Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13922

Pak Camat Geram dengan Proyek Reklamasi di Sei Lingkai

0
Alat berat eskavator dikerahkan oleh tim terpadu untuk membongkar paksa jembatan yang dibuat oleh pengembang di Seilangkai, Sagulung yang mempersempit sungai, Senin (9/1).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Petugas gabungan dari dinas PU kota Batam, Bapedalda Kota Batam dan petugas dari kecamatan Sagulung membongkar paksa Proyek reklamasi yang mempersempit alur sungai di RW 18, Keluarahan Seilangkai, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepri, Senin (9/1).

Pembongkaran itu fokus pada lokasi proyek yang mempersempit alur sungai.

“Hari ini harus dibongkar. Tak ada alasan. Musibah wilayah (kerja) saya karena proyek itu,” ujar Camat Sagulung Reza Khadafi, seperti diberitakan harian Batam Pos.

Menurut Reza, pembongkar lokasi proyek reklamasi tersebut merupakan kali kedua. Sebelumnya pihak kecamatan sendiri sudah membongkar lokasi proyek tersebut namun pihak proyek kembali melanjutkan aktifitas reklamasi mereka.

“Sudah dibongkar sebelumnya, tapi keras kepala orang-orang itu,” kata Reza.

Akibat kegiatan proyek itu, alur sungai yang semula rol 60 atau selebar setengah lapangan sepak bola dipersempit menjadi tiga meter saja.

Sungai yang menjadi saluran pembuangan air utama dari berbagai pemukiman di Batuaji dan Sagulung itu akhirnya tak lagi mampu menampung debit pembuangan air dari pemukiman warga. Imbasnya setiap kali hujan dan saat air laut pasang, pemukiman warga di dekat alur sungai selalu terendam banjir.

“Jadi hari ini harus dibongkar. Kami tak pernah larang membangun, tapi kalau merepotkan orang lain seperti itu ya harus diambil tindakan tegas,” ujar Reza.

Untuk membongkar lokasi lahan yang sudah diratakan itu, pihak kecamatan menggandeng kerja sama dengan Badan pengendalian lingkungan hidup daerah (Bapedalda) dan Dinas pekerajaan umum (PU) kota Batam.

“Selain pembongkaran lokasi proyek di alur sungai, kami juga akan menormalisasikan semua drainase yang ada di sekitarnya. Mumpung ada alat berat dari PU makanya sekalin dikerjakan,” kata Reza.

Mengenai perizinan, Reza mengaku tak tahu menahu dengan proyek reklamasi itu sebab itu bukan wewenangnnya. Namun ditegaskan Reza ada ataupun tidak perizinan proyek tersebut, tidak dibenarkan jika pihak proyek menutup alur sungai tersebut.

Sementara kepala Bapedalda Kota Batam Dendi Purnomo sebelumnya menuturkan bahwa proyek reklamasi memang mengantongi izin pematangan lahan. Namun untuk penyempitan alur sungai memang tidak dibenarkan. “Makanya sudah kami berhentikan dan itu akan ditindak lanjuti,” ujar Dendi.

Pemberhentian proyek reklamasi itu sudah dilakukan dengan cara menyegel satu unit alat berat beko yang ada di lokasi pada, Sabtu (7/1) lalu. Namun siang kemarin alat berat beko tersebut sudah tak kelihatan lagi di lokasi proyek. Informasi yang didapat, beko tersebut ternyata sudah dipindahkan oleh pihak proyek.

Sementara pantauan di lokasi proyek, satu unit salat berat beko dari dinas PU kota Batam mulai membongkar satu persatu tiang panca yang sudah diletakan oleh pihak proyek di lokasi alur sungai yang dipersempit.

Sampai sore kemarin, pembongkaran masih sebatas mengangkat tiang panca yang dijadikan jembatan sementara itu. “Baru mulai dibongkar makanya masih sebatas bongkar tiang panca ini,” kata lurah Seilekop Candra Hernawan di lokasi proyek.

Selanjutnya petugas gabungan juga akan melebarkan kembali alur sungai yang sudah ditimbun agar kembali seperti semula.

Sementara pihak proyek sendiri belum bisa dikonfirmasi. Saat petugas gabungan mendatangi lokasi proyek, tak satupun pekerja yang terlihat di sana. (eja)

Pak Walikota Terserang Demam Berdarah

0

batampos.co.id – Pak Walikota diopname di rumah sakit. Ia terserang demam berdarah.

