Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 14006

Oknum Polisi Dituding Larikan Mobil Leasing

0

mobilbatampos.co.id – Seorang perwira polisi yang bertugas di Mapolresta Bintan dilaporkan atas kasus penggelapan mobil di Mapolresta Barelang. Polisi berinisial AKP Sj tersebut dilaporkan telah menggelapkan mobil dari leasing.

Sjmenggelapkan mobil Avanza Veloz hitam bernomor plat BP 1062 HM. Mobil tersebut dicicil seharga Rp 4,8 juta per bulan dan telah menunggak selama enam bulan lalu.

“Kami sudah menemui dia (Sj). Tetapi tidak ada itikad baik dari dia untuk mengembalikan mobil,” ujar Imelda Fransiska, legal Oto Finance di Mapolresta Barelang.

Menurutnya, selama mediasi yang dibantu Wakapolresta Bintan, Sj menolak mengembalikan mobil tersebut. Bahkan, dia mengancam petugas leasing yang hendak menarik mobil.

“Kami masih sering nagih (cicilan). Tetapi dia malah mengancam-ngancam. Sampai mediasi tidak ada kesepakatan,” terangnya.

Imel menjelaskan untuk mengelabui petugas leasing, Sj mengganti plat nomor mobil dengan nomor B 1717 TRI.

“Kita juga sudah datangi rumahnya. Tetapi sama sekali tidak ada orang,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan adanya laporan penggelapan mobil tersebut. Dia mengaku masih meminta keterangan terlapor.

“Laporannya sudah diterima. Kasusnya masih lidik,” tutupnya. (opi)

Sistem Drainase Batam Masih Buruk

0
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Tumpukan sampah di drainase Jalan Letjen Soeprapto, Kibing. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Tak bisa dipungkiri, setiap kali diguyur hujan, Batam akan tergenang banjir. Hal ini disebabkan karena tidak terintegrasinya pembangunan drainase.

Begitupun dengan pola penanganan dan pengawasan pihak terkait yang dinilai masih lemah.

“Analisa mengenai sistem drainase perkotaan yang terintegrasi dengan baik ini yang belum ada di Batam,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono, kemarin.

Level-level drainase harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah debit air.

“Kan harus tahu, dengan curah hujan segini, batas maksimalnya berapa. Sehingga tak ada lagi masalah banjir,” tutur politisi Golkar tersebut.

Dan yang kedua, kata Djoko, masalah perizinan yang berkaitan dengan pemotongan lahan cut and fill. Apabila tidak diimbangi dengan sarana drainase yang memadai, sehingga pada saat lahan itu dipotong, median lahan tak bisa menyerap resapan air hujan.

‘Makanya ketika drainase tak mampu menampung imbasnya banjir,” tuturnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tidak jarang di parit ditemukan bantal, kasur dan lain sebagainya sehingga menyebabkan parit tersumbat.

“Kalau sudah tersumbat, pas diguyur hujan kan akhirnya banjir,” sebutnya.

Anggota Komisi III, Sugito mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri untuk mengatasi banjir. Di kawasan Batamindo, sejak drainase dibangun sampai sekarang tak pernah dilanda banjir.

“Makanya disana sistem drainasenya sudah terintegrasi,” pungkasnya. (rng)

Ruas Jalan di Batam Diperlebar, Total Panjangnya Sampai 34 Kilometer

0
Kemacetan terjadi di Sei Panas pada jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kemacetan terjadi di Sei Panas pada jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam telah menargetkan pembangunan jalan di sembilan Kecamatan dengan total panjang hampir 34 kilomter. Hingga saat ini, progres pengerjaan tahun 2016 itu telah berjalan 30 persen.

Humas Pemko Batam Ardi Winata mengatakan proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam menyasar sembilan Kecamatan, dengan total panjang jalan 33.843 meter.

Sembilan kecamatan itu adalah Bengkong, Lubukbaja, Sekupang, Batuaji, Sagulung, Seibeduk, Nongsa, Batamkota dan Galang. Jalan-jalan tersebut nantinya akan lebih luas karena diperbagus dan diperlebar.

“Ada 9 Kecamatan infrastruktur jalan yang akan dibenahi tahun ini. Semuanya akan diperlebar dengan total hampir 34 kilometer,” kata Ardi di Kantor Pemko Batam, kemarin.

