Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14030

Adi Prihantara Jadi Plt Sekda Bintan

0
Raja Muhammad Akib Rachim yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kabupaten Bintan, kini kembali jabatan lama sebagai Inspektur di Inspektorat Kabupaten Bintan. Ia digantikan Asisten III Bidang Administrasi Umum, AdI Prihantara. Foto: harry/batampos

batampos.co.id – Posisi Pelaksana tugas (Plt) Sekda Bintan yang diduduki Raja Muhammad Akib Rachim sejak 14 September 2016 lalu berhasil kini dijabat oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, AdI Prihantara.

Peralihan posisi Plt Sekda Bintan ke tangan Asisten III itu bedasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Bupati Bintan, Apri Sujadi dengan nomor surat 015/SP/2017 tertanggal 4 Januari 2017.

Sedangkan Raja Muhammad Akib Rachim sendiri dipulangkan kembali ke jabatan awalnya sebagai Inspektur di Inspektorat Kabupaten Bintan.

“Secara lazimnya kedudukan Plt Sekda itu harus dijabat oleh asisten bukan dari kepala dinas (kadis), kepala badan (kaban) maupun lainnya. Sebab posisinya hanya satu tingkat dibawah asisten,” ujar Plt Sekda Bintan yang baru, Adi Prihantara ketika dikonfirmasi, Kamis (5/1/2016).

Dikatakannya, ada tiga asisten yang berhak dipromosikan untuk merangkap jabatan dengan menduduki posisi Plt Sekda Bintan. Yaitu Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten III Bidang Administrasi Umum.

Dari ketiga pejabat itu, kata dia, Bupati Bintan mengamanahkan posisi Plt Sekda Bintan berada ditangan Asisten III. Jadi mulai surat itu diterbitkan, kedudukan Plt Sekda Bintan telah resmi digenggaman Adi.

Maka melalui tongkat komando itulah ia akan menjalankan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) sebagaimana mestinya.

Tupoksi yang akan dijalankannya dengan melaksanakan seluruh program sesuai Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan Rencana Strategi Sekretariat Daerah (RSSD) yang telah dirancang dan ditetapkan selama setahun dari Januari-Desember 2017.

Sedangkan langkah-langkah untuk menjalankan itu semua dengan mempercepat dan menyiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaannya.

“Seluruh program yang adakan sudah direncanakan setahun sebelumnya. Jadi tugas  kami hanya menjalankan saja. Seperti rapat pembentukan tim dalam menjalankan program hingga penyelesaiannya,” bebernya.

Sementara itu, Mantan Plt Sekda Bintan, Raja Muhammad Akib Rachim membenarkan bahwa ia tidak lagi menjabat sebagai Plt Sekda Bintan. Jabatan itu sudah resmi berada digenggaman Adi Prihantara yang juga menjabat sebagai Asisiten III Bidang Administrasi Umum. Sedangkan dirinya akan fokus melaksanakan tugas sebagai Inspektur Inspektorat Kabupaten Bintan.

“Masa jabatan saya sebagai Plt Sekda Bintan sudah usai. Karena Pak Bupati (Apri Sujadi) sudah menerbitkan SPT baru kepada Adi Prihantara. Maka beliaulah yang menduduki Plt Sekda Bintan mulaib saat ini,” akunya.

Besar harapan Akib agar Adi Prihantara bisa menjalankan tugas-tugas maupun pekerjaan yang belum selesai dari 2016-2017 mendatang. Kemudian juga mampu mempertahankan segala prestasi yang pernah diraih Kabupaten Bintan selama ini.

“Selamat bertugas kepada Pak Adi Prihantara. Semoga bisa mendukung daerah ini menuju Bintan Gemilang,” ungkapnya. (ary)

Ratusan Pejabat Eselon III dan IV di Bintan Dimutasi Pekan Depan

0
Teks Foto. Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin pengambilan sumpah jabatan untuk pejabat eselon II yang baru dalam Kabinet Kerja Jilid II Bintan Gemilang di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kecamatan Teluk Bintan, Kamis (5/1/2017). Rencananya pekan depan giliran eselon III dan IV yang akan dilantik.
F. Harry/batampos

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakilnya, Dalmasri Syam akan melakukan mutasi besar-besaran terhadap ratusan pejabat eselon III dan IV yang ada di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Bintan. Rencananya mutasi itu dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, pada pekan kedua Januari 2017 mendatang.

