Sejumlah alat berat yang beroperasi di proyek pelebaran jalan di Teuku Umar, Lubukbaja. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berjanji tahun 2020 seluruh jalan protokol di Batam sudah lebar dan cantik.
Rudi mengatakan, butuh biaya yang sangat besar untuk pelebaran dan perbaikan jalan, sehingga dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
“Tahun 2020, Insyallah jalan di Batam akan lebar. Beberapa daerah sudah kita lakukan seperti Nagoya , Jodoh dan Seipanas,” ujar Rudi di Batamcenter.
Menurut dia, perombakan total infrastruktur Kota Batam sesuai dengan visi misinya lima tahun ke depan. Tujuannya menangani macet dan mempercantik Kota Batam. Sehingga menambah jual Kota Batam kepada inveator yang ingin menanamkan modal serta meningkatkan jumlah wisatawan.
“Kita juga sepakat akan memasang lampu jalan. Jadi setelah pelebaran, akan ada lampu hias,” beber Rudi.
Selain meminta kerjasama dari Forum Komunikasi Perangkat daerah (FKPD), ia juga meminta dukungan dari masyarakat Kota Batam. Diantaranya dapat menjaga infrastuktur yang telah diperbaiki dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Pembangunan ini harus bersama-sama. Saya juga minta, jangan ada lagi yang buang sampah sembarangan,” tegas Rudi.
Tak hanya itu, Rudi juga meminta kerjasama dari pemilik tempat usaha di pinggir jalan, terutama kawasan Nagoya dan Jodoh. Untuk merapikan bangunan dan menyeragamkan sehingga terlihat rapi.
“Saya minta izin dan dukungan dari semua pihak,” pungkas Rudi. (She)
Wali Kota Batam M. Rudi Berikan Intruktur kepada Camat Batuaji Rinaldi M Pane untuk selalu menjaga drainse saat goro membersihkan drainase di belakang RSUD EF, belum lama ini. Foto: Dok Pemko untuk Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengalakkan gotong royong massal di titik-titik rawan banjir. Akhir pekan lalu atau Sabtu (12/11) gotong royong bersama masyarakat tersebut, dipusatkan di wilayah Tiban Centre, Sekupang dan Perumahan Marina Green Tanjunguncang, Batuaji.
Wali Kota Batam HM Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad secara terpisah bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batam mengikuti gotong royong massal tersebut.
Akhir pekan lalu, Pemko Batam fokus normaliasi drainase dengan mengunankan alat berat untuk mengangkat sampah yang menutupi drainase dan membuka akses baru, khususnya di Perumahan Marina Green Tanjung uncang.
“Goro (gotong royong) massal ini akan kita laksanakan setiap minggu. Karena keterbatasan anggaran tahun ini,jadi kita normaliasi dulu. Sekarang kan sudah masuk musim hujan,” kata Amsakar.
Selain goro tingkat kota, pada saat yang sama juga digelar goro tingkat kecamatan dan kelurahan. Pada tingkat kecamatan dan kelurahan, tak hanya pegawai dan unsur TNI/Polri, masyarakat juga turut terlibat dalam proses pembersihan lingkungan khususnya drainase.
Melihat tingkat partisipasi masyarakat di ke dua lokasi tersebut, cukup tinggi tantangan membersihkan saluran drainase. Sebab, sampah telah lama tergenang dan menimbulkan bau yang menyengat.
”Saya senang melihat partisipasi masyakat di Komplek Perumahan Marina Green ini, cukup tinggi, semoga minggu depan di lokasi yang berbeda akan lebih tinggi lagi,” tambah Amsakar.
Tanpa sungkan Wakil Wali Kota bersama-sama warga langsung turun membersihkan sampah yang menutup saluran drainase. Amsakar tidak menghiraukan bau sampah yang menyengat.
