Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1406

Mohamed Salah Sindir UEFA Tak Sebut Penyebab Kematian Suleiman al-Obeid

0
Mohamed Salag
Mohamed Salah saat membela Liverpool, mengkritik UEFA terkait tribute untuk legenda Palestina Suleiman al-Obeid. (Dok. BBC)

batampos – Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, melontarkan kritik tajam kepada UEFA terkait unggahan penghormatan untuk legenda sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang tidak menyebutkan penyebab kematian sang pemain.

Al-Obeid, 41 tahun, dijuluki “Pele Palestina” oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) berkat torehan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya, termasuk dua gol dari 24 laga internasional.

Menurut PFA, ia tewas pada Rabu (6/8) akibat serangan udara Israel saat menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza bagian selatan.

UEFA lewat akun X pada Jumat mengunggah pesan perpisahan untuk al-Obeid. “Selamat jalan Suleiman al-Obeid, ‘Pele Palestina’. Bakat yang memberi harapan kepada banyak anak, bahkan di masa tergelap sekalipun,” tulis UEFA.

Unggahan itu langsung direspons Salah sehari kemudian. “Bisa jelaskan bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?” tulisnya menyindir. Hingga Minggu (10/8), UEFA belum memberikan komentar terkait kritik tersebut.

PFA kemudian merilis pernyataan di Facebook yang mengutip Presiden UEFA Aleksander Ceferin, menyebut al-Obeid sebagai sosok yang memberi harapan kepada anak-anak Gaza. Namun, pernyataan itu tetap tak menyinggung penyebab kematiannya.

Sejak perang Israel–Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, PFA mencatat setidaknya 325 pemain, pelatih, wasit, dan pengurus sepak bola Palestina tewas. Konflik bermula dari serangan lintas batas Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera lebih dari 250 lainnya.

Salah, yang dikenal vokal soal isu kemanusiaan, sebelumnya juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera diizinkan masuk ke Gaza dan mendesak para pemimpin dunia menghentikan pertumpahan darah terhadap warga sipil. (*)

 

Artikel Mohamed Salah Sindir UEFA Tak Sebut Penyebab Kematian Suleiman al-Obeid pertama kali tampil pada Olahraga.

Meriahkan HUT ke 80 RI, PINTI Mengadakan Lomba Pentas Seni dan Sastra

0
Lomba menggambar tingkat TK dan SD se Batam yang digelar PINTI untuk menyambut HUT ke 80 RI di Mega Mall, Sabtu (9/8/2025). f, Juliana Belence

batampos – Menjelang Hari Ulang Tahun ke 80 Republik Indonesia, masyarakat Indonesia mempersiapkan berbagai acara untuk memperingati sekaligus meriahkan hari bersejarah tersebut.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) dengan mengadakan lomba pentas seni tingkat pelajar TK dan SD Kota Batam. Acara ini digelar di atrium barat, Mega Mall, Batam Center, Sabtu (9/8/2025).

Lomba pentas seni pelajar TK dan SD se Kota Batam ini terdiri dari lomba menggambar, mewarnai, menyanyi, pantun, dan fashion show. Tidak hanya lomba saja, ada penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menunjukkan bakat mereka.

BACA JUGA: PINTI Batam Ikuti Parade Budaya dan Pawai Pembangunan Kota Batam 

“Tujuan acara lomba ini semoga anak – anak lebih berpotensi menemukan karakter mereka dan mengingat kemerdekaan Indonesia,” kata Bu Nurni, Ketua Panitia acara lomba PINTI pada Sabtu (9/8/2025) di Mega Mall Batam Center.

PINTI mempersiapkan acara lomba ini selama dua atau tiga bulan. Acara lomba pentas seni sangat meriah diikuti oleh anak – anak yang ingin menunjukkan bakat mereka.

PINTI memiliki harapan dengan acara lomba pentas seni adalah memajukan anak – anak agar bisa melihat kebutuhan mereka di sekolah agar lebih bagus. Generasi muda saat ini harus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia.