“Rencananya pekan depan akan dilakukan mutasi sekaligus pelantikan pejabat-pejabat eselon III dan IV. Jumlah pastinya kita tak tahu tapi kisaran ratusan oranglah,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Sekda Bintan, Adi Prihantara ketika dikonfirmasi, Kamis (5/1/2017).

Mutasi yang dilakukan dalam Jilid IV Kabinet Bintan Gemilang ini, kata dia, bertujuan untuk menyelaraskan, menyerasikan dan menyesuaikan bidang-bidang atau keahlian yang dimiliki pejabat-pejabat sesuai dengan formasi-formasi dalam Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Baru Periode 2016-2021. Sebab mayoritas pejabat-pejabat yang mengabdi di seluruh SKPD saat ini tidak sesuai antara keahlian yang dimiliki dengan penempatannya.

“Mutasi ini sekaligus penempatan pejabat-pejabat sesuai formasi dalam SOTK Baru,” sebutnya.

Pejabat eselon III dan IV yang dimutasi itu, lanjutnya, akan ditempatkan di 28 SOTK baru. Diantaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker), Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disbudpora), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Dinas Perhubungan (Diahub), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Berikutnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UMPP), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dan Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Jadi semuanya akan dilantik baik yang di sekretariat, dinas, badan maupun lainnya. Tapi khusus eselon III dan IV bukan untuk tenaga honorer ya. Karena ceritanya akan lain nanti,” ungkap pria yang juga menjabat Asisiten III Bidang Administrasi Umum itu. (ary)

Bengkel Speedboat Terbakar, Satu Luka

0
Kapolsek Binut, Kompol Jaswir sedang melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran, Kawasan Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Binut, Kamis (5/1/2016). Foto: Humas Polsek Binut

batampos.co.id – Bengkel Speedboat milik Witono alias Haite ludes terbakar di Kawasan Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara (Binut), Kamis (5/1/2016) sekitar pukul 13.15 WIB. Diduga kebakaran itu terjadi akibat percikan api yang timbul dari mesin grenda menyambar bensin yang ada di dalam tanki speedboat.

“Beruntung bisa segera dipadamkan sehingga kobaran api gak sempat menjalar. Tapi insiden itu menelan satu korban jiwa,” ujar Kapolsek Binut, Kompol Jaswir.

Diceritakannya, saat kejadian ada tiga pekerja bengkel di antaranya Muhamad, Darma, dan Akang sedang yang memperbaiki satu unit speedboat. Saat itu Muhamad sedang menggerenda besi atau plat untuk meratakannya namun percikan api dari mesin grenda itu menyulut bensin dalam tanki speedboat sehingga timbulah kobaran api tersebut.

Melihat kobaran api kian membesar, lanjutnya, ketiganya berusaha memadamkan dengan air seadanya. Dikarenakan kapasitas bensin di dalam tanki banyak, api itu menyembur hingga mengenai Muhamad. Kemudian kedua rekannya langsung melarikan korban ke luar lokasi kejadian.

“Kita langsung hubungi petugas pemadaman kebakaran (damkar). Kemudian melarikan korban ke RSUD Tanjunguban,” jelasnya.

Berselang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 14.00 WIB petugas dan satu unit Mobil Damkar tiba di lokasi kejadian. Mereka dengan sigapnya memadamkan seluruh kobaran api yang meludeskan speed boat dan bengkelnya.

“15 menit kemudian api berhasil dipadamkan. Ditaksir kerugian yang dialami Haite mencapai Rp 600 juta lebih,” sebutnya.

Sementara itu, Humas RSUD Tanjunguban, Rianti membenarkan adanya pasien luka bakar yang dirawat di rumah sakit. Pasien itu merupakan korban dari kebakaran bengkel speedboat di Tanjunguban.

