Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13977

Datang ke Batam untuk nJambret, 20 Hari 32 Kali Beraksi

0

batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang telah melakukan aksinya sebanyak 32 kali selama 20 hari!

Dua orang pelaku yang saat ini diamankan yakni L, 29, sebagai joki dan AT, 19, sebagai eksekutor. Saat ini polisi masih memburu dua orang pelaku lainnya yang masih satu komplotan sama mereka.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani mengungkapkan penangkapan terhadap dua orang penjambret ini berawal dari laporan korban Risma S ke Mapolsek Batuampar pada 31 Agustus 2016 sekira pukul 19.00 WIB.

Korban yang pada saat itu yang hendak pulang dari rumah kakaknya yang berada di Taman Baloi Mas tiba-tiba dipepet oleh pelaku saat melintas di samping Polsek Batuampar.

Pelaku yang pada saat itu menarik tas korban secara paksa membuat korban terjatuh dan mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan, di kaki kanan dan kiri.

“Saat itu pelakunya memepet korban dari sebelah kanan kemudian pelaku yang dibonceng langsung menarik tas korban yang saat itu diselempangkan di badannya dengan posisi tas berada di depan korban,” ungkap Kahardani, Selasa (6/9).

Setelah melaporkan korban membuat laporan ke Polsek Batuampar, Unit Reskrim Polsek Batuampar langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya Unit Reskrim Polsek Batuampar mendapatkan informasi bahwa dua orang penjambret ditangkap warga saat melakukan aksinya di kawasan Sei Panas.

Setelah tertangkap oleh warga, dua orang pelaku itu langsung diamankan ke Polsek Bengkong.

“Mendapat laporan itu kami langsung menuju ke Polsek Bengkong dan mencocokkan barang bukti yang masih sama pelaku.

“Saat itu kita lakukan pencocokan dan sama. Lalu pelaku langsung kami bawa ke Polsek,” lanjutnya.

Setelah diamankan di Polsek Batuampar, kepada polisi pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 32 kali selama 20 hari berada di Batam.

“Mereka sebenarnya berempat, yang dua orang masih lari dan statusnya menjadi DPO. Mereka memang sengaja ke Batam untuk menjambret,” terangnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Yamaha V Xion warna putih Nopol BP 5196 QF yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya dan beberapa barang berharga korban.

Selain itu, Kahardani menghimbau kepada seluruh masyakat yang pernah menjadi korban penjambretan untuk membuat laporan ke polisi.

“Kepada masyarakat yang jadi korban segera melapor ke polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, L mengaku terpaksa melakukan aksi jambret karena belum mendapatkan pekerjaan setelah 19 hari di Batam.

Dalam menjalankan aksinya, L mendapatkan hasil dari sekali melakukan penjambretan sebesar Rp 2 juta.

“Kalau dapatnya beragam Pak, paling besar saya pernah mendapatkan 2 juta uang di dalam dompet korban,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (egi)

Jika Tidak Cepat Ditangani, Imigran Gelap Akan Timbulkan Masalah Sosial

0

Ader Humas Pemko Batam untuk Batam Posbatampos.co.id – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menilai, banyaknya pencari suaka di Taman Aspirasi, Batamkota akan berdampak kepada masalah sosial.

Apalagi, International Organization for Migration selaku organisasi yang menaungi imigran itu sudah terang-terangan mengaku tak bertanggungjawab lagi.

“Melalui imigrasi, IOM langsung menyurati DPRD. Isinya, imigran di Taman Aspirasi, sudah di luar tanggungjawab IOM,” ujar Nuryanto yang akrab disapa Cak Nur, kemarin.

Menanggapi hal ini, Politisi PDIP tersebut mengaku sudah melayangkan surat ke Pemko Batam untuk segera menggelar rapat dengan SKPD dan pihak-pihak terkait.

“Kita langsung kirim surat ke Pemko, untuk segera dibahas di tingkat daerah. Karena kalau lama dibiarkan akan berdampak ke masalah sosial,” tuturnya.

Masalah sosial yang dimaksud, kata Cak Nur, seperti kekerasan, pencurian serta perbuatan melanggar hukum lainnya.

“Mereka kan perlu makan dan minum. Kalau sudah tak ada lagi yang bertanggungjawab atau membiayai, tak bisa dipungkiri masalah sosial ini akan muncul dengan sendirinya,” sebutnya lagi.

