Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14058

Ribuan Pencari Kerja Tamantan SMA Serbu Batam

0
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pencari kerja baru tamat sekolah luar daerah terus berdatangan ke Batam. Di Multi Purphose Hall (MPH) Pujasera Batamindo, pencaker yang dikenal fresh graduate itu mudah ditemui.

Misalnya saja Faretno Ardi,20, yang baru saja seminggu datang dari Padang Panjang Sumtera Barat. Tak tanggung-tanggung Faretno datang beserta empat orang temannya yang lain.

“Mumpung masih muda cari pengalaman dulu,” ungkapnya disela-sela melihat pengumuman lolos administrasi untuk bekerja di PT Kemet.

Menurutnya tidak hanya dirinya serta temannya yang baru datang dari kampung halaman untuk mengadu nasib di Batam Kamis (1/9/2016) lalu dia juga sempat ‘jalan’ dengan pencaker baru tamat sekolah asal Medan.

“Dia sekarang lagi keliling cari kerja,” ucapnya.

Pencaker baru tamat sekolah yang lain yakni Eka Adil Simatulang yang datang pada penghujung Juni lalu. Pria asal Medan ini mengaku datang ke Batam karena ajakan temannya.

“Teman saya sudah kerja, ada keluarga juga di sini,” katanya.

Tidak hanya pencaker luar Batam, pencaker baru tamat sekolah asli Batam juga ada. Seperti Nurul Sakinah yang ingin bekerja untuk mencari modal untuk kuliah.

“Cari kerja dulu, lanjut sekolah kayaknya belum,” ungkap warga yang enggan menyebutkan nama alamatnya ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi beberapa waktu lalu  membenarkan terjadi peningkatan pencari kerja beberapa bulan terakhir ini.

Sebelumnya saja tercatat ada lima ribu lebih pencari kerja. Beberapa bulan terakhr bertambah lagi. Namun Zaref belum berani menyebut angka pastinya karena masih terus di data.

Menurutnya, angka pencari kerja tak semata-mata disebabkan oleh pendatang baru namun disebabkan oleh lulusan SMA sederajat yang langsung mencari kerja setelah lulus sekolah.

“Setidaknya tamatan sekolah sekitar 40 persen dari jumlah yang tamat kemarin mencari kerja,” katanya. (cr13)

Rusun Pemko di Batuaji Masih Sepi

0
Rusunawa Mukakuning. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rusunawa Mukakuning. Di Batuaji, Pemko Batam juga membangun Rusun serupa namun masih sepi peminat. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun (rusun) milik Pemko Batam di belakangan perumahan Taman Pesona Indah (TPI) dekat kawasan pasar Fanindo, Batuaji masih sepi peminat. Dari 384 unit rusun yang tersedia baru tersisi sekitar 115 unit.

Warga rumah liar (Ruli) kampung Harapan, Tanjunguncang yang sudah diinstruksikan pindah dari lokasi tempat tinggal mereka itu karena lokasi itu akan dibangun Masjid Raya II, lebih memilih kembali ke kawasan ruli lain ketimbang harus tinggal di rusun yang disediakan pemerintah itu.

Padahal sebelumnya warga di sana memintah agar mereka direlokasikan ke rusun tersebut secara gratis dan permanen. Namun tuntutan itu tak dipenuhi Pemko Batam sehingga mereka memilih kembali membangun ruli tempat lain.

“Banyak yang keberatan dengan biaya sewa rusun makanya ada yang kembali membuat ruli di tempat lain,” kata Ernawati salah satu warga yang masih berada di kawasan ruli kampung Harapan itu.

Pemko Batam yang memberikan uang sagu hati Rp 4 juta kepada pemilik ruli yang masuk dalam peta pembangunan rumah ibadah itu, dipergunakan warga untuk membangun ruli yang baru. “Ada yang bangun (ruli) kembali dekat disini yang tidak masuk dalam peta penggusuran ada juga yang ke ruli di tempat lain,” ujar Hendrik warga lainnya.

