Jumat, 13 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13984

UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik

0
Perumahan di Simpang Barelang, Tembesi tampak berjejer. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Perumahan di Simpang Barelang, Tembesi tampak berjejer. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Wacana pembagian wewenang antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam merupakan angin segar bagi masyarakat Batam.

Pasalnya ada kemungkinan BP Batam hanya mengurus seputar investasi dan Pemko Batam mengurus hal-hal kependudukan termasuk mengenai lahan.

Walikota Batam, Rudi mengatakan bahwa sesuai dengan janjinya semasa kampanye yang ingin membebaskan masyarakat Batam dari Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) benar-benar mendapat peluang baru dengan perubahan otoritas di BP Batam.

“Saya kira tak ada lagi dobel pungutan pajak, niat saya bagaimana ini akan dibebaskan,” katanya kemarin (4/4) saat bertandang ke redaksi koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Hal tersebut juga diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang perpajakan daerah, dimana pada Pasal 2 Ayat 3 menyatakan bahwa daerah dilarang memungut pajak selain jenis pajak sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2. Dan UWTO tidak termasuk di dalam ayat 1 dan ayat 2 UU tersebut.

Rudi menjelaskan secara teknis penghapusan UWTO akan berlaku bagi seluruh penduduk yang tinggal di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

“Penduduk yang UWTO nya sudah habis sehingga sertifikat hak guna lahannya habis, maka akan diminta urus kembali supaya dijadikan hak milik,” ungkapnya.

Dan bagi penduduk yang telah lama tinggal di suatu daerah akan mendapat prioritas mendapatkan hak milik.

“Kalau jadikan nama atas nama pribadi, maka harus jadi Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) yang kembali ke negara, maka kami kembalikan pada dia,” janji Rudi. (leo)

DPRD Nilai Pemko Batam Tak Serius Tangani PKL

0
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi I DPRD Kota Batam mempertanyakan keseriusan pemerintah menertibkan pedagang kakilima (PKL). Selama ini hanya sebatas mengeluarkan peringatan, tapi tak kunjung ditertibkan. “Tak pernah terealisasi, hanya cuap-cuap saja,” kata angota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur P Sihaloho, Senin (4/4).

Peringatan lanjut Tumbur hanya membuat pedagang resah. Memancing emosi dan amarah masyarakat. “Apalagi pemerintah tak memiliki solusi,” ungkapnya.

Menurut Tumbur rencana penertiban PKL tak jelas arah serta tujuannya. Pemerintah belum memiliki konsep yang matang. “Hal ini yang kita sesalkan,” kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Seperti penertiban PKL yang berada di kawasan panbil, karena tak ada solusi dan relokasi, akhirnya mereka kembali berjualan. “Mungkin, daripada berbuat tindak pidana,” katanya lagi.

Karenanya, Tumbur berharap pemerintah bisa menata, membina, serta merelokasi PKL di tempat yang telah ditentukan. “Seperti penataan PKL simpang rujak, kan bagus. Mereka juga senang,” katanya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang kurang beruntung menggantung hidupnya dengan berjualan di pinggir jalan. Dipecat perusahaan, uang pesangon dijadikan modal berdagang.

Menghidupi keluarganya, serta membiayai anaknya sekolah. “Kalau ditertibkan, mereka mau berjualan dimana. Ini juga harus dipikirkan pemerintah,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura meminta pemerintah tak menunda-nunda penertiban. Seluruh bangunan kios liar, maupun PKL segera dibongkar. “Segera ditindak dan dicarikan solusinya,” kata Nyanyang.

Direlokasi, ditata, dan dibina, sehingga PKL menjadi tempat yang menarik. Baik untuk masyarakat Batam, maupun wisatawan yang berkunjung. “Dibuat wisata kuliner yang khas,” katanya.

Mereka diberdayakan menjadi penggerak roda perekonomian kerakyatan, penopang perekonomian nasional. “Jangan sampai penertiban membawa permasalahan baru. Menambah pengangguran, serta meningkatnya angka kriminal,” ujarnya.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” sarannya. Terkait hal itu, pemerintah jangan berdiam diri. Seluruh permasalahan dikoordinasikan, dengan instansi terkait. “Seperti halnya BP Batam, sehingga bisa segera direalisasikan” katanya lagi.

