Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13990

Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

0
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan  Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemko Batam terus menindaklanjuti beredarnya surat keputusan (SK) honorer palsu di sejumlah dinas di lingkungan Pemko Batam.

“Penyelidikan masih berjalan. Karena ini sangat merugikan, terutama kami yang dirugikan,” kata Kepala BKD Kota Batam, M Sahir, Senin (6/6/2016) seperti diberitakan koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Baca Juga: Amsakar : Bobi Rian Sudah Tak Masuk Lagi

Sahir juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Karena mereka telah mencatut nama BKD Batam dalam menipu para korbannya.

Hingga Senin (6/6/2016), Sahir mengatakan pihaknya sudah menerima 80 laporan dari korban SK honorer bodong ini. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Sahir memastikan, seluruh pemegang SK honorer bodong ini belum sempat bekerja di dinas dan badan di lingkungan Pemko Batam. Sebab pihak dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang kedatangan SK bodong itu langsung mengkonfirmasi BKD Batam melalui Bagian Umum dan Kepegawaian Pemko Batam.

“Saya langsung bilang itu palsu, karena BKD tak pernah mengeluarkan SK honorer baru,” terangnya.

Sayangnya, Sahir enggan merinci dinas apa saja yang kedatangan SK bodong tersebut. “Saya tak bawa data, yang pasti sekitar 80 SK,” katanya lagi.

Sahir berharap, para korban SK bodong segera melapor ke BKD Kota Batam. Sehingga BKD akan semakin mudah menelusuri jejak pembuat SK bodong tersebut. Termasuk jika para korban dimintai uang dari pelaku, Sahir berharap mereka terbuka kepada BKD Kota Batam.

“Kami masih berharap adanya laporan dari korban atau pihak lain yang merasa dirugikan,” harap Sahir.

Baca Juga: Kadistako Ngaku Tertekan, Bakal Buat Perhitungan dengan Bobi

Kasus SK honorer bodong ini terungkap sejak pekan lalu. Koran Batam Pos pertama kali mendapat informasi dari pegawai BKD dan Dinas Perindag. Setelah ditelusuri, SK bodong ternyata masuk ke banyak dinas dan badan di Pemko Batam, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan.

Namun saat itu baru ada sekitar 20 korban yang terungkap. Mereka terdeteksi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sebanyak lima orang, dan di Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam sebanyak 15 orang.

Dalam kasusnya mereka mendatangi dinas-dinas tertentu sambil membawa SK penempatan honorer. Dalam SK tersebut memang terdapat tanda tangan Kepala BKD Kota Batam, M Sahir. Namun SK tersebut ternyata palsu dan BKD Batam membatah telah mengeluarkan SK honorer tersebut.

Kasus honorer di lingkungan Pemko Batam ini sebenarnya bukan hal baru. April lalu, Pemko Batam sempat dihebohkan oleh aksi honorer di Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Bobi Rian, yang mengungkap adanya penerimaan honorer secara ilegal di dinas tersebut.

Melalui situs youtube.com, Bobi mengungkap ada 20 honorer baru yang masuk di Distako Batam sejak awal 2016. Padahal, Pemko Batam telah memberlakukan moratorium honorer seak 2014 lalu. Bobi menuding, ke-20 honorer itu merupakan titipan pejabat, termasuk pejabat di internal Distako Batam.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Batam juga tak luput dari masalah honorer ini. Satpol PP Batam diduga menerima 825 orang tenaga harian lepas (THL) tanpa sepengetahuan Pemko Batam. Bahkan beberapa di antara mereka membayar hingga belasan juta rupiah untuk bisa bekerja sebagai THL di Satpol PP Batam.

Sejumlah dinas lain juga terindikasi menerima honorer baru setelah pemberlakuan moratorium honorer Pemko Batam. Itulah sebabnya, saat dilakukan verifikasi pada awal 2016 lalu, jumlah honorer di Pemko Batam membengkak dari 4.131 orang menjadi hampir 7.000 orang.

Kasus ini kemudian menimbulkan masalah baru. Sekitar 3.000 honorer tersebut terancam tak gajian karena anggarannya tidak masuk dalam APBD murni Kota Batam 2016. Sebab verifikasi dilakukan setelah DPRD mengesahkan APBD Kota Batam 2016 yang hanya mengakomodir gaji untuk 4.131 honorer saja. (she/koran bp)

Baca Juga:

> Seluruh Honorer Baru di Batam Akan Dirumahkan
> Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

Wabub Lingga Pastikan Kebutuhan Masyarakat Selama Ramadan Aman

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar pastikan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan akan aman. Sebab, mengantisipasi persoalan kelangkaan bahan pokok dan sebagainya, Nizar telah kumpulkan jajaran SKPD terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hambatan pada regulasi kebutuhan tersebut.

