Buruh saat menggelar aksi damai beberapa waktu lalu. Foto: dok. batampos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengirim usulan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam tahun 2017 ke Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Selasa (15/11/2016) hari ini.
Nilai UMK itu dikirim dalam dua versi. Pertama, versi usulan pengusaha dan serikat pekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pihaknya sudah menyerahkan usulan UMK itu ke Wali Kota Batam. Ia juga membenarkan ada dua angka atau versi yang diserahkan ke Wali Kota untuk ditandatangani.
“Iya, ada dua angka berbeda. Saya sudah kirim tadi (kemarin) ke Wali Kota,” kata Rudi Sakyakirti di Kantor Wali Kota Batam, Senin (14/11/2016).
Disinggung mengenai angka yang diusulkan, apakah sesuai dengan keputusan beberapa hari lalu, Kadisnaker enggan menanggapi. Menurutnya, usulan itu harus ditandatangani Sekda lebih dulu, barulah bisa dipublikasi.
“Yang jelas ada dua,” ujar Rudy lagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, asosiasi pengusaha minta kenaikan UMK tahun 2017 sebesar Rp 3.241.125 atau 8,25 persen, sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. Usulan tersebut dihitung berdasarkan UMK 2016 ditambah dengan inflasi serta perkembangan perekonomian tahun 2016.
Sedangkan serikat pekerjaan mengajukan nilai lebih besar, yakni Rp 3.498.118.
“Kita tetap berpedoman kepada apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika buruh punya angka sendiri, ya silakan. Hasil akhir tetap kita serahkan kepada gubernur,” kata Rusmini Simorangkir, perwakilan pengusaha dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Batam, Jumat (11/11/2016) lalu.
Tepisah, Wali Kota mengatakan dua angka berbeda itu didapat dari permintaan buruh di Batam serta berdasarkan PP 78 tahun 2015 lalu. Meski berbeda, usulan dua angka berbeda itu tetap akan dikirim untuk menjadi pertimbangkan Gubernur Kepri.
“Setahu saya, dua angka berbeda itu dari buruh dan satunya keputusan pemerintah, bukan pengusaha,” ujar Wali Kota. (she)
Petugas PSDK Batam, Hilman menunjukkan kapal yang ditangkap PSDK batam di Perairan Kepri, Senin (14/11) / Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Sepanjang (Satker) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam melakukan penangkapan terhadap kapal ikan asing (KIA) yang mencurian sumber daya laut di Perairan Indonesia sudah ada empat kapal asal Vietnam yang ditangkap.
Semuanya beraksi dengan modus yang sama, yakni menggunakan bendera Malaysia dan mencuri ikan di perairan Indonesia. Tepatnya di zona ekonomi eksklusif (ZEE) laut Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
Adapun keempat kapal vietnam yang dihentikan pelayarannya itu, yakni Kapal Karang 6, Murkham, JMS00637, dan KM PAF 4767 yang diamankan pada Sabtu (12/11) lalu.
Kepala Satker PSDKP Batam Akhmadon mengatakan, modus aksi dari kapal Vietnam itu sama, yakni sengaja memasang bendera Malaysia untuk mengelabui petugas di lapangan.
“Benderanya saja yang Malaysia tapi kapal dan awak kapalnya asal Vietnam,” kata Akhmadon dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (15/11).
Sebelum penangkapan di laut Natuna, petugas juga menangkap kapal yang sama yakni di Perairan Tanjung Berakit, Kepri pada Selasa (11/10). Dari tiga kapal sebelumnya, petugas mengamankan 48 awak kapal asal Vietnam bersama tiga ton ikan campuran.
Untuk tindak lanjut kasus pencurian ikan itu, pihak PSDKP selain memproses sesusai hukum yang berlaku, tapi juga akan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk penyelidikan penggunaan bendera Malaysia namun mencuri ikan di perairan Indonesia.
“Modus ini (kapal asal Vietnam berbendera Malaysia) sudah mulai marak. Ada apa ini. Apa tujuan mereka menggunakan modus seperti itu. Ini akan coba kami cross cek dengan pihak Malaysia tapi melalui pemerintah pusat,” ujar Akhmadon.
