Jumat, 13 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13995

Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi

0
Kantor Imigrasi Batam. Foto: istimewa
Kantor Imigrasi Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Seorang pegawai Imigrasi Batam berinisial Z yang diduga membantu pelarian tahanan imigrasi bernama Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura, masih diperiksa secara intensif oleh tim penyidik Sat Reskrim Mapolresta Barelang, Kamis (10/3/2016).

Dengan menggunakan baju kemeja berwarna biru muda dengan motif garis tegak lurus berwarna hitam, Z diperiksa sejak pukul 10.00 WIB di ruang Kanit I Mapolresta Barelang.

“Statusnya masih kita periksa sebagai saksi terkait kaburnya salah seorang tahanan Imigrasi. Untuk keterangan lebih lanjut belum bisa di umumkan sekarang,” ungkap salah seorang sumber batampos.co.id.

Sebelumnya diberitakan, Z di duga memberikan ID Cardnya kepada MS (penghubung Damar, red) untuk bisa masuk ke dalam Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas IA Khusus Batam, dan memberitahu jalan kepada MS agar bisa masuk untuk membebaskan  Damar Chettri alias Sam Chettri.

“Saat ini kita masih melakukan pendalaman terhadap apa kepentingan dan motifnya, siapa warga negara singapura ini, kok sebegitu penting sampai harus dikeluarkan dengan cara seperti itu oleh oknum ini,” ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika. (eggi)

WN Singapura Kabur Setelah Suap Petugas Imigrasi

0
Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika. Foto: Batam Pos / JPNN
Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika. Foto: Batam Pos / JPNN

batampos.co.id – Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura yang kabur dari rumah detensi imigrasi (Rudenim) Kelas IA Khusus Batam akhirnya terkuat. Damar melalui penghubungnya diduga menyuap oknum petugas Imigrasi.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, pihaknya baru berhasil menangkap MS, penghubung dari Damar Chettri dengan salah seorang petugas imigrasi berinisial Z. MS berhasil ditangkap di Medan, Sumatra Utara dalam upaya pelariannya atas pemalsuan identitas yang dibantu oleh Z.

“Dari ketarangan tersangka MS ini, ia mengaku memberikan sejumlah uang kepada oknum petugas (Z)di imigrasi,” ungkap Kapolresta Barelang, Kamis (10/3/2016).

Atas dasar pemberian uang tersebut, Z yang merupakan petugas imigrasi memberikan ID Cardnya kepada MS dan memberi tahu tempat dimana kunci itu disimpan dan memberitahu jalan agar bisa masuk ke dalam Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas IA Khusus Batam.

“Ini merupakan pengakuan dari tersangka MS tapi saat ini masih kita dalami dulu,” kata Helmy.

“Setahu saya bagaimana Warga Negara Singapura ini bisa kabur dari tahanan imigrasi itu dari hasil olah TKP dan koordinasi kami dengan pihak imigrasi dan melihat CCTV, diketahui ada seseorang yang menggunakan sebo masuk ke dalam tahanan tersebut. Dengan cara merusak dan mengambil kunci di atas tempat kunci,” terang Helmy lagi.

Helmy mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami siapa yang mendanai MS dan kenapa harus dikeluarkan dengan cara menyogok salah seorang petugas Imigrasi agar bisa keluar dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas IA Khusus Batam.

“Apa kepentingannya dan motifnya, siapa warga negara singapura ini, kok sebegitu penting sampai harus dikeluarkan dengan cara seperti itu oleh oknum ini, kami masih dalami,” ujar Helmy.

Damar ditangkap Imigrasi Batam pada 22 Desember 2015 saat akan kembali ke Singapura melalui pelabuhan Ferry International Batam Centre. Ia ditangkap karena imigrasi mengetahui ia memiliki paspor Indonesia, padahal dia warga negara Singapura.

Damar sempat ditahan, namun pada 24 Januari 2016 lalu, Damar berhasil melarikan diri. (eggi)

Foto-Foto Pria yang Diduga Maling HP dan Helm

0

batampos.co.id – Selain kecelakaan lalulintas di depan Hutan Wisata Mata Kucing, Kamis (10/3/2016) pagi ini berbagai tindakan kriminal juga terjadi di Kota Batam.

