Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14032

Boleh Nih Dicicipi, Nasi Goreng Bercitarasa Kare

0
(foto: radar surabaya)

batampos.co.id – Saat ini, menu dengan level spicy berbeda sedang menjadi primadona di dunia kuliner. Mulai dari yang pedasnya biasa hingga yang pedasnya luar biasa.

Selain berlomba dalam soal rasa, namanya pun dibuat unik agar pecinta kuliner semakin penasaran. Seperti salah satu menu di Loko Cafe Gubeng Surabaya, Jawa Timur misalnya.

Karena melihat banyaknya menu nasi goreng dengan beragam kreasi, chef Bambang membuat nasi goreng bercita rasa kare.

”Pembuatan nasi gorengnya sama seperti kebanyakan. Hanya bumbunya yang dibikin spesial yaitu menggunakan bumbu kare,” ujar chef asal Nganjuk ini.

Selain unik karena hadir dengan rasa kare, nasi goreng yang bisa didapat dengan harga Rp. 25.000++ ini juga disajikan secara apik.

Telur dadar yang digoreng sangat tipis hingga matang kemudian oleh chef Bambang dibentuk menyerupai mangkok.

”Telur yang digoreng harus yang benar-benar tipis agar mudah dibentuk seperti mangkok sup. Setelah terbentuk, baru nasi goreng diletakkan di tengahnya,” jelas Bambang saat ditemui Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Jumat (30/12).

Tambahan lauk ayam yang juga dibumbu sama seperti nasi goreng akan semakin menambah lezatnya menu ini.

Sebagai pendamping, es bonek racikan Barista Loko Cafe Ahmad Azrori dapat dijadikan salah satu pilihan di antara banyaknya menu minuman.

Dibuat dari green tea powder yang di-mix dengan simple syrup, sirup leci, jeruk nipis, dan soda akan semakin membuat makan Anda menjadi semakin lahap. (rul/hen)

Telat Kembalikan Buku ke Perpustakaan, Dihukum Baca Pancasila dan UUD 1945

0
Suasana kegiatan di Perpustakaan BP Batam

batampos.co.id – Perpustakaan Badan Pengusahaan (BP) Batam menerapkan denda unik bagi para anggota perpustakaan yang terlambat mengembalikan buku.

Hukuman itu dapat berupa membaca Pancasila, naskah Pembukaan UUD 1945, Proklamasi, hingga membaca ayat-ayat Alquran.

“Seharusnya denda itu dalam bentuk uang. Tapi karena kami perpustakaan pemerintahan, kami tidak boleh mengambil uang,” kata Pustakawan BP Batam, Wawan.

Denda dalam bentuk uang dikhawatirkan berbuntut panjang. Yakni menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) dalam proses audit keuangan.

“Sebagian besar kasus korupsi itukan disebabkan sistem administrasi keuangannya. Kami tidak mau seperti itu,” timpal Staf Perpustakaan BP Batam lainnya, Abdul Rozak.

Penerapan denda unik itu rupanya dapat memberikan efek jera. Seperti yang dialami Dina. Karyawan salah satu perusahaan swasta di wilayah Batamcentre itu mengaku tidak mau terlambat mengembalikan buku lagi. Ia mendapat denda membaca lima ayat surat Al Quran.

“Soalnya malu disuruh baca keras-keras begitu,” katanya.

Perpustakaan BP Batam memberikan batas waktu peminjaman buku selama satu minggu. Lewat dari batas waktu tersebut, mereka akan menghubungi si peminjam untuk segera mengembalikan buku. Tentu dengan membayar denda terlebih dahulu. Setelah membayar denda, buku itu dapat dipinjam kembali.

“Bisa saja kalau mau pinjam lama, datang saja seminggu sekali untuk perpanjangan,” tutur Pustakawan BP Batam, Wawan

Perpustakaan yang berlokasi di Gedung B Pusat Teknologi Informasi BP Batam ini memiliki 10ribu lebih koleksi buku. Buku-buku tersebut terbagi dalam beberapa kategori koleksi. Baik itu karya umum, agama, ilmu terapan dan teknologi, ilmu murni, ilmu sosial, biografi tokoh, bahasa, dan kesusasteraan.