“Kita berusaha untuk memajukan terus acara ini. Kita akan menambah wawasan, seperti input dari sekolah – sekolah. Kita akan berusaha menambah lomba – lomba di kelas lebih tinggi, seperti SMP dan SMA,” ujar Nurni, Ketua Panitia acara lomba PINTI.

PINTI memiliki tujuan bersama dengan para ibu – ibu PINTI lain agar acara ini bisa terus berkembang setiap tahun. Dengan acara lomba pentas seni yang PINTI adakan tentunya mengajak masyarakat maupun generasi muda agar lebih mencintai negara dan mengasah bakat dengan mengharumkan nama Indonesia. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Meriahkan HUT ke 80 RI, PINTI Mengadakan Lomba Pentas Seni dan Sastra pertama kali tampil pada Metropolis.

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Tinjau Kesiapan Layanan dan Operasional Energi di Sumatera Bagian Utara

0

batampos-Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sudung Situmorang bersama Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa melakukan kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) ke wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada 7–8 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan meninjau langsung kesiapan infrastruktur energi, tata kelola operasional, dan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Kunjungan dilakukan di beberapa titik penting yaitu Terminal LPG Pangkalan Susu serta SPBU Nelayan dan Terminal BBM Medan Group yang menjadi tulang punggung distribusi energi di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sudung Situmorang, menyampaikan bahwa MWT ini merupakan bagian dari tanggung jawab Dewan Komisaris dalam memastikan bahwa seluruh proses bisnis perusahaan berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan standar operasional yang tinggi.

BACA JUGA: PT Pertamina Hulu Energi Capai Produksi Migas Lebih dari 1 Juta Barell per Hari

“Kami mengapresiasi Perwira Pertamina Patra Niaga di wilayah Sumbagut yang tetap sigap dan profesional menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Pengawasan langsung seperti ini penting untuk menjamin bahwa tata kelola operasional, keselamatan kerja, dan pelayanan pelanggan terus ditingkatkan,” ujar Sudung.

Selama kunjungan, Dewan Komisaris tidak hanya mendengarkan paparan manajemen, tetapi juga secara langsung menyapa Awak Mobil Tangki (AMT) dan operator SPBU Nelayan serta membagikan bingkisan simbolis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, dalam paparannya menjelaskan bahwa Regional Sumbagut bertanggung jawab atas distribusi energi di lima provinsi—Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau—melalui 842 SPBU Reguler, 1.089 Pertashop, 791 Agen LPG PSO, 38.489 pangkalan LPG, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

“Dengan cakupan wilayah yang luas dan tantangan geografis yang tinggi, kami memastikan distribusi energi tetap andal dan aman. Saat ini rata-rata coverage days untuk BBM dan LPG dalam kondisi aman. Di sisi lain, realisasi penjualan produk-produk utama seperti Pertalite dan Biosolar terus dikelola agar sesuai kuota,” jelas Sunardi.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi Regional Sumbagut terhadap target nasional sangat signifikan, termasuk pertumbuhan positif di sektor Avtur dan LPG non subsidi (NPSO), serta upaya efisiensi distribusi dengan memanfaatkan enam jenis pola supply (Channel of Distribution/COD).

Kunjungan ini juga diisi dengan diskusi strategis antara Dewan Komisaris dan Manajemen Regional terkait penguatan sistem distribusi, efisiensi operasional, pengawasan HSSE, dan respons terhadap tantangan demand pasca pandemi.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus menjaga keandalan energi nasional melalui proses bisnis yang terintegrasi, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi seluruh elemen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Tinjau Kesiapan Layanan dan Operasional Energi di Sumatera Bagian Utara pertama kali tampil pada News.

Mantan PJ Bupati Anambas Dua Periode, Eko Sumbaryadi Wafat, Warga Usulkan Nama Jalan untuk Kenang Jasa

0
Mantan Pj Bupati Anambas, Eko Sumbaryadi semasa hidup. f,humas Pemkab Anambas

batampos– Mantan Pejabat (PJ) Bupati Anambas dua periode, Eko Sumbaryadi, meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang, Sabtu (9/8) pukul 08.10 WIB.