Ya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa Kang Emil positif terkena demam berdarah.

Kondisinya terus menurun karena demam. Istri Kang Emil, Atalia Praratya, lewat Instagram di akun ataliapr, Senin (9/1) meminta doa untuk kesembuhan Kang Emil.

“Hasil observasi terakhir pak wali positif DB, akang teteh… Hatur nuhun utk semua doa2nya ya… Punten kang emil masih harus banyak istirahat sehingga pembesuk masih sangat dibatasi… Mohon doanya terus..karena trombosit kecenderungannya masih menurun.. Hatur nuhun,” tulis Atalia. (adk/jpnn)

Ada Lomba Tarik Suara untuk Anda Usia 30 Tahun ke Atas

0
Dian Apriana Linda dan Wimpi Sanusi saat melakukan persiapan lomba tembang kenangan era 60 sampai 90an
foto: batamtvnews

batampos.co.id – Anda suka berdendang? Ssstt… ada lomba tarik suara nih.

Persatuan artis penyanyi pencipta lagu Indonesia (PAPPRI) Kepulauan Riau akan menggelar lomba tembang kenangan era tahun 60 hingga 90 di Batam.

Lomba tersebut merupakan salah satu upaya PAPPRI untuk menjembatani pecinta lagu kenangan

“Lomba lagu kenangan yang akan kita laksanakan pada tanggal 3, 4, dan 5 Februari di DC Mall nanti merupakan upaya kami menjembatani pecinta lagu kenangan terutama bagi mereka yang berusia tua” kata Dian Afriana Linda Sekretaris PAPPRI Kepri pada Rabu (4/1) siang seperti dilansir batamtvnews.com.

Selain itu, lomba tersebut berangkat dari rasa keprihatinan pelaku seni ketika mereka bekerja nyaris tidak ada yang meminta lagu tempo dulu, sehingga ada kekhawatiran karya-karya besar dari pencipta lagu kenamaan Indonesia terlupakan seiring perkembangan dunia tarik suara.

Lomba yang digagas PAPPRI Kepulauan Riau, lanjut wanita berparas cantik ini, hanya mengakomodir bagi calon peserta yang berusia 30 tahun keatas. Sementara peserta hanya dibatasi 100 orang dengan rincian 50 peserta pria dan 50 peserta wanita.

“Panitia tidak memungut biaya, dan kita hanya membatasi peserta sebanyak 100 orang. 50 pria dan 50 wanita” tambahnya.

Untuk babak penyisihan yang digelar pada tanggal 3 Februari dan babak semi final pada tanggal 4 nanti, peserta menyanyikan 1 tembang kenangan dengan minus one atau karaoke. Sementara untuk babak final, peserta akan diiringi orkestra.

“Untuk final panitia telah menentukan lagu. Pilihan lagu pria diantaranya Kusadari milik Harvey Malaiholo, Aku pasti datang tembang Utha Likumahua, dan tembang Kidung karya almarhum Crisye. Sementara untuk wanita, lagu pilihannya Burung Camar punya Vina Panduwinata, Dirimu satu karya Hutahuruk Sister dan Cinta karya Titik Puspa” kata Dian.

Untuk tim penilai, nantinya akan melibatkan pengurus senior PAPPRI yang ada di Kepulauan Riau. Mereka merupakan seniman tarik suara yang telah memiliki segudang pengalaman.

“Jurinya dari kita yang senior, mereka yang memiliki banyak pengalaman” tambahnya.

Hal yang dinilai dari peserta diantaranya teknik vokal, penjiwaan dan penampilan.

Sementara itu Ketua bidang organisasi dan keanggotaan Wimpi Sanusi mengatakan, kegiatan ini nantinya akan menjadi agenda kerja tahunan PAPPRI jika animo masyarakat tinggi. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan melibatkan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

“Ini merupakan langkah awal, jika nanti animo masyarakat tinggi akan kami jadikan agenda kerja. Bahkan nanti akan kita undang peserta dari Malaysia dan Singapura” kata Wimpi Sanusi.

Bagi calon peserta, syarat pendaftaran diantaranya membawa KTP atau tanda pengenal yang masih berlaku dan mengisi formulir.