Yono, warga Perumahan Marina Green sangat senang goro massal ini dilaksanakan di perumahannya. ”Got ini sudah lama tergenang, kami tak ada alat berat. Kalau sudah di bersihkan seperti ini aliran air kami lancar dan bau busuk pun sudah tak ada lagi, dan kalau boleh minggu depan disini lagi,”katanya dengan lugas.
Di akhir kegiatan gotong royong itu, Amsakar memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang telah ikut turun membantu. Menurutnya, karena kebersihan Batam ini pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama.
”Seluruh masyarakat Kota Batam harus bahu-membahu membersihkan lingkungan, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Tentu Batam akan lebih baik dan nyaman untuk tempat tinggal,” sebutnya. (mta)
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Penipuan dengan modus sewa mobil rental sedang marak. Pengusaha rental diminta hati-hati. Salah satu korban bernama Dedi Irawan Hasibuan baru saja menjadi korbannya.
Hasibuan ditipu oleh orang yang berpura-pura menyewa mobil. Bahkan, sampai dua unit mobil sekaligus dengan waktu yang berbeda dan pelaku yang juga berbeda.
Dedi menjelaskan kronologis kejadin ini bermula dari, Nanang Mardyana yang memang sudah langganannya merental mobilnya mendatangi langsung ke rumahnya pada 21 Agustus 2016 lalu untuk merental mobil Avanza Veloz warna Silver.
“Nanang itu sudah langganan beberapa kali merental mobil saya. Secara emosi saya sudah dekat sama dia. Jadi percaya aja kalau dia mau rental mobil saya,” ungkapnya.
Kepada Dedi, Nanang mengaku waktu itu ia hendak menyewa mobil selama satu bulan, atas permintaan Hotel Radisson.
“Dia mau sewa satu bulan, saya kasi mobilnya, kemudian saya tanya mana duitnya? Terus dia bilang, aku mau tunjukin ke hotel dulu, setelah cocok nanti akan dibayar di depan,” terangnya.
Setelah kunci mobil dan foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diberikan kepada Nanang, kemudian Nanang kembali meminta STNK asli kepada Dedi. Saat itu Nanang beralasan kepada Dedi bahwa yang meminta STNK asli itu adalah pihak hotel sebagai penyewa.
“Satu minggu kemudian dia membayar duit sewa sama saya sebesar empat juta tiga ratus untuk sewa mobil sebelumnya,” katanya.
Setelah membayar uang sewa mobil, kemudian Nanang kembali meminta kepada Dedi untuk menyediakan satu unit mobil Avanza Putih atas permintaan dari pihak hotel, pada 4 November 2016.
“Dia minta Avanza putih itu dia bilang kalau sekarang ini dia lagi di Solo, nanti kawan aku (Ismed, red) yang akan jemput ke sana,” ujarnya.
Dedi yang telah kenal baik dengan Nanang, lagi-lagi percaya dan kembali menyediakan dan memberikan satu unit mobil Avanza warna putih kepada Ismed. Namun, penggelapan yang akan dilakukan Nanang bersama Ismed akhirnya terbongkar, setelah Asep yang hendak membeli mobil rental itu menelpon ke bank BCA.
“Siang itu dia pinjam mobil saya, kemudian sorenya dia mau transaksi jual beli. Untungnya Asep ini jeli, dan menelpon ke BCA dan dibilang orang BCA kalau mobil itu milik saya. Lalu Asep menelpon saya, saya bilang sama dia, itu mobil saya dirental,” terangnya.
Setelah mendapatkan informasi dari Asep bahwa mobil yang direntalkannya hendak dijual oleh Ismed, kemudian Dedi pun menghampiri Asep dan Ismed bersama marketing Bank BCA untuk menjemput mobilnya ke Hotel Planet Holiday, Jodoh.
“Dari pengakuan temannya Nanang itu dia bilang kalau dia tidak tahu ini mobil rental. Nanang hanya suruh dia jual. Kemudian di cek surat-suratnya dipalsukan sama mereka. Dia memalsukan surat keterangan dari bank tentang Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil,” katanya.