Pria kelahiran Padang, 17 November 1963 ini dikenal sebagai pemimpin sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Kabar kepergiannya membuat warga Anambas histeris dan larut dalam kesedihan.

BACA JUGA: KH Ambok Salima, Tokoh Masyarakat Kundur Diabadikan Nama Jalan di Tanjungbatu

Eko pertama kali menjabat sebagai PJ Bupati Anambas pada 2015, dilantik langsung oleh Gubernur Kepri saat itu, almarhum Muhammad Sani atau yang akrab disapa Ayah Sani.

Kemudian, pada 2020, ia kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama dan dilantik oleh Gubernur Kepri kala itu, Isdianto, yang merupakan adik kandung Ayah Sani.

Selama menjabat, Eko dinilai sukses mengamankan daerah dari potensi konflik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik tahun 2015 maupun 2020.

Selain itu, ia juga pernah memegang sejumlah posisi strategis di Pemprov Kepri, di antaranya sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri.

Kepergian Eko meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Anambas. Warga bahkan mengusulkan agar salah satu nama jalan di Anambas diabadikan menjadi Jalan Eko Sumbaryadi sebagai bentuk penghormatan.

“Saya tahu perjuangan Pak Eko dalam memimpin Anambas. Sudah layak nama beliau kita abadikan menjadi nama jalan atau nama bangunan atau gedung,” kata Helmi Hasan, warga Anambas.

Bupati Anambas, Aneng, juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Eko Sumbaryadi. Menurutnya, almarhum adalah birokrat yang tulus mengabdi untuk masyarakat.

Terkait usulan penamaan jalan, Aneng mengaku akan membahasnya lebih lanjut bersama DPRD Anambas. “Nama Eko layak diabadikan menjadi nama jalan atau bangunan,” ujarnya.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tanjungpinang. Ucapan duka cita terus mengalir dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga yang pernah merasakan langsung sentuhan kepemimpinannya. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Mantan PJ Bupati Anambas Dua Periode, Eko Sumbaryadi Wafat, Warga Usulkan Nama Jalan untuk Kenang Jasa pertama kali tampil pada Kepri.

WITT Kepri Gaungkan Perempuan Sehat Mandiri dan Cerdas

0
Wanita Indonesia Tanpa Tembakau foto bersama di sela sela seminar

batampos– Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Kepri menggelar seminar bertajuk Perempuan Cerdas, Sehat, Mandiri, dan Berkepribadian di Hotel Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Jumat (8/8).

Kegiatan itu digelar dalam rangka peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan RI, yang juga menjadi program kerja WITT Kepri.

Acara menghadirkan pendiri WITT Indonesia, Dr Cri Puspa Dewi Motik, tokoh perempuan nasional yang telah meraih banyak penghargaan dan memiliki kiprah panjang di berbagai bidang. Selain itu, turut hadir dr. Bianca Fransnadia dari Prodia dan Putri Indonesia 2025 perwakilan Kepri, Fidya Adystiara.

BACA JUGA: Seminar Hukum AFHS LawFirm Bahas Arbitrase dan Ketenagakerjaan Solusi Praktis Hadapi Ketidakpastian Global

Sebanyak 100 peserta mengikuti seminar ini, terdiri dari perwakilan organisasi perempuan seperti BKOW, PKK, Pikori, IWAPI, akademisi, pengusaha, anggota DPRD, hingga mahasiswa. Ketua PKK Kota Batam sekaligus Ketua Pikori Batam, Erlita, turut membuka acara.

Ketua WITT Kepri, Dewi Triyanawati mengatakan seminar ini bertujuan memberi wawasan kepada perempuan tentang bagaimana menjadi cerdas dalam berpikir dan bertindak di era globalisasi, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta membangun kemandirian dan kepribadian yang kuat.

