batampos.co.id – Belum ke Batam jika belum ke Jembatang Barelang. Ya jembatan ini menjadi ikon Kota Batam. Sebuah jembatan megah dengan teknologi cable wire pertama di Indonesia.
Adalah Otorita Batam (kini BP Batam) yang membangun jembatan ini.
Jembatan yang menghubungkan pulau-pulau sepanjang Batam hingga Galang ini sempat dicibir sebab pulau-pulau itu masih sepi, untuk apa dibangun jembatan megah. Sekrang visi besar itu terwujud. Meski masih nampak sepi lahan di sepanjang pulang Rempang – Galang dicari orang bahkan telah berkembang jadi berbagai bentuk usaha, dari perikanan pertanian bahkan pertahanan.
Masyarakat pulau pun lebih mudah mengakses Pulau Batam yang lebih maju dan berklembang.
Berikut ialah video tentang pembangunan jembatan fenomenal itu. (ptt)
batampos.co.id – Mitos beredar di masyarakat, saat gerhana matahari akan selalu ada gempa bumi atau bencana alam lainnya. Namun dipastikan oleh Kepala BMKG Hang Nadim, Philip Mustamu hal itu tak benar. Dengan tegas ia mengatakan, bahwa gerhana adalah fenomena alam yang tak membuat gempa atau bencana lainnya.
“Tak ada yang seperti itu, mitos aja,” katanya.
Menurutnya gerhana ini, hanya mempengaruhi gravitasi dan medan magnet bumi. Lalu selain itu, juga akan menyebabkan terjadinya pasang “maksimum”. “Air pasang menjadi tinggi,” ungkap Philip.
Ia mengatakan dari Kepri umumnya, Batam khususnya gerhana matahari ini dapat dilihat hanya setengah saja. Penampakan gerhana ini dapat dilihat di tempat matahari terbit. “Sunrise, saya rasa view terbaik ada di pantai Nongsa,” ujarnya.
Namun ia tak menyarankan masyarakat untuk melihat langsung dengan “mata telanjang”. Sebab akan menyebabkan kerusakan pada mata. Apalagi pada saat mau gerhana dan sesudah, cahayanya lebih terik bersinar. Philip juga mengungkapkan, bahwa pada saat gerhana terjadi. Radiasi masih tetap ada.
“Jangan kira gerhana, radiasi matahari hilang. Tidak, tetap ada. Jadi pakailah kacamata khusus untuk melihat gerhana,” ucapnya.
“Jangan pula gunakan kacamata biasa, atau foto film. Pakai kacamata khusus,” sambungnya lagi.
Philip menuturkan, pihaknya tak akan melakukan pengamatan langsung. Sebab Batam tak berdampak langsung pada gerhana kali ini. Menurutnya BMKG pusat memerintahkan pengamatan khusus, untuk daerah-daerah yang terjadi gerhana penuh.
“Kami tak ada,” ujarnya.
Semenatara itu Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengungkapkan penerbangan tak akan mengalami hambatan. “Gerhana, tak lah. Penerbangan bakal tetap normal seperti biasa,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat yang ada. Sudah dilengkapi peralatan canggih, seperti auto pilot.
“Tanpa melihatpun, pesawat masih tetap bisa berjalan. Alat-alat sudah canggih,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mengajak masyarakat muslim untuk melakukan salat sunnah khusuf (gerhana matahari) pada Rabu, 9 Maret 2016. Di Batam dipusatkan di dua tempat, Masjid Raya Batam Centre, Masjid Raya Baiturrahman Sekupang, Masjid Nurul Islam Mukakuning, dan masjid-masjid besar lainnya.
“Kami mengimbau umat Muslim di Batam yang menyaksikan gerhana matahari, agar melaksanakan salat kusuf,” ujar Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Batam, Nabhan kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (7/3/2016).
Kemenag Kota Batam sudah mengimbau dan mengirim surat edaran terkait pelaksanaan salat kusuf kepada semua Kantor Urusan Agama (KUA) di 12 Kecamatan se-Kota Batam untuk diteruskan ke tiap masjid yang ada di Kota Batam.
