Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13914

Cuaca Buruk Disertai Angin Kencang, Disparbud Perketat Pengawasan Pantai

0
Salah satu resort di Lagoi, Bintan. Cuaca buruk untuk sementara banyak tamu resort yang enggan bersantai di pantai. Foto : Yuliana Dewi/batampos

batampos.co.id – Terkait dengan kondisi cuaca buruk disertai angin kencang yang terjadi di perairan Bintan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan meningkatkan pengawasan di pantai Trikora. Bertujuan untuk mengantisipasi bahaya yang terjadi di seputaran lokasi yang dekat dengan laut.

“Kami sudah beri peringatan untuk sama-sama menjaga, karena kondisi cuaca lagi tidak bagus. Kami pun sudah mengimbau untuk pengunjung pantai, agar jangan berenang dulu di pantai, hingga cuaca di perairan Bintan normal kembali,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Luki Zairman Prawira, Rabu (16/2).

Menurutnya cuaca buruk yang terjadi saat ini bisa membahayakan pengunjung pantai, karena kondisi gelombang laut yang sedang tinggi.

“Kami sudah informasikan kepada petugas di pantai Trikora untuk lebih ekstra bisa memperhatikan sekeliling pantai,” sebutnya.

Selain pantai Trikora, pengawasan juga sudah dilakukan di Kawasan rekreasi Pantai Lagoi, dimana Pengelola kawasan sudah melarang pengunjung supaya tidak berenang dulu di pantai, karena kondisi cuaca yang sedang buruk.

“Pelarangan untuk berenang sudah terjadi juga di Lagoi. Tandanya bisa dilihat dari bendera merah yang dikibarkan, yang artinya dilarang untuk berenang,” jelasnya.

Sementara itu, Revina, 29, salah satu pengunjung di pantai Trikora, mengakui kondisi gelombang laut saat ini sedang tinggi.

“Berbeda dengan hari biasa. Anginnya kencang dan gelombang lautnya kuat,” ungkapnya.

Menurutnya dengan kondisi cuaca seperti ini, tentunya bisa membahayakan bagi pengunjung yang ingin berenang ke pantai.

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungunpinang, Dira Utama mengatakan ketinggian gelombang laut di perairan Tanjungpinag mulai 0,2 hingga 1 meter, perairan Batam mulai 0,2 sampai 1,3 meter, perairan Bintan mulai 1 meter sampai 3 meter, kemudian perairan Anambas dan Natuna 1,3 sampai 5 meter dengan kecepatan angin antara 5 sampai 40 km perjam yang berhembus dari utara.

Dira mengimbau nelayan harus selalu waspada terhadap awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang secara tiba-tiba.

“Masyarakat dan nelayan harus mewaspadai gelombang tingggi di wilayah Bintan dan Lingga bisa mencapai 3 meter. Waspadai angin yang bertiup cukup kuat selama beberapa hari ini,” imbaunya. (cr20)

Tiga Tersangka Kembalikan Uang Korupsi Rp 595 Juta

0
Pihak Kejati menunjukan uang yang dikembalikan tersangka. Foto : Osias De/Batampos

batampos.co.id – Tiga tersangka korupsi aset daerah yang merupakan apresiasi atas penempatan kas daerah Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang, mengembalikan uang senilai Rp 595 juta dari total Rp 1,2 miliar kerugian negara ke Kejati Kepri, Kamis (16/2).

Uang tersebut dikembalikan tiga tersangka yakni, mantan Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin, mantan Kabag Keuangan Ivan dan Mantan Kepala cabang BSM Tanjungpinang Khairul Rizal.

Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, mengatakan uang yang dikembalikan ketiga tersangka tersebut dititipkan pihaknya di rekening Kejati Kepri di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpinang.

“Walaupun yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara. Bukan berarti akan menghapus tindak pidana korupsi yang mereka lakukan. Namun nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam proses penuntutan di persidangan,”ujar Yunan.

