukan Mk sekitar empat tahun yang lalu saat Is sedang kerja.

“Isteri saya kerja malam terus dan awalnya (mencubuli korban) karena saya mabuk dan nonton film porno di rumah,” ujar Mk.

Awal mencabuli korban, Mk mengaku hanya sebatas meraba-raba saja. Namun seiring berjalannya waktu serta situasi rumah yang aman di malam hari karena sang istri selalu masuk kerja malam, Mk pun semakin dekat dengan melakukan hubungan intim dengan korban.

Aksi bejat ayah tiri itu baru terungkap setelah Mb berani mengadu ke ibu kandungnya belum lama ini.

“Istri saya kerja malam terus, jadi saya tak punya kesempatan untuk begituan. Saya khilaf pak dan saya siap dihukum atas perbuatan saya ini,” ujar Mk.

Atas perbuatannya itu Mk dijerat pasal 81 ayah 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.

Kasus pencabulan terhadap anak tiri tersebut mendapat pengawalan dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

Komisioner KPPAD Ery Syahrial mengaku sudah mengetahui kejadian itu dan pihaknya akan terus mengawasi proses hukum terhadap pelaku serta memulihkan kondisi priskologis korban.

“Semua akan kami awasi. Proses hukum dan perlindungan anak sebagai korban akan kami kawal sampai tuntas,” ujar Ery. (eja)

Kondisi Semakin Bagus, Rahma-Rahmi Dipindah ke Ruang Perawatan Bayi

0
Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah (kiri) dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (kanan) berfoto bersama di ranjang perawatan Ruang Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan. Keduanya dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) setelah dokter menyatakan kondisi keduanya stabil.
Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah (kiri) dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (kanan) berfoto bersama di ranjang perawatan Ruang Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan. f.ist

batampos.co.id – Dua bayi kembar siam Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa telah dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) ke ruang perawatan Peristi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB).

Ini ruang yang sama yang mereka gunakan sebelum dipisahkan.

“Alhamdulillah kondisi kedua bayi sehat. Sudah lepas semua alat medisnya,” ujar Anggota Humas Tim Kembar Siam Kepulauan Riau, Cyntia Latuma, Selasa (23/8).

Keduanya dirawat di ruang perawatan Peristi sejak Sabtu (20/8). Mereka ditempatkan dalam satu ranjang yang sama dengan hanya dipisahkan bantal-guling. Mereka tidur dan bermain bersama di sana.

Cyntia mengatakan, kedua bayi pasangan Junaidi Bakri Ratulolly dan Warmin Bahruddin itu menunjukkan kontak komunikasi yang bagus. Rahmi sering tampak memegang tangan Rahma, kembarannya yang lebih tua.

“Mereka saling pandang gitu, lucu,” katanya.

Kondisi kesehatan Rahmi terpantau stabil. Berat badannya kini 5,3 kilogram. Tim dokter hanya tinggal memantau luka operasinya saja.

Sementara Rahma, bayi yang memiliki kelainan jantung bawaan, menunjukkan kondisi yang semakin bagus. Tim dokter masih memonitor denyut nadi dan saturasi oksigennya. Berat badannya tercatat 3,5 kilogram.

“Untuk saat ini, secara keseluruhan kondisi Rahma bagus,” ujar wanita yang akrab disapa Tya itu lagi.

Nur Rahma – Nur Rahmi merupakan bayi kembar pertama yang dipisahkan di Batam. Operasi dilakukan di RSAB, Minggu (14/8) lalu, oleh tim dokter gabungan Kepulauan Riau dan RSUD dr Soetomo Surabaya.

Meski sudah dipindah ke ruang perawatan, kondisi keduanya masih terus dipantau. Dokter juga masih membatasi kunjungan untuk keduanya.

“Sampai saat ini baru kedua orang tuanya saja yang diperbolehkan menjenguk,” katanya. (ceu)

Polisi Batam Bekuk 60 Orang Terlibat Kasus Narkoba

0
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Heri (tengah) menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tangan Zulfikar, Zulkifli dan Deri Saputra. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Heri (tengah) menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tangan Zulfikar, Zulkifli dan Deri Saputra. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polresta Barelang menangkap 60 orang yang terlibat kasus narkoba jenis sabu dan ganja. Ada yang berstatus sebagai bandar, ada juga pengedar.

“60 orang ini kami tangkap dalam kurun waktu 7 bulan. Setiap bulan ada 8 orang,” ujar Kasat Narkoba Kompol Suhardi Heri saat dihubungi Batampos.co.id belum lama ini.

