Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 14035

Dongkrak Wisata Batam, Rempang Diusulkan Jadi Kawasan Khusus Pariwisata

0
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam yang juga Anggota Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Batam, Muhammad Rudi mengusulkan Pulau Rempang jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pengembangan Kawasan Pariwisata.

”Memang belum ditetapkan, ini jadi tugas tim teknis dan BP Batam (untuk membahas),” ujar Rudi, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, sudah semestinya Batam memiliki wilayah yang khusus dikembangkan untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata. Mengingat, Batam jadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta.

“Harus diingat, KEK untuk Batam ini kan bukan hanya untuk industri, tapi juga untuk pariwisata,” paparnya.

Selain Rempang, wilayah baru yang akan dijadikan KEK yakni Tanjungsauh dan Pulau Ngenang yang akan dijadikan kawasan khusus di bidang perindustrian. Namun, lokasi baru ini belum dipastikan mengingat harus kembali dikaji bersama antara Tim Teknis dan pimpinan BP Batam yang baru.

”Yang pasti ini tugas untuk dibahas untuk beberapa ke depan, nanti saya awasi,” ujar Wali Kota.

Dia berharap dengan adanya penentuan wilayah-wilayah yang akan dikembangkan secara khusus tersebut, imbasnya bisa kembali dirasakan masyarakat. Mengingat, pengembangan industri maupun pariwisata akan berefek terhadap kehidupan warga Batam itu sendiri.

”Mudah-mudahan dengan kebijakan ini masyarakat bisa sejahtera,” kata dia. (rna)

Batam Paling Banyak Warganya Pecandu Narkoba

0
Ilustrasi pecandu narkoba lagi saku. Foto: istimewa
Ilustrasi pecandu narkoba lagi saku. Foto: istimewa

batampos.co.id – Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri selama tahun 2015 hingga awal 2016 ini, jumlah pecandu narkoba mencapai 60.205. Berdasarkan kota dan kabupaten, Kota Batam paling banyak warganya yang menjadi pecandu narkoba. (ary/bpos)

Berikut jumlah pecandu narkoba di Kepri berdasarkan kota dan kabupaten:

Kabupaten/kota Pecandu Narkoba/Orang
Batam: 22.540
Karimun: 14.480
Tanjungpinang: 11.676
Bintan: 8.200
Natuna: 1.704
Anambas: 1.150
Lingga: 455

Pembunuh Feby Kurnia Juga Belikan Baju dan Sepatu untuk Anaknya

0
Kapolres Sleman, AKBP Yulianto menunjukkan barang bukti terkait pembunuhan Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang berhasil diamankan, saat ekspose di Mapolres Sleman, DIY, Rabu (4/5/2016). Foto: Daru Waskita/viva.co.id
Kapolres Sleman, AKBP Yulianto menunjukkan barang bukti terkait pembunuhan Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang berhasil diamankan, saat ekspose di Mapolres Sleman, DIY, Rabu (4/5/2016). Foto: Daru Waskita/viva.co.id

batampos.co.id – Dua hape dan power bank Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM yang digadaikan Eko Agus Nugroho (26) sebesar Rp 650 ribu setelah membunuh Feby, Kamis (28/4/2016), selain digunakan untuk membeli susu untuk anaknya, uang tersebut juga ia gunakan untuk membeli sandal dan baju untuk anaknya.

“Sandal jepit anak kecil dan baju juga kita sita. Semua hasil kejahatan pelaku disita,” ujar Kapolres Sleman, AKBP Yulianto, Rabu (4/5/2016) di Mapolres Sleman.

Yulianto juga mengatakan, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa, tas ransel korban, sepeda motor milik korban Yamaha Mio BP 4864 JH.

Sedangkan barang bukti milik pelaku di antaranya sepeda motor Honda Vario AB 6814 HJ dan sepasang sandal dan sepatu anak-anak, satu celana pendek anak-anak.

Sedangkan barang bukti lain yang ada di lokasi pembunuhan di antaranya tisu toilet di lantai 5 dan botol air mineral 100 mililiter.

Soal dimana Eko menggadaikan hape Feby, Yulianto mengaku masih memintai keterangan Eko yang memilih bungkam.

Namun pihaknya yakin kalau Eko akan buka mulut. Hape Feby ini penting karena merupakan bagian dari barang bukti pembunuhan Feby.

