Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 14036

Pencaker Bertambah, Lapangan Kerja Kurang

0
Ribuan pencari kerja saat melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter,  Jumat (22/4) lalu. Foto Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ribuan pencari kerja saat melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter, Jumat (22/4) lalu. Foto Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu, siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat telah menerima hasil kelulusan ujian nasional. Seiring dengan itu, Batam harus dihadapkan dengan bertambahnya jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Padahal, saat ini jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang mencapai lima ribu lebih.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari para lulusan SMA/SMK tersebut tentunya akan berkontribusi dalam menyumbang jumlah pengangguran saat ini. Sebab, tidak semuanya melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi. ”5,7 persen dari pencaker merupakan lulusan SMA sederajat,” kata Riky, Jumat (13/5)

Saat ini, Batam memiliki lebih dari 8 ribu lulusan baru. Berdasarkan data, lulusan SMK merupakan penyumbang pencaker pertama, diikuti lulusan SMA dan perguruan tinggi. Diakuinya ada dua hal yang mendasari terjadinya hal tersebut, di antaranya kompetensi dasar lulusan tidak diakui dan masih berlakunya upah murah.

”Jadi, seharusnya ada posisi yang bisa mereka (lulusan SMA,red) isi, malah diisi oleh orang yang memiliki pendidikan lebih rendah,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk tahun ini pemerintah menyediakan empat ribu paket sertifikasi dan kompetensi bagi siswa SMA dan unskill di perusahaan. Hal ini diharapkan bisa melindungi calon tenaga kerja untuk bersaing, sekaligus untuk membatasi jumlah tenaga kerja yang memiliki keahlian untuk bekerja di Batam.

”Pemerintah harus mulai memetakan kompetensi ini, jika kompetensi yang dibutuhkan kita miliki, maka kita memiliki alasan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja tenaga dari luar Batam maupun asing,” jelas Riki.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengatakan saat ini Batam tidak menjadi magnet bagi pencari kerja. Salah satu faktor yang membuat pencari kerja ke Batam adalah UMK yang tinggi. ”Dulu iya banyak, tapi sekarang semua daerah UMK-nya sudah hampir sama dengan Batam,” ujarnya.

Jumlah pencari kerja yang setiap hari bertambah, Zaref mengimbau kepada mereka untuk memperkaya diri dengan keahlian. Saat ini kualitas pencari kerja masih rendah. Kebanyakan dari mereka merupakan lulusan SMA. ”Kalau punya keterampilan, tentunya akan membuka peluang kerja yang semakin luas dan bisa bersaing,” imbuhnya lagi. (cr17)

Selain Jengkol, Harga Petai Juga Naik Jelang Ramadan

0

094204_412116_petai_buahbatampos.co.id – Memasuki Ramadan harga sejumlah komoditas sayur mayur mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok pada jengkol dan petai. Kini, harga jengkol di pasar-pasar Seibeduk dibanderol Rp 38 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya hanya Rp 22 ribu per kg. Sedangkan petai yang sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kg, sekarang naik jadi Rp 48 ribu per kg.

”Sayur-sayuran naik, stoknya sudah berkurang,” ujar Minaria, penjual sayur di Pasar Seibeduk kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) kemarin.

Selain dua komoditas tersebut, kata Minaria, harga cabai juga melambung, dimana sebelumnya di kisaran Rp 28 ribu per kg, kini sudah mencapai Rp 35 ribu per kg. Sayur sawi putih juga naik dari harga Rp 9 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 16 ribu per kg.

Minaria mengaku kenaikan harga kebutuhan dapur tersebut berdampak kepada pembeli. Mereka yang biasa beli per kilo, sekarang hanya bisa beli per ons saja. ”Pelanggan banyak yang mengeluh, kok semuanya pada naik,” ucapnya.