“Pendaftaran di Beranda Kafe Puri Mas blok A no. 33 Batam Centre dan sekretariat PAPPRI Komplek Ruko niaga Mas Blok B1 no. 11 Batam Centre” tambahnya. (men/batamposgrup)

Parkir Tak Sesuai Aturan, Anggota DPRD Ditegur Petugas, Eh, Malah Marah

0

batampos.co.id – Ditegur petugas Bandara Anggota DPRD Provinsi Jambi daerah pemilihan (Dapil) Sarolangun, H Salam, malah marah. Gara-gara parkir kendaraan tak sesuai aturan.

Salam malah menunjukkan arogansinya di Bandara Sultan Thaha, Jambi Selatan, Kota Jambi, Sabtu (7/1) malam.

Salam memarahi petugas itu hingga beberapa menit. Dia bahkan sampai melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap petugas itu.

Kejadian memalukan aksi arogansi itu terekam oleh kamera ponsel amatir pengunjung. Lalu, video tersebut beredar pula di youtube.com.

Pada video itu jelas tergambar adegan saat H Salam menampar petugas bandara dengan tangan kirinya.

Aksi arogan Salam itu diketahui terjadi di depan ruang customer service center (CSC).

“Kamu tau dak aku siapo? (kamu tahu aku siapa?) Aku ini anggota DPRD provinsi, tau dak kau!” kata Salam sambil membentak dan menunjuk petugas bandara.

Sementara, petugas berbaju seragam biru itu terlihat tak melakukan perlawanan. Ia berusaha menegur secara halus anggota dewan tersebut supaya memindahkan mobil yang diparkirnya di depan CSC. Namun, Salam tetap tak terima, dan dengan aro­gannya anggota dewan tersebut terus menghardik petugas tersebut.

“Kau nih tau dak aku cuma sebentar, jangan cuma karena kau pake baju ini (seragam bandara) sok-sokan (sombong) kau. Kau tau dak siapo aku!” hardik Salam, sekali lagi.

Tak pelak, hal ini menjadi tontonan warga maupun penumpang bandara Sultan Thaha yang saat itu berada di lokasi.

Terpisah, Operation Services Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Indra, saat dikonfirmasi kemarin (8/1) menceritakan soal kejadian tersebut. Katanya, anggota Avsec menegur Salam agar memindahkan mobil yang diparkir di area drop zone. “Namun tidak terima sehingga cekcok,” ujarnya.

Terkait aksi ”sentuhan tangan” yang dilakukan H Salam terhadap petugas bandara, Indra mengatakan hal itu bukan tamparan, melainkan hanya jeweran di telinga. “Tidak menampar, dia mau jewer namun mengelak,” tambah Indra.

Menimbang hal ini tak ingin menjadi konsumsi publik, pihak bandara mengajak anggota dewan tersebut ke ruang posko Avsec guna mediasi.

“Supaya tidak menjadi tontonan. Tapi beliau sudah menyadari setelah kami jelaskan dan beliau sudah buat surat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi,” jabarnya.

Meski Salam sudah meminta maaf, namun pihak bandara tetap menghubungi Ketua DPRD Provinsi Jambi dan melayangkan protes keras terhadap sikap arogansi oknum anggota dewan provinsi tersebut.

“Akan kami diserahkan ke Badan Kehormatan DPRD untuk ditindaklanjuti,” beber Indra.

Untuk diketahui, H Salam ke bandara bertujuan untuk menjemput keluarganya. Tiba di bandara, ia memarkir kendaraannya lebih kurang 5 menit tanpa ada kegiatan apapun.

“Kalau untuk di drop zone, tidak boleh parkir kecuali ada aktivitas naik turun penumpang. Nah beliau tidak ada aktivitas, makanya kami tegur,” jelas Indra.

Arogansi anggota DPRD Provinsi Jambi H Salam di Bandara Sultan Thaha Jambi, sudah viral secara nasional.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston mengatakan, ia kaget mengetahui kejadian tersebut. Bahkan ia mengakui pihak bandara telah menghubungi dirinya mengenai kejadian tersebut.

Salam belum ada tanggapan. Dihubungi ke beberapa nomor ponselnya, kesemuanya bernada tidak aktif. Namun, dari akun facebook yang biasa ia pakai, Salam menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas insiden yang terjadi di Bandara Sultan Thaha. (zen/enn/nas/ami)

Dokter Aini Ditemukan dalam Kondisi Linglung

0

batampos.co.id – Sempat dikabarkan hilang, dokter Aini ditemukan linglung.