Kapolres menambahkan, dalam periksaan, Eko juga mengakui dialah yang membalas SMS Dianti, sepupu Feby, dan SMS ibu Feby.

Eko tidak tahu persis gaya bahasa, cara penulisan pesan singkat Feby ke ibunya selama ini.

Hape Feby mulai tidak aktif saat ia gadaikan. Sim Card hape Feby sempat ia buka dan buang sebelum hape Feby itu digadaikan. (nur/jpgrup)

Baca Juga:
> Polisi DIY Cari Tempat Eko Gadaikan Hape Feby Kurnia
> Hape Feby Kurnia Digadaikan Eko Rp 650 Ribu untuk Beli Susu Anak
> Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

 

Sabtu Pagi Polisi Kawal Soal UN SMP yang Tiba di Dinas Pendidikan

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Beberapa hari lagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan melaksanakan ujian nasional. Berbagai persiapan telah dilakukan Dinas Pendidkan Kota Batam dan sekolah yang terlibat.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung mengatakan soal ujian nasional untuk SMP akan tiba di Gedung Gurindam Disdik, Sabtu (7/5) sekira pukul 09.00 WIB. Pengiriman soal dari provinsi akan dikawal oleh pihak kepolisian.

“Untuk keamanan, kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Andi.

Pada hari itu juga, seluruh kepala sekolah SMP juga akan hadir untuk memastikan jumlah soal berdasarkan mata pelajaran yang akan diujikan. Demi menjaga kerahasiaan soal ujian nasional, pihaknya telah bekerjasama dengan Polsek untuk penyimpanan soal sebelum diambil oleh kepala sekolah sesaat sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.

“Soal akan dijaga ketat, Senin pagi kepala sekolah baru bisa mengambil soal,” ujarnya.

Pelaksanaan UN akan berlangsung 9-12 Mei nanti. Setiap harinya siswa akan mengerjakan satu mata ujian. Sebanyak 14.336 pelajar SMP dan paket B akan megikuti UN 2016, dengan rincian 145 SMP negeri dan swasta, 18 MTS negeri dan swasta, 3 SMP LB dan 25 lembaga paket B. (cr17)

Baca juga:

Guru SMPN 3 Batam Ingatkan Siswa Abaikan Kunci Jawaban yang Beredar

Kepala BP Batam Temui Kapolri

0

bpbatam-kapolribatampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipuetro bersama Wakil, Agus Tjahajana Wirakusuma melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/5).

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan audiensi atau pertemuan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi pimpinan untuk  ber koordinasi dan penyampaian laporan satu bulan terakhir kepada anggota DK.

Dalam penyampaian tersebut, Andi menambahkan terdapat beberapa hal yang disampaikan Hatanto kepada Kapolri diantaranya mensupport keamanan dan kenyamanan bagi iklim investasi di Batam, seperti menjamurnya kios liar (kili) dan rumah liar (ruli) pada lahan produktif, waduk dan kawasan industri sebagai objek vital, dan adanya isu TKI illegal.

“Pak Hatanto dan rekan menyampaikan identifikasi peluang dan persoalan yang ia lakukan selama kurang lebih satu bulan masa kerjanya menjadi pimpinan baru BP Batam, ia juga memaparkan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam salah satunya diawali dengan perizinan online satu pintu, cost of doing bussines, dan perijinan 3 jam seperti BKPM,” ujar Andi.

Andi juga mengatakan kunjungan kerja tersebut disambut baik oleh Kapolri dan seluruh jajaran Mabes Polri yang hadir saat itu.

“ia (Kapolri) menyarankan agar perlu ditegakan seluruh peraturan khususnya persoalan lahan di Batam. Menurutnya (kapolri) perlu adanya aturan-aturan yang dijalankan dan disosialisasikan kembali kepada calon investor serta sikap tegas dalam menjalankan aturan,” katanya.

Kapolri dalam pertemuan tersebut berharap kepada pimpinan BP Batam dan seluruh jajarannya agar dapat memberikan kinerja optimal dalam memberikan pelayanan baik kepada investor, stakeholder maupun masyarakat sehingga terciptanya iklim investasi yang setara dengan special economic zone di Asia Pasifik.