“Harapannya, perempuan Indonesia, khususnya di Kepri, semakin sehat, cerdas, dan berkepribadian. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi perempuan,” ujarnya.

Menurut dia, seminar itu merupakan bagian dari program kerja WITT Kepri semester II tahun 2025. Sebelumnya, pada semester I, WITT Kepri telah menggelar berbagai seminar kesehatan seperti “Toxic Parenting: Apa & Bagaimana Bahayanya” dan “Hidup Keren Tanpa Tembakau” bekerja sama dengan RS Awal Bros. Ke depan, WITT Kepri berencana berkolaborasi dengan BNN untuk mengadakan penyuluhan bahaya rokok dan narkoba.

“WITT Kepri akan terus konsisten mengkampanyekan hidup sehat bebas tembakau, demi kemajuan perempuan, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel WITT Kepri Gaungkan Perempuan Sehat Mandiri dan Cerdas pertama kali tampil pada Metropolis.

Penumpang Kapal Marine Hawk Bantah Tudingan, Sebut Dirinya Dirugikan

0
f.ilustrasi

batampos– Seorang penumpang kapal MV Marine Hawk III, Karina Rasmita Sembiring, membantah tudingan kehilangan barang yang diarahkan padanya dan merasa dirugikan atas pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang.

Karina menyatakan, apa yang diberitakan tidak sesuai dengan fakta lapangan dan bahkan mengaburkan kronologi yang sebenarnya terjadi.

Menurut Karina, barang yang disebut-sebut hilang berupa paper bag bermerek Converse kemungkinan besar tertinggal di dalam kapal.

BACA JUGA: Digitalisasi Tiket Roro Dikeluhkan Penumpang Tradisional

Karina merasa namanya dicemarkan melalui pemberitaan yang menyudutkan dirinya, bahkan disertai rencana somasi oleh agen kapal, PT Prima Tan Bahari. Padahal menurutnya, ia hanya meminta pertanggungjawaban secara baik-baik atas peristiwa tersebut dan tak pernah berniat merugikan pihak manapun.

“Saya hanya meminta keadilan. Saya dirugikan atas ini,” katanya, Jumat (8/8).

Karina menilai, pihak agen kapal terlalu cepat menyimpulkan dan mengabaikan haknya sebagai penumpang.

“Saya dirugikan secara materil dan psikologis. Yang saya inginkan hanya kejelasan. Tapi justru saya yang dilabeli menyebar hoaks, tanpa diberi ruang klarifikasi yang layak,” kata dia.

Ia berharap polemik ini bisa dibuka secara transparan dan adil, agar tidak ada pihak yang merasa ditekan oleh opini publik tanpa dasar yang kuat. (*)

Reporter: Arjuna

Catatan: artikel ini merupakan hak koreksi yang diberikan redaksi batampos.co.id kepada Karina, atas berita yang terbit beberapa waktu lalu di link: https://metro.batampos.co.id/tudingan-barang-hilang-di-kapal-marine-hawk-dibantah-agen-siapkan-somasi/ 

Artikel Penumpang Kapal Marine Hawk Bantah Tudingan, Sebut Dirinya Dirugikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang 17 Agustus, Semarak Merah Putih di Pemukiman Batuaji dan Sagulung Masih Sepi

0
Bendera dan aksesoris merah putih mulai ramai dijajakan di pinggir jalan Batuaji dan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, suasana semarak merah putih di pemukiman warga Batuaji dan Sagulung masih belum terasa. Pantauan di lapangan menunjukkan, baru satu dua rumah yang memasang bendera merah putih, sementara aksesoris perayaan juga nyaris tak terlihat di sebagian besar lingkungan.

Kondisi ini kontras dengan pemandangan di pinggiran jalan utama, di mana semarak bendera dan hiasan merah putih cukup mencolok. Deretan pedagang musiman menjajakan bendera berbagai ukuran dan ornamen kemerdekaan lainnya. Namun, para pedagang mengaku penjualan tahun ini cenderung sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Paling satu atau dua bendera yang dibeli, itu pun yang kecil. Sepertinya hanya untuk formalitas saja. Biasanya di awal Agustus sudah ramai, tapi tahun ini agak beda, seperti kurang peminat,” ujar salah satu pedagang bendera di kawasan Batuaji, Sabtu (9/8).

