Rancangan Pelabuhan Telaga Punggur yang saat ini dalam tahap pengerjaan di bawah kendali BP Batam. Foto: istimewa/bp batam
batampos.co.id – Kantor Pelabuhan Telagapunggur tak lama lagi akan selesai pengerjaanya. Nantinya, dijamin tak akan ada lagi kesemarawutan kendaraan. Karena area parkir yang disediakan cukup luas.
“Kapasitas di parkir dekat gedung bisa menampung 200 kendaraan,” kata Kepala Satuan Kerja Pelabuhan Telaga Punggur, Sohirnadi, Sabtu (26/11/2016).
Selain parkir dekat terminal pelabuhan. Sohirnadi juga mengatakan pihaknya juga menyediakan lahan parkir, yang berada di depan kantor pelabuhan. Lahan tersebut juga cukup luas, bisa menampung ratusan kendaraan juga.
Dengan hal ini, tak ada alasan para penumpang memarkirkan kendaraanya sembarangan. “Karena fasilitas parkir yang kami sediakan, sangat jauh lebih baik,” ucapnya.
Untuk memasuki pelabuhan, Sohirnadi menyebutkan ada dua jalur disediakan yakni jalur khusus dan umum.
“Khusus itu, untuk keadaan darurat, yang umu jalur biasa dilalui nantinya oleh para penumpang,” tuturnya.
Ia menjelaskan Pelabuhan Telaga Punggur yang baru, akan memiliki bangunan seluas 2.997 meter persegi. Didalamnya akan ada fasilitas toko bagi para pedagang, perkantoran dan juga tempat parkir.
“Bangunan ini tiga lantai, yang bawah parkir. Lantai Dua area keberangkatan, kabtor pelabuhan lait, dan kantor lainnya. Lantai tiga kawasan penjualan tiket dan kedatangan,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini pembangunan Pelabuhan Telaga Punggur masih dalam tahap pengerjaan terakhir. “Sudah hampir 85 persen selesai, tak lama lagi,” ungkapnya. (ska)
batampos.co.id – Hati-hati jika gigi Anda berlubang. Kuman pada gigi bisa menginfeksi ginjal. Menyebabkan gagal ginjal kronis.
Gagal ginjal kronis (GGK) dapat diartikan sebagai penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Indonesia Renal Registry mendefinisikannya sebagai kerusakan ginjal. Dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urin atau tes pencitraan ginjal yang dialami selama tiga bulan.
Status GGK berubah menjadi gagal ginjal tahap akhir ketika ginjal tak lagi berfungsi. Pada stadium ini basanya telah terjadi penumpukan limbah tubuh, cairan, dan elektrolit yang bisa membahayakan tubuh. Itulah mengapa diperlukan penyaringan buatan atau cuci darah (dialisis) atau tranplantasi ginjal.
“GGK ini terjadi jika kelainan sudah berlangsung selama tiga bulan,” kata Dokter Penyakit Dalam RS Awal Bros, dr Budi Tan Oto SpPD.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 oleh Kementerian KEsehatan RI, sebanyak 0,2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami kondisi ini. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah dengan angka tertinggi yaitu, 0,5 persen dari total jumlah penduduk di provinsi tersebut.
Dari data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014, pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah paling banyak disebabkan karena hipertensi (37 persen), diabetes (27 persen), dan peradangan ginjal atau glomerulopati (10 persen).
Peradangan ginjal biasa terjadi karena infeksi. Infeksi dari kuman gigi berlubang atau juga dari kuman peradangan amandel yang tak kunjung diobati. Reaksi kekebalan yang keliru juga dapat melukai ginjal.
GGK dapat terdiagnosa melalui pemeriksaan darah dan urin. Gejala lainnya hampir tidak terdeteksi. Dr Budi mengatakan, masyarakat patut waspada jika mengalami tiga hal ini, yakni, gampang capek, badan ngilu-ngilu, dan dehidrasi.
“Tiga hal itu tanda fungsi ginjal mulai terganggu,” ujarnya.