Ia mengatakan, SKPD nya akan bekerja ekstra, menjamin kebutuhan masyarakat lancar.

“Seluruh instansi terkait yang memiliki hubungan dengan kebutuhan selama Ramadhan sudah dikoordinasi. Mudah-mudahan semuanya terkendali dengan baik di bulan suci ini,” papar Nizar, Senin (6/6).

Nizar menambahkan, hasil dari laporan Kepala Bagian Ekonomi pemerintah Kabupaten Lingga yang ia terima, kebutuhan sembilan bahan pokok selama ramadhan aman. Antisipasi terhadap kendala regulasinya juga sudah disiapkan.

Selain itu, untuk kebutuhan listrik juga telah dipastikan lancar. Pihak PLN memastikan, tidak terjadi pemadaman bergilir sepanjang bulan suci Ramadhan.

“Kalau kemarin sering dilakukan pemadaman bergilir, tapi selama ramadhan itu kita minta untuk tak terjadi lagi,” tambahnya.

Sementara terkait antisipasi lonjakan mudik lebaran, pihak Dishubkominfo Lingga sudah menyiapkan beberapa antisipasi diantaranya, penambahan armada transportasi laut, dan membuka akses pelayaran Batam-Sei Tenam.

Akses dari dan ke Sungai Tenam kata Nizar,  diharapkan dapat menjadi pengurai kepadatan arus mudik lebaran di satu titik yang biasanya terfokus dipelabuhan Tanjung Buton saja.

“Upaya pemerintah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Kabupaten Lingga, dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” tutupnya. (mhb)

Soal Aset yang Diserahkan BP Batam ke Pemko, Walikota masih Belum Bisa Komentar

0
Suasana salatdi Masjid Raya Batam Centre, Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Suasana salatdi Masjid Raya Batam Centre, Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah setuju menyerahkan enam asetnya kepada Pemko Batam. Namun ternyata Pemko Batam mengaku belum mendapat kabar ataupun informasi resmi terkait hal itu dari BP Batam.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku belum bisa bicara banyak terkait informasi penyerahan 6 aset BP Batam ke Pemko. Ia enggan bicara banyak terkait rencana akan difungsikan seperti apa aset-aset tersebut

”Saya belum bisa kasih komentar, belum masuk ke saya. Tanya pak Sekda, mungkin beliau sudah tahu,” terang Rudi yang ditemui, kemarin.

Sementara itu, Sekda Pemko Batam, Agussahiman menegaskan belum dapat kabar resmi dari BP Batam terkait penyerahan aset tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu, pihaknya masih membicarakan permasalahan itu dengan rapat bersama Walikota dan SKPD Batam.

”Saya tak mau berkomentar mengenai itu, karena belum ada informasi resmi. Karena pada rapat sebelumnya kita telah mengajukan dan belum ditindaklanjuti,” kata Agussahiman.

Diberitakan sebelumnya, hibah itu merupakan hasil rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada tanggal 2 Juni 2016, lalu.

Rapat DK Batam dipimpin oleh Menteri Koprdinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh seluruh anggota DK Batam yaitu;

Menteri Dalam negeri,
Menteri Hukum dan Ham,
Menteri Perdagangan,
Menteri Keuangan ( diwakili ),
Menteri ATR&BPN (diwakili),
Panglima TNI ( diwakili ),
Kapolri (Diwakili),
Gubernur Kepri ( diwakili ),
Wali Kota Batam
Ketua DPRD Provinsi Kepri.
Kepala dan seluruh pimpinan BP Batam. (she)

Lapor Pak Kapolres, Jalan Marina City masih Dijadikan Area Balap Liar

0

batampos.co.id – Kawasan Jalan Marina City, tepat di depan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Tanjunguncang dan kawasan Tunasregensi Sagulung, masih menjadi tempat tongkrongan Anak  Baru Gede (ABG). Di lokasi tempat tongkrongan itu juga kerap dijadikan tempat mabuk dan balap liar.

