Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 14007

Ayo Hapal Al Quran, Ada Beasiswa dari Pak Gubernur Untuk Hafiz dan Hafizah

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan beasiswa khusus di jenjang perguruan tinggi pada anak-anak Kepri yang beprestasi. Sekaligus memiliki kemampuan menghafal 30 juz Al Quran.

“Ada anak-anak sekarang yang berprestasi dan menghafal 30 juz. Makanya saya berani,” kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, usai menghadiri pelepasan bayi kembar Rahma-Rahmi di RSAB, Jumat (2/8) lalu.

Saat ini, pemerintah tengah membiayai pendidikan seorang anak Kepri di sebuah perguruan tinggi. Jurusan yang ia ambil jurusan agama.

“Memang, bukan di jurusan kedokteran,” ujarnya.

Nurdin yakin, masih banyak anak Kepri lain yang mampu menghafal 30 juz. Beasiswa ini juga diharapkan menjadi penyemangat anak-anak untuk menghafalkan Al Quran dan berprestasi di sekolahnya.

Dalam kesempatan pelepasan bayi kembar Rahma-Rahmi itu, Nurdin juga berharap bayi tersebut menjadi orang pintar. Ia berpesan pada orang tua si bayi untuk menjadikan anak-anaknya hafizah, orang yang menghafal Al Quran.

“Kalaupun saya bukan Gubernur lagi, siapa tahu saya jadi Menteri. Jadi lebih banyak lagi yang akan mendapat beasiswa ini kan,” tuturnya. (ceu)

Lahan di Batam hanya akan Dialokasikan kepada Pihak yang Mau Kerjasama dengan BP Batam

0
ilustrasi foto: rezza herdiyanto / batampos
ilustrasi
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki wacana baru dalam mengalokasikan lahan kepada pengusaha maupun investor. Ke depan, lahan di Batam hanya akan dialokasikan kepada pihak yang mau bekerjasama dengan BP Batam.

Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, mengatakan nantinya BP Batam akan menerapkan sistem kerjasama dalam pengalokasian lahan. “Sebisa mungkin kami tak akan alokasikan lahan. Kami akan bersihkan, matangin, dan menawarkan kerjasama dengan investor yang mau bangun,” kata Eko, akhir pekan lalu.

Dengan sistem ini, Eko menyebut BP Batam dan pengusaha yang mendapat alokasi lahan akan sama-sama diuntungkan. Sebab dengan sistem kerjasama ini, BP Batam nantinya akan menjadi salah satu pemegang saham pada kawasan yang dibangun di atas lahan yang dialokasikan BP Batam. Misalnya kawasan industri, mal, maupun kawasan pariwisata.

Menurutnya, ini merupakan cita-cita BP Batam sejak lama. Melalui sistem kerjasama ini BP Batam akan ikut menikmati keuntungan dari pembangunan dan pengelolaan sebuah kawasan.

“Kalau gak (begitu), BP Batam dikadalin terus. Mereka (investor) yang untung besar. Jadi kami sebagai Badan Layanan Umum (BLU) juga harus mengusahakan,” katanya.

Selain menerima keuntungan untuk penerimaan negara, sistem ini juga akan mempermudah pengawasan BP Batam terhadap lahan-lahan yang telah dialokasikan kepada investor. Sebab selama ini banyak lahan yang sudah dialokasikan tapi tidak segera dimanfaatka. Bahkan tak jarang yang kemudian diperjualbelikan

“Dengan sistem ini, aset negara yang berada di lahan negara tetap aman dalam jangkauan BP Batam,” katanya.

Sebagian kalangan pengusaha menentang wacana tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim, meminta BP Batam lebih fokus memperbaiki pelayanan perizinan alokasi lahan, ketimbang membuat kebijakan baru.

“Sekarang lahan saja tak ada beresnya, selalu amburadul, pelayanan dan perizinan lambat. Itu merupakan utangnya BP, lebih baik selesaikan itu dulu,” ungkapnya.

Djaja mengatakan wacana ini masih perlu dikaji ulang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti bentuk kerjasamanya, bentuk pengawasan, bagi hasilnya, dan beragam hal lainnya.

