Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13975

Jalan Wisata akan Dibangun Menuju Bukit Permata

0
Bukit Permata, Lingga. foto:hasbi/batampos
Bukit Permata, Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU), Kasiman melalui Kabid Bina Marga, Indra Asmara Putra mengatakan pihaknya telah menyusun perencanaan pembangunan jalan wisata menuju Bukit Permata, Gunung Sepincan. Hal ini kata Indra, guna menunjang kesiapan sarana pariwisata Gunung Sepincan, Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga.

“Kita sudah susun perencanaannya. Di draf APBD-P 2016 ini sudah masuk,” kata Indra, Rabu (24/8).

Pihaknya, kata Indra, saat ini sedang menunggu pengesahan APBD-P Lingga 2016 yang belum disahkan. Diperkirakan, panjang jalan wisata akan dibangun sepanjang 3 kilomter dari pintu masuk menuju pemberhentian pertama atau pesanggrahan Sungai Sekuap.

“Yang jelas program ini sudah masuk dalam bank data kita (PU). Kita tunggu pengesahan APBD P,” jelasnya.

Namun terkait defisit APBD dan penguranggan alokasi dana dari pemerintah pusat, kata Indra, juga dikhawatirkan menjadi penyebab program yang ada akan sulit untuk direalisasikan. “Kalau tidak bisa dilaksanakan pada APBD P, kita akan masukkan lagi tahun 2017. Kita juga harus lihat kemampuan anggaran,” jelas Indra.

Sementara itu, ditengah semrautnya keuangan daerah, potensi pariwisata Lingga disampaikan Kadisbudpar Lingga, M Asward sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan memajukan pariwisata Kabupaten Lingga.

Potensi wisata alam Bukit Permata, Gunung Sepincan, dikatakan Asward adalah salah satu aset pariwisata yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

“Kita sudah koordinasikan dengan PU. Potensi Bukit Permata akan sangat mungkin dikembangkan dengan adanya sarana yang memadai. Nanti, jika desa mampu mengelola, akan sangat menguntungkan bagi berkembangnya ekonomi kreatif disana,” ungkap Aswar.

Sementara itu, Kades Panggak Darat, Zulmafriza kepada koran Batam Pos menambahkan, terkait rencana dibukanya sarana jalan wisata pihak desa sangat mendukung. “Kami sangat setuju sekali. Ada akses jalan dan bisa mengembangkan ekonomi dan pekerjaan dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang dapat dikelola masyarakat,” tutupnya. (mhb/bpos)

Pembangunan Fly Over Simpang Kabil Ditunda

0
Gambaran jalan layang Simpang Jam. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Kabil.
Gambaran jalan layang Simpang Jam. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Kabil.

batampos.co.id – Tidak tercapainya penerimaan negara pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan mempengaruhi rencana pembangunan nasional di daerah. Di Provinsi Kepri ada sejumlah proyek strategis nasional tertunda pelaksanaanya. Yakni penyelesaian Pelabuhan Dompak dan pembangunan Fly Over Simpang Kabil, Batam.

“Penerimaan negara pada APBN P adalah Rp 1.786,2 triliun, sementara belanja negara Rp 2.082 triliun. Sehingga penerimaan masih mengalami kekurangan Rp216 triliun,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, Didyk Choiroel, Rabu (24/8) di Tanjungpinang.

Disebutkannya rencana pembangunan nasional di Kepri yang tertunda pelaksanaanya adalah pembangunan Fly Over Simpang Kabil Batam yang nilainya Rp 200 miliar. Selain itu ada juga kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco, Tanjungpinang dengan nilai Rp20 miliar. Kemudian adalah penyelesaian Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang yang nilainya Rp16 miliar.

“Untuk proyek-proyek strategis nasional yang sudah dikontrakan dan laksanakan tetap dijalankan. Kecuali untuk kegiatan yang belum dilelang ditunda tahun depan,” jelas Didyk.

Rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di Batam mulai dikerjakan. Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk fly over di Simpang Jam. Pembangunan fly over diharapkan dapat mengurai kemacetan terutama di dua simpang yang akan dibangun fly over tersebut yakni Simpang Jam dan Simpang Kabil. Dua lokasi tersebut merupakan simpang terpadat yang paling banyak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yanto Apul Sirait mengatakan kedua fly over tersebut dibangun dari arah Batu Ampar menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Pembangunann fly over di Simpang Jam sudah dikerjakan mulai 17 Desember 2015 lalu.

Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar. Sementara itu, untuk fly over di Simpang Kabil masih dalam proses. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Jam dan menelan anggaran Rp 200 miliar.(jpg/bpos)

Mimpi Anak Pulau Bakal Tayang di Malaysia

0
Nonton Bareng
Nonton Bareng

batampos.co.id – Film Mimpi Anak Pulau direncanakan akan tayang di Malaysia. Saat ini, materi film telah sampai di Lembaga Sensor Malaysia.

“Minggu depan kami akan pergi ke Malaysia untuk mempersiapkan rilis film ini di sana,” kata Produser Eksekutif Film Mimpi Anak Pulau, Indra Sudirman.

Film ini, tambah Indra, memang telah ditargetkan untuk tayang di empat negara. Yakni, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam.

“Malaysia kami jajaki pertama karena relatif lebih gampang masuknya,” ujarnya.

Indra yakin, film ini dapat diterima di Malaysia. Sebab, kultur budaya di Malaysia hampir sama dengan di Batam.

Lagipula, film ini juga melibatkan tiga artis Malaysia. Yaitu, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar yang berperan sebagai Opu serta Mardiana Alwi dan Azrul yang berperan sebagai pasangan suami istri asal Malaysia yang ingin mengadopsi Jani kecil.

“Kami mengundang mereka untuk ikut bermain dalam film ini karena akting mereka,” kata Indra lagi.

Sejauh ini, film Mimpi Anak Pulau telah tayang di empat studio di Batam. Yakni, di Studio 21 Nagoya Hill, Cinema XXI Mega Mall, dan Blitz Megaplex di Kepri Mall dan Harbour Bay.

Indra mengatakan, khusus Batam, penonton telah tembus hingga 3.000 orang.

“Kalau se-Indonesia sudah sekitar 70-ribuan,” ujarnya.

Film Mimpi Anak Pulau bercerita tentang perjuangan seorang anak pulau bernama Jani yang mengejar mimpinya. Ia bermimpi untuk bisa bersekolah tinggi.

Film ini menggambarkan perjuangannya mendaftar sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) di Tanjungpinang. Padahal, kala itu, sulit untuk menjangkau Batam terutama untuk anak nelayan seperti dia.

Kegigihan Jani itulah yang menjadi pesan besar bagi para penonton. Film ini memang cocok untuk ditonton anak-anak.

“Jadwal-jadwal nonton bareng juga sudah banyak,” tutur Indra lagi.

Sejumlah SD sudah mengadakan acara nonton bareng. Seperti misalnya, SD Cendana, SD Plamo, dan SD Islam Nabilah. Organisasi dan lembaga-lembaga juga menjadwalkan nonton bareng.

“Kami rencananya akan mengajak orang-orang tidak mampu untuk menonton film ini,” kata Ketua Organisasi dan Keanggotaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Peduli Kepulauan Riau, Salsalina TB.

Sebelumnya, Sally – sapaan akrabnya, mengadakan nonton bareng bersama pengurus Hipmi Peduli Kepri lainnya. Jumlahnya mencapai 30 orang di Studio 21 Nagoya Hill.

“Ini karena pemain utama, plot, dan ceritanya dari Batam semua,” tutur Sally. (ceu)

Warga Batuaji Resahkan Jukir Minta Uang Parkir Tengah Malam

0
ilustrasi
ilustrasi. f.fokus medan

batampos.co.id – Pengawasan terhadap aktifitas juru parkir (Jukir) oleh dinas perhubungan Kota Batam sangat lemah. Jukir di beberapa titik masih memungut uang parkir hingga tengah malam.