Dikatakan Yunan, tujuan utama dalam penanganan kasus korupsi yakni untuk memulihkan keuangan negara. Selain itu, dalam kasus korupsi aset daerah tersebut, pihaknya juga melakukan penyitaan dokumen terkait penempatan dana kas tersebut.

“Uang Rp 595 juta total keseluruhan yang dikembalikan ketiga tersangka. Yang paling besar mengembalikan yakni mantan Bupati Anambas,”kata Yunan.

Saat ini, sambung Yunan, perkembangan penanganan kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi. Dimana salah satu saksi yang dimintai keterangan yakni saksi ahli perbendaharaan.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas-berkas untuk para tersangka,”terang Yunan.

Sementara itu, Wakajati Kepri, Asri Agung Putra, mengapreasi atas pengembalian kerugian negara yang dilakukan ketiga tersangka. Namun, pihaknya berharap ketiga tersangka juga mengembalikan sisa kerugian negara dari total Rp 1,2 miliar.

“Kami harap mereka kooperatif untuk mengembalikan keseluruhannya. Karena seperti yang bapak Kajati sampaikan tadi tujuan utamanya yakni memulihkan kerugian negara yang timbul,”ucap Asri Agung.

Seperti diketahui sebelumnya, Kejati Kepri menetapkan mantan Bupati Anambas, Tengku Mukhtaruddin, Kabag keuangan Ivan dan mantan kacab Bank Mandiri Syariah Tanjungpinang KM, sebagai tersangka atas dugaan korupsi aset daerah di tahun 2011 dan 2012.

Penetapan terhadap ketiga orang tersebut dilakukan tim penyidik Pidana Khusus melakukan beberapa kali ekspose dan melakukan pendalaman serta menemukan kerugian negara yang timbul senilai Rp 1,2 miliar.

Terjadinya korupsi aset Pemkab Anambas itu sendiri berawal saat Bank Syariah Mandiri (BSM) menjalin kerjasama dalam bentuk deposito dan giro dengan Pemkab Anambas. Atas dasar itu BSM memberikan 25 unit sepeda motor Honda Mega Pro, satu unit mobil Toyota Fortuner, satu unit minibus. Yang mana barang yang diterima dan harusnya menjadi aset Pemkab dijual untuk kepentingan pribadi.(ias)

Alokasi Rp500 Juta untuk Perawatan Jalan Provinsi

0

batampos.co.id – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Karimun mendapatkan alokasi dana perawatan jalan dari Pemerintah Kepri sebesar Rp500 juta. Dana, tersebut akan digunakan untuk melakukan perawatan terhadap jalan-jalan yang rusak milik provinsi yang ada di Kabupaten Karimun.

“Tidak semua jalan yang ada di Kabupaten Karimun milik pemerintah daerah. tapi, juga ada milik provinsi dan jalan nasional yang anggarannya dari pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas PU dan Tata Kota Kabupaten Karimun, Zulfan kepada Batam Pos, Kamis (16/2).

Jumlah jalan milik provinsi di Kabupaten Karimun, katanya, sepanjang 148 km. Artinya, jika melihat jumlah panjang jalan dengan alokasi dana peraawatan jalan, memang tidak cukup. Hanya saja, pihaknya sudah melakukan pemetaan jalan mana saja yang menjadi prioritas untuk mendapatkan perawatan. Salah satunya, di Teluk Uma, Jalan Letjend MT Haryono Kecamatan Tebing sudah lama mengalami rusak.

‘Jalan Letjend MT termasuk jalan yang sudah belasan tahun dibangun, namun belum pernah ditingkatkan. Selain itu, karena jalannya milik jalan provinsi. Meski demikian, dengan adanya alokasi dana segitu (Rp500 juta, red), kita akan maskimalkan perbaikan jalan provinsi yang rusak,” paparnya.