Dikatakannya, jalan-jalan tersebut tak hanya lebih lebar, namun juga memiliki pedestrian untuk pejalan kaki. Dinas PU juga melakukan pembangunan dan perbaikan empat jembatan di tiga lokasi, yakni dua di kawasan Bengkong, satu bulang dan satunya lagi di Belakangpadang.

“Untuk jembatan ada di 3 Kecamatan, tapi 4 pengerjaan,” kata Ardi lagi.

Menurut dia, saat ini semua proyek sudah selesai lelang dan dalam tahap pengerjaan. Sebagian ruas jalan di beberapa Kecamatan ada yang sudah hampir selesai, seperti jalan di sekitar Nagoya.

“Yang lainnya masih on progress. Namun secara keseluruhan progresnya sudah 30 persen,” jelas Ardi.

Disinggung mengenai anggaran, Ardi mengaku belum mendapat angka pasti dari Dinas PU. Namun diperkirakan untuk pembangunan jalan itu bisa mendekati angka ratusan miliar.

“Belum mendapat data anggaran. Namun dipastikan anggaran untuk perbaikan ini sangat besar karena di sembilan Kecamatan,” sebut Ardi lagi. (she)

Pemerintah Mesti Tiru Filipina Dalam Hal Perlindungan TKI

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Nyangnyang Haris Pratamura mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri Pasal 19 memuat, kewajiban Perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memberikan pengayoman, perlindungan serta bantuan hukum bagi WNI yang ada di luar negeri.

“Makanya setiap kali ada TKI yang bermasalah di luar negeri, kami minta Depnaker melalui atau kerjasama dengan kementrian luar negeri untuk segera memberi pengayoman bagi mereka,” kata Nyangnyang, Kamis (1/9).

Menurut dia, kementerian luar negeri harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan hal tersebut, dengan menempatkan isu perlindungan WNI di luar negeri sebagai salah satu isu prioritas.

“Mereka datang ke sana untuk merubah hidup dan juga pahlawan devisa negara,” sebut Nyangnyang.

Dalam memberikan pengayoman, lanjutnya, kementerian luar negeri juga harus mengedepankan tiga pendekatan utama di dalam pelayanan dan perlindungan WNI.

Meliputi, pencegahan (prevention), deteksi dini (early detection) dan perlindungan secara cepat dan tepat (immediate response).

“Tujuan untuk menekan terjadinya jumlah kasus-kasus yang menimpa WNI di luar negeri,” sambungnya.

Pemerintah melalui kementrian luar negeri, sebut politisi Gerindra tersebut juga harus lebih interaktif dengan para TKI di luar negeri.

“Kita harus meniru di Banglades dan Filipina, 25 persen tenaga kerja di Timur Tengah adalah orang Filipina. Bagaimana negara melindungi tenaga kerja mereka,” pungkasnya. (rng)

Peralihan Cuaca, Batam Masih Akan Diguyur Hujan

0
Kondisi awan yang menghitam di Kawasan Batamcenter yang dilihat dari Jalan  Abulyatama, Batamcenter, Kamis (1/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Kondisi awan yang menghitam di Kawasan Batamcenter yang dilihat dari Jalan Abulyatama, Batamcenter, Kamis (1/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Hang Nadim Batam, Philip Mustamu mengatakan, Batam kembali masuk dalam masa penghujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Sekarang masa banyak hujan. Tidak heran Batam dalam beberapa hari ini hampir setiap hari diguyur hujan,” ujar Philip, kemarin.

Ia menjelaskan, curah hujan yang terjadi diakibatkan bawaan angin yang berhembus dari arah Selatan.

“Bagian Selatan Indonesia umumnya adalah lautan luas, sehingga uap air yang dibawa angin dan mengarah ke Kepri khususnya Batam, mengakibatkan turunnya hujan dengan intensitas cukup besar,” paparnya.

Dalam beberapa hari kedepan, lanjut Philip, Batam juga wilayah Kepri lainnya masih akan mengalami hujan sedang hingga hujan lebat yang disertai kilat dan petir.

Namun, disamping itu, Philip juga menuturkan bahwa cuaca Batam sedang tidak tentu arah alias dalam masa peralihan cuaca.

“Ini sudah merupakan fenomena alam. Kadang selesai hujan lebat, bisa disusul dengan panasnya terik matahari yang menyengat,” sebutnya.

Untuk itu ia turut menghimbau masyarakat Batam agar waspada terhadap peralihan cuaca ini.

