Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. FOTO: Johannes Saragih / Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin yakin seluruh peserta ujian nasional (UN) di semua jenjang pendidikan di Batam bisa lulus 100 persen pada ujian nasional (UN) yang akan digelar beberapa hari ke depan.
“Tidak hanya sekedar lulus saja tetapi juga dapat bersaing untuk melanjutkan ke universitas-universitas ternama yang ada,” kata di acara zikir dan doa bersama siswa SMA/MA sebelum menghadapi UN di Masjid Raya Batamcentre, Kamis (31/3/2016).
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad yang hadir di acara itu juga optimis. “Mudah-mudahan sesuai target, lulus 100 persen,” kata Amsakar.
Ia sempat memberi motivasi pada ribuan siswa yang hadir. Menurut Amsakar generasi sekarang sangat rentan dengan perubahan dan suka atau ingin mencari hal yang baru.
“Jika tidak ada timbulnya kesadaran diri dan pantauan maupun dukungan dari orang tua maka, dengan mudahnya generasi sekarang menjadi rusak,” katanya kepada ratusan pelajar yang memenuhi ruang utama Mesjid Raya Batamcentre.
Persoalan belajar adalah tekat dan keinginan untuk memperkuat dan memperkokoh diri dalam menghadapi ujian.
Jadilah generasi yang membanggakan yang hormat kepada orang lain dan guru.”Berbuat baiklah kepada semua orang dan siapkan mental dan fisik ananda, tidak ada kata menyerah,” jelasnya. (leo)
Tumpukan sampah dipinggir jalan Bengkongsadai. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam secara resmi memperbantukan pengelolaan sampah yang selama ini hanya ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam ke masing-masing kecamatan.
Penyerahan wewenang untuk membantu mengelola sampah di wilayah kecamatan yang tak terjangkau oleh DKP itu akan ditandai dengan penyerahan kendaraan angkutan sampah dari Pemko Batam ke masing-masing kecamatan di Lapangan Engku Putri, Jumat (1/4/2016).
“Total ada 60 mobil pick up dan 22 becak motor yang akan diserahkan ke sembilan kecamatan di Batam,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam.
Meski kendaraan angkut itu diserahkan ke kecamatan, Ardi katakan tenaga yang akan menangani sampah-sampah di sembilan kecamatan itu tetap berasal dari DKP.
Lebih lanjut, Ardi juga jelaskan proses memperbantukan penanganan sampah ke kecamatan itu bertujuan untuk memberdayakan fungsi kecamatan untuk melayani masyarakat.
“Kita ingin memperpendek rentang kendali, sehingga yang tidak terjangkau oleh DKP akan dibantu layani oleh kecamatan,” papar Ardi.
Disinggung beberapa kecamatan yang penanganan sampahnya dikuasakan pada pihak ketiga seperti di Kecamatan Bengkong, Batuampar dan Lubukbaja, Ardi katakan tak akan ada benturan penanganan sampah antara kecamatan dengan pihak ketiga tersebut.
“Karena kan yang ditangani kecamatan itu yang tak terjangkau oleh rekanan DKP tersebut,” jelasnya. (rna/bp)
Ilustrasi pembayaran PBB di Kantor Pos. Foto: mediajurnal.com
batampos.co.id – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Batam mengungkap kenaikan jumlah perolehan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Batam selama kurun 2015 lalu. Tercatat, PBB-P2 Kota Batam mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen atau membukukan angka sebesar Rp 100,65 miliar dari target awal Rp 97 miliar.
“Artinya, PBB-P2 telah berhasil menyumbang kenaikan Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam,” ujar Kepala Dispenda Kota Batam, Jefridin di acara Bulan Panutan PBB-P2 dan Penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2015 bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam, Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (31/3/2016).