“Setiap tahun tentu ada penambahan koleksi. Ini baru saja ada penambahan koleksi di semua kategori buku,” ujarnya. (ceu)

Bertemu Saat Perang Dunia II, Pasutri Ini Masih Bersama Hingga Kini

0
John dan Josephine. (foto: mirror)

batampos.co.id – Perayaan pernikahan perak (25 tahun) dan pernikahan emas (50 tahun) merupakan hal yang jarang terjadi di masa sekarang. Apalagi jika usia pernikahan mencapai 75 tahun, sungguh suatu momen yang langka.

Namun di Inggris, ada sepasang kakek nenek yang hidup bahagia dengan usia pernikahan 75 tahun. Mereka adalah John dan Josephine.

75 tahun silam, mereka bertemu di sebuah tempat penampungan saat bom jatuh selama Perang Dunia II. Dan saat para pemuda dan pejuang berkumpul bersama, menjadi awal ikatan suci mereka timbul.

Dua tahun kemudian, John dan Josephine Gibson mengikat janji suci. Sebagai pasangan yang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-75, mereka mengklaim tak ada yang berubah. Josephine kini berusia 94 tahun.

“Hari pertama kami bertemu dan saat itu saya sedang di bioskop bersama teman-teman. Saya masih berusia 16 tahun,” katanya seperti dilansir Mirror, Rabu (4/1).

“Staf bioskop mengatakan kepada kami untuk pergi ke tempat penampungan serangan udara di pusat kota. Itu cukup menakutkan. John yang menemani saat itu,” kenang Josephine.

Mereka kemudian berpacaran dan dua tahun kemudian menikah.

“Kami menikah di gereja pada 20 Desember 1941. Saat itu terjadi pemadaman, jadi saat itu benar-benar gelap gulita,” tuturnya.

John dan Josephine Gibson dari Hetton-le-Hole, Co Durham, tinggal di satu rumah milik orang tua Josephine di mana mereka merayakan ulang tahun pernikahan ke-75 tahun. Mereka sudah tinggal bersama keluarga Josephine. John berprofesi dulu sebagai buruh bangunan.

“Setelah kami menikah kami khawatir bahwa John harus pergi untuk perang, tapi karena dia adalah seorang buruh bangunan, tukang batu, dia hanya harus pergi ke London untuk membantu membangun kembali kota,” ungkap Josephine.

“Saya sempat jatuh sakit sehingga dia harus kembali cukup cepat, tapi selain itu kami hampir tidak pernah berpisah. Ini sudah seperti hukuman seumur hidup di penjara bersamanya,” kata Josephine tertawa.

“Kami tentu jatuh bangun selama 75 tahun menikah,” tambahnya. Pasangan ini memiliki dua anak laki-laki John (69) dan Norman (72) dengan empat cucu perempuan, satu cucu laki-laki, empat cicit perempuan, tiga cicit laki-laki, dan satu anak cicit.

Anak laki-laki Josephine, Norman mengagumi kisah cinta orang tuanya. “Sungguh mengagumkan mereka menikah begitu lama. Semua keluarga begitu dekat karena ayah dan ibu selalu mengayomi semampu mereka. “Untuk ulang tahun perkawinan mereka, kami memiliki prasmanan keluarga di rumah, begitu sempit karena kami ada 20 orang lebih. Setidaknya ini persembahan kami di masa tua mereka,” pungkasnya. (mirror/cr1/JPG)

Triliunan Rupiah Dana Repatriasi Mengendap di Bank

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mayoritas dana repatriasi wajib pajak (WP) peserta amnesti pajak masih tersimpan di instrumen deposito dan tabungan di bank-bank persepsi dan gateway. Baru sebagian kecil yang ditempatkan di produk-produk investasi seperti obligasi, sukuk, reksa dana, maupun unit link.

Di Bank Mandiri porsi dana repatriasi yang ditempatkan di instrumen tabungan dan deposito mencapai 53 persen. Sisanya berada di instrumen keuangan lainnya. Hingga 31 Desember 2016, total dana repatriasi yang masuk di Bank Mandiri mencapai Rp 23 triliun.

’’Penghitungannya masih terus berjalan,’’ kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas kemarin (4/12).

Dia menyatakan, Bank Mandiri telah menyiapkan sejumlah instrumen penampung dana repatriasi dengan memanfaatkan jaringan grup. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai treasury, asset management, pasar modal, capital funds, asuransi, hingga instrumen non keuangan lainnya.

