Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1405

Dinkes Batam Ajak Orang Tua Sukseskan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

0
SMPN 20 Tiban saat menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menyasar seluruh siswa aktif, dimulai dari SMP Negeri 20 Batam di Tiban, Sekupang, sebagai pilot project pada tahap awal. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak orang tua berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah. Program ini menyasar seluruh pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, dengan tujuan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan dukungan orang tua sangat dibutuhkan, mulai dari mengisi formulir skrining kesehatan yang dibagikan sebelum pemeriksaan hingga menindaklanjuti hasil pengecekan yang dilakukan tenaga medis.

“Formulir ini penting untuk memetakan kondisi kesehatan anak, termasuk riwayat penyakit dan kebiasaan sehari-hari. Hasil pemeriksaan nanti akan lebih akurat jika informasi dari orang tua lengkap dan jujur,” ujarnya, Jumat (8/8).

Baca Juga: Sudah 4.113 Pelajar di Batam Jalani Cek Kesehatan Gratis

Pemeriksaan dalam program ini dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan mulut, tes hemoglobin (Hb), serta evaluasi kebersihan diri seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku. Untuk siswa PAUD dan SD, dilakukan juga skrining tumbuh kembang untuk mendeteksi keterlambatan perkembangan dan mencegah stunting.

Didi menambahkan, setiap siswa yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan langsung mendapatkan rujukan ke puskesmas terdekat.

“Misalnya anak dengan rabun jauh, indikasi buta warna, atau gangguan tumbuh kembang, akan segera kami arahkan untuk penanganan lanjutan,” katanya.

Hingga 5 Agustus 2025, Program CKG telah menjangkau 7.464 siswa, terdiri dari 388 siswa PAUD, 3.168 siswa SD, 3.068 siswa SMP, dan 840 siswa SMA. Dengan estimasi jumlah pelajar di Batam lebih dari 200 ribu anak, Dinkes Batam mengerahkan 21 puskesmas di seluruh kecamatan untuk menjangkau semua sekolah.

Didi menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga partisipasi aktif pihak sekolah dan orang tua.

“Kami berharap orang tua bisa melanjutkan edukasi kesehatan di rumah dan memantau kondisi anak setelah pemeriksaan. Ini adalah kerja sama demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Dinkes Batam Ajak Orang Tua Sukseskan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah pertama kali tampil pada Metropolis.

Kompol Satria Nanda Divonis Mati, Komisioner Kompolnas Chairul Anam: Ini Peringatan Nyata Agar Tidak Ada Kompromi dalam Kasus Narkoba

0
Kompol Satria Nanda mendengarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau, Rabu (4/6). (Laily Rahmawaty/Antara)

batampos – Alih-alih meringankan hukuman atas putusan Pengadilan Negeri Batam, Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau memperberat vonis terhadap Kompol Satria Nanda. Mantan Kasat Reserse Narkoba Polresta Barelang itu kini divonis hukuman mati oleh majelis hakim.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau pada Selasa lalu (5/8). Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ahmad Salihin tersebut, hukuman untuk Kompol Satria Nanda yang semula penjara seumur hidup diubah menjadi hukuman mati.

”Perbuatan terdakwa selaku pejabat penegak hukum sangat bertentangan dengan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga layak dijatuhi hukuman maksimal,” ucap majelis hakim sebagaimana dikutip dari pemberitaan Kaltim Post pada Jumat (8/8).

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau menjatuhkan hukuman mati untuk Kompol Satria Nanda dengan beberapa pertimbangan. Diantaranya sebagai perwira menengah dan kepala satuan, dia gagal mencegah penyalahgunaan barang bukti narkoba dan malah ikut serta dalam praktik terlarang itu.

Tidak hanya itu, Satria Nanda juga tidak melakukan tindakan tegas atas perbuatan yang dilakukan oleh 9 anak buahnya yang kini telah dipecat dan sebelumnya divonis hukuman penjara seumur hidup. Mereka malah berkomplot menyisihkan barang bukti dari pengungkapan kasus narkoba.