Suhardi menambahkan, 50 laporan dan 60 orang tersangka itu belum termasuk pengguna. Untuk pengguna ia hanya mengeluarkan surat rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Juga belum termasuk kasus yang ditangani Polda Kepri dan BNN.

“Para pengguna itu bukan tersangka, melainkan dia hanya sebagai korban. Maka dari itu, kita hanya mengeluarkan surat rehabilitasi dan dilimpahkan ke BNN,” tambahnya.

Lebih lanjut Suhardi Heri mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama dengan kepolisian memerangi narkoba dengan cara turut aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

“Memerangi narkoba bukan hanya tugas dari polisi, tapi seluruh masyarakat. Saya  berjanji akan terus bekerja keras untuk melakukan penumpasan terjadap narkoba di Batam,” pungkasnya. (eggi)

Januari-Juli 2016, Ada 418 Kecelakaan Lalulintas di Batam, 68 Orang Meninggal, 220 Luka Parah, 283 Luka Ringan

0
Lakalantas di Bukit Daeng yang menewaskan satu pemotor. Foto: rio/facebook
Lakalantas di Bukit Daeng yang menewaskan satu pemotor. Foto: rio/facebook

batampos.co.id – Angka kecelakaan lalulintas di Batam masih terbilang tinggi. Data yang diperoleh dari Unit Lakalantas Polresta Barelang selama Januari hingga bulan Juli 2016 tercatat 418 kasus.

Jumlah kasus lakalantas itu tak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang saat itu tercatat 486 kasus.

“Dari 418 kasus itu, 68 orang diantaranya meninggal dunia, 220 orang mengalami luka berat dan 283 orang mengalami luka ringan,” ungkap Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Ipda Arman, Selasa (23/8/2016).

Kasus kecelakaan terbanyak terjadi pada bulan Juli dengan jumlah 71 kasus. Tujuh orang tewas, 43 luka berat, dan 65 luka ringan.

Tingginya angka kecelakaan di Batam ini menurut Arman karena faktor sarana dan prasarana jalan yang belum memadai, ditambah dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah.

Berdasarkan pantauan batampos.co.id, di belakang Mapolresta Barelang terlihat ratusan sepeda motor korban kecelakaan terparkir dan mulai menjadi barang rongsokan.

Arman menghimbau kepada pemilik sepeda motor untuk segera mengambil kendaraannya dengan membawa bukti berupa surat-surat kendaraan.

“Kepada pemilik diharap segera mengambilnya. Sementara untuk yang tidak diambil-ambil sama pemiliknya belum tau mau dikemanakan, karena belum ada petunjuk dari atasan,” kata Arman.(eggi)

Truk Pengangkut Tanah Saling Seruduk

0
Truk tanah hantam pos polisi di Simpang Nagoya, Selasa (9/8/2016) dini hari WIB. Senin malam (21/8/2012) juga terjadi truk pengangkut tanah saling seruduk di Batam Centre. Foto: istimewa
Truk tanah hantam pos polisi di Simpang Nagoya, Selasa (9/8/2016) dini hari WIB. Senin malam (22/8/2012) juga terjadi truk pengangkut tanah saling seruduk di Batam Centre. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kecelakaan truk pengangkut tanah reklamasi kembali terjadi. Kali ini menimpa truk pengangkut tanah reklamasi rute Simpang Jam menuju Ocarina pada Senin (22/8/2016) malam.

Dari informasi dari salah seorang saksi di lokasi kejadian, kecelakaan truk ini berawal dari iring-iringan truk menuju Ocarina. Diduga salah satu supir truk yang ikut dalam iring-iringan mengantuk hingga menabrak trotoar jalan dan menabrak truk yang berada di depannya.

“Mereka jalannya iring-iringan, kemudian tiba-tiba salah satunya menabrak trotoar dan menabrak lagi truk yang di depannya,” ungkapnya.

Akibat dari kejadian ini, supir truk dengan nomor polisi BP 9910 DY tersebut mengalami luka ringan di bagian tangannya.

Sementara itu, truk yang menabrak tersebut mengalami ringsek dibagian depan dan mengalami pecah kaca akibat hantaman ke bak truk yang berada di depannya.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Ipda Arman membenarkan kejadian laka lantas ini. Namun untuk kejadiannya tidak dilaporkan ke pihaknya.