Kurangnya minat warga untuk menempati rusun yang disediakan pemerintah itu dibenarkan oleh pengelolah rusun Pemko Batam di dekat kawasan Fanindo itu. Padahal rusun yang sering disebut rusun Fanindo itu cukup untuk menampung semua warga ruli kampung Harapan yang jumlahnya mencapai 63 kepala keluarga (KK) itu.  “Tapi sampai saat ini tidak ada satupun dari mereka (warga kampung harapan) yang ke sini,” kata Andi, petugas rusun Fanindo, kemarin.

Dijelaska Andi, rusun tersebut terdiri dari empat twin dan masing-masing twin berlantai empat itu total ada 384 unit. “Satu twin 96 unit rumah total ada empat twin,” ujar Andi.

Dari 384 unit surun itu baru 115 unit yang sudah tersisi sementara sebagian besar lainnya masih kosong.”Baru mulai ditempati awal tahun 2015 lalu. Pembangunanya sudah lama,” ujar Andi.

Rusun itu terdiri dari blok A,B,C dan D dan yang terisi baru di blok A dan C. Sementara bok B dan D belum dibuka karena belum ada meteran listrik.

Untuk menempati rusun tersebut persyaratan cukup mudah. Calon penghuni yang notabene sudah berkeluarga cukup bawa foto copy KTP Batam (Suami Istri), foto copy KK, foto copy surat nikah, materi 6000 tiga lembar dan map merah. “Nanti kami kasih formulir untuk diisi oleh RT,RW lurah di tempat tinggal awal bahwa yang bersangkutan belum punya rumah dan berpenghasiilan rendah,” kata Andi.

Untuk biaya sewa perbulan lantai satu Rp 240 ribu, lantai dua Rp225 ribu, lantai tiga 210 ribu dan lantai empat Rp 195 ribu.

Unit rusun itu bentuknya sama dan di dalamnya terdiri dari satu kamar tidur satu, ruang tamu, tempat jemuran, dapur dan kamar mandi.

Fasilitas penunjang lainnya ada taman, arena bermain anak, sekuriti 24 jam, akses jalan yang memadai, dekat pasar Fanindo dan sekolah. (eja)

BP Batam Akan Bangun Kawasan Industri Baru

0
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos
Kawasan Industri Batamindo, Batam. BP Batam berencana membangun kawasan industribaru serupa. Foto: rezza/batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana membangun kawasan industri milik sendiri. Kawasan industri ini sudah dipastikan masuk zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bakal mendapat banyak insentif bagi investor yang membuka usaha di kawasan tersebut.

“Ini sudah lama direncanakan, semoga menjadi kenyataan,” kata Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Sabtu (3/9/2016).

Mengenai lokasi, Andi belum menyebutkan. Pasalnya, saat ini prioritas BP Batam adalah mempersiapkan sistem online pengalokasian lahan dan pelayanannya.

Andi mengatakan, BP Batam menyiapkan tiga skema untuk pembangunan kawasan industri baru. Pertama, pengalokasian lahan kepada pemohon seperti biasa yang ingin membuka kawasan industri. Kedua, BP Batam bekerjasama dengan calon investor mengelola lahan yang tekah dialokasikan namun belum dimanfaatkan. Ketiga, BP Batam membuat kawasan industri sendiri.

Ia juga mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan wacana pengawasan, bagi hasil, dan bentuk kerjamasa masih dalam tahap perumusan. (leo/koran bp)

Mabes Polri Benarkan Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

0

batampos.co.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan adanya penangkapan seorang terduga teroris di Batam.

Densus Bergerak di Batam, Amankan 1 Orang Terduga Anggota Gonggong Rebus

0
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/Jawa Pos
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/Jawa Pos

batampos.co.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali bergerak di Batam. Kali ini, mereka membekuk terduga teroris di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (3/9).d

Seorang terduga tersebut diketahui berinisial LH, 24.

LH sesuai KTP beralamat di Perumahan Taman Carina, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam.

LH diduga menjadi bagian dari kelompok Gonggong Rebus (KGR) yang dipimpin oleh GRD.

Dia dibekuk anggota Densus 88 saat berada di warnet Matrix Net di Komplek ruko Pasar Fanindo Batuaji, Sabtu (3/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam penangkapan ini, Tim Densus juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit ponsel, 1 unit sepeda motor, dan 1 buah dompet.