“Untuk lahan strategis mungkin oke. Namun jika untuk seluruh Batam nanti ruwet jadinya. Tak semudah yang mereka pikirkan,” kata Djaja.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Oka Simatupang, mencoba bersikap netral menyikapi wacana ini. Namun senada dengan Djaja, dia juga menekankan kepada BP Batam untuk membereskan masalah lahan karena merupakan hal yang fundamental.

Misalnya, kata Oka, terkait percepatan pelayanan perizinan. Dia mengaku mengapresiasi kebijakan Izin Investasi 3 Jam (I23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Namun di lapangan, kebijakan ini belum tentu berjalan sesuai keinginan.

“Kami akan memantau apakah nanti berjalan dengan baik atau tidak,” pungkasnya. (leo)

Presiden Jokowi Promosikan Wonderful Indonesia di Tiongkok

0
 Presiden Jokowi saat dialog dengan komunitas WNI di Tiongkok. Foto; kemenpar
Presiden Jokowi saat dialog dengan komunitas WNI di Tiongkok. Foto; kemenpar

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo melakukan lawatan ke negeri Tiongkok. Di sana, presiden bertemu dengan  masyarakat Indonesia yang ada di Tiongkok.

Nah, di momen inilah Jokowi kampanye dan mempromosikan wisata Indonesia.
“Ajak mereka menikmati eksotisme alam dan keindahan budaya nusantara,” kata Jokowi.
Penegasan itu disampaikan saat berdialog dengan diaspora di Golden Hall Shanghai Mart, Sabtu, 3 September 2016, salah satu kebiasaan presiden saat kunker ke luar negeri.
Suasana dialog itu berlangsung sangat cair, tidak ada protokoler, tidak kaku, sehingga beberapa mahasiswa, pekerja profesional, dan pengusaha.
Presiden Jokowi sendiri cukup pintar menggunakan ajang dialog itu untuk menggali ide-ide segar, menjaring inspirasi dan mencari solusi atas problematika mendasar yang bisa dibawa ke tanah air. Pariwisata betul-betul menjadi concern orang nomor satu di Indonesia itu
Mengapa? Menpar Arief Yahya menambahkan outbound atau orang Tiongkok yang bepergian ke luar negeri tahun 2015 saja ada 120 juta orang. Yang ke Thailand sudah 8 juta wisman. Ke Korea, Hongkong dan Jepang jumlahnya sangat signifikan. Yang ke Indonesia baru 1%, masih di angka 1,2 juta orang.
Tapi tahun ini, kata Arief Yahya, angka wisman asal Tiongkok mulai meledak dan menggeser Australia di posisi ketiga, setelah Singapore dan Malaysia. Selama ini, turis Tiongkok di bawah angka capaian Negeri Kanguru Australia.
“Sekarang sudah menggeser Australia, termasuk yang ke Pulau Bali, jumlah Wisman Tiongkok lebih besar hingga bulan ke-7 tahun 2016,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.
Di Shanghai, Presiden juga membandingkan dengan Malaysia, yang sudah dikunjungi 24 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam satu tahun. Thailand lebih hebat lagi, didatangi oleh 28 juta wisman. Indonesia tahun 2015 dikunjungi 10,4 juta (wisman) atau naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Tapi itupun masih kalau jauh dibandingkan dengan dua negara tetangga itu, Malaysia dan Thailand.
“Padahal tempat yang indah-indah di kita itu banyak sekali. Apa yang keliru? Apa yang salah? Tahun 2019 targetnya harus sudah di atas 20 juta (wisman),” tegas Presiden Jokowi lagi.
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa dirinya telah menandatangani kerja sama di bidang pariwisata dengan Presiden Xi Jinping tahun lalu setelah peringatan Konferensi Asia Afrika 2015. Saat itu kedua negara berupaya untuk mendatangkan sepuluh juta wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia. Upaya ini telah mulai mendatangkan hasil.
“Manado mulai bulan Juli-Agustus lalu terjadi peningkatan turis hingga 1.000 persen karena ada direct flight dari empat provinsi dan 6 kota di sini (Tiongkok). Sekarang di Manado banyak dibangun restoran, hotel. Banyak sekali. Nanti saya mau lihat perubahan Manado seperti apa,” ungkap presiden, sambil menegaskan bahwa pariwisata itu kuat memberi efek ekonomi ke masyarakat.
Mulai 2016 ini, Menpar Arief Yahya juga rajin ke Tiongkok untuk mengkonkretkan target 20 juta tahun 2019 itu terealisasi dengan baik. Tahun 2016 ini, targetnya 12 juta, sampai bulan Juli masih on track.
“Konsentrasi kami adalah membuat 3A di 10 destinasi prioritas atau 10 Bali Baru dan 3 greater Bali, Jakarta dan Kepri. Atraksi, Amenitas dan Aksesnya. Terutama akses yang konkret membawa wisatawan terbang ke tanah air,” kata Arief Yahya.
Dialog dengan diaspora itu dihadiri sekitar 700-800 warga Indonesia. Ini adalah rangkaian lawatan Presiden Jokowi dalam Pertemuan G-20 di Hangzhou. Dari kota itu, presiden beserta rombongan naik kereta cepat ke Shanghai dan bertemu dengan diaspora.
Presiden Jokowi juga mengamati saat ini pariwisata semakin bergairah. Atmosfer dan suasananya mulai bergerak positif.
“Orang sudah mulai melihat ada prospek. Kita juga sudah mentukan 10 destinasi pariwisata baru. Kita perbaiki produknya, kemasannya, masyarakat disiapkan, infrastuktur dibangun, promosi digencarkan!” kata Presiden Jokowi di hadapan masyarakat Indonesia di Shanghai.
Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI ini menceritakan, pertemuannya dengan Jack Ma, pendiri Online Shopping terbesar di dunia, Alibaba.Com.
“Saya kemarin ketemu Jack Ma. Saya minta Alibaba juga mendukung target turis Tiongkok ke Indonesia. Baik dalam bentuk bisnis, pendidikan, penelitian, dan lain-lain. Saya ingin bangsa kita menjadi bangsa pemenang, saya yakin bangsa kita mampu jadi bangsa pemenang,” kata Presiden Jokowi yang juga mantan Walikota Solo ini.
Kepada para Diaspora itu, lagi-lagi Presiden Jokowi mengajak para investor dan pengusaha untuk menanamkan modal ke Indonesia. “Saya mengundang para pengusaha Tiongkok untuk datang ke Indonesia dan melakukan: Investasi, Perdagangan, Turisme,” ajaknya.
10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Bali masuk ke Pidato Presiden Jokowi di “Indonesia Business Forum” yang digelar di Shanghai, 3 Sept 2016 itu. Ke-10 top destinasi yang sering disebut 10 Bali Baru itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Temgger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (inf)