Sejauh ini pengakuan dari awak kapal yang diamankan, mereka memang sengaja memasang bendera Malaysia hanya untuk mengelabui petugas untuk melindungi identitas negara asal mereka.
“Tapi kemungkinan masih ada tujuan lain dan itu yang akan dicari tahu termasuk koordinasi dengan pemerintah Malaysia,” ujar Akhmadon. (eja/iil/JPG)
Ratuasan warga melakukan aksi demo Tolak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) di Kantor BP Batam, Selasa (1/11/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kepolisian di Batam menjamin keamanan wilayah dan masyarakat Batam, baik terkait aksi demo penolakan UWTO yang bakal berkepanjangan, hingga keamanan usai rusuh upaya pengosongan paksa lahan di di Kampung Harapan Bengkong Sadai.
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S. Erlangga mengatakan pihaknya mengerahkan beberapa unit patroli di seluruh wilayah Batam, khususnya kawasan rawan. Seperti di perumahan warga dan pusat keramaian.
“Sampai saat ini situasi Kota Batam aman dan kondusif. Pihak kepolisian terus bekerja baik siang maupun malam,” ujar Erlangga, Minggu (13/11/2016).
Dia menambahkan khusus eksekusi lahan di Kampung Harapan Bengkong Sadai, pihaknya meminta masyarakat tidak terprovokasi. Ia meminta pihak pemilik lahan untuk melakukan pemdekatan kepada warga.
“Situasi di lokasi juga sudah aman. Kedepannya eksekusi lahan tersebut dilakukan dengan cara pendekatan baik dari pemerintahan maupun dari pengusaha dengan mencari solusi yang terbaik,” terangnya.
Erlangga juga meminta masyarakat Batam untuk menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama, ras dan suku. Serta saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara masyarakat.
“Sebelumnya kita juga sudah mengambil langkah dengan berdialok bersama tokoh masyarakat. Jadi tidak benar akan ada pengusiran terhadap etnis tertentu di Kota Batam,” tegasnya.
Dia menegaskan akan memberikan pengamanan maksimal dalam aksi demo mendatang. Sehingga, aksi demo berlangsung kondusif. (opi)
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu. Ia menilai banyak pihak yang ingin mengadu domba sehingga merusak kemanan dan kedamaian Kota Batam, agar orang takut berinvestasi di kota ini.
“Kalau kita lebih, pasti orang iri. Saya yakin ada pihak yang ingin merusak (Batam),” terang Rudi.
Pensiunan anggota Polri ini berharap masyarakat selau berhati-hati. Jika ada masalah yang kecil, jangan dibesar-besarkan. Sebab, Kota Batam yang terdiri dari berbagai suku dan agama rentan konflik.
“Bahwa ancaman selalu ada. Tugas kita memperkecil jika ada masalah. Batam rentan dengan itu (konflik),” terang Rudi.
Apalagi saat membahas uang wajib tahunan otorita (UWTO), diyakini ada pihak yang sengaja memanas-manasi keadaaan, sehingga berpotensi rusuh.
“Ada pihak yang ingin mengadu domba. Kita pun harus berhati-hati, jangan mudah terpicu isu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menanggapi informasi aksi tanggal 25 November mendatang. Ia pun meminta kepada pihak yang ikut aksi agar dapat menjaga keamanan dan kedamaian Kota Batam. Jangan sampai aksi tersebut juga merusak tatanan Kota Batam.
“Membela boleh, tapi jangan sampai daerah kita yang dibawa. Solidaritas membela wajib. Namun jangan merusak tatanan Kota Batam,” pesan Rudi
Kemarin Rudi juga mengumpulkan para mubaliq, guru MTQ dan Imam Masjid di Temegung Abdul Jamal. Selain membahas keamanan Kota Batam, acara itu juga mempererat silaturahmi antar sesama. (she)
Sejumlah alat berat yang beroperasi di proyek pelebaran jalan di Teuku Umar, Lubukbaja. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berjanji tahun 2020 seluruh jalan protokol di Batam sudah lebar dan cantik.
Rudi mengatakan, butuh biaya yang sangat besar untuk pelebaran dan perbaikan jalan, sehingga dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
“Tahun 2020, Insyallah jalan di Batam akan lebar. Beberapa daerah sudah kita lakukan seperti Nagoya , Jodoh dan Seipanas,” ujar Rudi di Batamcenter.