Namun demikian, sambungnya, tidak semua sayur mayur mengalami kenaikan menjelang Ramadan ini. Bahkan beberapa sayur mulai turun, seperti bayam, kangkung, wortel, kentang, tomat, kacang panjang. Rata-rata harganya masih di kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 11 ribu per kg.

Toni, pedagang sembako mengatakan untuk harga telur dan minyak belum ada tanda-tanda kenaikan. ”Saat ini belum naik, kita tengok kondisi, kalau stoknya banyak harganya turun, kalau gak harganya pasti naik,” sebutnya. (cr19)

Jamin Ketersedian Bahan Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Panggil Para Distributor

0
Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan jelang Ramadan dan lebaran nanti Pemko Batam melalui Dinas ESDM telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan jelang Ramadan dan lebaran nanti Pemko Batam melalui Dinas ESDM telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelontorkan 15 ribu paket bahan makanan pokok murah untuk masyarakat Batam mulai 23 Mei hingga 4 Juni nanti. Paket itu diharapkan bisa turut mengendalikan harga berbagai bahan pokok yang biasanya mulai merangkak naik jelang Ramadan.

”Paket bahan pokok itu akan didistribusikan merata di 12 kecamatan di seluruh Batam,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, kemarin.

Dalam satu paket bahan pokok, berisi beras, gula, dan minyak goreng. Satu paket akan dijual seharga Rp 50 ribu. ”Harga aslinya Rp 110 ribu, pemerintah menyubsidi Rp 60 ribu,” paparnya.

Meski jumlahnya terbatas, namun Ardi berharap pendistribusian paket bahan pokok itu sedikit-banyak dapat turut menurunkan permintaan bahan pangan. Imbasnya, diharapkan dapat menekan harga. ”Seperti kita tahu, kalau permintaan tinggi harga-harga juga bakal naik,” sebutnya.

Tak hanya paket bahan pokok, Ardi juga mengatakan Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam juga telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Tujuannya, lanjut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan memasuki musim tingginya permintaan jelang Ramadan dan lebaran nanti. ”Kalau pasokan terjamin, setidaknya itu bisa membantu menekan dan mengendalikan harga,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Ardi, mulai pekan depan pemerintah juga akan turun dan menginspeksi secara mendadak (sidak) beberapa pasar di Batam. ”Tujuannya sama, agar harga tetap terkendali,” kata dia. (rna)

Hari Ini, Pebalab dari 23 Negara Ramaikan Tour de Barelang

0
Peserta Tour de Barelang saat  memacu laju sepedanya melintasi jembatan Barelang Batam. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Peserta Tour de Barelang saat memacu laju sepedanya melintasi jembatan Barelang Batam. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Event balapan sepeda bergengsi, Tour de Barelang yang digelar hari ini, Sabtu (14/5), diikuti 214 peserta dari 23 negara, termasuk Indonesia.

Ajang yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam ini dilaksanakan selama dua hari dengan jenis kegiatan race dan granfondo. Untuk kategori race atau balapan yang digelar pada hari ini. Titik awal dimulai dari Pelabuhan Internasional Sekupang pada pukul 07.45 WIB dengan interval pelepasan selama 15 menit.

”Rutenya menuju Jembatan I sampai 4 Barelang, kemudian masuk ke Sembulang, Jembatan 5, Jembatan 6, kemudian berbalik lagi menuju titik akhir di Jembatan I Barelang,” jelas Kepala Dispar Kota Batam, Yusfa Hendri.

Total jarak tempuh mencapai 130 kilometer (km). Sistem penghitungan waktu menggunakan raceresult.com dan hasil pemenang bisa dilihat secara online.

Untuk negara yang paling banyak mengirimkan peserta antara lain Australia dengan 36 peserta, Inggris 46 peserta, Singapura 53 peserta, dan Indonesia dengan 20 peserta.

Sedangkan kegiatan Granfondo khusus untuk sepeda santai dan dibagi atas dua kategori, yakni kategori 4 dan granfondo 1. Sifatnya hanya untuk menikmati keindahan alam Batam dan akan digelar besok, Minggu (15/5).