Misalkan di ruko Cipta Agung depan pasar Aviari di depan bank BRI, Jukir di sana memungut uang parkir hingga pukul 23.00 WIB. Sasarannya adalah warga yang hendak bertransaksi lewat ATM BRI.

“Di sini sampai tengah malam ada tukang parkirnya. Kita merasa tak nyaman. Apalagi tampangnya seperti preman,” kata Yanti,warga Taman Lestari, Batuaji.

Seorang penjual pecel lele di pinggir jalan di sekitar Aviari juga mengakui bahwa Jukir di sana tetap berjaga hingga tengah malam.

Bukan hanya di sana, di kompleks pertokoan di depan Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batuaji, Jukir juga memungut uang parkir di atas pukul 21.00 WIB, tidak sesuai dengan ketentuan.

“Bukan hanya di sini, di ATM BRI dan Mandiri yang di depan UNRIKA atau di belakang sekolah Putra Batam itu juga sampai malam,” katanya.

Kepala UPT Parkir dinas perhubungan Kota Batam Agus Sulaiman mengatakan seorang jukir hanya diperkenankan bayar uang pakir mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Itu sudah diatur di dalam Perda. Jadi lewat dari jam itu sudah pungutan liar. Dan warga berhak untuk tidak membayar,” katanya.

Agus mengaku dinas perhubungan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik parkir yang ada di Batam. Meski ia akui selama ini tidak pernah melakukan penindakan terhadap Jukir liar yang ada di Batam.

“Kalau kami hanya mengutip sampai jam 8 malam saja. Jadi kalau ada pungutan setelah itu, maka itu tak ada ke PAD. Itu murni ke oknum Jukir atau pihak yang ada di belakang jukir itu,” katanya.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan memungut uang pakir hingga tengah malam membuat warga sangat tidak nyaman. Ia berharap tindakan tegas dari dinas perhubungan Kota Batam.

“Bayangkan, kalau kita ke ATM, kita ambil duit, tengah malam ada yang datang dan mendekat ke kita untuk minta uang parkir. Pasti sangat tak nyaman. Kalau saran saya, langsung tinggalin saja. Tak usah bayar,” sarannya. (ian)

Ingat Ya, Jangan Mau Naik Perahu Jika Tak Disediakan Pelampung

0

Life-Jacketbatampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian menghimbau seluruh masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut, agar dapat menggunakan jacket life.

Selain itu mantan Wakakorlantas ini, agar nakhoda kapal tak membawa penumpang melebihi kapasitas yang ada.

“Selain itu penting juga, perhatikan cuaca,” kata Kabid Humas Polda Kepri menyampaikan himbauan Kapolda Kepri.

Ia mengatakan bahwa jajaran Polda Kepri juga telah diminta, ikut aktif dalam penyampaian alat-alat keselamatan pelayaran.

Nantinya kata Hartono, juga pihak kepolisian akan melakukan pengecekan Life Jacket. “Sudah turun kami,” ucapnya.

Salah satu anggota kepolisian yang turun yakni Bhabin Kamtibmas (Bhayangkara Pembinaan Keamanan Ketertiban Masyarakat) Nongsa, Brigadir Antoni Harahap.

Pada Rabu (24/8), ia memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang ada di Pulau Ngenang mengenai betapa pentingnya Life Jacket.

Dalam penyuluhan tersebut, ia meminta masyarakat agar menyediakan life jakcet di kapal. “Ini demi keamanan dan keselamatan di laut,” ungkapnya.

Selain itu, ia memperagakan pada masyarakat cara menggunakan life jacket. Saat melihat hal ini, masyarakat sangat antusias.

“Saya berharap, bila terjadi hal yang tak diinginkan. Masih ada life jacket,” ungkapnya. (ska)

Badai Hantam Nongsa, Rubuhkan Tiang Listrik

0
Anak Kecil Sedang Bermain Dekat Tiang Listrik Yang Roboh Akibat Badai Di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Nongsa, Rabu (21/8). F. Fiskajuanda/Batampos
Anak Kecil Sedang Bermain Dekat Tiang Listrik Yang Roboh Akibat Badai Di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Nongsa, Rabu (21/8). F. Fiskajuanda/Batampos

batampos.co.id – Hujan disertai angin kencang melanda daerah Nongsa dan sekitarnya pada Rabu (24/8) dini hari. Badai yang melanda daerah Nongsa ini, merubuhkan pohon-pohon yang ada di daerah kampung tua.

