Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 13950

Ngaku Anggota TNI, Gelapkan Lima Mobil Rental

0
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Irwan Ali Saputra, yang mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Sertu ditangkap kepolisian sektor Sagulung karena telah menggelapkan lima unit mobil milik masyarakat. Selain Irwan, dua temannya yakni Tomy dan Andy ikut diringkus.

“Yang mengaku anggota TNI hanya Irwan. Rekannya saja tertipu olehnya,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto, kepada awak media pada saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti seperti lima unit mobil rental, antara lain Grand Nissan Levina, Toyota Rush, tiga mobil unit Toyota Avanza dan juga satu celana dinas TNI, dua baju dinas TNI, serta dua kartu tanda anggota (KTA). “Korban ada empat orang,” kata Hendrianto.

Hendrianto mengatakan, modus yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya dengan mendatangi tempat rental mobil mengenakan seragan TNI lengkap.

“Setiap melakukan aksinya pelaku selalu mengatakan bahwa komandannya mau datang,” ungkap Hendrianto.

Aksi penggelapan tersebut sudah dilakukan pelaku sejak Juli 2016, yang mana sesuai laporan mobil yang pertama hilang pada bulan tersebut.

“Jumlah kendaraan ada lima dan sudah diamankan semuanya,” ucap Hendrianto.

Menurut informasi yang didapatkan,  kata kapolsek, Irwan merupakan tukang semir sepatu di daerah Jodoh, kemudian menghilang beberapa tahun dan datang lagi ke Batam dengan mengaku sebagai anggota TNI gadungan.

“Pengakuanya Irwan pernah ikut pendidikan paket TNI,” tutur Hendrianto.

Mobil yang direntalnya kemudian dijual Irwan dan mendapatkan untung sebesar Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. “Jual di Batam, satu sudah di jual ke Tanjungpinang,” beber Hendrianto.

Irwan ini merupakan otak dari aksi kejahatan tersebut. Ia berhasil ditangkap Polisi di lorong Wiraguna Palembang pada, Minggu (2/10/2016) pukul 13.00 WIB.

Saat melakukan penangkapan sempat terjadi keributan dengan keluarga pacar dari pelaku yang tidak terima calon menantunya ditangkap oleh anggota Polisi seharunya ditangkap Propam.

“Di Palembang pelaku ini mengaku sebagai TNI, pacarnya ini tidak tahu sama sekali,” terang Kapolsek.

Saat diwawancarai Irwan mengaku dirinya bukanlah anggota TNI AD. Baju TNI yang dikenakannya selama ini didapat dari teman-temannya. “Saya belajar dari melihat-lihat saja,” ujar Irwan.

Uang yang didapatkan dari hasil penjualan mobi sebesar Rp 10 juta. “Saya melakukan aksi ini sendiri,” ungkap Irwan.

Atas perbuatannya, Irwan dikenakan pasal 372 Jo 378, acaman di atas lima tahun penjara dan dua orang rekannya dikenakan pasal 56 KUHP karena turut serta, kurungan penjara lima tahun. (cr14)

Hak Angket Reklamasi Ditolak

0
Pantai Kampung Belian yang direklamasi. Foto: WB
Pantai Kampung Belian yang direklamasi. Foto: WB

batampos.co.id – DPRD Batam akhirnya menggelar paripurna pembahasan hak angket mereka terkait reklamasi di Batam.

Sejak awal isu hak angket itu diangkat, ada 27 anggota dewan yang telah menandatangani persetujuannya. Tapi saat voting penentuan yang bersifat tertutup, Kamis (6/9/2016), hanya 18 anggota Dewan yang setuju. Artinya ada 9 orang yang membelot.

Sikap membelot ini mulai terlihat sejak awal kehadiran para wakil rakyat itu di sidang paripurna. Total kehadiran anggota Dewan hanya 38 orang. Asumsinya, jika 27 pengusul hak angket itu hadir maka otomatis saat voting pengusung akan menang.

Tapi faktanya, malah 20 orang anggota menolak usulan tersebut dari 38 anggota yang hadir. Ini artinya ada 9 orang yang awalnya ikut mengusulkan hak angket sengaja absen di paripurna atau bahkan hadir tapi malah membelot dengan memilih menolak.

“Dengan demikian kami simpulkan hak angket tentang kasus reklamasi di Batam tidak dilanjutkan,” Ujar Ketua DPRD Batam, Nuryanto usai voting hak angket.