Dokter Nur Ruwaida Isnaini dilaporkan empat hari menghilang. Dia akhirnya ditemukan keluarganya di Pelabuhan Calaca, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (08/01). Dokter kelahiran Bogor 15 Juni 1987 itu ditemukan sedang seorang diri dalam kondisi bingung.

“Informasinya sendirian, tidak tahu apakah menunggu seseorang atau seperti apa. Tetapi menurut keluarga dalam kondisi bingung,” ujar Kepala Humas dan Bagian Hukum RSUP Dr Sardjito Jogjakarta Trisno Heru Nugroho kepada pewarta.

Trisno mengatakan, dr Aini -sapaan Isnaini- ditemukan pukul 08.30 WIT oleh keluarganya di Pelabuhan Calaca, Manado. Dr Aini berhasil ditemukan dengan cara melacak posisi terakhir sinyal telepon seluler yang bersangkutan.

“Sempat ganti nomor, tetapi sekali miscalled ke handphone orang tuanya, dan dilacak ada di Manado. Usai ditemukan, langsung dibawa keluarganya ke sebuah hotel di Manado,” tukasnya.

Rencananya, hari ini dr Aini akan dibawa ke rumah orang tuanya di Bogor. Kakak Aini, Bowo, sebelumnya mengataka bahwa sang adik yang bertugas di RSUD Sleman tiba-tiba menghilang setelah pamit kepada temannya untuk pergi ke RSUP Sardjito.

“Dia meminta kepada temannya untuk menggantikan jaga di RSUD Sleman. Tapi, hingga pukul 14.00 saya mendapat laporan dari temannya bahwa Aini tidak ada di RSUP Sardjito,” ujarnya.

Kemudian, pihak keluarga mencoba untuk menghubungi telkeponm seluler dr Aini guna memastikan keberadaannya. Namun, setelah dihubungi berkali-kali, keluarga tak menerima jawaban. “Ketika dicek ke kosannya, Aini tidak membawa mobil, dilihat dari rekaman CCTV Aini pergi mengenakan baju batik biru keungu-unguan, celana panjang hitam dan kerudung,” jelasnya.

Setelah mengetahui hal tersebut kakak Aini yang lain, Nurmala, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mlati, Sleman. Tak lama kemudian, polisi melacak keberadaan Aini melalui sinyal ponsel. “Diketahui pergi ke rumah kos khusus bidan di daerah Temanggung dan kemudian ia berpindah ke Gorontalo,” paparnya.

Pantauan Radar Bogor (Jawa Pos Group) di rumah Aini, Perumahan Yasmin Sektor II, Jalan Raflesia Raya Nomor 52 kemarin, tak ada aktivitas berarti. Rumah yang tak jauh dari pos satpam tersebut gelap gulita seperti tak berpenghuni.

”Sudah dua hari ini saya tidak melihat aktivitas di rumah ibu Nur, kata pembantunya sih sedang keluar kota, kalau kemana-mananya saya kurang tahu,” ucap satpam sekitar yang enggan namanya disebutkan. (pj/cr2/net/yuz/JPG)

Oknum Polisi Kencan dengan Istri Anggota Polisi, Digerebek Polisi

0
Bripka RJS (kiri, bercelana pendek) dan Yuli yang digerebek di salah satu hotel di Entikong oleh Polsek setempat.
foto: Warga Entikong untuk Rakyat Kalbar

batampos.co.id – Bripka RJS kepergok sedang berduaan dengan Yul di kamar A-8 Hotel Kiki, Jumat (6/1) jelang tengah malam.

RJS ialah oknum anggota Polres Sanggau, Kalbar, yang bertugas di Border Entikong.

Yul ialah istri dari seorang anggota Reskrim Polres Tabalong, Kalsel.

Keduanya ditangkap di Hotel Kiki di Jalan Raya Lintas Malindo, Entikong.

Kasus perselingkuhan ini kini dalam penyelidikan provos.

“Oknum ini ditangkap beberapa hari lalu. Ini pelajaran lah untuk kami. Artinya, walaupun ia oknum polisi, kalau melanggar, ya tetap ditindak,” tegas Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go, ketika dikonfirmasi, Minggu (8/1).

Mengenai kronologis kejadiannya, Donny masih menunggu hasil pemeriksaan provos.