“Tim medis sedang menanganinya dengan intensif. Sebab luka bakar yang dialami korban capai 30 persen,” ungkapnya. (ary)

Lantik Pejabat Eselon II dan III, Ini Pesan Bupati Karimun

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq melantik pejabat Eselon II dan III, Rabu (4/1/2017) lalu. Foto: Humas Pemkab Karimun

batampos.co.id – Bupati Karimun H Aunur Rafiq secara serentak melantik pejabat eselon II (pejabat tinggi pratama), dan III (pejabat eselon administrator) serta eselon IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Rabu (4/1/2017) lalu.

Pelantikan yang mengambil tempat gedung serba guna Nilam Sari kantor Bupati ini dihadiri Wakil Bupati H Anwar Hasyim, Sekretaris Daerah HM Firmansyah, serta Wakil Ketua DPRD Karimun Azmi dan tamu undangan FKPD.

“Saya harap saudara-saudara setelah dilantik langsung bekerja di masing-masing tempat. Dan tingkatkan profesional kerja, terutama dalam pemberian pelayanan publik kepada masyarakat,” pesan Bupati.

Pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Karimun, mulai dari kepala dinas dan badan, camat hingga pembantu kepala dinas menggunakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan tersebut, dilaksanakan secara serentak dengan dua gelombang pagi hari untuk kepala dinas dan badan serta camat-camat. Pada siang harinya, pejabat eselon IV setingkat kepala bidang dan kasi.

“Pejabat yang baru dilantik sudah menggunakan anggaran sesuai SOTK baru. Tentunya sesuai dengan skor variabel urusan pemerintahan (tipelogi), masing-masing SKPD nantinya,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarkat (Kabag Humas) Eko Riswanto mengatakan, dirinya siap memberikan informasi kepada masyarakat tentang pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun. Diharapkan bisa bekerjasama dengan awak media cetak, elektronik, online.

“Mohon kerjasamanya rekan-rekan media. Supaya bisa dilihat masyarakat, sejauh mana Pemerintah Kabupaten Karimun memberikan kontribusinya terhadap daerah,” singkatnya. (tri)

Nama-nama Pejabat yang Dilantik:
Eselon II
1.   M  Tang Asisten I (Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat)
2.   Hj Sensissiana Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan)
3.   Hurnaeni Asisten III (Adminitrasi Umum)
4.   H Alwi Hasan (Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan)
5.   Anwar Ujang (Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah Hukum dan Politik)
6.   H Usman Ahmad (Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM)
7.   Zefridin (Sekretaris DPRD Karimun)
8.   Dedi Hardiman (Inspektur Daerah)
9.   H Djunaidi (Kaban Perencanaan Penelitian dan Pengembangan)
10.  H Kamarulazi (Kaban Pendapatan Daerah)
11.  H Abdullah (Kaban Pengelola Keuangan dan Aset Daerah)
12.  H MS Sudarmadi (Kaban Kepegawaian dan Pengembangan SDM)
13.  H Indra Gunawan (Kaban Kesatuan Bangsa dan Politik)
14.  Bakri Hasyim (Kadis Pendidikan)
15.  Rachmadi (Kadis Kesehatan)
16.  Muhammad Zulfan (Kadis PU dan Penataan Ruang)
17.  Rosmawati (Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan).
18.  H Panji Sasmita (Kadis Sosial)
19.  H Faizal (Kadis Pengendelian Penduduk, KB PPPA)
20.  Eryadi (Kadis Lingkungan Hidup)
21.  H M Tahar (Kadisduk dan Capil)
22.  H Suwedi (Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa)
23.  H Fajar Harison Abidin (Kadis Perhubungan)
24.  H Sularno (Kadis Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu)
25.  H Yusrial Mahyudin (Kadis Kepemudaan dan Olahraga)
26.  H Suryaminsyah (Kadispersenibud)
27.  H Muhammad Isnainie (Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah)
28.  H Rupindi Alamsjah (Kadis Perikanan)
29.  Muhammad Affan (Kadis Pangan dan Pertanian)
30.  Muhammad Yosli (Kadis Perdagangan, Koperasi, UKM dan Energi Sumber Daya Mineral)
31.  Hazmi Yulinasyah (Kadisnaker dan Perindustrian)

