Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 14001

DPRD Batam: Mengelola Sampah Tak Maksimal, Eeh Malah Minta Tambah Anggaran Rp 12 Miliar

0
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Ditengah defisitnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam yang mencapai Rp 300-an miliar di tahun 2016, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam malah mengajukan penambahan anggaran dari APBD-Perubahan sebesar Rp 12 miliar. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk 46 armada tambahan yang akan mengangkut sampah di Kota Batam.

Ini jelas berbanding terbalik dengan pernyataan Pemko Batam yang berencana mengurangi 10 persen anggaran untuk program fisik. Pengurangan anggaran pembangunan fisik itu berlaku untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Batam. Yang mana, mereka diwajibkan mendahulukan program yang memang lebih penting untuk dilaksanakan.

“Seluruh SKPD mendapat jatah. Program yang dianggap penting itulah yang dilaksanakan dulu,” kata Wali Kota Batam, Rudi usai melaksanakan rapat bersama SKPD, kemarin (24/5).

Menyikapi rencana ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono mengaku penambahan anggaran ini tidak tepat sasaran di saat APBD Batam yang defisit. Apalagi melihat APBD yang dianggarkan untuk DKP tahun 2016 mencapai Rp 135 miliar yang dirasa sudah lebih dari cukup.

“Kalau biaya swakelola lebih mahal dari pihak ketiga, mendingan diserahkan ke pihak ketiga lagi,” kata Djoko, Selasa (24/5).

Menurutnya, bila dilihat dari sisi efisien ada selisih anggaran yang bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan lain. Selain itu, di segi efektifitas, pihak ketiga juga lebih profesional. Di daerah-daerah yang dikelola pihak ketiga nyaris tak bermasalah. “Yang kita lihat kan harus efektif dan efisiennya,” tutur Djoko.

Djoko mengatakan, hal ini tentu saja berbeda terbalik dengan yang dikelola DKP. Banyak permasalahan sampah yang tak kunjung ada ujungnya. Bisa dilihat di Simpang Nato, Sagulung, sampah meluber hingga ke bahu jalan. “Sudah bertahun-tahun tak pernah bersih. Kebetulan di sina dapil saya. Kalau kerjanya begini apa yang mau ditambah,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, sebelum meminta anggaran tambahan, DKP harus memiliki standar pelayanan minimal. “Ini yang mereka tidak ada. Mengelola sampah tak maksimal, eeh malah minta tambah anggaran Rp 12 miliar,” tegas Djoko.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Batam, Dandis Rajagukguk mengaku tidak masalah penambahan armada asalkan pelayanan yang diberikan bisa memuaskan. Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat Batam. “Jangan setelah armada ditambah, masalah sampah tetap tak kunjung selesai,” sebut Dandis.

Menurutnya, DKP harus berkaca ke pemerintahan Surabaya, dimana dengan anggaran yang hampir sama, pemerintah Surabaya mampu mengelola sampah mereka sehingga tidak menjadi permasalahan. “Anggaran hampir sama, malahan Surabaya lebih padat penduduk. Tapi kok mereka bisa mengelola sampah,” sindir Dandis.

Selain itu, Dinas Tata Kota juga harus mengubah mekanisme sistem penggajian tenaga harian lepas DKP. Sesuai Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang ketentuan pengadaan barang dan jasa. “Swakelola harus memakai sistem perjam, atau borongan, berapa diangkut segitu gajinya. Mekanisme ini yang harus diubah,” tegas Dandis. (rng)

Baca juga:

DKP Batam Ajukan Penambahan Anggaran Rp 12 Miliar di APBD-P untuk 46 Armada Baru

DAK Dipotong, Dinas KP2K Batam Hentikan Pembangunan RPH

0
Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang dianggarkan Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan(KP2K) Kota Batam tak berlanjut. Hal itu dikarenakan adanya pemotongan Dana Alkoasi Khusus (DAK) 10 persen dari pemerintah pusat.

Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini mengatakan terpaksa tak melanjutkan pembangunan RPH karena keterbatasan anggaran. Apalagi dirinya tak ingin mengalokasikan anggaran ke RPH karena status lahan tak kunjung jelas.

“RPH kita batalkan lantaran lahan yang tak jelas. Makanya, saat ada pemotongan DAK, kita memilih RPH,” katanya, kemarin.

Sesuai data dari Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam, setidaknya Rp 500 juta lebih dari Rp 2,5 miliar yang dikhususkan untuk Dinas KP2K.

