Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13978

Dihantam Truk, Pasangan Suami Istri Tewas, Anak Selamat

0
ilustrasi lakalantas
ilustrasi lakalantas

batampos.co.id -Ruas jalan Seitemiang arah Sekupang, tepatnya di Simpang Perumahan Air Mas Bandar Paradise, kembali menelan korban. Pasangan suami istri Rico Supriyanto dan Ita Anggraini yang mengendarai motor Verza bersama anaknya dihantam truk, Minggu (4/9/2016) pagi. Rico dan istrinya tewas, sementara anaknya selamat dan dirawat di rumah sakit lain.

Pantauan batampos.co.id di RSUD Embung Fatimah Minggu siang, tampak puluhan keluarga pasutri ini menjemput mayat Pasutri itu di RSUD Embung Fatimah. Mereka berderai air mata.

“Anaknya belum ditemukan, mungkin dibawa warga ke rumah sakit lain, mudah-mudahan selamat. Ibu-bapaknya meninggal di tempat,” ujar seorang warga yang mengaku tetangga korban di Keveling Seilekop RT01/ RW 10, Sagulung, saat ikut menjemput jenazah pasutri tersebut.

Kanit Laka-lantas Polresta Barelang, Iptu Arman, membenarkan kejadian itu. Ia menceritakan, lakalantas ini bermula saat satu unit mini bus yang merem secara mendadak karena hendek mengambil penumpang, tepat di persimpangan.

saat korban mengendarai motor Honda Verza BP 3649 MO dihantam truk ruck BP 9052 HG yg dikemudikan Togu Pahala Samosir. Mobil ini diketahui melaju kencang dari arah simpang Seiharapan menuju Simpang Basecamp, Batuaji.

“Karena terlalu kencang, makanya tak sempat lagi ngerem,” ujar Arman, Senin (5/9/2016).

Dari arah belakang, pengemudi truk BP 9052 HG yang diketahui bernama Togu Pahala Samosir tak bisa mengendalikan mobil hingga banting stir ke kanan. Saat bersamaan Rico yang mengendarai Honda Verza BP 3649 MO datang dari Simpang Basecamp.

Truk tersebut menghantam sepeda motor miliknya. Sedangkan mobil mini bus yang tak diketahui plat nomornya tersebut melarikan diri.

“Korban dievakuasi ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong,” ujarnya.

Pasutri ini mengalami patah tulang dan luka serius di bagian kepala.  Korban diketahui hendak menuju pasar TOS 3000 Jodoh untuk berbelanja. (nur/opi)

Satu Warga Batam Terindikasi Terserang Zika, Kini Dirawat di RSUD Batam

0
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Warga Kepri, khususnya Batam, Bintan, dan Karimun memang tergolong paling rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh virus Zika.

Pasalnya, tiga wilayah ini mobilitas warganya ke Singapura (negara endemi Zika) cukup tinggi. Bahkan kunjungan wisman dari tiga wilayah ini, khususnya Batam paling tinggi.

Kewaspadaan tinggi memang telah dilakukan dengan menyiapkan alat ukur suhu tubuh di setiap pelabuhan dan mengecek setiap penumpang dari Singapura.

Hasilnya, saat ini ada satu warga Batam yang suaminya orang Singapura yang diduga terserang Zika, sekembali dari Singapura.

“Wanita umur 38 tahun, sekarang dirawat di ruangan khusus di RSUD Embung Fatimah Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjejep Yudiana, Senin (5/9/2016) di Tanjungpinang.

Tjejep menjelaskan, indikasi wanita ini menderita Zika sangat kuat karena semua ciri orang yang terserang Zika ada padanya. Antara lain demam tinggi, ruam sekujur tubuh, sakit kepala yang seperti tertusuk jarum, dan berbagai gejala lainnya.

Wanita ini diketahui berangkat ke Singapura pada 31 Agustus lalu dan kembali dengan kondisi kesehatan yang menurun pada 3 September 2016.