Dari informasi yang diperolah, di jalan Marina City Tanjunguncang para ABG mulai memadati lokasi tersebut sekitar pukul 15.00 WIB hingga larut malam.  Jalan itu kerap dijadikan area balap liar (standing, red). Bahkan parahnya lagi sebagian dari mereka ada yang mekonsumsi minuman beralkohol.

”Kadang sering tauran sesama mereka,” ujar Riki warga Prumahan Jupiter, Senin (6/6).

Tak heran jika aksi ugal-ugalan mereka kerap membuat pengendara lain yang menggunakan jalan tersebut untuk berpergian kerap menjadi terganggu. “Kadang orang lewat jadi takut,” ungkapnya.

Seperti diketahui kejadian bulan lalau pada Minggu (22/5) sore, yang mana para ABG tersebut sempat tauran hingga berujung dua unit sepeda motor milik sesama mereka dibakar. “Motor anak Cungting dibakar oleh anak Vegas Marina,” kata Riki.

Hingga akhirnya kedua unit sepeda motor yang sudah dibakar pun dibawa ke Mapolsek Batujai.

Sementara itu, di wilayah Sagulung tempat tongkrongan juga masih saja terjadi di Taman Tunas Regency.  Para ABG yang nongkrong pun hingga larut malam. Bahkan di tempat tersebut kerap juga dijadikan tempat mabuk. Tak heran sebagian warga kerap menjadi korban rampok dan pemalakan di daearah sana.

“Kalau sudah mabuk, terus tak ada lagi uang buat beli minim mereka malak. Minta uang paksa ke warga di sini. Kalau tak di kasi diancam,” ujar Imron salah satu warga di sana. (cr14)  

Warga Batuaji Dijambret, Pelaku Dikejar, Terpojok, Eh, Keluarkan Benda Mirip Pistol

0

batampos.co.id – Teti, warga Kavling Seroja, Sagulung berkisah dirinya dijambret di Jalan Raya Brigjen Katamso, Batauji, persisnya di depan SPBU Tanjunguncang atau sekitar 500 meter dari Polsek Batuaji, Minggu (5/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Wanita 23 tahun yang dibonceng Hengky, suaminya, menggunakan sepeda motor dijambret oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Kalung Teti dirampas oleh salah satu pelaku yang dibonceng.

”Kalung saya putus jadi dua bagian. Setengahnya tertinggal, setengahnya dibawa mereka (pelaku jambret),” kata Teti.

Melihat sang istri dijambret, Hengky dan beberapa warga pengguna jalan lainnya mencoba mengejar dua pelaku yang langsung tancap gas ke arah Pasar Fanindo itu.

”Suami saya teriak jambret, kebetulan jalanan lagi ramai orang-orang galangan yang baru pulang kerja ikut kejar mereka ke arah Fanindo,” ungkap Teti.

Namun saat kedua pelaku jambret itu terpojok di jalan raya depan Pasar Fanindo, salah satu pelaku mengeluarkan sebuah benda yang mirip seperti senjata api jenis pistol dan mengancam akan menembaki Hengky dan warga yang mengejar mereka.

”Jadi suami saya takut, warga yang bantu kejarpun tak berani dekat. Padahal sudah terpojok mereka,” ujar Teti.

Kedua pelakupun lolos dari kejaran warga karena mengeluarkan benda yang mirip pistol tersebut. Sementara akibat kejadian itu, Teti mengaku bukan saja mengalami kerugian setengah kalung yang dijambret pelaku, tapi juga trauma karena ditodong pakai pistol oleh pelaku jalanan itu.

”Gemetaran saya. Jadi trauma. Jalanan sudah tak aman lagi saat ini,” terangnya.

Kejadian itu memang tak dilaporkan ke kepolisian, hanya saja besar harapan Teti dan warga pada umumnya agar polisi lebih giat lagi melakukan patroli dan pencegahan terhadap keberadaan pelaku kriminal jalanan mulai dari Jambret, begal dan kelompok geng motor kriminal.

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji mengaku tak tahu kejadian itu sebab korban tak melapor.

”Tak ada laporan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said.

Kapolsek Batuaji, Kompol Andi Rahmansyah kepada wartawan lebih mengimbau agar masyarakat lebih waspada lagi ke depannya. Masyarakat diminta untuk bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. ”Caranya ya pastikan rumah aman saat ditinggal pergi, di jalan raya saat berkendaraan jangan membawa barang berharga yang mencolok, kendaraan parkir di tempat yang aman dan kunci ganda,” ujar Andi.