Kepala BP Batam bertemu Kapolri didampingi ketiga anggotanya, Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Junino Jahja, Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Eko Santoso Budianto, dan Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami, kunjungan Hatanto  cs adalah sebagai bentuk koordinasi dan konsolodisasi dengan anggota Dewan Kawasan (DK). (agam)

Bebas Hukuman Mati, Jhon Brother Pemilik 1223 Gram Sabu Divonis 18 Tahun Penjara

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemilik 1223 gram sabu-sabu, Ka Khong alias Jhon Brother selamat dari hukuman mati. Mantan napi yang sudah dua kali keluar masuk penjara ini hanya divonis 18 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam.

Majelis hakim yang dipimpin hakim July Handayani menjelaskan Jhon Brother terbukti bersalah. Sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan ke persidangan. Apalagi terdakwa juga mengakui perbuataanya namun berbelit belit dipersidangan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Sehingga terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuataanya karena tak ada alasan pemaaf maupun pembenar,” kata hakim July.

Sebelum membacakan vonis, hakim July juga menjabarkan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, yakni tak mengikuti program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba, sudah pernah dihukum dengan kasus yang sama. Sementara hal yang meringankan masih memiliki tanggungan keluarga.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 112 undang-undang narkotika. Menjatuhkan pidana 18 tahun, serta denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan,” ujar hakim July.

Atas tuntutan itu, Jhon Brother yang didampingi kuasa hukumnya Ely Suwita mengaku menerima. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum (JPU) Andi Akbar.

Diketahui, Jhon ditangkap Polisi pada 20 September 2015 di Perumahan Baloi blok VI, Lubuk Baja. Dari tangannya, polisi menyita belasan paket sabu dibungkus plastik transparan dengan berat masing-masing 50 gram.

Sehingga total sabu yang didapat dari Jhon, 1,223 kilogram. Perbuatan Jhon dianggap melanggar undang-undang narkoba dengan ancaman hukuman mati. Apalagi terdakwa merupakan mantan napi narkoba. (she)

Polisi DIY Cari Tempat Eko Gadaikan Hape Feby Kurnia

0
Kapolres Sleman, AKBP Yulianto. Foto: dok. RRI
Kapolres Sleman, AKBP Yulianto. Foto: dok. RRI

batampos.co.id – Miris. Eko Agus Nugroho (26) nekat menghabisi nyawa Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM aasl Batam, ternyata untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.

Usai membunuh Feby, Kamis (28/4/2016) di toilet lantai 5 gedung pascasarjana FMIPA UGM, Eko langsung mengambil dua hape Feby dan sepeda motor Feby. Dua hape plus power bank Feby ia gadaikan Rp 650 ribu.

Hasilnya, ia gunakan untuk membeli rokok, bensin, susu anak, dan kebutuhan hidup lainnya.

Namun, Eko masih bungkam ketika ditanya polisi dimana tempat ia menggadaikan hape Feby.

“Kami masih telusuri dan kami yakin bisa menemukan tempat dia menggadaikan hape Feby,” ujar Kapolres Sleman, AKBP Yulianto dalam keterangan pers di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016).

Yulianto tak habis pikir, kalau hanya terdesak kebutuhan ekonomi kenapa harus sampai membunuh. (pojoksatu/nur)

Baca Juga:
> Hape Feby Kurnia Digadaikan Eko Rp 650 Ribu untuk Beli Susu Anak
> Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Psikolog: Semua Pihak Wajib Awasi Anak

0

 

Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Psikolog anak Efendi Asmawi kaget mendengar adanya siswa SD sudah berani berbuat kriminal. Menurutnya hal ini merupakan efek negatif dari, menjamurnya warnet, kurang interaksi di keluarga dan masyarakat yang individual.

“Ini adalah kemerosotan mentalitas pelajar,” katanya saat dihubungi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin.

Ia mengatakan bahwa untuk mencegah ini, ada poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua, guru, masyarakat dan pemerintah. Poin pertama tersebut, orang tua harus menjalin interaksi yang intensif dengan anaknya.

“Kalau yang sekarang terjadi, anak main HP orangtua juga begitu. Walau saling hadap-hadapan, orangtua dan anak saling sibuk sendiri,” ucapnya.

Jadi kata Efendi hal-hal seperti ini perlu dihindari. Dengan membangun interaksi, orangtua dapat menghindarkan anaknya dari hal-hal negatif. Peran guru adalah memberikan pemahaman mengenai pendidikan moral.

“Contoh ke warnet boleh, asalkan itu untuk menambah pengetahuan. Bukan main game,” ujarnya.

