Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1396

Penjualan Bendera Masih Sepi di Sekupang, Pedagang Harap Ramai Jelang Awal Agustus

0
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.

batampos – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang, Batam, masih mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua pekan lagi.

Pantauan Batam Pos, Rabu (31/7), sejumlah pedagang mulai tampak membuka lapak di pinggir jalan utama, seperti di depan Pasar Tiban Centre, kawasan Tiban Indah, hingga Jalan Gajah Mada. Bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga background kain merah putih tampak dijajakan. Namun, pembeli yang datang belum signifikan.

“Saya sudah buka sejak seminggu lalu, tapi masih sepi. Baru laku beberapa bendera kecil dan satu set background saja,” ujar Heri, pedagang bendera yang setiap tahun berjualan di Jalan Gajah Mada.

Menurutnya, situasi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, hingga instansi yang datang membeli. Tahun ini, lonjakan itu belum terlihat.

“Kita sudah siapkan stok banyak, tapi belum banyak yang lirik. Mungkin orang-orang masih nunggu awal Agustus,” ucapnya.

Heri menjual bendera mulai dari ukuran kecil seharga Rp10 ribu hingga bendera besar dan background kain merah putih seharga Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk kantor dan sekolah, namun pemesanan masih sangat minim.

Hal serupa juga disampaikan Umi, pedagang lainnya di kawasan Tiban Indah. Ia memperkirakan daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Tahun lalu akhir Juli ini orang sudah belanja ramai-ramai. Sekarang paling cuma satu dua orang yang mampir. Itu pun beli bendera kecil buat di motor atau rumah,” kata Umi.

Ia berharap, memasuki awal Agustus nanti penjualan bisa meningkat, apalagi Presiden Republik Indonesia sudah menghimbau untuk pemasangan bendera dan dekorasi kemerdekaan.

Namun kenyataannya, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian pernak-pernik kemerdekaan di lapangan. Sebagian warga masih terlihat menunda membeli bendera, sementara sejumlah kantor dan toko belum mulai menghias lingkungan mereka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penjualan Bendera Masih Sepi di Sekupang, Pedagang Harap Ramai Jelang Awal Agustus pertama kali tampil pada Metropolis.

Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek

0

batampos – Selama hampir 55 tahun, Combiphar telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia dengan menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya. Salah satu brand unggulannya, OBH Combi, telah dikenal luas sebagai obat batuk dalam kemasan botol nomor satu di Indonesia. Berbekal pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kesehatan anak, Combiphar kini menghadirkan inovasi terbarunya: OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa stroberi, yang diformulasikan khusus untuk secara efektif meredakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.

Batuk pilek merupakan kondisi yang umum dialami anak-anak usia sekolah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi infeksi saluran pernapasan atas yang mencakup batuk pilek (berdasarkan diagnosis dan gejala) pada anak usia 5–14 tahun mencapai 28,6%. Sementara data dari National Library of Medicine menyebutkan bahwa anak-anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1–2 minggu per episode. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan, hingga aktivitas belajar di sekolah.

“Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar.

Sandi Wijaya, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, menambahkan, “Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya kami memperkenalkan varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu, dan demam. Varian terbaru yang kami luncurkan hari ini hadir sebagai jawaban bagi para ibu yang membutuhkan solusi khusus untuk batuk pilek tanpa demam, kondisi yang cukup sering dialami anak-anak.”

“Produk ini diformulasikan dengan kombinasi Pseudoephedrine HCl, Dextromethorphan HBr, dan Chlorphenamine Maleate. Kombinasi ini efektif membantu meredakan batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin. Dengan rasa stroberi yang membuat pengalaman minum obat jadi lebih menyenangkan, serta harga yang terjangkau, kami berharap produk ini dapat mendampingi para ibu dalam memberikan penanganan tepat sejak awal—agar si kecil cepat pulih dan kembali aktif. Kalahkan Bapil, Si Kecil Aktif Lagi,” imbuhnya.

Pentingnya peran orang tua dalam memberikan penanganan dini terhadap batuk pilek turut disampaikan oleh dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.

“Batuk pilek yang tidak disertai demam memang tampak ringan, namun jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bisa mengganggu aktivitas anak, termasuk tidur, makan, dan kehadiran di sekolah. Tentunya hal ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Bahkan dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi penyakit pernapasan lainnya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini dan memberikan obat sesuai dengan gejala yang dialami. Penanganan yang tepat akan mempercepat proses pemulihan, sehingga anak bisa kembali beraktivitas seperti biasa.”

