Sejumlah driver ojek online yang mendapat orderan fiktif mendatangi kantor Batampos, kamis (31/7). F.Juliana Belence
batampos— Perusahaan layanan transportasi daring Gojek menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden pengiriman pesanan fiktif yang menimpa sejumlah kantor media di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Kota Batam.
Terbaru, Kamis (31/7) pagi, menimpa kantor Batam Pos. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui aplikasi layanan pengantaran.
Gojek menilai tindakan tersebut mengganggu aktivitas jurnalistik dan kebebasan pers. “Gojek menjunjung tinggi peran penting jurnalisme dan mengecam keras segala bentuk intervensi terhadap transparansi dan kerja jurnalistik,” ujar Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Mulawarman, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7).
Setelah menerima laporan dari para korban maupun mitra driver, Gojek langsung melakukan investigasi internal. Akun yang terindikasi melakukan order fiktif telah dinonaktifkan guna mencegah kerugian lanjutan.
Gojek juga menegaskan bahwa masyarakat yang menerima kiriman pesanan tanpa pernah memesan melalui aplikasi tidak berkewajiban untuk membayar. “Laporan bisa disampaikan melalui Mitra Driver, yang kemudian diteruskan ke sistem kami lewat aplikasi resmi Mitra Driver,” jelas Mulawarman.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap mitra pengemudi, Gojek berkomitmen menanggung seluruh kerugian yang dialami driver akibat pesanan palsu. Langkah ini diambil agar mitra tidak terdampak secara finansial.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat edukasi bagi mitra pengemudi, terutama dalam hal verifikasi pesanan dan prosedur saat menghadapi indikasi order fiktif. “Kami terus menegaskan pentingnya memverifikasi keabsahan pesanan sebelum pengantaran dilakukan,” tambahnya.
Gojek menyatakan siap mendukung penuh proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian. “Kami siap membantu proses investigasi, termasuk memberikan data yang dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Mulawarman. (*)
batampos– Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengklarifikasi kabar mengenai usulan penundaan investasi di Pulau Rempang, Batam. Ternyata usulan tersebut tidak berlaku untuk seluruh wilayah Rempang, melainkan hanya di area tertentu yang masih mengalami resistensi sosial, khususnya di kawasan Sembulang.
Katanya, penundaan investasi di wilayah Sembulang merupakan langkah preventif dan responsif untuk meredam ketegangan di lapangan. Investasi di Rempang tetap berjalan, tapi perlu memperhatikan stabilitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar.
“Yang kami sampaikan adalah penundaan terbatas. Bukan seluruh Rempang. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap masyarakat yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata Iftitah dalam keterangan resminya.
Sembulang merupakan salah satu titik utama resistensi dalam proyek pengembangan Rempang Eco City. Wilayah ini dihuni oleh warga yang menolak relokasi dan menyuarakan hak-hak atas tanah ulayat serta keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, BP Batam menyatakan belum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Transmigrasi mengenai usulan penundaan investasi di wilayah Sembulang. Kepala Biro Humas dan Protokol BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan koordinasi dengan kementerian hingga saat ini masih fokus pada percepatan pembangunan hunian untuk warga yang direlokasi.
“Sampai sekarang kami belum terinformasi soal itu. Jika ada perkembangan dari pusat, tentu akan segera kami tindak lanjuti di tingkat daerah,” kata dia, Kamis (31/7).
Saat ini BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi dan Kementerian PUPR tengah bekerja sama dalam pembangunan rumah hunian tetap serta fasilitas pendukung lainnya untuk warga yang direlokasi dari Rempang.
Fokus pemerintah masih pada penyediaan infrastruktur dasar seperti rumah, jalan akses, dan utilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat di hunian baru. Taofan pun berharap, kerja sama lintas kementerian ini dapat mempercepat proses relokasi dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.
Hingga kini, proses relokasi warga Rempang terus berjalan meski diwarnai berbagai dinamika di lapangan. (*)
Seorang warga melakukan pembayaran parkir non tunai dengan menggunakan QRIS di kawasan Palm Spring Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Meski minat masyarakat dalam menggunakan metode pembayaran parkir nontunai melalui QRIS menurun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tetap berkomitmen memperluas titik layanan tersebut.