Tindakan preventif, sambung Andi, kepolisian gencar melakukan patroli rutin di semua lokasi di wilayah hukum Mapolsek Batuaji.

”Tim lapangan masih standby mulai dari patroli, anggota intel dan buser. Tapi kadang pelaku kriminal ini pandai. Mereka beraksi saat tak ada polisi, jadi peran aktif masyarakat untuk jadi polisi bagi diri sendiri itu penting,” ujar Andi.

Khusus selama bulan puasa ini, sambung Andi, anggota patrolinya akan fokus melakukan pengawasan di semua lokasi yang dianggap rawan baik di jalan raya maupun di komplek perumahan.

”Patroli akan dipadati dimulai pukul 16.00 WIB hingga tarawih, tengah malam, serta subuh sampai pagi,” kata Andi lagi.

Kepada pengurus masjid, Andi juga mengimbau agar menempatkan tenaga pengaman khusus di sekitar lokasi masjid agar menjaga areal masjid dan parkir masjid untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. (eja)

Lim Bi Hien belum Bisa Dimintai Keterangan

0

batampos.co.id – Kecelakaan dua sepeda motor di Simpang Jam antara anggota polisi dan warga sipil hingga kini belum diketahui penyebabnya. Korban bernama Lim Bi Hien yang dirawat intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) dan anaknya Nini sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

”Penyebabnya belum diketahui secara pasti, karena korban sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani, Senin (6/6).

Menurutnya, sejauh ini, ia hanya mengantongi keterangan anggotanya dan rekaman CCTv. Dari pengakuan anggotanya dan rekaman CCTv diketahui Nini bersama ibunya mengendarai sepeda motor saat lampumerah baru saja berubah merah.

”Saya tidak mau komentar dulu. Kami harus minta keterangan mereka yang di rumah sakit,” tegasnya.

Nini, anak korban yang ditemui di RSAB tak berkomentar dengan kejadian yang menimpa dirinya dan ibunya. Ia tampak terpukul dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Jhonson, kerabat korban mengatakan kecelakaan itu terjadi saat Nini dan Lim Bi Hien pulang berbelanja dari kawasan Nagoya. Keduanya hendak pulang menuju Pancur, Seibeduk dan melalui Simpang Jam.

”Setelah ditabrak mereka langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau masalah polisi yang bertanggung jawab saya kurang tahu juga,” ujarnya.

Informasi yang didapatkan, kecelakaan itu terjadi pada Minggu (29/5) lalu. Saat itu Lim Bi Hien bersama anaknya Nini mengendarai sepeda motor Honda Scopy. Mereka melaju dari arah Nagoya menuju Simpang Kabil dan berencana menuju rumah di Pancur, Seibeduk. Tapi, di Simpang Jam terlibat tabrakan dengan pengendara lainnya yang ternyata anggota polisi. Lim Bi Hien dan anaknya dievakuasi ke RSAB karena mengalami luka serius. (opi)

Pemko Batam Siapkan Dana Rp 25 M untuk Perbaiki Drainase

0
foto: ahmad yani / batampos
foto: ahmad yani / batampos

batampos.co.id – Pemerintahan Kota (Pemko) Batam tahun ini mengalokasikan anggaran perbaikan drainase di dalam kota sebesar Rp 25,55 miliar. Program tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir yang kerap muncul pada saat musim hujan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat mengatakan, anggaran yang diambil dari APBD 2016 ini difokuskan di lima wilayah di Batam.

  • Wilayah satu meliputi Batuampar dan Bengkong.
  • Wilayah dua Lubukbaja dan Batamkota.
  • Wilayah tiga, difokuskan di Kecamatan Seibeduk, Nongsa, dan Galang.
  • Wilayah empat Kecamatan Sagulung
  • Wilayah lima yang terdiri dari Kecamatan Sekupang, Batuaji, dan Belakangpadang.

”Tahun ini terdapat lima titik pembangunan saluran air dengan dana Rp 22,55 miliar,” ujar Rohaizat.

Namun begitu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tetap meminta Pemko Batam memprioritaskan pembenahan drainase di daerah rawan banjir. ”Karena di lima titik ini ada daerah-daerah rawan banjir seperti Marina dan Batuaji,” kata Rohaizat.