Saat ditemui oleh Dedi, Ismed pada saat itu juga terlihat memakai mobil milik pengusaha rental mobil lainnya, Andi.
“Kawan ini (Ismed, red) waktu itu pakai mobil kawan saya juga. Kemudian saya bilang sama kawan saya kalau orang ini tak jelas. Kemudian dia tak percaya dan langsung dilacaknya,” ujarnya.
Setelah dilacak oleh Andi, ternyata ia juga menjadi korban dari Ismed. Mobil Avanza hitam milik Andi ternyata juga telah dijual oleh Ismed seharga Rp 50 juta kepada warga Batuaji.
“Dia kemarin itu minjam mobil Andi dua unit juga. Yang pertama dipakainya kemarin itu Ayla hitam, dan yang sudah dijualnya Avanza Veloz hitam seharga 50 juta. Dia menjualnya sama tetangga yang juga membeli mobil Avanza punya saya,” katanya lagi.
Meski merasa tertipu oleh Nanang dan Ismed, Dedi tidak melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Karena mobilnya telah ditemukan.
“Kalau lapor polisi nanti sulit. Kita harus urus surat-surat pinjam pakai. Nanti ribet, yang penting sekarang mobil sudah ketemu. Jadi nanti saya membawa marketing BCA aja untuk jemput mobil itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Yani yang menjadi korban membeli mobil rental ini mengungkapkan awalnya ia ditawar oleh pelaku untuk membeli mobil yang mengalami kredit macet oleh Nanang. Karena tergiur dengan harga yang murah ditawarkan oleh Nanang, kemudian Yani pun menyanggupi harga yang ditawarkan oleh Nanang.
“Alasan dia menjual kepada saya itu ada orang yang terdesak. Saya tidak terlalu mengetahui dalam urusan jual beli mobil. Kemarin saya beli mobil Avanza ini seharga empat puluh juta, dengan sisa angsuran tiga puluh bulan lagi,” ujarnya.
Setelah mengetahui mobil tersebut merupakan mobil rental yang dijualkan kepadanya, Yani pun melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Barelang atas dasar penipuan.
“Kejadian ini sudah saya laporkan tadi (kemarin) di Polresta Barelang,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Polda Kepri akan menggelar operasi zebra mulai 16-29 November di beberapa titik jalan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.
Operasi ini untuk memberikan penyuluhan dan juga menertibkan pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.
“Operasinya dua minggu,” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Kombes Pol AKBP Asep Hikmawa kepada Batam Pos, belum lama ini.
Dalam operasi ini melibatkan unsur seluruh jajaran Satlantas Polda Kepri, baik itu Polresta maupun Polsek. Mengenai titik pelaksanaan, Asep masih merahasiakannya.
“Nanti pas Rabu saja, kami susun,” ucapnya.
Diharapkan pengendara dapat mematuhi aturan yang ada. Sebab peraturan lalulintas dibuat untuk untuk menyelamatkan pengendara dari hal-hal yang tak diinginkan.
Dari operasi zebra sebelumnya, pihak kepolisian menertibkan pengendara yang melawan arus, menerobos lampu merah, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak membawa surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), tak memiliki plat nomor polisi yang asli, alat standar yang tak lengkap seperti spion dan lampu.
Selain itu, pengendara akan ditertibkan yakni tidak menggunakan helm (khusus pengendara motor,red), dan tidak menggunakan sabuk pengaman (khusus pengendara mobil,red). (ska)
batampos.co.id – Batam terancam krisis listrik. Penyebabnya, PLN Batam masih menjual listrik di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP).
Kondisi ini membuat keuangan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam terus memburuk.
Hasil audit Price Waterhouse Coopers (PWC), keuangan PLN Batam sudah minus Rp26 Miliar.
Kini, mereka mulai kesulitan membeli energi primer yang saban bulan harus dikeluarkan sebanyak 6 juta US Dolar atau sekitar Rp70 miliar. Karena tak mendapatkan subsisi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah, PLN terpaksa meminjam sana sini.