Kepala UPTD Pelayanan Parkir Dishub Batam, Jeskiel Alexander Banik, mengatakan saat ini sistem pembayaran QRIS sudah diterapkan di 100 titik lokasi parkir sejak September 2024 lalu. Rinciannya, 48 titik berada di wilayah Batamkota, 47 titik di Lubukbaja, dan 5 titik di Sekupang.
“Awal peluncuran antusiasme tinggi, bisa sampai 1.000 transaksi per bulan. Sekarang mulai menurun, pendapatan dari QRIS hanya sekitar 500 transaksi per bulan,” ujar Jeskiel saat ditemui, Rabu (31/7).
Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian pengguna aktif QRIS saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Pemerintah tetap melanjutkan skema pembayaran ini karena diyakini lebih transparan dan efisien.
“Rata-rata titik QRIS berada di depan kantor bank,” jelasnya
Menurut dia, juru parkir yang dibekali kode QR memakai seragam berbeda, yakni biru dan orange. Dimana mereka mengalungi barcode yang mana digunakan sebagai pembayaran.
“Jukir ini Outsour, digaji. Tahun depan kemungkinan ada penambahan 20 hingga 25 titik lagi, tinggal menunggu arahan pimpinan,” jelasnya.
Jeskiel juga mengingatkan masyarakat untuk selalu meminta karcis parkir kepada juru parkir. Jika tidak diberikan, pengguna berhak meminta. “Kalau tidak diberi juga, silakan laporkan,” tegasnya.
Terkait target retribusi parkir, Dishub Batam menargetkan pendapatan sebesar Rp18,5 miliar pada tahun 2025. Hingga Juni 2025, capaian retribusi sudah menembus angka Rp 6 miliar lebih.
“Tahun ini kami optimistis bisa tembus Rp12 hingga Rp13 miliar, bahkan tak menutup kemungkinan bisa sampai Rp15 miliar. Yang jelas lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni.
batampos – Pengungkapan adanya peredaran beras oplosan di wilayah Jawa hingga Pekanbaru membuat masyarakat Kepri khususnya Batam turut was-was. Apalagi ada informasi yang menyebutkan jika beras yang dioplos berasal dari Batam.
Diana, warga Batamcenter khawatir atas banyaknya pemberitaan terkait beredarnya beras oplosan disejumlah wilayah Indonesia. Dimana beras oplosan disinyalir dapat menyebabkan penyakit serius bagi yang mengkonsumsi.
“Di Batam seperti apa. Karena warga juga butuh kepastian informasi. Jangan sampai tenang-tenang saja, ternyata banyak yang dioplos,” tegasnya.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni menjelaskan Kota Batam bukanlah daerah penghasil, sehingga pasokan beras berasal dari luar. Untuk memastikan kualitas beras, timnya pun telah mengambil beberapa sampel beras di
Pasaran Batam. Untuk memastikan kualitas yang dijual bebas dari oplosan serta sesuai dengan spesifikasi, premium atau medium.
“Hasil resmi uji laboratorium memang belum keluar. Tapi secara kasat mata saja, kami melihat jelas perbedaan antara beras SPHP milik Bulog dengan jenis beras premium yang beredar di pasaran. Tidak ada indikasi pencampuran,” tegasnya, kemarin.
Ia juga menepis tudingan yang menyebut Batam sebagai daerah pemasok beras oplosan ke wilayah Kepri. Menurutnya, informasi itu tidak berdasar dan tidak ditemukan bukti di lapangan.
“Beras-beras yang disebut di media sosial itu juga tidak berasal dari Batam. Kami bisa lihat dari kemasan dan distribusinya,” ungkapnya.
Sampel beras yang diambil berasal dari merek-merek populer seperti Anak Ajaib (PT Rintis Sejahtera Makmur), Pohon Cemara (PT Karya Usaha Pangan), Minang Raya dan Jawa Raya Premium (PT Usaha Kiat Permata), serta beras SPHP dari Perum Bulog. Sampel tersebut telah dikirim ke PT Mutu Agung Lestari Tbk untuk diuji secara menyeluruh.
“Biasanya hasil uji keluar maksimal dua minggu. Tapi kalau bisa lebih cepat, tentu akan kami sampaikan ke publik, agar masyarakat bisa tenang,” tambahnya.