Menurut Jefridin, peningkatan penerimaan yang cukup besar tidak terlepas dari peran serta wajib pajak yang taat dalam melakukan pembayaran pajaknya. Dispenda, lanjut Jefridin akan terus melakukan langkah-langkah strategis dengan menyempurnakan data PBB-P2 yang sudah ada dengan melakukan pemeliharaan basis data SISMIOP.
“Sehingga akurasi data dapat terjaga, yang pada akhirnya memberikan kemudahan dalam pemungutan PBB-P2 ke depannya,” terangnya.
Sedangkan untuk tahun ini, PBB-P2 memasuki tahun ke-4 sejak peralihan dari pusat menjadi pajak daerah. Pemko Batam menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp 105.706.468.401. Target itu, sambung dia, butuh kesadaran dan ketaatan wajib pajak untuk membayar sebelum tanggal jatuh tempo pada 31 Agustus nanti. Adapun, beberapa bank yang telah bekerjasama untuk menerima pembayaran PBB-P2 Kota Batam yakni Bank Riau Kepri, BRI dan BTN.
“Dengan membayar pajak, maka kita bersama-sama membangun Batam,” kata Jefridin.
Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan pembangunan di Kota Batam akan terus dilakukan dan ditingkatkan, terutama pembangunan bidang infrastruktur yang akan menunjang laju ekonomi di Kota Batam. Karena itu, Rudi mengingatkan peran serta masyarakat sebagai wajib pajak untuk membayar pajak yang akan digunakan sebagai biaya pembangunan.
“Kita akan benahi dan kita ciptakan kota metropolitan Batam yang tertib, nyaman, sejahtera dan berdaya saing,” ujar Wali Kota.
Rudi juga mengungkap rencananya untuk menaikkan PAD Kota Batam naik jadi Rp 4 Triliun selama lima tahun menjabat. Namun, itu perlu kerja keras dan dukungan masyarakat, termasuk dalam hal membayar pajak tepat waktu.
“Potensi yang ada harus digali dan yang ada harus dijaga”, kata Rudi.
Lebih lanjut, rudi juga mengatakan pada tahun 2017 sistem keuangan daerah akan transparan dan semuanya menggunakan sistem online. Diharapkan, apabila sudah online akan meminimalisir potensi yang lepas dari sektor pajak. Bahkan, untuk PBB-P2 diharapkan dapat menyumbang Rp 300 miliar bagi PAD Batam.
“Tidak ada face to face (berhadapan langsung) lagi dalam membayar pajak untuk menhilangkan potensi kecurangan, semua tersistem dan pembayaran) langsung melalui bank”, tegas Rudi.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan SPPT PBB-P2 tahun 2016 secara simbolis kepada perwakilan lurah dan pembayaran PBB-P2 tahun 2016 oleh Wali Kota Batam beserta FKPD serta penyampaian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015. (rna/bp)
Polda Kepri dan BNNP Kepri saat melakukan tes urine. Foto: Ist
batampos.co.id – Polda Kepri dan BNNP Kepri menjaring 43 orang positif narkoba dalam operasi bersinar, Kamis (31/3) dini hari. Operasi menargetkan diskotik dan hotel yang diduga menjadi sarang narkoba.
Hotel yang disinyalir menjadi tempat transit para pengedar narkoba yakni Hotel Singapura dan Bali. Sebab dari tempat ini sering terjadi transaksi narkoba.
Sementara diskotik yang menjadi sasaran operasi ini kebanyakan di daerah Nagoya, salah satunya Diskotik Planet.
“Akan direhab, para pecandu ini semuanya,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol, Wiyarso pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin.
Wiyarso mengatakan bahwa operasi ini, akan terus berlangsung hingga 21 April mendatang. Polda Kepri bersama dengan BNNP akan terus melakukan giat dalam operasi bersinar ini. “Lihat saja nanti, kami akan menindak para penyalahguna narkoba,” ujarnya.