Terkait kelanjutan rekomendasi yang diserahkan DPRD Batam, ia mengaku sudah diterima Walikota Batam Muhamad Rudi.

“Pagi tadi, Senin (5/9) selesai upacara, walikota sudah menyinggung masalah imigrasi gelap ini. Saat itu, ia berjanji akan segera menggelar rapat bersama SKPD di muspida,” pungkasnya.

Diketahui, jumlah pencari suaka di Batam kian bertambah. Selain Hotel Kolekta Batam, Taman Aspirasi, depan Gedung DPRD Batam, juga menjadi rumah dan tempat tinggal imigran dari Timur Tengah tersebut.

Dalam keseharianya, imigran ini tidur di taman dengan mendirikan tenda beralasakan spanduk dan kertas kardus. Bila malam tiba, mereka akan pindah ke parkiran DPRD Batam.

Area lantai DPRD menjadi tempat beristirahat mereka. Puluhan pencari suaka tersebut bukanlah tidak mempunyai identitas jelas.

Mereka sudah dibekali selembar surat dari UNHCR yang berkantor di Jakarta. Akibat tak jelas nasib disana mereka menjadikan Batam sebagai tujuan.

Salah satu imigran mengaku, sudah lebih tiga bulan tinggal di Batam. Mereka berharap pemerintah dan PBB dalam hal ini lembaga yang menangani masalah imigran untuk memberikan bantuan suaka. (rng)

Sektor Wisata Semakin Menjanjikan

0
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun mengapresiasi kesadaran masyarakat Batam menggelar berbagai iven yang menggugah minat wisatawan untuk hadir. Apalagi, iven yang dijual berbentuk budaya lokal yang sememangnya sudah akrab dengan masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Gubernur pada Pentas Seni dan Malam Penutupan Pesta Anak Pantai, Tanjung Riau, Batam, Ahad (4/9) malam. Menurut Gubernur Nurdin, sektor kepariwisataan semakin menjanjikan. Apalagi Batam sebagai salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara. Juga tak sedikit wisawan lokal yang berkunjung.

“Semoga ini menjadi iven tahunan. Jual budayanya dengan promosi yang hebat,” kata Nurdin.

Indonesia kini, kata Nurdin, sudah mengedepankan sektor yang terkait kelautan. Untuk itu, momen ini harus dimanfaatkan. “Kalau dulu kita dianggap membelakangi laut, sekarang sudah harus dijadikan sumber utama sektor ekonomi,” kata Nurdin.

Sektor pariwisata dari iven-iven yang berhubungan denga laut memang digarap serius oleh pemerintah. Tahun ini, misalnya, dalam iven Sail Selat Karimata, Negeri Segantang Lada ini mengedepankan Festival Bahari Kepri.

Gubernur mengajak semua masyarakat Kepri ikut menyukseskan iven yang berlangsung 20-30 Oktober 2016 ini.

Dalam Pesta Anak Pantai 2016, sejumlah iven digelar masyarakat Tanjungriau, seperti lomba sampan, speed boat, lomba jong dan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Solekhan, berterima kasih atas kehadiran Gubernur Nurdin pada malam penutupan Pesta Anak Pantai. “Hilang rasa penat dalam menggelar pesta ini dengan kehadiran Pak Gubernur,” kata Solekhan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyumbang lima unit sepeda untuk dibagikan dalam doorprize. Lima nomor undian langsung dicabut dan dibagikan Gubernur Nurdin.(bni/bpos)

Izin Domisili Usaha Tetap Dikeluarkan Oleh Kecamatan

0
Bisnis properti di Karimun tumbuh pesat seiring kenaikan investasi. foto:tri haryono/batampos
ilustrasi. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Penanaman Modal (BPM), Gustian Riau mengelak dikaitkan dengan urusan pemberian izin domisili usaha.

Menurutnya izin domisili itu dikeluarkan oleh Kecamatan dimana tempat usaha itu berdiri.

“Urusannya di Kecamatan, bukan wewenang BPM,” ujar Gustian yang dihubungi kemarin siang.

Dikatakannya, izin domisili usaha berpengaruh dengan laporan penanaman modal. Yang mana, izin usaha harus menyertakan izin domisili. Karena itu penting adanya laporan setiap tahun atas izin domisili tersebut.

“Ini untuk mengetahui lokasi usaha tersebut. Apakah usaha pengusaha tersebut masih disana atau tidaknya,”ujar Gustian.