Posisi ginjal berada di bawah tulang rusuk manusia. Bentuknya menyerupai sepasang kacang di bagian kanan dan kiri tubuh. Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dan kelebihan cairan dalam darah sebelum dibuang melalui cairan urin.
Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agas bekerja dengan baik, membantu mengatur tekanan darah, memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang, memproduksi hormon glikoprotein – disebut erythroprotein yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah.
“Kalau ginjal sudah rusak, tidak ada cara lain kecuali mengganti ginjal. Hanya saja, mencari ginjal yang sesuai dengan tubuh itu tidak mudah, butuh waktu yang lama. Untuk itu diperlukan terapi,” tuturnya.
Terapi ginjal dapat dilakukan dengan melakukan hemodialisis atau cuci darah. Seorang pasien yang rutin melakukan cuci darah memiliki resiko kematian yang lebih rendah dari pasien GGK yang tidak melakukan cuci darah.
Namun demikian, pasien GGK menjadi lebih beresiko menderita stroke atau penyakit jantung. Penyakit gagal ginjal memiliki komplikasi ke jantung.
“Sebab, urea tinggi, fosfat rendah, dan kaliumnya tinggi,” ujar dr Budi Tan Oto lagi.
GGK dapat dihindari dengan pola hidup yang sehat. Yakni dengan mengonsumsi makanan yang sehat, rendah gula dan kalori. Minum air putih, minimal, dua liter sehari. Juga melakukan olahraga secara rutin.
“Juga kurangi konsumsi obat-obatan anti-nyeri, herbal, ataupun sinshe,” tuturnya. (ceu)
Kuliner nusantara menjadi salah satu daya tarik wisatawan asing maupun nasional. Foto: istimewa
batampos.co.id – Batam Tourism Polytehnic (BTP) Batam bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam menggelar Festifal Wonder Food Batam di halaman parkir Kepri Mall, Jumat (25/11).
Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini diikuti oleh berbagai kalangan seperti perhotelan dan pendidikan.
Direktur BTP, Nur A. Nasution mengatakan lomba kuliner ini bertemakan masakan Melayu yang merupakan asli Batam. Peserta juga ditantang untuk menyajikan masakan melayu berkelas masakan hotel berbintang. Tentunya tidak lupa memperhatikan aspek rasa, tekstur, hingga tahap penyajian.
“Semua serba melayu mulai dari ikan, gonggong, hingga buah naga,” kata dia.
Perlombaan ini juga ditujukan untuk membawa masakan khas melayu bisa go internasional, dan bisa dinikmati oleh penikmat kuliner luar Indonesia.
“Jadi masakan yang sudah ada, kita coba untuk buat sekreatif mungkin, tentunya rasa, dan tekstur juga harus diperhatikan. Jadi tidak hanya enak, akan tetapi juga bisa memberikan kesan setelah orang menyantapnya,” katanya.
Dia menambahkan perlombaan yang baru pertama kali diadakan ini, akan terus berlanjut.
“Tahap awal kita pemanasan dulu, selanjutnya kita berusah untuk mematangkan sebelum dibawa ke luar,” ujarnya.
Seluruh peserta ada 20 tim, 17 dari hotel seperti Montigo, Allium, Haris, Turi Beach, Vista, tiga tim dari sekolah yakni BTP, UIB, dan SMKN2 Batam.
“Satu tim terdiri lima orang satu leader, dua chef, dan dua dari restaurannya,” sebut dia.
Perlombaan ini juga menyediakan hadiah untuk pemenang pertama mendapatkan Rp 4 juta, pemenang kedua Rp 2,5 juta, pemenang ketiga Rp 2 juta, harapan satu Rp 1 juta, dan harapan kedua Rp 750 ribu.
Untuk penjurian merupakan dari tim independen dari kalangan chef profesional. Selain itu, masakan yang telah jadi juga disajikan untuk tamu VVIP acara kenduri melayu.
“Kita spesial hidangkan untuk tamu vvip, termasuk Walikota Batam, Muhammad Rudi, dan tamu undangan lainnya,” tukasnya. (cr17).