“Kalau kondisinya begini terus, Batam gak bisa terang. Kalau PLN tak mampu membeli energi primer, dampaknya bukan hanya di Batam, tapi sampai ke Pinang dan Bintan,” kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) b’right PLN Batam, Salusra Wijaya.
Angka yang harus dikeluarkan setiap bulan itu sambung Salusra, di luar gaji karyawan serta opersional perusahaan.
Parahnya lagi, hasil pinjaman PLN hanya mampu bertahan hingga dua bulan kedepan. Lepas dari itu, keandalan listrik di Batam serta wilayah Bintan dan Pinang akan mengalami goncangan.
“Gak bisa lebih dari itu (dua bulan). Kita sudah ketemu BPK, kami welcome untuk diaudit, kita sangat terbuka,” ungkapnya.
Salusra mengatakan, tarif yang ada saat ini berlaku sejak tahun 2014, ketika dolar masih Rp11 ribu. “Saat ini dolar sudah Rp13 ribu,” katanya.
Sayangnya, kenaikan dolar yang sejalan lurus dengan kenaikan biaya primer itu tak dibarengi dengan penyesuaian tarif listrik berkala (PTLB) yang sejatinya dilakukan per tiga bulan sekali. Akibatnya, selama dua tahun terakhir, PLN Batam harus menanggung kerugian. Mereka bertahan dengan deposito bank hingga pinjaman dari lembaga lain.
Kini, tabungan dan uang pinjaman sudah tergerus. Agar keandalan listrik tetap terjaga, PLN berharap penyesuian tarif listrik setara nasional yang sudah disetujui Pemrov Kepri itu segera direstui DPRD Provinsi Kepri.
Apalagi penyesuaian tarif hanya menyasar golongan konsumen rumah tangga yang menggunakan daya 1.300 Volt Amper (VA) hingga 2.200 VA .
Sedangkan golongan Bisnis, Industri, serta golongan rumah tangga yang ada di bawah itu tidak ada penyesuaian. “Kami gak minta kenaikan, tapi penyesuaian setara nasional, kita naikan pun tak melampui tarif nasional,” katanya lagi.
Bila ada keuntungan, PLN berjanji akan menginvestasikannya untuk pembangunan pembangkit baru. Sehingga mereka dapat menjawab pertumbuhan pelanggan yang mencapai 10 persen pertahun.
“Kalau 10 persen saja pertumbuhannya, kita harus mempersipkan energi kurang lebih 40 MW pertahun. Untuk 40 MW, setidaknya kita harus mempersiapkan Rp400 hingga 500 Miliar pertahun,” ungkapnya.
Dengan pertumbuhan sebesar itu, beban mampu PLN Batam saat ini sebesar 430 MW hanya mampu bertahan hingga dua tahun kedepan. Dengan perhitungan beban puncak saat ini sebesar 370 MW.
“Dengan investasi sebesar itu, tak cukup hanya mengandalkan tarif yang ada sekarang,” bebernya.
Tarif di Batam jauh lebih murah bila dibandingkan tarif nasional, bahkan lebih murah dari harga sebatang rokok.
Saat ini, harga tarif listrik di Batam untuk kategori R1 (rumah tangga) Rp950, R2 Rp1.089 dan R3 Rp1.128 per kwh. Sementara secara nasional tarif listrik rumah tangga sudah berada diangka Rp1.509.
Padahal satu kwk listrik, dapat digunakan untuk melistriki peralatan elektronik yang memiliki daya hingga seribu watt.
Menyalakan empat lampu LED 9 watt selama27 jam, menonton TV LED 32” 100 watt selama 10 jam, menggunakan setrika listrik 250 watt selama empat jam.