Namun, secara singkat Kapolres Sanggau menuturkan pada medio Desember 2016, Yul telah diadukan suaminya ke Polres Sanggau, dengan dugaan berselingkuh.

“Via surat dengan bukti foto dan percakapan di medsos pribadi,” tuturnya, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Tak pernah mengabaikan laporan masuk, aduan tersebut ditindaklanjuti. Polres Sanggau melakukan check-post handphone Yul.

“Suami tidak mampu melarang sang istri meninggalkan Tabalong dan seorang anaknya usia 7 tahun, untuk pergi ke Entikong menemui selingkuhannya. Dasar laporan itu kemudian dilakukan penindakan,” terang Donny.

Setelah mengetahui Yul berada di Entikong, anggota Polsek setempat bergerak tepat ke titik check-post handphone tersebut untuk melakukan penggerebekan.

Benar saja, Yul dan RJS sedang berada di kamar hotel. Mereka pun langsung digelandang ke Mapolsek Entikong untuk menjalani pemeriksaan.

Atas kejadian ini, Kapolres Donny mengaku sangat prihatin atas perilaku oknum anggotanya. Dia akan mengambil tindakan tegas kepada RJS yang telah mencoreng institusi Polri.

“Kami berharap ini menjadi pelajaran seluruh anggota untuk menjunjung tinggi moralitas,” tegasnya. (kir/RK)

Yang Penasaran dengan Perayaan Imlek di Selatpanjang, Kini Saatnya Datang

0
Persiapan jelang Imlek di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
foto: al amin / batampos

batampos.co.id – Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti mulai berdandan. Tiga pekan lagi ribuan wisatawan akan menyerbu kota kecil di pesisir Selatmalaka ini untuk merayakan tahun baru cina 2568 yang jatuh pada Sabtu 28 Januari mendatang.

Jalan-jalan mulai dihiasi ribuan lampu lampion. Begitu juga dengan puluhan vihara yang berada di penjuru kota kecil ini semuanya mulai berhias dengan warna merah medominasi. Tidak ketinggalan dengan rumah-rumah warga keturunan. Mereka berlomba-lomba membersihkan halaman ataupun memberi cat baru untuk dinding dan pagar rumah.

Selain memiliki makna budaya religi, perayaan imlek di Kota Selatpanjang menjadi iven spesial dan selalu ditunggu. Baik oleh warga tionghoa, pribumi maupun dari luar negeri yang sekedar berkunjung ataupun pulang kampung.

Dipilihnya Kota Selatpanjang sebagai tujuan wisata tahun baru cina tentunya bukan tanpa alasan. Kabupaten berjuluk Kota Sagu ini memang memiliki nilai historis bagi warga keturunan.

Selatpanjang atau yang dulunya dikenal dengan Pulau Tebingtinggi menjadi tempat terdampar dan pengungsian nenek moyang mereka saat lari dari pemerintahan komunis cina pertengahan abad 19 atau sekitar tanun 1850.

Saat itu pula ada dua dewa yang sempat dibawa agar tidak dihancurkan komunis, yakni Dewa Cho Se Kong dan Tua Pek Kong.

Kini patung dua dewa yang memilki arti khusus bagi warga tionghoa Meranti itu bersemayam di kelenteng tertua Selatpanjang, Vihara Sejahtera Sakti, Jalan Ahmad Yani Selatpanjang dan akan diarak berkeliling kota setiap tahunnya saat hari keenam imlek.

“Nanti akan ada panitia khusus dari kami untuk melaksanakan pawai dewa tua pek kong dan cho se kong,” kata Tjuan An, Pengurus Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) Kepulauan Meranti.

Selain beberapa nilai historis di atas, kegiatan imlek yang tidak kalah seru menggaet wisatawan adalah perang air atau cian cui.

Beberapa ruas jalan Selatpanjang biasanya akan dibikin satu arah mulai pukul 16.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib. Warga tionghoa akan menggunakan becak motor berkeling kota dengan persediaan air dilengkapi berbagai media perang, seperti pistol air, jas hujan, gayung dan ember.

Sedangkan warga lainnya bersiap di depan rumah masing-masing dengan persediaan yang sama siap untuk menembak, melempar dan menyiram air pada warga yang melintas.

“Perayaan ini masuk dalam kalender wisata kita (Meranti, red),” kata Ismail Arsyad, Plt Kadis Pariwisata Kepulauan Meranti.

Berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan turunnya dewa dari langit, arak-arakan dewa pada imlek ke enam atau cue lak, perang air hingga prosesi mengantarkan kembali dewa ke langit pada imlek kesepuluh, menjadi magnet bagi wisatawan mengunjungi tanah jantan ini.

“Iven ini bukan hanya untuk Meranti, tapi juga menjadi sektor wisata bagi provinsi dan nasional. Kita juga mengundang wisatawan dalam dan luar negeri merasakan ramainya imlek di Selatpanjang,” tuturnya.

Berdasarkan data pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Meranti pada imlek 2016 lalu, jumlah kunjungan ke Selatpanjang mulai dari H-2 imlek hingga hari kelima tercatat sebanyak 16 ribu pengunjung. Sedangkan dari analis foto drone Dinas Pariwisata Provinsi Riau pada malam Cue Lak atau imlek keenam, ada 20 ribuan warga memadati jalanan Selatpanjang untuk pesta kembang api dan seremonial imlek lainnya.

“Kalau untuk tahun ini bisa kita perkirakan tidak jauh berbeda dari angka tersebut,” kata Ketua PHRI Kepulauan Meranti, R.U.P.S Uyung Salis.

Terkait ketersediaan hotel dan restoran sebagai kebutuhan mutlak pengunjung dan wisatawan, Uyung yang juga GM Grand Meranti Hotel memastikan tidak ada masalah meski harus mencari alternatif lain. Saat ini ada lebih kurang 500 kamar dari 7 hotel bintang dan melati tidak termasuk wisma. Sedangkan untuk restoran besar dan kecil terdata sebanyak 70 dengan 2400 kursi.

“Memang kalau untuk imlek keempat, lima dan enam semua kamar hotel sudah terisi. Tapi kondisinya hanya pada hari itu saja, apalagi pengunjung yang datang kebanyakan pulang kampung dan memiliki kerabat di sini,” jelas Raden Uyung. (amn)

Duriangkang, Dulu dan Sekarang (1)

0
Kawasan Nagoya dan Tanjunguma Batam tempo dulu. Foto/DOK/Otorita Batam

Sebagai daerah industri yang juga berbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia, Pulau Batam disibukkan dengan berbagai aktivitas. Mulai dari Ekspor dan Impor barang, alih kapal, perdagangan bebas, hingga jalur pendistribusian barang dan penumpang baik dari dalam maupun luar negeri.

Pulau Batam sendiri, merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau dan kota terbesar keempat di wilayah Sumatera setelah Medan, Palembang dan Pekanbaru.

Dan merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.

Kini, berdasarkan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per 2015, jumlah penduduk Batam sudah mencapai 1.164.352 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, saat itu masyarakatnya masih mengandalkan kedekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah penduduk, Otorita Batam mempersiapkan berbagai infrastruktur guna memenuhi kebutuhan Batam sebagai kota modern. Diantaranya menyediakan air bersih yang merupakan elemen penting sebuah kota berkembang.

Hal tersebut ditandai dengan pembangunan waduk Baloi pada tahun 1977. Dan mulai beroperasi setahun kemudian dengan kapasitas 30 liter per detik, dengan dilengkapi instalasi pengolahan air (IPA) dan mengaliri masyarakat di kawasan Pelita, Jodoh, Nagoya dan sekitarnya. Namun saat ini waduk Baloi telah ditutup.

Selanjutnya pada tahun 1978, Otorita Batam membangun Waduk Nongsa untuk melayani pelanggan di wilayah Nongsa, Batubesar dan sekitarnya, serta Waduk Sei Harapan yang melayani wilayah Sekupang dan sekitarnya dan mulai beroperasi pada tahun 1979 dengan kapasitas abstraksi 60 liter per detik dan 210 liter per detik.

Kemudian pada tahun 1985, Otorita Batam kembali membangun Waduk Sei Ladi dengan kemampuan abstraksi sebesar 240 liter per detik yang ditujukan untuk masyarajkat di wilayah Jodoh, Tiban, Baloi, Tanjung Uma dan sekitarnya.

Sementara Waduk Mukakuning dibangun 1989 yang ditujukan untuk masyarakat Batuaji, Sagulung, Tanjunguncang dan sekitarnya dengan kemampuan abstraksi 310 liter per detik.

Sehingga pada pertengahan 1990, Kota Batam memiliki Waduk dengan total kemampuan abstraksi 850 liter per detik.