Pelaksanaan salat khusuf menyesuaikan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing, untuk di Kepri dimulai pukul 6.22 WIB sampai 8.33 WIB. Waktu pelaksanaan salat kusuf harus pas saat gerhana matahari tengah berlangsung.
“Tidak boleh sebelum atau sesudah gerhana matahari berlangsung,” jelas Nabhan. Walaupun salat ini hukumnya sunah, namun alangkah baiknya bila dikerjakan. “Peristiwa ini jarang terjadi,” ujar pria asal Lamongan ini.
Sementara itu, Masjid Raya Baiturrahman, Sekupang akan melaksanakan salat khusuf pada 9 Maret nanti mulai pukul 6.30 WIB.
Salat khusuf ini akan dihadiri tokoh agama dari Kecamatan Sekupang, KUA Sekupang, seluruh ormas Islam se-Kecamatan Sekupang dan majelis taklim perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batam.
“Nantinya setelah salat kusuf dua rakaat akan dilanjutkan khotbah dari khatib Ustaz Abdul Somad, seorang pakar hadis dari Riau,” ungkap Nabhan.
Masjid Raya Batam juga akan melaksanakan salat kusuf pada 9 Maret nanti dan dimulai pukul 6.30 WIB. “Insha Allah,” ujar pengurus harian Masjid Raya Batam, Teten Nasrudin.
Bertindak sebagai imam dan khatib untuk pelaksanaan salat khusuf di Masjid Raya Batam adalah Muhammad Alwi Husein, salah satu imam Masjid Raya Batam. Teten juga mengimbau kepada masyarakat Batamkota untuk menghadiri dan melaksanakan salat sunah kusuf berjamaah di Masjid Raya Batam.
Sementara itu, Yayasan Nurul Islam Batamindo juga menghimbau kepada masyarakat Seibeduk dan sekitarnya untuk menghadiri salat sunnah khusuf di area Masjid Nurul Iman Batamindo, Rabu, (9/3/2016).
“Mengenai salat gerhana ini, kami sudah umumkan kepada jamaah salat Jumat lalu,” ujar remaja masjid Nurul Islam Batamindo, Ima.
Salat sunnah kusuf sendiri akan dimulai pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB, pelaksanaan salat kusuf sendiri dilakukan dua rakaat.
Ustad Ali Ma’sum akan menjadi khotib serta Abdul Ra’uf sebagai imam dalam salat tersebut.
“Meskipun sunnah, tapi alangkah bagusnya kita datang beramai-ramai,” imbaunya. (cr16)
batampos.co.id – Gubernur Kepri Hm Sani yang sebelumnya merangkap sebagai Ketua Dewan Kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) mengaku ikhlas tidak lagi menjabat sebagai ketua DK. Ia juga menyambut baik diterbitkannya Keppres nomor 8 tahun 2016 tentang DK yang langsung di bawah kendali pemerintah pusat.
“Kita positif thingking aja, karena tujuan pemerintah pusat demi percepatan kemajuan Batam dan Kepri, semangat itu yang harus kita lihat,” ujar San, usai mengikuti rapat terbatas membahas DK dan BP Batam di Jakarta, Senin (7/3/2016).
Sani mengatakan, ia masih bisa berperan aktif mendukung pemerintah pusat melakukan percepatan pembangunan dan investasi di Batam. Apalagi ia masih bagian dari anggota DK.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang juga ikut dalam rapat terbatas itu mengatakan, pembahasan memang baru sebatas penguatan kelembagaan Dewan Kawasan dan BP Batam. Belum menyentuh hal teknis seperti pembagian kewenangan.
“Makanya kita bentuk pansus di DPRD Kepri, tujuannya memberikan masukan-masukan ke DK nantinya soal hal-hal teknis,” ujar Jumaga.