Ribuan Pencari Kerja Tamantan SMA Serbu Batam

0
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pencari kerja baru tamat sekolah luar daerah terus berdatangan ke Batam. Di Multi Purphose Hall (MPH) Pujasera Batamindo, pencaker yang dikenal fresh graduate itu mudah ditemui.

Misalnya saja Faretno Ardi,20, yang baru saja seminggu datang dari Padang Panjang Sumtera Barat. Tak tanggung-tanggung Faretno datang beserta empat orang temannya yang lain.

“Mumpung masih muda cari pengalaman dulu,” ungkapnya disela-sela melihat pengumuman lolos administrasi untuk bekerja di PT Kemet.

Menurutnya tidak hanya dirinya serta temannya yang baru datang dari kampung halaman untuk mengadu nasib di Batam Kamis (1/9/2016) lalu dia juga sempat ‘jalan’ dengan pencaker baru tamat sekolah asal Medan.

“Dia sekarang lagi keliling cari kerja,” ucapnya.

Pencaker baru tamat sekolah yang lain yakni Eka Adil Simatulang yang datang pada penghujung Juni lalu. Pria asal Medan ini mengaku datang ke Batam karena ajakan temannya.

“Teman saya sudah kerja, ada keluarga juga di sini,” katanya.

Tidak hanya pencaker luar Batam, pencaker baru tamat sekolah asli Batam juga ada. Seperti Nurul Sakinah yang ingin bekerja untuk mencari modal untuk kuliah.

“Cari kerja dulu, lanjut sekolah kayaknya belum,” ungkap warga yang enggan menyebutkan nama alamatnya ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi beberapa waktu lalu  membenarkan terjadi peningkatan pencari kerja beberapa bulan terakhir ini.

Sebelumnya saja tercatat ada lima ribu lebih pencari kerja. Beberapa bulan terakhr bertambah lagi. Namun Zaref belum berani menyebut angka pastinya karena masih terus di data.