Fraksi yang menolak hak angket ini ialah Nasdem, Gerinda, Demokrat, PDI Perjuangan, dan Golkar. Sedangkan fraksi yang menerima yakni PKS, Hati Nurani Bangsa, dan PPP. Namun demikian, beberapa anggota fraksi itu ada juga yang menerima maupun menolak.

Seperti di Fraksi PAN, dari lima orang yang duduk di lembaga legislatif, dua orang diantaranya mendukung hak angket, sedangkan tiga orang lainnya menolak. Hal yang sama juga terlihat di fraksi PDI Perjuangan, Hati Nurani Bangsa dan Demokrat.

“Di Jakarta, PAD yang masuk dari reklamasi sebesar Rp 47 triliun. Tapi kenapa di Batam hanya Rp 1 miliar saja. Jadi ini yang saya tanyakan secara pribadi. Bahwa ada sesuatu aturan yang telah dilanggar,” ujar Anggota Fraksi PDIP, Udin P Silaloho.

Paripurna hak angket ini berjalan alot dan beberapa kali ditunda. Bahkan, pada saat pengambilan keputusan saja, perdebatan sengit terjadi antara sesama anggota dewan. “Harus tegas, apakah melalui fraksi atau perorangan,” ujar Idawati, fraksi PPP.

“DPRD harus punya suara melalui hak angket ini. Sangat tidak masuk akal, reklamasi diawasi oleh pemain. Sama saja pemain jadi wasit,” kata Edward Brando, fraksi PAN.

Jeffry Simanjuntak menilai, hingga saat ini belum ada perda yang mengatur reklamasi di Batam. “Makanya kami usulkan perda dulu, baru dibentuk hak angket,” tuturnya.

Nono Hadisiswanto, dari fraksi PAN menilai pelaksanaan hak angket terlalu mendesak. Semestinya, harus ada persiapan, input yang rill dan kajian-kajian yang meyakinkan.

“Kajian ini yang belum saya tahu. Jadi gak mungkin dong saya harus mengusung karena gak punya data. Kalau hanya isu saya tak terima dan menolak (hak angket),” ucapnya.

Jurado, pengusung hak angket mengaku pengajuan hak angket sudah sesuai aturan yang berlaku. Namun kuncinya ada di paripurna. Artinya, anggota dewan tidak melihat keinginan masyarakat. Terutama kerusakan lingkungan akibat reklamasi pantai ini.

Padahal sesuai kenyataan di lapangan, banyak pengusaha reklamasi di Batam banyak melanggar aturan. Ada izin lingkungan tetapi amdal yang tak ada. Ada amdal, tapi UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan), UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) yang tak ada.

“Dan bahkan saya pesimis apakah teman-teman sudah tahu, apakah perizinan sudah ada atau belumnya. Walaupun kecewa kita tetap terima keputusan ini,” ujar Jurado.

Terkait hasil keputusan, aia mengaku ada kepentingan yang mengatur. “Artinya apa, lebih banyak berpedoman kepada kepentingan sendiri daripada kepentingan masyarakat dan aturan yang ada. Lanjutkan saja reklamasi, suara masyarakat kalah,” sebutnya.

Uba Ingan Sigalingging, fraksi Hanura menilai DPRD tidak peduli dengan apa yang banyak dikeluhan masyarakat. “Saya tidak kecewa dengan hasil keputusan, tetapi saya kecewa karena tidak bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Uba.

Padahal bila dilihat dari fungsinya, hak angket adalah satu-satunya hak yang bisa memanggil perusahaan terkait perusakan lingkungan. Ia juga mengaku heran dengan anggota dewan yang sebelumnya mendukung namun menolak saat pengambilan keputusan.

“Nasdem juga menarik semua (anggotanya) untuk menolak, PDIP juga yang mengusulkan. Artinya apa, sudah jelas, karena itu partai besar. Floting pun kita sudah tahu akan kalah. Ini sudah selesai dan tidak akan ada lagi jalurnya,” pungkas Uba.