Eselon III
1.  Arpan (Camat Karimun)
2.  Irwan Dinovri (Camat Meral)
3.  Herisa Anugerah (Camat Tebing)
4.   Saipol (Camat Kundur)
5.   Muhd Fidias (Camat Moro)
6.   Helmi (Camat Buru)
7.   Ery Noval Jadinata (Camat Kundur Utara)
8.   Anji Trisno (Camat Kundur Barat)
9.   Agung Jati Kusuma (Camat Durai)
10. Monalisa (Camat Meral Barat)
11. Muhd Faridhasyahdu (Camat Ungar)
12. Didi Irawan (Camat Belat)

13. Eko Riswanto (Kabag Humas)
14. Usman (Kabag Administrasi Pembangunan Setda)
15. Basori (Kabag Umum Setda)
16. Dwiyandri Kurniawan (Kabag Protokol dan Rumah Tangga)
17. Dedi Sahori (Kabag Perlengkapan)
18. Muhd Yunus (Kabag Kesra dan Kemasyarakatan)
19. Chaironi (Kabag Pemerintahan Umum) 20. Mitrayati (Kabag Organisasi dan Korpi)
21. Netty Widaty (Kabag Keuangan Sekretariat DPRD)
22. Herwansyah (Kabag Persidangan dan Produk Hukum DPRD)
23. Ramli (Sekretaris Bandan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah)
24. Herdan Firdaus (Sekretaris Disdik)
25. drg Soerjadi (Sekretaris Dinkes)
26. Umar (Sekretaris Dinas PU dan Penataan Ruang)
27. Ramli (Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan)
28. Syahruddin (Sekretaris Dinsos)
29. Raja Jemishak (Sekretaris Disduk dan Capil)
30. Afrian (Sekretaris Dishub)
31. Sukari (Sekretaris Dispora)
32. H Zamri (Sekretaris Disparsenibud)
33. Hasan Hidayat (Sekretaris Perpustakaan dan Kearsipan)

Rp 720 Juta dari Karimun untuk Bangun Masjid di Aceh

0
Bupati dan Wakil Bupati melepas rombongan yang berangkat ke Aceh melalui jalur laut dan darat. Foto: TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq melepas 17 relawan peduli Pidie Jaya Aceh di halaman rumah dinas Bupati, Rabu (4/1/2016).

“Selamat sampai tujuan. Hati-hati di perjalanan, maklum melintasi tiga provinsi, Riau, Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD),” pesannya.

Bantuan dalam bentuk uang tunai mencapai Rp 720 juta yang nantinya akan mendanai pembangunan masjid di Kabupaten Pidie. Hal ini sesuai permintaan masyarakat di sana, mengingat kerusakan fisik surau maupun masjid cukup banyak. Sehingga, sangat diperlukan bangunan masjid untuk beribadah.

“Kita sudah siapkan prasasti, sebagai tanda bantuan dari masyarakat dan Pemkab Karimun,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim yang juga ketua tim Forum Peduli Bencana Gempa Bumi Pidie Jaya Aceh-Kabupaten Karimun melaporkan bahwa rombongan yang berangkat ke Aceh terdiri dari dua rombongan, yaitu rombongan pertama melalui laut dan darat, yang membawa pakaian layak pakai seperti mukena, sarung dan pakaian dengan menggunakan mobil tiga unit dan satu unit truk.

Kemudian, rombongan kedua melalui jalur udara sebanyak 18 orang yang langsung menuju Kabupaten Pidie pada hari Sabtu (7/1/2017) mendatang.

Sedangkan, bantuan dalam bentuk tunai langsung dibawa dan diserahkan kepada pemerintah setempat untuk dibangun masjid.

“Saya ucapkan terimakasih kasih kepada para penggalang dana. Nanti, saya langsung menyerahkan bantuan uang tunai dan barang,” pungkas Anwar. (tri)

Anambas Kekurangan Pegawai, BKD: Tunggu Evaluasi Kemendagri

0
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulaun Anambas Linda Maryati. foto:net

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati belum bisa memastikan apakah tahun ini akan ada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau tidak. Namun pihaknya akan mengusahakan agar ada penerimaan CPNS untuk Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Pastinya itu kita belum tahu, tapi kita akan usahakan untuk mengejar ke pemerintah pusat,” ungkap Linda kepada wartawan Selasa (4/1/2016).