Menghangatkan nasi dengan rice cooker 100 watt selama 10 jam. Bisa juga mencharge handphone dengan daya 4 watt dapat digunakan untuk 75 hari. Dengan estimasi waktu charge dua jam per hari. “Jadi satu kwh, bisa kita pakai untuk melistriki 1000 watt,” paparnya. (hgt)
Sejumlah toko di kawasan Nagoya dan Jodoh memilih tutup sebagai bentuk protes kenaikan tarif UWTO. Foto: eggi/batampos
batampos.co.id – Pemilik toko di kawasan bisnis Nagoya, Jodoh, dan sekitarnya ramai-ramai menutup toko mereka sejak, Senin pagi (14/11/2016).
Penutupan toko ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemberlakukan tarif baru uang wajib tahunan Otorita (UWTO) yang kini sudah diberlakukan BP Batam.
Namun, penutupan toko-toko tersebut tidak sampai melumpuhkan Batam karena sejumlah toko sembako masih terlihat tetap buka, khususnya di luar kawasan Nagoya dan Jodoh.
Pasar pagi Tos 3000 yang merupakan pasar teramai di Batam masih tetap menggeliat dari sejak dini hari.
Fandi, salah satu pemilik toko mengatakan ia menutup tokonya setelah mendapatkan brosur penolakan UWTO. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas penolakan tarif baru UWTO.
“Saya juga sangat tak setuju dengan kenaikan UWTO,” ujar pemilik toko elektronik di pertokoan Bumi Indah, Nagoya.
Penutupan toko ini direncanakan bakal berlangsung selama tiga hari. (eggi/nur)
batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak Senin (14/11/2016) pagi membuat sejumlah titik kembali dilanda banjir. Penyebabnya masih tetap sama, sistem drainase buruk membuat air hujan tergenang.
Selain menimbulkan banjir, sejumlah kecelakaan lalulintas juga terjadi di Batam. Salah satunya di ruas jalan tak jauh dari Tiban Kapung. Sebuah mobil terbalik akibat jalanan licin.
Berikut beberapa foto wilayah yang dilanda banjir yang diunggah warga Batam di berbagai jejaring sosial:
Banjir didepan Hotel 89
Banjir di depan Hotel 89 Batam. Foto: zilfan/FB
Banjir di Kawasan Bengkong
Banjir di salah satu kawasan di Bengkong. Foto: arini cece PS/FB
Banjir di Tanjunguncang
Banjir kawasan Puri Pesona Indah 2 Tanjunguncang. Foto: Didi Muharroma/FB
Dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) di wilayah Kota Batam, pada tanggal 1 November 2016 BPJS Kesehatan Cabang Batam telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) yaitu RS Soedarsono dan RSIA Griya Medika.
Kerjasama dengan kedua rumah sakit ini menambah jumlah faskes tingkat lanjut yang bekerja sema dengan BPJS Kesehatan Cabang Batam.
Per bulan November 2016, BPJS Kesehatan Cabang Batam telah melakukan kerjasama dengan 19 Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut dan 117 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut tersebut terdiri atas 9 Rumah Sakit Kelas C, 4 Rumah Sakit Kelas B, 4 Klinik Utama dan 2 Rumah Sakit Khusus.
Sedangkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut terdiri dari 76 Klinik Pratama, 26 Puskesmas, 9 Faskes Tingkat I milik TNI/POLRI dan 6 praktik dokter. Faskes yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Batam tersebut tersebar di Kota Batam dan Kabupaten Karimun.
Penambahan ini diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan peserta di Kota Batam dan Kabupaten Karimun yang terus bertambah setiap bulannya sehingga kebutuhan layanan kesehatan pun semakin meningkat. Peserta JKN – KIS di Kota Batam dan Kabupaten Karimun hingga saat ini telah mencapai angka 954 ribu jiwa atau sekitar 66.% dari total penduduk kota Batam dan Karimun yang lebih kurang sebanyak 1,4 juta jiwa.
Berdasarkan perjanjian kerjasama tersebut, terhitung mulai tanggal 14 November 2016 kedua rumah sakit tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta program JKN-KIS. Secara umum, pelayanan kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan yang diberikan meliputi pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik, tindakan medis spesialistik baik bedah maupun non bedah, serta perawatan inap di ruang non intensif dan intensif.