Seperti diketahui, hak angket reklamasi merupakan hak angket ketiga yang pernah diusulkan DPRD Batam. Berbeda dengan hak angket lainnya yang putus di tengah jalan, hak angket ini bisa bertahan sebelum akhirnya ditolak pada rapat paripurna. (rng)

Dua Pekan Dibuka, Belum Ada yang Daftar Jadi Sekda Kota Batam

0
Agussahiman, Sekda Batam. Foto: istimewa
Agussahiman, Sekda Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pejabat eselon 2 sepertinya masih mengatur strategi menentukan waktu pasti mendaftar sebagai calon Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Batam. Atau bisa jadi tidak ada yang berminat karena posisi itu juga rawan.

Buktinya, sudah dua pekan pendaftaran dibuka, tak satupun PNS yang mengajukan diri untuk ikut serta dalam seleksi. Padahal, waktu pendaftaran tinggal satu pekan lagi.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekda Batam, Agussahiman mengatakan sosialisasi dan pengumuman pendaftaran sudah mereka sebar. Sehingga seluruh PNS di Kepri sudah bisa mengirimkan kepesertaan ikut seleksi di di lantai III Kantor Walikota Batam.

“Sampai sekarang belum ada. Padahal sudah kita umumkan. Biasanya baru banyak diakhir-akhir pendaftaran,” ujar Agus.

Jika sampai pekan ketiga tak ada yang mendaftar atau ada namun kurang dari 3 orang, maka pihaknya akan mengulang proses pendaftaran.

Namun, jika jumlah peserta ada tiga orang dan ketiganya memenuhi syarat dan lulus proses seleksi, maka tahapan bisa dilanjutkan.

“Kalau kurang dari tiga pendaftar, ya kita gugurkan. Kalau lebih baru kita rekomendasikan proses seleksi,” ujarnya.

Terpisah Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, hingga saat ini memang belum ada lamaran yang masuk ke dirinya.

“Belum ada, kalaupun tak ada menaftar ya kita ulang lagi nanti,” katanya.

Sementara Staf Ahli Pemko Batam, Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Jefridin mengaku belum mengirimkan berkas pendaftaran meski dirinya berminat ikut lelang tersebut. Namun, persyaratan untuk ikut proses itu sudah disiapkan.

“Datanya sudah saya lengkapi,” kata dia.

Ia sengaja menunda untuk mendaftara hingga akhir pendaftaran. Hal itu dilakukan untuk melihat siapa saja yang akan mendaftar sebagai Calon Sekda.

“Kalau lawan dari angin utara (lawan berat, red) saya keluarkan kemampuan penuh,” pungkasnya. (she)

Tertarik Layanan I23J, Peserta Diklat MA Kunjungi BP Batam

0
Seorang warga negara asing sedang menunggu untuk  mengurus administrasi dikator Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Kamis (6/10/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga negara asing sedang menunggu untuk mengurus administrasi dikator Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Kamis (6/10/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 30 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia berkunjung ke BP Batam, Rabu (6/10/2016).

Kunjungan tersebut bertujuan dalam rangka mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah sesuai dengan jenjang jabatan struktural.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusdiklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Jodi Windarsyah mengatakan tujuan kedatangannya ke BP Batam dilakukan sebagai bencmarking.

“BP Batam dinilai memiliki banyak inovasi atau terobosan dalam meningkatan kinerja terutama dalam hal inovasi pelayanan publik,” katanya.

Untuk memperoleh informasi tersebut para peserta yang terdiri dari pejabat MA pusat, pengadilan tingkat banding, Kumham, dan Kepolisian dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok yang mempelajari perubahan mindset kerja, kelompok yang mempelajari pendayagunaan kualitas pelayanan publik, dan kelompok yang mempelajari kualitas pelayanan.

Sementara itu, Karo Sumber Daya Manusia (SDM) BP Batam, Asep Lili Holilulloh menyambut baik kunjungan peserta diklat MA ke BP Batam sebagai pembelajaran bagi instansi atau daerah lainnya.

“Kami mengucapkan rasa syukur dimana BP Batam masih dipilih sebagai benchmarking oleh setiap instansi termasuk Mahkamah Agung,” ucapnya.

Asep menjelaskan BP Batam merupakan lembaga pemerintah non struktural dengan visi dan misi yang sama dengan pengusaha yakni menciptakan daya tarik Batam sebagai daerah investasi unggulan.

“Secara kelembagaan BP Batam adalah pemerintah namun secara keuangan BP Batam termasuk BLU dimana mengoptimalkan pelayanan optimal pada lahan, rumah sakit, pelabuhan, dan bandara,” jelasnya.