Kejadian-kejadian tersebut diunggah oleh warga lewat jejaring sosial facebook. Untuk kasus pencurian, ada dua kejadian. Pertama, seorang anak muda yang diduga mencuri handphone di salah satu hotel di bilangan Nagoya, Batam, berhasil ditangkap warga. Berikut foto-fotonya:

FotoL: BTL/facebook
FotoL: BTL/facebook
Foto: BTL/facebook
Foto: BTL/facebook
Foto: BTL/facebook
Foto: BTL/facebook

 

 

 

 

 

 

 

 

Kejadian kedua, peria diamankan dia area Parkir Dinas Pendidikan Kota Batam saat mengambil helm. Pria ini sengaja dijebak karena sudah sering kejadian serupa terjadi di parkiran Dinas Pendidikan Kota Batam di Sekupang. Berikut fotonya:

Motor pelaku tampak dari belakang.  Foto: RmD/facebook
Motor pelaku tampak dari belakang. Foto: RmD/facebook
Pelaku sempat diberi hadiah bogem mentah.  Foto: RmD/facebook
Pelaku sempat diberi hadiah bogem mentah. Foto: RmD/facebook
Pelau sudah diborgol.  Foto: RmD/facebook
Pelau sudah diborgol. Foto: RmD/facebook
Motor yang dipakai pelaku saat beraksi. Platnya palsu. Foto: RmD/facebook
Motor yang dipakai pelaku saat beraksi. Platnya palsu. Foto: RmD/facebook

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(nur)

Lakalantas Lagi di Depan Hutan Wisata Mata Kucing

0
Kondisi Honda Beat yang terlibat lakalantas. Foto: Arie Papaè Nèvie/facebook
Kondisi Honda Beat yang terlibat lakalantas. Foto: Arie Papaè Nèvie/facebook

batampos.co.id – Kecalakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan di depan Hutan Wisata Matab Kucing, Kamis (10/3/2016) siang. Sepeda motor  Honda Verza BP 3669 DE laga kambi

Honda Verza yang terlibat lakalantas Foto: Arie Papaè Nèvie/facebook
Honda Verza yang terlibat lakalantas Foto: Arie Papaè Nèvie/facebook

ng dengan  Honda Beat BP 3175 CF.

 

Melalui akun facebooknya, Arie Papaè Nèvie menyebutkan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasi kejadian tak jauh dari kecelakaan, tadi malam (9/3/2016) yang menewaskan dua orang dan empat lainnya luka-luka.

Belum diketahui apakah pengendara dua sepeda motor itu tewas atau tidak. Namun dari kondisi kendaraan keduanya sama-sama hancur bagian depannya.

Helm pengguna motor Honda Verza juga terlihat hancur. Kedua pengendara sepeda motor ini sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. (nur)

Baca Juga:
> Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Batam Masih Rendah
> Kecelakaan Maut di Depan Hutan Mata Kucing, Dua Tewas, Empat Luka-luka
> Tabrakan dengan Pick Up, Iskandar Tewas di Seitaming
> Kecelakaan Maut di Depan Villa Panbil, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Batam Masih Rendah

0
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani. Foto: eggy/batampos.co.id
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani. Foto: eggy/batampos.co.id

batampos.co.id – Kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai empat orang di jalan raya depan Hutan Wisata Mata Kucing Sekupang, Rabu (9/3/2016) pukul 21.30 WIB mencerminkan rendahnya kesadaran tertib lalu lintas di Batam. Apalagi di hari tersebut ada tiga kecelakaan terjadi.