Sementara itu, Waduk yang paling besar diantara waduk lainnya milik Otorita Batam adalah Waduk Duriangkang yang dibangun pada tahun 1990.

Air bersih dari waduk ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih (70 Persen) di hampir seluruh wilayah Batam. Mulai dari Kecamatan Sei Beduk, Sukajadi, Batam Centre, Nagoya, Sungai Panas, Bengkong, Batu Ampar, hingga Tanjung Sengkuang.

Dalam kondisi normal, Waduk Duriangkang dapat menampung air baku hingga 78 juta m3. Namun demikian, kapasitas tersebut tidak semuanya bisa diolah.

“Duriangkang sendiri saat ini mencukupi 151.466 pelanggan ATB di wilayah Batu Besar, Kabil, Batam Centre, Bengkong, Nagoya, Jodoh,Sengkuang, dan Batu Merah dengan konsumsi air bersih setiap bulan mencapai 2.485.664 m3,” kata Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB.

Kesemua waduk ini, memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Batam yang bersumber dari air hujan. Dan pemilihan air baku dari air hujan ini terbilang disengaja, mengingat Batam tidak memiliki sumber daya alam yang bersumber dari air tanah (mata air).

Selain itu, kontur tanah di pulau Batam relatif sulit untuk terjadinya resapan air, sehingga air hujan yang jatuh sebagian besar mengalir dipermukaan dan langsung ditampung dalam waduk.

Dan sejak melakukan konsensi dengan Otorita Batam pada 1995 lalu, PT Adhya Tirta Batam (ATB) menangani Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk mengolah air baku menjadi air bersih sesuai standar World Health Organization (WHO) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), untuk selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan ATB yang sudah berjumlah lebih dari 250 ribu. (*)

Nomor Telepon Penting di Batam

0

Berikut nomor-nomor penting yang bisa bermanfaat di kemudian hari

Informasi : 108

Pemadam Kebakaran : 113

POLDA KEPRI 112 atau 763530

Poltabes Barelang 458110

Polsek Batu Ampar 432573

Polsek Lubukbaja 457212

Polsek Sekupang 321744

Polsek Batam Kota 463360

Polsek Nongsa 311110

Polsek Batuaji 393162

Polsek Belakangpadang 312254

Polsek Sagulung 393435

Polsek Sibeduk 736234

Polsek Bandara 479276

Buser Poltabes Barelang 081364780101

Piket Lakalantas 425636

PEMADAM KEBAKARAN  

PBK Batuampar 412324

PBK Duriangkang 371560-371561

PBK Sekupang 322233

PBK Sagulung 392317

PBK Sei Panas 427466

PLN Batam 123 dan 465466

Pelayanan ATB 467111

RUMAH SAKIT

RS Otorita Batam 322122

RS Budi Kemulian 454044

RS Awal Bros 431777

RS Casa Medical Centre 371002

RS Harapan Bunda 4580808

RSUD Batam : 0778 391704

RS Otorita Batam : 0778 322121

PELABUHAN

Sekupang 322333-322039-322555

Batu Ampar 430996

Telaga Punggur 479188

Nongsa 761777

Bandar Udara Hang Nadim 761507-761414-761415

Berikut Niat Baik Kenaikkan Biaya Pengurusan STNK dan BPKB

0
Warga memadati kantor pelayanan Samsat Batam untuk melakukan pengurusan pajak surat kendaraan bermotor, Kamis (5/1).
Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Proses dan pembahasan panjang telah dilakukan sebelum keputusan menaikkan biaya pengurusan STNK dan BPKB keluar.

Pemerintah pun menekankan bahwa sebagian setoran STNK dan BPKB yang masuk dalam pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) akan kembali ke masyarakat.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menjelaskan, 92 persen setoran tersebut bakal masuk ke Polri untuk digunakan dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

“Pertimbangan penyesuaian tarif PNBP di kepolisian ini utamanya untuk peningkatan pelayanan. Sebab, PNBP yang jadi pemasukan kepolisian itu 92 persen digunakan untuk pelayanan di Polri. Jadi, ini kembali ke masyarakat, tidak digunakan untuk yang lain,” paparnya.

Sementara itu, sisanya yang 8 persen masuk ke APBN. Askolani menyatakan, setoran tersebut nanti digabung dengan anggaran belanja lainnya.