Nah, saat melalui Thermo Scanner atau alat pengukur suhu tubuh di Pelabuhan Internasional Batam Centre, alat ini mendeteksi kalau wanita berinisial R ini menderita Zika.

Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung mengevakuasi wanita ini dan membawanya ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang. Namun hasil pemeriksaan negatif zika.

Begitupun dengan hasil pemeriksaan darah. Namun saat ini, tahapan pengecekan masih dilakukan dengan kembali mengirimkan sampel darahnya ke Litbang Kemenkes di Jakarta guna memastikan wanita ini menderita Zika atau demam biasa.

R kini dirujuk di RSUD Embung Fatimah. “Kita tunggu hasil uji darahnya yang berikutnya, positif atau negatif,” ujar Tjejep.

Tjejep mengimbau masyarakat waspada. Ia juga meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan karena virus Zika dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. (ist)

Remaja 17 Tahun ini Nekat Curi Motor, Tertangkap Deh…

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun berinisial MF nekat mencuri sepeda motor milik Parlindungan Purba pada Selasa, 30 Agustus 2016 lalu sekira pukul 06.30 WIB.

MF yang hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMP ini melakukan aksi pencurian di Ruko Gading Mas. Ia beraksi seorang diri. Namun MF berhasil dibekuk.

Kapolsek Batamkota Kompol Arwin mengungkapkan kronologi penangkapan terhadap MF berawal dari adanya laporan dari korban yang melihat sepeda motornya hilang saat hendak berangkat kerja.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapatkan laporan tentang keberadaan pelaku di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku yang saat itu sedang berada di rumahnya,” ungkap Arwin, Senin (5/9/2016).

Dari tangan pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam tanpa dilengkapi nomor polisi, satu unit sepeda motor Honda Spacy BP 2587 GQ dan satu buah gunting yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya.

Arwin menambahkan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Batamkota untuk proses hukum selanjutnya. (eggi)

Jangan Foto Saya, Nanti Guru dan Anak Saya Tahu

0
Pasangan suami istri BD dan SS ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 5,2 kg sabu menutup wajahnya saat ekspose di Markan BNNP Kepri di Nongsa, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Pasangan suami istri BD dan SS ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 5,2 kg sabu menutup wajahnya saat ekspose di Markan BNNP Kepri di Nongsa, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pasangan suami istri BD dan SS yang ditangkap BNNP Kepri setelah memasukkan narkoba jenis sabu seberat 5,2 kg ke Batam, menangis saat wartawan mengambil foto mereka di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Senin (5/9/2016) siang.

Bahkan SS, Istri BD terlihat menangis sejadi-jadinya karena malu atas apa yang telah diperbuatnya.

“Jangan foto saya, bagaimana nanti kalau anak saya tau dan guru-gurunya di sekolah tau,” ungkap SS sambil menutup mukanya dengan menggunakan telapak tangannya.

Baca Juga: Pasangan Suami-Istri Ini Kompak Selundupkan 5,2 Kg Sabu ke Batam, Hukuman Mati Menanti Mereka

Semenatara itu, BD juga ikut menangis mencoba untuk menghentikan beberapa awak media yang mengambil foto dengan mengatakan istrinya itu tidak terlibat dalam kasus narkoba ini.

“Sudah, dia tidak tau apa-apa. Dia tidak bersalah,” ungkap BD sambil menenangkan istrinya.

BD dan SS ditangkap jajaran anggota BNNP Kepri setelah kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 5,2 kilogram.

Pasangan suami istri ini ditangkap di parkiran rumah makan yang berada di kawasana Baloi. Saat itu mereka sedang melakukan transaksi dengan anggota BNNP Kepri yang melakukan penyamaran.