Dikatakan Linda, dengan adanya perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru akan ada evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri. Sehingga kementerian meminta data pegawai yang baru dari seluruh pemerintah daerah.

“Informasi yang kita dapat demikian, jika evaluasi kementerian selesai maka akan ketahuan apakah perlu adanya penerimaan CPNS lagi atau tidak. Jika memang perlu ada penerimaan, maka akhir tahun tetap dilaksanakan penerimaan,” ungkapnya lagi.

Menurutnya penerimaan CPNS sangat diperlukan mengingat jumlah pegawai di Anambas saat ini sudah berkurang. Untuk Pegawai Negeri Sipil sendiri sudah berkurang sekitar 400 orang. Beberapa tahun lalu, lanjutnya, jumlah pegawai Anambas berjumlah 1.854 orang.

“Sekarang tinggal 1.465 orang. Oleh karena itu untuk menjalankan roda pemerintahan, harus ditambah dengan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang jumlahnya lebih dari 2.000 orang,” jelasnya.

Pengurangan jumlah pegawai ini bukan hanya disebabkan karena pegawai banyak yang pindah, tapi ada penyebab lainnya yakni adanya perubahan status kepegawaian, yang awalnya pegawai pemerintah daerah kini diambil alih menjadi pegawai provinsi.

“Pegawai yang pindah pada tahun 2015 dan 2016 ada sekitar 221, ditambah pegawai yang diambil alih oleh provinsi mulai dari tenaga Pendidikan Sekolah Menengah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Polisi Kehutanan dan sebagainya kurang lebih ada 168 orang,” bebernya. (sya)

Rp 15 Miliar untuk Gedung Mapolres Anambas

0
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. Foto: Cecep Mulyana/Batampos

batampos.co.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) telah menganggarkan dana sebanyak Rp 15,56 miliar untuk membangun gedung Mapolres Anambas. Pembangunannya akan dimulai tahun ini.

“Januari ini akan kami mulai lelang, anggarannya menggunakan dana dari APBN,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Rabu (4/1/2017).

Erlangga mengatakan Gedung Mapolres Kepulauan Anambas akan dibangun di wilayah Pasir Putih Tarempa, Timur Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Walau gedung Polres Anambas baru direncanakan dibangun tahun ini, Polres ini sudah aktif dengan menyewa gedung swasta.

“Pembangunan disegerakan, supaya cepat berkantor di gedung sendiri,” katanya.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk operasional.

Sebelumnya diberitakan pada 16 Desember 2016, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian melantik AKBP Junoto sebagai Kapolres Anambas yang pertama.

Sam menyebutkan Polres Anambas yang dibentuk bukan Polres persiapan. Namun Polres defenitif. Polres Anambas dibangun berdasarkan instruksi langsung dari Kapolri. Polres Anambas ini diresmikan oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Didi Haryono pada 23 Desember lalu. (ska)

Perwako Persampahan Disahkan, Sosialisasi Mulai Bulan Ini

0
Wali Kota Lis Darmansyah sedang memungut sampah pada gotong royong di tepi laut, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Keberhasilan Tanjungpinang meraih Piala Adipura pada 2016 kemarin perlu dipertahankan.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan, kerja mempertahankan lebih berat ketimbang meraih. Sebab itu perlu kerja cerdas untuk mencapai target tersebut. Di antaranya adalah mengesahkan Peratuwan Wali Kota tentang Persampahan.

“Sudah saya teken (Perwako Persampahan, red) itu. Sosialisasi akan digesa bulan ini,” tegas Lis, belum lama ini.

Sosialisasi ini diperkirakan akan memakan waktu selama tiga bulan paling lama. Selama lebih dari seratus hari itu, Lis mengharapkan Dinas Kebersihan Tanjungpinang bisa melakukan sosialiasi Perwako tersebut dengan gencar. Sehingga ketika sudah benar-benar diterapkan aturan dan sanksinya sudah tidak ada lagi alasan tidak ada yang paham.

“Sosialisasinya kalau perlu sampai door to door. Bicara kerja menjaga kebersihan itu bicara kesadaran. Bukan lagi soal bisa atau tidak, tapi mau atau tidak,” ujar Lis.