Atas vonis mati tersebut, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menyampaikan bahwa putusan itu menjadi penanda bahwa Polri sungguh-sungguh memberantas keterlibatan pihak internal dalam jejaring peredaran narkotika.

”Vonis itu menjadi pengingat keras bahwa aparat penegak hukum, khususnya polisi, tidak kebal hukum. Ini peringatan nyata agar tidak ada kompromi dalam kasus narkoba,” kata dia.

Meski sudah dibacakan, vonis itu belum berkekuatan hukum tetap karena masih terbuka peluang kasasi yang mungkin diajukan oleh terdakwa. Namun, Anam menyatakan bahwa fakta hukum yang terungkap dalam persidangan sudah sangat kuat dan layak menjadi dasar keluarnya putusan etik.

Anam mendorong agar Kompol Satria Nanda diberi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan oleh Polri. Dalam kasus itu, tinggal Satria Nanda yang belum diberhentikan dari institusi kepolisian. Sementara 9 polisi lain sudah dipecat. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Kompol Satria Nanda Divonis Mati, Komisioner Kompolnas Chairul Anam: Ini Peringatan Nyata Agar Tidak Ada Kompromi dalam Kasus Narkoba pertama kali tampil pada News.

Gigi Berlubang dan Anemia Dominasi Hasil Cek Kesehatan Pelajar di Tanjungpinang

0
Cek kesehatan murid
Pelajar SD di Tanjungpinang saat menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, Jumat (8/8). F. Dinkes untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 593 pelajar SD hingga SMP di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah. Hasil pemeriksaan menunjukkan penyakit yang dominan diderita siswa adalah gigi berlubang, gangguan mata, dan anemia.

Pemeriksaan yang digelar Dinas Kesehatan Tanjungpinang ini sudah berlangsung sejak Rabu (7/8) dengan target sasaran 23.481 siswa SD, 11.785 siswa SMP, dan 12.547 siswa SMA.

“Target pemeriksaan kesehatan gratis di Tanjungpinang akan selesai pada September atau Oktober 2025 mendatang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, Jumat (8/8).

Rustam menjelaskan, penyakit yang banyak ditemukan meliputi caries dentis atau gigi berlubang, gangguan mata refraksi, kebersihan telinga, serta anemia pada remaja putri. Sementara untuk penyakit diabetes, tidak ditemukan kasus.

“Sudah dilakukan pemeriksaan cek gula sebanyak 44 orang, hasilnya kadar gula dalam batas normal,” tambahnya.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan siswa, menghemat biaya pengobatan melalui pencegahan, serta mempercepat penanganan agar penyakit tidak bertambah parah.

“Melalui pemeriksaan ini, yang sakit diobati, sedangkan yang sehat diupayakan tetap sehat,” kata Rustam.

Ia pun mengajak para orang tua mendukung penuh program kesehatan sekolah demi menjaga fondasi generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Gigi Berlubang dan Anemia Dominasi Hasil Cek Kesehatan Pelajar di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Kapolsek Nongsa Stop Truk, Bendera One Piece Diturunkan, Langsung Diganti Merah Putih

0
Kapolsek Nongsa Kompol Dr. Arsyad Riyandi saat menurunkan bendera bajak laut dari serial animasi One Piece dari dump truk yang melintas di wilayah hukum Polsek Nongsa.

batampos – Sebuah dump truk pengangkut pasir yang melintas di wilayah hukum Polsek Nongsa dihentikan langsung Kapolsek Nongsa pada Jumat (8/8) siang. Bukan karena muatannya, tetapi karena sang sopir memasang bendera bajak laut dari serial animasi One Piece di bagian depan kendaraan.