Menurutnya, angka pencari kerja tak semata-mata disebabkan oleh pendatang baru namun disebabkan oleh lulusan SMA sederajat yang langsung mencari kerja setelah lulus sekolah.

“Setidaknya tamatan sekolah sekitar 40 persen dari jumlah yang tamat kemarin mencari kerja,” katanya. (cr13)

Rusun Pemko di Batuaji Masih Sepi

0
Rusunawa Mukakuning. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rusunawa Mukakuning. Di Batuaji, Pemko Batam juga membangun Rusun serupa namun masih sepi peminat. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun (rusun) milik Pemko Batam di belakangan perumahan Taman Pesona Indah (TPI) dekat kawasan pasar Fanindo, Batuaji masih sepi peminat. Dari 384 unit rusun yang tersedia baru tersisi sekitar 115 unit.

Warga rumah liar (Ruli) kampung Harapan, Tanjunguncang yang sudah diinstruksikan pindah dari lokasi tempat tinggal mereka itu karena lokasi itu akan dibangun Masjid Raya II, lebih memilih kembali ke kawasan ruli lain ketimbang harus tinggal di rusun yang disediakan pemerintah itu.

Padahal sebelumnya warga di sana memintah agar mereka direlokasikan ke rusun tersebut secara gratis dan permanen. Namun tuntutan itu tak dipenuhi Pemko Batam sehingga mereka memilih kembali membangun ruli tempat lain.

“Banyak yang keberatan dengan biaya sewa rusun makanya ada yang kembali membuat ruli di tempat lain,” kata Ernawati salah satu warga yang masih berada di kawasan ruli kampung Harapan itu.

Pemko Batam yang memberikan uang sagu hati Rp 4 juta kepada pemilik ruli yang masuk dalam peta pembangunan rumah ibadah itu, dipergunakan warga untuk membangun ruli yang baru. “Ada yang bangun (ruli) kembali dekat disini yang tidak masuk dalam peta penggusuran ada juga yang ke ruli di tempat lain,” ujar Hendrik warga lainnya.

Kurangnya minat warga untuk menempati rusun yang disediakan pemerintah itu dibenarkan oleh pengelolah rusun Pemko Batam di dekat kawasan Fanindo itu. Padahal rusun yang sering disebut rusun Fanindo itu cukup untuk menampung semua warga ruli kampung Harapan yang jumlahnya mencapai 63 kepala keluarga (KK) itu.  “Tapi sampai saat ini tidak ada satupun dari mereka (warga kampung harapan) yang ke sini,” kata Andi, petugas rusun Fanindo, kemarin.

Dijelaska Andi, rusun tersebut terdiri dari empat twin dan masing-masing twin berlantai empat itu total ada 384 unit. “Satu twin 96 unit rumah total ada empat twin,” ujar Andi.

Dari 384 unit surun itu baru 115 unit yang sudah tersisi sementara sebagian besar lainnya masih kosong.”Baru mulai ditempati awal tahun 2015 lalu. Pembangunanya sudah lama,” ujar Andi.

Rusun itu terdiri dari blok A,B,C dan D dan yang terisi baru di blok A dan C. Sementara bok B dan D belum dibuka karena belum ada meteran listrik.

Untuk menempati rusun tersebut persyaratan cukup mudah. Calon penghuni yang notabene sudah berkeluarga cukup bawa foto copy KTP Batam (Suami Istri), foto copy KK, foto copy surat nikah, materi 6000 tiga lembar dan map merah. “Nanti kami kasih formulir untuk diisi oleh RT,RW lurah di tempat tinggal awal bahwa yang bersangkutan belum punya rumah dan berpenghasiilan rendah,” kata Andi.

Untuk biaya sewa perbulan lantai satu Rp 240 ribu, lantai dua Rp225 ribu, lantai tiga 210 ribu dan lantai empat Rp 195 ribu.

Unit rusun itu bentuknya sama dan di dalamnya terdiri dari satu kamar tidur satu, ruang tamu, tempat jemuran, dapur dan kamar mandi.