Menurut dia, perombakan total infrastruktur Kota Batam sesuai dengan visi misinya lima tahun ke depan. Tujuannya menangani macet dan mempercantik Kota Batam. Sehingga menambah jual Kota Batam kepada inveator yang ingin menanamkan modal serta meningkatkan jumlah wisatawan.
“Kita juga sepakat akan memasang lampu jalan. Jadi setelah pelebaran, akan ada lampu hias,” beber Rudi.
Selain meminta kerjasama dari Forum Komunikasi Perangkat daerah (FKPD), ia juga meminta dukungan dari masyarakat Kota Batam. Diantaranya dapat menjaga infrastuktur yang telah diperbaiki dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Pembangunan ini harus bersama-sama. Saya juga minta, jangan ada lagi yang buang sampah sembarangan,” tegas Rudi.
Tak hanya itu, Rudi juga meminta kerjasama dari pemilik tempat usaha di pinggir jalan, terutama kawasan Nagoya dan Jodoh. Untuk merapikan bangunan dan menyeragamkan sehingga terlihat rapi.
“Saya minta izin dan dukungan dari semua pihak,” pungkas Rudi. (She)
Wali Kota Batam M. Rudi Berikan Intruktur kepada Camat Batuaji Rinaldi M Pane untuk selalu menjaga drainse saat goro membersihkan drainase di belakang RSUD EF, belum lama ini. Foto: Dok Pemko untuk Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengalakkan gotong royong massal di titik-titik rawan banjir. Akhir pekan lalu atau Sabtu (12/11) gotong royong bersama masyarakat tersebut, dipusatkan di wilayah Tiban Centre, Sekupang dan Perumahan Marina Green Tanjunguncang, Batuaji.
Wali Kota Batam HM Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad secara terpisah bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batam mengikuti gotong royong massal tersebut.
Akhir pekan lalu, Pemko Batam fokus normaliasi drainase dengan mengunankan alat berat untuk mengangkat sampah yang menutupi drainase dan membuka akses baru, khususnya di Perumahan Marina Green Tanjung uncang.
“Goro (gotong royong) massal ini akan kita laksanakan setiap minggu. Karena keterbatasan anggaran tahun ini,jadi kita normaliasi dulu. Sekarang kan sudah masuk musim hujan,” kata Amsakar.
Selain goro tingkat kota, pada saat yang sama juga digelar goro tingkat kecamatan dan kelurahan. Pada tingkat kecamatan dan kelurahan, tak hanya pegawai dan unsur TNI/Polri, masyarakat juga turut terlibat dalam proses pembersihan lingkungan khususnya drainase.
Melihat tingkat partisipasi masyarakat di ke dua lokasi tersebut, cukup tinggi tantangan membersihkan saluran drainase. Sebab, sampah telah lama tergenang dan menimbulkan bau yang menyengat.
”Saya senang melihat partisipasi masyakat di Komplek Perumahan Marina Green ini, cukup tinggi, semoga minggu depan di lokasi yang berbeda akan lebih tinggi lagi,” tambah Amsakar.
Tanpa sungkan Wakil Wali Kota bersama-sama warga langsung turun membersihkan sampah yang menutup saluran drainase. Amsakar tidak menghiraukan bau sampah yang menyengat.
Yono, warga Perumahan Marina Green sangat senang goro massal ini dilaksanakan di perumahannya. ”Got ini sudah lama tergenang, kami tak ada alat berat. Kalau sudah di bersihkan seperti ini aliran air kami lancar dan bau busuk pun sudah tak ada lagi, dan kalau boleh minggu depan disini lagi,”katanya dengan lugas.
Di akhir kegiatan gotong royong itu, Amsakar memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang telah ikut turun membantu. Menurutnya, karena kebersihan Batam ini pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama.
”Seluruh masyarakat Kota Batam harus bahu-membahu membersihkan lingkungan, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Tentu Batam akan lebih baik dan nyaman untuk tempat tinggal,” sebutnya. (mta)
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Penipuan dengan modus sewa mobil rental sedang marak. Pengusaha rental diminta hati-hati. Salah satu korban bernama Dedi Irawan Hasibuan baru saja menjadi korbannya.