Produk non perbankan seperti asuransi dan produk di pasar modal belum banyak diminati ketimbang produk perbankan. Untuk mendorong peralihan ke produk investasi lain, Bank Mandiri telah membuka klinik amnesti pajak bagi nasabah dan masyarakat umum. ’’Kami juga melakukan sosialisasi melalui produk-produk promosi ke korporasi,’’ ujarnya.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengalami hal yang sama. Produk perbankan masih menjadi yang paling banyak diminati para wajib pajak. ’’(Mayoritas dana repatriasi, Red) masih di giro dan deposito,’’ kata Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko.

Total dana repatriasi yang dihimpun BTN mencapai Rp 539 miliar. Meski begitu, BTN juga memfasilitasi instrumen investasi lainnya di luar perbankan. Sebab, bank berkode saham BBTN itu juga menjadi agen produk-produk non perbankan.

Iman menjelaskan, uang tebusan amnesti pajak yang dibayarkan melalui BTN mencapai Rp 465,4 miliar dengan dana deklarasi Rp 22,3 triliun. Total, ada 4.045 wajib pajak yang menggunakan jasa BTN untuk mendeklarasikan hartanya. ’’Sebagian besar yang dideklarasikan tersebut adalah properti. Sebab, banyak nasabah kami yang merupakan pengembang,’’ lanjut Iman.

Hingga kemarin, total deklarasi harta terkait dengan amnesti pajak mencapai Rp 4.297 triliun. Deklarasi dalam negeri tercatat Rp 3.143 triliun atau 73,14 persen dari total deklarasi amnesti pajak.

Sementara itu, hingga kemarin, dana repatriasi baru mencapai 14,1 persen dari target Rp 1.000 triliun. Uang tebusan yang diterima pemerintah mencapai Rp 107 triliun atau 64,84 persen dari target Rp 165 triliun. (rin/c22/noe/jpgrup)

Alasan Pembahasan RAPBD Batam Lambat

0
ilustrasi

batampops.co.id – Pembahasan APBD Batam 2017 saat ini baru memasuki tahap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) revisi dari Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

“Kamis (29/12) lalu kami sudah membahas revisi KUA. Termasuk juga revisi pendapatan,” ujar Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Aman, Rabu (4/1).

Menurutnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam mempertanyakan adanya revisi pendapatan yang disodorkan Pemko Batam yang banyak berubah. Misalnya pendapatan dari retribusi parkir. Awalnya, Pemko Batam mematok target sebesar Rp 23 miliar untuk 2017.

Asumsi pendapatan itu diperoleh jika Pemko Batam menerapkan sistem parkir berlangganan. Namun karena sistem tersebut belum bisa diterapkan tahun ini, maka Pemko Batam kembali merevisi target retribusi parkir menjadi Rp 3,8 miliar. Angka yang sama dengan target retribusi parkir pada APBD batam 2016 lalu.

Namun dalam revisi KUA APBD 2017 ini, Pemko Batam kembali mengubah target retribusi parkir menjadi Rp 30 miliar. Hal ini kemudian mengundang perdebatan di kalangan legislator.

“Kami bersyukur pendapatan itu naik. Tetapi jadi pertanyaan targetnya justru naik padahal parkir berlangganan tidak jadi diterapkan,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Batam itu juga meminta data potensi yang riil. Jangan sampai target dipasang jauh lebih tinggi dari potensi yang ada. Karena hal ini berpotensi menimbulkan defisit anggaran.

“Kalau kondisinya seperti itu kita bersyukur. Pertanyaannya kenapa dari dulu-dulu target itu tak bisa tercapai,” ungkapnya lagi.

Terkait pertanyaan ini, kata Aman, Dinas Perhubungan Kota Batam menjelaskan bahwa angka Rp 30 miliar itu diperoleh dari perhitungan pendapatan dari masing-masing titik parkir. Disebutkan, setiap satu titik parkir harus menyetor ke Dishub sebesar Rp 200 ribu per hari. Ada ratusan titik parkir di Batam. Sehingga perkiraan pendapatan retribusi parkir selama setahun mencapai Rp 30 miliar.

“Kalau memang itu rill dan manajemen diubah, kami jelas dorong,” paparnya.

Selain parkir, lanjut Aman, pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga mengalami perubahan. Saat RDP dengan Komisi II, legislatif mendorong agar pajak BPHTB dinaikkan. Namun Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Batam beralasan sejak Izin Pengalihan Hak (IPH) ditunda berimbas pada penjualan rumah.

Sehingga target tersebut tidak tercapai. Apalagi, pajak BPHTB tahun ini juga tidak mencapai target.

“Oke alasan itu kita terima. Namun ketika revisi KUA, Dispenda malah menaikan target. Kita tanya alasan, mereka jawab tarif baru sudah keluar, properti bergairah lagi,” terangnya.

