Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan. (foto: jpnn)
batampos.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, memastikan situasi di Ibukota Jakarta setelah Aksi Super Damai 212 dalam keadaan kondusif.
Hal itu diungkapkan Iriawan di pos VVIP Monas, siang tadi. Kapolda datang ke pos tersebut menggunakan kendaraan tempur milik TNI. Dia turun lalu menyalami Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.
Ketika berjabatan tangan, keduanya menyebut Jakarta Aman. Masyarakat juga terpantau tetap beraktivitas.
“Jakarta aman,” ujarnya, Jumat (2/12).
Setelah mengecek situasi Monas dan Istana dengan berjalan kaki, Kapolda bertolak menggunakan helikopter yang berada di dekat Istana.
Sebelumnya, mantan Kapolda Jawa Barat itu juga sempat mengecek situasi di sekitar komplek DPR/MPR RI.
“Melayani saudara kita yang ikut di Monas maupun di DPR ini. Kita antisipasi kalau ada massa yang ke sini,” tandasnya. (adk/jpnn)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melelang enam jabatan kepala dinas di organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru. Proses pendaftaran telah dibuka seminggu yang lalu dan akan berakhir pada 6 Desember mendatang.
Enam jabatan kepala dinas yang dilelang yakni:
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam,
Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam,
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam,
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Batam,
Kepala Dinas Ketahanan Pangan,
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam.
“Pansel telah membuka pendaftaran lelang untuk enam jabatan di OPD yang baru,” kata Kabag Humas Pemko Batam di kantor Walikota Batam, kemarin.
Dikatakan Ardi, pendaftaran pada lelang di enam jabatan ini telah dibuka pada 28 November lalu dan berakhir 6 Desember mendatang. Syarat pendaftaran berstatus sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri atau Pemko Batam.
PNS juga diharuskan memiliki pangkat atau golongan serendah-rendahnya Pembina IV/a, pernah atau sedang menduduki jabatan Eselon II atau eselon III, usia maksimal 58 tahun, dan memiliki latar belakang pendidikan S-1.
“Seleksi ini terbuka untuk seluruh PNS yang memenuhi syarat. Maksimal II B dan minimal III A. PNS tersebut juga tidak pernah dijatuhi hukuman maksimal,” jelas Ardi.
Ketua tim pansel Agussahiman belum mengecek apakah sudah ada PNS yang mendaftar untuk lelang jabatan tersebut. Namun proses seleksi akan berlangsung pada akhir masa pendaftaran 6 November nanti.
“Tahapan seleksinya setelah seleksi administrasi, pengumuman hasil, dilakukan assessment, pengumuman hasil assessment, penulisan makalah, presentasi dan wawancara, pembahasan hasil,” sebut Agussahiman.
Sementara untuk di enam jabatan yang sempat dilelang belum mendapat siapa yang menjabat, meski sudah ada tiga nama terbaik untuk masing-masing SKPD.
“Belum diputuskan oleh Walikota Batam. Kita pansel hanya sebagai proses pendaftaran hingga seleksi. Ketika dapat tiga nama terbaik, Walikota lah yang memilih,” pungkas Agussahiman.
Enam jabatan yang dilelang sebelumnya adalah Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Dinas KP2K, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Staf Ahli. (she)
Pelabuhan Batuampar di lihat dari udara. Foto: istimewa/singapuraterkini
batampos.co.id – Penentuan tarif jasa pelabuhan bakal ditetapkan berdasarkan hasil dialog antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan pengusaha pelayaran.
Cara ini mendapat tanggapan positif dari dunia usaha di Batam. Wacana yang sudah diusulkan oleh tim teknis Dewan Kawasan (DK) ke DK ini dianggap dapat memberikan kepastian hukum kepada pengusaha pelayaran di Batam.
“Kami menyambut baik wacana tersebut. Sudah seharusnya penentuan tarif pelabuhan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dunia usaha. Kalau sudah ketemu, baru bisa diusulkan kebijakan yang tepat,” jelas Sekretaris II Indonesia National Shipowners Association (Insa), Osman Ali, Kamis (1/12/2016).