Dilapangan pihaknya sering mendapati tempat usaha yang dilaporkan tidak lagi berada di lokasi. Karena itu, penting rasanya jika laporan domisili usaha setiap tahun.

“Banyak yang kita temui jika tempat usaha yang kita cari tidak disana, ini yang menjadi kekhawatiran,” jelas Gustian lagi.

Apalagi pengurusan izin domisili usaha juga tak terlalu ribet. Karena mereka hanya membawa surat pengantar dari RT dan RW setempat.

“Sudah ada SOPnya, tak susah,” beber Gustian.

Sementara, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad akan membahas keluhan pengusaha dengan internal Pemko Batam. Jika memang hal itu memberatkan, dirinya akan memanggil pihak terkait pemberian izin tersebut.

“Kita bahas internal, prosesnya akan saya pelajari dulu,” jelas Amsakar.

Menurut dia, pada dasarnya domisili usaha itu sangatlah penting untuk mengetahui lokasi pasti usaha tersebut.

“Hakikatnya penting. Sejauh ini saya juga jarang mendengar ada yang terganggu atas izin ini,” pungkas Amsakar. (she)

Masyarakat Makin Taat, Dispenda Targetkan PBB Rp 105 Miliar Hingga Desember Nanti

0

pajakbatampos.co.id – Dinas Pendapatan (Dispenda ) Kota Batam menargetkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bisa terpenuhi jelang Desember 2016 nanti.

Untuk tahun 2016 ini Dispenda ditarget sebesar Rp 105 miliar dari pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Dispenda Kota Batam, Jefridin mengatakan untuk triwulan kedua ini realisasi dari PBB sudah mencapai 97 persen dari target Rp 105 miliar. Menurutnya tahun ini ada peningkatan kepatuhan wajib pajak terhadap pembayaran pajak di Batam.

Jika tahun lalu pencapaian di triwulan kedua hanya 81 persen sekarang naik menjadi 97 persen.

“Meningkat sekitar 14 persen, jika dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, pemerintah juga terus berupaya dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui PBB, seperti menggelar sosialisasi hingga kelurahan, menyampaikan melalui media.

Selain itu denda yang diberlakukan oleh pemerintah kepada wajib pajak membuat wajib pajak menjadi taat.

“Ada denda sebesar dua persen jika telat membayar,” ujarnya.

Pembayaran pajak, lanjutnya sering kali dilakukan apabila mendekati waktu jatuh tempo yang diberikan. Selama periode Agustus ini saja, Dispenda menerima hingga Rp 50 miliar setoran PBB.

“Dekat deadline, jadi mereka pada bayar pajak,” ujarnya.

Disinggung mengenai daerah dengan PBB terbesar, pria yang pernah mejadi guru ini mengatakan, Kecamatan Batam Kota masih menjadi penyumbang terbesar PBB, jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya.

“Jumlahnya saya lupa, tapi mereka punya market penyumbang terbesar,” kata dia.(cr17)

Ditolak DPRD, Pemko Batam Sempurnakan SOTK Baru

0
Agussahiman, Sekda Batam. Foto: istimewa
Agussahiman, Sekda Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Satu minggu pasca ditolak DPRD Batam, Pemko Batam ternyata belum mampu menyempurnakan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru sesuai PP 18 tahun 2016. Padahal intruksi Kementrian Dalam Negeri meminta pengesahan SOTK harus selesai awal September yang juga disertai dokumen perencanaan pembangunan.

Baca Juga: Tujuh SKPD Dihilangkan Pemko Batam Rampingkan SOTK

Sekretaris Kota (Sekda) Kota Batam Agussahiman mengatakan SOTK masih dalam tahap penyempurnaan. Ada beberapa hal yang harus disempurnakan lagi setelah mendapat penolakan dewan.

“Masih belum, masih ada penyempurnaan teknis. Mudah-mudahan secepatnya,” ujar Agussahiman di kantor Pemko Batam, Senin, (5/9/2016).

Tak hanya SOTK, jadwal lelang calon Sekretaris Daerah (Sekda) Batam juga belum mendapatkan waktu yang pasti. Sehingga lelang jabatan strategis itu belum dilakukan.

“Belum, kita sudah mendapat rekomendasi pusat dan sudah ada tim pansel. Namun untuk waktu lelang belum ditentukan,” sebut Agussahiman.

Sebelumnya Walikota Batam (Muhammad Rudi) sudah menandatangi surat rekomendasi Pansel Sekda Kota Batam. SK itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk mendapat rekomendasi dari pusat.