RS Soedarsono memberikan pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) meliputi pelayanan Poli Penyakit Dalam, Poli Kandungan, Poli Bedah, Poli Anak, Poli Gigi. Rumah sakit yang terletak di Jl. Hang Kesturi KM 4,5 Kabil ini juga memberikan pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), ICU dan NICU.
Sedangkan RSIA Griya Medika yang terletak di Jl. Laksamana Bintan Sei Panas ini memberikan pelayanan Poli Penyakit Dalam, Poli Kandungan, Poli Anak, Poli Bedah, Poli THT, dan Poli Gigi. RSIA Griya Medika juga dilengkapi oleh sarana penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan perawatan intensif seperti NICU.
Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut sebelumnya telah melewati tahapan seleksi dan kredensialing yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Batam.
Dengan tahapan tersebut diharapkan faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat lebih optimal memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku. Sedangkan untuk rumah sakit yang sudah bekerjasama, akan dilakukan penilaian kembali (recredentialing) untuk perpanjangan kerjasama pelayanan kepada peserta JKN-KIS. ***
Presiden direktur PT CCCII Shen Jianping menunjukan Tiang Pancang hasil produksi PT CCCII. Foto: PT CCCII untuk Batampos
batampos.co.id – Raksasa perusahaan konstruksi asal Cina, China Communication Construction Company (CCCC), melebarkan sayapya di Batam. Adalah PT China Communications Construction Industry Indonesia (CCCII) yang kini telah resmi beroperasi di Batam dan siap menyuplai kebutuhan konstruksi tidak hanya untuk dalam negeri, melainkan juga untuk negara-negara di Asia Tenggara (Asean).
Perusahaan ini berdiri di Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam. PT CCCII fokus dalam produksi tiang pancang dan precast untuk pondasi jembatan, pelabuhan dan bangunan besar lainnya dengan ruang lingkup industri dari semen dan kapur untuk konstruksi.
“Tahap pembangunan perusahaan memang belum semuanya selesai, tapi kalau ada order sekarang sudah bisa diproduksi,” kata Presiden Direktur PT CCCII, Shen Jianping, Minggu (13/11).
PT CCCII Batam, lanjut Shen, bertekad akan menjadi perusahaan yang bisa diandalkan sebagai penghasil tiang pancang yang berkualitas di negara Asean. Sebab hasil produksinya telah melalui uji laboratorium serta menyandang kualitas yang sudah diakui oleh berbagai lembaga sertifikasi di dunia termasuk salah satunya adalah lembaga sertifikasi konstruksi dari Singapura.
“Hasil produksi kami termasuk berukuran yang terbesar di Asean dengan panjang bisa mencapai 50 meter dan diameter terbesar saat ini 1,2 meter,” ujar Shen.
Bentuk tiang pancang dan precast yang diproduksi PT CCCII juga fleksibel sesuai yang diinginkan konsumen. “Kami punya bentuk standar produksi, tapi jika request juga dilayani. Namun itu butuh waktu lebih karena harus ada persiapan kerja terlebih dahulu,” kata Shen.
Perusahaan dengan nilai investasi 40 juta dolar AS itu saat ini sedang merampungkan proses pembangunan pelabuhan sebagai penunjang kegiatan industri ke depannya. Pembangunan perusahaan ini sudah dimulai sejak September tahun lalu.
“Target memang satu tahun sudah rampung, karena ada kendala sedikit, pelabuhan baru akan siap sekitar tiga bulan lagi,” kata Shen.
PT CCCII ini merupakan anak perusahaan dari CCCC di Cina yang sudah sangat dipercaya untuk konstruksi jembatan dan pelabuhan ternama di dunia. Selain di Batam, CCCC juga sudah mendirikan dua anak perusahaan di Jakarta, dan satu perusahaan di Karimun, Kepri.