Asmirandah, public figure sekaligus ibu dari satu anak, yang turut hadir dalam peluncuran produk ini, juga berbagi pengalamannya:

“Sebagai orang tua, saya tentu ingin Chloe tetap semangat belajar dan aktif. Tapi kalau sudah batuk pilek, sering kali jadi nggak nyaman, lesu, dan kurang fokus. Sebelumnya Chloe sudah cocok dengan OBH Combi Anak Batuk Flu. Jadi kehadiran varian baru OB Combi Anak Batuk Pilek ini bikin aku lebih tenang. Kalau nanti Chloe kena batuk pilek tanpa demam, sudah ada solusi yang makin tepat.”

Seluruh rangkaian produk OBH Combi Anak dipastikan diproduksi dengan teknologi modern dan bahan alami berkualitas, sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Produk ini telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta mengantongi sertifikat Halal dari BPJPH. OB Combi Anak Batuk Pilek aman dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai.

“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan anak sejak dini adalah investasi penting untuk masa depan. Selaras dengan komitmen Championing a Healthy Tomorrow, Combiphar akan terus berinovasi dan aktif mendorong gaya hidup sehat, demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat. Melalui kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek, kami ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan keluarga Indonesia—hari ini, dan untuk generasi yang akan datang,” tutup Weitarsa. (*)

Artikel Combiphar Luncurkan OB Combi Anak Batuk Pilek pertama kali tampil pada Lifestyle.

Penyambungan Pipa di Bundaran Bandara: Gangguan Air Sementara di Sejumlah Kawasan Batam

0

batampos — PT Air Batam Hilir bersama Badan Usaha SPAM BP Batam akan melaksanakan pekerjaan penyambungan pipa berdiameter DN 500 mm ke pipa DCIP 300 mm di area Bundaran Bandara, Batu Besar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas layanan air minum melalui pengembangan jaringan utama, demi meningkatkan keandalan dan kontinuitas distribusi ke pelanggan.

Jadwal Pekerjaan:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 31 Juli 2025
  • Waktu: Pukul 21.00 – 24.00 WIB

 

Dampak Gangguan Suplai Air:
Selama proses penyambungan berlangsung, pelanggan di beberapa kawasan akan mengalami gangguan suplai air berupa aliran kecil hingga terhenti sementara. Wilayah terdampak meliputi:

Daftar Wilayah Terdampak:

  • Bandara
  • Buana Vista
  • Gardan Raya
  • Bukit Raya
  • Panorama
  • De Hill
  • Puri Selebrity
  • Family Dream
  • Intan Residence
  • Permata Bandara
  • Puri Asri
  • Yasmin
  • Cipta Mandiri
  • Graha KDA
  • Bhayangkara
  • America
  • dan sekitarnya

Pelanggan diimbau untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai guna memenuhi kebutuhan dasar selama gangguan berlangsung.

ABHi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan layanan dan keandalan distribusi air bersih di Kota Batam,” ungkap Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah.

Ginda menambahkan, PT Air Batam Hilir telah menyiagakan mobil tangki air minum untuk wilayah yang mengalami gangguan suplai hingga lebih dari 1×24 jam.

Koordinasi pengiriman dilakukan melalui Ketua RT/RW/Kelurahan setempat dan dapat disampaikan melalui:

Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP):

  • Bengkong
  • Batu Aji
  • Head Office Batam Center

Layanan Pelanggan:

  • Call Center: (0778) 5700 000
  • WhatsApp: 0811 778 0155

Artikel Penyambungan Pipa di Bundaran Bandara: Gangguan Air Sementara di Sejumlah Kawasan Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolres Sebut Kasus Fitnah Terhadap Forkompinda Masih Terus Diselidiki

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menegaskan penyelidikan terhadap kasus penyebaran surat fitnah yang mencemarkan nama baik unsur Forkopimda Batam masih terus berlanjut. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri rekonstruksi kasus pembunuhan di Sagulung, Kamis (31/7).

Zaenal menegaskan, pihaknya masih fokus mengungkap aktor-aktor di balik penyebaran surat palsu tersebut. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Suparman alias S dan Oris Suprianja alias O, dan saat ini keduanya sudah ditahan.

“Modus mereka adalah mengirimkan surat fitnah. Dalam surat itu saya sendiri dituduh menerima Rp1,2 miliar. Ini sangat mencemarkan nama baik saya dan Forkopimda Batam,” ujar Zaenal.