Menyinggung tentang Jalan Coastal Area, Zulfan menyebutkan, untuk saat ini jalan tersebut sudah ditetapkan sebagai jalan milik provinsi. ”Makanya panjang jalan milik provinsi menjadi sepanjang 148 km. Sebelumnya panjang jalan provinsi hanya 133 km, ditambah dengan kiri dan kanan Jalan Coastal Area 15 km, maka jumlahnya jadi ikut bertambah. Selain itu, jalan milik provinsi yang ada di Kabupaten Karimun hanya ada di Pulau Karimun dan Pulau Kundur. Sedangkan, di Moro dan Pulau Buru tidak ada,” ungkapnya. (san)

Buah Naga Merah Turun Harga Lagi

0
Roza karyawati Hypermart Megamall Batamcenter menunjukan buah Naga yang siap ditawarkan kepada pelanggan Hypermart, Kamis (16/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hypermart Batam memberikan promo spesial turun harga untuk buah Naga Merah. Buah ini ditawarkan dengan harga Rp 1.690 per 100 gram (gr) dari harga sebelumnya Rp 1.790 per 100 gr.

Department Manager Produce Hypermart Mega Mall, Akbar Anthoni, mengatakan, buah yang memiliki rasa manis dan sedikit asam ini mempunyai banyak manfaat. “Buah Naga merupakan buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah naga kaya akan nutrisi dan vitamin,” kata Akbar.

Akbar mengatakan, buah yang bentuknya khas ini cocok dikonsumsi oleh semua kalangan usia, berbagai nutrisi yang terkandung dibuah ini bagus untuk kesehatan bayi, balita, anak-anak, hingga orang dewasa dan orangtua. “Khasiat mencegah kanker, bagus untuk jantung, mencegah dan mengatasi diabetes,” ujar Akbar.

Selain buah naga merah, Hypermart juga memberikan promo turun harga menarik lainnya untuk produk, sepertu AC Sharp 1PK AH – A9SEY, saat ini hanya ditawarkan dengan Rp 3.553.000 dari harga sebelumnnya Rp 4.269.000. Kemudian AC Samsung 1/2 PK AR05KRFLAW saat ini hanya Rp 3.009.000 dari hara sebelumnya Rp 3.729.000.

“AC Samsung 1PK AR09 KRSDUW saat ini hanya Rp 4.709.000 harga normal Rp 5.639.000. Kedua AC merek Samsung ini kami berikan gratis jasa pemasangan plus pipa 5 m dan plus bracket outdoor,” ungkap Akbar.

Lanjut Akbar, kemudain ada juga promo untuk produk Microwave Oven NN-ST342Mite Panasonic Rp 1.229.000 dari harga normal Rp 1.659.000 dan Air Cooler AC120-U Midea Rp 1.189.000 dari harga normal sebesar Rp 1.469.000. “Air Purifier FP-FM40Y-B Sharp Rp 2.959.000 dari harga normal Rp 3.249.000,” paparnya.

Ada pula promo untuk produk mesin cuci, di antaranya Washing Machine 2Tube MTA77 Midea Rp 909.000 dari harga normal Rp 1.259.000, dan Washing Machine 1Tube ES-G- 865P-G Sharp Rp 2.299.000 dari harga normal Rp 2.999.000. “TV Saharp LED 40 inci Rp 4.399.000, TV Samsung LED 49 inci Rp 6.559.000 dan TV Sharp LED 24 inci Rp 1.929.000,” ucap Akbar.  (cr14)

Desa Degung Luput dari Pembangunan

0
Erry Suandy, anggota DPRD Provinsi Kepri melewati jembatan darurat di Desa Degung beberapa waktu lalu. foto:batampos.

batampos.co.id – Erry Suandy, anggota DPRD Provinsi Kepri asal Tanjungbatu, mengaku prihatin melihat kehidupan masyarakat Dusun Pulau Panjang, Desa Degung Kecamatan Belat. Sebab, puluhan tahun Desa Degung tidak tersentuh proyek pembangunan.