Mereka menyembunyikan sabu itu ke dalam sebuah kantong plastik pencuci pakaian untuk mengelabui petugas. (eggi)

Pasangan Suami-Istri Ini Kompak Selundupkan 5,2 Kg Sabu ke Batam, Hukuman Mati Menanti Mereka

0
Pasangan suami istri BD dan SS ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 5,2 kg sabu menutup wajahnya saat ekspose di Markan BNNP Kepri di Nongsa, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Pasangan suami istri BD dan SS ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 5,2 kg sabu menutup wajahnya saat ekspose di Markan BNNP Kepri di Nongsa, Senin (5/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Suami istri itu memang harus kompak. Namun, jika berkaitan dengan kriminalitas, seharusnya satu sama lain saling mengingatkan agar tidak terjerumus. Apalagi sudah punya anak, harusnya berfikir lebih jauh.

Nah, di Batam, pasangan suami istri BD dan SS malah kompak terjun ke bisnis haram, narkoba. Keduanya pun dibekuk tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Minggu (4/9/2016) di Windsor, Penuin, Lubukbaja, Batam.

Tak tanggung-tanggung, barang buktinya mencapai 5,2 kilogram sabu yang mereka  simpan di dalam bungkusan sabun cuci untuk mengelabui petugas.

“Kasus ini merupakan kelanjutan kasus AC dan Y suami istri yang kita tangkap beberapa waktu lalu. Ternyata, pemilik barang di Malaysia masih percaya pada jaringan ini,” ujar Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi.

Karena masih percaya, BD diperintahkan oleh bandar dari Malaysia tersebut untuk mengambil narkoba di pelabuhan tikus kawasan Bengkong. Ia sudah sepakat transaksi dengan sesorang yang ternyata petugas BNN yang menyamar.

“Kedua tersangka berencana melakukan transaksi narkoba di parkiran restoran kawasan Baloi dengan petugas yang melakukan penyamaran. Pada saat akan melakukan transaksi itulah keduanya langsung diamankan,” jelas Bubung.

Setelah tertangkap pasutri tersebut mengaku, mereka mendapatkan sabu itu dari salah satu bandar besar yang saat ini statusnya DPO dan berada di Malaysia.

Tertangkapnya BD dan SS, jajaran BNNP kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang Warga Negara Malaysia AF (22) dan KP (23) di salah satu SPA yang berada di hotel kawasan Nagoya.

“Kedua orang warga negara Malaysia ini diperintahkan oleh bandar yang di Malaysia untuk memonitor transaksi yang dilakukan oleh BD dan SS,” ujarnya.

Atas perbuatannya, mereka diancam dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) undang-undang No.35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (eggi)

BNNP Kepri Bongkar Dua Kasus Narkoba di Batam, Amankan 5,38 Kg Sabu

0
Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol Benny Setiawan, memberikan keterangan terkait pengungkapkan dua jkasus narkoba di Batam dengan barang bukti 5,38 kg sabu dan 5 tersangka, Senin (5/9/2016) di kantor BNNP Nongsa. Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol Benny Setiawan, memberikan keterangan terkait pengungkapkan dua jkasus narkoba di Batam dengan barang bukti 5,38 kg sabu dan 5 tersangka, Senin (5/9/2016) di kantor BNNP Nongsa. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengungkap dua kasus peredaran narkoba di Kota Batam dan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 5.386,18 gram (5,3 kg).

Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Benny Setiawan mengungkan dalam kasus pertama ini, berawal ditangkapnya satu orang pemakai yang berinisial S (31) dan satu orang pengedar berinisial H (32) pada hari Jumat (26/8/2016).

“Dalam penangkapan pertama kita tangkap S (31) di Komplek Nagoya Permai. Setelah tertangkap S, kemudian kita lakukan pengembangan dan malam harinya langsung kita amankan H,” ungkapnya, Senin (5/9/2016).

Dari tangan pemakai H, jajaran anggota BNNP berhasil mengamankan barang bukti seberat 184 gram sabu. Sementara dari tangan pengedar S diamankan 2,18 gram yang di pecah kedalam 3 paket siap edar.

Dalam kasus kedua, Benny menangkap 4 orang pelaku yang masih dalam satu jaringan pada Minggu 4 September 2016 sekira pukul 14.30 WIB.