Salah satu pohon kelapa yang rubuh, menimpa kabel listrik di Kampung Tua Teluk Mata Ikan.

Pohon ini menyebabkan satu tiang listrik juga ikut ambruk, dan delapan tiang lainnya rusak. Sementara kabel listrik di kampung ini, berserakan sepanjang jalan.

“Listrik sudah mati sejak pukul 02.00 (24/8) tadi, mungkin karena tiangnya yang ambruk ini,” kata Denji pada Batam Pos.

Ia mengatakan hujan lebat hingga angin kencang, mulai terjadi dari pukul 01.30 (24/8). “Bunyi anginnya seram,” ucapnya.

Hujan dan angin kencang, kata Denji baru berhenti pada pukul 08.00. Ia mengatakan di Teluk Mata Ikan, tak ada banjir.

“Disini cuman badai saja,” ungkapnya.

Hal yang senada yang diungkapkan Agus, saat badai menerjang kampungnya. Ia memilih untuk berdiam diri dirumah. Walau diluar ia mendengar suara pohon tumbang. “Beberapa kali saya dengar suara dentuman. Tapi gak berani keluar,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur, sebab badai kali ini tak ada korban. “Untung hanya menimpa kabel, kalau rumah. Waduh gak kebayang,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id) kabel listrik, menjalar di jalanan sejauh 20 meter. Terlihat anak-anak bermain diantara kabel-kabel tersebut.

“Tak masalah, sudah matikan kok,” kata salah satu petugas yang sedang memperbaiki listrik tersebut.

Selain itu pohon tumbang, juga ada di Kampung Tua Bakau Serit. Disana pohon juga menimpa kabel listrik. Tapi tidak sampai menumbang tiang seperti di Kampung Tua Teluk Mata Ikan.

Mengenai hujan badai ini, Pihak BMKG mengamininya. Sebab sekitar pukul 01.00, dikelurakan peringatan dini. “Sebab hujan lebat dan petir disertai angin kencang,” kata Kepala BMKG Hang Nadim, Philip Mustamu. (ska)

Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian Jamaah, Kemenag Perketat Kesehatan Calhaj

0

ilustrasi-serangan-jantungbatampos.co.id – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Zulkifli Aka mengatakan banyaknya kasus kematian jamaah haji yang meninggal saat menjalankan ibadah haji disebabkan oleh penyakit jantung.

Membuat pihaknya dan Kementrian Kesehatan memperketat persyaratan ibadah haji.

“Selain faktor usia lanjut, jantung merupakan penyebab utama kematian jamaah,” kata dia.

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2016 tentang Istithaah atau kesiapan jasmani calon jamaah aji selama melakukan ibada haji.

Tujuan dari peraturan ini yakni mengoptimalkan kesehatan calhaj.

“Kita persiapkan calhaj yang benar-benar bisa mandiri, dan memiliki kesehatan yang bagus,” ujarnya.

Menurutnya, ada jika calhaj terindikasi memiliki riwayat penyakit jantung, dan pernah melakukan cuci darah, calhaj dipastikan tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Arab Saudi sudah tidak lagi menyiapkan peralatan dan fasilitas untuk calhaj dengan penyakit tersebut.

“Jadi yang bisa berangkat, adalah mereka yang benar-benar sehat,” ucapnya.

Dia menyarankan kepada calhaj yang gagal berangkat, bisa memilih alternatif haji kecil yakni umrah. Karena selain yang berangkat terbatas, pengawasan juga mudah dilakukan oleh pemandu tournya.