Komposisi Pansel khusus pejabat eselon II A ini tak hanya dari kalangan pejabat saja. Namun juga dari BKN Kanreg 2 Riau Kepri, Pengamat, Akademisi serta budayawan. (she)

Miris! Tegur Warga Buang Sampah Sembarangan, Kakek Ini Nyaris Dikeroyok

0
Holong Aritonang, 55, warga Ruli Kebun Sayur Seibinti berjualan minyak enceran sekaligus menjaga warga yang buang sampah sembarangan di depan perumahan PGRI Sagulung.F Ahmad Yani Batam Pos
Holong Aritonang, 55, warga Ruli Kebun Sayur Seibinti berjualan minyak enceran sekaligus menjaga warga yang buang sampah sembarangan di depan perumahan PGRI Sagulung.F Ahmad Yani Batam Pos

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat lemah, sampah masih saja dibuang disembatangan tempat hingga berbau busuk dan mengganggu aktivitas warga.

Holong Aritonang warga Ruli Kebun Sayur Seibinti penjual minyak enceran di pinggir Jalan raya menuju Seilekop tepat di depan Perumahan PGRI kampung Becek, Seibinti kerap diajak berantam saat menegur warga yang membuang sampah sembarangan.

Rasa kepedulian terhadap kebersihan itu dilakukan karena membuat aktivitasnya sering terganggu atas bau busuk dari tumpukan sampah di depan Perumah PGRI. Setiap hari Holong selalu berada di lokasi tersebut sebagai penjual bensin enceran. Tidak jauh dari tempatnya berjualannya sampah selalu dibuang hingga bertumpuk tidak pernah diangkut.

“Gorong-gorong pun sudah tertutup,” ujar Holong kepada Batam Pos, Senin (5/6).

Akibatnya, kata Holong ketika sudah musim hujan tiba air pun meluap hingga ke badan jalan. Jalan pun mejadi tergenang air.

“Banjir 30 cm ada di atas jalan,” kata pria bertubuh gelap itu.

Halong saat dijumpai memakai baju berwarna biru berkerah, memakai celana pendek selutut bewarna abu-abu mengatalan di lokasi tersebut kerap sekali sampah dibuang oleh warga yang tidak tahu dari mana datangnya.

“Paling banyak dibuang pada pagi hari sambil di atas motor mereka buang,” kata lelaki berusia 55 tahun.

Halong yang berwajah keriput menuturkan padahal sudah jelas tertulis larangan jangan buang sampah di sana, hal itu tetap saja dilanggar oleh warga yang dianggap tidak memiliki kesadaran diri atas kebersihan.

“Besar tulisan dari Dinas Kebersihan dilarang buang di sana,” kata Orangtua enam anak ini.

Kejadian tersebut sudah terjadi tiga bulan belakagan ini. Sampai hari ini masih menjadi tempat pembuangan oleh warga. Untuk mengurangi tumpukan yang berlebihan sampah kerap dibakar Halong.

“Kalau nggak dibakar pasti sudah menggunung,” ungkap Suami Atik.

Di tempat tersebut setiap hari Halong selau berjaga melarang warga yang membuang sampah sembari berjualan minyak bensin kepada pengendara. Ketika melarang warga Halong sering diajak berantam dan hampir dikeroyok orang.

“Saya tegur saya yang diajak berantam. Malah ada yang bentak saya dia tanya apa hak kamu melarang saya buang di sini,” kenang Holang.

Saking jengkelnya atas warga yang sembarangan membuang sampah, Halong kerap mengusir warga menggunakan parang. Namun tetap saja tidak ditakuti oleh warga.

“Saya siapakan parang untuk larang warga buang sampah,” tukasnya.

Meski terus diperlakukan kasar oleh warga. Ia enggan meladeni warga yang mengajak dirinya berantam takut hal itu akan membur permasalahan semakin rumit.

“Kalau diladeni pasti berkelai, tapi saya tetap tegur baik-baik jangan buang sampah di sini lagi,” bebernya.

Pagi ini, (Senin, red) secara bergantian dirinya hampir berantam dengan dua orang warga yang membuang sampah di tempat tersebut.

“Saya dimaki dan diajak berkelahi dua orang, pagi ini. Padahal tepat pembuangan sampah sudah disediakan oleh Dinas Kebersihan di depan Pasar Fanindo, masih juga buang di sini,” sesalnya.