Sementara itu, Bustamin, anggota Komisi III DPRD Kota Batam lainnya mengaku pembenahan drainase di daerah rawan banjir perlu diselesaikan secara periodik. Misalnya memetakan wilayah yang kerap tergenang air yang diakibatkan sistem drainase yang belum baik. ”Harus ada persiapan yang matang, sehingga anggaran yang dipakai juga efisien,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan dan perbaikan saluran air bisa digenjot. Mengingat musim hujan yang melanda Batam beberapa hari terakhir, membuat beberapa titik terendam banjir, yang tentunya berdampak kepada aktivitas sebagian masyarakat Batam.

”Masyarakat tentu juga berharap agar penanggulangan banjir segera diatasi,” tututpnya. (rng)

Poltek Batam Juara 1 Kontes Robot Sepak Bola

0

Barelang-FC-Politeknik-Juarbatampos.co.id – Politeknik Negeri Batam berhasil merebut Piala Bergilir Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2016, Sabtu (4/6) lalu. Tim Robot Barelang FC tersebut menjadi juara 1 setelah menyarangkan tiga gol ke gawang Tim Robot Eros PENS.

”Ini karena strategi kami mapan. Blocking satu robot-satu robot, kami masih bisa menendang,” kata Ketua Tim Barelang FC Politeknik Negeri Batam, Hanjaya Mandala setibanya di Batam, Senin (6/6).

Selain itu, Barelang FC juga diuntungkan dari kondisi robot PENS yang menua. Ketika pertandingan kemarin, Robot PENS sempat bermasalah. “Robot PENS itu sudah berusia lima tahun. Ada penurunan kondisi di mereka,” tambahnya.

Namun demikian, menurut Hanjaya, pertandingan yang menegangkan justru terjadi dalam laga semifinal melawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dalam laga itu, Poltek Batam sudah kalah jumlah. ITS menurunkan empat robot.

Poltek Batam sempat mengalami jatuh bangun. Namun, mereka berhasil menjebol gawang lawan sebanyak empat kali. “Jadi, total skor kami 25 dan itu tanpa kebobolan. Zero error-lah,” ujar Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Mekatronika, Keahlian Robotika itu lagi.

Hanjaya jelas bahagia dengan kemenangan ini. Sebab, ia berhasil membawa pulang tujuh piala dari hanya satu kategori. Ketujuhnya datang dari tingkat regional dan nasional.

Di tingkat regional yang diselenggarakan di Kampus Politeknik Caltex Riau, 12-14 Mei lalu, Barelang FC berhasil memboyong tiga penghargaan. Yakni, Piala Juara I, Penghargaan Inovasi Terbaik, dan penghargaan sebagai tim terfavorit.

Nah, di tingkat nasional kemarin, bukan hanya penghargaan sebagai Juara I saja yang mereka bawa pulang, tetapi juga Piala Bergilir KRSBI, Penghargaan Desain Terbaik, dan Penghargaan Strategi terbaik.

“Disiplin tinggi itu yang menurut saya menjadi kuncinya. Karena usaha tidak pernah mengkhianati hasilnya,” tuturnya.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Batam, Sumantri Kurniawan, merasa bangga dengan prestasi ini. Sebab, perjuangan yang mereka lalui sangat berat. Mereka harus mempersiapkan diri dari pagi hingga pagi lagi dalam menghadapi pertandingan di tingkat regional hingga nasional.

Nah, usai pertandingan ini, pihak jurusan telah menyiapkan satu penghargaan khusus. Penghargaan khusus itu dalam bentuk nilai. Pertandingan robot ini dianggap sebagai ujian praktikum dalam sistem perkuliahan mereka.

“Ini namanya kurikulum berbasis kompetensi robotika. Mata kuliahnya diambil dari robot,” katanya.

Inilah mengapa, selama latihan hingga pertandingan, tim beranggotakan sembilan orang mahasiswa keahlian robotika itu terus dipantau oleh pendamping. Nilai praktikum mereka akan keluar setibanya mereka di Batam.

“Tapi ini belum nilai final karena mereka juga harus melalui ujian teori. Tapi saya yakin, kalau mereka saja sudah bisa menang juara satu ini, teori pasti di luar kepala,” katanya lagi.

Dengan kemenangan ini, artinya, Barelang FC akan mewakili Indonesia di tingkat internasional di Jepang, tahun depan. Mereka akan kembali ke kelas robotika. Namun, sesekali mereka tetap akan bekerja di bengkel.