Ia menambahkan, penyidik Satreskrim Polresta Barelang telah mengantongi cukup bukti kuat terkait surat tersebut, baik dari keterangan saksi, ahli, hingga bukti elektronik yang menguatkan dugaan tindak pidana.

Menurut Zaenal, surat itu dikirimkan ke berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Negeri Batam dan Pemerintah Kota Batam. Surat tersebut mencatut nama sebuah organisasi masyarakat yang sudah tidak aktif dan bahkan pimpinannya telah meninggal dunia.

“Surat itu menyebutkan tuduhan tak berdasar soal fee proyek Dinas Bina Marga. Ini adalah fitnah yang kami anggap sebagai serangan sistematis terhadap aparat penegak hukum,” tegasnya.

Zaenal juga memastikan bahwa penyidik belum menemukan unsur pemerasan maupun keuntungan materi dalam aksi para tersangka. Namun, proses hukum tetap berjalan dan kemungkinan adanya pelaku lain masih terbuka.

“Kasus ini belum selesai. Kami masih terus menyelidiki dan menelusuri siapa saja yang terlibat. Proses hukum akan kami kawal secara transparan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua tersangka ditahan sejak 24 Juli lalu tanpa perlawanan. Penyidik menyatakan surat yang mereka sebar merupakan rekayasa dan berisi tuduhan palsu terhadap beberapa pejabat Forkopimda, termasuk Polresta Barelang, Kejari Batam, dan Pemko Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kapolres Sebut Kasus Fitnah Terhadap Forkompinda Masih Terus Diselidiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Camat Lobam Minta RT-RW Tak Unggah Masalah Lingkungan ke Medsos

0
Sosialisasi Lobam
Ketua RT, RW, BPD dan LPM mengikuti kegiatan bijak bermedia sosial di aula Kantor Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (31/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kalangan ketua RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Bintan diimbau untuk tidak lagi mengunggah permasalahan lingkungan ke media sosial.

Sebagai gantinya, mereka diminta melaporkannya melalui aplikasi resmi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Lapor.

“Bila ada masalah di lingkungannya, tidak lagi meng-up-kan di media sosial, tapi di SP4N,” kata Camat Seri Kuala Lobam, Nona Yani M Abas Manupassa, usai kegiatan edukasi bijak bermedia sosial di aula Kantor Camat Seri Kuala Lobam, Kamis (31/7).

Menurut Nona Yani, pelaporan melalui SP4N Lapor akan lebih efektif karena setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait yang memiliki kewenangan. Ia juga meminta perangkat lingkungan tersebut untuk menjadi contoh dalam bermedia sosial secara bijak.

Selain menghindari penyebaran informasi yang keliru di media sosial, mereka juga diharapkan bisa menyampaikan informasi pembangunan secara positif kepada masyarakat.

“Termasuk memberi edukasi soal etika bermedsos kepada warga,” ucapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bintan, Didi Kurniadi, turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan SP4N Lapor. Ia menyebut, platform tersebut memberikan kepastian dalam penanganan aduan masyarakat.

Hingga semester I 2025, Diskominfo Bintan telah menerima 37 laporan yang sebagian besar berkaitan dengan pelayanan masyarakat, seperti penerangan jalan umum dan pelayanan di RSUD Bintan.

“Semua laporan itu langsung direspons oleh admin dan diteruskan ke dinas terkait,” pungkas Didi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Camat Lobam Minta RT-RW Tak Unggah Masalah Lingkungan ke Medsos pertama kali tampil pada Kepri.

Rokok Ilegal Bernilai Rp 8,9 Miliar Disita Bea Cukai, Sopir Pakai Plat TNI Diadili

0
Terdakwa Bayu Putra dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (31/7). Ia didakwa mengangkut jutaan batang rokok tanpa pita cukai menggunakan mobil truk.

batampos – Pengadilan Negeri Batam menggelar sidang perkara kepabeanan dengan terdakwa Bayu Putra yang didakwa mengangkut jutaan batang rokok tanpa pita cukai menggunakan mobil truk (lori). Sidang yang berlangsung pada Kamis (31/7) ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yuanne, didampingi hakim anggota Wattimena dan Ferry Irawan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gilang dalam dakwaannya mengungkap bahwa Bayu Putra diduga kuat terlibat dalam jaringan distribusi rokok ilegal lintas pulau. Ia ditangkap petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Nongsa, Minggu, 20 April 2025, sekitar pukul 13.45 WIB.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan muatan mencurigakan berupa kardus berisi air mineral, yang ternyata menutupi jutaan batang rokok tanpa pita cukai.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat mengenai kendaraan yang dicurigai sering membawa barang ilegal. Saat dihentikan, kami curiga karena muatan truk ditutupi air mineral, setelah dibongkar ternyata berisi ratusan kardus rokok berbagai merek tanpa cukai,” ungkap saksi dari Bea Cukai, Abraham dalam persidangan.