Sebenarnya wacana ini masih jauh dari harapan pengusaha pelayaran yang menginginkan agar tarif jasa pelabuhan dan otoritas pelabuhan dipegang secara langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sama seperti pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia. Namun, wacana ini sudah cukup membuat puas karena sudah ada kepastian.
“Di Indonesia, hanya pelabuhan di Batam yang menyandang nama sebagai Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam dan berada dibawah BP Batam. Padahal otoritas pelabuhan di wilayah lainnya mengikuti Kemenhub lewat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 15 Tahun 2016,” ujarnya.
Kalangan pengusaha pelayaran kata Osman berharap agar revisi tarif Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 segera selesai agar BP Batam bisa segera berkonsultasi mengenai tarif jasa pelabuhan.
“Kami juga akan berkonsultasi mengenai sistem host to host karena membayar deposit 125 persen cukup berat bagi pengusaha pelayaran di Batam. Intinya jangan hanya pikirkan pemasukan saja, namun pengusaha mati,” ungkapnya.
Pelabuhan merupakan aset penting karena banyak kegiatan ekonomi dimulai sejak sebuah kapal merapatkan jangkarnya. Dengan tarif saat ini, maka pengusaha pelayaran harus menyiapkan dana sekitar 1 juta Dollar Amerika pertahunnya jika ingin mendapatkan pelayanan di pelabuhan Batam.
“Nanti mereka bisa kabur karena sudah merasa tak nyaman dan memberatkan,” jelasnya.
Terpisah, Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan pihaknya masih menunggu revisi PMK yang sedang digodok oleh DK.
Mengenai pelabuhan, ia mengungkapkan bahwa pelabuhan merupakan aset dari BP Batam, sehingga BP Batam punya hak untuk menentukan tarif.
“Namun sebagai pelaksana, kami hanya mengikuti peraturan dari pusat. Jika telah turun peraturan baru, maka akan kami ikuti,” ungkapnya. (leo)
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim. Foto: Fitri Hardiyanti/ Untuk Batam Pos
batampos.co.id – Penundaan pelayanan perizinan lahan sebagai konsekwensi menunggu revisi PMK soal tarif uang wajib tahunan Otorita (UWTO), pengusaha properti di Batam mengaku mengalami kerugian baik secara waktu dan finansial.
Mereka berharap agar pemerintah selesai membenahi Peraturan Menteri Keuangaan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 agar pelayanan bisa berjalan lagi.
“Tiap hari bisa ada 50-an Izin Peralihan Hak (IPH) yang harus diurus. Kalikan saja harga rumah rata-rata Rp 500 juta perunit, maka ada kerugian hingga Rp 25 miliar perhari,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim.
Djaja menaruh harapan besar terhadap revisi PMK Nomor 148 Tahun 2016, khususnya mengenai perubahan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Kenaikan tarif harus disesuaikan dengan kondisi perekonomian saat ini.
Menurut bos dari developer Trias Jaya Propertindo (TJP) ini, kenaikan seharusnya tidak boleh lebih dari 100 persen. “Apalagi untuk peruntukan pemukiman. Rumah sederhana dan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus murah,” ungkapnya.
Penyesuaian tarif UWTO untuk perumahan idealnya hanya naik 50 persen karena sangat tepat dengan kondisi ekonomi saat ini. Djaja juga meminta agar revisi tarif segera dikeluarkan supaya pelayanan perizinan lahan di BP Batam berjalan lagi.
“Pengembang jadi bisa menjual rumah lagi. Namun bisa dipastikan, tarif berubah nanti pun, penjualan rumah masih tetap menurun, karena ada kenaikan tarif,” ungkapnya.
Senada dengan Djaja, Kepala Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Batam, Daniel Samson mengatakan sebenarnya belum melakukan pengkajian secara akurat terhadap masalah UWTO ini. Namun ia mengakui ada perlambatan proses realisasi kredit di bank-bank.
“Ada perlambatan proses realisasi kredit, namun faktornya adalah karena proses pengeluah dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) yang lambat. Kalau untuk UWTO, belum terasa karena baru berlaku,” jelasnya.