Fasilitas penunjang lainnya ada taman, arena bermain anak, sekuriti 24 jam, akses jalan yang memadai, dekat pasar Fanindo dan sekolah. (eja)

BP Batam Akan Bangun Kawasan Industri Baru

0
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos
Kawasan Industri Batamindo, Batam. BP Batam berencana membangun kawasan industribaru serupa. Foto: rezza/batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana membangun kawasan industri milik sendiri. Kawasan industri ini sudah dipastikan masuk zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bakal mendapat banyak insentif bagi investor yang membuka usaha di kawasan tersebut.

“Ini sudah lama direncanakan, semoga menjadi kenyataan,” kata Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Sabtu (3/9/2016).

Mengenai lokasi, Andi belum menyebutkan. Pasalnya, saat ini prioritas BP Batam adalah mempersiapkan sistem online pengalokasian lahan dan pelayanannya.

Andi mengatakan, BP Batam menyiapkan tiga skema untuk pembangunan kawasan industri baru. Pertama, pengalokasian lahan kepada pemohon seperti biasa yang ingin membuka kawasan industri. Kedua, BP Batam bekerjasama dengan calon investor mengelola lahan yang tekah dialokasikan namun belum dimanfaatkan. Ketiga, BP Batam membuat kawasan industri sendiri.

Ia juga mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan wacana pengawasan, bagi hasil, dan bentuk kerjamasa masih dalam tahap perumusan. (leo/koran bp)

Mabes Polri Benarkan Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

0

batampos.co.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan adanya penangkapan seorang terduga teroris di Batam.

Densus Bergerak di Batam, Amankan 1 Orang Terduga Anggota Gonggong Rebus

0
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/Jawa Pos
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/Jawa Pos

batampos.co.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali bergerak di Batam. Kali ini, mereka membekuk terduga teroris di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (3/9).d

Seorang terduga tersebut diketahui berinisial LH, 24.

LH sesuai KTP beralamat di Perumahan Taman Carina, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam.

LH diduga menjadi bagian dari kelompok Gonggong Rebus (KGR) yang dipimpin oleh GRD.

Dia dibekuk anggota Densus 88 saat berada di warnet Matrix Net di Komplek ruko Pasar Fanindo Batuaji, Sabtu (3/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam penangkapan ini, Tim Densus juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit ponsel, 1 unit sepeda motor, dan 1 buah dompet.

LH ditangkap karena diduga terlibat dalam membantu menyembunyikan DPO teroris Dony asal Uigur serta memfasilitasi keberangkatan WNI ke Syira dan memfasilitasi masuknya dua WNA asal Uigur ke Batam.

Usai membekuk LH aparat polisi juga menggeledah rumah Amir, kakak LH, di Perumahan Taman Karina.

Menurut keterangan dari Bowo, pemilik warnet Matrix, penangkapan terhadap Leo berlangsung cukup singkat. Sabtu siang kemarin warnetnya tiba-tiba didatangi puluhan orang berpakaian biasa dan mengaku polisi langsung membekuk LH yang sedang mengoperasikan salah satu komputer di dalam warnet itu.

“Nggak banyak ngomong mereka (polisi), langsung saja ambil orang itu (LH) dan pergi. Katanya mereka polisi. Nggak tahu juga masalah apa,” ujar Bowo dilansir Jawa Pos, Sabtu (3/9).

Bowo menuturkan saat ditangkap dan dibawa polisi, komputer yang dipakai LH terlihat sedang membuka laman Facebook yang sudah di log out dan laman lainnya adalah Youtube.

“Lagi Facebook-an dan Youtube,” ungkap Bowo.

Bowo mengaku tak kenal pasti siapa itu LH, sebab LH bukanlah pengunjung tetap di warnet tersebut.

“Nggak kenal saya, cuma kebetulan saja lagi main di sini makanya jadi heboh warnet saya.” akunya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi kepolisian. Baik dari Polda Kepri maupun Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan adanya penangkapan seorang terduga teroris di Batam.

”Sekarang terduga anggota teroris itu masih diperiksa,” jelasnya.

“Dari LH kami amankan sebuah Hp dan sepeda motor, ” ujarnya.

Soal apa peran dari LH? Dia menyebutkan bahwa peran dari LH cukup sentral dalam jaringan KGR tersebut. Diantaranya, LH pernah menyembunyikan seorang anggota teroris lain yang bersuku Uighur bernama Dony.

”Banyak peran lainnya,” jelasnya.