Bukti nyata, sampai kini warga masih memanfaatkan jembatan darurat sepanjang 350 meter untuk penyeberangan. Padahal, kondisi jembatan yang terbuat dari kayu papan sudah lapuk, dan memprihatinkan.

“Selama ini pemerintah daerah hanya fokus membangun di daerah tertentu saja. Masak ada jembatan kayu sepanjang 350 meter masih dimanfaatkan sampai sekarang. Padahal kondisi tumpukan kayunya sudah lapuk. Sepertinya, Degung luput dari perhatian pemerintah,” ungkap Erry, Kamis (16/2) kemarin.

Dikatakan kurangnya pemerataan pembangunan di pulau terpencil terpantau ketika dirinya berkunjung ke Desa Degung bersama kepala desa, dan pemuda setempat belum lama ini. Warga berharap agar pemerintah memperhatikan masyarakat di sejumlah pulau terpencil. Dalam hal ini kami mengajak pihak eksekutif, legeslatif bersama-sama membangun sejumlah pulau terpencil.

Erry juga menambahkan upaya yang dilakukan dengan memasukan program pembangunan di desa Degung pada musyawarah perencanaan pembangunan (msrenbang) kecamatan Belat beberapa waktu lalu.

“Kita akan kawal usulan masyarakat terpencil agar ada pemerataan pembangunan yang dirasakan masyarakat. Sehingga pembangunan tidak menumpuk di daerah tertentu seperti tahun-tahun sebelumnya,” janjinya. (ims)

Kepri Butuh 49 Juta Kg Gas Elpiji, Disprindag Ajukan Kuota Tambahan

0
Petugas Pertamina menyusun tabung gas 3 Kg untuk dijual di Tanjungunggat Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin mengatakan realiasi kebutuhan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Provinsi Kepri tahun 2016 lalu mencapai 42.770 Metrik Ton (MT) atau sekitar 42.770.00 kg. Disprindag sudah membuat perencanaan kebutuhan di 2017

“Karena tingginya kebutuhan gas elpiji 3kg, maka di 2017 ini kami mengajukan penambahan kuota kepada pemerintah pusat. Karena kita perhitungkan kebutuhan di 2017 ini adalah 49.141 MT atau 49.141.000 kg,” ujar Burhanuddin menjawab pertanyaan Batam Pos di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (16/2).

Dijelaskannya, kewenangan untuk mengatur hilir mudik kuota gas 3 kg di Provinsi Kepri, tidak lagi berada di bawah Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Tetapi sudah dibawah kendali Disprindag Provinsi Kepri. Diberikan tanggungjawab ini, tentu menjadi pekerjaan besar bagi pihaknya. Karena belum semua daerah di Provinsi Kepri mendapatkan Kuota gas elpiji 3 kg.

Burhanuddin menyebutkan, di tahun 2016 lalu, kuota gas yang diperoleh Kabupaten Bintan adalah 4.789 MT. Sedangkan kebutuhan riilnya adalah 5.091 MT (106 persen). Kemudian peruntukan bagi Kota Batam adalah 32.269 MT, dan realiasinya adalah 32.100 MT (99 persen). Selanjutnya Tanjungpinang mendapatkan 5.738 MT, sedangkan realiasinya adalah 5.579 MT (97 persen).

“Secara keseluruhan jumlah kuotanya adalah 42.796 MT. Adapun jumlah yang terpakai 42.770 MT. Artinya hanya sedikit yang tersisa dari kuota yang diberikan,” papar Burhanuddin.

Mantan Kepala Penghubung Provinsi Riau tersebut juga mengatakan, pihaknya sudah membuat ancang-ancang kebutuhan gas elpiji 3 kg, untuk kebutuhan tahun ini. Karena tahun 2016 lalu, Pemprov Kepri sudah mengusulkan kuota tambahan yang diperuntukan bagi Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.