“Induk perusahaan ini merupakan perusahaan berjenis Tbk di negara Tiongkok,” tutur Shen lagi.
Shen menjelaskan, nilai investasi perusahaan sekitar 40 juta dolar AS itu sudah termasuk untuk pembelian lahan, pengadaan alat produksi, workshop, hingga perizinan. Namun nilai investasi itu akan bertambah hingga 50 juta dolar AS jika semua bangunan dan fasilitas perusahaan sudah selesai dibangun.
“Pelabuhan belum rampung, kalau semuanya rampung (investasinya) sekitar 50 juta dolar AS,” kata Shen
Tenaga kerja yang bisa diserap oleh perusahaan ini sekitar 300 orang. Namun karena pembangunan perusahaan belum semuanya rampung, maka perusahaan ini baru mampu menyerap tenaga kerja sekitar 100 orang.
Shen menambahkan, dalam berproduksi pihaknya menggunakan mesin berteknologi tinggi dan otomatis agar menghasilkan produk berkualitas. “Sekitar 300 orang pekerja mungkin sudah cukup, karena mesin produksi sudah bisa menghasilkan produk secara otomatis,” kata Shen.
Meskipun belum beroperasi normal, Shen optimistis perusahaan tersebut akan berkembang dengan baik. Dia juga berharap dukungan dari pemerintah Indonesia baik untuk mempromosikan perusahaan tersebut ataupun mempercayakan proyek-proyek konstruksi pemerintah dengan menggunakan produk dari PT CCCII.
Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menerima PT CCCII untuk investasi di Batam dan memberikan kemudahan prosedur untuk pendirian perusahaan tersebut. Menurtunya, tahap pembangunan industri ini tergolong cepat. Itu karena ada kemudahan dari pemerintah dan bantuan kontraktor setempat. Mulai dari izin Amdal dan lainnya memang dipermudah.
“Kami apresiasi untuk semua kemudahan itu,” ujar Shen. (eja)
Ex sandera perompak Somalia, Sudirman (kemeja putih) tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (12/12). Setibanya di bandara, Sudirman langsung menggendong adik bungsunya, Amira. Foto: Octo Zainul Ahmad/Batam Pos
batampos.co.id – Eks sandera Perompak Somalia, Sudirman tak bisa menyembunyikan kegembiraanya saat bertemu keluarganya saat tiba di Bandara Hang Internasional Hang Nadim Batam, kemarin.
Kegembiraan juga turut dirasakan keluarga, termasuk tiga adiknya yakni Amira Zahra,5, Ratu Anasya,10, dan Nurul Fazira Sitorus,19.
Sebelum Sudirman tiba di pintu kedatangan, ketiganya tak henti melihat ke dalam bandara. “Mana abang,” tanya Ratu. ‘Sabar, nanti keluar,” jawab seorang kerabat, Ernawati.
Begitu Sudirman tampak, ketiganya berhamburan memeluk saudara tertuanya yang telah terpisah hampir lima tahun tersebut.
“Syukur, melihat mereka ini saya sangat senang,” kata Sudirman.
Untuk itu, ke depan dia ingin bekerja saja di Indonesia. “Nengok keadaan keluarga seperti ini, kepengennya kerja di sini saja. Nggak ada laki-laki yang jaga,” ucapnya.
Menurutnya, kembali ke Indonesia setelah 4 tahun 7 bulan disandera perompak Somalia adalah anugrah yang luar biasa. “Ini mukjizat yang tidak disangka,” tambahnya.
Dia menceritakan, selama disandera dia dan teman-temanya hanya diberikan air seadanya, tanpa ada makanan. “Waktu mau pulang itu saja dua liter sehari. Sebelumnya, waktu Nasri (korban meninggal karena sakit) masih hidup hanya setengah liter (perhari),” ucapnya.
Sebelumnya, Rabu (2/11) Ibu kandung Sudir
man, Dalifah menjemput Sudirman di tempat keluarga di Medan. (cr13)