Sebagaimana yang tercantum dalam Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Persampahan, tepatnya di pasal 23 dibunyikan bahwasanya warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan harus membayar denda administrasi tiga kali biaya operasional atau sebanyak Rp 500 ribu.

Apabila pelanggar tersebut tidak juga membayarkan denda tersebut, maka bisa dikenai sanksi di pasal 57 dalam Perda serupa, yaitu dikenai sanksi pidana maksimal kurungan selama tiga bulan, dan denda sebesar Rp 50 juta.

Dalam perda tersebut, juga dibunyikan bahwasanya setiap orang dan atau badan pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib membersihkan jalan, saluran-saluran, taman dan jalur hijau yang ada di lingkungannya serta mengurangi timbulan sampah. Termasuk penyediaan tempat sampah dan membuang sampah ke TPS.

Selanjutnya, pedagang wajib menyediakan tempat sampah untuk usahanya, dan dibuang isinya ke TPS. Pemilik atau pengemudi kendaraan umum maupun perorangan wajib menyediakan tempat sampah di dalam kendaraannya.

Tempat sampah juga harus memiliki kriteria, antara lain harus sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan. Kemudian harus rapi, tertutup dan tidak menyebarkan bau. (muf)

Waspada Angin Kencang, Rumah Warga Ambruk di Tanjungpinang

0
Awan gelap seperti bergulung-gulung di Selat Malaka, Minggu (21/8/2016) lalu. Kondisi cuaca seperti ini masih sering terjadi di Selat Malaka dan wilayah perairan Kepri lainnya. Foto: Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Satu buah rumah kayu milik Ahmad, 63, yang berdiri diatas laut Kampung Sei Ladi, Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, ambruk diterpa angin kencang Rabu (4/1/2017) lalu, sekitar pukul 02.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun, ambruknya rumah kayu dengan ukuran 4 x 5 meter yang terletak di pinggir laut itu disaat pemilik rumah sedang dalam keadaan istirahat di dalamnya. Masih informasi yang dihimpun, rumah yang nyaris ambruk itu sebenarnya tidak dalam keadaan rubuh total. Namun, oleh warga sekitar dirubuhkan karena sudah tidak layak untuk di huni.

Agus, 29, anak dari pemilik rumah, mengatakan saat peristiwa tersebut di dalam rumah tersebut hanya ada kedua orang tuanya. Sedangkan dirinya tinggal disebelah rumah orang tuanya tersebut.

“Tiba-tiba dengar bunyi suara bangunan mau rubuh. Saya pun langsung melihat keluar dan mendapati rumah orang tua saya yang diterpa angin,” ujar Agus.

Dikatakan Agus, kedua orang tuanya pun langsung diungsikan ke rumahnya. Sebab, rumahnya itu sudah tidak bisa ditempati kembali karena tidak layak dihuni.

“Saya bawa kerumah saya dulu untuk sementara waktu, sambil menunggu rumah orang tua saya diperbaiki,”kata Agus.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Agustiwarman menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi tersebut sekitar pukul 07.30 WIB dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang dapil Penyengat.

“Saya dapat kabar baru tadi pagi, tapi kejadiannya itu antara pukul 03.00 sampai 04.00 WIB pagi pada saat angin lagi kencang-kencangnya,” kata Agustiawarman.

Diterangkan Agustiawarman, angin puting beliung yang menerjang rumah kayu yang berdiri diatas laut tersebut tidak sampai ambruk. Namun, oleh warga sekitar yang mengkhawatirkan kondisi rumah yang sudah tidak layak untuk dihuni, maka warga berinisiatif untuk merobohkannya.

“Sebenarnya tidak hancur cuma oleh warga melihat rumah sudah mau ambruk, jadi sekalian dirobohkan,”terang Agustiawarman.

Disebutkan Agustiawarman, rumah milik pak Ahmad tersebut sudah menjadi puing bangunan. Pemilik rumah pun  masih dalam kondisi sehat.

“Ada yang bilang, katanya pak Ahmad ikut jatuh, tapi ada juga yang bilang tak sempat jatuh, jadi masih simpang siur. Yang jelas rumahnya tinggal puing aja, tapi korban dan istrinya sudah diungsikan di rumah anaknya yang kebetulan berhadap, dan tidak ada luka-luka sedikitpun,”sebutnya.