LH ditangkap karena diduga terlibat dalam membantu menyembunyikan DPO teroris Dony asal Uigur serta memfasilitasi keberangkatan WNI ke Syira dan memfasilitasi masuknya dua WNA asal Uigur ke Batam.

Usai membekuk LH aparat polisi juga menggeledah rumah Amir, kakak LH, di Perumahan Taman Karina.

Menurut keterangan dari Bowo, pemilik warnet Matrix, penangkapan terhadap Leo berlangsung cukup singkat. Sabtu siang kemarin warnetnya tiba-tiba didatangi puluhan orang berpakaian biasa dan mengaku polisi langsung membekuk LH yang sedang mengoperasikan salah satu komputer di dalam warnet itu.

“Nggak banyak ngomong mereka (polisi), langsung saja ambil orang itu (LH) dan pergi. Katanya mereka polisi. Nggak tahu juga masalah apa,” ujar Bowo dilansir Jawa Pos, Sabtu (3/9).

Bowo menuturkan saat ditangkap dan dibawa polisi, komputer yang dipakai LH terlihat sedang membuka laman Facebook yang sudah di log out dan laman lainnya adalah Youtube.

“Lagi Facebook-an dan Youtube,” ungkap Bowo.

Bowo mengaku tak kenal pasti siapa itu LH, sebab LH bukanlah pengunjung tetap di warnet tersebut.

“Nggak kenal saya, cuma kebetulan saja lagi main di sini makanya jadi heboh warnet saya.” akunya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi kepolisian. Baik dari Polda Kepri maupun Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan adanya penangkapan seorang terduga teroris di Batam.

”Sekarang terduga anggota teroris itu masih diperiksa,” jelasnya.

“Dari LH kami amankan sebuah Hp dan sepeda motor, ” ujarnya.

Soal apa peran dari LH? Dia menyebutkan bahwa peran dari LH cukup sentral dalam jaringan KGR tersebut. Diantaranya, LH pernah menyembunyikan seorang anggota teroris lain yang bersuku Uighur bernama Dony.

”Banyak peran lainnya,” jelasnya.

Lalu, LH juga bersama-sama dengan GRD juga memfasilitas puluhan warga negara Indonesia untuk pergi ke Suriah dan bergabug dengan ISIS.

”Untuk mengirim WNI itu, LH juga menerima dana dari ISIS,” terangnya.

Yang paling penting, LH juga merancang pelatihan id’dad KGR di Batam menggunakan arisofgun dan senapan angin. Pelatihan itu dalam rangka persiapan memberangkatkan ke Suriah.

”Kami masih mendalami lagi,” ujarnya.

Agus melanjutkan, LH menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk biaya kebutuhan hidup WN Uighur.

‎”Bersama dengan kelompoknya melakukan latihan perang di Batam menggunakan air softgun dan senapan angin dalam rangka persiapan berangkat ke Syria. Yang bersangkutan juga merencanakan penyerangan ke Marina Bay (Singapura),” tandas Agus. (eja/iil/JPG/egi)

Gubernur Kepri Minta Presiden Bangun Sekolah Pelayaran

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun masih terus bermimpi untuk menjadikan Provinsi Kepri sebagai poros maritim Indonesia. Atas dasar itu, Nurdin meminta Presiden untuk membangunan sekolah pelayaran di Kepri. Keinginan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Panja Konektivitas Transportasi Laut dari Komisi V DPR RI di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/9)

Pada kesempatan itu, Nurdin sangat mengharapkan agar Presiden Joko Widodo merealisasikan permohonan pembangunan Sekolah Maritim atau Sekolah Pelayaran di Provinsi Kepri. Pasalnya, kebutuhan tenaga pelayaran yang berkompeten di bidang kelautan dan bertaraf internasional sangat mendesak di Provinsi Kepri. Apalagi seiring dengan keinginan Presiden Jokowi untuk mengembangkan Industri Maritim di Kepulauan Riau.

“Terus terang saya sampaikan, saya minta dukungan politis dari Komisi V DPR RI dan juga Dirjen Perhubungan Laut untuk menyampaikan ke Presiden Joko Widodo untuk membangun sekolah pelayaran di Kepri,” ujar Gubernur.