Sementara itu, selain Halong, Namsen Gulton tukang tambal ban yang berlapak di samping Halong juga mengaku kesal atas ketidak pedulian warga.

“Kalau kita diberi tanggung jawab dari dinas kita lebih berani ngusir warga yang buang sampah sembarang,” kata Nasmen.

Setiap warga yang ditegur mereka selalu melawan dan menanyakan apa hak melarang. “Kita nggak bisa bertindak lagi jadinya,” tutupnya.(Ahmad Yani)

Karya Video PLN Batam Sabet Penghargaan pada IPRAS 2016

0

Sering nonton iklan bright PLN Batam di videotron yang ada di simpang jalan?!

Tahukah Anda, lewat karya komunikasi seperti itu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang berdiri pada 3 Oktober 2000 itu meraih penghargaan pada ajang The 5th Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS) 2016 yang dihelat oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Dewan Pers.

bright PLN Batam sukses menjadi pemenang pertama karya inspirasi untuk program Public Relation kategori BUMD/Perusahaan Lokal bersanding dengan Bank Kaltim sebagai pemenang 2 serta Bank Sumut sebagai pemenang ketiga.

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan atas program bright PLN Batam dibidang komunikasi yaitu Sosialisasi Layanan Pelanggan Melalui Digital Advertise Dan Prekuel Video Viral Untuk Meningkatkan Reputasi Perusahaan.

IPRAS merupakan penghargaan kali kedua  di Tahun 2016 yang diterima oleh bright PLN Batam dari SPS setelah bulan Mei lalu menerima penghargaan SUMPRIMAS untuk media eksposure BUMD selama 2015.

Program IPRAS merupakan agenda tahunan untuk mengapresiasi peran serta humas atau praktisi komunikasi di setiap lembaga/institusi. IPRAS tahun 2016 ini diikuti oleh 21perusahaan dan lembaga dengan total  26 program/entri PR.Dari 26 program/entri tersebut dipilih beberapa program PR sebagai nominator yang dipresentasikan di depan dewan juri antara lain

  • Maria Wongsonagoro (President IPM Public Relations),
  • Silih Agung Wasesa (Wakil Ketua Umum APPRI),
  • Jannette Pinarya (Executive Dean Public Relations Studies, Marketing Communication Studies and International Relations Studies (LSPR)),
  • Bambang Halintar (Wakil Pemimpin Umum Majalah SWA),
  • Ariani Djalal (Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden).
Agus Subekti Corporate Secretary bright PLN Batam, (paling kanan) saat menerima penghargaan IPRAS
Agus Subekti Corporate Secretary bright PLN Batam, (paling kanan) saat menerima penghargaan IPRAS

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Ketua KPK, Saud Situmorang kepada 16 penerima penghargaan inspirasional PR dengan kategori Korporasi Swasta Nasional & Multinasional,kategori Program PR BUMN, Kategori Program PR BUMD/Perusahaan Daerah,Kategori Kementerian & Lembaga.

“Suatu kehormatan bagi bright PLN Batam bisa bersaing dengan perusahaan- perusahaan multinasional serta global dan memenangkan penghargaan,yang kita lakukan sangat simple sekali kami melakukan sosialisasi audio visual kepada masyarakat menggunakan teknologi dan melalui media sosial”, ujar Agus Subekti Corporate Secretary bright PLN Batam setelah menerima penghargaan IPRAS.

bright PLN Batam selalu berusaha melakukan berbagai macam inovasi untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses informasi dan juga merasakan pelayanan yang excellent dari bright PLN Batam

Selain IPRAS,acara yang digelar di Semarang pada tanggal 31 Agustus 2016, juga memberikan penghargaan IMRAS (Indonesia Media Research & Awards) kepada para dosen/akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, berkat penelitian inspirasional-nya yang telah dipresentasikan dalam call for paper tentang tren pola konsumsi media di Indonesia tahun 2016..Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh inspirasional diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Mereka membagikan kisah-kisah sukses dalam menciptakan program-program yang akhirnya dapat menjadi inovasi untuk memajukan daerah dan pariwisata Indonesia. (rilis)

Kapolda: Radio Hang FM Bukan Penyebar Paham Radikalisme

0
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigus
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian. Foto: batampos

batampos.co.id –  Tudingan media Singapura yang menyebut Radio Dakwah Islam Hang FM Batam sebagai penyebar ajaran radikalisme, sama sekali tidak benar.

Kapolda Kepri pun angkat bicara soal tudingan tersebut. “Tak benar informasi itu,” tegas Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Senin (5/9/2016) di Mapolda Kepri.