Wiyarso menungkapkan saat ini dari 43 orang yang diciduk tersebut, 28 orang ditangani oleh Polda Kepri. “Laki-laki semua yang kami tangani,” ucapnya.
Mengenai rehabilitasi, Wiyarso mengungkapkan itu sepenuhanya adalah wewenang BNNP Kepri. “Tanya saja ke BNNP,” tuturnya.
Sementara itu Kabid Brantas dan Penindakan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi membenarkan bahwa nantinya para pecandu ini akan direhabilitasi. “Tapi melalui proses assessment dulu,” ungkapnya.
Ia mengatakan di BNNP Kepri menangani sebanyak 15 orang. “Wanita semua,” ucapnya.
Pada saat razia ini, pria berusia sekitar 30an tersebut, mengakui bahwa dirinya adalah anggota BNN. Dan marah saat diminta petugas, untuk memisahkan diri dari barisan.
“Saya ini anggota BNN,” ujarnya.
Mendengar hal ini, anggota BNN yang sedang melakukan pengecekan urine. Langsung menghampiri pria tersebut. “Kamu bukan anggota BNN,” ujar petugas dari BNNP Kepri.
Sehingga pihak kepolisian melakukan interogasi kepada pria tersebut. Tak berapa lama, pria itu mengakui dirinya adalah anggota salah satu ormas (organisasi massa) di Batam.
Karena mengaku-ngaku sebagai anggota BNN, petugas memisahkannya dari barisan para pencandu. Untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ska)
batampos.co.id – AU dan HB, dua orang spesialis pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Batam dibekuk Polsek Bengkong, Rabu (30/3). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 10 unit sepeda motor berbagai merek.
Informasi yang dihimpun, penangkapan kedua pelaku bermula dari laporan korban yang mengaku kehilangan motor di pinggir Jalan Raya Makam Pahlawan Simpang Aviari, Batuaji. Korban membuat laporan ke polisi di kawasan Batuaji.
Dari laporannya, korban yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal kehilangan motor Honda CBR 150R yang sebelumnya diparkir di tempat ia bekerja. Diduga pelaku mengambil kunci motor di atas meja disaat korban tertidur.
Unit opsnal Polsek Bengkong yang melakukan penyelidikan mendapatkan informasi, bahwa pelaku yang sering melakukan curanmor di wilayah hukum Polsek Bengkong adalah yang berinisial AU yang diketahui berada di sekitar pelita.
“Pelaku kita tangkap di salah satu kios pelita sedang membuka aksesoris sepeda motor hasil curiannya tersebut,” ujar Kapolsek Bengkong, AKP Syamsurizal, Kamis (31/3).
Kemudian dilakukan penangkap terhadap HB serta mengamankan satu unit motor Honda CBR yang diduga hasil kejahatan tersebut. Usai pengembangan oleh Unit Opsnal Polsek Bengkong, ditemukan juga beberapa barang bukti motor Honda Beat warna hitam BP 2565 MM dengan lokasi penangkapan di Bengkong Indah, Honda Beat warna hijau BP 4182 DI.
Suzuki FU warna hitam, Supra Fit hitam, Yamaha Jupiter Z hitam merah BP 5238 FL, Yamaha Mio warna hitam BP 5089 GF, Yamaha Mio J warna hitam Pink BP 6322 BO, Suzuki Spin warna hitam Putih BP 6633 FA, dan Supra X hitam BP 5616 MH.
Kini pelaku beserta barang bukti lainnya diamankan kepolisian untuk ditindak lanjuti. “Untuk saat ini kita masih pengembangan. Nanti kita ekspos,” tutup Kapolsek singkat. (rng)
batampos.co.id – Kapal patroli dari Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Direkorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap speed boat yang juga tanpa dokumen kepabeanan pada Rabu (9/3) yang membawa muatan rokok merel Luffman sebanyak 69 ribu kotak atau 1.380.000 batang rokok yang berasal dari Batam. Nilai barangnya Rp 483 juta.