Politikus PKB itu mengaku DPRD sebagai lembaga legislatif terus mendorong agar pembahasan APBD Batam 2017 segera disahkan. Karena hal ini menyangkut kebutuhan masyarakat Batam. Dikatakan Aman, kepentingan masyarakat lebih penting ketimbang mempertahankan ego sektoral masing-masing.

“Pemerintah jangan mengedepankan ego dengan hanya mengedepankan (hasil) musrenbang,” katanya.

Terkait tudingan bahwa keterlambatan pembahasan APBD Batam 2017 karena ulah sejumlah anggota DPRD yang memaksakan usulan mereka masing-masing, Aman membantah. Menurut dia, anggota dewan mengusulkan program dan kegiatan dalam APBD 2017 sesuai masukan dan kebutuhan masyarakat yang didata saat mereka reses.

“Reses juga aspirasi masyarakat. Ketika ini sudah dipadukan, pembahasan sebentar saja kok,” sebutnya.

Gaji Honorer Pemko Batam Dibayar dengan Dana Cadangan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Keterlambatan pengesahan APBD Batam 2017 membuat ribuan petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Batam cemas. Seperti halnya ribuan honorer lainnya, mereka juga terancam tak gajian, minimal dalam beberapa bulan ke depan.

“Secara otomatis dampaknya ke sana (tidak bisa gajian, red). Karena petugas kebersihan atau honorer itu, gajinya dari APBD. Kalau PNS gajinya dari pusat,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono, Rabu (4/1).

Namun demikian, Djoko mengaku akan menggesa pembahasan APBD 2017. Sehingga gaji honorer dan petugas kebersihan, temasuk Satgas Kebersihan, di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa dibayarkan tepat waktu. Ia juga berharap ada regulasi dan kebijakan dari pemerintah pusat, mengingat DLH merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

“Ini OPD baru, setiap daerah kesiapannya berbeda-beda,” sambung Djoko.

Terkait keterlambatan pengesahan APBD Batam 2017, Joko berdalih ini tak lepas dari pembahasan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) OPD baru. Persoalan di OPD baru itu beragam. Misalnya ada OPD baru yang belum memiliki kepala dinas yang akan mempertanggungjawabkan RKA itu.

“Makanya kita berharap setelah dibentuknya kepala dinas di OPD baru ini, APBD segera disahkan. Dan mereka yang bertanggungjawab dengan RKA yang diajukan,” terang politikus Golkar itu.

Kepala DLH dan Persampahan Kota Batam, Dendi Purnomo memastikan pembayaran gaji petugas kebersihan DLH tidak akan terganggu.

“Petugas kebersihan merupakan salah satu yang diprioritaskan,” kata Dendi, Rabu (4/1).

Menurut dia, sesuai arahan Wali Kota Batam, gaji petugas dan Satgas Kebersihan harus diutamakan. Sebab mereka memiliki peran yang cukup sentral terhadap kebersihan di Kota Batam.

“Sampah itukan salah satu masalah krusial, kita tidak bisa bayangkan kalau mereka tidak bekerja selama satu hari, berapa banyak sampah yang menumpuk,” jelas pria berkacamata ini.

Sayangnya Dendi enggan merinci dari mana sumber dana untuk menggaji petugas kebersihan itu jika APBD tak juga segera disahkan. “Kami sudah siapakan anggaran cadangan jika pengesahan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat ini,” katanya.

Sementara Camat Sekupang, Muhammad Arman, berharap DPRD segera membahas dan mengesahkan APBD 2017. Sehingga rencana kegiatan dan rencana belanja daerah, termasuk gaji para honoroer, tidak terkendala.

“Kami berharap sebelum waktu mereka gajian APBD telah disahkan,” kata dia.

Menurutnya, sejauh ini tidak atau belum ada masalah terkait pengangkutan sampah, termasuk biaya operasional armada. “Untuk BBM kemarin kita mendapat bantuan dari DKP atau bagian kebersihan,” ujarnya.

Informasi lambatnya pengesahan APBD 2017 ini, juga telah sampai ke telinga tenaga honorer. Mereka berharap lambatnya pengesahan APBD ini bisa segera selesai.