Ketua Pansus FTZ/KEK Batam Taba Iskandar mengatakan, hal yang tak kalah pentingnya yang harus segera dibahas adalah mendudukkan peran Pemko Batam sebagai pemerintahan otonom di Batam.
“Harus jelas, dan fokus kami itu,” tegasnya. (aya/nur/ara/jpgrup)
batampos.co.id – Tugas lainnya yang akan dilakukan DK Batam dalam waktu dekat, selain merampungkan status FTZ ke KEK Batam, mengganti unsur pimpinan di BP Batam, dan berkantor di BP Batam, DK juga akan melakukan audit ulang, meskipun saat ini BPK RI sedang melakukan audit.
Staff Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Purba Robert Mangapul, mengatakan audit yang akan dilakukan DK nantinya lebih besifat internal BP Batam.
“Iya, kami akan lakukan cut off terhadap BP Batam,” ujar Purba, Senin (7/3/2016).
Yang akan akan diaudit meliputi keuangan, aset, lahan, perizinan, dan lainnya. Dengan kata lain, semua aspek terkait kinerja BP Batam.
Semua data itu diperlukan DK untuk menginventarisir masalah internal, sehingga bisa dicarikan solusi lebih cepat. Tujuannya, agar lembaga BP Batam benar-benar kuat dan semua aset terdata dengan baik. (ara/jpgrup)
Gedung BP Batam di Batamcenter. Foto: cecep mulyana/batampos.co.id Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya serius untuk mengejar ketertinggalan Batam dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Setidaknya, hal itu bisa dilihat dari pegambilalihan posisi Dewan Kawasan KEK Batam dari Pemprov Kepri ke pusat. Bahkan, presiden menunjuk langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution sebagai ketua DK KEK Batam.
Tak hanya itu, meski ketua DK langsung diketuai Menko Perekonomian, statusnya bukan Dewan Nasional, tapi khusus DK Batam. Tujuannya, supaya lebih cepat dan fokus.
“Tujuan dari perombakan ini kan untuk mempercepat investasi di Batam dan diharapan perekonomian Batam terus menggeliat sehingga bisa mengejar ketertinggalan dari negara tetangga,” ujar Purba Robert Mangapul, staff ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Senin (7/3/2016). (ara/jpgrup)
Menko Perekonomian Darmin Nasution, yang Juga Ketua DK KEK Batam. Foto: istimewa
batampos.co.id – Dewan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam yang kini dipimpin oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution, segera bertugas.
Tugas pertamanya menguatkan lembaga DK dengan membuka kantir di BP Batam. Kemudian mengubah status FTZ Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, sekaligus mengganti kepala BP Batam dan pejabat lainnya.
“Ini sesuai arahan Bapak Presiden bahwa harus segera dilakukan proses transisi dari FTZ menjadi KEK Batam,” ujar Purba Robert Mangapaul, staff ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Senin (7/3/2016).
Purba menegaskan, perubahan status dari FTZ ke KEK sudah final. Namun apakah keistimewaan KEK sama saat FTZ Batam, Purba belum membeberkannya. (ara/jpgrup)
batampos.co.id – Keluarnya Keppres nomo 8 tahun 2016 tentang Dewan Kawasan FTZ/KEK Batam selain memperjelas status Badan Pengusahaan Batam, juga memperjelas formasi pimpinan DK yang kini diambil alih pemerintah pusat.
Sesuai arahan presiden, DK FTZ/KEK Batam akan membuka kantor di BP Batam supaya koordinasi dan pengambilan keputusan terhadap berbagai hal tetang investasi lebih cepat.
“Nanti akan ditempatkan pejabat setingkat eselon satu dari masing-masing kementerian yang jadi anggota DK Batam,” ujar Purba Robert Mangapaul, staff ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Senin (7/3/2016).
Anggota DK terdiri Mendagri, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Perindustrian, Penglima TNI, Kapolri, Gubernur Kepri, Ketua DPRD Batam, dan Wali Kota Batam. (ara/jpgrup)
Pekan Imunisasi Nasional diselenggarakan 8-15 Maret.
batampos.co.id – Bunda jangan lupa hari ini tanggal 8 Maret, jangan lupa membawa si kecil untuk vaksin.