Johanes Kennedy, ketua KONI Kepri. Foto: Dalil Harahap/batampos
batampos.co.id – Acara fun bike bertajuk ‘Gowes Bareng Koni Kepri dan Batam Pos’ yang digelar Batam Pos bekerjasama Koni Kepri dan Panbil Group pada Minggu (27/11/2016) pagi berlangsung meraih. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk memasyarakatkan olahraga dengan bersepada di Batam.
Ketua Koni Kepri, Johanes Kennedy sangat mendukung terselenggaranya acara ini. “Ini bisa jadi momentum bagus bagi kemajuan olahraga Batam,” ujarnya.
Acara fun bike ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pariwisata di Kota Batam. “Acara gowes ini adalah perpaduan antara wisata dan olahraga,” kata Johanes.
Menurutnya, wisata dan olahraga harus selalu berdampingan. Pasalnya, olahraga yang dikemas secara menarik dapat menarik wisatawan.
“Olahraga harus ditata dan kemas dengan menarik sehingga dapat menarik wisatawan sehingga dapat mendukung program pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata di Batam dan Kepri,” jelasnya.
Acara gowes bareng KONI dan Batam Pos ini yang dimulai pukul 6,00 WIB ini mengambil dua rute, yaitu untuk pemula dan profesional. Untuk rute pemula akan start dari Panbil Mall, Komplek Villa Panbil, Kawasan Industri Panbil dan finish di Panbil Mall.
Sementara rute profesional start dari Panbil Mall terus ke Komplek Villa Panbil, Kawasan Industri Panbil, Simpang Jam, Simpang Ocarina, Simpang Masjid Raya, Simpang Kepri Mall dan finish di Panbil Mall. Baik pemula dan profesional akan mengelilingi Kawasan Villa Panbil, sehingga masyarakat dan peserta dapat melihat langsung keindahan Villa Panbil dan ada foto selfie di Hotel Best Western.
“Semoga acara ini bisa berjalan lancar dan sukses serta bisa rutin diselenggarakan,” katanya. (cr16)
Warga berburu barang-barang seken Singapura yang dijual di Pasar seken Aviari, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Barang bekas asal Singapura masih dilirik masyarakat Batam. Hal tersebut terlihat dari antusias masyarakat yang terus berdatangan berbelanja ke Pasar Seken Aviari, Sabtu (26/11/2016).
Pasar seken Aviari berada di komplek Aviari Batuaji. Di sana semua kebutuhan yang diinginkan ada, dari mulai jas, kaos, kemeja, celana, sepatu, tas hingga produk rumah tangga seperti kasur, barang pecah belah dan lainnya.
Pasar seken Aviari buka setiap hari dan selalu ramai pengunjung. Arif warga Batamcenter misalnya, rela datang ke Batuaji, jauh-jauh hanya untuk membeli sepatu. “Saya hanya belanja sepatu saja,” ujar Arif kemarin.
Arif mengatakan, satu hari dalam seminggu ia selalu datang ke Pasar Aviari untuk berbelanja. “Beli sepatu untuk dipakai. Kalau ada yang suka saya jual,” katanya.
Menurutnya, selain harganya terjangkau, barang-barang yang dijual juga bermerek. “Makai nggak malu lah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dian karyawan Toko Feri di Pasar Seken Aviari mengatakan, pengunjung ramai berbelanja biasanya pada Sabtu dan Minggu. “Mungkin pada libur kerja,” ungkapnya.
Dian mengatakan, ditempatnya hanya khusus menjual sepatu dan tas. Untuk harganya tergolong cukup terjangkau, dari kisaran harga Rp 100 ribu, hingga Rp 500 ribu. Tentunya barang-barang yang dijual sangat berkualitas dan merek berkelas.
“Ditempat kita barang datang setiap hati, diambil dari Singapura,” ujar Dian.