“Memang benar ada kecelakaan tadi malam, tapi mereka langsung evakuasi sendiri. Kecelakaan itu informasinya karena ban depannya yang mengalami slip,” ungkap Arman. (eggi)

Mulai Sekarang, Pelabuhan Wajib Sediakan Pelampung

0

Life-Jacketbatampos.co.id – Seluruh transportasi laut wajib menyediakan life jacket (jaket penolong) atau pelampung demi keselamatan penumpangnya.

Hal itu tak kecuali untuk transportasi rakyat yakni pancung atau kapal motor.

Kemarin, Wali Kota Batam Muhammad Rudi kaget ketika mengunjungi pelabuhan rakyat di Sekupang. Sebab, tak satupun dari transportasi disana (pancung) yang menyediakan life jacket untuk penumpang.

“Saya kaget disana, ternyata tak ada life jacket semua,” ujar Rudi saat berada di Kantor Walikota Batam, kemarin.

Padahal, lanjut Rudi, beberapa tahun lalu Polda Kepri sudah pernah menyediakan life jacket di pelabuhan untuk penumpang yang hendak menyebrang ke Belakang Padang atau pulau Sambu. Namun, kini jaket-jaket tersebut tak tahu rimbanya.

“Heran, jaket-jaket itu hilang kemana. Padahal life jacket itu perlu untuk keselamatan penumpang,” lanjut Rudi.

Apalagi, kondisi perairan antara Sekupang dan Belakangpadang cukup rawan, karena gelombang yang cukup tinggi. Ia juga heran melihat respon penumpang yang tak khawatir atas ketersediaan alat penyelamat.

“Respon mereka biasa saja. Mereka (penumpang), malah cuek-cuek saja,” ungkap Rudi.

Karena itu dalam waktu dekat, Rudi akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri untuk membicarakan hal tersebut.

Menurut dia, Pemerintah Kota Batam memang belum pernah menganggarkan penyediaan life jacket di pelabuhan rakyat.

“Setahu saya tak pernah dianggarkan. Saya akan panggil Zulhendri, supaya masalah ini cepat didudukan, sehingga tahu solusinya seperti apa. Kalau dibiarkan seperti ini terus bisa bahaya,” sebut Rudi.

“Setiap tahun ada, tapi tahun ini memang belum ada. Namun kita dapat bantuan dari Jasaraharja lebih dari 100 life jacket. Dan itu akan kita bagikan dalam waktu dekat,” ujar Zulhendri yang dihubungi.

Menurut dia, kewenangan keselamatan dibagian pelayaran merupakan tupoksi dari Kesyabandaran. Meski begitu, Pemko Batam juga memiliki peranan untuk mesosialisasikan tentang pentingnya menjaga keselamatan di laut.

Setiap tahun, lanjut Zulhendri pihaknya terus memberikan sosialisasi dan bantuan alat keselamatan laut untuk masyarakat hiterland. Faktor kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk melengkapi standar pelayaran membuat musibah itu terjadi, hingga akhirnya saling menyalahkan.

“Selalu ada sosialisasi baik di Mainland maupun hiterland. Untuk kedepannya, kita berharap masyarakat bisa lebih waspada dengan meningkatkan keselamatan saat menggunakan transportasi laut,’ pungkas Zulhendri. (she)

Barelang Amazing Trip, Pesiar dengan Mini Cruise di Sekitar Jembatan Barelang

0
Barelang Amazing Trip perdana, Minggu (21/8) lalu. foto:istimewa
Barelang Amazing Trip perdana, Minggu (21/8) lalu. foto:istimewa

batampos.co.id – Menikmati suasana dan pemandangan di Jembatan I Barelang tentunya hal yang sudah lumrah bagi warga Batam bahkan pengunjung dari berbagai daerah. Berfoto dan duduk santai di Plaza Dang Merdu sambil menyaksikan pemandangan Jembatan Barelang pastinya juga hal yang sudah biasa.

Lalau bagaimana kalau menikmati pemandangan Jembatan Barelang dari laut? Kemudian melintas di bawah Jembatan Barelang dan menyusuri pulau-pulau di sekitarnya? Pasti seru dan menakjubkan. Kamera tak akan berhenti mengambil foto. Nah, kalau mau merasakan hal yang sama, ikutlah Barelang Amazing Trip. Akhir pekan lalu, paket tur Barelang Amazing Trip ini diluncurkan.