Kesalahan para PKL tambah Nyanyang jangan dimanfaatkan para oknum mengambil setoran atau pungutan liar (Pungli). Mereka dijadikan ‘ATM’ petugas, dengan janji keamanan berjualan. “Ini yang beredar di masyarakat, kami meminta ini di clearkan,” tutupnya. (hgt)

Baca juga:

DPRD Batam Berharap PKL Direlokasi dan Ditata

Baru Ditertibkan, PKL Simpang Panbil Kembali Buka Lapak

Satpol PP Batam Tertibkan Kios Simpang Panbil

Padagang Kakilima Simpang Panbil Mengancam, Tetap Berjualan Hingga Ada Solusi

Cegah Pedagang Kakilima Kembali, Satpol PP Batam Jaga Lokasi Yang Ditertibkan Selama 24 Jam

Usai Ditertibkan, Sampai Saat Ini Satpol PP Masih Jaga Simpang Panbil

 

Malam Ini Pimpinan BP Batam Dilantik

0
Hatanto Reksodipoetro, saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan, Kemendag. Foto: dok. Kemendag
Hatanto Reksodipoetro (tengah), saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan, Kemendag. Foto: dok. Kemendag

batampos.co.id – Jika tidak ada aral melintang, Selasa (5/4/2016) malam ini pimpinan Badan Pengelola (BP) Batam akan dilantik oleh Ketua DK yang juga Menko Perekonomian Darmin Nasution, di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang diperoleh batampos.co.id di Kemenko, Hatanto Reksodipoetro selaku kepala BP Batam yang baru, akan dilantik bersama Wakil BP Batam Agus Tjahajana, serta lima deputi.

Kelima deputi itu yakni;

  1. Deputi 1 Soepono
  2. Deputi 2 Junino Jahja
  3. Deputi 3 R.C Eko Santo
  4. Deputi 4 Purba Robert Mangapul Sianipar
  5. Deputi 5 Gusmardi Bustami.

Ketua DK Batam Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, begitu selesai dilantik, pimpinan BP Batam akan lansung berkantor di BP Batam. Mereka bekerja dibantu tim teknis untuk merumuskan peralihan status BP Batam dari FTZ ke KEK.

Selain itu, berbagai persoalan dualisme yang terjadi selama ini akan diurai dan dicarikan solusinya, sehingga enam bulan ke depan KEK Batam sudah bisa berjalan.

“Berbagai persoalan diinventarisir lalu dipecahkan bersama,” kata Darmin.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Duta Besar RI untuk Norwegia, Hatanto Reksodipoetro dipercaya oleh Dewan Kawasan (DK) Batam untuk memimpin Badan Pengelola (BP) Batam, menggantikan Mustofa Widjaja.

 Alumni Universitas Indonesia (UI) dan Harvard University itu dipilih dalam rapat DK yang hadiri seluruh anggota dan para menteri terkait di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu (30/3/2016) petang.

Sementara Wakil BP Batam dipercayakan kepada Agus Tjahajana. Agus menggantikan Jon Arizal.

“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, bahwa yang memimpin BP Batam dan para deputi harus dari kalangan profesional,” ujar Darmin.

Darmin yakin Hatanto, Agus, dan para deputinya akan mampu membawa Batam menjadi lebih baik, karena memiliki pengalaman, mengerti bisnis, dan relasi internasional sangat baik. (nur/jpgrup)

Baca Juga:
> Hatanto, Mantan Dubes Norwegia Pimpin BP Batam
> Mantan Dubes dan KASAL Calon Kuat Kepala BP Batam
> Penetapan Pimpinan Baru BP Batam Ditunda
> Hari Ini BP Batam Punya Pimpinan Baru
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Khairani Ikuti Ujian Nasional dengan Tenang

0

batampos.co.id – Khairani siswi kelas tiga SMK Muhammadiyah Batam yang sempat mengadu ke DPRD Batam beberapa waktu lalu, akhirnya ikut ujian nasional (UN) dengan tenang di sekolahnya, Senin (4/4).

UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswi jurusan teknik komputer (IT) itu tampak semangat berbaur dengan kawan-kawannya yang lain. “Dia tampak semangat tadi dan ujiannya berjalan lancar,” kata wakil kesiswaan SMK Muhammadiyah Batam Agus, kemarin.