Menurutnya, semenjak perekonomian masyarakata Batam, menurun karena banyaknya pengangguran. Hal itu berimbas kepada daya beli masyarakat menjadi ikut menurun. “Saat ini pengunjung yang datang sudah mulai sepi,” tutupnya. (cr14)
batampos.co.id – M. Teguh Saputra, 19, diamankan jajaran Polsek Batamkota setelah tertangkap tangan mencuri sepeda motor milik Ahmad Sanuwani, 20, di ruko Gold Hill Blok A Nomor 4, Batamkota, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Batamkota, Kompol Arwin mengungkapkan aksi pencurian ini terjadi saat korban hendak masuk kantor sekitar pukul 07.00 WIB. Korban bekerja di kantor Notaris Rudi Purba.
“Pagi itu korbannya datang untuk masuk kantor. Waktu masuk, korbannya parkir sepeda motor dalam keadaan tidak dikunci stang,” ujarnya.
Pada saat bekerja, salah satu teman Ahmad memberitahukan bahwa sepeda motornya sudah tidak berada di parkiran. Mendapat kabar dari temannya, korban langsung berlari ke parkiran untuk mengecek sepeda motornya.
“Saat korban mencari motornya, sekuriti Bank BNI di depan kantor bilang sama korban, kalau sepeda motornya berada di pos polisi simpang itu. Karena pelakunya ditangkap sama pengendara lain yang merasa curiga melihat dia mendorong motor,” tuturnya.
Mendapatkan informasi dari sekuriti yang berada di persimpangan itu, kemudian polisi lalu lintas membawa pelaku dan korban ke Mapolsek Batamkota untuk diproses.
“Pelaku saat ini sudah kita tahan guna dilakukan pengembangan dan diproses lebih lanjut,” imbuhnya. (cr1)
Suasana pagelaran tarian di acara Kenduri Seni Melayu 2016 di Kepri Mall, Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Perhelatan Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-18 resmi dibuka, Jumat (25/11/2016) malam. Acara ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-187 Batam yang jatuh pada 18 Desember kelak.
“Rangkaian acara sudah ditetapkan. Salah satunya Kenduri Seni Melayu ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Yusfa Hendri, dalam pidato sambutannya yang ditayangkan melalui video digital.
Kegiatan yang digelar di pelataran parkir Kepri Mall itu akan berlangsung hingga Minggu (27/11/2016) malam ini. Sabtu (28/11/2016) malam telah berlangsung acara kenduri syair. Sementara malam ini, akan berlangsung pementasan Teater Bangsawan.
Acara ini dimeriahkan dengan penampilan 15 sanggar melayu yang tersebar di Batam, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat. Juga melibatkan para seniman dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan yang hadir untuk membuka acara mengatakan, KSM merupakan salah satu potensi daerah Batam. Kegiatan ini dapat merajut silaturahmi antarnegara dan antardaerah.
“Semoga orang-orang melayu tetap bersatu dan sukses,” kata Ahmad Dahlan.
Wali Kota Batam Rudi juga sepakat mengatakan jika acara-acara seni, budaya, dan pariwisata berpotensi menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang paling besar.
“Contohnya, ini semua (seniman) datang ke Batam. Mereka naik kapal, bayar tiket, menginap di hotel – itu kan ada pajaknya. Belum juga kalau mereka naik ojek atau taksi,” tuturnya.
Hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Batam. Maka, ia pun berniat melanjutkan perhelatan ini di tahun yang akan datang.
“Kami akan kembangkan lagi supaya bagus dan Batam semakin dikenal dengan budaya melayu dan nusantaranya,” tuturnya.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan kompang secara serentak oleh Rudi, Mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Kadis Pariwisata dan Budaya Batam Yusfa Hendri, perwakilan Kapolresta Barelang, dan perwakilan Komandan Resor Militer Batam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari dari kumpulan seniman dari seluruh sanggar di Batam. Pertunjukan tari selama kurang lebih 20 menit itu merupakan kolaborasi tari-tarian dari seluruh Indonesia. Kolaborasi tarian itu menggambarkan kondisi keberagaman masyarakat di Batam yang diistilahkan sebagai Indonesia Mini.
“Beraneka ragam corak nusantara berkembang di bawah payung melayu. Itulah Batam madani yang kita cinta. Harmoni dalam keberagaman,” ujar SM Bagaskara dalam puisinya yang dibacakan di sela-sela pementasan tari tersebut.