”Jumlah peserta mencapai 109 orang dari 18 negara. Singapura dan Inggris mengirim peserta paling banyak, yakni masing-masing 42 dan 17 orang,” jelas Yusfa.

Granfondo dimulai dari Alun-Alun Engku Putri, Batamcentre pada pukul 07.45 WIB dengan interval pelepasan 10 menit. Rutenya lurus menuju Kepri Mall kemudian berlanjut sampai Jembatan 6. ”Setelah itu berbalik dan finish di Jembatan I. Total jarak tempuh mencapai 90 km,” sebut Yusfa. (leo)

Pak Walikota, Sampah di Tembesi Tidak Diangkut

0

batampos.co.id – Warga Perumahan Suka Maju Tembesi kecewa atas pelayanan petugas kebersihan.

”Satu bulan sampah di perumahan ini tidak pernah diangkut,” sebut Charly, warga Perumahan Suka Maju Tembesi saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/5).

Dia mengatakan hingga kini petugas belum juga terlihat mengangkut sampah yang ada di depan rumahnya.

”Sudah penuh tempatnya, sudah bau,” ujar Charly.

Sementara retribusi setiap bulan selalu diambil petugas kebersihan sebesar Rp 7 ribu. “Kita rutin membayar setiap bulan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan warga Perumahan Griya Sagulung Permai. Pasalnya sampah sudah hampir satu bulan tidak diangkut di sana.

”Biasanya diangkut setiap minggu,” kata seorang warga, Kumala.

Warga tidak tahu harus membuang sampah ke mana karena kondisi tong sampah milik mereka sudah penuh dan menebarkan bau busuk.

”Nggak tahu kok jarang diambil sampah di tempat kita,” ungkapnya.

Keluhan senada juga datang dari warga kompleks Puri Agung II, Mangsang. Mereka kesal terhadap pihak DKP lantaran sepekan ini sampah di kawasan mereka belum juga diangkut.

”Seminggu lebih gak diangkut, kita kan gak nyaman sama bau apalagi sudah berulat,” ujar Lisa, warga setempat.

Tidak hanya kesal dengan bau busuk dari sampah tersebut, tong sampah yang ada di rumahnya pun tidak sanggup lagi menampung sampah yang ada.

”Tong sampahnya hanya satu, mana mungkin muat sampah seminggu lebih? Tiap hari kan kami buang sampah terus,” ungkapnya kesal. (cr14/cr19)

Di Batam, Lulus SMA/SMK lalu Cari Kerja, tapi Lapangan Tak Ada

0

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu, siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat telah menerima hasil kelulusan ujian nasional. Seiring dengan itu, Batam harus dihadapkan dengan bertambahnya jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Padahal, saat ini jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang mencapai lima ribu lebih.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari para lulusan SMA/SMK tersebut tentunya akan berkontribusi dalam menyumbang jumlah pengangguran saat ini. Sebab, tidak semuanya melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi.

”5,7 persen dari pencaker merupakan lulusan SMA sederajat,” kata Riky, Jumat (13/5)

Saat ini, Batam memiliki lebih dari 8 ribu lulusan baru. Berdasarkan data, lulusan SMK merupakan penyumbang pencaker pertama, diikuti lulusan SMA dan perguruan tinggi. Diakuinya ada dua hal yang mendasari terjadinya hal tersebut, di antaranya kompetensi dasar lulusan tidak diakui dan masih berlakunya upah murah.

”Jadi, seharusnya ada posisi yang bisa mereka (lulusan SMA,red) isi, malah diisi oleh orang yang memiliki pendidikan lebih rendah,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk tahun ini pemerintah menyediakan empat ribu paket sertifikasi dan kompetensi bagi siswa SMA dan unskill di perusahaan.

