batampos.co.id – Aksi pencurian dengan cara congkel jok sepeda motor kembali terjadi di komplek pasar Aviari. Apes kali ini dialami oleh Haria Gustina warga Puri Garden, Sekupang.
Dompetnya berisikan ponsel dan uang tunai Rp 3 juta yang disimpan dalam jok sepeda motor Yamaha Mio digondol maling saat dia sedang membeli makanan di dalam komplek pasar tersebut, Senin (15/8) siang.
Tidak terima dengan kejadian itu, Haria pun membuat laporan ke Mapolsek Batuaji saat itu juga.
Menurut Haria, aksi pencurian dengan cara mencungkil jok sepeda motor itu berlangsung sangat cepat.
“Baru saya parkir sepeda motor dan masuk ke dalam warung sebentar dan saat keluar lagi karena teringat dompet saya lupa di jok, ternyata jok sepeda motor saya sudah dibobol,” ujarnya.
Melihat kejadian itu, Haria sempat mencari keberadaan pelaku yang mungkin saja masih berada di sekitar komplek pasar tersebut, namun upayanya sia-sia sebab tak satupun warga yang tahu atau melihat pelaku pencungkil jok sepeda motornya itu. “Aneh juga padahal lagi ramai loh,” ujarnya.
Petugas keamanan pasar Aviari juga tak bisa berbuat banyak atas kejadian yang menimpa Haria itu. Mereka bahkan membenarkan kalau lokasi pasar itu memang rawan dengan aksi pencurian serta pencungkilan jok sepeda motor.
“Kami sudah berupaya melakukan pengawasan semaksimal mungkin tapi mau gimana lagi, memang di luar kendali kami,” kata Rahman, salah satu petugas keamanan pasar Aviari yang membenarkan adanya kejadian itu. (eja)
batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam menilai kesadaran masyarakat Batam memasang bendera merah putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI terus merosot dari tahun ke tahun.
“Tahun ini saja misalnya, masih banyak rumah dan pertokoan di Batam tidak memasang bendera merah putih pada peringatan HUT kemerdekaan,” ujar anggota KOmisi III DPRD Batam, Helmy Hamilton, kemarin.
Politikus Partai Demokrat itu, menilai saat ini jiwa nasionalisme dan cinta tanah air oleh masyarakat mulai memudar. Kondisi ini kian mencirikan semakin tergradasinya nilai-nilai karakter bangsa.
Padahal, peringatan kemerdekaan Indonesia inilah momentum bagi seluruh masyarakat dalam menunjukkan rasa cinta tanah air dan merasa bangga dengan kemerdekaan bangsa yang diraih dengan susah payah.
Ia menilai, peran pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman mengenai cinta tanah air dan bela negara. Merangkul setiap penjuru desa agar semangat tersebut semakin tumbuh.
Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di sepanjang Jodoh dan Nagoya, perayaan HUT kemerdekaan RI tahun ini tergolong sepi. Masih banyak warga yang belum memasang bendera merah putih.(rengga)
batampos.co.id – Pemerintahan Kota (Pemko) Batam menganggarkan Rp 25,55 miliar untuk perbaikan drainase di tahun 2016 ini. Perbaikan tersebut nantinya akan tersebar di beberapa titik di wilayah Kota Batam dan sifatnya menyeluruh.
Titik-titik tersebut seperti, wilayah satu meliputi Batuampar dan Bengkong, wilayah dua Lubukbaja dan Batamkota, wilayah tiga, Seibeduk, Nongsa dan Galang, wilayah Sagulung dan wilayah lima di Sekupang, Batuaji dan Belakangpadang.
“Tahun ini ada lima titik perbaikan dan pembangunan saluran air (drainase). Untuk dana yang dialokokasikan sebesar Rp 25,55 miliar,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Rohaizat, kemarin.
Selain lima wilayah ini, lanjutnya, perbaikan dan pembenahan drainase akan difokuskan di titik-titik rawan banjir, seperti Marina Sekupang, dan beberapa wilayah lain yang drainasenya dangkal, kecil atau bahkan yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Bustamin, Anggota Komisi III DPRD Batam lainnya mengaku pembenahan drainase di daerah rawan banjir perlu diselesaikan secara periodik. Semisal pemetaan wilayah tergenang air yang diakibatkan sistem drainase yang rusak.
“Harus ada persiapan yang matang, sehingga anggaran yang dipakai juga efisien,” tuturnya. (rng)
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyelenggarakan program pencarian politisi masa depan yang cerdas dan berintegritas di Kepulauan Riau. Program ini diharapkan bisa mengisi jajaran pengurus partai politik dan maju sebagai calon anggota legislatif mulai Pemilu 2019 mendatang.
Perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano yang didampingi Dian Rahmawati saat kunjungannya ke redaksi Batam Pos, Senin (15/8), mengungkapkan selain Kepri, ada delapan daerah lain yang jadi lokasi pelaksanaan program ini.
Program kelas politik cerdas berintegritas ditujukan kepada siswa tingkat SMA sederajat yang menjabat sebagai ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS), serta mahasiswa yang menjabat sebagai ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM). Tiap peserta mengirimkan data diri dan sebuah esai dengan tema yang disediakan panitia.
“Peserta dari kelompok OSIS bertemakan membangun politik cerdas berintegritas, sedangkan kelompok BEM bertemakan jika aku menjadi politisi,” kata Guntur.
Menurut Guntur, Kepri dipilih karena memiliki kondisi sosial politik dan isu-isu krusial lokal yang menunjang perlu adanya ‘wajah baru’ melalui pendekatan perbaikan ‘aktor politik’, untuk membuat gerakan dan jaringan politik yang bersih, demokratis dan anti-korupsi. “Khusus di Kepri ini, kami mengajak Batam Pos bekerja sama dalam kegiatan ini,” kata Guntur
“Dari pelaksanaan program kelas politik inilah, diharapkan peserta bisa tumbuh menjadi generasi politik baru Indonesia masa depan, yang memiliki perspektif, sikap, dan perilaku politik yang berintegritas, anti korupsi, dan demokratis,” jelas Guntur.
Pelaksanaan kelas digelar selama lima hari. Untuk di Kepri, diadakan dari 26-30 September 2016. “Lokasi yang pasti untuk pelaksanaan kelas menyusul diumumkan,” sambung Guntur.
Ke depan, kata Guntur, program ini akan diselenggarakan oleh masing-masing pemerintah daerah. “Kami sudah sosialisasikan ke Kementerian Dalam Negeri,” katanya.
Pendaftaran dibuka hingga 25 Agustus. Peserta bisa mengunduh formulir pendaftaran di http://satunama.org/3266/ dan bisa mengikuti petunjuk lainnya yang telah disediakan dalam website tersebut. (cr15)
batamppos.co.id – Satu dari lima terduga teroris yang ditangkap di Batam pada Jumat (5/8), GRD, membantah semua tudingan polisi. Dia mengaku memiliki bukti yang menguatkan jika dirinya tak pernah terlibat dengan jaringan teroris.
Hal ini disampaikan kakak tertua GRD, Intan, setelah bertemu dengan adiknya di Markas Brimob Kelapa Dua, Jakarta, akhir pekan lalu.
“GRD bilang ada bukti, bahwa dia tak bersalah,” kata Intan kepada koran Batam Pos, Senin (15/8).
Menurut cerita GRD, Intan membenarkan jika adiknya itu aktif dalam kelompok pengajian Katibah Gongong Rebus. Namun kata dia, ini merupakan kelompok pengajian biasa. Tidak ada doktrin yang mengarah pada kegiatan teror.
Setelah beberapa kali mengikuti kelompok pengajian ini, GRD kemudian ditunjuk menjadi ketuanya. GRD langsung menerimanya karena merasa tidak ada yang aneh dalam kelompok pengajian itu.
“Bagi dia (menjadi ketua) itu amanah,” katanya.
Intan juga meyakini adiknya itu tidak memiliki kecenderungan berbuat teror. Apalagi sampai merencanakan menyerang Singapura dengan sebuah roket, seperti yang dituduhkan polisi.
“Jangankan menyerang Singapura, ikannya mati saja dia menangis,” katanya.
Kata Intan, GRD juga membantah memiliki berbagai jenis senjata api yang menurut polisi disita dari rumahnya di Taman Mediterania Batam Center. Intan juga mempertanyakan keabsahan beberapa barang bukti lainnya yang disita polisi.
“Sebab tak ada saksi. Saat Pak RW sampai di rumahnya, polisi sudah lama menggeledah rumah GRD,” katanya.
Intan mengatakan, pertemuan dengan GRD akhir pekan lalu sangat singkat. Hanya sekitar 10 menit. Hari ini, Selasa (16/8), dirinya diperbolehkan kembali bertemu dengan adiknya.
“Saya akan bertanya banyak. Karena Jumat lalu tak sempat (bertanya banyak),” katanya lagi. (ska)
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riki Indrakari. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Setelah lama terkatung-katung, akhirnya Pemerintah Kota Batam, akan segera membayar gaji ke 13 pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.
“Gaji ke 13 THL DKP pasti dibayar, karena ini menjadi hak mereka yang diatur menteri keuangan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riki Indrakari, Senin (15/8).
Menurut Riki, mekanisme pencairan gaji ke 13 ini tak harus menunggu APBD Perubahan dulu. Karena anggaran yang dialokasikan untuk membayar gaji DKP tersebut sudah disahkan 12 bulan di APBD 2016.
