Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 14034

Warga Minta Tim Terpadu Penertiban Kios Liar Tak Tebang Pilih

0
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat meminta tim terpadu untuk tidak tebang pilih dalam pembongkaran bangunan di buffer zone atau row jalan. Warga juga meminta agar pujasera dan cucian mobil di atas lahan terlarang dibongkar.

“Kalau memang dasar dari tim terpadu adalah legalitas. Maka kami minta agar cucian kendaraan dan pujasera juga dibongkar. Apalagi yang ada di pusat kota,” kata Tumbur M Sihaloho, anggota komisi I DPRD Kota Batam.

Tumbur mengatakan ini juga sesuai permintaan banyak warga korban penggusuran kios liar di Batam. Ini untuk menunjukkan keadilan bagi warga. Pujasera mulai Simpang Kara sampai Batuaji banyak dibangun di daerah terlarang.

“Banyak korban penggusuran yang minta agar cucian mobil dan pujasera yang ada di row jalan, yang bangunan permanennya dibongkar,” katanya.

Menurutnya, di Batam center banyak cucian mobil dan pujasera yang dibangun, padahal seharusnya lahan tersebut untuk taman. Ini semua harus dibongkar.

“Kasihan seolah olah hanya pedagang kecil yang jadi korban. Sementara yang punya pujasera tak tersentuh. Jadi tak terkesan bahwa taji tim terpadu hanya untuk warga kecil,” katanya.

Demikian halnya dengan pembongkaran kios liar di tempat lain untuk dipercepat. Tetapi pembongkaran harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sabrina, pemilik kios di Simpang Frengki yang sudah dibongkar tim terpadu beberapa waktu lalu mengaku  kecewa kepada Pemko Batam jika hanya kios mereka yang dibongkar. Di mana menurutnya, masih banyak kios yang lebih dulu dibangun.

“Simpang kara itu lebih dulu dibangun. Tetapi kenapa kami yang duluan dibongkar. Ini tidak adil namanya,” katanya.

Demikian halnya dengan kios dan cucian mobil yang ada di sekitar Edukits Batamcenter. Di mana bangunan di sana jelas dibangun di daerah bufferzone.

“Itu juga lebih dulu dibangun. Tapi kenapa itu tak tersentuh,” katanya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Hendri mengatakan penertiban oleh tim terpadu ini akan jalan terus. Di mana akan dilakukan bertahap.

“Fokus kita bukan hanya kios liar. Tetapi bangunan permanen yang ada di atas lahan bufferzone. Misalnya di Bengkong sudah ada cucian motor yang kita tertibkan,” katanya.

Untuk minggu mendatang, rencananya tim terpadu akan menertibkan kios liar di Simpang Kara. Di mana Surat Peringatan (SP)-3 sudah diberikan. Ia berharap penertiban di sini juga akan mendapat kerjasama dari para pemilik kios liar seperti di Simpang Frengki. (ian/bp)

Nasib Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh Makin Tak Jelas

0
Model pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Tanjungsauh, tapi entah kapan. Foto: istimewa
Model pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Tanjungsauh, tapi entah kapan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh digadang-gadang menjadi pelabuhan transhipment terbesar di Kepri. Tetapi nasibnya hingga kini belum jelas. Belum akan dibangun dalam waktu dekat.

Alasannya, lahan Tanjungsauh tidak masuk dalam kewenangan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Batam.

“Jadi kalau masalah tanjung sauh ini. Memang dari dulu sudah digaungkan. Tetapi terbentur masalah lahan. Tanjungsauh itu bukan kewenangan kami,” kata Hatanto Reksodiputro, kepala BP Batam.

Hatanto mengakui bahwa masalah pelabuhan Tanjungsauh ini sudah sering dibicarakan di pusat. Bahkan ketika pimpinan BP Batam yang baru masih di Jakarta dan hendak berkantor di Batam.

Baca Juga: Ada Kabel di Bawah laut, Tanjung Sauh Tak Layak Jadi Pelabuhan Peti Kemas

Daniel, pengusaha asal Batam mengakui bahwa nasib pelabuhan Tanjungsauh ini, tidak jelas hingga sekarang. Menurutnya, ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah negara asing.

“Saya melihat ada campur tangan dari negara lain di sini. Dan ini sangat disayangkan. Padahal ini sangat penting untuk Batam,” katanya.