Dua dari 4 orang pelaku yang diamankan oleh BNNP di antaranya merupakan pasangan suami istri dan dua orang lainnya merupakan Warga Negara Malaysia.

Dari pasangan suami istri berinisial BD dan SS ini, BNNP berhasil mengamankan barang bukti 5,2 kilogram sabu yang disimpan oleh pelaku di dalam bungkusan sabun cuci untuk mengelabui petugas.

“Kasus ini merupakan kelanjutan kasus AC dan Y suami istri yang kita tangkap beberapa waktu yang lalu. Ternyata, pemilik barang di Malaysia masih percaya,” buka Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi.

Karena masih percaya, BD diperintahkan oleh bandar dari Malaysia tersebut untuk mengambil narkoba di pelabuhan tikus kawasan Bengkong untuk melakukan transaksi dengan petugas yang melakukan penyamaran.

“Kedua tersangka berencana melakukan transaksi narkoba di parkiran restoran kawasan Baloi dengan petugas yang melakukan penyamaran. Pada saat akan melakukan transaksi itulah keduanya langsung diamankan,” jelas Bubung.

Setelah tertangkap pasutri tersebut mengaku, mereka mendapatkan sabu itu dari salah satu bandar besar yang saat ini statusnya DPO dan berada di Malaysia.

Tertangkapnya BD dan SS, jajaran BNNP kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang Warga Negara Malaysia AF (22) dan KP (23) di salah satu SPA yang berada dihotel kawasan Nagoya.

“Kedua orang warga negara Malaysia ini diperintahkan oleh bandar yang di Malaysia untuk memonitor transaksi yang dilakukan oleh BD dan SS,” ujarnya.

Atas perbuatannya, keenam orang pelaku diancam dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) undang-undang No.35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (eggi)

Yuk Keliling Batam dengan MV Sea View

0
Jpeg
MV Sea View membawa rombongan khusus dari Miracle. Foto : Yuliana Dewi
Jpeg
Jembatan Barelang dari laut, sisi lain menikmati Barelang dengan cara yang berbeda. Foto : Yuliana Dewi

batampos.co.id – Saat merencanakan liburan ke Batam, yang biasanya terpikir langsung ingin nyeberang ke Singapura, atau belanja tas dan parfum di Nagoya. Padahal banyak juga yang bisa dilihat saat berkunjung ke Batam.

Terutama bagi Anda yang senang wisata alam, Anda bisa menikmati Barelang dan pulau-pulau sekitar Batam lainnya. Jika sebelumnya wisatawan yang datang ke Barelang hanya melihat jembatan barelang dan foto-foto dari atas jembatannya, saat ini Anda bisa menikmati Barelang dari sisi yang berbeda, menggunakan MV Sea View.

Dengan menggunakan MV Sea View Anda dibawa mengelilingi pulau-pulau di sekitar Batam. Perjalanan mulai dari Jembatan 2 atau di Kawasan Nipah Island Resort. Selain menikmati perjalanan mengelilingi pulau selama kurang lebih 3 jam, selama perjalanan Anda juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang disediakan kapal.

Kondisi kapal yang nyaman dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sementara dibagian atas kapal ada ruang terbuka, saat cuaca cerah sangat nyaman menikmati perjalanan. Selama perjalanan, Anda juga dimanjakan dengan berbagai jenis makanan sea food, aneka cemilan dan minuman dingin atau panas seperti kopi atau teh dan hiburan. “Dan bagi yang muslim jangan khawatir, kapal ini menyediakan tempat shalat dan makanan yang sudah ada sertifikasi halalnya,” ujar Sales and Promotion Manager Marketing Nipah Island Resort, Vine.