Lalu, LH juga bersama-sama dengan GRD juga memfasilitas puluhan warga negara Indonesia untuk pergi ke Suriah dan bergabug dengan ISIS.

”Untuk mengirim WNI itu, LH juga menerima dana dari ISIS,” terangnya.

Yang paling penting, LH juga merancang pelatihan id’dad KGR di Batam menggunakan arisofgun dan senapan angin. Pelatihan itu dalam rangka persiapan memberangkatkan ke Suriah.

”Kami masih mendalami lagi,” ujarnya.

Agus melanjutkan, LH menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk biaya kebutuhan hidup WN Uighur.

‎”Bersama dengan kelompoknya melakukan latihan perang di Batam menggunakan air softgun dan senapan angin dalam rangka persiapan berangkat ke Syria. Yang bersangkutan juga merencanakan penyerangan ke Marina Bay (Singapura),” tandas Agus. (eja/iil/JPG/egi)

Gubernur Kepri Minta Presiden Bangun Sekolah Pelayaran

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun masih terus bermimpi untuk menjadikan Provinsi Kepri sebagai poros maritim Indonesia. Atas dasar itu, Nurdin meminta Presiden untuk membangunan sekolah pelayaran di Kepri. Keinginan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9)

Pada kesempatan itu, Nurdin sangat mengharapkan agar Presiden Joko Widodo merealisasikan permohonan pembangunan Sekolah Maritim atau Sekolah Pelayaran di Provinsi Kepri. Pasalnya, kebutuhan tenaga pelayaran yang berkompeten di bidang kelautan dan bertaraf internasional sangat mendesak di Provinsi Kepri. Apalagi seiring dengan keinginan Presiden Jokowi untuk mengembangkan Industri Maritim di Kepulauan Riau.

“Terus terang saya sampaikan, saya minta dukungan politis dari Komisi V DPR RI dan juga Dirjen Perhubungan Laut untuk menyampaikan ke Presiden Joko Widodo untuk membangun sekolah pelayaran di Kepri,” ujar Gubernur.

Menurut Nurdin, kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten di bidang Kelautan ini sangat mendesak. Karena Kepri tidak punya daratan yang potensial untuk diolah. Atas dasar itu, Nurdin sangat mengharapkan sekali agar sekolah ini bisa terealisasi sehingga program Presiden dalam bidang maritim juga berjalan. Nurdin juga berharap rencana pembangunan sekolah pelayan tersebut bisa direalisasikan Tahun 2017 nanti.

“Kami butuh bantuan pemerintah pusat untuk bangunan fisiknya. Untuk lahan, kami sudah siapkan di Tanjung Uban dengan lokasi strategis yang dekat dengan pelabuban. Tenaga pengajar yang berkualitas banyak di sini. Saya pun mau turun langsung untuk mengajar,” tegas Nurdin.

Selain permintaan sekolah pelayaran, berbagai masalah terkait pembangunan kelautan di Kepri, juga diungkapkan Irwansyah, Anggota Komisi III DPRD Kepri. Diantaranya adalah realisasi Pengembangan Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar menjadi pelabuhan kontainer dan transit kapal bertaraf internasional selalu gagal. Padahal pemerintah Kepri dan BP Kawasan (dulu Otorita Batam) sudah sejak 5 tahun lalu mengusahakan berbagai hal untuk pelabuhan itu.

“Posisi strategis, lahan ok, listrik ok , semua fasilitas sudah bagus. Tetapi realisasinya tidak ada juga sampai saat ini. Pelabuhan Batu Ampar juga sudah beberapa kali dikunjungi, disepakati, tapi ujung-ujungnya gagal. Kami mohonlah kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan pelabuhan ini. Kalau pelabuhan ini selesai tentu membawa perubahan besar kepada transportasi laut,” jelas Irwansyah.

Tidak itu saja, Irwansyah juga menyampaikan persoalan parkir kapal atau labuh jangkar, yakni 0 – 12 mile. Selama ini pendapatan dari sektor tersebut diambil pemerintah pusat seluruhnya. Ada sekitar 18 lokasi labuh jangkar yang tersebar di seluruh Kepri. Jika satu titik, potensi penerimaannya bisa mencapai Rp42 miliar, tentu untuk 18 titik lebih besar lagi.