Truk bernomor polisi BP 8248 EQ itu melintas dari arah Bandara Hang Nadim menuju Bundaran Kabil sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, Kapolsek Nongsa Kompol Dr. Arsyad Riyandi bersama sejumlah personel tengah melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.

“Saat mobile, kami melihat ada truk yang mengibarkan bendera selain bendera negara. Kami langsung berhentikan dan beri imbauan persuasif,” kata Kompol Arsyad kepada Batam Pos, Jumat (8/8).

Setelah diperiksa, truk tersebut dikemudikan oleh pria bernama Fadli. Kepada petugas, Fadli mengaku pemasangan bendera One Piece hanya karena iseng.

“Yang bersangkutan tidak tahu, jika pemasangan bendera one piece menimbulkan kesan kurang menghormati simbol-simbol kenegaraan, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,” tegas Arsyad.

Ia menjelaskan pihaknya tidak langsung melakukan penindakan hukum, melainkan mengedepankan pendekatan humanis. Petugas juga memberikan arahan agar sopir mengganti bendera tersebut dengan bendera Merah Putih.

“Ini bagian dari edukasi. Kami ingin membangkitkan semangat nasionalisme warga, dimulai dari hal-hal kecil seperti ini,” ujarnya.

Menurut Arsyad, bendera Merah Putih adalah simbol resmi negara yang patut dikibarkan dengan penuh hormat, terutama di bulan kemerdekaan. Ia mengimbau warga dan pengguna jalan agar lebih bijak dalam menampilkan simbol pada kendaraan masing-masing.

Tak lama setelah diberikan pengertian, sopir truk menerima imbauan tersebut dan langsung melepas bendera One Piece, kemudian menggantinya dengan bendera Merah Putih.

“Tidak ada sanksi. Kami hanya ingin menumbuhkan kesadaran. Alhamdulillah, pengemudi juga kooperatif,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kapolsek Nongsa Stop Truk, Bendera One Piece Diturunkan, Langsung Diganti Merah Putih pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Meluber ke Jalan, Bau Menyengat Kepung Warga, Pemerintah Diminta Bertindak

0
Sampah meluber ke jalan di Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penumpukan sampah kembali menjadi pemandangan memprihatinkan di wilayah Batuaji dan Sagulung, Jumat (8/8). Di sejumlah titik, sampah yang menumpuk di depan rumah warga maupun tempat usaha sudah meluber keluar dari tong sampah, hingga berserakan di pinggir jalan.

Kondisi ini membuat ruas-ruas jalan utama di kedua kecamatan tersebut dipenuhi tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap. Warga khawatir situasi ini akan berdampak pada kesehatan, terutama di tengah cuaca panas dan lembap.

“Sudah beberapa hari sampah tidak diangkut, akhirnya meluber ke luar tong. Di pinggir jalan jadi seperti tempat pembuangan sementara,” keluh Aldi, warga Sagulung. Ia menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, masalah kebersihan akan semakin sulit dikendalikan.

Baca Juga: Sampah Menumpuk di Akses Barelang, Bau Menyengat dan Estetika Kota Tercoreng

Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang sudah lama menjadi keluhan. Menurut mereka, solusi jangka panjang harus segera dijalankan, mulai dari penambahan armada hingga pengaturan ulang jadwal pengangkutan sampah.

Di Batuaji, pemandangan serupa juga terlihat di depan pertokoan dan kawasan permukiman padat penduduk. Sampah rumah tangga, sisa makanan, hingga limbah kemasan plastik tampak berserakan, bahkan ada yang sampai ke badan jalan.

Aroma menyengat dari tumpukan sampah itu membuat warga dan pelintas merasa tidak nyaman. Tak sedikit pula yang mengaku khawatir masalah ini akan memicu munculnya penyakit, terutama diare dan demam berdarah.

Hingga kini, di wilayah Batuaji dan Sagulung, masalah pengangkutan sampah belum juga teratasi. Beberapa warga menilai penanganan masih bersifat tambal sulam dan belum menyentuh akar persoalan.