Menurut Nurdin, kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten di bidang Kelautan ini sangat mendesak. Karena Kepri tidak punya daratan yang potensial untuk diolah. Atas dasar itu, Nurdin sangat mengharapkan sekali agar sekolah ini bisa terealisasi sehingga program Presiden dalam bidang maritim juga berjalan. Nurdin juga berharap rencana pembangunan sekolah pelayan tersebut bisa direalisasikan Tahun 2017 nanti.

“Kami butuh bantuan pemerintah pusat untuk bangunan fisiknya. Untuk lahan, kami sudah siapkan di Tanjung Uban dengan lokasi strategis yang dekat dengan pelabuban. Tenaga pengajar yang berkualitas banyak di sini. Saya pun mau turun langsung untuk mengajar,” tegas Nurdin.

Selain permintaan sekolah pelayaran, berbagai masalah terkait pembangunan kelautan di Kepri, juga diungkapkan Irwansyah, Anggota Komisi III DPRD Kepri. Diantaranya adalah realisasi Pengembangan Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar menjadi pelabuhan kontainer dan transit kapal bertaraf internasional selalu gagal. Padahal pemerintah Kepri dan BP Kawasan (dulu Otorita Batam) sudah sejak 5 tahun lalu mengusahakan berbagai hal untuk pelabuhan itu.

“Posisi strategis, lahan ok, listrik ok , semua fasilitas sudah bagus. Tetapi realisasinya tidak ada juga sampai saat ini. Pelabuhan Batu Ampar juga sudah beberapa kali dikunjungi, disepakati, tapi ujung-ujungnya gagal. Kami mohonlah kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan pelabuhan ini. Kalau pelabuhan ini selesai tentu membawa perubahan besar kepada transportasi laut,” jelas Irwansyah.

Tidak itu saja, Irwansyah juga menyampaikan persoalan parkir kapal atau labuh jangkar, yakni 0 – 12 mile. Selama ini pendapatan dari sektor tersebut diambil pemerintah pusat seluruhnya. Ada sekitar 18 lokasi labuh jangkar yang tersebar di seluruh Kepri. Jika satu titik, potensi penerimaannya bisa mencapai Rp42 miliar, tentu untuk 18 titik lebih besar lagi.

“Kami mohon sama Komisi V membantu Kepri menyelesaikan ini. Padahal menurut UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, jelas disebutkan kalau itu hak daerah. Tetapi Kementerian Perhubungan menggunakan UU Kelautan, jadi tidak pernah bertemu kesepakatan. Kondisi defisit keuangan sepeti sekarang membuat Kepri sulit untuk membangun. Tambah lagi Natuna . Sebagai penghasil migas, saat ini Kepri hanya dapat dana bagi hasil Rp.11 M, dari sebelumnya Rp.800 M,” ungkapnya.

Irwasnyah juga menambahkan, apabila pemerintah pusat menyerahkan pengelolaannya ke Kepri, ia optomis defisit anggaran yang terjadi bisa dibantu lewat sektor labuh jangkar.

Menanggapi beberapa permintaan Pemerintah Provinsi Kepri, Ketua Komisi V, Michael Wattimena, yang juga Ketua Tim Panja Konektivitas laut berjanji akan menyampaikan ke pemerintah pusat dan sekaligus menjadi mediator. “Berbagai persoalan yang disampaikan ini, akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat. Kami akan minta keterangan dari instansi terkait,” janji Michael.

Hal yang sama juga disampaikan Dirjend Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Tonny Budiono. ” Saya akan sampaikan berbagai keluhan dan permintaan Kepri itu ke bapak Menteri. Semoga segera ada kebijakan,” katanya.