“Kami mohon sama Komisi V membantu Kepri menyelesaikan ini. Padahal menurut UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, jelas disebutkan kalau itu hak daerah. Tetapi Kementerian Perhubungan menggunakan UU Kelautan, jadi tidak pernah bertemu kesepakatan. Kondisi defisit keuangan sepeti sekarang membuat Kepri sulit untuk membangun. Tambah lagi Natuna . Sebagai penghasil migas, saat ini Kepri hanya dapat dana bagi hasil Rp.11 M, dari sebelumnya Rp.800 M,” ungkapnya.

Irwasnyah juga menambahkan, apabila pemerintah pusat menyerahkan pengelolaannya ke Kepri, ia optomis defisit anggaran yang terjadi bisa dibantu lewat sektor labuh jangkar.

Menanggapi beberapa permintaan Pemerintah Provinsi Kepri, Ketua Komisi V, Michael Wattimena, yang juga Ketua Tim Panja Konektivitas laut berjanji akan menyampaikan ke pemerintah pusat dan sekaligus menjadi mediator. “Berbagai persoalan yang disampaikan ini, akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat. Kami akan minta keterangan dari instansi terkait,” janji Michael.

Hal yang sama juga disampaikan Dirjend Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Tonny Budiono. ” Saya akan sampaikan berbagai keluhan dan permintaan Kepri itu ke bapak Menteri. Semoga segera ada kebijakan,” katanya.

Kunjungan Komisi V atau Panja Konektivitas Transportasi Laut ke Kepulauan Riau dalam rangka meminta tanggapan, klarisifikasi, dan saran terhadap rencana pemerintah pusat membangun Tol Laut, sistem transportasi laut nasional, dan kesiapan pelabuhan di Kepri. Pertemuan tersebut juga dihadiri seluruh instansi pemerintah yang berhubungan dengan transportasi laut.(jpg/bpos)

Pertamina Bentuk Komunitas Teknisi Hydrocarbon Refrigerant Musicool untuk Jaga Mutu dan Standar Pelayanan

0
Anggota Komunitas Teknisi Musicool usai pelatihan dan peresmian komunitas di Hotel Haris Batam Centre, Jumat (2/9). foto:ahmadi sultan
Anggota Komunitas Teknisi Musicool usai pelatihan dan peresmian komunitas di Hotel Haris Batam Centre, Jumat (2/9). foto:ahmadi sultan

batampos.co.id – PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepulauan Riau resmi membentuk komunitas teknisi mesin pendingin hydrocarbon Musicool wilayah Kepulauan Riau. Peresmian dan peluncuran komunitas ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemilihan nama komunitas di Hotel Harris Batam Centre, Jumat (2/9).

Komunitas ini diketuai Marsuki dari Asosiasi Pendingin dan Tata Udara (APITU) dan Dedi Yuliadi dari Asosiasi Chief Engineer (CIE). Pembinananya PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepri. “Komunitas ini beranggotakan 39 teknisi yang berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun. Mereka ini anggota komunitas angkatan pertama dan semuanya telah tersertifikasi,” jelas R Kibar Adhiharsa, selaku Sales Eksektuit Elpiji PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepulauan Riau, kemarin.

Sebelum peresmian komunitas, terlebih dahulu para anggotanya mendapat pelatihan teknisi Musicool tingkat dasar, selama tiga hari. Pelatihan ini mengahdirkan narasumber yang kompeten di bidang refrigerant hydrocarbon seperti Tatang Hidayat, ahli gas, Deddy Rachmat, Ketua Komunitas Refrigerant Hydrocarbon Indonesia, Samidi dan Nanang, keduanya akhil mesin pendingin hydrocarbon.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menjaga mutu dan standar pelayanan teknisi Musicool, jadi pelayanan kepada konsumen semuanya sama. Sehingga konsumen merasakan kepuasan yang sama,” ujar Kibar.

Dengan pelatihan ini pula dan terbentuknya komunitas teknisi Musicool, lanjut Kibar, Pertamina berharap pengguna mesin pendingin dapat lebih yakni mengganti refrigerant yang ramah lingkungan dan lebih hemat energi. “Untuk informasi lebih lanjut mengenai Musicool, bisa menghubungi Pertamni 1-500-000. Kontak Pertamina juga untuk penggantian Musicool, nanti kami rekomendasikan teknisinya,” katanya. (uma)