Haripinto, anggota DPD RI Dapil Kepri menyayangkan kalau pembangunan pelabuhan Tanjungsauh ini tidak ada kejelasannya. Padahal ia menegaskan sudah memperjuangkan ini agar masuk dalam proyek strategis nasional.

Menurutnya, jika Tanjungsauh dibangun maka potensi maritim di Kepri akan lebih tergali. “Dalam paripurna DPD RI beberapa waktu lalu, saya minta Tanjungsauh jadi perhatian pusat. Ini sudah terlalu lama prosesnya. Ini harus diselesaikan. Jangan menggantung,” katanya.

Menurut Haripinto, Kepri khususnya Batam membutuhkan pelabuhan itu untuk bisa mengimbangi Malaysia dan Singapura. Ini juga untuk mendukung program FTZ yang sudah ada sekarang.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan pelabuhan kargo Batuampar saat ini, maka tidak akan bisa menampung mother vessel atau kapal-kapal besar. Selama ini kapal-kapal yang bongkar di Batuampar hanyalah kapal-kapal kecil.

“Kita meminta dan menggesa ini, agar ada kepastian bagi calon investor yang hendak mengelolanya. Ini penting untuk mendukung investor di Batam,” katanya.

Sejak beberapa tahun lalu, Tanjungsauh sudah digaungkan BP Batam akan dibangung. Direncanakan, luas pelabuhan itu nanti adalah sekitar 300 hektare dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp7 triliun.

Sedangkan kapasitas pelabuhan tersebut nanti diperhitungkan sebanyak 4 juta peti kemas yang dihitung dalam Twenty Foot Equivalent Units (TEUs). (ian/bp)

Pencuri Kabel PT Telkom Sudah 14 Kali Beraksi

0
Barang bukti kabel hasil curian yang diamankan polisi dari keempat tangan tersangka. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Barang bukti kabel hasil curian yang diamankan polisi dari keempat tangan tersangka. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Lima pencuri kabel PT Telkom, Legiman Butar Butar, Rizki Akbar Olivier, Rizal Nugraha, Ari Wardani, dan Dodi Alexsus Ginting, ternyata telah beraksi sebanyak 14 kali di 14 lokasi berbeda. Seluruh barang curian itu ditampung dan dijual ke kawasan Barelang.

Lokasi mereka beraksi antara lain kawasan Tanjungriau, Tiban, Bengkong, Sagulung, dan Batuaji. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan 2 lori kulit kabel dan 35 kg tembaga.

“Dari pemeriksaan dan pengakuan pelaku ada beberapa lokasi pencurian. Mereka menjual dan menyimpannya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Minggu (1/5/2016).

Baca Juga: Empat Tersangka Pencuri Kabel di Hutan Waduk Seiharapan Diringkus Polisi

Memo menjelaskan penangkapan pelaku tersebut berdasarkan penyelidikan pihaknya. Sebelumnya, salah seorang pelaku ditangkap warga karena tertangkap tangan mencuri kabel di Perumahan Bengkong Sarmen.

“Dari keterangan pelaku kita kembangkan dan kita tangkap pelaku beserta penadahnya,” tegas Memo.

Dia menambahkan dari keterangan pelaku tersebut, kabel dan tembaga di jual dengan harga murah kepada para penadah. Memo mengaku pihaknya juga masih menyelidiki penadah barang curian tersebut.

“Masih kita kembangkan sesuai pengakuan dan laporan korban,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polresta Barelang bersama Polsek Bengkong membekuk lima pelaku pencurian kabel milik PT Telkom di dalam hutan waduk Sei Harapan, Sekupang, Kamis (29/4/2016) malam. Empat diantara pelaku ini dilumpuhkan dengan timah panas.

Polisi yang mendapatkan laporan pencurian di kawasan Bengkong melakukan pengintaian terhadap pelaku. Kemudian pelaku diciduk saat tengah mencuri dan menggulung kabel di kawasan gardu induk Bright PLN tersebut. (opi/bp)

JPU Hadirkan Tiga Polisi di Sidang Wardiaman

0
Terdakwa Wardiaman kasus pembunuhan Dian Milenia Afiefa berbincang dengan pengacaranya saat sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (26/4). Sidang tersebut mendengarkan keterangan saksi Sugianto Kepala cabang PT Kinco Prima. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Terdakwa Wardiaman kasus pembunuhan Dian Milenia Afiefa berbincang dengan pengacaranya saat sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (26/4). Sidang tersebut mendengarkan keterangan saksi Sugianto Kepala cabang PT Kinco Prima. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tiga anggota Polri yang bertugas di wilayah Polda Kepri akan menjadi saksi di sidang pembunuhan terdakwa Wardiaman Zebua. Mereka dianggap memiliki keterangan terkait kegiatan Wardiaman yang diduga kerap memberhentikan pengendara remaja putri di jalanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani Ginting mengatakan pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan ketiga polisi pada Kamis (28/4/2016) lalu. Namun karena majelis hakim tak lengkap, maka sidang pemeriksaan saksi polisi ditunda hingga Selasa (3/5/2016). Surat izin untuk pemanggilan sebagai saksi juga sudah dilayangkan ke Polda Kepri.