“Cepat disahkan, sehingga gaji kami bisa dibayarkan,” kata salah seorang tenaga honorer di Sekupang. (rng/cr17)

Faraday Future Rilis Mobil Listrik FF91

0

batampos.co.id – Generasi terbaru mobil listrik muncul di depan publik. Setelah lebih dari setahun dinanti, Faraday Future akhirnya merilis mobil listrik FF91 dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2017 di Las Vegas, AS, kemarin WIB.

Faraday Future mengklaim FF91 sebagai mobil listrik ’’spesies’’ baru. Baik secara fitur maupun performa. FF91 diyakini sebagai yang terbaik. Bahkan, FF91 disebut-sebut sebagai pesaing berat Tesla yang selama ini menjadi penguasa teknologi mobil listrik.

Melalui live demo, Faraday Future memamerkan kecanggihan FF91. Di antaranya, menempuh jarak maksimal 775 km untuk sekali pengisian daya. Baterai yang diusung FF91 tak hanya unggul di sisi durability. Uji coba juga membuktikan bahwa baterai tersebut mampu menghantarkan tenaga maksimal hingga 1.050 tenaga kuda.

FF91 juga memenuhi impian semua orang atas mobil. Yakni, cepat. Percaya atau tidak, FF91 berhasil mencapai kecepatan 97 km/jam hanya dalam waktu 2,39 detik! Catatan itu membuat mobil listrik tersebut setara dengan supercar Ferrari.

Faraday Future membekali FF91 dengan puluhan sensor. Termasuk kamera di segala penjuru mobil, radar, perintah suara, hingga sensor pengenal wajah.

FF91 mampu mempelajari preferensi-preferensi penggunanya melalui teknologi artificial intelligence. Bahkan, tak ditemui handle di pintu mobil karena pintu akan otomatis membuka saat pengendara berada di dekat kendaraan.

FF91 juga dibekali dua antena aerodinamis yang berfungsi sebagai koneksi wifi. Pemilik bisa mengakses pesan, audio, hingga aplikasi melalui perintah suara.

Faraday masih enggan menyebutkan harga mobil tersebut. ’’FF91 akan membawa kemewahan sebuah ultra-luxury car dengan harga setara sedan premium sekelas BMW seri 7,’’ ujar Senior Vice President of R&D and Engineering Faraday Future Nick Sampson kepada USA Today.

FF91 memasuki produksi masal mulai 2018. Saat ini Faraday Future membuka reservasi bagi pembeli yang berminat dengan membayar deposit USD 5 ribu atau setara Rp 70 juta. Para pengamat memprediksi harga FF91 berkisar USD 180 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar. (USAToday/Reuters/agf/c5/ca)

nGemil Pasir agar Panjang Umur

0

batampos.co.id – Krupuk pasir atau dikenal juga dengan sebutan krupuk upil, itu sudah biasa bagi kita ya. Krupuk digoreng tak menggunakan minyak goreng tapi pasir.

Nah, macam mana kalau pasir itu sendiri yang dikudap? Adalah Kusma Vati, 78, seorang nenek yang tinggal di Varanasi, India, gemar makan pasir.

Ia mengaku itulah rahasianya tetap sehat sampai usia senja

’’Aku sudah makan pasir dan kerikil kira-kira 63 tahun. Aku suka dan tidak ada efek sampingnya,’’ tuturnya sebagaimana dikutip Daily Mail.

Pola makan antik tersebut dia lakukan sejak berusia 15 tahun. Tiap hari, Vati makan rata-rata 2 kg pasir dan kerikil. Nenek yang bekerja sebagai petani itu mengaku tidak pernah sakit. ’’Aku tidak pernah ke dokter karena memang tidak pernah kenapa-napa,’’ tegasnya. Bahkan, Vati menjelaskan, giginya makin kuat karena diet uniknya itu.

Saking cintanya, menu pasir dan kerikil harus ada setiap hari. Bagaimana kalau kehabisan? Vati mengatakan kadang-kadang ngemil tembok rumah sendiri!

Tapi, resep panjang umur tersebut (sepertinya) terbukti manjur. Tahun lalu, Sudama Devi, nenek berusia 92 tahun, juga menyatakan punya hobi serupa. Lagi-lagi, asalnya dari negeri Jodha Akbar dan Uttaran, India. Bedanya, porsi makan pasir Devi hanya 1 kg per hari. Dua nenek tersebut sehat walafiat. Sama-sama masih melakukan pekerjaan di ladang. Tertarik mencoba? Lumayan lho, tidak perlu repot-repot masak. (Daily Mail/fam/c7/na)

Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Tarif Baru Kendaraan Bermotor

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Istimewa/JPG

batampos.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan alasan kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB tersebut. Alasan utama karena kedua jenis layanan yang menjadi fungsi Kepolisian RI.