Total barang bukti yang ditemukan mencapai 3.181.900 batang rokok dari berbagai merek, seperti Rave Ice Menthol, Rave Full Flavor HMIND dan Maxxis Bold Berdasarkan perhitungan, negara berpotensi mengalami kerugian mencapai Rp 8,9 miliar akibat tidak tertagihnya pungutan cukai.

JPU menyebut, aksi pengangkutan tersebut bermula saat terdakwa mendapat perintah dari seseorang. Dalam operasionalnya, Bayu Putra berkomunikasi dengan beberapa pihak, termasuk nama-nama yang kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada 20 April 2025, Bayu mengambil muatan di sekitar DC Mall, Batu Ampar. Saat kendaraan kembali padanya, ia mengaku sempat melihat isi bagian belakang yang penuh dengan dus rokok tanpa pita cukai, lalu ditambahkan muatan air mineral oleh Irun untuk menyamarkan barang ilegal tersebut.

“Barangnya tidak saya muat sendiri. Waktu mobil saya ambil kembali, memang sudah berisi kardus-kardus. Tapi saya sempat lihat itu rokok,” ujar Bayu saat menjawab pertanyaan hakim.

Bayu mengakui bahwa ia menerima upah sebesar Rp 500.000 per bulan, dan tambahan Rp 200.000 per sekali angkut. Ia juga tidak mengantongi dokumen resmi apapun terkait muatan yang dibawanya.

Dalam sidang, Bayu sempat menyanggah sebagian keterangan saksi dari Bea Cukai dan menyebut dirinya menggunakan plat nomor kendaraan TNI saat membawa muatan tersebut.

Sementara itu, petugas Bea Cukai menyatakan bahwa fokus utama mereka saat itu adalah pemeriksaan terhadap barang bukti, bukan mendalami status kendaraan atau hubungan terdakwa dengan para pemilik barang.

“Kami tidak menanyakan kepemilikan barang, karena saat itu fokus pada pengungkapan barang bukti. Terdakwa juga mengakui tidak memiliki dokumen resmi atas barang yang diangkut,” jelas saksi dari Bea Cukai.

Terdakwa dijerat Pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, dengan ancaman pidana penjara dan denda. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Rokok Ilegal Bernilai Rp 8,9 Miliar Disita Bea Cukai, Sopir Pakai Plat TNI Diadili pertama kali tampil pada Metropolis.

Perbaikan Pipa Air, Ribuan Rumah Terdampak di Area Batamcenter dan Nongsa

0

batampos – Warga di sejumlah wilayah Batam diimbau untuk bersiap menghadapi gangguan layanan air bersih yang akan terjadi pada Kamis (31/7) malam.

Gangguan ini diperkirakan menyebabkan aliran air menjadi kecil bahkan mati total di beberapa area. Situasi ini muncul akibat adanya pekerjaan terencana penyambungan pipa utama di Bundaran Bandara, Batu Besar, yang krusial untuk pemeliharaan infrastruktur pasokan air di Batam.

PT Air Batam Hilir (ABH) mengumumkan bahwa pekerjaan vital ini dijadwalkan akan dimulai pukul 21.00 WIB dan diperkirakan selesai pada pukul 24.00 WIB. Meskipun durasi gangguan diprediksi tidak terlalu lama, dampaknya diperkirakan cukup signifikan bagi ribuan pelanggan di kawasan terdampak.

Baca Juga: Bendera dan Umbul-umbul Mulai Ramai Dijual di Batuaji dan Sagulung, Segini Harganya

Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk melakukan persiapan dengan menampung air bersih secukupnya sebelum waktu yang ditentukan guna meminimalisir ketidaknyamanan selama proses perbaikan berlangsung.