Hal ini diharapkan bisa melindungi calon tenaga kerja untuk bersaing, sekaligus untuk membatasi jumlah tenaga kerja yang memiliki keahlian untuk bekerja di Batam.

”Pemerintah harus mulai memetakan kompetensi ini, jika kompetensi yang dibutuhkan kita miliki, maka kita memiliki alasan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja tenaga dari luar Batam maupun asing,” jelas Riki.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengatakan saat ini Batam tidak menjadi magnet bagi pencari kerja. Salah satu faktor yang membuat pencari kerja ke Batam adalah UMK yang tinggi.

”Dulu iya banyak, tapi sekarang semua daerah UMK-nya sudah hampir sama dengan Batam,” ujarnya.

Jumlah pencari kerja yang setiap hari bertambah, Zaref mengimbau kepada mereka untuk memperkaya diri dengan keahlian. Saat ini kualitas pencari kerja masih rendah. Kebanyakan dari mereka merupakan lulusan SMA.

”Kalau punya keterampilan, tentunya akan membuka peluang kerja yang semakin luas dan bisa bersaing,” imbuhnya lagi. (cr17)

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Jadi Tersangka Lagi

0

Ekpos-Alkes-2-F-Cecep-Mulyabatampos.co.id -Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Fadillah Ratna Dumila Mallarangan kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di RSUD Embung Fatimah tahun 2014. Kini, Fadillah resmi menyandang dua status tersangka. Sebab sebelumnya, wanita kelahiran Manado ini juga dijerat kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RSUD Embung Fatimah tahun anggaran 2011.

Status tersangka pertama Fadillah ditetapkan setahun yang lalu oleh penyidik Mabes Polri dalam dugaan korupsi pengadaan alkes 2011. Sementara status tersangka kedua ditetapkan Kejaksaan Negeri Batam pada Kamis (13/5) malam. Ia dianggap paling bertanggung jawab dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar Rp 19,6 miliar tersebut. Tak hanya Fadillah, Kejari Batam juga menetapkan RD, Direktur Alexa Mandiri Utama yang beralamat di Bekasi. Namun, hingga kemarin keberadaan RD tak diketahui rimbanya, ia pun bertatus DPO (daftar pencarian orang).

Kasi Pidsus Kejari Batam, M Iqbal mengakui kesulitan timnya dalam menuntaskan penyidikan dugaan korupsi tersebut. Yang mana, timnya harus bolak balik keluar kota seperti Jakarta, Medan, dan Bekasi mencari bukti perbuaatan melawan hukum penggunaan anggaran APBN 2014 itu.

”Jujur saja, untuk menyelesaikan kasus ini, kita harus mengeluarkan tenaga dan pikiran ekstra. Sebab kasusnya agak rumit,” kata Iqbal di ruang kerjanya Kantor Kejari Batam, kemarin.

Setelah menyelesaikan penyidikan, mereka menggelar ekspose perkara merembukkan siapa saja pihak bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran. Hingga akhirnya mereka memutuskan dua pihak yakni internal RSUD Embung Fatimah dan kontraktor pengadaan Alkes sebagai tersangka.

”Kita tetapkan dua orang tersangka. Berinisial F (Fadillah) yang merupakan pihak internal RSUD dan RD, rekanan pengadaan Alkes. F telah kita tahan, sementara RD berstatus DPO namun sudah kita cekal,” ujar Iqbal.

Fadillah ditetapkan tersangka karena menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) dalam pengadaan 12 item alkes RSUD, seperti Minicap Lab dan Aniografi. Sementara RD merupakan rekanan yang menyediakan alat kesehatan tersebut.

”Kita punya dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan mereka berdua sebagai tersangka. Modus yang digunakan untuk mengkorupsi uang negara pun berbeda dengan yang ditangani Mabes Polri,” jelas Iqbal.

Namun ketika disinggung mengenai seperti apa modus korupsi Fadillah dan RD, Iqbal pun enggan menjelaskan. Menurut dia, semuanya akan terungkap di persidangan nanti.