Fenomena ini terjadi di tengah maraknya pemasangan bendera bermotif One Piece yang sempat viral di media sosial. Meski demikian, di pemukiman, warna merah putih asli justru belum banyak berkibar. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait menurunnya antusiasme warga untuk memeriahkan momen kemerdekaan.

Beberapa warga yang ditemui mengaku alasan mereka bukan karena kurangnya rasa cinta terhadap tanah air. Menurut mereka, faktor kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan menjadi salah satu penyebab rendahnya semangat untuk ikut memeriahkan perayaan.

“Saya tetap cinta Indonesia, tapi kalau bicara antusias, jujur saja berkurang. Banyak kebijakan yang menurut saya terlalu membebani rakyat. Mulai dari kesempatan kerja yang sempit, sampai urusan pajak. Pemerintah harus lebih peduli soal kesejahteraan rakyatnya,” kata Arman, warga Sagulung.

Warga lainnya juga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak hanya mengimbau soal pemasangan bendera, tetapi juga memberikan bukti nyata perhatian pada kebutuhan masyarakat. Menurut mereka, perayaan kemerdekaan akan lebih bermakna jika rakyat benar-benar merasakan kesejahteraan yang dijanjikan.

Sementara itu, beberapa pedagang menilai menurunnya minat beli bendera dan aksesoris kemerdekaan berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. “Banyak yang bilang uangnya pas-pasan. Jadi ya beli bendera ukuran kecil saja, asal ada,” kata seorang pedagang di kawasan Sagulung.

Meski demikian, di ruas-ruas jalan besar, warna merah putih tetap mendominasi berkat para pedagang yang menjajakan dagangan mereka. Namun, semarak tersebut belum merembet ke dalam pemukiman yang hingga kini masih terlihat sepi dari hiasan kemerdekaan.

Dengan waktu yang tersisa hingga puncak peringatan 17 Agustus, diharapkan partisipasi masyarakat bisa meningkat. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak hanya mendorong aspek simbolik, tetapi juga membangun antusiasme warga melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jelang 17 Agustus, Semarak Merah Putih di Pemukiman Batuaji dan Sagulung Masih Sepi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelantikan Gema Sadhana Kepri Diwarnai Aksi Nyata, Dua Kapal Diserahkan untuk Nelayan

0
Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029.

batampos – Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029 diwarnai aksi sosial nyata. Dalam acara yang digelar di Grand Ballroom Hotel Pacific Batam, Jumat (8/8), organisasi ini menyerahkan bantuan dua unit kapal berbahan aluminium untuk nelayan setempat.

Ketua DPD Gema Sadhana Kepri, Liong Tak Seng, mengatakan kapal ini merupakan karya kader Gema Sadhana sendiri dan diberikan untuk membantu nelayan melaut dengan lebih aman. “Bantuan ini berasal dari dukungan para donatur, anggota, dan kerabat sebagai wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Menurut Liong, nelayan penerima bantuan akan terbantu dalam meningkatkan hasil tangkapan karena kapal yang diberikan dirancang lebih tahan lama dan aman dioperasikan. Ia berharap, langkah ini menjadi awal dari program berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat pesisir.

Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai bantuan kapal ini bukan hanya bentuk dukungan ekonomi, tetapi juga wujud kepedulian nyata organisasi terhadap kesejahteraan warga. “Semangat luar biasa dari Gema Sadhana akan terus berkontribusi untuk bangsa, termasuk melalui kegiatan sosial seperti penyerahan kapal ini,” tegasnya.

Ketua Umum Gema Sadhana, Dr. As Kobalen, menambahkan bahwa kegiatan sosial menjadi salah satu pilar utama organisasi yang selama 15 tahun hadir memperjuangkan hak-hak umat lintas agama. “Kepri harus menjadi rumah toleransi terbaik di Indonesia, dan bantuan seperti ini bagian dari langkah nyata menuju tujuan tersebut,” katanya.