Ia menyatakan dunia perbankan mulai ragu sejak tarif baru UWTO keluar. Pasalnya untuk pengajuan proses akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maka beban dana yang lebih besar akan dibebankan kepada si pemohon.”Untuk kedepan, saya dari perbankan ingin agar masalah ini segera terselesaikan,” jelasnya. (leo)
Direktur Latihan Bakamla Laksamana TNI AL Muspin Santoso memberikan keterangan usai latihan bersama penanganan penyelundupan manusia di perairan Nongsa, Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: dalil Harahap/batampos
batampos.co.id – KN Belut Laut 4806 Bakamla RI bersama-sama KP Antasena dari Polair, Kapal Joesoef Adiwinata dari Imigrasi, Kapal Marapas dan Combat boat 58 dari TNI AL serta satu unit Helikopter milik Polisi diterjunkan dalam operasi penangkapan satu kapal tanpa nama yang mengangkut 73 pengungsi tanpa dilengkapi dokumen-dokumen yang sah di wilayah perairan Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (1/12/2016).
Penangkapan dimulai dengan informasi yang di dapat oleh perwira jaga Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI terkait adanya kapal (target) yang diduga melakukan penyelundupan manusia yang mengangkut 73 pengungsi terdiri dari orang dewasa dan anak-anak akan melalui perairan Indonesia.
Menerima informasi tersebut, PIM Bakamla RI meneruskan informasi ke Imigrasi, Kepolisian dan TNI AL. Tim gabungan itupun menindaklanjuti dengan melakukan interccept pada kapal Penyelundup oleh Bakamla RI (KN Belut Laut 4806), Imigrasi (KP Joesoef Adiwinata), Kepolisian (KP Antasena) dan TNI AL (KAL Marapas, Combat boat 58) di Perairan Batam kemudian dilakukan pengembangan kasus untuk mencari otak atau smuggler dari penyelundupan tersebut.
Kapal pembawa pengungsi dapat ditemukan dengan bantuan pemantauan helikopter Kepolisian Udara (NBO), kemudian dilakukan intercept.
Setelah dilakukan negosiasi dengan Nakhoda dan beberapa korban smuggling diperoleh informasi bahwa penyelundup (smuggler) berada di Batam.
Namun informasi tersebut bocor, sehingga dua orang Smuggler mencoba melarikan diri dari Batam menuju ke luar negeri menggunakan kapal penumpang.
Mengetahui informasi tersebut bocor, tim penindak menugaskan KP Antasena untuk melakukan penangkapan.
Dengan koordinasi yang baik, kapal target, korban people smuggling dan dua orang Smuggler dapat ditemukan dan diselamatkan. Selanjutnya seluruh barang bukti dibawa ke dermaga terdekat untuk dilaksanakan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Ya, itu hanya simulasi latihan bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dalam rangka mengantisipasi keamanan dan keselamatan Laut di wilayah perairan Batam, Kamis (1/12/2016).
Latihan yang melibatkan sejumlah instansi terkait itu fokus pada penanganan penyelundupan manusia atau People Smuggling.
Latihan tersebut dipimpin oleh Direktur Latihan Bakamla Laksamana TNI AL Muspin Santoso itu.
Muspin usai menjalani latihan bersama menuturkan, latihan tersebut bertujuan untuk membudayakan pengiriman, penerimaan berita dan informasi oleh Bakamla RI dalam wadah operasi bersama melalui jaring informasi yang secure (enkripsi).
Selain itu latihan bersama ini juga untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki Bakamla RI dan stakeholder terkait agar dapat berperan aktif dalam setiap pelaksanaan operasi Bakamla RI.
“Latihan ini bukan karena ada ancaman serisu atau gimana, tapi ini murni untuk meningkatkan skill anggota Bakamla dan stake holder terkait baik sesama di laut ataupun di darat agar selalu cepat dan sigap dalam menanggapi informasi terkait People Smuggling,” kata Muspin.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi bakamla yang diaplikasikan dalam patroli keamanan dan keselamatan di Wilayah Perairan dan Yurisdiksi Indonesia, kata Muspin pelanggaran tindak pidana penyelundupan manusia semakin sering terjadi.
Dengan situasi perkembangan global yang demikian, maka Bakamla RI bersinergi dengan TNI AL, Polri, Imigrasi, Polhukam, dan Kementrian Luar Negeri terus berupaya untuk meningkatkan jalinan sinergi dan keterpaduan untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal pembawa penumpang yang berlayar melalui perairan Indonesia, baik legal maupun ilegal sebagai upaya langkah strategis dalam menghadapi People Smuggling.