Mulai hari ini Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio sudah mulai serentak dilaksanakan hari ini di seluruh wilayah Indonesia.
Vaksin polio itu enting lho…. Berikut penjelasan Spesialis anak RSUD dr Soetomo dr Dominicus Husada SpA (K). Ia menyatakan, vaksin polio memang penting untuk anak. Menurut dia, setiap bayi sebaiknya rutin mendapat vaksin tersebut.
”Kalau bisa, diberi sejak lahir,” ujarnya.
Usia pemberian vaksin polio pun tidak terbatas. Setelah lahir, bayi bisa diberi berurut di usia 2, 3, 9, dan 18 bulan. Jika di umur tersebut bayi belum diberi vaksin, pemberiannya bisa dilakukan kapan pun, berkali-kali pun bisa. Tidak pandang status baru saja atau sudah lama mendapat vaksin.
Pemberian vaksin itu bertujuan menaikkan kekebalan tubuh. Dengan begitu, kemungkinan terkena penyakit polio bisa dihindari.
”Yang sudah imunisasi saja bisa kena, apalagi tidak. Jangan disepelekan,” ucap Dominicus.
Polio, lanjut dia, memang berbahaya. Yang diserang virus polio adalah syaraf penggerak otot. Akibatnya, otot tidak berkembang dan rusak. Serangannya mulai dari salah satu organ tubuh sampai seluruh badan. Polio juga menular. Yakni, lewat berak. Contohnya, di daerah yang menggunakan sungai sebagai sumber air.
Menurut dia, orang tua tidak perlu khawatir terhadap dampak pasca imunisasi. Sebab, jarang ada kasus anak panas. Sebab, vaksinnya berbentuk tetes, bukan suntik.
Menutut dia, dulu negara seperti Jepang dan Rusia pernah mengalami wabah polio. Sebab, vaksin pernah tidak diberikan kepada anak. Saat ini Surabaya memang sudah mendapat sertifikat bebas polio.
Namun, status tersebut tidak boleh membuat orang tua dan pemerintah lengah. Sebab, hingga kini, ada tiga negara yang belum bebas polio. Yakni, negara yang dilanda perang seperti Afganistan, Pakistan, dan Suriah. Negara-negara itu kesulitan melaksanakan imunisasi masal seperti di Indonesia.
”Belajar dari sejarah. Imunisasi adalah kunci kekebalan dari polio,” tuturnya. (nir/c20/any/pda)
Darmin Nasution, Menko Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Kawasan (DK) Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam. Foto: istimewa
batampos.co.id – Jelas sudah status BP Batam. Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres nomor 8 tahun 2016 tentang Dewan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Keppres tersebut pengganti Keppres 18/2013. Poin pentingnya, BP Batam langsung di bawah kendali pemerintah pusat.
Tak hanya itu, posisi Ketua DK yang sebelumnya diketuai Gubernur Kepri HM Sani, kini diambil alih dan diketuai oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Anggotanya: Mendagri, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Perindustrian, Penglima TNI, Kapolri, Gubernur Kepri, Ketua DPRD Batam, dan Wali Kota Batam.
Tak hanya itu, sejumlah pejabat yang saat ini duduk di BP Batam juga akan diganti, termasuk kepala BP Batam Mustofa Widjaja. “Struktur BP Batam tetap, tetapi pimpinan dan manajemennya diganti,” ujar Purba Robert Mangapaul, staff ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kemenko Perekonomian, Senin (7/3/2016).
Lalu siapa pengganti kepala BP dan jajarannya? Purba enggan menyeutkan. Namun ia memastikan dalam beberapa pekan ke depan akan disosialisasikan ke BP Batam.
Selain itu, mekanisme pergantian kepala BP dan sejumlah deputi akan diatur ulang. “Sistem lama tak di pakai lagi,” ujar Purba. (ara/jpgrup)