Wakil Gubernur Kepri sekaligus Pembina Gema Sadhana, Nyanyang Haris Pratamura, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan komitmen membangun kolaborasi inklusif. “Kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan keagamaan harus berjalan seiring, seperti halnya bantuan kapal ini yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Acara pelantikan yang turut dihadiri Forkopimda Kepri dan tokoh lintas agama ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya dari berbagai etnis, menegaskan semangat keberagaman yang menjadi fondasi gerakan Gema Sadhana di Kepri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelantikan Gema Sadhana Kepri Diwarnai Aksi Nyata, Dua Kapal Diserahkan untuk Nelayan pertama kali tampil pada Metropolis.

Nyawa Pekerja Melayang, Penerapan K3 di Galangan Kapal Batam Dipertanyakan

0
Korban kecelakaan kerja saat di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.

batampos – Kecelakaan kerja kembali mencoreng industri galangan kapal di Batam. Kasus terbaru menimpa M Raudhul Ma’ari, pekerja subcon PT Sinar Lautan Agung, yang tewas diduga akibat tersengat listrik saat mengerjakan perbaikan kapal di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8) sore. Polisi memastikan telah memeriksa tiga orang saksi, dan penanganan kasus ini kini sepenuhnya berada di tangan Satreskrim Polresta Barelang.

Insiden ini terjadi ketika korban sedang menghaluskan bagian dalam tangki kapal jenis semen bar menggunakan mesin gerinda. Menurut saksi, korban ditemukan sudah terbaring di dalam tangki kapal dengan mesin gerinda di atas tubuhnya. Saat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, petugas medis menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di sektor galangan kapal yang kerap memakan korban jiwa. Banyak pihak menilai penyebabnya adalah minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di lapangan. Para pekerja pun mulai bersuara, mendesak adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja Lagi, Pekerja Galangan Kapal Tewas Tersengat Listrik

Rudolf, pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, mengatakan dirinya merasa khawatir peristiwa serupa bisa saja terjadi kepada dirinya atau rekan-rekannya. “Perlu pengawasan ketat dari instansi terkait. Jangan hanya ada peraturan di atas kertas, tapi penerapannya nihil. Harus ada sanksi tegas bagi perusahaan yang mengabaikan K3,” ujarnya.

Senada, Hendra, pekerja lainnya, mengkritik bahwa di banyak perusahaan galangan kapal, penerapan K3 hanya sebatas formalitas. “K3 itu biasanya cuma gembar-gembor di gerbang perusahaan. Pemeriksaan safety memang ketat di awal masuk, tapi saat sudah bekerja pengawasannya minim. Akibatnya ya seperti ini, kecelakaan terus terjadi,” katanya.

Sementara itu, Indra, warga yang pernah bekerja di tangki kapal, mengaku memilih keluar setelah merasakan langsung minimnya penerapan K3 di lapangan. “Kondisinya sangat berisiko. Safety tidak diperhatikan, jadi saya memutuskan berhenti. Bisa-bisa nyawa taruhannya kalau tetap kerja di situ,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan pihaknya telah memeriksa tiga saksi terkait insiden tersebut. “Kasus ini sedang ditangani Satreskrim Polresta Barelang. Kami hanya melakukan penanganan awal di lokasi sebelum dilimpahkan ke Polres,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami penyebab pasti tewasnya korban, termasuk memeriksa kelayakan peralatan kerja dan prosedur keselamatan yang berlaku di lokasi proyek. Para pekerja berharap insiden ini menjadi momentum untuk membenahi sistem keselamatan kerja di galangan kapal Batam, agar nyawa pekerja tidak lagi menjadi taruhan setiap kali mereka masuk ke lokasi kerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Nyawa Pekerja Melayang, Penerapan K3 di Galangan Kapal Batam Dipertanyakan pertama kali tampil pada Metropolis.