Hasibuan ditipu oleh orang yang berpura-pura menyewa mobil. Bahkan, sampai dua unit mobil sekaligus dengan waktu yang berbeda dan pelaku yang juga berbeda.
Dedi menjelaskan kronologis kejadin ini bermula dari, Nanang Mardyana yang memang sudah langganannya merental mobilnya mendatangi langsung ke rumahnya pada 21 Agustus 2016 lalu untuk merental mobil Avanza Veloz warna Silver.
“Nanang itu sudah langganan beberapa kali merental mobil saya. Secara emosi saya sudah dekat sama dia. Jadi percaya aja kalau dia mau rental mobil saya,” ungkapnya.
Kepada Dedi, Nanang mengaku waktu itu ia hendak menyewa mobil selama satu bulan, atas permintaan Hotel Radisson.
“Dia mau sewa satu bulan, saya kasi mobilnya, kemudian saya tanya mana duitnya? Terus dia bilang, aku mau tunjukin ke hotel dulu, setelah cocok nanti akan dibayar di depan,” terangnya.
Setelah kunci mobil dan foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diberikan kepada Nanang, kemudian Nanang kembali meminta STNK asli kepada Dedi. Saat itu Nanang beralasan kepada Dedi bahwa yang meminta STNK asli itu adalah pihak hotel sebagai penyewa.
“Satu minggu kemudian dia membayar duit sewa sama saya sebesar empat juta tiga ratus untuk sewa mobil sebelumnya,” katanya.
Setelah membayar uang sewa mobil, kemudian Nanang kembali meminta kepada Dedi untuk menyediakan satu unit mobil Avanza Putih atas permintaan dari pihak hotel, pada 4 November 2016.
“Dia minta Avanza putih itu dia bilang kalau sekarang ini dia lagi di Solo, nanti kawan aku (Ismed, red) yang akan jemput ke sana,” ujarnya.
Dedi yang telah kenal baik dengan Nanang, lagi-lagi percaya dan kembali menyediakan dan memberikan satu unit mobil Avanza warna putih kepada Ismed. Namun, penggelapan yang akan dilakukan Nanang bersama Ismed akhirnya terbongkar, setelah Asep yang hendak membeli mobil rental itu menelpon ke bank BCA.
“Siang itu dia pinjam mobil saya, kemudian sorenya dia mau transaksi jual beli. Untungnya Asep ini jeli, dan menelpon ke BCA dan dibilang orang BCA kalau mobil itu milik saya. Lalu Asep menelpon saya, saya bilang sama dia, itu mobil saya dirental,” terangnya.
Setelah mendapatkan informasi dari Asep bahwa mobil yang direntalkannya hendak dijual oleh Ismed, kemudian Dedi pun menghampiri Asep dan Ismed bersama marketing Bank BCA untuk menjemput mobilnya ke Hotel Planet Holiday, Jodoh.
“Dari pengakuan temannya Nanang itu dia bilang kalau dia tidak tahu ini mobil rental. Nanang hanya suruh dia jual. Kemudian di cek surat-suratnya dipalsukan sama mereka. Dia memalsukan surat keterangan dari bank tentang Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil,” katanya.
Saat ditemui oleh Dedi, Ismed pada saat itu juga terlihat memakai mobil milik pengusaha rental mobil lainnya, Andi.
“Kawan ini (Ismed, red) waktu itu pakai mobil kawan saya juga. Kemudian saya bilang sama kawan saya kalau orang ini tak jelas. Kemudian dia tak percaya dan langsung dilacaknya,” ujarnya.
Setelah dilacak oleh Andi, ternyata ia juga menjadi korban dari Ismed. Mobil Avanza hitam milik Andi ternyata juga telah dijual oleh Ismed seharga Rp 50 juta kepada warga Batuaji.
“Dia kemarin itu minjam mobil Andi dua unit juga. Yang pertama dipakainya kemarin itu Ayla hitam, dan yang sudah dijualnya Avanza Veloz hitam seharga 50 juta. Dia menjualnya sama tetangga yang juga membeli mobil Avanza punya saya,” katanya lagi.