Khairani memang diikut sertakan dalam UN tersebut sebab kata Agus, sekolah sama sekali tak melarang satupun siswa kelas tiga untuk tidak ikut UN. “Semua ikut hari ini. Jadi tidak benar kalau yang tak bayar SPP tak bisa ujian,” kata Agus.

Rani diakui Agus, memang agak sedikit tertekan dengan kehebohan pengaduannya ke DPRD Batam itu. Namun sebelum UN berlangsung tepatnya pada Sabtu (2/4) pihak sekolah sudah meminta Rani untuk tenang dan fokus pada UN yang akan dihadapinya.

“Sempat terganggu dia karena heboh jadinya, tapi bagaimanapun kami tetap mendekati dia agar dia tetap fokus,” kata Agus.

Sehingga kemarin saat menjalani UN pertamanya, Rani diakui cukup tenang dan fokus dengan soal-soal yang dihadapinya. “Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Dia datang tepat waktu dan selesai (mengerjakan soal UN) tepat waktu juga,” kata Agus.

Pelaksanaan UN di SMK Muhammadiyah secara umum dijelaskan Agus, berjalan lancar sebagai mana mestinya. Ada 100 siswa yang ikut UN tersebut dan soal UN yang disediakan lengkap. “Tak ada kendala, semuanya lancar dan semoga sampai selesai tetap lancar,” ujar Agus.

Ke 100 siswa yang ikut UN tersebut terbagi dalam tujuh lokal dan diawasi masing-masing dua pengawas. (eja)

Baca juga:

> Senangnya Khairani Bisa Ikut Ujian Nasional

> Kisah Khairani, Yatim Piatu yang Terancam Tak Bisa Ikut UN: Dibiayai Nenek Berusia 80 Tahun dari Jasa Pijat
> Banyak Siswa Miskin Tak Sanggup Bayar SPP di SMK Muhammadiyah Batam
> Menteri Anies Cari Siswa Batam yang Terancam Tak Ikut UN karena Tak Mampu Bayar SPP
> Nunggak SPP, Siswi SMK Muhammadiyah Batam Ngaku Dilarang Ikut UN

Pemko Batam Umbar Janji Lagi, Dua Hari Lagi Kios Liar Dibabat Habis

0
Puluhan kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: .Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Puluhan kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: .Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id –  Pemerintah Kota Batam kembali mengeluarkan ancaman untuk membabat habis kios liar di Batam, jikia pemilik kios tidak mau membongkar sendiri bangunan miliknya dalam dua hari ke depan.

Ancaman serius ini terutama dialamatkan pada pemilik kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter yang menjadi target pertama penertiban.

Saat ini, tim penertiban sudah siap dan intens melakukan komunikasi dalam pembongkaran kios liar. Lebih dari 100 orang personel yang terdiri Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan penertiban dan pembongkaran terhadap puluhan kios liar di wilayah Pasir Putih.

”Kamis ini batas terakhir SP3 (surat peringatan ketiga). Setelah itu akan ada SP pembongkaran,” kata Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri, senin (4/4/2016).

Dia menuturkan, sebelum eksekusi tim terpadu akan menggelar rapat untuk membahas program pembongkaran, termasuk personel yang diturunkan.

”Jumlah personel yang akan diturunkan lebih 100 orang. Ada unsur TNI dan Polri, beda saat penertiban di Simpang Panbil yang hanya Satpol PP saja. Sekarang lengkap,” terangnya.

Hendri menambahkan, setelah di Pasir Putih, program penertiban akan dilanjutkan di titik-titik lain, seperti kios liar yang berdiri di lahan buffer zone Simpang Kara dan Simpang Frengki.

”Tak usahlah dulu saya sebut nama daerah yang menjadi target berikutnya. Yang jelas ada beberapa titik yang akan kita tertibkan,” ucapnya.

Masih kata Hendri, Kamis (31/3) besok pihaknya akan mengeluarkan SP Bongkar bagi kios liar di Pasir Putih. Empat hari setelah keluar SP Bongkar, maka pihaknya akan merobohkan kios-kios liar yang berdiri di ROW Jalan tersebut.

”Setelah kita tunggu empat hari, Senin atau Selasa kita bongkar,” kata Hendri di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Menurut Hendri, waktu empat hari itu dapat digunakan bagi pemilik kios untuk membongkar sendiri bangunannya. Namun, jika tak kunjung dibongkar, maka Tim Terpadu Penertiban Batam yang akan turun tangan membongkarnya.