“Kalau mengharap selalu ada petugas untuk tertibkan lalu lintas, artinya kesadaran itu hanya sebatas ada petugas saja,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani, Kamis (10/3/2016).
Andar menjelaskan untuk kondisi jalan sendiri, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait (Dinas PU) agar memperbaiki jalan-jalan yang rusak yang brpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kita sudah menyampaikan kepada pihak terkait untuk memperbaiki kondisi jalan yang bisa membahayakan pengendara, salah satunya jembatan di pelita arah nagoya ke sungai panas,” lanjut Andar.
Andar juga menghimbau bagi pengendara di jalan raya harus selalu mengontrol laju kendaraannya. “Pengemudi mestinya harus mengontrol laju kendaraan dengan memperhatikan kondisi jalan, baik itu darui banyaknya pengendara, sempitnya jalan, hingga kondisi jalan,” kata Andar. (eggi)

Kecelakaan Maut di Hutan Mata Kucing, Dua Tewas, Empat Luka-luka

0
Nissan Jeep patrol BP 1880 ZF salah satu mobil yang terlibat kecelakaan di depan jalan raya Hutan Mata Kucing. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Nissan Jeep patrol BP 1880 ZF salah satu mobil yang terlibat kecelakaan di depan jalan raya Hutan Mata Kucing.
Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Kecelakaan terjadi di jalan raya depan Hutan Wisata Mata Kucing Sekupang, sekira pukul 21.30 WIB, Rabu (9/3/2016) yang melibatkan dua mobil dan satu motor. Akibatnya dua orang tewas di tempat dan empat orang mengalami luka-luka.

Dari data yang dihimpun oleh batampos.co.id, saat terjadi kecelakaan sepeda motor Yamaha Vega BP 4651 DR yang dikendarai oleh Soleh Sopian, dan Sarmila datang dari arah Simpang Base Camp menuju arah Sei Harapan.

“Sepeda motor ini dia mau menuju Sekupang dari arah Simpang Base Camp, saat dia mau menyalip mobil yang ada didepannya, ternyata ada mobil Jeep Patrol sehingga tabrakan,” ungkap Iptu Arman Kanit Lantas Polresta Barelang.

Mobil Toyota Avanza BP 1198 GJ yang terlibat lakalantas dengan Jeep patrol BP 1880 ZF serta sepeda motor Yamaha Vega BP 4651 DR di ruas Mata Kucing, kamis (10/3/2016) dihari. Foto: Mulyadi Kurniawan/facebook
Mobil Toyota Avanza BP 1198 GJ yang terlibat lakalantas dengan Jeep patrol BP 1880 ZF serta sepeda motor Yamaha Vega BP 4651 DR di ruas Mata Kucing, kamis (10/3/2016) dihari. Foto: Mulyadi Kurniawan/facebook

Kemudian setelah mengalami kecelakaan dengan sepeda motor, kendaraan mobil Nissan Jeep patrol BP 1880 ZF yang dikemudikan oleh Yance tersebut banting setir dan oleng ke lajur kanan sehingga bertabrakan lagi dengan kendaraan mobil toyota Avanza BP 1198 GJ dikemudikan oleh Joni.

Atas kejadian ini, nyawa pengendara sepeda motor tidak bisa diselamatkan, dan saat ini dua unit mobil dan satu unit sepeda motor telah diamankan di Mapolresta Barelang. (eggi)

Baca Juga:
> Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Batam Masih Rendah
> Tabrakan dengan Pick Up, Iskandar Tewas di Seitaming
> Kecelakaan Maut di Depan Villa Panbil, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Warga Resah, Gelper Masuk ke Pemukiman

0
Beberapa mesin gelper yang diamankan di Polresta Barelang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Beberapa mesin gelper yang diamankan di Polresta Barelang.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Beberapa titik gelanggang permainan (gelper) sudah masuk ke pemukiman. Di sekitar perumahan Pemda, Batu Aji, dan juga di sekitar Kampung Aceh misalnya masih beroperasi walau beberapa di antaranya sudah pernah diamankan pihak berwajib.

”Kami warga di sini, minta agar gelper ini ditutup. Ini sudah lama berlangsung tetapi tidak ada tindakan dari pemerintah dan pihak berwajib,” kata Rinto, warga Pemda II Batu Aji.