Meski merasa tertipu oleh Nanang dan Ismed, Dedi tidak melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Karena mobilnya telah ditemukan.
“Kalau lapor polisi nanti sulit. Kita harus urus surat-surat pinjam pakai. Nanti ribet, yang penting sekarang mobil sudah ketemu. Jadi nanti saya membawa marketing BCA aja untuk jemput mobil itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Yani yang menjadi korban membeli mobil rental ini mengungkapkan awalnya ia ditawar oleh pelaku untuk membeli mobil yang mengalami kredit macet oleh Nanang. Karena tergiur dengan harga yang murah ditawarkan oleh Nanang, kemudian Yani pun menyanggupi harga yang ditawarkan oleh Nanang.
“Alasan dia menjual kepada saya itu ada orang yang terdesak. Saya tidak terlalu mengetahui dalam urusan jual beli mobil. Kemarin saya beli mobil Avanza ini seharga empat puluh juta, dengan sisa angsuran tiga puluh bulan lagi,” ujarnya.
Setelah mengetahui mobil tersebut merupakan mobil rental yang dijualkan kepadanya, Yani pun melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Barelang atas dasar penipuan.
“Kejadian ini sudah saya laporkan tadi (kemarin) di Polresta Barelang,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Polda Kepri akan menggelar operasi zebra mulai 16-29 November di beberapa titik jalan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.
Operasi ini untuk memberikan penyuluhan dan juga menertibkan pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.
“Operasinya dua minggu,” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Kombes Pol AKBP Asep Hikmawa kepada Batam Pos, belum lama ini.
Dalam operasi ini melibatkan unsur seluruh jajaran Satlantas Polda Kepri, baik itu Polresta maupun Polsek. Mengenai titik pelaksanaan, Asep masih merahasiakannya.
“Nanti pas Rabu saja, kami susun,” ucapnya.
Diharapkan pengendara dapat mematuhi aturan yang ada. Sebab peraturan lalulintas dibuat untuk untuk menyelamatkan pengendara dari hal-hal yang tak diinginkan.
Dari operasi zebra sebelumnya, pihak kepolisian menertibkan pengendara yang melawan arus, menerobos lampu merah, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak membawa surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), tak memiliki plat nomor polisi yang asli, alat standar yang tak lengkap seperti spion dan lampu.
Selain itu, pengendara akan ditertibkan yakni tidak menggunakan helm (khusus pengendara motor,red), dan tidak menggunakan sabuk pengaman (khusus pengendara mobil,red). (ska)
batampos.co.id – Batam terancam krisis listrik. Penyebabnya, PLN Batam masih menjual listrik di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP).
Kondisi ini membuat keuangan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam terus memburuk.
Hasil audit Price Waterhouse Coopers (PWC), keuangan PLN Batam sudah minus Rp26 Miliar.
Kini, mereka mulai kesulitan membeli energi primer yang saban bulan harus dikeluarkan sebanyak 6 juta US Dolar atau sekitar Rp70 miliar. Karena tak mendapatkan subsisi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah, PLN terpaksa meminjam sana sini.
“Kalau kondisinya begini terus, Batam gak bisa terang. Kalau PLN tak mampu membeli energi primer, dampaknya bukan hanya di Batam, tapi sampai ke Pinang dan Bintan,” kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) b’right PLN Batam, Salusra Wijaya.
Angka yang harus dikeluarkan setiap bulan itu sambung Salusra, di luar gaji karyawan serta opersional perusahaan.
Parahnya lagi, hasil pinjaman PLN hanya mampu bertahan hingga dua bulan kedepan. Lepas dari itu, keandalan listrik di Batam serta wilayah Bintan dan Pinang akan mengalami goncangan.
“Gak bisa lebih dari itu (dua bulan). Kita sudah ketemu BPK, kami welcome untuk diaudit, kita sangat terbuka,” ungkapnya.
Salusra mengatakan, tarif yang ada saat ini berlaku sejak tahun 2014, ketika dolar masih Rp11 ribu. “Saat ini dolar sudah Rp13 ribu,” katanya.