“Jadi, bisa untuk pendidikan, dana kesehatan, dan juga yang lain,” lanjutnya.

Soal tujuan kenaikan tarif setoran PNBP di kepolisian, Askolani menyebutkan beberapa hal. Antara lain perlu adanya peningkatan fitur keamanan dan material STNK sebagai dokumen berharga pada layanan samsat tiap daerah hingga seluruh Indonesia.

Kemudian, juga diperlukan dukungan anggaran untuk meningkatkan pelayanan STNK di samsat. Ketiga, terkait meningkatnya biaya perawatan peralatan samsat dan dukungan biaya jaringan agar dapat online semua polres serta polda seluruh Indonesia ke Korlantas Polri (NTMC Polri).

“Berikutnya, perlu adanya modernisasi peralatan komputerisasi samsat seluruh Indonesia untuk mewujudkan standar pe­layanan. Kelima, perlu dukungan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana kantor samsat seluruh Indonesia agar berstandar nasional,” bebernya.

Mengenai pertimbangan kenaikan setoran tarif STNK dan BPKB tersebut, jelas Askolani, itu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa selama ini pungutan di Polri tidak memiliki dasar hukum. “BPK selama ini dalam mengaudit juga masih menemukan kelemahan, penetapan pemungutan tidak ada dasar hukumnya. Kedua, kalau kita memungut tidak sesuai tarifnya itu juga jadi temuan BPK,” beber dia.

Selain itu, lanjut Askolani, belum ada penyesuaian biaya administrasi untuk pengurusan BPKB, SNTK, dan sebagainya di samsat sejak 2010. Padahal, biaya bahan baku setiap tahun selalu naik. Namun, dia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan pajak kendaraan bermotor.

“Biaya BPKB itu lima tahun sekali, bukan setahun sekali. Jadi bukan (kenaikan) biaya yang berlaku setiap tahun. Penyesuaian tarif ini bisa dibandingkan dengan biaya publik yang makin meningkat,” imbuhnya.

Soal penentuan kenaikan tarif STNK dan BPKB, terang Askolani, usul awal berasal dari Polri. Secara tersirat, usul kenaikan tarif yang diajukan Polri lebih tinggi daripada yang telah disepakati pemerintah. Dalam pembahasan di Kemenko Polhukam, disetujui adanya penurunan tarif STNK dan BPKB yang diusulkan Polri.

“Usul dari Polri karena semua tarif PNBP itu dari K/L. Sebenarnya kalau dari pembahasan di Kemenko Polhukam, pas pembahasan itu banyak (usulan tarif, Red) yang diturunkan,” ungkapnya.

Askolani mengakui, pembahasan kenaikan tarif STNK dan BPKB memakan waktu cukup lama dibanding biasanya.

“Pada umumnya itu cuma 3-4 bulan, tapi ini sampai 15 bulan prosesnya,” tambah dia.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menerangkan, kesalahan pemerintah dalam hal ini adalah buruknya sosialisasi kepada masyarakat. Padahal, kebijakan baru tersebut dinilai tak seburuk yang dikira.

“Ini kan bukan beban yang ditanggung masyarakat setiap bulan atau tahun. Melainkan biaya yang ditambahkan jika orang ingin membeli atau memindahkan wilayah kendaraan mereka,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Agus, kenaikan itu dibarengi janji untuk pemutakhiran sistem layanan kepolisian. Mulai pengurusan berkas STNK online hingga tilang online. Hal tersebut tentu berkaitan dengan keinginan lama masyarakat untuk menghapus praktik calo dan pungli di Indonesia.

“Daripada uang itu masuk calo, lebih baik masuk ke dana peningkatan layanan Polri. Kalau ternyata tidak meningkat, baru nanti dipertanyakan lagi,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi tidak setuju dengan keputusan tersebut. Menurut dia, alasan menteri keuangan dalam menaikkan tarif pembuatan STNK dan BPKB karena inflasi kurang tepat. Sebab, STNK dan BPKB bukan produk jasa komersial, melainkan pelayanan publik yang harus disediakan birokrasi.

“Alasan inflasi akan tepat jika produk tersebut adalah produk ekonomi komersial yang berbasis cost production dan benefit. Atau setidaknya produk yang dikelola BUMN.” Namun, jika memang ada kenaikan, harus ada jaminan untuk meningkatkan pelayanan. (ken/bil/wan/c9/oki)