”Ada sekitar 30 kios di tempat itu, kita sudah berikan peringatan hingga keluar SP bongkar itu,” katanya. (tim bp)

Bobol Rumah Kosong, Maling Babak Belur Dihajar Warga

0
Andi saat diamankan di Polsek Sagulung. Foto: Ist
Andi saat diamankan di Polsek Sagulung. Foto: Ist

batampos.co.id – Maling spesialis bobol rumah kosong milik Sudarso di Perumahan Sagulung Baru Blok U nomor 113 ditangkap warga, Senin (4/4).

Maling diketahui bernama Andi, 29, warga Perumahan Griya Permai, Sagulung. Pelaku masuk dengan cara merusak kunci gembok rumah Sudarso, saat ditinggal kerja.

Sudarso bekerja di PT Global Sekupang, sementara istrinya Sri Kartika Apriani bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar (SD) Darussalam Batuaji.

Menurut pengakuan dari Homsi, mertua korban. Kejadian itu terjadi pukul 08.45 WIB. Aksi pelaku diketahui oleh Vina, 16, anak Ketua RT di perumahan tersebut.

Karena curiga Vina memberitahu kepada Abdul Manap. “Ada orang masuk rumah bang Sudarso,” kata Homsi menirukan ucapan Vina.

Manap kemudian mendatangi rumah abang iparnya. Di sana pelaku hendak melarikan diri dengan sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru dengan nomor polisi BP 3396 DI. Kemudian dihadang Manap.

“Pelaku sempat berkilah. Dia bilang mau cari rumah Andi, mana ada namanya Andi di rumah itu,” ujar Manap.

Manap akhirnya mencekik leher pelaku saat hendak kabur, akhirnya pelaku menabrak sebuah tiang listrik. “Saya sempat berduel dan pelaku sempat mengeluarkan besi pahat dari dalam celananya,” bebernya.

Pelaku mencoba kabur akhirnya diteriakin maling. Warga yang mendengar terikan itu langsung berhamburan keluar dari dalam rumah dan mengejar pelaku. “Lari sekitar 200 meter. Ditangkap di Blok T di Pasar Pagi,” ungkapnya.

Tidak ada kerugian dalam kerjadin itu. Karena pelaku belum sempat menemukan barang berharga milik korban, keburu diketahui warga.”Rumah korban sudah diacak-acak pelaku,” imbuhnya.

Sudarso mengatakan, baru mengetahu kejadian tersebut setelah ditelepon. “Saya baru saja sampai ditempat kerja, kemudian pulang,” ujar Sudarso.

Sudarso mengatakan, kejadian serupa juga pernah terjadi di rumahnya. Pada akhir 2015 lalu. “Saat itu maling berhasil membawa gelang emas dan beberapa uang, kerugian waktu itu sekitar Rp 7 juta,” kenangnya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan membenarkan kejadian tersebut. Sementara pelaku sudah diamankan. “Masih kita dalami, apa dia termasuk komplotan atau tidak,” tutup Chrisman. (cr14)

Asean Single Destination Bakal Dongkrak Pariwisata Batam

0
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang "Welcome to Batam" di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang “Welcome to Batam” di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Asean Single Destination yang berlaku tahun ini dipastikan memberi keuntungan bagi Indonesia, khususnya Batam. Karena kota ini menjadi pintu masuk bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman) masuk ke tanah air.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan bahwa lima pelabuhan di Batam memiliki peluang besar dan potensi bagus untuk menjadikan Asean single destination ini sebagai momen kebangkitan pariwisata Batam.

“Dengan memanfaatkan Asean single destination pasti memberikan peruntungan Indonesia, karena Wisman datang dari Thailand, Singapura dan lainya, salah satu pintu masuk Batam,”ujar Yusfa, Senin (4/4/2016).

Asean single destination merupakan promosi bersama Negara-negara Asia Tenggara. Wisman yang sampai di Batam, lanjut Yusfa nantinya bisa menikmati beragam keindahan yang ada, mulai dari kuliner, belanja, relaksasi,religi, budaya, bahari dan lainya.

Promosi bersama ini dapat dimanfaatkan juga oleh perusahaan travel agent dengan mengeluarkan paket-paket yang ditawarkan dengan bekerja sama pihak luar negeri.