”Modusnya berbeda dan belum pernah digunakan. Saya tak bisa sampaikan, nanti di persidangan rekan-rekan media pasti akan tahu,” dalih Iqbal.

Masih kata Iqbal, timnya masih mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut. Sehingga tak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka lain. Meski saat ini sudah ada dua tersangka yakni Fadillah dan RD. Apalagi, pihaknya telah memiliki 330 item barang bukti. Seperti laporan kontrak, PC komputer, laptop, dan dokumen lainnya.

”Tak menutup kemungkinan untuk melebarkan sayap menetapkan tersangka lainnya. Karena proses penyidikan masih berlanjut. Saksi yang sudah kita periksa 38 orang,” sebutnya.

Dikatakannya, keterlibatan pihak lain yang diduga mendapatkan fee dari proyek Alkes masih didalami penyidik. Bahkan, hingga fakta persidangan nantinya akan tetap ditelusuri.

”Tetap kita dalami, sekecil apa pun informasi yang masuk. Baik dari masyarakat, media atau fakta persidangan. Jadi saya tekankan, Pidsus tidak tidur,” tegasnya.

Menurut Iqbal, kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1.

”Ada banyak pasal yang diterapkan. Tetapi soal pasal 18, kita lihat perkembangan dalam persidangan,” ucapnya. (she)

Pengadilan Tipikor Tanjungpinang Siap Sidangkan Kasus Suap Pegawai Imigrasi Batam

0
Manasar Siagian, calo paspor yang membantu Wn Singapura kabur dari tahanan Imigrasi Batam, bekerjasama  dengan oknum pengawai imigrasi. Foto: eggi/batampos.co.id
Manasar Siagian, calo paspor yang membantu Wn Singapura kabur dari tahanan Imigrasi Batam, bekerjasama dengan oknum pengawai imigrasi. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, menerima limpahan dua berkas perkara korupsi pegawai Imigrasi Batam atas nama M Zulkifli dan Manasar calo yang membantu pelarian tahanan imigrasi bernama Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura, dengan menerima suap 15.000 dolar Singapura. Pelimpahan berkas tersebut dilakukan Kejari Batam, beberapa hari yang lalu.

Pelimpahan dua berkas perkara Korupsi di Imigrasi Batam ini ditandai dengan register perkara nomor: 9/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Tpg atas Nama, Terdakwa M Zulkifli dan register perkara Nomor :10/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Tpg atas nama Manasar Siagian Alias Rock N Roll.

Ketua Pengadilan Tipikor Tanjungpinang Jupriyadi, membenarkan pihaknya telah menerima BAP kedua tersangka penerima suap dari warga negara Singapura tersebut.

”Benar BAP-nya sudah dilimpahkan ke kami, hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkara tersebut juga sudah kami tunjuk. Lebih lengkapnya coba langsung tanyakan ke Paniteranya,” sebut Jupryadi, Jumat (13/5).

Terpisah, Panitera Muda Bidang Pidana Khusus L Siregar menambahkan, tiga hakim yang ditunjuk Ketua Pengadilan Tipikor untuk menyidangkan BAP dua berkas perkara korupsi penerima suap, di Imigrasi Batam itu, terdiri dari Hakim Ketua Iriati Chairul Ummah dibantu dua hakim anggota Corpioner dan dan Jhony Gultom.

“Mejelis hakim yang memeriksa Perkara ini, juga telah menetapkan, Senin, (16/5/2016) mendatang, sidang perdana akan dimulai,” sebut Siregar.

Seperti diketahui, Zulkifli dan Manasar ditetapkan tersangka oleh Polresta Barelang, karena diduga membantu pelarian tahanan imigrasi bernama Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura, pada bulan Januari lalu.