Pemerintah kecamatan sebelumnya mengakui kendala keterbatasan armada pengangkut sebagai penyebab sampah tidak terangkut secara merata. Namun, warga berharap keterbatasan itu tidak menjadi alasan berlarut-larut.

“Kalau terus seperti ini, nanti masyarakat terbiasa buang sembarangan. Harus ada tindakan tegas dan solusi cepat,” kata Ardian, warga lainnya.

Warga kini menunggu komitmen nyata dari pemerintah Kota Batam untuk mengatasi masalah sampah di Batuaji dan Sagulung, agar lingkungan kembali bersih dan nyaman bagi semua. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah Meluber ke Jalan, Bau Menyengat Kepung Warga, Pemerintah Diminta Bertindak pertama kali tampil pada Metropolis.

5.000 Nelayan Batam Terlindungi Asuransi, BBM Bersubsidi Dijamin Tepat Sasaran

0
Ilustrasi. Nelayan menarik perahunya usai pulang melaut di belakang Restoran Sri Rejeki, Batubesar, Nongsa. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Dinas Perikanan Kota Batam memastikan proses pemberian rekomendasi pembelian BBM untuk kapal nelayan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kebijakan ini untuk menjamin distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan, kapal dengan ukuran 0-5 GT mendapatkan layanan rekomendasi BBM melalui UPT Perikanan Batam. Sementara itu, untuk kapal berkapasitas 5-30 GT menjadi kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri.

“Setiap hari kami membuka layanan rekomendasi BBM untuk nelayan di kantor UPT Perikanan. Tentunya harus sesuai persyaratan, salah satunya harus memiliki Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP) yang diterbitkan oleh dinas provinsi,” katanya, Jumat (8/8).

Berdasarkan TDKP tersebut, Dinas Perikanan akan menghitung kebutuhan BBM harian dan bulanan nelayan sebelum menerbitkan surat rekomendasi. Surat itu kemudian disampaikan kepada BPH Migas serta instansi terkait sebagai dasar pengambilan BBM di SPBU-SPBU yang telah ditunjuk.

Pihaknya siap menindaklanjuti jika ditemukan adanya penyalahgunaan distribusi BBM, termasuk penggunaan jeriken tanpa rekomendasi resmi. Penyaluran BBM bersubsidi, menurutnya, tidak boleh melenceng dari tujuan awal yaitu membantu nelayan kecil.

“Jenis rekomendasi juga beragam, tidak hanya dari Dinas Perikanan. Ada juga rekomendasi dari Dinas Perhubungan untuk motor sangkut, dan dari Dinas Ketahanan Pangan untuk petani yang menggunakan pompa air,” ujarnya.

Selain memberikan rekomendasi BBM, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga memberikan perlindungan asuransi kecelakaan kerja bagi nelayan. Pada tahun ini, sebanyak 5.000 nelayan telah tercatat sebagai penerima asuransi tersebut, meningkat dari 3.400 orang pada tahun sebelumnya.

“Asuransi ini penting karena profesi nelayan termasuk kategori berisiko tinggi. Asuransi dikelola BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh preminya ditanggung oleh Pemerintah Kota Batam,” kata Yudi.

Ia menyebut, biaya premi sebesar Rp16 ribu per bulan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Hingga kini, sudah ada beberapa nelayan yang mendapatkan klaim asuransi akibat kecelakaan saat melaut atau karena sakit yang berkaitan dengan aktivitas melaut.

Untuk nelayan yang belum terdaftar sebagai penerima asuransi, proses pendaftaran sangat mudah. Nelayan hanya perlu menyiapkan KTP Batam dan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Pendaftaran bisa dilakukan melalui penyuluh perikanan yang tersebar di setiap kelurahan, khususnya di wilayah hinterland. Kami terus mengupayakan agar seluruh nelayan di Batam mendapatkan haknya secara adil,” katanya.