“Masa peralihan cuaca umumnya rawan penyakit. Orang mudah terserang demam. Kesehatan harus benar-benar dijaga agar tidak mengganggu aktifitas sehari-hari,” tutup Philip. (cr15)

Pengakuan Penumpang Batam ke Singapura tentang Isu Zika, Santai Aja

0
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Di Indonesia dan Batam khususnya isu zika begitu mengemuka. Pemerintah Indonesia begitu waspada, eh, pemerintah Singapura justru lebih santai menghadapi kasus Zika ini. Mereka bahkan tidak melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang feri yang hendak berlayar keluar Singapura, khususnya Batam.

“Saya baru tahu tadi ketika dibagikan kartu itu,” kata Lona saat ditemui di lobi  kedatangan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, kemarin.

Wanita yang baru saja datang dari Singapura itu mengatakan, kondisi di Singapura normal-normal saja. Begitupun kondisi di pelabuhan. Ia tak mendapatkan pemeriksaan apapun ketika hendak pergi ke Batam.

“Di sini saja yang seperti ini. Ada-ada saja,” ujarnya.

Sama halnya dengan Lona, Deni juga mengaku tidak khawatir dengan virus tersebut. Ia tidak merasakan ada perbedaan di Singapura. “Tidak ada pemeriksaan apapun di sana. Seperti biasa saja,” ujar pria yang bekerja di Singapura tersebut.

Penumpang asal Singapura, Marvel, namun demikian, merasa wajar dengan pemeriksaan tersebut. Ia pernah mendapatkan pemeriksaan serupa ketika virus Mars merebak. Hal tersebut tidak menghalanginya untuk bepergian.

“Saya tidak tahu apa yang mereka (petugas kesehatan) katakan. Tapi saya tahu apa yang mereka lakukan. Silakan saja,” ujarnya dalam bahasa Inggris. (ceu/she/cr13)

Ikut Nyabu, Oknum Pegawai Sipir Lapas Akan Kena Dua Sanksi

0
Polisi menggiring tiga tersangka pengedar narkoba saat ekspos di Satresnarkoba POlresta Barelang, Rabu (31/8). Tengah adalah petugas sipir yang ikut ditangkap karena terlibat pengedar narkoba di Lapas Barelang. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Polisi menggiring tiga tersangka pengedar narkoba saat ekspos di Satresnarkoba Polresta Barelang. Tengah adalah petugas sipir yang ikut ditangkap karena terlibat pengedar narkoba di Lapas Barelang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ronald, oknum pegawai sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam yang dibekuk oleh anggota Satnarkoba Polresta Barelang karena menggelar pesta narkoba dan kepemilikan empat gram sabu di salah satu tempat hiburan malam belum lama ini terancam dua hukuman.

Selain harus menjalani hukuman pidana, Ronald juga akan dikenakan saksi kepegawaian sebagai pegawai negeri sipil.

“Kalau terbukti bersalah ya sanksi kepegawaian negerinya juga ada, “ujar kalapas Batam Marlik Subianto, kemarin (1/9).

Sanksi kepegawaian yang dimaksud kata Marlik bisa saja diberhentikan secara tidak hormat jika masuk dalam kategori pelanggaran berat.

“Tergantung dari pelanggarannya. Kalau berat ya diberhentikan secara tidak hormat karena pelanggaran seperti ini ya sudah sering diwanti-wanti agar petugas sama sekali tak boleh terlibat dengan masalah narkoba atau pelanggaran lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya penangkapan dan penahanan salah satu oknum pegawai sipir itu Marlik mengatakan, pihaknya tidak akan ikut campur dan menyerahkan sepenuhnya kepada petugas penegak hukum untuk proses hukumnya.

“Semua pegawai sipir atau petugas di sini sudah diwanti-wanti untuk tidak terlibat dengan pelanggaran. Jadi kalau ada kejadian seperti ya silahkan diproses,” ujarnya.

Kepala seksi pembinaan dan penddikan (Kasi Binadik) Lapas Batam Rommy menambahkan bahwa, penangkapan Ronald itu tidak ada kaitannya dengan isu peredaran narkoba dalam Lapas yang hangat dibicarakan belakangan ini.

“Itukan kejadian di luar. Di dalam sini aman- aman saja,” ujarnya.