“Jadi jika sewaktu-waktu ada indikasi tindakan penyelundupan manusia bisa dilaksanakan dengan baik karena petugas Bakamla ataupun stake holder terkait sudah tahu prosedurnya,” ujar Muspin.
Latihan bersama tersebut dilakukan ditengah hujan deras sepanjang siang kemarin. Namun demikian kegiatan tersebut berjalan lancar sebagaiman adanya sebab semua personil yang ikut dalam latihan tersebut mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik. (eja)
batampos.co.id – Perbuatan tak senonoh yang dilakukan terdakwa Sanotona Dachi terhadap putri angkatnya, Is, 4, mendapat hukuman penjara tujuh tahun dari majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/11/2016) malam.
Majelis menilai, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar hukum pidana sesuai pasal 82 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan terhadap Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“Selain pidana penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan,” ujar Hakim Ketua Tiwik.
Atas putusan yang dijatuhkan, terdakwa menerimanya. “Saya khilaf yang mulia,” ucap terdakwa yang mengaku menyesali perbuatannya itu.
Diketahui, terdakwa memulai aksi tak wajarnya itu kala istri terdakwa berangkat kerja. Is yang ditinggalkan bersama terdakwa di rumahnya yang berada di kavling Bukit Seroja Sagulung itu, nyatanya mendapat perlakuan yang buruk, hingga sang istri mengetahuinya dan melaporkan terdakwa ke kepolisian, sekitar Agustus lalu. (cr15)
Vice President PT XL Axiata West Region Francky Rinaldo Pakpahan bersama Ketua Tim Robot Barelang FC Poltek Batam, Hanjaya Mandala melakukan penadatangan MOU atara PT XL Axiata dengan Politehnik Batam dikampus Politehnik Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Perusahaan operator PT XL Axiata, Tbk menjadi sponsor Tim Robot Barelang FC Politeknik Negeri Batam selama bertarung dalam Kontes Robot Sepak Bola Internasional di Jepang, tahun depan.
XL memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 25 juta juga kuota data sebesar 90 Gigabytes (Gb).
“Kami anggap ini luar biasa. Batam yang selama ini dianggap sebagai second class dapat mengalahkan universitas-universitas ternama seperti Institut Sepuluh November ataupun ITB (Institut Teknologi Bandung) dalam perlombaan robot,” kata General Manager Finance Management and Services West Region PT XL Axiata, Yan Ferdiyan, Kamis (1/12/2016).
Bantuan itu diberikan dalam acara Seminar Entrepreneur di Kampus Politeknik Negeri Batam, Kamis (1/12/2016). Pemberian tersebut ditandai dengan penanda-tanganan MoU antara XL dan Poltek Batam.
Yan mengatakan, XL menjalin kerjasama lantaran melihat adanya potensi penggunaan teknologi 4G LTE dalam kontes tersebut. Tim Robot Barelang FC Poltek Batam dapat menggunakan teknologi XL untuk menjalankan robot-robotnya.
Selain itu, kontes tersebut juga berlangsung di Jepang. Negeri Sakura itu menjadi satu dari 12 negara roaming XL. Para anggota tim dapat menggunakan XL Pass untuk dapat tetap berkomunikasi menggunakan jaringan data XL.
“XL selalu mengutamakan kemudahan. XL sudah bekerja-sama dengan operator Softbank di Jepang. Jadi cukup menggunakan XL Pass, kita bisa pakai kartu XL di Jepang,” timpal General Manager 4G LTE Executive Assurance PT XL Axiata, Ronhugo Leonard Tambunan.
Kerjasama yang ditandatangani itu, selain dalam bentuk sponsor, juga program edukasi melek internet ke sekolah-sekolah. XL akan mengajak mahasiswa-mahasiswa Tim Robot Poltek Batam berkeliling SMP dan SMA-SMK se-Batam. Mereka akan memberikan pemaparan tentang robot dan dunia digital.
XL juga sudah memiliki rencana untuk melibatkan Tim Robot Barelang FC dalam pameran XL di mal-mal. Tim robot dapat menunjukkan atraksi robot mereka ke khalayak umum.