“Jadi hanya RPH yang kita batalkan kalau TPI (tempat pelelangan ikan) memang belum dialokasikan,” tukas Suhartini lagi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan Pemko Batam menerima kucuran DAK dari pemerintah pusat Rp 149.347.840.000. Dengan begitu, anggaran yang dipotong untuk program fisik Rp 14.936.105.867.

“Semua daerah kena, lantaran APBN defisit. Jadi semua SKPD adanya pemotongan,” terangnya

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi menjelaskan dampak pemotongan DAK, pihaknya akan mengurangi perjalanan dinas. “Anggaran itu untuk yang penting saja. Untuk perjalanan dinas pastinya akan dikurangi,” papar Rudi.

Sesuai data dari Bappeda Kota Batam ada 12 anggaran yang dipotong seperti di Dinas Pendidikan (Disdik) DAK regular untuk SD/SLB dipotong Rp 679 juta dari Rp 6.395.760.000. Selain itu, di Dinas Kesehatan, dipotong untuk pelayanan dasar Rp 1,8 miliar dari Rp 15,9 miliar, kamudian layanan rujukan dipotong Rp 1,1 miliar dari Rp 10,3 miliar.

Pelayanan Kefarmasian juga dipotong Rp 530 juta dari rp 7,9 miliar dan untuk keluarga Berencana dipotong Rp 450 juta dari Rp 1,3 miliar. Kemudian untuk kedaulatan pangan dipotong Rp 3,6 miliar khusus pertanian dari Rp 7,7 miliar.

Kemudian, untuk lingkungan hidup dari Rp 1,6 miliar dipotong Rp 165 juta, selanjutnya untuk sarana dan prasarana penunjang seperi jalan dipotong Rp 2,4 miliar dari Rp 50 miliar.

Selain DKA regular, DAK Infrastruktur Publik Daerah (IPD) juga dikurangi Rp 2,04 miliar dari Rp 30 miliar. Sementara DAK Affirmasiuntuk air minum dipotong Rp 180 juta dari rp 2,3 miliar dan trans portasi pedesaan juga dipotong Rp 1,3 miliar dari Rp 4,2 miliar. (she)

Baca juga:

DAK Dipangkas, Pembangunan Fisik Berkurang

Danyon Taifib Gadungan Ini Gelapkan 2 Mobil, Peras Pengusaha Hiburan dan Pengedar Sabu

0
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Yonif Intai Amfibi (Yon Taifib) yang berdinas di Batalyon 07 Belawan, setelah diperiksa ternyata sudah banyak melakukan kejahatan di Batam.

Padahal, kesatuan yang dia catut namanya itu adalah kesatuan elit di korps marinir.
Dengan mengaku sebagai perwira marinir, ia petantang-petenteng dari tempat hiburan satu ke tempat hiburan lainnya di Batam meminta upeti dari pengusaha hiburan malam.
“Pada saat dilakukan pemerikasaan diperoleh keterangan bahwa saudara Ahmad Fitriyanto sering meminta jatah ketempat hiburan malam dengan mengatasnamakan Perwira Marinir,” ungkap Komandan Mako Marinir X Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Mar Anjas Wicaksono Putro, Rabu (25/5/2016).
Selain meminta jatah ketempat hiburan malam, Anjas menjelaskan pelaku juga telah dua kali melakukan penggelapan mobil rental.
“Dalam melakukan aksinya, Ahmad Fitriyanto dibantu oleh Enji yang merupakan pacar dari saudara Ahmad Fitriyanto,” jelas Anjas.
Masih kata Anjas, selain meminta jatah ke tempat hiburan malam dan melakukan penggelapan terhadap mobil rental, tim intel Marinir juga melakukan tes urine terhadap Ahmad Fitriyanto, mendapati marinir gadungan ini postif menggunakan narkoba.
“Setelah itu kita lakukan pengembangan lagi, ternyata dia juga memintah jatah sabu-sabu kepada pengedar sabu di kawasan simpang dam Mukakuning,” jelas Anjas.
Saat ini marinir gadungan itu sudah ditahan di ruang tahanan pejagaan batalyon sebelum diserahkan ke Mapolresta Barelang.
“Saat ini dia kita tahan dulu disini untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkas Anjas. (eggi)

Ngaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir Belawan, Pria Ini Peras Warga Batam

0
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir (YonTaifib), satuan elit dalam Korps Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sekuriti diciduk oleh anggota Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY), Sabtu (21/5/2016).