“Kalau Batam sendiri, banyak travel-travel bekerjasa sama travel agen asing. Ini yang kita kedepankan, membuat peket-paket perjalanan,”ujarnya.

Setelah puas menikmati Batam, wisatawan juga dapat menlanjutkan perjalanan kesejumlah daerah ditanah air. Sebab, sudah ada 20 penerbangan langsung ke wilayah lain di Indonesia. Kata Yusfa,bila ingin melihat gunung, bisa ke Sumatera Barat, danau ada di Sumatera Utara dan daerah lainnya.

“Pemerintah sifatnya support dan memberikan insentif, seperti bebas visa.  Sebenanrya kami inginkan lebih dari sekedar bebas visa. Bagaimana konsep Eropa, kalau turun di Belanda kita bisa ke Jerman dan lain bukan hanya satu wilayah,”pungkasnya. (leo/bp)

Hutama Karya Cari Mitra Bangun Jalan Tol Batam

0
PT Hutama Karya. Foto: istimewa
PT Hutama Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah pusat serius untuk segera membangun jalan tol di Batam. Bahkan sudah menunjuk Hutama Karya sebagai penanggungjawab pembangunannya. Saat Hutama Karya sedang mencari mitra untuk membangun proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

“Progres pembangunan jalan tol, jalan terus. Sekarang ini pemerintah pusat sudah menunjuk Hutama Karya untuk membangun. Mungkin dalam waktu dekat sudah mulai pembangunannya,” kata Imam Bachroni, Direktur Perencanaan dan Tehnik BP Batam.

Kata Imam, BP Batam sudah berkoordinasi dengan Hutama Karya. Di mana lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sudah disiapkan oleh BP Batam.

“Kalau untuk lahan sudah kita siap. Kalau memang ada bangunan yang ilegal akan dibongkar. Pembangunan fisiknya mungkin dalam waktu dekat sudah akan dimulai,” katanya.

Jalan tol sepanjang 25 kilometer yang masuk dalam proyek strategis nasional 2016 dibangun untuk memperlancararus transportasi barang antar kawasan industri dan pelabuhan atau bandara. Tolo akan dibuat dalamdua lajur masing-masing lajur lebarnya 3,6 meter.

Jalan tol yang akan digunakan adalah ruas jalan yang sudah ada saat ini. Di mana nantinya akan diperbaiki dan dibuat sampai memenuhi standard nasional.

“Kalau ada bagian jalan yang masih sempit, maka akan kita lebarkan. Satu ruas jalan tol 3,6 meter, “katanya.

Sementara untuk jalan umum, nantinya akan dibangun jalan di sebelah kiri dan kanan jalan tol. “Jadi jalan untuk umum dulu yang duluan dibangun. Setelah itu selesai baru jalan tol kita selesaikan,” katanya.

Jalan tol di Batam ini masuk dalam dalam proyek strategis nasional yang dituangkan Presiden RI Joko Widodo dalam  Inpres no 1 tahun 2016. Tetapi tahun ini, tidak bisa dilakukan pembangunannya, karena akan lebih dulu dilakukan pembangunan flyover di simpang Jam dan simpang Kabil. (ian/bp)

Baca Juga:
> Fokus BP Batam di 2016 Benahi Pelabuhan dan Jalan Tol
> Bakal Diresmikan Jokowi, Penghubung Tol Pekanbaru-Dumai Dikebut

Umbar Janji, Pemko Batam Tak Serius Tertibkan Kios Liar

0
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota.  Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota. Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Komisi I DPRD Kota Batam mempertanyakan keseriusan pemerintah menertiban pedagang kaki lima (PKL) dan kios liar. Selama ini, Pemko batam hanya mengumbar janji dan ancaman, namun hasilnya nihil.

“Tak pernah terealisasi, hanya cuap-cuap saja,” kata angota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur P Sihaloho, Senin (4/4/2016).

Peringatan, lanjut Tumbur, hanya membuat pedagang resah. Memancing emosi dan amarah masyarakat.  “Apalagi pemerintah tak memiliki solusi,” ungkapnya.