“Tiga saksi polisi. Mereka pernah melihat terdakwa memberhentikan perempuan di jalan. Mereka juga sempat mengambil foto Wardiaman,” kata Bani.

Bani tak bisa menjelaskan secara rinci keterangan seperti apa yang akan diberi ketiga polisi tersebut di persidangan. Namun intinya, polisi tersebut tanpa sengaja pernah menangkap basah Wardiaman memberhentikan seorang remaja putri di pinggir jalan sekitar Sekupang. Bahkan mereka sempat mendatangi Wardiaman dan meminta identitas Wardiaman.

“Polisi ini sempat mendatangi terdakwa dan bertanya kenapa terdakwa memberhentikan perempuan itu. Alasan dia (terdakwa), karena perempuan itu habis menyerempet kendaraannya,” terang Bani.

Ia berharap keterangan saksi polisi di persidangan dapat memperkuat keterangan para saksi sebelumnya seperti Nadia, Ay, Sh dan Dn.

Sebab, keempat wanita ini mengaku pernah diberhentikan seorang pria mirip dengan Wardiaman. Modus yang digunakan pria bermotor Yamaha Mio J ini adalah kesalahan dari remaja. Mulai dari STNK hingga tak pakai helm. (she/bp)

Wisata Religi Batam, sebuah Potensi

0

rupangbatampos.co.id – Salah satu tujuan wisata di Batam tak hanya pantai, Batam memiliki potensi wisata religi, vihara.

Lihat saja pada foto di atas Turis asal Singapura berfoto dengan berlatar belakang patung-patung (Rupang) yang ada di Vihara Budhi Bhakti Blok VI, Lubukabaja, Minggu (1/5).

Di Vihara ini selalu ramai turis dari mancanegara dan turis lokal berkunjung. Mereka melakukan sembahyang dan berwisata ke vihara ini.

Pihak vihara menyediakan patung-patung sejarah Tionghoa (china) di vihara ini.
Ada delapan Rupang (Patung) yang dibangun di sini, antara lain rupang Kwan Im, Budha Sakya Munu, Maitreya, Amitabha, Kwan Kong, Tua Pekong Tiu Hui dan Tiau Le Ong.

Adanya patung-patung ini membuat semakin ramai pengunjung wisatawan mancanegara dan lokal berkunjung ke sini. Bila hari libur atau hari-hari besar ratusan sampai ribuan pengunjung memadati vihara ini.

Teks dan Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Bekas Kios Liar Jadi Ruang Terbuka Hijau

0
foto:  Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menata lahan bekas bangunan kios liar di Simpang Frengki, Batamcenter. Lahan itu akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau.

Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan saat ini kondisi lahan tersebut masih dipenuhi puing-puing bekas kios liar. Namun, dalam waktu dekat, area itu akan dibersihkan, sehingga tak merusak pemandangan pengguna jalan.

”Dalam waktu dekat akan kita bersihkan. Mudah-mudahan Senin (hari ini, red) instansi terkait sudah mulai membersihkan, jadi tak ada terlihat kotor lagi,” kata Ardi yang dihubungi, kemarin (1/5).

Setelah dibersihkan, lahan tersebut akan ditanami berbagai jenis pohon dan tanaman lainnya. Hal itu sebagaimana peruntukan lahan yang memang untuk ruang terbuka hijau. ”Fungsinya untuk ruang terbuka hijau, maka ke depannya peruntukan itu akan kita kembalikan sebagaiman mestinya,” jelas Ardi lagi.

Pantauan Batam Pos kemarin, bekas seratusan lebih kios liar yang telah hancur itu tampak menganggu pemandangan pengguna jalan. Sebab, banyak puing-piung bangunan yang berserakan hingga ke badan jalan. Bahkan, beberapa pemulung tampak berada di lokasi tersebut. Mereka terlihat memunggut potongan besi hingga kayu yang masih bisa diselamatkan.