“Seperti yang tadi diputar di acara. Mereka (para peserta seminar) kan jadi gembira melihat robot-robot itu bertanding,” kata Yan Ferdiyan lagi.
Kemenangan Tim Robot Poltek Batam terjadi setelah mengalahkan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2016, awal Juni lalu. Mereka berhasil memboyong tujuh piala dari tingkat regional dan nasional.
“Yang jelas, XL nggak akan rugilah, Pak, kalau sponsorin Tim Robot Poltek Batam,” tegas Ketua Tim Robot Barelang FC Poltek Batam, Hanjaya Mandala. (ceu)
Wakapolsek KKP, Iptu Nasri didampingi Kanit Reskrim KKP, Ipda Benny Syahrizal saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku EP (sebo) saat melakukan pencurian mobil di PDS. Foto: Yulitavia/Batam Pos
batampos.co.id – Kepolisian dari Polsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Sekupang akhirnya menangkap pencuri mobil di parkiran pelabuhan domestik Sekupang (PDS). Pelakunya ternyata EP, 49, pemilik pertama mobil yang masih memegang kunci cadangan.
EP ditangkap di rumahnya di Batamcenter, Batam, Selasa (29/11/2016), setelah polisi menelusuri laporan Andi, pemilik mobil suzuki Ertiga BP 1389GI yang dibeli di shoowroom mobil.
Wakapolsek KKP, Iptu Nasri mmembenarkan EP adalah pemilik pertama mobil tersebut. Namun karena alasan ekonomi ia menjual mobil tersebut ke dealer mobil.
“Jadi Andi ini orang ketiga yang membeli mobil di dealer, dengan harga Rp 146 juta ke Jhoni, dealer mobil,” ujarnya kepada Batam Pos.
Sebelumnya, korban Andi yang ada keperluan ke Tanjungbalai Karimun, berangkat menggunakan mobil Ertiga dan memarkirkan kendaraannya di halaman parkir Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS).
Pelaku EP, yang juga baru balik dari Tanjungbatu ke Batam melihat mobil yang dulu dimilikinya terparkir di PDS pada tanggal 16 Oktober lalu.
Melihat mobil tersebut, muncul niat ingin mengambilnya. Keesokkan harinya, dia kembali ke pelabuhan dan membawa kunci cadangan yang belum sempat dia serahkan ke dealer.
“Sekembalinya ke PDS dia melihat mobil masih terparkir, tanpa pikir panjang dia langsung membawa mobil tersebut dengan menggunakan kunci cadangan yang telah disiapkan dari rumah,” jelasnya
Setelah dilakukan penyelidikan selama sebulan lebih akhirnya, anggota kepolisian KKP berhasil mengamankan pelaku.
Menurut pelaku, perbuatan tersebut dilakukan karena keiginannya ingin memiliki mobil itu kembali. Pelaku mengaku bahwa mobil tersebut ia ambil dan disimpan sekitar perumahan Cipta Residence, Seraya.
“Saat ditemukan mobil sudah tidak dilengkapi ban, karena sudah dibongkar dan akan dijual pelaku,” jelasnya.
Dari tangan pelaku polisi mengamankan dua buah kunci yakni asli dan candangan, kwitansi, satu unit mobil Ertiga merah metalik, BPKB mobil tersebut.
“Pelaku berniat mengecat kembali warna mobilnya, dan untuk dipakai kembali,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim KKP Sekupang, Ipda Benny Sahrizal, menambahkan pelaku dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (cr17/bp)
Vice President PT XL Axiata West Region Francky Rinaldo Pakpahan bersama jajaran Direksi Xl berfoto dengan Ketua Tim Robot Barelang FC Poltek Batam, Hanjaya Mandala usai melakukan MOU dikampus Politehnik Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – PT XL Axiata Tbk mempunyai mimpi besar untuk mewujudkan Batam sebagai Smart City. Langkahnya dimulai dengan memperluas jaringan 4G LTE di Batam.
“Karena yang kami tahu, konektivitas 4G itu menjadi satu syarat Smart City. Dan kami memilikinya,” ujar General Manager 4G LTE Executive Assurance PT XL Axiata, Tbk, Ronhugo Leonard Tambunan, usai makan siang bersama di Restoran Saung Sunda Sawargi, Kamis (1/12/2016).