Jadi jamaah yang mendaftar di tahun 2016 adalah mereka yang benar-benar sehat. Berdasarkan data Kemenag Kota Batam, saat ini sudah ada 7.789 pendaftar ibada haji secara reguler, dan sedang menunggu keberangkatan hingga 2030 nanti.(cr17)

Wanita Ini Sempat Pindah Hotel Untuk Menghindari Polisi, Eh Tertangkap Juga Saat Edarkan Narkoba

0
ilustrasi ekstasi
ilustrasi ekstasi

batampos.co.id – Terdakwa Rica Bawazir alias Rica jalani sidang beragendakan mendengar keterangan saksi, Rabu (24/8) di Pengadilan Negeri Batam.

Wanita berhijab asal Lombok ini tertangkap basah saat melakukan transaksi narkotika jenis inex kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Sebelum penangkapan, Rica sempat mencurigai kehadiran polisi dan berusaha menghindar dengan memilih pindah dari Hotel Nagoya Mansion ke Hotel Hai-Hai.

“Dia mau menghindar, katanya (terdakwa,red) ada polisi yang mengintai. Jadi dia minta pindah tempat ke Hotel Hai-Hai,” ujar saksi penangkap, saat mencontohkan pembicaraan pesan singkat antara polisi penyamar dengan terdakwa.

Dari arahan pesan singkat itu, polisi mengikuti permintaan terdakwa hingga dilakukannya transaksi di kamar 103 Hotel Hai-Hai. Terdakwa menyerahkan 200 pil inex kepada pembeli (polisi yang menyamar).

“Setelah barang bukti kami terima, penyemaran langsung dibongkar. Terdakwa panik, dan penggeledahan kami lakukan di kamar itu,” terang saksi lagi.

Lanjut saksi, pil inex yang ditemukan saat itu sebanyak 214 butir yang terdiri dari 100 butir warna pink, 99 butir warna biru dan 5 butir warna merah.

“Polwan yang menggeldah terdakwa juga menemukan satu paket sabu dalam bra (BH) yang terdakwa kenakan,” sebutnya.

Dari keterangan tersebut, terdakwa berdalih bahwa barang bukti berupa sabu dan inex yang ditemukan bukanlah miliknya, melainkan milik Dani (DPO).

“Saya mau kembalikan barang itu ke Dani, bukan mau menjual,” ucap terdakwa yang didampingi dua penasehat hukum (PH).

Sementara, gerak-gerik terdakwa sudah menjadi incaran pihak kepolisian sebelum terdakwa tertangkap. Dalam komunikasi terdakwa dengan polisi penyamar, jelas menunjukkan bahwa terdakwa biasa melakukan transaksi narkotika. Untuk sidang selanjutnya, digelar pekan depan. (cr15)

Gelapkan Uang Perusahaan Rp 140 Juta, Karyawan Travel Ditangkap

0
Foto: istimewa
Foto: istimewa

batampos.co.id – Feri Siswono, 28, merupakan karyawan CV. Aulia Raya Lintas Pandawa Blok E7 Nomor 5 Batuaji, berhasil ditangkap oleh jajaran kepolisi Mapolsek Batuaji, Selasa (16/8) setelah melarikan diri ke Solo, atas kasus penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 140 juta.

Saat diwawancarai Feri menceritakan, penggelapan itu sudah dilakukannya sejak bulan Juni 2016 lalu. Uang hasil penggelapan tersebut diperuntukan untuk keperluan pribadi.

“Saya belikan motor dan mobil Honda Jezz,” ujar Feri saat dimintai keterangan di Mapolsek Batuaji ketika ekspos, Rabu (24/8).

Dia mengaku, perbuatan itu dilakukannya dengan cara pemutaran limit uang yang jangkanya masih panjang. Uang dari pembelian tiket tidak semuanya distor ke pada pihak perusahaan.

“Saya bekerja sebagai kepala operasional,” kata Feri yang sudah dua tahun bekerja di jasa travel tersebut.

Setelah melakukan penggelapan uang perusahaan, Feri yang hendak mencoba menghilang dari Batam akhirnya berhasil dikejar dan ditangkap oleh aparat kepolisian Mapolsek Batuaji di Solo.