Menurut Tumbur rencana penertiban PKL tak  jelas arah serta tujuannya. Pemerintah belum memiliki konsep yang matang. “Hal ini yang kita sesalkan,” kata  Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Seperti penertiban PKL yang berada di kawasan panbil,  karena tak ada solusi dan relokasi, akhirnya mereka kembali berjualan. “Mungkin, daripada berbuat tindak pidana,” katanya lagi.

Karenanya, Tumbur berharap pemerintah bisa menata, membina, serta merelokasi PKL di tempat yang telah ditentukan.  “Seperti penataan PKL simpang rujak, khan bagus. Mereka juga senang,” katanya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang kurang beruntung menggantung hidupnya dengan berjualan di pinggir jalan.  Dipecat perusahaan, uang pesanganon dijadikan modal berdagang.

Menghidupi keluarganya, serta membiayai anaknya sekolah.  “Kalau ditertibkan, mereka mau berjualan dimana. Ini juga harus dipikirkan pemerintah,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura  meminta pemerintah tak menunda-nunda penertiban. Seluruh bangunan, kios liar, maupun PKL segera dibongkar. “Segera ditindak dan dicarikan solusinya,” kata Nyanyang.

Direlokasi, ditata, dan dibina, sehingga PKL menjadi tempat yang menarik. Baik untuk masyarakat Batam, maupun wisatawan yang berkunjung. “Dibuat wisata kuliner yang khas,” katanya lagi.

Mereka diberdayakan menjadi penggerak roda perekonomian kerakyatan, penopang perekonomian nasional.  Jangan sampai penertiban membawa permasalahan baru. Menambah pengangguran, serta meningkatnya angka kriminal.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” sarannya. Terkait hal itu, pemerintah jangan berdiam diri. Seluruh permasalahan dikoordinasikan, dengan instansi terkait. “Sepertihalnya BP Batam, sehingga bisa segera direalisasikan” katanya lagi.

Kesalahan para PKL tambah Nyanyang jangan dimanfaatkan para oknum mengambil setoran atau pungutan liar (Pungli) . Mereka dijadikan ‘ATM’ petugas, dengan janji keamanan berjualan.  “Ini yang beredar di masyarakat, kami meminta ini di clearkan,” tutupnya. (hgt/bp)

Pajak Hasil Perikanan Naik, Nelayan di Batam Menjerit

0
ilustrasi kapal nelayan
ilustrasi kapal nelayan

batampos.co.id – Kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaikan pajak hasil perikanan (PHP) hingga 1.000 persen membuat nelayan di Batam menjerit. Banyak diantaranya yang gulung tikar.

“Saya berharap KKP mencabut kebijakan ini,” tutur Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain.

Yudi menyampaikan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) KKP merugikan para nelayan.

“Bukan hanya di Batam tapi di seluruh Indonesia,” katanya.Kenaikan berlaku untuk kapal berkaspasitas 30 gross tone (GT) keatas. “Mulai Desember 2015 lalu,” ungkapnya lagi.

Menurut Yudi, berdasarkan laporan para nelayan kapal berkapasitas 30-70 GT naik 400 persen, 70 hingga 150 naik 600 persen, 150 GT keatas naik 1.000 persen. Dengan kenaikan itu, kapal berkapasitas 30 GT bisa membayar pajak Rp100 juta hingga Rp200 juta pertahun ke KKP.  “Siapa yang tahan dengan kenaikan ini,” ungkap Yudi.

Menurutnya, penangkapan ikan di perairan Kepri tak bisa disamakan dengan perairan Indonesia Timur yang melimpah.  Penangkapan biasanya efektif di bulan Agustus, September, dan Oktober.

“Ada musimnya, kalau angin kencang seperti ini mana bisa dapat ikan banyak,” ungkap Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Belum lagi pungutan liar (pungli) oknum petugas di laut serta lambannya pengurusan izin, membuat mereka susah mengembangkan usaha. Perpanjangan izin dengan harga ratusan juta bisa memakan waktu enam hingga tujuh bulan, kadang dikeluarkan KKP setelah masa waktunya habis.

“Kata Presiden ngurus izin cuman tiga hari, buktinya lama juga. Bagaimana mereka mau menangkap ikan,” ungkapnya.

Bila mereka tetap melalut tanpa surat, ikan hasil tangkapan beserta kapalnya bisa dilelang. “Kami berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan pro rakyat, bukan sebaliknya,” tuturnya. (hgt/bp)