”Cuma cari potongan besi. Lumayan untuk dijual lagi,”ujar Sandi pria berusia paruh baya yang ada di lokasi bekas kios liar tersebut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemko Batam, Hendri mengatakan penertiban oleh tim terpadu akan jalan terus. Namun dilakukan secara bertahap. ”Fokus kita bukan hanya kios liar. Tetapi bangunan permanen yang ada di atas lahan buffer zone. Misalnya di Bengkong sudah ada cucian motor yang kita tertibkan,” katanya.

Untuk target berikutnya, rencananya tim terpadu akan menertibkan kios liar di Simpang Kara, Batamcenter. Di mana Surat Peringatan Tiga (SP3) sudah diberikan. Ia berharap penertiban di sini juga akan mendapat kerja sama dari para pemilik kios liar seperti di Simpang Frengki. ***

Hotel Sousou, Hotel Khusus untuk Mayat, Mau Menginap?!

0

hotelmayatbatampos.co.id – Di sudut kota Kawasaki, Jepang ada sebuah hotel unik, hotel khusus untuk mayat. Hah?!

Beneran ini…. Hotel itu bernama Sousou. Warna dindingnya  mayoritas berwarna abu-abu. Terlihat “dingin” dan misterius.

Kini warga disana resah. Selain menakutkan, ada satu dampak lain yang dinilai juga sangat mengganggu. Masalah itu adalah aroma dari hotel yang terkadang tidak mengenakkan. Seorang warga, Yoko Masuzawa yang tinggal berdempetan dengan hotel tersebut meminta agar pihak hotel menempatkan pipa pembuangan udara di atas permukaan agar bau tidak tercium, namun sayangnya permintaan itu diabaikan. ”Pipa pembuangan udara dibangun sangat dekat, kurang dari satu meter di beberapa tempat,” katanya seperti dilansir ibtimes.

Di Jepang kini memang cukup banyak tersebar tempat usaha penitipan mayat. Serupa dengan kamar mayat, tetapi jenazah hanya diletakkan di dalam kamar menunggu sampai anggota keluarga menemukan tempat kremasi yang jumlahnya minim. ”Tempat kremasi harus dibangun, tapi tidak ada ruang untuk itu dan terciptalah pemakaman yang tertahan,” kata Hisao Takegishi pemilik Sousou Hotel.

Total ada 10 kamar di dalam hotel tersebut. Permalam harga yang dibandrol cukup mahal, mencapai 9000 yen atau Rp 1,1 juta. Maksimal, kelurga bisa menyimpan jasad orang yang mereka cintai selama empat hari. ”Sebab hotel ini memang tidak menyediakan lemari pendingin es, melainkan hanya AC saja,” jelas dia. (jpnn/pda)

Pembunuh Sandera Ternyata Sang Kekasih, Ini Alasannya

0
Kapolsek Sekupang Ferry Aprizon SE (Baju Polisi) mengintrogasi  Kevinsius Kanis, pembunuh Sandra di Mapolsek Sekupang, Minggu (1/5/2016). Foto: istimewa
Kapolsek Sekupang Ferry Aprizon SE (Baju Polisi) mengintrogasi Kevinsius Kanis, pembunuh Sandra di Mapolsek Sekupang, Minggu (1/5/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Kevinsius Kanis, 27, pembunuh eltji Trentje Zandra Jawar alias Sandra ternyata memiliki hubungan spesial. Mereka sepasang kekasih.

Kevin, sapaan pelaku berhasil dibekuk tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Kepri, Unit Buser Tanjungpinang dan Polresta Barelang di Perumahan Palm Mas, Batu 5 Atas, Tanjungpinang, Minggu (1/5/2016) pagi terpaksa ditembak kaki kirinya karena kata polisi Kevin hendak melarikan diri saat dibekuk.

Baca JugaL: Tersangka Pembunuh Sandra Dibekuk di Tanjungpinang

Kevin mengaku nekad menghabisi nyawa kekasihnya karena masalah uang. Ya, Kevin kesal karena uang yang ia berikan pada sang pacar ternyata tak ditabung, tapi dihabiskan korban.

Nah, pada Senin (25/4/2016) lalu sekitar pukul 23.00 WIB, Sandra dihubungi Kelvin untuk bertemu dan meminta uangnya dikembalikan.

“Tapi korban tak bisa mengembalikan lagi,” ujar Kapolsek Sekupang, Kompol Fery Afrizon.