Kunjungan Komisi V atau Panja Konektivitas Transportasi Laut ke Kepulauan Riau dalam rangka meminta tanggapan, klarisifikasi, dan saran terhadap rencana pemerintah pusat membangun Tol Laut, sistem transportasi laut nasional, dan kesiapan pelabuhan di Kepri. Pertemuan tersebut juga dihadiri seluruh instansi pemerintah yang berhubungan dengan transportasi laut.(jpg/bpos)

Pertamina Bentuk Komunitas Teknisi Hydrocarbon Refrigerant Musicool untuk Jaga Mutu dan Standar Pelayanan

0
Anggota Komunitas Teknisi Musicool usai pelatihan dan peresmian komunitas di Hotel Haris Batam Centre, Jumat (2/9). foto:ahmadi sultan
Anggota Komunitas Teknisi Musicool usai pelatihan dan peresmian komunitas di Hotel Haris Batam Centre, Jumat (2/9). foto:ahmadi sultan

batampos.co.id – PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepulauan Riau resmi membentuk komunitas teknisi mesin pendingin hydrocarbon Musicool wilayah Kepulauan Riau. Peresmian dan peluncuran komunitas ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemilihan nama komunitas di Hotel Harris Batam Centre, Jumat (2/9).

Komunitas ini diketuai Marsuki dari Asosiasi Pendingin dan Tata Udara (APITU) dan Dedi Yuliadi dari Asosiasi Chief Engineer (CIE). Pembinananya PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepri. “Komunitas ini beranggotakan 39 teknisi yang berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun. Mereka ini anggota komunitas angkatan pertama dan semuanya telah tersertifikasi,” jelas R Kibar Adhiharsa, selaku Sales Eksektuit Elpiji PT Pertamina (Persero) Branch Marketing Kepulauan Riau, kemarin.

Sebelum peresmian komunitas, terlebih dahulu para anggotanya mendapat pelatihan teknisi Musicool tingkat dasar, selama tiga hari. Pelatihan ini mengahdirkan narasumber yang kompeten di bidang refrigerant hydrocarbon seperti Tatang Hidayat, ahli gas, Deddy Rachmat, Ketua Komunitas Refrigerant Hydrocarbon Indonesia, Samidi dan Nanang, keduanya akhil mesin pendingin hydrocarbon.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menjaga mutu dan standar pelayanan teknisi Musicool, jadi pelayanan kepada konsumen semuanya sama. Sehingga konsumen merasakan kepuasan yang sama,” ujar Kibar.

Dengan pelatihan ini pula dan terbentuknya komunitas teknisi Musicool, lanjut Kibar, Pertamina berharap pengguna mesin pendingin dapat lebih yakni mengganti refrigerant yang ramah lingkungan dan lebih hemat energi. “Untuk informasi lebih lanjut mengenai Musicool, bisa menghubungi Pertamni 1-500-000. Kontak Pertamina juga untuk penggantian Musicool, nanti kami rekomendasikan teknisinya,” katanya. (uma)

Warga Teluk Lengung Bersyukur Mendapat Alat Penyaring Air Minum

0
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI HM Subuh  meninjau TTG air mentah yang bisa langsung diminum saat peresmiannya di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Nongsa, Kamis (1/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI HM Subuh meninjau TTG air mentah yang bisa langsung diminum saat peresmiannya di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Nongsa, Kamis (1/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Mohamad Subuh hadiri peresmian hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) Air Baku Menjadi Air Minum dan Jamban Pesisir di Kampung Teluk Lengung, Kabil, Kamis (1/9).

Dua teknologi ini merupakan hasil inovasi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas I Batam.

“Usaha pemerintah dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat merupakan kenikmatan tersendiri, terima kasih BTKLPP Batam,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan ini sesuai dengan arah pembangunan pembangunan oleh pemerintah yang menekankan pembangunan dari pinggir. Masyarakat pesisir maupun daerah tertinggal tidak boleh terlupakan untuk mendapat hak dasar.

“Hak masyarakat dapat air bersih, memakai jamban dan pelayanan kesehatan lainnya. Kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak dasar masyarakat seperti ini,” ucapnya.

Dengan adanya dua alat tersebut, otomatis bisa memberi sumbangsih terkait upaya meminimalisir penularan penyakit, khusus melalui media air, seperti diare, hepatitis dan lainnya.

“Kepada masyarakat kami titip alat-alat ini,” pesan Mohamad.

Sementara itu Kepala BTKLPP Kelas 1 Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan lokasi tersebut sudah disurvei pihaknya sejak 2013 lalu sedangkan alat pengolah air sudah melalui uji laboratorium sehingga dijamin keamanannya.