Jenny Huturuk salah satu peserta diklat menyatakan tertarik salah satu program pelayanan publik dari BP Batam yakni izin investasi tiga jam (i23j).

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Promosi BP Batam, Wildan Arief menjelaskan inovasi pelayanan publik sudah diatur pada UU no 25 tahun 2009.

Terkait penerapan sistem i23j di BP Batam, merupakan produk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Wildan menjelaskan i23j diberlakukan khusus bagi investasi asing (PMA) dengan syarat minimal 50 milyar atau menyerap 300 orang pekerja dengan menyiapakan 8 izin selama 3 jam diantaranya izin investasi, akta perusahaan, NPWP, TDP, RPTKA, IMTA, API-P, dan NIK.

“Setelah menggunakan program i23j dilanjutkan ke tahap selanjutnya yakni KILK, investasi langsung konstruksi pada kawasan indsutri di Batam yang sebelumnya telah dilakukan MoU disetiap instansi terkait,” katanya.

Selain program pengurusan investasi, BP Batam juga telah menerapkan sistem secara elektronik diantaranya sistem informasi keluar masuk barang (SIKMB), dan Sistem Pengelolaan Jasa Kepelabuhanan. (leo)

Ribuan Peserta Batam Pos Fun Walk Sudah Mendaftar

0
Tim BNI-46 ambil bagian dalam Batam Pos Fun Walk 2016. Foto: batampos
Tim BNI-46 ambil bagian dalam Batam Pos Fun Walk 2016. Foto: batampos

batampos.co.id – Dua hari lagi, Batam Pos Fun Walk 2016 akan digelar di halaman Graha Pena Batam. Ribuan peserta sudah mendaftar dan memastikan akan meramaikan acara tersebut.

Ketua panitia, Herman Mangundap, mengatakan kesempatan mendapatkan hadiah utama berupa mobil, dua unit sepeda motor dan puluhan hadiah lainnya terbuka lebar bagi peserta yang mengajak serta rekan dan keluarganya.

“Namun, waktu semakin sempit untuk mendaftar. Segeralah mendaftar dan raih hadiahnya,” kata Herman.

Dia mengatakan, pastikan mengajak keluarga dan rekan untuk memperbesar peluang mendapatkan hadiah utama mobil, dua unit sepeda motor dan puluhan hadiah lainnya.

Peserta yang terdiri dari minimal lima orang akan mendapatkan kesempatan publikasi gratis. Publikasi ini berupa adu kreativitas lewat foto komunitas, keluarga atau perusahaan yang akan diterbitkan di koran Batam Pos.

“Kami sebagai panitia sudah siapkan beberapa kejutan untuk Anda, jadi siapkan tim Anda untuk foto terbaik,” jelasnya.

Segera hubungi panitia, karena tim panitia akan mendatangi peserta dengan jumlah minimal lima orang untuk memotret komunitas, keluarga dan kerabat peserta.

Dapatkan informasi mengenai promo menarik lainnya dengan menghubungi, panitia fun walk, Ika di nomor 082170212481.

“Bisa juga menghubungi nomor-nomor panitia yang tertera di koran Batam Pos,” pungkasnya. (cr18)

BP Batam Minta Data IPH yang Belum Diproses

0
ilustrasi Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
ilustrasi
Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta kepada para pengembang agar segera menyerahkan data 6.000 Izin Peralihan Hak (IPH) yang belum diproses.

“Kami sudah mulai transparan. Jadi tinggal menunggu data dari pihak pengembang agar bisa diselesaikan bersama,” kata Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (6/10).

Senada dengan pernyataan Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Andi juga mengatakan jika ada IPH tidak bisa diproses, maka sudah pasti bermasalah.

“Dulu mengapa bisa bayar UWTO 10 persen dan lainnya kalau sudah tahu bermasalah,” ujarnya.

Andi menyarankan agar para pengembang juga mengejar para mantan pejabat yang dulu mengurus IPH untuk meminta pertanggung jawabannya.

“Kami yang sekarang cuma melakukan pembenahan,” ujarnya.