“Polri sejak 2010 atau sudah 7 tahun tidak pernah melakukan penyesuaian tarif, jadi sekarang Kepolisian RI memperbaiki servis ke masyarakat untuk pengurusan STNK, dan lainnya,” ujar Sri Mulyani di kantornya.

Sri Mulyani menuturkan, ada beberapa tarif layanan oleh Kementerian/Lembaga akan naik di 2017 seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pendapatan dari jasa layanan ini akan masuk pada pos PNBP tahun depan. Salah satu yang mengalami kenaikan tarif adalah biaya pengurusan STNK.

Menurut Menkeu, PNBP Kementerian/Lembaga akan selalu disesuaikan dari faktor inflasi atau servisnya yang lebih baik. Tarif yang ditentukan Kementerian/Lembaga harus mencerminkan tingkat kualitas pelayanan.

“Jadi harus menggambarkan bahwa pemerintah lebih efisien, terbuka, tapi masyarakat juga bersedia membayar sesuai tingkat jasa yang diberikan pemerintah,” ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, Direktur PNBP Ditjen Anggaran Kemenkeu Mariatul Aini menguraikan, ada kenaikan target setoran PNBP dalam APBN 2017. Dia merinci, untuk tariff STNK target setorannya mencapai Rp 1,914 triliun, terdapat kenaikan Rp 840 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp 1.074 triliun.

Sementara untuk BPKB, target setoran tahun ini sebesar Rp 2.109 triliun, jumlah tersebut naik Rp 890 triliun dari tahun lalu yang sebanyak Rp 1.219 triliun.

“Jadi ini memang berdasarkan data dari Polri. Ada kenaikan dibanding tahun anggaran sebelumnya (2016),” ujar Aini, kemarin.

Sebagai informasi, setoran PNBP ditargetkan mencapai Rp 250 triliun pada APBN 2017. Target tersebut mengalami kenaikan dari target di APBN-P 2016 yang sebesar Rp 245,08 triliun. Hingga akhir tahun lalu, realisasi PNBP melebihi target yakni sebesar Rp 262,36 triliun atau 107 persen. (idr/ken/jpgrup)

Kapolri: Kenaikan Tarif Dokumen Kendaraan karena Ada Temuan BPK

0
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Tom Heneghan/reuters

batampos.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan, kenaikan tarif STNK dan BPKB bukan karena inisiatif Polri, namun karena adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kenaikan material pembuatan dokumen kendaraan.

”Harga material lima tahun yang lalu itu sudah berbeda sekarang,” tuturnya, Rabu (4/1/2017).

Dengan kenaikan tarif tersebut, maka penghasilan negara itu akan digunakan untuk membayar harga kenaikan material tersebut.

”Hasil Badan Anggaran (Banggar) juga menyebut kalau tarif dokumen kendaraan di Indonesia yang paling murah di dunia. Maka, perlu ditingkatkan untuk menambah penghasilan negara,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul menjelaskan, material yang mengalami kenaikan itu banyak, seperti kertas khusus dan tintanya.

”Semua mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

Namun, PP 60/2016 tentang PNBP tidak hanya soal kenaikan tarif dokumen kendaraan. Tapi, ada juga soal pengaturan nomor cantik kendaraan. Selama ini belum ada aturan terkait nomor plat dengan serial cantik atau atas pilihan sendiri.

”Dengan tanpa aturan itu akhirnya, bisa menjadi pungli,” tuturnya.

Untuk tarif plat nomor kendaraan cantik itu bervariasi, dari yang paling murah Rp 5 juta hingga yang paling mahal Rp 20 juta. Yang pasti, dengan aturan tersebut penerimaan negara bakal lebih tinggi lagi dari izin kendaraan.

”Walau kami tidak punya target, tapi jelas ini akan sangat membantu negara,” ungkapnya.

Martinus menuturkan, Polri juga berupaya mengubah mekanisme pembayaran untuk pengamanan pengiriman uang bank BUMN dan BUMD. Bila sebelumnya, biaya pengamanan itu langsung diberikan ke personil yang bertugas. Maka, saat ini akan diubah masuk ke rekening khusus tersendiri, baru dibagikan ke personil yang bertugas di lapangan.

”Jadi sistemnya lebih baik lagi, menghindari pungli lagi,” tegasnya. (jpg)