“Kami menang karena robot kami bagus. Robot kami bagus karena riset. Nah, riset itu tidak bisa berhenti harus terus dikembangkan,” tutup Sumantri. (ceu)

Polisi Jadikan Chen Bing Kun sebagai Tersangka

0
Tiga WN Cina yang diamankan karena merampok di Batam. Foto: istimewah
Tiga WN Cina yang diamankan karena merampok di Batam. Foto: istimewah

batampos.co.id – Polisi Batam menetapkan Wn Cina, Chen Bing Kun sebagai tersangka. Pria 47 tahun tersebut bersama dua rekannya terbukti melakukan pencurian di Komplek Bumi Indah Nagoya pada 17 Mei lalu. Saat itu pelaku membawa kabur uang tunai 7.300 dolar Amerika.

”Dari pemeriksaan kami tetapkan Chen Bing Kun sebagai tersangka. Karena sesuai laporan pencurian dan penggelapan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian di Mapolresta Barelang, Senin (6/6).

Memo menjelaskan dua WNA lainnya tak terbukti melakukan pencurian. Ye Feina sempat mengurungkan niatnya melakukan pencurian, sedangkan Luo hanya disewa pelaku sebagai sopir.

Modus pelaku dengan bawa uang 8.980 dolar Amerika dan hendak ditukarkan ke uang tunai pecahan dolar Singapura dan Rupiah. Namun saat itu, pelaku membawa kabur uang yang baru saja diserahkan karyawan money changer.

”Nah, yang dua rekannya tidak terlibat. Ye Feina hanya percobaan dan Luo Yoezhen disewa sebagai sopir,” tutur Memo.

Dari tangan pelaku, polisi menyita tiga paspor, empat ponsel, satu kartu kredit, tiga tas, uang tunai 8.460 dolar Amerika, 402 dolar Singapura, dan 3094 CNY (Cina Yuan). Barang bukti tersebut nantinya akan diserahkan ke perwakilan Kedutaan Cina. ”Uang itu akan kita serahkan bersama Ye Feina. Kalau sopirnya sudah lama menetap di Batam dan mempunyai istri di sini,” terangnya. (opi)

 

baca: Hipnotis Karyawan Money Changer, Bawa Kabur Dolar AS, 3 WN Cina Ditangkap

baca: Tiga WN Cina Itu, Spesialis Copet di Negerinya

Tiga WN Cina Itu, Spesialis Copet di Negerinya

0
WN Cina saat beraksidengan pura-pura ingin menukarkan uang terekam CCTV Money Changer. Foto: istimewa
WN Cina saat beraksidengan pura-pura ingin menukarkan uang terekam CCTV Money Changer. Foto: istimewa

batampos.co.id – Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang diamankan atas dugaan kasus pencurian di money changer ternyata baru saja menginjakkan kaki di Batam. Pelaku diketahui baru selama sebulan menetap dan melancarkan aksinya. Namun, pelaku diketahui spesialis pencuri dan copet di kampung halamannya di Cina.

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka secara secara bergantian mendatangi Batam. Chen Bing baru selama menetap selama dua bulan, sedangkan Ye Feina pada 3 Juni lalu.

”Mereka datang sendiri-sendiri. Beraksinya sendiri juga, dan pengakuannya mereka spesialis pencuri dan copet di kampung halamannya,” jelas Memo.

Memo menambahkan pihaknya masih menginterogasi tersangka. Dimana pihaknya sampai saat ini terkendala masalah bahasa.

”Dimana saja mereka beraksi belum diketahui. Karena masih dimintai keterangan. Karena orang asing kita terkendala bahasa,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga WNA asal Republik Rakyat Cina (RRC) diciduk usai menghipnotis karyawan money changer di kawasan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Sabtu (4/6) sore. Dalam aksinya tersebut, pelaku bernama Chen Bing Kun, Ye Feina, Luo Yoezhen menggasak uang Rp 131 juta.

Aksi ketiga pelaku ini terungkap setelah karyawan money changer tersadar dan kehilangan uang. Pelaku sempat terekam kamera CCTv dan membawa kabur uang tunai puluhan ribu dolar Amerika Serikat (USD) menggunakan mobil Daihatsu Xenia. (opi)

baca: Hipnotis Karyawan Money Changer, Bawa Kabur Dolar AS, 3 WN Cina Ditangkap