Bahkan Rommy menyebutkan bahwa lingkungan Lapas Batam sejauh ini masih terkendali dengan baik dan belum ditemui masalah apapun terkait dengan peredaran narkoba dalam lapas.

“Setiap hari rutin kami lakukan pemeriksaan dan belum ada temuan apapun,” ujarnya.

Sehingga penangkapan Ronald itu tidak ada kaitan apapun dengan isu peredaran narkoba dalam lapas yang melibatkan petugas sipir. (eja)

Catat Nih Bun, Anak Korban Pencabulan, Menderita Trauma Yang Tersembunyi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Psikolog, Melly Puspita Sari mengungkapkan maraknya kasus pencabulan yang dialami anak-anak beberapa waktu belakangan sangat membuat miris.

Perbuatan pencabulan menurutnya harus dinilai dari sisi korban dan pelaku sendiri.

Korban menurut dia akan menderita trauma yang tersembunyi. “Dia (korban, red) akan kembali mengingat kejadian buruk itu, ketika dibenturkan dengan hal yang pernah dialaminya,”kata dia.

Trauma tersebut menurutnya bisa memberikan efek yang buruk bagi perkembangan korban kedepannya. Korban akan jadi tertutup, jika tidak didampingi dan diberikan terapi sebagai salah satu cara untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

“Korban biasanya merasa orang yang paling buruk kondisinya, jadi dia butuh dukungan,” ujarnya.

Ketakutan, dan perasaan terancam akan selalu membayangi korban yang menjadi target pencabulan. Apalagi di lingkungan tempat tinggal, sekolah dan rumah. Dukungan orangtua dalam hal ini sangat dibutuhkan sebagai pembangun mental korban.

Orangtua harus berperan sebagai teman sekaligus guru yang bisa memberikan pendidikan kepada anak.

“Termasuk saat dia terancam, dia harus bisa berbuat untuk menyelamatkan dirinya. Nah, disinilah perena orangtua,” jelasnya.

Orangtua harus mengajarkan kepada anak bahwa tubuh mereka adalah harta berharga.

” Jadi ketika ada yang mencoba menyentuh, mereka bisa menyelamatkan dengan cara berteriak sebagai alaram dia terancam,” sebutnya.

Dia juga mengajak anak yang pernah mengalami kejadian pencabulan untuk berbagi kepada orang terdekatnya.

“Pastikan mereka adalah penegak kebenaran, karena berani mengungkapkan kebenaran, dan itu harus diapresiasi,” imbaunya.

Selain itu, pelaku pencabulan menurutnya harus diberikan hukuman yang bisa memberikan hukuman yang membuat pelaku jera. Dia megharapkan kepada penegak hukum jangan sampai ada perdamaian dalam kasus pencabulan tersebut.

“Pelakunya harus diberikan hukum jera,” kata wanita yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam.(cr17)

Ada Wabah Virus Zika, Penumpang ke Singapura Tetap Padat

0
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Berita tentang merebaknya virus Zika di Singapura masih belum memengaruhi arus lalu lintas manusia dari Batam ke Negeri Singa itu. Sejumlah agen tiket kapal feri ke Singapura mengatakan, jumlah penumpang masih normal.

“Sejauh ini tidak ada penurunan. Ini kan baru dua hari setelah berita itu,” kata Manajer Operasional Ticketing Sindo Ferry di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Kusni, Kamis (1/9).

Kusni mengatakan, ketika hari kerja, penurunan jumlah penumpang sulit terpantau. Penurunan lebih terpantau di akhir pekan. Sebab, biasanya, di akhir pekan, lalu lintas meningkat.

Sementara agen pelayaran Batam Fast mencatat, di hari kerja, jumlah penumpang dengan Batam Fast berkisar antara 700 hingga 800 orang. Sementara di akhir minggu mencapai 1.000 hingga 1.200 orang.

“Saya lihat, jumlah penumpang masih stabil,” kata Manajer Operasional Ticketing Batam Fast di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Rinaldi.

Disampaikan Rinaldi, pemerintah telah mengimbau setiap agen pelayaran untuk membagikan kartu kewaspadaan kepada para penumpang sesat sebelum tiba di pelabuhan tujuan. Kartu itu mulai dibagikan, Rabu (31/8) pagi.

“Kami masih belum dapat imbauan sampai kapan (kartu itu dibagikan). Kami ikut imbauan saja,” ujarnya.

Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, menyampaikan hal senada. Menurut dia, arus penumpang dari Batam ke Singapura melalui Pelabuhan FeriInternasional Batamcenter masih stabil menyusul maraknya kasus Zika di negara kota itu.

“Belum ada penurunan penumpang, baik yang berangkat maupun datang. Per harinya ada sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang di sini,” ujar Nika, kemarin.

Dikatakannya, sejak tahun 2010 lalu, Pelabuhan Batamcenter sudah memiliki alat pendeteksi virus, salah satunya virus Zika. Alat ini dipinjamkan pemerintah setelah adanya instruksi dari WHO untuk mendeteksi warga yang terkena virus.

“Alat itu bisa memindai orang yang terjangkit. Akan mengeluarkan bunyi dan kita akan langsung tarik mereka dari antrean untuk mendapat penanganan awal,” jelasnya.

Menurut dia, di pelabuhan ini ada sekitar enam sampai tujuh petugas kesehatan yang bersiaga. Mereka nantinya akan menangani penumpang yang terindikasi terjangkit virus Zika.

“Juga ada dua ambulance yang standby,” katanya.

Pelabuhan Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre juga telah mengaktifkan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh sengaja datang untuk memantau jalannya alat tersebut.

“Apabila suhu (orang yang lewat) lebih dari 37 derajat, sinyal berbunyi,” tuturnya di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre , kemarin.

Ia telah menginstruksikan kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk mengaktifkan alat tersebut. Hingga kini, alat serupa telah aktif bekerja di Pelabuhan Batam Centre dan Pelabuhan Sekupang.

Kepala Seksi Pengendalian Karantina KKP Batam, dr Romer Simanungkalit, mengatakan, alat serupa akan segera dipasang di dua pelabuhan internasional lainnya di Batam. Yakni, di Pelabuhan Nongsapura dan Pelabuhan Harbourbay. Sementara ini, petugas di dua pelabuhan tersebut masih mengecek suhu tubuh secara manual dengan temporal termometer.

“Tapi akan segera kami lengkapi kok itu. Dalam waktu dekat, alat itu akan aktif,” tutur dr Romer.

Ditambahkan Romer, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk mencegah masuknya virus Zika ke Indonesia. Sebab, jika sudah masuk, mereka khawatir virus itu akan sampai ke ibu hamil. Zika akan menjadi sangat berbahaya bagi janin dalam kandungan.

“Terutama bagi ibu hamil di bawah tiga bulan. Itu sangat rentan,” ujarnya. (ceu/she/cr13)

Kejahatan Anak Berawal dari Warnet

0
Satpol PP Kota Batam saat merazia sebuah warnet di kawasan Ruko Golden Land, Batamcenter beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Satpol PP Kota Batam saat merazia sebuah warnet di kawasan Ruko Golden Land, Batamcenter beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kejahatan yang dilakukan anak dinilai akibat salah pergaulan. Anak-anak yang terlibat dan melakukan aksi kriminalitas tersebut mayoritas bergaul di warung internet (warnet).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan rata-rata anak yang diamankan pihaknya mengaku mempelajari kejahatan dari warnet. Seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pembobolan rumah.

“Di warnet semua bisa diakses. Dan banyak video yang bisa mempengaruhi mereka,” ujar Memo di Mapolresta Barelang, kemarin.

Dia menjelaskan selain mempelajari aksi kriminalitas, rata-rata anak yang bergaul di warnet mengakses video pornografi. Sehingga mereka menjadi korban dan pelaku pelecehan seksual.

“Semua hal negatif bisa ada di sana (warnet). Dan mereka tanpa pengawasan orangtua,” terang Memo.

Sebelumnya, sambung Memo, pihaknya mengamankan kelompok anak yang terlibat pengroyokan di Perumahan Buana Vista, Nongsa.

Keenam pelaku tersebut diketahui bergaul di warnet dan terlibat perampokan di sejumlah perumahan.

“Mereka bergaul dan hari-hari di warnet itu,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Komisioner Komisi Perlindunhan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial. Menurutnya, pergaulan anak di warnet tanpa pengawasan orangtua.

“Di sana (warnet) bisa saja mereka sambil menegak miras (minuman keras),” ujarnya.

Dia menegaskan kepada Pemerintah Kota untuk menindak warnet yang di dalamnya kerap ditemukan anak-anak. Selain itu, melakukan razia secara rutin dan membatasi jam operasional. (opi)