Perbaikan dan pembenahan sistem untuk kebaikan semua. Supaya kedepannya semua transparan, adil, akuntabel dan online sehingga bisa meminimalisir pungli yang bisa saja terjadi lewat cara manual.(leo)

Mahkamah Agung RI Kunjungi BP Batam

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 30 peserta Diklat Kepemimpinan tingkat II Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia berkunjung ke BP Batam, Rabu (6/10). Kunjungan tersebut bertujuan dalam rangka mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah sesuai dengan jenjang jabatan struktural.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusdiklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Jodi Windarsyah mengatakan tujuan kedatangannya ke BP Batam dilakukan sebagai benchmarking.

“BP Batam dinilai memiliki banyak inovasi atau terobosan dalam meningkatan kinerja terutama dalam hal inovasi pelayanan publik,” katanya.

Untuk memperoleh informasi tersebut para peserta yang terdiri dari pejabat MA pusat, pengadilan tingkat banding, Kumham, dan Kepolisian dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok yang mempelajari perubahan mindset kerja,kelompok yang mempelajari pendayagunakan kualitas pelayanan publik, dan kelompok yang mempelajari kualitas pelayanan.

Sementara itu, Karo Sumber Daya Manusia (SDM) BP Batam, Asep Lili Holilulloh menyambut baik kunjungan peserta diklat MA ke BP Batam sebagai pembelajaran bagi instansi atau daerah lainnya.

“Kami mengucapkan rasa syukur dimana BP Batam masih dipilih sebagai benchmarking oleh setiap instansi termasuk Mahkamah Agung,” ucapnya.

Asep menjelaskan BP Batam merupakan lembaga pemerintah non struktural dengan visi dan misi yang sama dengan pengusaha yakni menciptakan daya tarik Batam sebagai daerah investasi unggulan.

“Secara kelembagaan BP Batam adalah pemerintah namun secara keuangan BP Batam termasuk BLU dimana mengoptimalkan pelayanan optimal pada lahan, rumah sakit, pelabuhan, dan bandara,” jelasnya.

Jenny Huturuk salah satu peserta diklat menyatakan terkait salah satu program pelayanan publik dari BP Batam yakni izin investasi tiga jam (i23j).

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Promosi BP Batam, Wildan Arief menjelaskan inovasi pelayanan publik sudah diatur pada UU no 25 tahun 2009.

Terkait penerapan sistem i23j di BP Batam, merupakan produk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).  Wildan menjelaskan i23j diberlakukan khusus bagi investasi asing (PMA) dengan syarat minimal 50 milyar atau menyerap 300 orang pekerja dengan menyiapakan 8 izin selama 3 jam diantaranya izin investasi, akta perusahaan, NPWP, TDP, RPTKA, IMTA, API-P, dan NIK.

“Setelah menggunakan program i23j dilanjutkan ke tahap selanjutnya yakni KILK, investasi langsung konstruksi pada kawasan indsutri di Batam yang sebelumnya telah dilakukan MoU disetiap instansi terkait,” katanya.

Selain program pengurusan investasi, BP Batam juga telah menerapkan sistem secara elektronik diantaranya sistem informasi keluar masuk barang (SIKMB), dan Sistem Pengelolaan Jasa Kepelabuhanan. (leo)

Pelabuhan Telaga Punggur Banjir

0
Ruang kedatangan Pelabuhan telaga Punggur tergenang air. Foto: Rio Xiehotank/FB/WB
Kondisi Pelabuhan telaga Punggur tergenang air. Foto: Rio Xiehotank/FB/WB

batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak Jumat subuh (7/10/2016) menimbulkan banjir di sejumlah titik di Batam. Salah satunya Pelabuhan Telaga Punggur.

Air bercampur lumpur kuning ini membasahi bagian kedatangan maupun keberangkatan pelabuhan yang saat ini masih dalam tahap renovasi.

Sejumlah karyawan pelabuhan bahu membahu membersihkan air berlumpur itu. Sejumlah penumpang tampak berusaha menghindar agar tidak terkenal banjir, namun ada juga yang harus rela sepatu mereka basah  karena tak ada jalan lain.

Hingga saat ini, petugas Pelabuhan Telaga Punggur masih terus membersihkan bagian pelabuhan yang kebanjiran karena kini menyisahkan lumpur. (nur)

 

Puluhan Kendaraan Terjebak Banjir di Batam

0
Salah satu ruas jalan umum di Batuaji yang tergenang air akibat hujan deras dan buruknya sistem drainase, Jumat (7/10/2016). Foto: atun/FB/WB
Salah satu ruas jalan umum di Batuaji yang tergenang air akibat hujan deras dan buruknya sistem drainase, Jumat (7/10/2016). Foto: atun/FB/WB

batampos.co.id – Puluhan sepeda motor dan mobil mogok akibat nekat menerjang banjir di jalan Marina City arah Sekupang, Jumat (7/10/2016).