Komandan Marinir gadungan ini bernama Ahmad Fitriyanto diciduk karena telah melakukan pemerasan terhadap beberapa orang korbannya di Batam.

Komandan Mako Marinir X Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Mar Anjas Wicaksono Putro mengungkapkan, penangkapan terhadap Ahmad Fitriyano bermula saat dia menabrak Suyatno.

Nah, saat itulah Ahmad Fitriyano mengaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir Belawan. Mendengar nama Marinir apalagi seorang komandan, Suyatno yang menjadi korban pun gemetar saat ia digertak sang marinir gadungan.

Suyatno pun diperas. Namun Suyatno curiga kalau pria tersebut bukan marinir. Ia pun mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY).

Janji pertemuan pun dilakukanSuyatno di sebuah tempat perbelanjaan yang terletak di Batamcenter.

“Pertemuan yang dilaksanakan tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dengan anggota marinir yang di dampingi oleh Kapten Mar Henri,” ungkap Anjas, Rabu (25/4/2016).

Pada saat pertemuan berlangsung, anggota marinir yang diwakili oleh Kapten Mar Henri sempat menanyakan status dari Ahmad Fitriyanto. Namun saat ditanyai ia mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

Setelah itu, Kapten Mar Henri meminta kepada Ahmad Fitriyanto menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kalau memang ia sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

“Saat ditanyai tentang KTA nya, ia beralasan bahwa KTA nya ketinggalan di rumah,” ujar Anjas.

Kapten Mar Henri pun tak percaya kalau Ahmad Fitriyanto Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

“Kapten Mar Henri membawa pelaku ke Mapolresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Anjas.

Hasilnya, ternyata Ahmad Fitriyanto bukan Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir. Bahkan dia sama sekali bukan anggota marinir. Ternyata dia hanya seorang sekuriti yang mengaku-ngaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir. (eggi)

Lotte Mart Hadir di Batam, Tawarkan Belanja Lebih Murah

0
Lotte Mart Wholesale Batam resmi beroperasi sejak Selasa (24/5/2016). Letaknya  Jalan Engku Putri, di depan Harmoni One,, Batam Centre. Foto: cecep mulyana/batampos
Lotte Mart Wholesale Batam resmi beroperasi sejak Selasa (24/5/2016). Letaknya Jalan Engku Putri, di depan Harmoni One,, Batam Centre. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Lotte Mart Wholesale resmi membuka gerai ke-27 di Batam, Selasa (24/5/2016) di Jalan Engku Putri, Batam Centre.

Soft opening ini dikhususkan untuk para pengusaha dan pedagang seperti hotel, restoran, katering (HoReKa), rumah sakit, dan instansi pemerintahan, serta usaha lainnya.

Store General Manager Lotte Mart Wholesale Batam, Turyadi Winarso, mengatakan pada soft opening dilakukan penyerahan secara simbolis kartu member kepada perwakilan pengusaha.

Di antaranya bidang hotel, laundry, tour dan travel oleh Figur Valentino, bidang restoran dan katering oleh Amel dari RM Sederhana, Batamcenter dan bidang toko dan retail diwakili Sugito dari toko Nurbaiti Batamcenter.

“Soft opening ini tidak dibuka untuk umum, hanya khusus untuk costumer profesional yang diundang,” jelasnya.

Sistem pelanggan di supermarket ini berdasarkan keanggotaan (kartu member). Selain itu, kartu member ini berlaku seumur hidup di semua Lotte Mart di Indonesia.

Turyadi mengatakan, untuk mendapatkan kartu member bagi pengusaha cukup memperlihatkan KTP dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi yang ada. Sementara pelanggan umum cukup berbelanja minimal tiga kali akan langsung mendapat kartu member tanpa biaya apapun.

Diakui Turyandi walaupun baru buka di Batam, supermarket retail ini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. Tercatat saat ini ada 9.190 orang sudah menjadi member. Sementara targetnya adalah 10 ribu member.

“Sasaran kami lebih ke retail, HoReKa, dan perkantoran. Bukan ke costumer umum,” imbuhnya

Turyadi menambahkan, hadirnya cabang Batam merupakan upaya Lotte Mart Wholesale dalam memenuhi kebutuhan mitra usaha dengan menyediakan produk-produk berkualitas dengan harga bersaing. Sehingga bisa membantu, melayani, serta mengembangkan para pengusaha kecil dan menengah (small and medium enterprise) di Batam.