Dipaparkannya, kuota gas 3 kg bagi Provinsi Kepri di 2017 ini yang terdiri dari Bintan 5.409 MT, Batam 33.649 MT, Tanjungpinang 5.993. Sementara Karimun mendapatkan bagian konversi gas elpiji dari minyak tanyak sebanyak 4.090 MT. Ditanya kenapa daerah kawasan Natuna, Anambas Lingga (NAL) belum mendapatkan kuota gas, Burhanuddin mengatakan sarana pranasaran penunjung masih belum memadai ditiga daerah tersebut.

“Karena yang melakukan penilaian adalah Dirjen Pembinaan Minyak dan Gas, Kementerian ESDM. Melakukan konversi di kawasan NAL masih perlu persiapan,” papar Burhanuddin.

Dijelaskannya, infrastruktur-infrastruktur pendukung yang dibutuhkan NAL adalah seperti depot, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBBE/SPBE). Selain itu juga membutuhkan agen serta pangkalan. Karena Kuota yang diusulkan, berdasarkan pengajuan dari panggkalan dan agen yang ada di kabupaten/kota.

“Persentase kenaikan yang kita ajukan masih dibawah 15 persen. Kita juga berharap pemerintah pusat, khususnya dapat melakukan pembangunan sarana dan prasarana penunjang seperti SPBBE/SPBE,” tutup Burhanuddin.(jpg)

Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan Jadi Mahal

0

batampos.co.id – Sejumlah nelayan di Kecamatan Jemaja memilih menyandarkan kapal motornya di dermaga, ketimbang melaut mencari ikan. Hal ini dilakukan karena kondisi gelombang yang masih tinggi dilaut yang diprediksi mencapai 2,5 meter bahkan sampai 4 meter.

“Kami tidak ingin ambil resiko, biarlah kami sandarkan kapal didermaga dari pada akan mengalami musibah dilaut,” ungkap Kasni, yang terlihat pesimis untuk melaut, Kamis (16/2).

Meski dirinya tidak berani melaut, namun dirinya juga tahu, jika saat ini masih ada nelayan yang nekat mencari ikan dengan kondisi gelombang saat ini. Pasalnya gelombang yang tinggi seperti ini justru ikan semakin mudah didapatkan, tapi harus menerima resiko yang tinggi pula. “Saat gelombang seperti ini ikan kuat makan, jadi lebih banyak dapatnya,” ungkapnya.

Diakuinya meski nelayan masih nekat kelaut, tapi tidak sejauh pada saat gelombang teduh. Pada saat gelombang teduh, biasanya nelayan harus menempuh jarak sekitar 8 mil dari pantai. Namun untuk saat ini hanya 4 mil sudah dapat ikan. “Kalau saya biarlah memilih istirahat saja,” ujarnya.

Sejak sepekan terakhir ini dirinya tak melaut, tapi mencari kesibukan sendiri seperti dengan mengurus kebun dan lain-lain. Dirinya mengaku trauma pada tahun sebelumnya pernah mengalami musibah dilaut dan hampir tenggelam, masih beruntung ada kapal nelayan lain menolongnya.

Ketika itu kapal motor yang dibawanya mengalami kerusakan mesin selama satu jam dilaut dan dirinya hanya bisa pasrah, karena dihantam gelombang besar secara terus-menerus. Ia hanya bisa membuang air laut yang sudah masuk ke kapalnya dan ikan yang dihasilkannya harus dibuang kembali untuk mengurangi muatan kapal.

Setelah ada kapal nelayan lain melintas dan menghampirinya, ia langsung naik kapal itu dan yang dia pakai ditinggalkan begitu saja di
laut.

“Masih beruntung ada kapal lain menolong saya ketika itu, kalau tidak saya akan tenggelam dengan kapal yang saya bawa itu. Masih terbayang dengan kajadian itu dan tidak akan pernah saya lupakan,” kenangnya.

Sementara pantauan media ini pasar ikan terlihat sepi. Biasanya pasar ikan Siantan ramai hingga pukul 11.00 WIB masih beraktifitas, tapi akhir-akhir ini pada pukul 10.00 saja sudah tampak sepi.