Sebelumnya, Satgas Pangan Polda Kepri telah melakukan pengecekan ke pasar tradisional, swalayan, dan distributor beras di Batam. Tak hanya di Batam, pengecekan juga dilakukan di tujuh kabupaten/kota lainnya di wilayah hukum Polda Kepri.
“Langkah ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa beras yang dikonsumsi di Kepri aman, sehat, dan tidak dimanipulasi,” tegas Ruslaeni.
Selain sampel baru, Ditreskrimsus Polda Kepri juga sebelumnya telah menguji sejumlah merek lain seperti Harumas, Dunia Kijang Super, Wan Lixiang, Royal Banana, dan Uni Minang. Pemeriksaan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap pasokan pangan. (*)
Terdakwa Serianom daalam kasus peredaran narkotika menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (31/7).
batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang perkara peredaran narkotika dengan terdakwa Serianom, Kamis (31/7). Dalam sidang yang dipimpin Hakim Monalisa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi penangkap dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, serta mendengarkan keterangan para terdakwa.
Serianom diadili atas upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.951,6 gram yang dibungkus dalam 12 plastik besar dan satu plastik kecil. Dalam persidangan, Serianom mengaku hanya dijanjikan upah sebesar Rp80 juta sebagai imbalan membawa sabu dari Batam ke Lombok.
“Saya tergiur karena dijanjikan uang. Saya juga belum punya pekerjaan sebelumnya. Dedi yang arahkan, dan Dedi juga diarahkan oleh Rivaldi,” ujar Serianom dalam kesaksiannya.
Serianom bukan satu-satunya terdakwa dalam perkara ini. Tiga terdakwa lainnya, yakni Dedi, M. Amzen, Tomi, dan Rivaldi dituntut dalam berkas terpisah.
Dalam dakwaan JPU, kasus ini bermula pada 20 Januari 2025 saat Serianom dihubungi oleh Dedi Sugianto alias Anto di Lombok. Dedi menawarkan pekerjaan membawa sabu dari Batam ke Lombok.
Serianom menyetujui tawaran itu dan keesokan harinya menerima tiket dan uang perjalanan sebesar Rp1,5 juta.
Pada 22 Januari 2025, Serianom berangkat dari Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok menuju Batam. Setibanya di Bandara Hang Nadim, ia dijemput oleh M. Amzen yang kemudian mengantarkannya ke Hotel Holiday Inn untuk beristirahat.
Beberapa hari kemudian, ia dipindahkan ke sebuah rumah di daerah Sungai Lekop, Sagulung, tempat koper berisi sabu disimpan.
Tiket pulang ke Lombok pun telah disiapkan. Pada 29 Januari 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, M. Amzen menyerahkan koper biru berisi sabu dan uang tunai Rp3 juta kepada Serianom. Ia kemudian diantar menuju Bandara Hang Nadim.
Namun, sebelum berhasil naik ke pesawat, koper yang dibawanya terdeteksi mencurigakan oleh petugas X-ray. Petugas bandara Jodi Orlanda dan Ade Saldy Irawan lalu membawanya ke Posko Bea dan Cukai.
Setelah koper dibuka, ditemukan 12 bungkus besar dan satu bungkus kecil berisi sabu dengan berat total 1.951,6 gram. Serianom kemudian diserahkan ke BNN Kepri untuk diproses hukum.
Berdasarkan hasil uji laboratorium BNN, seluruh barang bukti dinyatakan positif mengandung metamfetamina, yang termasuk dalam Narkotika Golongan I sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
JPU menyatakan bahwa Serianom tidak memiliki izin dari Menteri Kesehatan RI atau otoritas lain terkait kepemilikan maupun peredaran narkotika tersebut. Perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Dalam persidangan, para terdakwa menyatakan penyesalan dan berharap mendapat keringanan hukuman. (*)
Menristek Prof. B.J Habibie melakukan percakapan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London, 2 September 1994. Telkomsel GSM kemudian dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Foto. Dokumentasi Telkomsel.
Tiga dekade lalu, sebuah ponsel merah menyala menjadi saksi lahirnya teknologi telekomunikasi digital pertama di Indonesia. Dari kota kecil bernama Batam, suara Prof. B.J. Habibie mengalir lewat jaringan seluler generasi kedua (2G), menembus jarak ribuan kilometer ke Jakarta dan London. Sebuah sambungan yang sederhana kala itu, tapi menandai lahirnya Telkomsel dan babak baru dalam sejarah digital bangsa.