Sam pun meminta masyarakat tak mempercayai informasi atau pemberitaan yang tidak benar, yang sumbernya tak jelas.

Baca Juga:
> Media Singapura Ngawur, Sebut 300 Orang Gergaji Antena Radio Hang FM
> Hang FM, Radio Anti Radikalisme dari Batam
> Radio Hang FM Tolak Paham Radikalisme
> Singapura Tuding Radio Dakwah di Batam Penyebar Paham Radikalisme

Ia mengatakan kalaupun informasi tersebut benar, maka sudah ditindak oleh instansi di Kepri. Tapi kenyataanya, Radio Hang FM tetap eksis kerena memang bukan radio penyebar radikalisme.

Kapolda menilai informasi ini (tudingan media Singapura, red) seolah mendeskreditkan satu agama.

“Ajaran Islam itu bukan untuk radikal,” tegas Kapolda.

Radio Hang FM selama ini justeru mengajarkan bagaimana umat Islam menjadi lebih taat dan beribadah sesuai dengan yang disyariatkan dalam Alquran dan sunnah.

“Jangan dikonotasikan ke hal-hal yang lain seperti jihad,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan penindakan terhadap Radio Hang FM. Sebab, hingga sejauh ini Kementrian Agama menilai tak ada penyimpangan di Radio Hang FM.

“Jadi jangan menekan Polri untuk menindak,” ujarnya.

Kapolda mengatakan informasi tidak benar dan tidak akurat yang dipublis media Singapura tentang Hang FM berpotensi memecah belah bangsa dan merusak rasa persatuan.

“Kita negara yang mengusung Bhineka Tunggal Ika, jadi mari menjaga kerukunan beragama. Jangan terpengaruh informasi yang tidak benar,” pungkasnya. (ska)

BP Batam Akan Rekrut 11 Juru Gambar Baru

0

BPbatam logo banner4batampos.co.id – Tampaknya Badan Pengusahaan (BP) Batam benar-benar serius dalam menyelesaikan permasalahan yang sudah turun temurun terjadi di Batam.

Langkah terbaru yang akan dilakukan adalah merekrut juru gambar untuk mendapatkan data lahan yang akurat.

“Sebenarnya teknis site plan sudah pakai komputer, namun juru gambar kita sampai saat ini hanya ada dua orang,” jelas Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, kemarin (5/9).

Dengan mengandalkan dua orang juru gambar saja, Eko mengakui sangat sulit untuk mengakomodir permintaan pengalokasian lahan yang terus meningkat tiap tahunnya.

“Terkadang juru gambar tersebut mengambil gambar dan mengukur lahan bisa sampai 3 atau 4 kali. Hal tersebut yang buat prosesnya lama,” katanya.

Idealnya untuk saat ini, BP Batam membutuhkan 10 atau 11 juru gambar agar bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Dan mereka harus juru ukur yang berlisensi,” jelasnya.

Hal ini sudah dibicarakan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan mendapat respon yang positif.

“Kalau sudah terpenuhi, bukan hanya penerbitan Penetapan Lahan (PL) yang cepat, namun pecah PL dan juga rekomendasi bisa cepat,” jelasnya.

Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga sudah setuju untuk buka loket di Kantor Badan Penanaman Modal (BPM) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam di gedung Sumatera Promotion Centre (SPC) Batam.

“Dengan permohonan alokasi lahan yang sudah online dan sejumlah langkah ini, maka tidak akan ada lagi tumpang tindih,” cetus Eko.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim mengungkapkan sangat setuju dengan langkah yang diambil BP Batam.

“Kalau mau buat layanan online, harap diperhatikan juga persyaratan Izin Peralihan Hak (IPH),” ujarnya.

Walaupun sudah menganut paham berbasis online, jika syarat yang diajukan untuk mendapatkan sebuah izin masih juga terlalu banyak, Djaja menganggapnya akan sama saja seperti sebelumnya.

“Banyak izin yang yurisdiksinya milik notaris malah dikerjakan oleh BP Batam, kan itu ribet,” katanya lagi.

Saat ini, jika sebuah perusahaan properti ingin mengajukan permohonan alokasi lahan, maka harus memiliki 26 izin yang harus diurus baik ke BP Batam maupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Paket ekonomi 13 banyak memangkas birokrasi perizinan, alangkah indahnya dari 26 tersebut berkurang jadi 11 saja,” harap Djaja.(leo)