Lebih lanjut, Wali Kota Batam Rudi mengatakan KSM bertujuan untuk menampilkan seni budaya melayu di tanah melayu. Selain juga untuk mempertahankan seni budaya itu sendiri. Sehingga generasi penerus dapat mengenal kebudayaan melayu dengan baik.
Budaya melayu itu terus berkembang. Dari tahun ke tahun, KSM ikut merekam perkembangan budaya tersebut. Terbukti dari semakin banyaknya kolaborasi-kolaborasi yang terjadi di pentas KSM.
“Lima belas tahun lalu belum seperti ini. Mudah-mudahan semakin berkembang semakin bagus,” ujar Rudi. (ceu)
Ketua DK Batam Darmin Nasution (kiri) dan Anggota Tim Teknis DK Taba Iskandar. Foto: Dok. BP
batampos.co.id – Anggota tim teknis DK, Taba Iskandar mengatakan pembenahan Batam dimulai dengan perubahan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam.
“Tarif akan disesuaikan dengan usulan dari masyarakat dan dunia usaha,” kata Taba, Sabtu (26/11/2016).
Kepastian mengenai tarif ini dibutuhkan supaya ada jaminan hukum yang pasti untuk perkembangan kondusivitas iklim investasi di Batam.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk meminta agar seluruh pengusaha dan masyarakat menjaga kondusivitas Kota Batam, sehingga iklim investasi tetap terjaga.
Nada optimis ini dilontarkan setelah adanya kepastian bahwa tarif lahan dan tarif lainnya akan direvisi pada pekan mendatang oleh Dewan Kawasan (DK).
“Hendaknya kita selalu berfikir positif dan tidak saling mencurigai. Mari semua pihak lakukan dan kerjakan apa yang bisa kita perbuat untuk kebaikan yang berdampak bagi kepentingan bersama sesuai dgn kapasitas masing-masing,” ujarnya, Sabtu (26/11/2016).
Kadin Batam sebagai mitra strategis pemerintah berkewajiban mendukung penuh program dan kebijakan pemerintah baik Pemerintah Kota (Pemko) Batam maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Kadin Batam juga bertanggugjawab untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh dunia usaha sesuai dengan amanah UU Nomor 1 Tahun 1987,” jelasnya.
Kalau ada pengusaha yang nakal, lanjutnya, Kadin Batam juga berkewajiban untuk menegur dan bahkan menindak kalau memang bersalah. “Tapi jangan digeneralisir bahwa semua pengusaha itu nakal,” ujarnya. (Leo)
batampos.co.id – Penyedia jasa sewa raket Alwi Dhani mengeluhkan tindakan Oknum Satpol PP Batam yang mengutip uang di Dataran Engkuputri Batamcenter. Oknum Satpol PP itu meminta uang Rp 150 ribu jika ingin aman menyewakan raket kepada masyarakat yang hendak berolahraga di Alun-alun setiap akhir pekan. Sedangkan hari lain dipaksa bayar Rp 30 ribu.
“Sudah beberapa kali kami kasih. Tetapi terakhir Sabtu kemarin, sekitar pukul 07.20 WIB, ia (oknum Satpol PP itu) meminta kami harus membayar Rp 150 ribu per pekan,” katanya, Sabtu (26/11) sore.
Menurutnya tidak hanya dia yang dikutip, bahkan penyedia jasa sewa raket yang lain tak lepas dari pungutan liar. Dalam kasus ini, dia menyebut nama oknum yakni Raja Ritula. Dalam aksinya, lanjut Alwi, oknum yang dimaksud tak mengutip langsung namun menyuruh anggotanya yang lain.
“Dia (Raja Ritula, red) nyuruh anak buahnya yang bernama Arifin untuk mengutip. Saat itu (mengutip, red) dia ada, tapi yang minta anak buahnya. Ini orangnya,” ucap dia sembari menunjukkan foto Raja Ritula.
“Dikasih nggak apa-apa, kalau nggak dikasih kami malah diusir,” ujar Aji penyedia jasa sewa raket lainnya.