Atas Perbuatanya, kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf A jo pasal 5 ayat 1 huruf B, UU nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 KUHP.(ias/bpos)

Investasi Asing di Batam Naik 188 Juta USD

0
Industri Galangan kapal di Tanjunguncang, Batam. Foto:  http://worldmaritimenews.com
Industri Galangan kapal di Tanjunguncang, Batam. Foto: http://worldmaritimenews.com

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam mengungkap pada triwulan pertama 2016 penanaman modal asing (PMA) tercatat sebanyak 392 juta Dolar Amerika Serikat (USD) dengan realisasi 62 proyek. Jumlah itu naik dibanding periode yang sama tahun 2015 lalu yang hanya membukukan 47 proyek dengan nilai investasi 204 juta dolar Amerika.

“Naiknya cukup signifikan sebesar 188 juta Dolar Amerika,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Jumat (13/5).

Dari realisasi investasi bulan Januari-Maret 2016 itu didominasi beberapa jenis industri berat. Seperti, industri alat angkutan dan transportasi, industri kimia dasar, industri makanan, industri konstruksi dan industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik.

“Itu yang termasuk dalam lima besar, sisanya cukup beragam seperti hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, telekomunikasi,” sebutnya.

Sedangkan dilihat dari negara asal investasi, Andiantono menyebut mayoritas didominasi oleh gabungan beberapa negara asing. Baik itu dari Asia, Eropa dan Amerika.

“Beberapa di antaranya Malaysia, Singapura, Jerman dan Australia,” kata dia.

Di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum pulih sepenuhnya itu, kenaikan jumlah investasi di Batam dinilai bakal memberi imbas positif terhadap perekonomian Batam.

“Hal seperti ini harus diketahui masyarakat, agar ada ekspektasi positif terhadap ekonomi kita,” ujarnya. (rna/bpos)

Jamin Halal, Batam Punya Rumah Potong Unggas

0
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – ”Alhamdulillah, Batam sudah punya RPU yang halal. Kita harapkan semua daerah Kepri bisa mencontoh dan memiliki yang seperti ini juga,” demikian komentar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun saat meresmikan Rumah Potong Unggas (RPU) halal yang berlokasi di Seitemiang, Sekupang, Jumat (13/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Pembangunan RPU halal yang menelan biaya hingga Rp 750 juta ini, diharapkan bisa memberikan jaminan kehalalan terhadap unggas yang dikonsumsi oleh masyarakat Batam.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenang) Provinsi Kepri, Marwin mengatakan ini merupakan RPU halal pertama di Indonesia. Meskipun RPU halal belum mampu mencukupi kebutuhan ayam potong halal di Batam, dirinya berterimakasih kepada umat yang telah rela menyisihkan sedikit penghasilannya untuk pembangunan RPU halal ini.

”Ini wakaf dari umat, dan keuntungannya untuk umat juga,” ujarnya.Kepala Kemenag Kota Batam, Zulkifli Aka menyebutkan saat ini RPU halal baru bisa memotong 5-7 ribu ekor ayam setiap harinya. Sedangkan untuk kebutuhan ayam di Batam mencapai 30-40 ribu perhari.

”Ini merupakan langkah dalam menjamin kehalalan suatu makanan, apalagi kita 80 persen muslim, sekarang ini banyak yang sembarangan potong saja,” kata Zulkifli.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter ini dilengkapi dengan mesin pemotong unggas, gedung administrasi, serta resepsionis. Saat ini, RPU halal telah memiliki delapan pekerja, tiga di antaranya merupakan pemotong ayam. RPU halal mulai beroperasi sejak kemarin.

Zulkifli berharap RPU halal ini bisa menjadi contoh serta tempat studi banding bagi wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Kemenag juga mengimbau seluruh pengusaha ayam untuk dapat memanfaatkan keberadaan RPU halal ini.

Rumah-Potong-Unggas2_Dalil-”Ke depannya kita akan jaring komunikasi dengan pengusaha ayam maupun makan yang menggunakan ayam sebagai menu utama untuk bekerja sama,” sebutnya. (cr17)