Salah satu rumah warga di Tanjungpinang ambruk dihantam ombak besar akibat cuaca ekstrim. Foto: yusnadi/batampos

Rencananya, kata Agustiawarman, pada Kamis (5/1/2017) hari ini. PemKo Tanjungpinang akan menyerahkan bantuan kepada Ahmad dan keluarga.

“Besok bersamaan dengan acara ziarah, rencananya kami akan menyerahkan bantuan kepada pak Ahmad,”pungkasnya. (ias)

BC Gagalkan Penyelundupan 140 Kardus Berisi HP Senilai Rp 6,4 Miliar

0
Kakanwil DJBC Khusus Kepri memperlihatkan barang bukti HP dan bawang merah serta balpres yang berhasil diamankan dari aksi penyelundupan. Foto: Tri/batampos

batampos.co.id – Diawal tahun 2017, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau tetap melakukan penindakan terhadap barang-barang yang dilarang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Tepat di awal tahun, sekitar pukul 06.30 WIB kapal patroli BC-6003 berhasil melakukan penegahan terhadap kapal KM Harapan Indah yang membawa sekitar 15 ton bawang merah dan 100 bal balpres yang diperkirakan nilai keduanya mencapai Rp870 juta, Kapal tersebut berlayar dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan di perairan Tanjung Jumpul.

Pada hari yang sama juga, dengan negara yang sama kapal patroli BC-20005 berhasil melakukan penegahan terhadap KM Firdaus yang membawa kurang lebih 40 ton bawang merah asal Port Klang Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan di perairan Tanjung Jumpul sekitar pukul 08.30 WIB. Nilai barangnya diperkirakan mencapai Rp1,520 Miliar.

Kemudian pada hari berikutnya, Senin (2/1/2017), BC kembali melakukan penegahan oleh kapal BC-1305 terhadap speed boat (SB) Azimut yang membawa 140 kardus berisi handphone baru merk Xiaomi dari Singapura tujuan Tembilahan.

Penagahan tersebut sekitar pukul 14.35 WIB disekitar perairan kepala jerih dengan koordinat 01-03-187 U / 103-46-690 T yang membawa peralatan elektronik tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah.

”Hanphone yang nilainya cukup besar, mencapai Rp6,480 Miliar diperkirakan kerugian negara mencapai Rp1,134 Triliun yang merugikan perekonomian dan industri dalam negeri,” kata Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya didampingi Kabid Penindakan dan Sarana Operasional R Evi S, Rabu (4/1/2017) lalu.

Di penghujung tahun 2016 lalu, BC juga berhasil melakukan penegahan terhadap KM Camar Permai oleh kapal patroli BC-30004 yang membawa barang campuran dengan tidak dilengkapi dokumen pelindung yang sah.

Diantaranya, 1000 karton susu milo, 1000 kotak roti, 150 drum kosong, 100 velg bakas, 200 ban bekas, 2 karung besar pelampung jaring.

Semua barang tersebut menurut pengajuan nakhoda berasal dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan, dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 2,025 Miliar di perairan Tanjung Siapi-api.

”Walaupun akhir tahun dan awal tahun, kita tetap melaksanakan operasi di laut untuk melakukan pencegahan dan penindakan barang-barang yang ilegal masuk ke perairan Indonesia terutama wilayah bagian Barat,” jelas Parjiya.

Sementara itu, Kabid Penindakan dan Sarana Operasional R Evi S mengatakan, dari empat penegahan terhadap empat kapal tersebut. Dua nakhoda yaitu KM Harapan Indah dan SB Azimut melarikan diri. Hal tersebut sesuai keterangan dari anak buah kapal.

Sedangkan dua nahkoda berhasil diamankan yaitu KM Firdaus dan KM Camar Permai dengan total ABK kapal dari 4 kapal sebanyak 32 orang ABK.

”Jadi kedua nahkoda yang melarikan diri akan diproses hukum lebih lanjut dan dilakukan penelitian lagi. Status kapal dan komoditinya kita tetapkan sebagai barang milik negara. Bisa dilelang maupun digunakan tujuan lain atau di musnahkan,” ungkapnya. (tri)