Vine menjelaskan, MV Sea View ini bagian dari fasilitas yang ada di Nipah Island Resort. Bagi Anda yang ingin menikmati perjalanan ini, ada trip reguler yang dibuka setiap sabtu dan minggu. Biaya perorangnya Rp500 ribu untuk orang dewasa dan Rp350 ribu untuk anak-anak. Sedangkan untuk anak usia dibawah 3 tahun gratis. Untuk grup dalam jumlah, minimal 15 orang, pihak MV Sea View melayani transportasi antar jemput tamu yang menginap di hotel lain.

Selain trip reguler, kata Vine lagi, kapal ini juga bisa di sewa bagi yang ingin merayakan ulang tahun atau pesta pernikahan dengan konsep yang diinginkan dengan maksimal penumpang 300 orang. Tertarik dengan trip ini, untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi ke nomor 08117013688. ***

Ribuan Warga Sekupang Ramaikan Pesta Rakyat dan Anak Pesta Pantai

0
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Tanjungriau, Sekupang mengadakan lomba Perahu Layar yang bertajuk Pesta Anak Pantai seklaigus memeriahkan HUT RI-Ke 71, Minggu (4/9). Selain perahu layar banyak juga perlombaan lainnya yang digelar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kecamatan Sekupang menggelar acara bertajuk Pesta Rakyat dan Pesta Anak Pantai yang dilaksanakan di dua tempat berbeda yakni di Lapangan Bola Seiharapan dan Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Minggu (4/9).

Acara turut dihadiri Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad dan SKPD lainnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam acara pesta rakyat diantaranya, jalan santai, lomba makan kerupuk, tarik tambang, fashion show, hingga hasil karya makanan non beras.

Camat Sekupang, Zurniati mengatakan acara ini merupakan puncak dari rangkaian dalam perayaan HUT RI yang ke 71 kemarin. Sebanyak lebih dari lima ribu warga Sekupang ikut meramaikan acara ini.

Panitia kecamatan juga menyiapkan hadiah utama satu unit sepeda motor, kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan hadiah mearik lainnya.

“Biar semangat warga, jadi kita berikan hadiah, panitia menyediakan lebih dari lima ribu kupon undian untuk jalan santai ini,” kata dia.

Tambahnya, acara ini diharapkan bisa meningkatkan kebersamaan dan menjalin silahturahmi diantar warga Sekupang. Meskipun cuaca panas tidak mengurungkan semangat ribuan warga untuk mengikuti semaraknya perayaaan HUT RI ke 71.

Selain pesta rakyat, Kecamatan Sekupang juga menggelar pesta anak pantai berupa lomba perahu layar di Tanjungriau. Lomba perahu layar langsung dibuka oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad serta kepala SKPD lainnya.

“Kita apresiasi kegiatan ini, kesenian dan kebudayaan melayu tidak pernah lupa disetiap acara yang digelar Kecamatan Sekupang, dan terus dipertahankan hingga saat ini. Kedepan kita ingin kampung (Tanjungriau, red) ini menjadi pusat kesenian daerah melayu,” ujarnya.(cr17)

Rawan Kekerasan Anak dan Perempuan, Dewan Dorong Pemko Batam Bentuk P2TP2A

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah korban dari tahun ke tahun, menunjukkan semakin pentingnya pemerataan kualitas petugas penerimaan dan penanganan pengaduan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Untuk itu dalam rangka penguatan P2TP2A, kami terus mendorong Pemko Batam untuk segera memfasilitasi terbentunya kelembagaan yang mandiri,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, kemarin.

Menurutnya, kelembagaan bersifat indeppenden ini diusulkan mulai dari setiap RT, RW, kelurahan, sampai tingkat Kota Batam.

Tujuannya ialah, menangani kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Semisal perlindungan korban, penanganan, hingga pemulihannya dari masa-masa trauma.

“Berhubung pemerintah belum memiliki sarana tersebut, P2TP2A lah yang saat ini menyediakan layanan tersebut,” tuturnya.

Bila hanya berpatokan peraturan, kata Riky, kebijakan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak Kota Batam masih lemah. Khususnya dalam tataran sosialisasi dan Pengimplementasinya. Banyak masyarakat awam yang tidak tahu harus mengadu kemana.