Kelvin marah karena uang yang ia berikan ke keasihnya itu ternyata ingin ia gunakan untuk pulang kampung dan melihat orangtua yang sakit, sekaligus memberi bantuan kepada orangtuanya itu.

Akhirnya, saat keduanya bertemu, terjadi pertengkaran hebat. Kelvin yang terbakar emosi pun melayangkan kayu broti ke kepala Sandra. Janda empat anak ini pun tumbang dan tewas.

Baca Juga: Hilang Lima Hari, Janda Empat Anak Ditemukan Tewas

Kevin meninggalkan jasad Sandra di tanah kosong bersemak di Perumahan Laguna Raya, Marina Sekupang. Kevin kemudian kabur ke Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. Bisa jadi ada alasan lain selain persoalan uang. Apalagi korban ditemukan tewas di semak-semak di belakang Perumahan Laguna Raya, Marina Sekupang, hanya mengenakan baju tidur pink dan pakaian dalam. (eggi/opi)

Tersangka Pembunuh Sandra Dibekuk di Tanjungpinang

0
Evakuasi jenazah Sandra foto: rezza h / batam pos
Evakuasi jenazah Sandra
foto: rezza h / batam pos

batampos.co.id – Cepat nian Polisi bekerja mengungkap kasus tewasnya Sandra. Minggu (1/5) tadi subuh mereka sudah berhasil menangkap tersangka pembunuh di Tanjungpinang.

Tersangka pembunuh Sandra, ditangkap di perumahan Palm Mas, Batu 5 Atas, Tanjungpinang.

Menurut polisi, tersangka berinisial Klv (27) adalah pacar korban dan sempat menitipkan uang kepada korban. Tersangka bersembunyi di rumah percontohan Palm Mas Tanjungpinang. Informasi terbaru yang diperoleh Posmetro (grup batampos.co.id) Saat digerebek, tersangka kabur. Tembakan peringatan tak diindahkan lelaki itu. Tersangka roboh setelah kakinya ditembak polisi.

Tersangka pembunuh Sandra, dibekuk tim gabungan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Unit Buser Tanjungpinang dan Barelang. Bersama tersangka, juga diamankan barang bukti sepeda motor Suzuki Nex BP 6728 GE.

Seperti diberitakan Sabtu (30/4), seorang wanita ditemukan tidak bernyawa dengan posisi telungkup disemak belukar. Diperkirakan korban sudah tewas lebih satu hari, dilihat dari kondisinya tubuh membengkak.Tidak jauh dari lokasi kejadian juga ditemukan helm kuning, sendal jepit,  kacamata dan  jam tangan kecil. (pm)

Baca Juga:

Hilang Lima Hari, Janda Beranak Empat Ditemukan Tewas

Sebelum Ditemukan Tewas, Sandra Pergi Mau Pinjam Uang

May Day, Buruh di Batam Bentuk Ormas Rumah Rakyat Indonesia

0
Peringatan Hari Buruh (May Day) di PT Infineon, Mukakuning Batam. Foto: agus supriyanto/facebook
Peringatan Hari Buruh (May Day) di PT Infineon, Mukakuning Batam. Foto: agus supriyanto/facebook

batampos.co.id – Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2016 (May Day) di Batam yang dipusatkan di terminal dekat pintu 3 Mukakuning diisi beragam orasi tentang perjuangan kesejahteraan buruh.

Tak hanya itu, di May Day kali ini, mendeklarasikan Ormas Rumah Rakyat Indonesia. “Ini akan jadi rumah pergerakan dalam membela hak-hak buruh,” ujar Suprapto, Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Minggu (1/5/2016).

Rumah Rakyat Indonesia ini diisi oleh kalangan buruh yang sangat mengerti aturan perburuhan, sehingga bebagai persoalan buruh bisa dipejuangkan bersama-sama serikat pekerja.

Tak hanya itu, Ormas Rumah Rakyat Indonesia ini juga akan bergerak di bidang sosial bersama serikat pekerja. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi sebuah partai politik.

“Nasib buruh selama ini tidak pernah diperjuangkan parpol manapun,” tegas Suprapto

May Day kali ini diperingati ribuan buruh. Beragam spanduk berisi tuntutan perjuangan buruh disuarakan.

Tak hanya di Batam, May Day juga diperingati di seluruh wilayah di Indonesia, baik buruh yang tergabung dalam FSPMI, SBSI, SPSI, maupun serikat buruh lainnya. (nur)