Sayangnya, kenaikan dolar yang sejalan lurus dengan kenaikan biaya primer itu tak dibarengi dengan penyesuaian tarif listrik berkala (PTLB) yang sejatinya dilakukan per tiga bulan sekali. Akibatnya, selama dua tahun terakhir, PLN Batam harus menanggung kerugian. Mereka bertahan dengan deposito bank hingga pinjaman dari lembaga lain.
Kini, tabungan dan uang pinjaman sudah tergerus. Agar keandalan listrik tetap terjaga, PLN berharap penyesuian tarif listrik setara nasional yang sudah disetujui Pemrov Kepri itu segera direstui DPRD Provinsi Kepri.
Apalagi penyesuaian tarif hanya menyasar golongan konsumen rumah tangga yang menggunakan daya 1.300 Volt Amper (VA) hingga 2.200 VA .
Sedangkan golongan Bisnis, Industri, serta golongan rumah tangga yang ada di bawah itu tidak ada penyesuaian. “Kami gak minta kenaikan, tapi penyesuaian setara nasional, kita naikan pun tak melampui tarif nasional,” katanya lagi.
Bila ada keuntungan, PLN berjanji akan menginvestasikannya untuk pembangunan pembangkit baru. Sehingga mereka dapat menjawab pertumbuhan pelanggan yang mencapai 10 persen pertahun.
“Kalau 10 persen saja pertumbuhannya, kita harus mempersipkan energi kurang lebih 40 MW pertahun. Untuk 40 MW, setidaknya kita harus mempersiapkan Rp400 hingga 500 Miliar pertahun,” ungkapnya.
Dengan pertumbuhan sebesar itu, beban mampu PLN Batam saat ini sebesar 430 MW hanya mampu bertahan hingga dua tahun kedepan. Dengan perhitungan beban puncak saat ini sebesar 370 MW.
“Dengan investasi sebesar itu, tak cukup hanya mengandalkan tarif yang ada sekarang,” bebernya.
Tarif di Batam jauh lebih murah bila dibandingkan tarif nasional, bahkan lebih murah dari harga sebatang rokok.
Saat ini, harga tarif listrik di Batam untuk kategori R1 (rumah tangga) Rp950, R2 Rp1.089 dan R3 Rp1.128 per kwh. Sementara secara nasional tarif listrik rumah tangga sudah berada diangka Rp1.509.
Padahal satu kwk listrik, dapat digunakan untuk melistriki peralatan elektronik yang memiliki daya hingga seribu watt.
Menyalakan empat lampu LED 9 watt selama27 jam, menonton TV LED 32” 100 watt selama 10 jam, menggunakan setrika listrik 250 watt selama empat jam.
Menghangatkan nasi dengan rice cooker 100 watt selama 10 jam. Bisa juga mencharge handphone dengan daya 4 watt dapat digunakan untuk 75 hari. Dengan estimasi waktu charge dua jam per hari. “Jadi satu kwh, bisa kita pakai untuk melistriki 1000 watt,” paparnya. (hgt)
Sejumlah toko di kawasan Nagoya dan Jodoh memilih tutup sebagai bentuk protes kenaikan tarif UWTO. Foto: eggi/batampos
batampos.co.id – Pemilik toko di kawasan bisnis Nagoya, Jodoh, dan sekitarnya ramai-ramai menutup toko mereka sejak, Senin pagi (14/11/2016).
Penutupan toko ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemberlakukan tarif baru uang wajib tahunan Otorita (UWTO) yang kini sudah diberlakukan BP Batam.
Namun, penutupan toko-toko tersebut tidak sampai melumpuhkan Batam karena sejumlah toko sembako masih terlihat tetap buka, khususnya di luar kawasan Nagoya dan Jodoh.
Pasar pagi Tos 3000 yang merupakan pasar teramai di Batam masih tetap menggeliat dari sejak dini hari.
Fandi, salah satu pemilik toko mengatakan ia menutup tokonya setelah mendapatkan brosur penolakan UWTO. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas penolakan tarif baru UWTO.
“Saya juga sangat tak setuju dengan kenaikan UWTO,” ujar pemilik toko elektronik di pertokoan Bumi Indah, Nagoya.
Penutupan toko ini direncanakan bakal berlangsung selama tiga hari. (eggi/nur)