Kepala Kanwil DJBC Parjiya mengatakan rokok ini sebagaiamana hanya diperbolehkan beredar untuk kawasan FTZ saja. Tapi, peada kenyataannya ada yang dibawa keluar wilayah FTZ.
“Akibatnya, dapat merugiakan negara dibidang cukai, karena rokok tersebut tidak membayar cukai. Sehingga, potensi kerugian negharanya lebih besar dari nilai barang. Yakni mencapai Rp 663.435.000,” kata Parjiya.
Perlu diketahui bahwa Batam merupakan kawasan FTZ (sekarang kawasan ekonomi khusus, red). Sehingga, setiap barang yang keluar harus memiliki dokumen kepabeanan yang sah. (san/bpos)
Angkot jurusan Jodoh-Nongsa saat menunggu penumpang di jalan Imam Bonjol beberapa waktu lalu. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – DPRD Kota Batam mendesak pemerintah menyesuaikan tarif angkutan umum di Kota Batam. Seiring dengan turunnya bahan bakar minyak (BBM). “Turunnya cukup besar Rp500 perliter, pemerintah harus menyikapinya dengan bijaksana,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, Kamis (31/3).
Menurut Jefri, Pemerintah harus secepatnya membahas dengan pihak organisasi angkutan darat (Organda) serta pihak terkait lainnya. Sehingga penurunan tarif angkutan umum bisa segera direalisasikan. “Dan dinikmati masyarakat banyak,” tuturnya.
Jefri meminta pemerintahan bekerja cepat, nyata, serta langsung mengena kepada masyarakat. Seperti yang berkaitan dengan tarif angkutan umum. “Pak Rudi (Wali Kota) jangan eforia. Akhirnya tak ada langkah-langkah kongkrit yang dilakukan,” tuding Jefri.
Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB), Fachri Agusta berharap penurunan BBM disertai dengan penurunan biaya transportasi. Seperti yang diintruksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Harusnya cepat direspon Dishub dan Organda, waktu naik aja cepat naik (tarif, red),” kata Fachri.
Namun hingga kini, pihaknya belum mendapatkan informasi serta undangan pembahasan tarif. “Kalau dalam waktu dekat tak ada, kita akan surati. Karena masyarakat menunggu penyesuian,” katanya.
Dishub serta Organda lanjut Fachri leading sektor pembahasan besaran tarif, menjembatani dengan pihak terkait. Mengumpulkan data serta menetapkan penurunan tarif. “Minimal ada penurunan sebesar 10 persen, atau dikembalikan tarifnya saat BBM Rp 6 ribu,” kata pria berkacamata ini.
Menurut Fachri, saat pembahasan kenaikan tarif beberapa waktu silam, pihaknya sudah memberikan data dan masukan. Bila terjadi kenaikan atau penurunan, bisa otomatis bisa dilaksanakan sesuai dengan persentase. “Atau data yang saya berikan sudah hilang di Dishub,” katanya. (hgt)
Ribuan pelajar tingkat SMA dan sederajat se-Kota Batam menggelar doa dan zikir bersama menjelang Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Batam, Kamis (31/3). Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
batampos.co.id – Ribuan pelajar tingkat SMA dan sederajat se-Kota Batam menggelar doa dan zikir bersama menjelang Ujian Nasional (UN) 2016 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 4 April 2016. Doa dan zikir bersama ini dilaksanakan di Masjid Raya Batam, Kamis (31/3).
Perwakilan guru tiap sekolah, kepala sekolah SMA dan sederajat se-Kota Batam, Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin juga hadir dalam doa dan zikir bersama. Doa dan zikir bersama ini dipandu Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Batam, Nabhan.