Leman yang juga penyewa raket mengatakan, dirinya kerap dimintai sejumlah uang oleh oknum Satpol PP yang juga anggota dari Raja Ritula bernama Arifin dengan cara kasar bahkan mengancam akan menyita raket-raketnya bila permintaannya tak dipenuhi.
“Biasanya si Arifin itu yang disuruh minta, terus dia bilang kalo dia cuma bawahan jadi gak bisa membantah, dia juga bilang kalo uangnya dikumpulin dulu di pos terus atasannya yang bagi-bagi. Saya bersama penyedia jasa sewa raket lainnya berani bertemu dengan orang yang melakukan pungli tersebut dan dapat membuktikan atau menjadi saksi adanya pungutan tersebut.” kata Leman.
Saat yang sama beberapa anggota Satpol PP Batam yang juga ada di lokasi mengaku tak terlibat dalam pungutan tersebut. “Kami masuk pagi jam 07.30 WIB,” ucap salah seorang diantaranya.
Di Dataran Engkuputri memang diberlakukan dua shift. Pertama, pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dan dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. “Biasanya agak cepat kita yang pagi masuk pukul 07.30 WIB, yang lain itu (lawan shift) masuknya 19.30 WIB,” ujarnya
Dia mengungkapkan nama Raja Ritula tak ada dalam shiftnya, walau demikian dia mengaku mengenal oknum yang dimaksud yang merupakan Komandan Pleton (Danton). “Namanya senior ya kenal. Tapi yang jelas dia tidak di shift kami, Danton kami bukan dia,” ucapnya.
Dikonfirmasi, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantrimum) Satpol PP Batam Safrul mengatakan sejak awal pihaknya telah mengingatkan anak buah tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun yang berseberangan dengan aturan.
“Setiap apel, dari dulu kita sampaikan,” pungkasnya.
Sementara Raja Ritula membantah tudingan yang ditujukan padanya. “Pungutan? nggak ada itu. Jadi saya minta tolong digarisbawahi tidak ada pungutan,” katanya. (cr13)
Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemko Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Permasalahan infrastuktur Batam yang sebelumnya ditangani dua dinas, yakni Tata Kota dan Pekerjaan Umum (PU), kini dipecah menjadi tiga dinas, yakni
Bina marga dan sumber daya air,
Cipta karya dan tata ruang,
Dinas perumahan, pemukiman dan pertamanan.
Selain penambahan dinas, dari sisi anggaran, ketiga dinas ini juga ikut mengalami kenaikan.
Sebelumnya, dinas PU dan tata kota mendapat gelontoran anggaran sebesar Rp 400 miliar di APBD 2016. Namun di APBD 2017 ini, mendapat anggaran sebesar Rp 750 miliar.
“Ini anggaran secara keseluruhan. Seharusnya ada peningkatan untuk anggaran infrastruktur,” ujar anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, Jumat (25/11).
Ditanya pembagian anggaran dan apa saja kegiatan-kegiatannya, ia mengaku belum mengetahui. Pasalnya, kegiatan tersebut belum disampaikan pemko Batam pada Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA).
“Kami masih tunggu pembahasan RKA, dan disana baru tahu anggarannya,” kata Jefri.
Selain dari APBD, Jefri melihat Potensi Asli Daerah (PAD) Batam yang berada diangka Rp 1 triliun, dinilai belum mampu mengatasi permasalahan infrastruktur saat ini. Terutama masalah banjir, dimana hampir setiap kecamatan di Batam terdapat titik-titik banjirnya.
“Kalau hanya mengharapkan APBD jelas tak akan cukup,” ucapnya.
Untuk itulah, kata Jefri, pemko harus lebih aktif dan berani ke pusat untuk mengambil anggaran-anggaran yang ada di setiap kementerian terkait. Belum lagi ada dana bagi hasil dan dana tunda salur yang ada di provinsi bisa didapat jika pemerintah lebih aktif.
“Makanya pemko khususnya ketiga dinas baru ini harus aktif. Berikan bukti banjir di Batam. Minimal Rp 400 miliar lagi untuk infrastruktur kita,” terangnya,” terangnya. (rng)