“Produk yang kami hadirkan tentunya lebih murah, karena barang yang kami hadirkan tanpa perantara sehingga cost-nya sedikit,” katanya.

Selain itu, berbeda dengan retail besar lainnya, Lotte Mart Wholesale merupakan pusat perkulakan yang menyediakan produk-produk kebutuhan usaha yang tepat dalam kemasan yang pas dan harga modal yang kompetitif. Juga memberikan keuntungan maksimal untuk para pedagang toko eceran, hotel, restoran, katering, kafe, serta kebutuhan kantor dan institusi lain.

“Promo yang kami hadirkan hari ini berupa belanja banyak lebih murah, dengan sasaran custumer profesional yang menjual atau diolah kembali,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kenyaman pengunjung, Lotte Mart Wholesale Batam menampilkan penataan produk yang rapi dengan area belanja yang longgar. Juga area parkir yang luas dan gratis.

“Tentunya hadirnya Lotte Mart Wholesale Batam diharapkan dapat menjawab kebutuhan para pengusaha kecil dan menengah di wilayah Batam dan sekitarnya,” kata Turyadi.

Dia menambahkan, grand opening akan digelar pada Kamis (26/5). Acara ini terbuka untuk umum. (cr12/bp)

Rudi Mengaku Investor Cina Mengeluh Soal Listrik

0
Investor Cina saat bertemu Wali Kota Batam Rudi, Selasa (24/5/2016). Foto: istimewa
Investor Cina saat bertemu Wali Kota Batam Rudi, Selasa (24/5/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Sejumlah investor asing mengeluhkan seringnya pemadaman listrik di Batam.

Hal ini disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, usai menerima kunjungan sejumlah pengusaha asal Cina yang sudah berinvestasi di Batam, Selasa (24/5/2016).

“Datang ke sini ingin bersilaturahmi dengan pimpinan Pemko yang baru. Dan ternyata mereka tengah berinvestasi di Batam. Ya, mereka sempat mengeluhkan kondisi listrik,” kata Rudi, Selasa (24/5/2016).

Dikatakan Rudi, para investor asal Negeri Tirai Bambu itu sebenarnya mengapresiasi Batam sebagai daerah yang lebih baik dibandingkan daerah lain di Indonesia. Namun kondisi listrik yang sering padam mendadak membuat investor gerah. Sebab, hal itu menganggu proses produksi mereka.

Apalagi di antaranya ada yang bergerak di industri tailing sebagai campuran beton. Mereka berharap, pemadaman listrik dilakukan secara terjadwal dan harusnya ada pemberitahuan minimal satu jam sebelumnya.

“Listrik jangan mati mendadak. Karena industri mereka terganggu dan produksi bisa rusak. Karena mereka menggunakan sistem komputer. Kalau mati lampu mendadak, sistem mati semua,” jelas Rudi.

Menurut dia, listrik merupakan hal yang sangat penting untuk perkembangan suatu wilayah. Termasuk bagi para pengusaha.

“Bisa dibayangkan dampaknya. Bisa kering semen itu, karena sistem elektrik semua. Kalau sampai 4-5 jam mati, maka semua kering. Jadi kalau ada pemberitahuan, mereka tahu tidak mulai prosesnya,” tambah Rudi lagi.

Selain listrik, para investor Cina itu juga mengeluhkan rumitnya proses perizinan di Batam. Untuk itu mereka berharap ada penyederhanaan birokrasi yang memudahkan dunia usaha.

Kepada para investor itu, Rudi juga menyampaikan perubahan status Free Trade Zone (FTZ) Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kata dia, KEK akan memberikan lebih banyak kemudahan dan fasilitas bagi para pengusaha.

“Saya sampaikan kepada mereka, agar tidak ragu untuk berinvestasi di Batam,” kata Rudi.

Sementara itu, informasi pemadaman listrik yang dikelola Bright PLN Batam  sebenarnya bisa diakses di website perusahaan itu. Salah satunya di: http://info.plnbatam.com/info/index.php?page=info-pemadaman.

Secara rutin PLN Batam juga membagikan informasi itu ke masyarakat melalui jejaring sosial dan situs berita online, salah satunya melalui batampos.co.id. (rng/she)

5 Bulan, 31 Perusahaan Tutup di Batam

0
Suasana galangan kapal di Batuampar yang padat, Jumat (15/4). Pengusaha Shipyard di Batam berharap penerapan KEK tak akan berdampak negatif bagi industri tersebut. F.Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Industri galangan kapal masih menjadi salah satu andalan di Batam, meski ada beberapa perushaan subkon yang tutup. Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah perusahaan menutup usahanya di Batam terus bertambah. Sepanjang Januari-Mei 2016 saja tercatat ada 31 perusahaan yang tak beroperasi lagi. Sedikitnya ada 228 orang kehilangan pekerjaan akibat tutupnya ke-31 perusahaan itu.