Muslim mengatakan, doa dan zikir bersama ini salah satu upaya agar siswa-siswi SMA se-Kota Batam bisa lulus 100 persen. “Jangan lupa, minta doa orang tua masing-masing, karena tanpa doa mereka, usaha dan doa kita belum berkah,” ungkap Muslim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru SMA se-Kota Batam karena sudah membimbing dan mendidik siswa-siswi.
Sementara itu, Amsakar mengatakan, doa dan zikir bersama ini dapat mengukuhkan keyakinan diri tiap siswa dalam menghadapi UN. Ia mengimbau kepada siswa-siswi untuk menyiapkan mental yang baik dan jangan panik saat mengerjakan soal UN. “Semoga semuanya bisa lulus 100 persen dan hasilnya juga memuaskan,” harapnya.
Salah satu siswi SMAN 12 Batam yang mengikuti doa dan zikir bersama ini, Winda berharap, dalam ujian nanti diberi kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan. “Semoga bisa lulus sesuai harapan saya dan orang tua dengan nilai maksimal,” ujarnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id).
Hal senada juga diungkapkan siswi lainnya, Diah yang mengatakan dengan doa dan zikir bersama ini bisa membuatnya lebih siap dalam menghadapi UN. “Semoga bisa lulus dan hasilnya memuaskan,” harap siswi SMAN 8 Batam ini. (cr16)
Mobil angkutan umum saat melintas di Jalan Raya depan Edukits Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah pusat akan menurunkan tarif transportasi umum sebesar tiga persen menyusul penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar masing-masing Rp 500 per liter yang akan berlaku pada hari ini (1/4).
Terkait hal tersebut Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, Pemerintah Kota Batam siap menerapkan Peraturan Kementerian Perhubungan tentang penurunan tarif transportasi umum sebesar tiga persen itu.
“Bila itu sudah keputusan dari Menteri Perhubungan, tentu saja daerah harus mengikuti,” ungkapnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Kamis (31/3).
Ia mengimbau kepada Dinas Perhubungan Kota Batam, stake holder terkait dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk segera membahas kebijakan tersebut.
Amsakar menjelaskan, ada beberapa peraturan yang bersifat mutlak diterapkan dan ada juga yang bersifat instruksi. Contohnya untuk penurunan BBM ini, itu merupakan peraturan yang mutlak diterapkan di seluruh Indonesia.
Sedangkan untuk penurunan tarif transportasi umum bersifat instruksi. “Jadi masih ada waktu untuk membahas kebijakan peraturan tersebut,” ujar Amsakar.
Sampai saat ini, ia mengaku belum menerima surat atau laporan terkait penurunan tarif transportasi umum dari Kementerian Perhubungan Indonesia.
“Apapun kebijakan dari pusat, kita akan dukung,” pungkasnya. (cr16)
Angkutan umum menurunkan penumpang di depan Pasar Fanindo, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam sepakat agar tarif angkutan diturunkan. Disesuaikan dengan tarifnya BBM. Tetapi turunnya tarif angkutan ini juga harus sejalan dengan turunnya harga Sembako dan sparepart kendaraan.
“Kita sepakat tarif angkutan ini turun. Karena memang BBM sudah turun. Meski memang penurunan harga BBM ini tidak signifikan,” kata Hardi Sam Harun, ketua Organda Batam.
Hardi mengakui hingga saat ini agenda rapat untuk membahas penurunan tarif angkutan ini belum ada. Meski menurutnya, ini harus dilakukan. Termasuk rapat dengan Disperindag.
“Kalau harga jual sparepart tidak turun, tetapi tarif turun, ini sangat berat. Maka pemerintah harus benar-benar melakukan pengawasan harga,” katanya.
Penurunan tarif angkutan umum ini juga tidak boleh terlalu besar. Mengingat turunnya harga BBM juga tidak besar.
“Masalah tarif angkutan ini menjadi masalah masyarakat banyak. Sekali lagi, kita setuju ini turun, tetapi jangan terlalu besar, dan harga Sembako dan sparepart turun,” katanya. (ian)