Sekitar pukul 16:00, batampos.co.id ikut tur Barelang Amazing Trip yang digagas empat anak muda ini. Meeting point-nya di Restauran Seafood Air Masin. Dari kelong ini, kapal mini cruise yang berkapasitas 25 orang berangkat. Petualangan pun dimulai. DJ Yacob menemani dengan house music. Kapal menuju arah Jembatan I Barelang. Kehebohan pun dimulai. Kamera tak henti-hentinya menjepret. Apalagi ketika hendak melewati Jembatan I Barelang, rasanya excited!

Pelayaran terus berlanjut melewati pulau-pulau sekitarnya. Seperti Pulau Panjang, Pulau Akar, dan Pulau Bali. Lalu kembali lagi melewati Jembatan I Barelang. Pelayaran ini berlangsung selama 2,5 jam. Selama itu, selain menikmati musik, juga ditemani berbagai camilan, dan minuman ringan. Dimas Haryo, pemilik Govakansi, mengatakan DJ music itu hanyalah additional dalam tur tersebut. Jadi akan disediakan bila ada permintaan. “Tetapi tetap ada musik, untuk karaoke selalu tersedia (saat tur),” kata Dimas.

Tur kemudian diakhiri dengan makan malam di Restuaran Seafood Air Masin. Paket Barelang Amazing Trip ini dijual dengan harga Rp 249 ribu. Itu termasuk makan malam di Restauran Air Masin. Selain tur yang sudah dipaketkan, juga tersedia costumize tour yang disesuaikan kebutuhan. Misalnya ingin tur sambil pesta kecil-kecilan, akan disediakan makanan atau camilan. Tentunya dengan tambahan harga. “Kalau mau memancing untuk beberapa jam juga kita layani,” tegas Dimas.

Nah, tertarik dengan ikut Barelang Amazing Trip ini? Anda bisa melihat paket turnya di duapao.com atau menghubungi langsung Hanna Ester (085265558303), Jalanrame2 atau langsung ke Chotijah (081536652345 dan 08566555790), dan www.Govakansi.com ya! (uma)

Dewan Pertanyakan Penurunan Aset Disdukcapil Hingga Rp 3,7 Miliar

0
RDP Dinas Kependudukan
RDP Dinas Kependudukan

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Batam, Aman, mempertanyakan selisih aset yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam yang mencapai Rp 3,7 miliar.

“Ini yang tak bisa mereka (Disdukcapil-red) jawab tuntas,” ujar Aman, usai menggelar Rapat Pertanggungjawaban (LPJ) Disdukcapil bersama Komisi II DPRD Kota Batam, Senin (21/8).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memaparkan, selisih aset dari tahun 2015 itu mengalami penyusutan signifikan yakni 67 persen dari aset tahun 2015 sebesar Rp 6,7 miliar.

“Sedangkan pada laporan penyusutan yang Disdukcapil paparkan tak tergambar, bahwa apa saja yang menyusut tersebut,” kritiknya.

Lantaran tak bisa menjawab pertanyaan tersebut, Komisi II selaku mitra kerja Disdukcapil meminta agar menjelaskan secara detail dan menyerahkan data resmi kepada DPRD Kota Batam.

Terkait kinerja dan pelaporan, Aman menilai, neraca yang dihasilkan Disdukcapil tak akurat. Begitu juga dengan isi neraca ini tidak tergambar sejumlah aset yang menyusut tersebut.

“Bahkan penyusutan yang dilaporkan hanya Rp 700 juta. Sementara kalau dibandingkan selisih antara tahun 2014 dan 2015 sebesar R3,7 miliar. Kemana yang Rp 3 miliarnya,” tanya Aman.

Anggota Komisi II Idawati Nursanti mengaku terjadi masalah laporan akutansi neraca aset di Disdukcapil Kota Batam. Apalagi melihat penurunan di atas 60 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini yang kami kecewakan. Bahwasanya pelaporan aset baru pertama kali dilakukan tahun 2015 ini. Penyusutan terjadi sejak aset pertama hingga tahun 2015 ini,” tutur Ida, akrabnya.

Padahal, kata ida, seharusnya pelaporan dan perhitungan aset ini dilakukan setiap tahun. Apalagi melihat penyusutan, benar-benar signifikan dari Rp 6,7 miliar menjadi Rp 3 miliar.

“Yang susut ini akumulasi barang lima tahun lalu. Kita juga kecewa, mereka tak bisa menjelaskan,” tutur wanita berkerudung tersebut.

Ia juga menilai kurangnya akurasi dari sistem pelaporan yang dimiliki Disdukcapil tersebut. “Saya menilai SDM untuk akutansi pelaporan masih kurang dan tidak singkron,” pungkasnya. (rng)