Kawasan ini banjir sejak pukul 03.00 WIB, akibat hujan deras. Banjir diperpara akibat sistem drainase yang buruk hingga air meluap ke badan jalan.

Banjir tampak juga di Jalan Brigjen Katamso dari arah Tanjunguncang sebelah kanan jalan dua titik, dari  arah kiri jalan satu titik tampak banjir juga.

Banyaknya kendaraan yang mogok karena terjebak banjir membuat pengendara lain memilih menunggu surut sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Di Jalan Gajah Mada, Sautlink Tiban Lama juga tampak genangan air dan longsor akibat ada pemotongan bukit hingga airnya yang keruh menerjang jalan. Jalanan pun penuh lumpur hingga membuat pengendara ekstra hati-hati karena jalanan menjadi licin.

Di Jalan Marina City Sekupang juga tampak puluhan motor mogok dan dua mobil mogok. Mobil tersebut terpaksa diderek.

“Banjirnya setinggi pusar saya,” ujar Ragil, warga Marina View yang suka rela mendorong motor dan mobil warga yang mogok dilokasi banjir.

Riko, salah satu pengendara motor yang mogok mengatakan, kawasan tersebut menjadi langganan banjir setiap hujan turun.

“Kalau gini terus susah orang mau bekerja, motor mogok tidak bisa kerja dan basah kuyup celana yang terkena banjir dan mengakibatkan telat kerja,” ujarnya.

“Seharusnya Pemko itu peka terhadap kepentingan umum seperti ini,” ujar Ragil.

Di lokasi banjir jalan Marina City ini memang terlihat tidak layak drainase yang memadai, bila dibandingkan dengan besarnya air. Diharap Pemko Batam segera mengambil tindakan karena jalan ini akses utama warga Marina. (ali)

Tiba di Natuna, Jokowi Langsung Mencoba Cockpit Pesawat Tempur

0
Jokowi menaiki cockpit pesawat tempur Sukhoi - 30 TNI yang akan beraksi dalam latihan Angkasa Yudha. foto:reuters
Jokowi menaiki cockpit pesawat tempur Sukhoi – 30 TNI yang akan beraksi dalam latihan Angkasa Yudha. foto:reuters

batampos.co.id – Puncak latihan Angkasa Yudha tahun 2016 di Natuna disaksikan Presiden RI Joko Widodo didampingi ibu negara Iriani Joko Widodo, Kamis (6/10).

Presiden RI, Joko Widodo mendarat Bandara Lanud Ranai, Natuna dengan pesawat Boeing 737-400 milik TNI sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat tiba di Natuna, Jokowi langsung menaiki cockpit pesawat tempur Sukhoi – 30 TNI yang akan beraksi dalam latihan tersebut. Di Lanud Jokowi juga meninjau staticshow peralatan tempur milik AU. Ia menerima penghargaan wings kelas I dari Kasau.

Sebelum latihan dimulai, Jokowi yang didampingi ibu negara, Iriana mendengarkan paparan bersama Mekopolhukam, Panglima TNI, para kepala staff angkatan di ruang tunggu utama bandara.

Latihan puncak Angkasa Yudha, TNI AU mendemostrasikan berbagai pertempuran udara dan pertahanan udara serta penindasan pertahanan udara lawan, operasi serangan udara setrategis, penerjunan tim pengendali tempur, peneejunan operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara .

Demostrasi pertempuran udara melibatkan puluhan pesawat tempur jenis Sukhoi, F 16, T-50i, Hawk, Super Tucano. Juga pesawat angkut jenis C-130, C-295, C-212 serta helikopter.

Demonstrasi kemampuan serangan udara yang dkemas bentuk manuver lapangan di Lanud Ranai merupakan
jajaran komando tugas udara gabungan (Kogasudgab), kekuatan yang dilibatkan diantaranya jajaran koopsau 1, koopsau 2, korpaskhasau , kodiklatau dan kohanudnas

Pada pertempuran udara, puluhan rudal dilucurkan dari pesawat tempur, dan mengenai sasaran yang disiapkan di pantai.(arn/bpos)