“Jumlah ini yang terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam hingga Mei 2016,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, Selasa (24/5/2016).

Udin mengatakan, sekitar 228 karyawan yang terdampak tutupnya 31 perusahaan itu terdiri dari 190 pria dan 37 wanita. Mereka merupakan pekerja lokal dan asing.

Penyebab tutupnya perusahaan tersebut juga beragam. Mulai konflik internal, habis masa kontrak, tidak ada pekerjaan atau proyek, hingga karena tidak mendapatkan izin kuota impor dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Dari data yang masuk ke Komisi IV DPRD tersebut diketahui, pada Januari 2016 ada enam perusahaan yang tutup. Disusul enam perusahaan lainnya di bulan Februari dan tujuh perusahaan di bulan Maret.

Selanjutnya, di bulan April, ada tujuh perusahaan yang gulung tikar. Kemudian pada Mei ini ada lima perusahaan yang tutup.

Bidang usaha dari perusahaan yang tutup itu bermacam-macam. Mulai dari jasa konstruksi perkapalan, kontraktor, dan jasa kepengurusan transportasi.

Ada juga di bidang restoran, perdagangan, subkon perkapalan dan programan komputer, perdagangan bahan bakar minyak, distributor rokok, jasa pelaksana kontruksi, dan sebagainya.

Menurut Udin, kian bertambahnya perusahaan di Batam yang tutup tidak terlepas dari buruknya pelayanan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam.

Untuk itu dia berharap kedua lembaga itu terus meningkatkan sinergisitas untuk meningkatkan kenyamanan para investor. Selain itu perlu juga komunikasi antara pemerintah dan pengusaha, khususnya setiap kali membahas Upah Minimum Kota (UMK) Batam.

“Kepada serikat pekerja kita juga mengharapkan untuk memberikan bimbingan kepada para anggotanya. Jangan sedikit-sedikit pembahasan UMK dibarengi dengan aksi demo yang kadang kala berakhir anarkis, sehingga menyebabkan suasana yang tidak kondusif, dampaknya tentu saja banyak perusahaan yang tutup,” tegas Udin.

Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu juga meminta agar BP Batam membangun lahan tidur, sehingga bisa menyerap tenaga kerja, khususnya buruh bangunan. “Ini menjadi masalah kita bersama. Intinya perlu komunikasi baik antara pekerja, pengusaha, BP Batam dan Pemko Batam,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Zarefriadi mengakui ketersediaan lapangan pekerjaan di Batam semakin minim. Hal itu menyebabkan jumlah pengangguran yang kian meningkat.

“Jumlah lapangan pekerjaan semakin kecil dan itu sudah lama terjadi, bukan baru-baru ini saja,” kata Zaref.

Menurut Zaref, melemahnya ekonomi global menjadi salah satu penyebab banyaknya perusahaan yang hengkang dan berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan. Banyaknya perusahaan yang tutup ini juga memicu kian bertambahnya angka pengangguran.

“Apalagi setiap tahun jumlah warga Batam terus meningkat,” kata Zaref. (rng/she/bp)

BPKP Audit Kantor BP Batam di Luar Negeri

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak hanya mengaudit aset, pegawai, dan lahan BP Batam yang ada di Kepri dan Jakarta, BPK juga mengaudit semua aset BP Batam di luar negeri. Khususnya kantor perwakilan BP Batam di Singapura dan Jepang.

“BP Batam yang ada di Singapura dan Jepang juga diperiksa. BPKP meminta semua data-data kantor itu selama lima tahun terakhir,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Selasa (24/5/2016).

Andi mengatakan audit ini dilakukan untuk mencari tahu semua hal terkait investasi masuk dan kegiatan yang dilakukan pegawai di dua kantor tersebut dalam lima tahun terakhir. Ia berharap hasilnya segera keluar.

“Kita tunggu saja, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah keluar hasil dan rekomendasinya,” katanya.

Dalam melakukan audit ini, petugas BPKP tidak pergi ke Singapura atau Jepang. Tetapi dilakukan di Batam dengan meminta semua data-data dari kantor perwakilan di dua negara tersebut.