Ia pun mengimbau nelayan yang belum terdata untuk segera mendaftarkan diri. “Silakan hubungi penyuluh atau kantor lurah. Kami ingin memastikan seluruh nelayan mendapatkan perlindungan dan haknya terpenuhi, termasuk asuransi dan rekomendasi BBM,” tambah Yudi. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel 5.000 Nelayan Batam Terlindungi Asuransi, BBM Bersubsidi Dijamin Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Penumpang Laut Batam Melejit, Domestik Naik 27 Persen, Internasional 35 Persen

0
Ilustrasi. Wisman asal Singapura dan Malaysia memadati Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pergerakan penumpang di Kota Batam selama Juni 2025 menunjukkan tren meningkat, terutama pada moda transportasi laut. Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat, sebagian besar indikator penumpang, baik domestik maupun internasional, mengalami kenaikan signifikan, meskipun ada penurunan pada beberapa segmen angkutan udara.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan kenaikan jumlah penumpang ini mengindikasikan Batam tetap menjadi salah satu pusat mobilitas utama di wilayah Kepulauan Riau.

“Secara umum, baik angkutan udara maupun laut menunjukkan tren positif pada Juni 2025, terutama dari sisi angkutan laut yang meningkat di semua kategori,” ujarnya, Jumat (8/8).

Pada sektor angkutan udara domestik, jumlah penumpang yang datang ke Batam pada Juni 2025 tercatat 162.457 orang. Angka ini naik 9,96 persen dibandingkan Mei 2025, namun jika dibandingkan Juni 2024 justru turun 3,23 persen dari 167.873 penumpang.

Jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Hang Nadim mencapai 161.254 orang, melonjak 23,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 130.383 orang.

Sebaliknya, penumpang angkutan udara internasional mengalami pergerakan yang berlawanan. Keberangkatan internasional turun tajam 79,31 persen menjadi hanya 3.027 orang dibandingkan Mei 2025. Namun, kedatangan internasional justru meningkat drastis, naik 265,26 persen dari 2.749 orang menjadi 10.041 orang.

“Jadi secara total, penumpang udara domestik naik, tapi penumpang udara internasional hanya naik pada kedatangan, sedangkan keberangkatannya turun cukup signifikan,” jelas Eko.

Berbeda dengan moda udara, angkutan laut mengalami kenaikan di semua lini. Kedatangan penumpang domestik di seluruh pelabuhan Batam pada Juni 2025 tercatat 179.674 orang, naik 19,71 persen dibandingkan Mei 2025 yang berjumlah 150.096 orang. Dibandingkan Juni 2024, kenaikannya mencapai 4,79 persen.

Keberangkatan penumpang laut domestik juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 27,65 persen menjadi 186.519 orang dibandingkan Mei 2025. Jika dibandingkan Juni 2024, jumlah ini naik 6,74 persen.

Pada jalur internasional, kedatangan penumpang laut mencapai 253.815 orang, naik 16,09 persen dibandingkan Mei 2025 dan 15,87 persen dibandingkan Juni 2024. Sementara itu, keberangkatan internasional melonjak 35,32 persen menjadi 279.148 orang dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 20,33 persen dari 231.986 orang pada Juni 2024.

“Moda laut ini mencatat pertumbuhan paling konsisten. Baik domestik maupun internasional, semuanya naik jika dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu,” kata Eko.

Dengan tren ini, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai gerbang utama lalu lintas penumpang di Provinsi Kepri, baik melalui jalur udara maupun laut. Meskipun ada penurunan di segmen tertentu, khususnya keberangkatan internasional via udara, mobilitas masyarakat secara umum pada Juni 2025 mengalami peningkatan signifikan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penumpang Laut Batam Melejit, Domestik Naik 27 Persen, Internasional 35 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Kecelakaan Kerja Lagi, Pekerja Galangan Kapal Tewas Tersengat Listrik

0
Korban kecelakaan kerja saat di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.

batampos – Belum usai kasus kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard yang menewaskan lima pekerja beberapa waktu lalu, insiden serupa kembali terjadi di industri galangan kapal Batam. Kali ini, seorang pekerja subkontraktor tewas diduga akibat tersengat listrik saat mengerjakan perbaikan kapal di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8) sore.