Menurut Efendi Pemerintah juga harus berperan aktif. Dengan meminta pengelola warnet, agar tidak membolehkan anak-anak dibawah umur bermain dalam jam sekolah. Dan juga bermain hingga larut malam.

“Masyarakat harusnya jangan apatis, kalau melihat hal-hal negatif pada anak-anak. Langsung saja ditegur. Jangan apatis, meskipun itu bukan anak sendiri atau kerabat,” ungkapnya.

Dengan menerapkan poin-poin ini saja kata Efendi dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa. “Sehingga tak terjadi lost generation,” pungkasnya. (ska)

Baca juga:

KPPAD Kepri: Anak Terlibat Kriminalitas Karena Faktor Hiburan dan Kepuasan

Kapolresta: Anak Terlibat Kriminalitas, Orangtua Perlu Tingkatkan Pengawasan

Tujuh Siswa SD Tertangkap Basah Bobol Toyota Fortuner

Hape Feby Kurnia Digadaikan Eko Rp 650 Ribu untuk Beli Susu Anak

0
Eko Agus Nugroho (kiri) petugas kebersihan UGM yang membunuh Feby Kurnia (kanan). Foto: jpgrup
Eko Agus Nugroho (kiri) petugas kebersihan UGM yang membunuh Feby Kurnia (kanan). Foto: jpgrup

batampos.co.id – Eko Agus Nugroho (26), pembunuh Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Batam mengakui membunuh Feby karena terdesak kebutuhan ekonomi. Anaknya di rumah membutuhkan susu.

Setelah membunuh Feby di toilet kampus Pascasarjana UGM di lantai 5, Eko mengambil dua hape Feby dan sepeda motor Feby. Namun ia gagal menjual sepeda motor Feby. Hanya dua ponsel Faby yang bisa ia gadaikan sebesar Rp 650 ribu.

“Dipakai untuk kebutuhan hidupnya. Beli rokok, bensin, beli susu juga untuk anaknya,” ujar Kapolres Sleman, AKBP Yulianto dalam keterangan pers di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016).

Namun apapun alasan Eko, tidak akan membuat ia lepas dari jeratan hukum.

Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Abdul Hasyim Dani, mengatakan Eko dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, dan Pasal 351 tentang penganiayaan.

Eko disangka menghilangkan nyawa orang dan mengambil barang-barang korban. Warga Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta itu bakal dihukum maksimal 15 tahun penjara.

“Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” tegas wakapolda DIY, Rabu (4/5/2016). (one/pojoksatu/nur)

Baca Juga:
> Polisi DIY Cari Tempat Eko Gadaikan Hape Feby Kurnia
> Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

KPPAD Kepri: Anak Terlibat Kriminalitas Karena Faktor Hiburan dan Kepuasan

0
Komisioner KPPAD Kepri, Mahmud Syaltut. Foto: facebook Mahmud Syaltut Usfa
Komisioner KPPAD Kepri, Mahmud Syaltut. Foto: facebook Mahmud Syaltut Usfa

batampos.co.id – Komisioner KPPAD Kepri, Mahmud Syaltut menilai pencurian yang dilakukan tujuh siswa SD Negeri 005 Batamkota dilatar belakangi faktor hiburan. Bahkan ia menilai setiap anak mendapatkan kepuasan setelah mencuri dan melakukannya secara berulang.

“Ada kepuasan untuk membuka mobil dan mengambil barang. Awalnya tidak kepergok dan akhirnya ketagihan,” ujar Mahmud.

Dia menjelaskan biasanya kasus seperti ini harus dicegah dengan cara pembinaan dari orangtua dan guru. Menurutnya, dalam hal ini harus ada komunikasi antara guru, orangtua dan anak.

“Dan nanti akan kita bantu dengan bimbingan psikologisnya. Hal seperti ini perlu ditindak lanjuti,” terangnya.

Menurutnya, pihak sekolah harus memberikan sanksi atau efek jera kepada sang anak atau siswa. Namun, sanksi yang diberikan bukan dalam bentuk label (tudingan pelaku pencurian). Hal itu nantinya dapat menganggu mental anak.

“Harus ada efek jeranya. Misalkan pembinaan yang dilakukan di dalam sekolah dan di luar sekolah. Jangan ada label terhadap anak,” paparnya. (opi)

Baca juga:

Kapolresta: Anak Terlibat Kriminalitas, Orangtua Perlu Tingkatkan Pengawasan

Tujuh Siswa SD Tertangkap Basah Bobol Toyota Fortuner