Asmirwan Sekretaris HNSI Anambas membenarkan jika harga ikan di Anambas meningkat saat ini, buka hanya itu penampung juga saat ini kesulitan untuk mengirimkan ikan ke ke Tanjung Pinang karena kapal Kargo tidak bisa berlayar karena cuaca ekstreem. Sepinya ikan di pasaran membuat harga ikan naik.

“Harga ikan tongkol dipengepul saat ini mencapai Rp10.000 sampai dengan Rp11.000/Kg yang biasanya hanya Rp6000 sampai dengan Rp7000 saja. Ikan tenggiri yang besar Rp40.000, Tenggiri yang kecil Rp25.000. sedangkan ikan Angoli mencapai Rp65.000kg,” kata Asmirwan yang didampingi Tarmizi Ketua HNSI Anambas Senin (13/2)

Nelayan yang berani melaut adalah memang nelayan yang nekat. Namun untuk turun kelaut itu nelayan mesti menanggung resiko yang sangat besar. Bahkan baru-baru ini ada nelayan asal Kecamatan Siantan Timur yang sempat hilang namun sudah ditemukan karena berteduh sedang berteduh di salah astu pulau yang ada di kecamatan Siantan Selatan. “Memang saat ini adalah musim panen ikan namun resiko yang dihadapi juga besar,” tuturnya.

Selain itu lanjut Mantan Anggota DPRD Natuna Dapil Anambas itu saat ini banyak Fiber ikan milik penampung yang masih belum dapat dibawa ke Tanjung Pinang, karena Kapal kargo yang tak bisa berlayar. (sya)

Perayaan Cap Go Meh di Centeng

0

batampos.co.id – Perayaan Hari Raya Imlek dan gelar budaya peringatan 15 hari pasca tahun baru atau dikenal dengan istilah Cap Go Meh warga Thionghua di Centeng, Lingga berlangsung meriah. Tidak hanya diramaikan warga keturunan, namun menjadi geliat ekonomi warga dan pedagang setempat.

Pantauan di lapangan sejak 3 hari terakhir, kegiatan Cap Go Meh di dusun Centeng, Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara ramai didatangai warga. Gelar budaya ini juga diramaikan pedagang yang mengais rezeki dengan cara berjualan di sepanjang jalan dusun tersebut. Mulai dari mainan anak-anak, makanan hingga pakaian sehari-hari.

“Setiap tahun memang seperti ini. Di Centeng selalu ramai. Toleransi di sini sangat baik. Warga lain memanfaatkan keramaian dengan berjualan,” kata Rudi warga Centeng, Kamis (16/2).

Tidak hanya warga lokal sambung Rudi, wisatawan dan warga Thionghua yang tinggal diluar daerah seperti Pinang, Batam dan Singapura juga banyak yang datang.

“Kalau tidak salah semalam ada kegiatan lelang. Salah satu budaya warga Thionghua. Tiga hari ini ramai. Mungkin puncaknya sampai malam Minggu karena ada tradisi Loya lagi,” tambahnya.

Warga asli sambung Rudi juga ikut antusias. Menjaga keamanan dan memanfaatkan momentum tersebut sebagai penambah ekonomi. (mhb)

Zahar Ditemukan Tewas Terlentang di Pinggir Pantai

0

batampos.co.id – Zahar, 64, warga Kampung Sakera, Kelurahan Tanjunguban Timur, ditemukan tewas dengan posisi telentang di atas pasir Pantai Sakera, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (16/2). Diduga kematian korban disebabkan karena sakit yang dideritanya selama ini.

“Benar, pagi tadi kami menemukan mayat sekitar pukul 05.30 WIB. Informasi penemuan ini didapat dari seorang nelayan yang melihatnya pertama kali di pinggir pantai,” terang Kapolsek Tanjunguban, Kompol Jaswir, Kamis (16/2).