Korban diketahui bernama M Raudhul Ma’ari, kelahiran Pariaman tahun 2004. Ia bekerja di bawah perusahaan subcon PT Sinar Lautan Agung yang mengerjakan proyek perbaikan kapal jenis semen bar di lokasi tersebut. Kejadian naas itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB, saat korban tengah melakukan penghalusan bagian dalam tangki kapal menggunakan mesin gerinda.

Dua orang saksi yang berada di lokasi menjelaskan, korban bekerja sendirian di dalam tangki kapal. Saksi pertama yang bekerja di ruangan lain bermaksud meminjam isolasi kepada korban. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, korban tidak memberikan jawaban.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Kapal di PT ASL, Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka

Merasa curiga, saksi kemudian mengintip ke dalam tangki dan mendapati korban terbaring dengan mesin gerinda di atas tubuhnya. Korban terlihat sudah tidak bergerak. Saksi pertama lalu memanggil saksi kedua, dan bersama-sama mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak manajemen perusahaan dan kepolisian.

Diduga, korban mengalami sengatan listrik saat bekerja di dalam tangki kapal. Tim evakuasi membawa korban ke RSUD Embung Fatimah. Namun, petugas medis memastikan korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Jenazah kemudian ditempatkan di kamar jenazah untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung merespons laporan yang masuk dan melakukan penanganan awal di lokasi. “Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polresta Barelang. Kami hanya menindaklanjuti saat laporan awal masuk, selanjutnya penanganan dilakukan oleh Polres,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk memeriksa kelayakan peralatan kerja dan penerapan prosedur keselamatan kerja di lapangan. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pihak perusahaan juga masih dilakukan.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di industri galangan kapal Batam. Pihak pekerja berharap perusahaan lebih memperketat pengawasan serta penerapan standar keselamatan kerja untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kecelakaan Kerja Lagi, Pekerja Galangan Kapal Tewas Tersengat Listrik pertama kali tampil pada Metropolis.

‘Bukan Konser Biasa’, Langkah Awal Music School Angkat Isu Kesehatan Mental Anak Muda

0
TBukan Konser Biasa
Langkah Awal Music School kembali menggelar ‘Bukan Konser Biasa’ mengangkat isu kesehatan mental anak muda. F. Juliana Belence/Batam Pos.

batampos – Langkah Awal Music School kembali menggelar pertunjukan bertajuk Bukan Konser Biasa pada 24 Agustus 2025 mendatang di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel, Batam.

Tidak hanya menampilkan musik, acara ini menjadi panggung ekspresi sekaligus edukasi tentang kesehatan mental dan problematika remaja di era digital.

Didirikan pada awal 2023, Langkah Awal Music School menawarkan pendekatan pembelajaran musik yang berbeda. Sekolah ini fokus menggali potensi murid melalui pengalaman bermusik otentik, termasuk pertunjukan rutin dan ujian sertifikasi musik bertaraf internasional.

Pada Bukan Konser Biasa, cerita personal para murid akan dikemas dalam pertunjukan teatrikal-musikal. Lebih dari 150 penampil terlibat, mulai dari murid vokal, penari, hingga paduan suara.

“Tema utamanya tentang kesehatan mental dan tantangan yang dihadapi remaja saat ini, seperti hilangnya semangat nasionalisme, kurangnya visi masa depan, dan isu perundungan,” ujar Oliver, pengajar Langkah Awal Music School, Kamis (7/8).

Semua aspek kreatif, mulai dari aransemen musik, koreografi, kostum, hingga visual panggung, diproduksi secara mandiri oleh tim Langkah Awal.