Adapun area yang akan terdampak secara langsung meliputi kawasan Bandara seperti Buana Vista, Gardan Raya, Bukit Raya, Panorama, dan The Hill. Selain itu, sejumlah perumahan seperti Puri Selebriti, Famili Dream, Intan Residence, Permata Bandara, Puri Asri, Cipta Mandiri, dan Graha KDA juga akan merasakan dampak serupa.

Wilayah lain yang juga diperkirakan mengalami gangguan termasuk Bhayangkara, Yasmin, Ameria, dan area sekitarnya yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan.

Batampos mencoba mengonfirmasi ke PT ABH. Namun, hingga berita ini diturunkan, tak ada jawaban dari Humas ABH terkait gangguan layanan air ini. (*)

 

Reporter: M Syaban

 

Artikel Perbaikan Pipa Air, Ribuan Rumah Terdampak di Area Batamcenter dan Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Diskon Tiket Kapal Pelni Berakhir, Tarif Kembali Normal

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos –  Program diskon 50 persen tiket kapal Pelni resmi berakhir. Mulai 1 Agustus 2025, tarif tiket kapal kembali diberlakukan sesuai harga normal, setelah sebelumnya masyarakat menikmati potongan harga selama hampir dua bulan.

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan program diskon tiket merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi pemerintah yang berlaku sejak 5 Juni hingga keberangkatan terakhir 31 Juli 2025.

“Per 1 Agustus tarif kembali normal untuk seluruh rute kapal Pelni, termasuk KM Kelud yang melayani sejumlah rute dari dan ke Batam,” kata Edwin, Kamis (31/7).

Edwin menambahkan, KM Kelud tetap beroperasi dengan jadwal reguler tiap pekan, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan transportasi laut yang andal meski tanpa potongan harga.

Edwin merinci harga tiket normal KM Kelud berdasarkan kelas dan rute. Untuk rute Batam–Belawan (Medan), harga tiket dewasa kelas 1A Rp683 ribu, bayi Rp73 ribu. Kelas 1B dewasa Rp559 ribu, bayi Rp61 ribu. Kelas 2A dewasa Rp384 ribu, bayi Rp43 ribu. Kelas 2B dewasa Rp355 ribu, bayi Rp40 ribu. Sedangkan kelas ekonomi dewasa Rp220 ribu, bayi Rp27 ribu.

Sementara itu, untuk rute Batam–Tanjung Priok (Jakarta), kelas 1A dewasa dikenakan Rp994 ribu, bayi Rp104 ribu. Kelas 1B dewasa Rp813 ribu, bayi Rp86 ribu. Kelas 2A dewasa Rp556 ribu, bayi Rp60 ribu. Kelas 2B dewasa dan ekonomi sama-sama Rp513 ribu, dengan tarif bayi masing-masing Rp56 ribu dan Rp37 ribu.

Sedangkan rute pendek seperti Batam–Tanjung Balai Karimun, kelas 1A dewasa dikenakan tarif Rp138 ribu, bayi Rp19 ribu. Kelas 1B dewasa Rp115 ribu, bayi Rp16 ribu. Kelas 2A dewasa Rp83 ribu, bayi Rp13 ribu. Kelas 2B dewasa Rp78 ribu, bayi Rp13 ribu, dan kelas ekonomi dewasa Rp49 ribu, bayi Rp10 ribu.

Meski program diskon telah usai, masyarakat masih antusias menggunakan kapal Pelni sebagai moda transportasi laut yang dinilai ekonomis dan nyaman.

Husein, penumpang asal Tanjung Priok yang baru tiba di Batam, mengaku program diskon tiket sangat membantu meringankan biaya perjalanan. Ia berharap program tersebut bisa diperpanjang.

“Kalau boleh, program diskon ini diperpanjang. Sangat membantu kita masyarakat kecil,” ujarnya.

Senada, Remon, warga Batam yang akan berangkat ke Medan melalui Belawan, juga masih setia menggunakan kapal laut karena tarif yang jauh lebih terjangkau.

“Saya sebulan sekali pulang ke Medan. Meski waktu tempuhnya lebih lama, tapi tetap nyaman dan aman. Harganya juga murah,” katanya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Diskon Tiket Kapal Pelni Berakhir, Tarif Kembali Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Modal Terbatas, Sentra Fashion Kuala Lobam Kesulitan Bersaing di Pasar Garmen

0
Sentra fashion Kuala Lobam
Pengurus Pusat Layanan Sentra Fashion Seri Kuala Lobam menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan dan Deby Maryanti, Kamis (31/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pusat Layanan Sentra Fashion Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, menghadapi tantangan berat dalam bersaing dengan perusahaan garmen lain karena keterbatasan modal, terutama untuk pembelian bahan baku.