Menurutnya, arena gelper ini sudah meresahkan masyarakat. Di mana dampak negatifnya sangat besar kepada kehidupan masyarakat. ”Kalau sempat kalah Rp 500 ribu setiap main, sudah pasti kebutuhan rumah tangga terganggu, ujung-ujungnya akan ada pertengkaran di rumah tangga,” katanya.

Gustian Riau, Kepala BPM dan PTSP Pemko Batam menegaskan pihaknya sudah mengendus adanya gelanggang permainan yang disalahgunakan. Ia menegaskan akan menertibkan semua titik gelper yang disalahgunakan.

”Seperti yang saya sampaikan kemarin ada belasan yang tak berizin. Ini semua akan ditertibkan,” katanya.

Seperti halnya gelper yang ada di pemukiman di sekitar Kampung Aceh sudah beberapa kali ditertibkan. Beberapa mesin gelper sudah diamankan dalam beberapa kali razia. Tetapi tetap saja ada praktek perjudian di sana.

”Kita hanya mengutamakan dan mengeluarkan izin di pusat perbelanjaan. Dan tegas saya katakan itu bukan untuk perjudian. Kalau kita temukan ada judi, akan ditindak,” katanya.

Tumbur M Sihaloho, anggota Komisi I DPRD Kota Batam minta pihak Pemko Batam dan kepolisian harus lebih tegas. ”Kalau tidak tegas, maka akan semakin banyak titik gelper yang ilegal. Bukan untuk permainan anak, tetapi untuk judi,” katanya.

Ia meminta BPM dan PTSP selaku yang berwenang mengeluarkan izin untuk memeriksa semua jenis mesin yang digunakan semua titik gelper. ”Dari sana nanti akan ketahuan, apakah ada unsur judinya atau tidak. Kalau ada, tutup saja, jangan takut,” katanya. (ian)

DPRD Batam: Pungutan di Sekolah Itu Pungli

0
Sejumlah siswa SMA sedang menunggu angkutan umum sepulang sekolah di Tanjungpinang. Jelang UN, jam malam bagi siswa kelas tiga mulai diperketat. foto:yusnadi/batampos
ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan memastikan iuran yang diwajibkan pihak sekolah dan komite merupakan  pungutan liar (Pungli).
Pungutan yang dibebankan kepada siswa SMA dan SMK ini  tak memiliki landasan hukum serta pertanggungjawan yang jelas.

“Tidak ada ketentuan yang mewajibkan,” ujar pria yang akrab disapa Safari ini kepada Batam Pos, Rabu (9/3).

Safari juga  tak meyakini orang tua siswa menyepakati iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya itu. “Saya juga mantan guru, jadi tahu. ini Pandai-pandai pihak sekolah dan komite saja,” kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Karenanya, iuran tak lebih dari proyek sekolah. Karenanya, Safari  mempertanyakan sikap Kepala Dinas Pendidikan, Muslim Bidin yang memperbolehkan praktik ilegal ini disekolah negeri. “Berarti Disdik tak lepas dari ini (proyek sekolah),” katanya.

Dalam waktu dekat, Komisi IV akan memanggil Kadisidik, mempertanyakan alasan serta landasan pungutan sekolah. “Kalau diperbolehkan berarti legal, ada aturannya. Ini akan kita pertanyakan,”ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD, Riky Indrakari mengatakan, pungutan yang dilakukan pihak sekolah merupakan pelanggaran. Keberadaannya jelas memberatkan orang tua siswa.

Menurutnya, meskipun program pemantapan tak dibiayai pemerintah. Bukan berarti harus dibebankan kepada siswa yang nilainya sama dengan pemantapan di lembaga pendidikan swasta.

Karena keberlangsungannya menjadi tanggungjawab sekolah. Pihak sekolah bisa melakukan berbagai cara, tanpa harus meminta pungutan.

“Kalaupun ada biaya, harusnya sukarela, sesuai kemampuan orangtua siswa.” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.Sekolah tak boleh menentukan jumlah, serta mewajibkan pembayaran setiap bulan.

Terkait gaji honor, menurut Riky sudah dialokasikan melalui APBD, bahkan ada diantaranya yang menggunakan dana BOS. Namun tiga bulan terakhir, seluruh tenaga honor termasuk guru belum menerima gajian.