Saat ini, dari kota yang sama, jaringan itu telah menjelma menjadi kekuatan besar bernama Hyper 5G—memampukan pabrik berpikir, mesin bergerak sendiri, bahkan dokter mengoperasi pasien dari ribuan kilometer jauhnya. Bila saat itu adalah permulaan, maka kini adalah akselerasi.
Reporter: MUHAMMAD NUR
Peristiwa bersejarah itu lahir tanggal 30 Agustus 2024. Namun, boleh jadi belum masuk kalender nasional, tapi di dunia medis dan teknologi komunikasi, hari itu tercatat sebagai penanda peradaban baru.
Di hari itu, untuk pertama kalinya di Indonesia bahkan Asia Tenggara, sebuah operasi telerobotik berhasil dilakukan tanpa keterlibatan langsung antara tangan dokter dan tubuh pasien. Tim urologi dari RS Ngoerah, Bali, yang terpaut 1.200 kilometer, mengendalikan robot bedah di RSCM Jakarta untuk mengangkat kista ginjal pasien berusia 71 tahun.
Tak ada delay. Tak ada jeda. Gerakan tangan dokter di Denpasar diikuti sempurna oleh robot di Jakarta. Semua itu dimungkinkan oleh kestabilan jaringan 5G Telkomsel dengan latensi ultra-rendah, di bawah 25 milidetik.
Keberhasilan ini adalah prestasi dan menandai lebih dari sekadar capaian teknologi. Ia membuktikan konektivitas bukan lagi sekadar penghubung antarmanusia, tapi telah menjadi jembatan untuk menyelamatkan nyawa.
Namun 5G bukan hanya untuk dunia medis. Teknologi ini juga menggeliat di jantung industri manufaktur Indonesia, terutama di tempat ia dilahirkan: Kota Batam.
Pada 24 April 2025, PT Pegaunihan Technology Indonesia—anak perusahaan raksasa global Pegatron—mengaktifkan Smart Factory pertama di Batamindo Industrial Park, didukung penuh jaringan 5G Private Network Standalone (SA) dari Telkomsel.
Di dalam pabrik itu, 1.200 kartu SIM 5G tertanam dan terhubung ribuan sensor dan perangkat otomatisasi (IoT). Setiap gerak mesin, suhu, tekanan, hingga performa produksi dimonitor dan dikendalikan secara real-time.
Otomatisasi bukan lagi mimpi. Ia bekerja siang dan malam tanpa lelah, menghapus inefisiensi, meminimalisir kesalahan, dan meningkatkan kualitas produk.
“Kolaborasi dengan Telkomsel sebagai pionir 5G di Indonesia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Smart Factory yang adaptif dan efisien. Ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal masa depan,” ujar Direktur PT Pegaunihan, Andy Hsieh.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, meninjau Smart Manufacturing berbasis 5G di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Batam, 24 April 2025. Foto. Dokumentasi Telkomsel
Masa depan itu kini menjadi arus deras yang semakin tak terbendung. Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang 2024, sektor manufaktur menyerap investasi hingga Rp721,3 triliun—hampir setengah dari total investasi nasional. Lebih dari 2,4 juta tenaga kerja menggantungkan hidup di dalamnya.
“Langkah konkret Telkomsel dan Pegatron ini mempercepat transformasi digital industri manufaktur,” ujar Dirjen ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, ketika hadir di peresmian smart factory PT Pegaunihan.
“Kami dari Kemenperin terus mendorong agar kemitraan seperti ini tumbuh di sektor lain, agar manfaat teknologi menyentuh semua lapisan industri,” lanjutnya.
Wong Soon Nam, selaku Direktur Planning & Transformation Telkomsel, di sela-sela peresmian pengoperasian smart factory tersebut mengungkapkan, Telkomsel melakukan langkah cepat dalam mendukung akselerasi transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia.
“Dengan solusi 5G Private Network yang kami rancang secara khusus, PT Pegaunihan Technology Indonesia dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing untuk Smart Manufacturing di era Industri 4.0. Kami berharap, inisiatif ini turut memperkuat ekosistem manufaktur nasional dan mendorong kemajuan teknologi di Indonesia,” ujarnya.