“Jadi tidak ke sana mereka. Kantor kita tetap buka di Singapura dan Jepang karena investor yang sudah ada sekarang ini banyak dari sana,” katanya.

Beberapa hari lalu, Kepala BP Batam Hantanto Reksodiputro mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu rekomendasi dari hasil BPKP. Termasuk audit kantor BP Batam di Singapura dan Jepang.

Menunggu hasilnya keluar, perjalanan dinas ke luar negeri dipending. Selain karena dianggap buang-buang anggaran, saat ini belum ada hal yang bisa dibanggakan dari Batam, karena saat ini Batam jauh tertinggal dari daerah-daerag tujuan investasi di Asia.

“Untuk sementara saya bilang dihentikan dulu. Itu buang-buang anggaran saja. Tetapi setelah kita tata dengan baik, ada yang kita tawarkan baru kita promosi,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi Batam yang ada sekarang ini, kalau dipromosikan pun akan tetap kalah bersaing dengan Singapura, Vietnam dan beberapa negara lain.

“Apalagi yang jauh-jauh seperti Jepang, Tiongkok datang ke sini, dan tidak tertarik. Maka mereka tidak akan datang lagi,” katanya. (ian/rpg)

Polisi Sita Ribuan Botol Mikol di Bengkong

0
Ilustrasi mikol
Ilustrasi mikol

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong menyita ribuan minuman beralkohol (mikol) yang disimpan di salah satu ruko di kawasan Bengkong Laut, Selasa (24/5/2016) sore. Minuman tersebut diketahui didatangkan secara ilegal melalui pelabuhan tikus.

Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto mengatakan penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan pengintaian dan menggerebek ruko tersebut.
“Ada ribuan mikol yang kita sita dan langsung diamankan ke Polresta,” ujar Hendrianto.
Dia menjelaskan penyitaan itu juga untuk menciptakan suasana kondusif menjelang bulan Ramadan. Rencananya, mikol tersebut akan diedarkan khususnya di wilayah Nagoya.
“Karena bertepatan jelang Ramadan kita langsung menggrebek gudang penyimpanan ini. Dari mana asal minuman belum kita ketahui,” tegasnya.
Hendrianto menjelaskan gudang itu sengaja di sewa pemiliknya. Sedangkan aktivitas pemindahan mikol biasa dilakukan pasa malam hari.
“Itu ruko hanya disewa. Dan kita masih melakukan penelusuran terhadap pemiliknya,” tutur Hendrianto.
Pantauan Batam Pos di Mapolresta Barelang, ribuan mikol itu diangkut menggunakan empat lory. Kemudian mikol dipindahkan dan diamankan di gudang Mapolresta. (opi)

Ditinggal Buang Air, Uang Rp 223 Juta Raib

0
pecah kaca
Ilustrasi pecah kaca.

batampos.co.id – Mobil Toyota Rush BP BP 1111 AF yang dikendarai Afdryanto dibobol maling di parkiran Windsor Central, Lubukbaja, Selasa (24/5/2016) siang. Uang tunai Rp 223 juta yang disimpan di dalam kantong kresek hitam dan diletakkan di bawah jok kiri raib digondol maling.

Dari pengakuan Afdryanto, mobilnya tersebut dibobol saat ia hendak menyetorkan uang ke Bank Panin, Nagoya. Namun, niatnya tersebut diundur karena pengunjung bank itu tengah ramai.
“Saya tak jadi ke Bank Panin. Kemudian mau ke bank BCA untuk menyetorkan uang,” ujar Afdryanto kepada penyidik Mapolsek Lubukbaja.
Dia menjelaskan di perjalanan menuju Bank BCA Nagoya, ia merasa ingin buang air kecil. Kemudian ia memarkirkan mobil dan menuju rumah makan Sederhana Baloi.
“Mobil saya parkir dan jalan untuk buang air ke Sederhana. Saat itu tidak ada kejanggalan,” terang pria 27 tahun ini.
Afdryanto menjelaskan saat memasuki mobil, ia mendapatkan kaca mobil sebelah kiri telah pecah. Diduga pelaku telah membuntutinya saat keluar bank.
“Saat kembali buang air, kaca mobil sudah pecah. Kemungkinan sudah dibuntuti,” terangnya.

Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati membenarkan dan telah menerima laporan korban. Ia mengaku tengah memproses laporan korban dan melakukan penyelidikan.

“Laporan sudah kita terima dan lagi diproses,” ujarnya singkat. (opi)