Berdasarkan dari keterangan istrinya, Rosmawati, 57, sambungnya korban ini sudah pergi sejak Rabu (15/2) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, dengan tujuan ke pantai untuk mencari barang-barang plastik bekas yang hanyut dibawa gelombang laut, seperti yang biasa dilakukannya saat memasuki musim angin utara.

“Saat mayat ditemukan kondisinya masih mengenakan sepatu, les merah, jaket parasut, baju lengan panjang, dan sudah tidak mengenakan celana,” paparnya.

Jaswir menuturkan terkait penyebab kematian korban, pihaknya belum bisa menyimpulkannya. Namun menurut keterangan dari istri korban, suaminya selama ini mempunyai riyawat penyakit sesak nafas dan jantung.

“Kondisi mayat diperkirakan sudah meninggal selama 12 jam, karena posisi tubuh sudah kaku. Dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” jelasnya.

Dia menambahkan saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka dan akan dikebumikan sebelum waktu Dzuhur oleh keluarga di TPU Kampung Sera, Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

“Keluarga korban menolak adanya autopsi, karena mereka sudah bisa menerima kematian korban sebagai musibah. Selanjutnya korban akan langsung dikebumikan oleh keluarga secepatnya,” imbuhnya. (cr20)

Mesin Unit 1 PLTU Dalam Pemeliaraan, Mei Beroperasi Lagi

0

batampos.co.id – Sejak Oktober 2016, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungsebatak, beroperasi dengan menggunakan mesin pembangkit unit kedua. Sedangkan, unit pertama dalam pemeliharaan yang diprediksi selesai pengerjaan empat bulan mendatang atau tepatnya bulan Mei nanti.

”Insha Allah, Mei atau menjelang puasa kita sudah stand by mesin unit 1 untuk dioperasikan. Sekarang mesin unit 2 sudah beroperasi yang menghasil daya listrik mencapai 6.5 Megawatt dari 7 Megawatt,” jelas Manager PLTU Tanjungsebatak Lukman, Kamis (16/2).

Begitu mesin unit 1 dengan daya listrik yang dihasilkan 7 Megawatt beroperasi, maka secara otomatis Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di Bukit Carok milik PT (Persero) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun akan dilakukan perawatan. Sehingga, tidak ada terjadi defisit daya akibat kekurangan pasokan daya listrik baik dari PLTU maupun PLTD.

”Biasanya, kalau perawatan mesin dilakukan setelah 6000 jam hingga 8000 jam beroperasi. Sebab, mesin-mesin tersebut beroperasi 24 jam non stop. Kalau terjadi pemadaman dikarenakan faktor alam, anda bisa lihat sendiri saat sekarang ini cuacanya cukup ekstrem terutama pada sore hari,” ungkapnya.

Sementara Kepala PT (Persero) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun Fauzar Zain mengatakan, daya listrik ke pelanggan saat ini mencapai 30,5 Megawatt dengan beban puncak 25,8 Megawatt di saat sore hingga malam hari. Sehingga, kebutuhan daya listrik di pulau Karimun ini telah mencukupi bahkan surplus daya listrik yang sudah termasuk dari PLTU Tanjungsebatak.

”Alhamdulillah, saat ini daya listrik cukup untuk kebutuhan pelanggan PLN yang mencapai 38.681 pelanggan yang tersebar di 4 kecamatan,” tuturnya.

Dan direncanakan pihaknya akan menambah mesin PLTD sebanyak 17 unit dengan daya 17 Megawatt untuk memperkuat sistem di PLTD sendiri. Dimana saat ini mesin yang dimiliki PLN termasuk sewa ada sekitar 21 mesin dengan daya sekitar 26 Megawatt.

”Pokoknya, dari wilayah kita dapat 17 unit mesin PLTD tambahan lagi. Tinggal tunggu pengiriman dari PLN wilayah ke Tanjungbalai Karimun, waktunya belum pasti yang jelas tahun ini,” ucapnya. (tri)