Ketua Sentra Fashion Seri Kuala Lobam, Budianto, menyampaikan saat ini pihaknya menawarkan harga antara Rp140.000 hingga Rp160.000 per baju ke sejumlah perusahaan di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam. Harga tersebut sudah termasuk ongkos sablon dan bordir.

Namun, harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga produk dari perusahaan garmen luar Bintan yang hanya di kisaran Rp100.000 ke bawah.

“Jarak harganya terlalu signifikan, jadi kita mau bersaing mati-matian susah,” kata Budianto, Kamis (31/7).

Ia menjelaskan, keterbatasan modal membuat pihaknya belum mampu mengimpor bahan baku dengan harga lebih murah. Saat ini, Sentra Fashion Kuala Lobam masih mengandalkan bahan lokal dari Batam dan Jakarta.

“Industri skala kita belum memungkinkan impor karena keterbatasan modal,” ujarnya.

Budianto berharap, dukungan pemerintah dan kerja sama lebih besar dengan perusahaan-perusahaan di Kawasan BIE Lobam, Bintan Resort Lagoi, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang bisa membantu meningkatkan jumlah pesanan.

“Kalau pesanan meningkat, tentu kami bisa berkembang dan perlahan bersaing dengan perusahaan garmen lain,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan dukungannya untuk pengembangan Sentra Fashion Kuala Lobam. Ia menyebut Pemkab siap memfasilitasi termasuk membantu memperluas pasar produk.

“Kita siap memfasilitasi Sentra Fashion ini, mungkin seperti pemesanan tambahan produk dan lainnya,” kata Roby.  (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Modal Terbatas, Sentra Fashion Kuala Lobam Kesulitan Bersaing di Pasar Garmen pertama kali tampil pada Kepri.

RSUD Raja Ahmad Tabib Minta Suntikan Anggaran Rp8,6 Miliar untuk Tutupi Biaya Operasional

0
RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang yang terletak di Jalan WR. Supratman. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang yang terletak di Jalan WR. Supratman. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp8,6 miliar dalam APBD Perubahan Provinsi Kepri tahun 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk menutupi sejumlah biaya operasional rutin rumah sakit, salah satunya pembayaran tagihan listrik.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ismiyati, mengatakan pengajuan tambahan anggaran itu karena kebutuhan operasional RSUD RAT tidak bisa tercukupi dari alokasi awal APBD murni.

“Untuk anggaran listrik memang masih kurang. Tapi waktu pembahasan APBD Perubahan baru kita tahu angka jelasnya,” ujar Ismiyati, Kamis (31/7).

Ia menyebut, selain listrik, beban rutin RSUD RAT lainnya termasuk gaji cleaning service dan tenaga keamanan juga masuk dalam pengajuan anggaran tambahan.

Saat ini rumah sakit juga menyalurkan tunjangan bagi tenaga kesehatan (nakes) melalui skema jasa pelayanan, sebagian di antaranya berasal dari pendapatan RS dan sebagian lagi masuk ke PAD Pemprov Kepri.

“Itu honor tambahan atau tunjangan dari jasa pelayanan. Mereka (nakes) memang dapat karena sesuai aturan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Kepala Humas RSUD RAT, Syarip Hidayat, membenarkan bahwa pihaknya mengajukan tambahan anggaran tersebut. Ia menjelaskan, dana Rp8,6 miliar itu akan dialokasikan untuk pemeliharaan gedung, penambahan AC, alat kesehatan, serta pembelian obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP).

“Paling besar memang untuk belanja obat dan BMHP. Karena selama ini Pemprov belum pernah memberikan dukungan anggaran di pos itu, jadi kami ajukan penambahan,” ujar Syarip.

Terkait honor tenaga kesehatan, Syarip menambahkan bahwa hanya pegawai yang direkrut langsung oleh BLUD RSUD RAT yang menerima gaji tambahan dari pendapatan internal rumah sakit.

“Seperti dokter spesialis yang kita rekrut, mereka menerima gaji pokok, tunjangan, dan remunerasi. Jadi ada tiga komponen,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel RSUD Raja Ahmad Tabib Minta Suntikan Anggaran Rp8,6 Miliar untuk Tutupi Biaya Operasional pertama kali tampil pada Kepri.