Di Batam sendiri, industri tumbuh pesat. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, ada lebih dari 30 kawasan industri di Batam dengan lebih dari 1.500 tenant, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Mayoritas berorientasi ekspor.
Telkomsel sendiri mengakui bahwa investasi di Batam bukan tanpa alasan. Kota ini menjadi titik strategis bagi ekspansi Hyper 5G. Saat ini, 112 BTS 5G telah berdiri, menjadikannya wilayah dengan jaringan 5G terluas dan paling stabil di Indonesia.
Telkomsel mencatat 23 persen dari perangkat seluler di wilayah ini sudah 5G-ready, dengan konsumsi data per pengguna mencapai 24 GB per bulan.
Kecepatan unduh bisa mencapai 610 Mbps, unggah lebih dari 100 Mbps, dan latensi menyentuh angka luar biasa—hanya 10 milidetik.
“Kami sudah mengecek mulai dari kawasan Harbour Bay, Nagoya, dan sekitarnya; Batam Center dan Engkuputri; hingga area Nongsa dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, jaringan 5G stabil,” ujar Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel, dalam perbincangan santai di gedung GrhaPARI Telkomsel Batam, 16 Juni lalu.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, meninjau Smart Manufacturing berbasis 5G di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Batam, 24 April 2025. Foto. Dokumentasi Telkomsel
Lebih dari sekadar infrastruktur, Telkomsel juga menyematkan kecerdasan buatan (AI) dalam setiap simpul jaringan. Dari pemeliharaan prediktif di pabrik hingga customer care berbasis AI seperti Veronika dan TED, semua terintegrasi dalam sistem otonom yang bekerja nyaris tanpa campur tangan manusia.
Tak heran bila Telkomsel memborong tujuh penghargaan internasional dari Ookla Speedtest Awards 2024, termasuk predikat Best 5G Gaming Experience dan Fastest Mobile Network.
“Ini bukan akhir. Ini baru permulaan. Kami akan terus menambah BTS, memperluas jangkauan, dan memastikan semua sektor—dari manufaktur, kesehatan, hingga pendidikan—terhubung dengan 5G,” ujar Indra.
Pemerintah Kota Batam menyambut ini dengan antusias. “Investor makin mudah kami yakinkan karena teknologi 5G sudah tersedia,” kata Amsakar Achmad, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam.
“Teknologi ini adalah magnet baru Batam,” lanjutnya, 16 Juni lalu.
Senada, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid menilai, sistem otomasi akan jadi keharusan di masa depan. “Industri akan bergantung pada teknologi. Dan pekerja pun harus ikut menyesuaikan, karena tenaga kerja ke depan adalah mereka yang menguasai mesin, bukan digantikan mesin,” tuturnya.
Andai Habibie masih hidup hari ini, ia mungkin akan tersenyum puas.
Dari ponsel batu bata merah yang ia genggam saat melakukan panggilan GSM pertama 30 tahun lalu, hingga ribuan sensor 5G yang kini menyatu dalam tubuh industri digital, mimpinya telah hidup dan menyala terang.
Ia pasti bangga melihat kota kelahiran Telkomsel itu tumbuh menjadi barometer teknologi nasional. Bangga bahwa Telkomsel bukan hanya membangun jaringan, tapi juga masa depan.
Dan mungkin, sambil menatap layar ponsel cerdas masa kini, ia akan berkata, seperti pesan terakhirnya untuk Telkomsel:
“Teruslah memberi yang terbaik untuk bangsa. Karena kalian adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya.” (***)
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.
batampos – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang, Batam, masih mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua pekan lagi.
Pantauan Batam Pos, Rabu (31/7), sejumlah pedagang mulai tampak membuka lapak di pinggir jalan utama, seperti di depan Pasar Tiban Centre, kawasan Tiban Indah, hingga Jalan Gajah Mada. Bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga background kain merah putih tampak dijajakan. Namun, pembeli yang datang belum signifikan.
“Saya sudah buka sejak seminggu lalu, tapi masih sepi. Baru laku beberapa bendera kecil dan satu set background saja,” ujar Heri, pedagang bendera yang setiap tahun berjualan di Jalan Gajah Mada.
Menurutnya, situasi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, hingga instansi yang datang membeli. Tahun ini, lonjakan itu belum terlihat.