“Ini salah satu dampak belum dibayarkannya gaji honor,” kata Riky.

Harusnya menurut Riky, pemerintah tanggap dan segera membayarkan hak tenaga kontrak. Sehingga tak berdampak buruk terhadap layanan publik maupun pendidikan, akibat perbuatan menyimpang. “Guru juga punya kebutuhan,” katanya lagi. (hgt)

Kendalikan Angka Kelahiran, Program KB Kembali Digiatkan

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Rendahnya pertumbuhan penduduk Indonesia tak lepas dari peran serta Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Nasional (BKKBN). Salah satu programnya Keluarga Berencana (KB) yang sempat menekan jumlah penduduk Indonesia pada era pemerintahan Soeharto.

Namun seiring waktu, program KB mulai redup. Bahkan, praktik dan sosialisasi pun sudah jarang dilihat. Masyarakat sudah banyak lupa tentang banyaknya faedah dari pada program pemerintah itu

”Untuk itu kita mengingatkan lagi pentingnya ber-KB,” tutur Deputi Advokasi Pergerakan dan Informasi (ADPIN) pusat Abidin Syah Siregar, saat menggelar dialog interaktif bersama masyarakat Batam dengan tajuk Revolusi Mental Berbasis Keluarga di Balai Kesehatan, Marina, kemarin.

Berdasarkan data BKKBN, kata Abidin, di Kepulauan Riau (Kepri), program KB baru menyentuh angka 54 persen. Jumlah ini tentunya belum maksimal melihat besarnya jumlah penduduk Kepri. ”Ini yang menjadi tantangan kita. Mensosialisasikan program KB sampai ke masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Abidin, untuk tahun 2019 nanti, BKKBN memiliki target 65 persen jumlah penduduk Kepri sudah mengikuti program KB. Ia berharap, BKKBN perwakilan masing-masing 6 kabupaten/kota di Kepri bekerja terus sampai ke pelosok memberikan sosialisasi manfaat KB.

”Nantinya sosialisasi akan dimulai dari tingkat PKK, posyandu hingga masyarakat hinterland,” tutupnya. (rng)

Hari Ini, Kepala Kejari Batam Resmi Diganti

0

12910batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akan mengalami pergantian pucuk pimpinan. Muhammad Mikroj yang sebelumnya menjabat Kabag TU Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung akan mengganti Yusron sebagai Kepala Kejari Batam.

Serah terima jabatan akan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Tanjung Pinang, hari ini Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. ”Saya dimutasi ke tempat baru sebagai Aspidum (Asisten Pidana Umum) Kejati Sumsel. Saya sudah dilantik di sana tanggal 2 Maret lalu, SK-nya 11 Februari,” kata Yusron, Selasa (8/3).

Selama menjabat sejak Agustus 2013 hingga Februari 2016 ini, Yusron mengaku salah satu kasus yang terkesan yakni penanganan kasus korupsi pengadaan pembangkit listrik dan lampu runway Bandara Hang Nadim, yang merugikan negara sebesar Rp 5,6 miliar.

”Yang terkesan masalah bandara-lah, kerugian negara besar sekitar Rp 5 miliar. Terkesannya, disamping kerugian negara dikembalikan, denda dan biaya perkara sudah dibayarkan,” ujarnya.

Yusron mengaku masih banyak kasus yang harus diselesaikan, hingga kini Kejari Batam melalui Pidana Khusus (Pidsus) masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan atas dugaan korupsi RSUD Embung Fatimah dan DKP Batam.

Untuk itu, dia menegaskan kasus-kasus tersebut akan tetap dilanjutkan walau ada pergantian pimpinan. ”Tidak ada yang dihentikan, semuanya akan tetap lanjut,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Yusron, kasus lain seperti kasus pembunuhan yang menimpa siswa SMA N 1 Batam, Dian Milenia Trisna Afiefa telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam. ”Tinggal menunggu sidangnya saja,” ujarnya. (cr13)