Pria yang akrab disapa Leo itu mengatakan, jaringan 4G LTE XL sudah menjangkau 16 klaster di Batam. Meliputi Bengkong Harapan, Tanjunguncang, Batuampar, Tanjunguma, Belakangpadang, Seibeduk, Kabil, Tiban Indah, dan empat titik terpadat Batamkota yang mereka sebut sebagai Bataminner.
Selain itu, jaringan 4G XL juga sudah melingkupi sejumlah titik keramaian di Batam. Seperti di Bandara Hang Nadim serta mal.
“Sekitar 81 persen dari total 150 site di Batam sudah terpenuhi,” katanya lagi.
Jaringan 4G LTE memiliki banyak kelebihan dari jaringan 3G. Satu yang utama adalah kecepatan akses. Jaringan 4G lebih cepat ketimbang jaringan-jaringan lainnya. (ceu)
Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi memmberikan pemaparan dan berdialog dengan peserta seminar Digital enterpreneurship yang diselenggarakan oleh XL di Kampus Politehnik Batam, Kamis (1/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, berbagi pengalaman dan ilmu kewirausahaan dengan para mahasiswa Politeknik Negeri Batam dalam Forum Digital Entrepreneurship: From Batam to the World Class Level di aula kampus tersebut, Kamis (1/12/2016).
Acara yang digelar PT XL Axiata itu mendapat sambutan antusias para peserta.
“Bagaimana solusi untuk mahasiswa-mahasiswa yang masih malas untuk berbisnis, Pak. Yang mungkin berpikir, ‘Ya udahlah, kita kuliah aja sampai lulus nanti’,” tanya seorang mahasiswi bernama Reidina.
Mendapat pertanyaan itu, Rida langsung berapi-api. Ia seperti hendak membakar seisi ruangan tersebut dengan semangatnya. Itulah yang terjadi kemudian. Seluruh audiens berteriak riuh rendah menyambut jawabannya.
“Kalian itu berutang pada orang tua kalian. Kalian harus membayar utang itu dengan (menjadi) entrepreneur,” kata Rida setengah berteriak.
Menurut Rida, menjadi mahasiswa berarti telah melampaui kewajiban belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah. Belajar di perguruan tinggi merupakan keinginan mahasiswa itu sendiri. Jika kemudian para orang tua yang membayar uang SPP, itu artinya mahasiswa itu berutang pada orang tua mereka.
Rida mengatakan, para mahasiswa harus menanamkan pemikiran bahwa mereka berutang kepada orang tuanya masing-masing. Ini supaya semangat mereka untuk mencari uang itu timbul. Setelah menyadari hal tersebut, para mahasiswa itu akan mendapatkan kemandirian.
“Setelah itu, baru cari tim dan ciptakan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.
Untuk memulai sebuah usaha, memang dibutuhkan sebuah ide. Namun ide dapat muncul dari mana saja, termasuk dari sebuah masalah. Karenanya, Rida menyarankan para mahasiswa untuk mencari masalah-masalah. Setelah itu, mereka dapat mulai bermimpi.
“Entrepreneur itu tidak menunggu (tetapi) harus merebut, merebut kesempatan,” katanya lagi.
Forum Digital Entrepreneur itu juga menghadirkan inspirator-inspirator bisnis lainnya. Yakni, Co-founder dan COO KUDO Agung Nugroho dan Marketing Director Grab Mediko Azwar.
Vice President PT XL Axiata West Region, Francky Rinaldo Pakpahan, mengatakan forum ini dibuat untuk menyebarkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Mereka dapat memanfaatkan dunia digital dalam entrepreneurship tersebut. Sebab, saat ini, layanan 4G LTE XL di Batam semakin luas.
“Internet itu sudah mengubah gaya hidup. Teknologi berubah. Dari 2G, 3G sampai kini 4G. Kalian harus siapkan diri kalian dengan perkembangan teknologi,” tutur Francky.
Ia menambahkan, XL siap membantu para mahasiswa untuk mengembangkan digital entrepreneurship. Sebab, jaringan XL sudah menjadi paling luas dan paling cepat.
“Ini akan membantu kalian menyelesaikan masalah dan berinovasi,” ujarnya. (ceu)