“Kita sudah siapkan stok banyak, tapi belum banyak yang lirik. Mungkin orang-orang masih nunggu awal Agustus,” ucapnya.
Heri menjual bendera mulai dari ukuran kecil seharga Rp10 ribu hingga bendera besar dan background kain merah putih seharga Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk kantor dan sekolah, namun pemesanan masih sangat minim.
Hal serupa juga disampaikan Umi, pedagang lainnya di kawasan Tiban Indah. Ia memperkirakan daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Tahun lalu akhir Juli ini orang sudah belanja ramai-ramai. Sekarang paling cuma satu dua orang yang mampir. Itu pun beli bendera kecil buat di motor atau rumah,” kata Umi.
Ia berharap, memasuki awal Agustus nanti penjualan bisa meningkat, apalagi Presiden Republik Indonesia sudah menghimbau untuk pemasangan bendera dan dekorasi kemerdekaan.
Namun kenyataannya, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian pernak-pernik kemerdekaan di lapangan. Sebagian warga masih terlihat menunda membeli bendera, sementara sejumlah kantor dan toko belum mulai menghias lingkungan mereka. (*)
batampos – Selama hampir 55 tahun, Combiphar telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia dengan menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya. Salah satu brand unggulannya, OBH Combi, telah dikenal luas sebagai obat batuk dalam kemasan botol nomor satu di Indonesia. Berbekal pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kesehatan anak, Combiphar kini menghadirkan inovasi terbarunya: OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa stroberi, yang diformulasikan khusus untuk secara efektif meredakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.
Batuk pilek merupakan kondisi yang umum dialami anak-anak usia sekolah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi infeksi saluran pernapasan atas yang mencakup batuk pilek (berdasarkan diagnosis dan gejala) pada anak usia 5–14 tahun mencapai 28,6%. Sementara data dari National Library of Medicine menyebutkan bahwa anak-anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1–2 minggu per episode. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan, hingga aktivitas belajar di sekolah.
“Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar.
Sandi Wijaya, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, menambahkan, “Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya kami memperkenalkan varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu, dan demam. Varian terbaru yang kami luncurkan hari ini hadir sebagai jawaban bagi para ibu yang membutuhkan solusi khusus untuk batuk pilek tanpa demam, kondisi yang cukup sering dialami anak-anak.”
“Produk ini diformulasikan dengan kombinasi Pseudoephedrine HCl, Dextromethorphan HBr, dan Chlorphenamine Maleate. Kombinasi ini efektif membantu meredakan batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin. Dengan rasa stroberi yang membuat pengalaman minum obat jadi lebih menyenangkan, serta harga yang terjangkau, kami berharap produk ini dapat mendampingi para ibu dalam memberikan penanganan tepat sejak awal—agar si kecil cepat pulih dan kembali aktif. Kalahkan Bapil, Si Kecil Aktif Lagi,” imbuhnya.
Pentingnya peran orang tua dalam memberikan penanganan dini terhadap batuk pilek turut disampaikan oleh dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.
“Batuk pilek yang tidak disertai demam memang tampak ringan, namun jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bisa mengganggu aktivitas anak, termasuk tidur, makan, dan kehadiran di sekolah. Tentunya hal ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Bahkan dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi penyakit pernapasan lainnya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini dan memberikan obat sesuai dengan gejala yang dialami. Penanganan yang tepat akan mempercepat proses pemulihan, sehingga anak bisa kembali beraktivitas seperti biasa.”
Asmirandah, public figure sekaligus ibu dari satu anak, yang turut hadir dalam peluncuran produk ini, juga berbagi pengalamannya:
“Sebagai orang tua, saya tentu ingin Chloe tetap semangat belajar dan aktif. Tapi kalau sudah batuk pilek, sering kali jadi nggak nyaman, lesu, dan kurang fokus. Sebelumnya Chloe sudah cocok dengan OBH Combi Anak Batuk Flu. Jadi kehadiran varian baru OB Combi Anak Batuk Pilek ini bikin aku lebih tenang. Kalau nanti Chloe kena batuk pilek tanpa demam, sudah ada solusi yang makin tepat.”
Seluruh rangkaian produk OBH Combi Anak dipastikan diproduksi dengan teknologi modern dan bahan alami berkualitas, sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Produk ini telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta mengantongi sertifikat Halal dari BPJPH. OB Combi Anak Batuk Pilek aman dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai.