“Tidak harus diperumit menunggu APBD Perubahan dulu. Tinggal ambil satu bulan dari 12 bulan yang dianggarkan ini. Nanti saat APBD Perubahan baru disuntik lagi yang satu bulan ini,” sebutnya.
Ia menambahkan, hal ini sudah dikordinasikan dengan pimpinan DPRD Batam. Untuk selanjutnya ketua DPRD menyurati Wali Kota Batam untuk segera menyelesaikan pencairan gaji ke 13 THL DKP tersebut.
Permasalahan ini, kata Riki, sama polanya dengan honor guru komite SMA dan SMK yang tidak boleh menarik uang SPP. Sehingga yang menjadi korban guru tersebut karena dua bulan tak merima gaji.
“Kan ada insentif guru swasta ada. Selama ini SMA dan SMK tidak ter-cover dari anggaran ini tetapi kan dapat selama datanya masuk ke BKD,” tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Mekanisme inilah yang diminta untuk diselesaikan Pemko Batam tanpa harus menunggu APBD Perubahan.
“Addendumnya sedang dikeluarkan kabag keuangan. Kalau THL DKP karena domainnya komisi III, saya belum tahu berapa totalnya. Tapi kalau guru honorer sekitar Rp 7 miliar,” pungkasnya. (rng)
Carles, petugas RSUD Embung Fatimah di Batuaji menunjukkan mayat perempuan berambut pirang yang tewas setelah loncat dari Jembatan Satu Barelang, Senin (15/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Aksi bunuh diri dengan cara meloncat dari jembatan Tengku Fisabilillah atau jembatan I Barelang kembali terjadi. Kali ini dilakukan seorang wanita muda tanpa identitas berusia sekitar 25 tahun.
Wanita berambut pirang itu diinformasikan lompat dari jembatan I sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas Ditpam BP Batam bersama warga dan nelayan di sekitar periaran jembatan I yang mencoba menolongnya namun terlambat sebab saat didatangi wanita itu sudah meninggal.
Dari mulutnya keluar busa dan ada bekas luka lecet di leher yang diduga karena benturan ke karang di perairan jembatan I.
Oleh pihak kepolisian Sagulung, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji untuk ditindak lanjuti.
“Tiba di sini sekitar pukul 14.00 WIB dibawa polisi. Ada dompetnya cuman tak ada kartu identitas. Hanya ada uang dan perhiasan emas di dalam dompet,” ujar petugas medis di ruangan IGD RSUD seperti diberitakan Batam Pos (batampos.co.id group) hari ini (16/8).
Aksi bunuh diri wanita cantik itu tidak diketahui secara pasti sebab saat kejadian tidak ada warga atau saksi mata yang melihat langsung korban melompat. Warga dan nelayan baru menyadari setelah mendengar bunyi benturan korban jatuh ke periaran di bawa jembatan I.
“Kalau saat dia lompat tak ada yang lihat, tapi sebelumnya memang ada beberapa warga di sana yang melihat dia duduk-duduk di pinggir jembatan,” ujar Gosen, salah satu anggota Ditpam BP Batam yang bertugas di Pos Jembatan I Barelang.
Wanita muda itu datang belum begitu lama dan diinformasikan sempat duduk-duduk santai di pinggir jembatan. Namun selang tak berapa lama warga malah dikagetkan dengan bunyi benturan air di bawa kolong jembatan.
“Saat kami tolong ternyata dia sudah meninggal,” ujar Gosen.
Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan membenarkan kejadian itu, namun dia belum bisa memberikan kementar lebih banyak karena pihaknya masih menyelidiki dugaan kasus bunuh diri itu. “Iya ada dan anggota masih cari identitasnya,” ujar Chrisman.
Aksi bunuh diri di jembatan I itu, bukan yang pertama kali. Sudah ratusan nyawa yang melayang sia-sia di lokasi yang menjadi ikon kota Batam itu. Informasi yang disampaikan warga dan petugas Ditpam di lokasi Jembatan I, dalam beberapa tahun belakangan jumlah korban bunuh diri rata-rata mencapai angka 15 sampai 20 orang pertahun.
Setahun ini saja terhitung sudah empat korban bunuh diri di jembatan I. Beberapa bulan lalu seorang wanita muda juga tewas setelah melompat dari jembatan dengan ketinggian sekitar 48 meter itu.
Tak berapa lama berselang tepatnya Jumat (24/6) aksi bunuh diri juga dilakukan oleh Selvi Olivia, 26 yang lompat bersama Rida Rahmita putrinya yang baru berusia 1,8 tahun. Ibu dan anak itu tewas berpelukan dibawa kolong jembatan I.(eja/bpos)
batampos.co.id – Seorang wanita muda tanpa identitas nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan I Barelang, Senin (15/8/2016). Hingga saat ini, Belum diketahui penyebab aksi nekat yang dilakukan perempuan berusia sekitar 30 tahun tersebut mengakhiri hidupnya.