Apalagi, saat ini banyak masyarakat yang memilih untuk menutup mata dan tidak peduli terhadap ancaman kekerasan, bisa saja menjadi korban karena minimnya informasi dan akses pengaduan dan perlindungan korban.

“Padahal, jika perda ini dijalankan serta merujuk pada UU perlindungan anak, masyarakat sekitar korban yang mengetahui tindak kekerasan, namun tidak melaporkan kekerasan itu, juga bisa dikenakan sanksi,” sambung sebut Politisi PKS itu.

Yang dibutuhkan saat ini adalah peran serta dari seluruh lapisan masyarakat. Yakni memberikan perhatian khusus, hingga berani untuk melaporkan tindak kekerasan perempuan dan anak.

“Inilah bentuk partisipasi masyarakat dalam menciptakan pemerintahan baik (good governance),” bebernya.

Terkait kinerja Badan Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (BP3A) Kota Batam, Komisi IV, sebagai mitra kerjanya belum bisa menilai bagus jeleknya SKPD ini.

Apalagi evaluasi kinerja Organisasi Peringkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemko Batam belum dilakukan.

“Tidak hanya BP3A, hampir semua SKPD dilingkungan Pemko Batam tidak memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM),” sebutnya.

SKPD yang sudah memiliki SPM pun, program kerja hasil RKPD banyak yang tidak mengacu kepada SPM. “Bahkan, lari dari Rencana Strategis (Renstra) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. “Pemerintah jangan kaku, dan bergantung kepada BP3A saja. Penangulangan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini, harus kerja keras dan melibatkan semua unsur komponen,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Ditanya mengenai anggaran, Cak Nur mengaku akan mendorong pemerintah untuk menganggarkan dibentuknya lembaga mandiri tersebut.

“Gak cukup kalau hanya BP3A. Badan ini hanya hanya penanggungjawab, instrumennya harus melibatkan seluruh komponen yang ada,” beber politisi PDIP tersebut.

Seperti diketahui,BP3A dianggarkan sekitar Rp 14,525 miliar dari APBD Kota Batam tahun 2016. Terdiri dari belanja tak langsung sebesar Rp 4,7 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 9,7 miliar. Untuk konseling dan pendampingan korban tindak kekerasan anak dan perempuan, BP3A menganggarkan sekitar Rp 314 juta. (rng)

Paspor LH Dibuat untuk Kerja di Singapura

0
Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id
Paspor dan senapan angin milik LH (24) diamankan Densus 88 dari kediaman kakak LH dan teman LH. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Hasil pemeriksaan terhadap LH (24), pria yang ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di warnet Matrix Net di Komplek Ruko Pasar Fanindo Batuaji, Sabtu (3/9/2016) siang, karena Densus menduga jaringan teroris KGR, ternyata memiliki paspor dengan tujuan untuk mencari pekerjaan di Singapura.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigustian mengungkapkan, rencananya LH akan diberangkatkan ibu dari temannya untuk bekerja sebagai Cleaning Sevice dan penjaga pasar malam.

“Keterangan awal, LH akan berangkat ke Singapura. Dia ke Singapura atas dasar ditawari oleh nang borunya atau ibu dari kawannya sebagai cleaning service dan penjaga pasar malam. Tawaran itu ia terima saat LH berada di medan,” terangnya.

Selain itu, dari pengakuan LH, ia juga mendapat tugas dari ibu temannya untuk mencari 5 orang teman lainnya untuk bekerja di Singapura.

“LH akan diberangkatkan melalui teman nang borunya yang di Batam untuk ke Singapura melalui pelabuhan Batamcenter,” lanjutnya.

Kapolda juga mengungkapkan kedepannya tidak menutup kemungkinan akan ada lagi penangkapan terduga teroris lainnya di Batam.

“Kedudukan LH ini juga sama dengan terduga yang telah ditangkap sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada yang lainnya,” pungkasnya. (eggi)