“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan anak sejak dini adalah investasi penting untuk masa depan. Selaras dengan komitmen Championing a Healthy Tomorrow, Combiphar akan terus berinovasi dan aktif mendorong gaya hidup sehat, demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat. Melalui kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek, kami ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan keluarga Indonesia—hari ini, dan untuk generasi yang akan datang,” tutup Weitarsa. (*)
batampos — PT Air Batam Hilir bersama Badan Usaha SPAM BP Batam akan melaksanakan pekerjaan penyambungan pipa berdiameter DN 500 mm ke pipa DCIP 300 mm di area Bundaran Bandara, Batu Besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas layanan air minum melalui pengembangan jaringan utama, demi meningkatkan keandalan dan kontinuitas distribusi ke pelanggan.
Jadwal Pekerjaan:
Hari/Tanggal: Kamis, 31 Juli 2025
Waktu: Pukul 21.00 – 24.00 WIB
Dampak Gangguan Suplai Air:
Selama proses penyambungan berlangsung, pelanggan di beberapa kawasan akan mengalami gangguan suplai air berupa aliran kecil hingga terhenti sementara. Wilayah terdampak meliputi:
Daftar Wilayah Terdampak:
Bandara
Buana Vista
Gardan Raya
Bukit Raya
Panorama
De Hill
Puri Selebrity
Family Dream
Intan Residence
Permata Bandara
Puri Asri
Yasmin
Cipta Mandiri
Graha KDA
Bhayangkara
America
dan sekitarnya
Pelanggan diimbau untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai guna memenuhi kebutuhan dasar selama gangguan berlangsung.
ABHi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan layanan dan keandalan distribusi air bersih di Kota Batam,” ungkap Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah.
Ginda menambahkan, PT Air Batam Hilir telah menyiagakan mobil tangki air minum untuk wilayah yang mengalami gangguan suplai hingga lebih dari 1×24 jam.
Koordinasi pengiriman dilakukan melalui Ketua RT/RW/Kelurahan setempat dan dapat disampaikan melalui:
batampos – Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menegaskan penyelidikan terhadap kasus penyebaran surat fitnah yang mencemarkan nama baik unsur Forkopimda Batam masih terus berlanjut. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri rekonstruksi kasus pembunuhan di Sagulung, Kamis (31/7).
Zaenal menegaskan, pihaknya masih fokus mengungkap aktor-aktor di balik penyebaran surat palsu tersebut. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Suparman alias S dan Oris Suprianja alias O, dan saat ini keduanya sudah ditahan.
“Modus mereka adalah mengirimkan surat fitnah. Dalam surat itu saya sendiri dituduh menerima Rp1,2 miliar. Ini sangat mencemarkan nama baik saya dan Forkopimda Batam,” ujar Zaenal.
Ia menambahkan, penyidik Satreskrim Polresta Barelang telah mengantongi cukup bukti kuat terkait surat tersebut, baik dari keterangan saksi, ahli, hingga bukti elektronik yang menguatkan dugaan tindak pidana.
Menurut Zaenal, surat itu dikirimkan ke berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Negeri Batam dan Pemerintah Kota Batam. Surat tersebut mencatut nama sebuah organisasi masyarakat yang sudah tidak aktif dan bahkan pimpinannya telah meninggal dunia.
“Surat itu menyebutkan tuduhan tak berdasar soal fee proyek Dinas Bina Marga. Ini adalah fitnah yang kami anggap sebagai serangan sistematis terhadap aparat penegak hukum,” tegasnya.
Zaenal juga memastikan bahwa penyidik belum menemukan unsur pemerasan maupun keuntungan materi dalam aksi para tersangka. Namun, proses hukum tetap berjalan dan kemungkinan adanya pelaku lain masih terbuka.
“Kasus ini belum selesai. Kami masih terus menyelidiki dan menelusuri siapa saja yang terlibat. Proses hukum akan kami kawal secara transparan,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua tersangka ditahan sejak 24 Juli lalu tanpa perlawanan. Penyidik menyatakan surat yang mereka sebar merupakan rekayasa dan berisi tuduhan palsu terhadap beberapa pejabat Forkopimda, termasuk Polresta Barelang, Kejari Batam, dan Pemko Batam. (*)