Aksi bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Perempuan dengan ciri-ciri memakai baju berwarna merah, berbadan besar dan kulit putih itu sebelumnya sempat dilihat petugas Ditpam BP Batam yang sedang melakukan patroli.
“Dia sempat ditegur sama petugas Ditpam, kemudian ketika petugas Ditpam kembali, dia sudah melompat,” ungkap Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan.
Lebih lanjut Chrisman mengatakan jika mayat dari wanita muda yang melakukan aksi bunuh diri itu langsung timbul setelah melompat dan di selamatkan oleh nelayan setempat.
“Saat ini kita telah melakukan koordinasi dengan unit identifikasi Polresta Barelang dan jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mencari identitas pelaku dan menelusuri keluarga dari pelaku,” pungkas Chrisman. (eggi)
Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Helmy Hemilton. Foto: Ist
batampos.co.id – DPRD Kota Batam menilai kesadaran masyarakat Batam memasang bendera merah putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI terus merosot dari tahun ke tahun.
“Tahun ini saja misalnya, masih banyak rumah dan pertokoan di Batam tidak mengibarkan bendera merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Helmy Hemilton, kemarin.
Politikus Partai Demokrat itu menilai, saat ini jiwa nasionalisme dan cinta tanah air oleh masyarakat mulai memudar. Kondisi ini kian mencirikan semakin terdegradasinya nilai-nilai karakter bangsa.
Padahal, peringatan kemerdekaan Indonesia inilah momentum bagi seluruh masyarakat dalam menunjukkan rasa cinta tanah air dan merasa bangga dengan kemerdekaan bangsa yang diraih dengan susah payah.
“Memang tidak bisa dipungkiri rasa cinta untuk memperingati tersebut terus berkurang,” sebutnya.
Ia menilai, disinilah perlu perlu peran pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman mengenai cinta tanah air dan bela negara. Merangkul setiap penjuru desa agar semangat tersebut semakin tumbuh.
“Merupakan tanggungjawab besar oleh setiap daerah dan seluruh masyarakat agar membangkitkan rasa nasionalisme. Makanya peran pemerintah sangat penting mengintruksikan jajarannya,” katanya.
Helmy mencontohkan, Singapura sebagai negara kecil, jiwa nasional mereka sangat tinggi. Wajib di setiap perayaan ulang tahun negara, mereka memasang bendera sebagai lambang kecintaan tanah air.
“Masak kita kalah dengan Singapura. Sudah seharusnya setiap warga negara menunjukkan rasa cinta tanah air dan merasa bangga dengan kemerdekaan bangsa yang diraih dengan susah payah,” pungkasnya.
Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di sepanjang Jodoh dan Nagoya, perayaan HUT kemerdekaan RI tahun ini tergolong sangat rendah. Masih banyak masyarakat yang belum memasang bendera merah putih.
Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua hari lagi. Begitu juga di sejumlah perumahan di Batuaji dan Marina, tak sedikit rumah yang belum memasang bendera di depan rumahnya. (rng)
Barang bukti uang judi saat enam pria di belakang diamankan polisi. Foto: egg/batampos.co.id
batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar menggerebek perjudian jenis kartu remi di salah satu warung kopi milik AR yang terletak di kawasan Bengkong Bengkel Jumat (5/8) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sebanyak 6 orang tersangka yang diantaranya Rudian Sirait, Ancol Situmeang, Lasden Robertus Manik, Erwin Rajagukguk, Sulaiman, dan Burhan Simare-mare.
Wakapolsek Batuampar AKP Dasta Analis mengungkapkan penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat tentang adanya aktifitas perjudian di kedai kopi tersebut.
“Laporan sudah sering kita terima dari masyarakat, tapi ketika turun ke TKP mereka sudah bubar. Diduga sudah bocor duluan,” ungkapnya.
Setelah beberapa kali gagal dalam melakukan penangkapan. Akhirnya jajaran Polsek Batuampar yang pada malam itu melakukan patroli cipta kondisi langsung bergegas menuju ke lokasi setelah ada masyarakat yang kembali melapor.
Begitu sampai di warung kopi milik AR, polisi menemukan sekelompok orang yang berada di dalam warung tersebut dengan indikasi melakukan tindak pidana perjudian.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa Uang tunai sebesar Rp 914.000 dan 2 (dua) set Kartu Remi dan satu buah toples plastik yang digunakan untuk mengumpulkan uang taruhan.
Saat ini keenam orang pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Batuampar. Para tersangka diancam dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dan terancam 10 tahun penjara. (egg)