Sementara itu, Kanit Rerskrim Polsek Batuaji AKP M. Said mengatakan, pelaku sudah melakukan penggelapan uang perusahaan sejak bulan Januari 2016 sampai bula Juli 2016. Total uang yang digelapkan sebesar Rp 140 juta.

“Uang hasil penjualan tiket dari konsumen tidak disetor pelaku ke perusahaan dan digunakan untuk keperluan pribadi,” ujar M. Said.

M. Said mengatakan penangkapan itu dilakukan setelah adanya laporan dari pihak CV. Aulia Raya Lintas pada 15 Juli 2016 lalau. Kemudian pihak kepolisian memeriksa beberapa saksi dari tempat kerja pelaku dan turun kelapangan ternyata pelaku sudah melarikan diri.

“Saat melakukan penyelidikan. Kita dapat informasi bahwasanya pelaku sudah berangkat ke Solo,” kata M. Said.

Pada 14 Agustus 2016 bersama pemilik travel dan personil Polisi Polsek Batuaji, akhirnya berangkat menuju Solo untuk menangkap pelaku. Saat melakukan penangkapan anggota Polisi Batuaji bekerja sama dengan Polresta Solo.

“Penagkapan 16 Agustus. Pada 18 Agustus anggota kita pulang ke Batam,” ucap Kanit Batuaji.

Sementara, barang yang dibeli dari hasil penggelapan seperti mobil dan sepeda motor masih didalami dan akan disita.

“Barang yang kita amankan dari pelaku 15 tiket pesawat,” kata M. Said.

Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 374 kasus penggelapan dalam jabatan, acaman hukuman penjara selama lima tahun penjara. (cr14)

Anak Dibawah 10 Tahun Rentan Korban Pencabulan, KPPAD Minta Orangtua Waspada

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri. Komisioner KPPAD Ery Syahrial mengatakan, anak usia di bawah 10 tahun renta menjadi korban pencabulan.

Baca juga:

Gemar Nonton Video Porno, Ayah Ini Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Oleh karena itu orangtua diminta untuk waspada dan selalu mengawasi anak-anak mereka.

Seperti kasus yang terjadi pada MB warga Batuaji yang berusia 10 tahun beberapa hari lalau. Mirisnya peristiwa itu dilakukan oleh MK 43, yang tak lain adalah anak tirinya.

Bahkan ayah dua anak ini sudah melakukan perbuatan tak senonoh sejak Mb berusia enam tahun.

Aksi bejat Mk baru terkuak pada Kamis pagi lalu, saat Mb mengeluhkan rasa sakit pada bagian kemaluannya dan menceritakan kejadian yang sering dialaminya kepada Is ibu kandungnya.

Mengetahui perbuatan bejat suami keduanya itu, IS langsung mengadu ke Polsek Batuaji dan MK pun ditangkap.

Akhirnya perbuatan yang telah di lakukan MK harus dipertanggung jawabkan.

Maka Mk dijerat pasal 81 ayah 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara

Menurut Ery, peristiwa pencabulan yang kerap terjadi di Batam selalu menjadi korban adalah kepada anak usia 10 tahun kebawah.

Hal itu dikarenakan anak seusia tersebut mudah diiming-imingkan, mudah tertipu dengan bujuk rayu pelaku. “Orangtua harus waspada, pelaku mengiincar anak dibawah usia 10 tahun karena gampang dibohongi,” ujar Ery kepada Batam Pos, Rabtu (24/8).

Ery mengatakan perlunya peran aktif dari orangtua selalu mengawasi anak-anak mereka jangan sampai kasus serupa terulang kepada buah hati generasi bangsa.

“Orangtua harus mengawasi anak-anak jangan sampai lengah,” ungkap Ery.

Sampai saat ini, Kata Ery korban pencabulan MB mengalamin trauma, dan secara pisikologis belum siap diperiksa.

KPPAD telah meminta waktu kepada pihak penyidik untuk ditunda sampai anak tersebut benar-benar pulih.

“Harus ada kedekatan dari pihak penyidik dengan korban, sempat dilakukan penyidik masih belum tuntas masih trauma belum sanggup memberikan keterangan,” ucap Ery.(cr14)