Bukan Konser Biasa
‘Bukan Konser Biasa’ kembali digelar di Pacific Palace Hotel Batam pada 24 Agustus mendatang. F. Juliana Belence/Batam Pos

Konser ini juga akan menghadirkan penyanyi muda IDGITAF, yang dikenal dengan karya-karya bernuansa relevan dengan kegelisahan generasi muda.

“Harapan kami, penonton dan murid-murid bisa lebih memahami bagaimana merespons situasi dengan bijak, serta melihat sisi positif dari setiap peristiwa,” kata Oliver.

Lewat Bukan Konser Biasa, Langkah Awal Music School ingin membuktikan bahwa pendidikan musik dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial yang kuat. Mereka berharap konser ini menjadi awal dari pertunjukan yang lebih besar dan berdampak di masa depan. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel ‘Bukan Konser Biasa’, Langkah Awal Music School Angkat Isu Kesehatan Mental Anak Muda pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Daging Sapi Beku Mulai Turun, Sayur dan Cabai Belum Ikut Turun

0
Pedagang merapikan daging sapi beku di lapaknya, Kamis (17/7). Foto. Cecep Mulyana/Batan Pos

batampos – Harga daging sapi beku di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Sekupang, Batam, mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Meski begitu, harganya masih berada di atas harga normal sehingga beban belanja rumah tangga belum sepenuhnya berkurang.

Di Pasar Victoria, Sekupang, seorang pedagang mengatakan harga daging beku saat ini berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Angka ini turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp130 ribu per kilogram. Namun, harga tersebut masih jauh di atas harga normal yang berkisar Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

“Daging stoknya sudah normal, tapi pajaknya naik. Jadi harga tetap menyesuaikan dengan daerah distributor,” ujar Andi, pedagang daging di pasar tersebut, Jumat (8/8).

Menurutnya, penurunan harga kali ini dipengaruhi oleh mulai lancarnya pasokan dari distributor utama. Sebelumnya, harga tinggi terjadi karena stok di tingkat pemasok terbatas, ditambah adanya kenaikan beban pajak dan ongkos kirim yang memaksa pedagang menyesuaikan harga jual ke konsumen.

Sementara itu, harga beberapa komoditas sayuran dan bumbu dapur justru sedikit mengalami kenaikan. Di Pasar Victoria, harga cabai merah mencapai Rp14 ribu per seperempat kilogram atau setara Rp56 ribu per kilogram. Padahal, pada kondisi normal, cabai merah dijual di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per seperempat kilogram.

“Kemarin sempat naik terus karena pasokan dari daerah pengirim terganggu. Sekarang stok sudah ada, tapi harganya belum turun banyak,” kata Yuni, seorang pedagang cabai.

Di Pasar Sungai Harapan, Sekupang, harga sayuran hijau seperti bayam juga ikut terdongkrak. Salah satu pedagang menyebut bayam kini dijual Rp12 ribu per kilogram, lebih mahal dari harga normal yang biasanya di bawah Rp10 ribu per kilogram.

“Pemasok bilang ongkos kirim naik, apalagi sayur ini cepat layu, jadi kalau terlambat kirim bisa rugi,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan menunjukkan, meskipun harga daging beku mulai mengalami penurunan, beberapa kebutuhan pokok lain masih berada di atas harga rata-rata. Para pedagang berharap pasokan dari daerah pengirim dapat terus stabil sehingga harga berangsur normal.

“Kalau pasokan lancar, harga bisa turun. Tapi kalau ada gangguan cuaca atau ongkos kirim naik lagi, ya kita susah juga,” sebut Iwan, pedagang di Pasar Sungai Harapan.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat di Sekupang memilih berbelanja lebih selektif, mengutamakan kebutuhan yang mendesak, dan mencari pasar dengan harga lebih murah. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Harga Daging Sapi Beku Mulai Turun, Sayur dan Cabai Belum Ikut Turun pertama kali tampil pada Metropolis.