“Uji laboratorium sudah dan airnya layak minum. Ada sekitar 85 kepala keluarga di sini, masyarakat sekitar juga bisa memanfaatkan,” terangnya.

Air yang diolah dengan alat pengolah air itu, dipastikan aman dan higienis karena melalui delapan tahap penyaringan. Lima tahapan pertama dari air baku menjadi air bersih.

Selanjutnya tiga tahapan penyaringan plus tiga kali pencahayaan ultraviolet dari air bersih sehingga menjadi air siap minum.

“Kami langsung coba tadi, udah coba?,” kata Dirjen P2P Kemenkes RI, Mohamad Subuh.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal berterimakasih atas inovasi tersebut.

“Semoga ini dapat berguna, ini bermanfaat sekali untuk masyarakat,” katanya.

Tidak hanya, perwakilan Pemko Batam, turut hadir dalam acara tersebut perwakilan BP Batam yakni Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Tato Wahyu.

Warga setempat, Hasbullah tak bisa menyembunyikan rasa syukur atas bantuan itu. Menurutnya dua alat itu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kampung Teluk Lengung.

“Kita pernah coba bawa ke keluarga yang di Pulau Ngiang (Galang) airnya bagus katanya. Sebelum alat ini juga ada, ada jamban juga (Jamban Pesisir), dulu kalau buang air langsung dilaut sekarang nggak lagi, air jadi bersih,” katanya.

Kini hal penting lain yang hingga kini belum dinikmati warga setempat adalah listrik PLN. “Kita masih pakai genset,” pungkasnya. (cr13)

Hari Ini, Bayi Kembar Rahma-Rahmi Sudah Diperbolehkan Pulang

0

Rahma-Rahmi 5-F Cecep Mulyanabatampos.co.id – Bayi kembar Nur Rahma Fairuz Manuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa pulang ke rumah hari ini, Sabtu (3/9).

Tim Medis Kembar Siam Kepulauan Riau menilai, baik bayi maupun orang tua telah sama-sama siap.

“Kondisi bayi dalam keadaan stabil,” kata Dokter Bedah Anak Tim Medis Kembar Siam Kepri, dr Siti Iqbalwanti, SpBA dalam acara seremoni penyerahan si kembar Nur Rahma – Nur Rahmi ke orang tua di RS Awal Bros, Jumat (2/9).

Pencernaan keduanya baik. Mereka mampu buang air besar dan kecil dengan lancar. Serta tidak muntah.

Perkembangan kedua bayi yang dipisahkan 14 Agustus lalu itu juga terpantau bagus. Berat badan Rahmi saat ini sebesar 5,2 kilogram. Sementara Rahma, bayi yang memiliki kelainan jantung, sebesar 3,8 kilogram.

“Dalam proses penyembuhan lukanya juga baik. Seminggu lalu sudah saya angkat jahitannya,” imbuhnya.

Orang tua si kembar, Junaidi Bakri Ratulolly dan Warmin Bahruddin, merasa bersyukur atas kondisi ini. Raut wajah keduanya nampak bahagia.

“Saya berterima-kasih sekali kepada masyarakat dan segala pihak yang telah membantu selama ini,” ujar Junaidi.

Junaidi mengaku telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut si kembar. Meski tidak terlalu besar. Di rumah, nantinya, mereka akan menjaga sendiri si kembar.

“Istri saya tetap bekerja. Tapi nanti tantenya juga akan ikut jaga,” kata pria yang kini bekerja sebagai pengemudi ojek online tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, yang ikut hadir dalam acara tersebut, berpesan pada orang tua untuk menjaga baik bayi kembar tersebut.

“Saya nitip sekali. Ini bayi Bapak tapi anak saya. Soalnya dokter tadi menyerahkan ke saya dulu baru ke Bapak,” ujarnya.

Ia ingin keduanya, kelak, hafal 30 juz Al Quran. Dan berharap, ketika di kemudian hari bertemu, keduanya menjadi anak pintar.

“Mulai sekarang, saya akan memberikan beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi tapi hafal Al Quran. Ya meskipun saya tidak menjabat nanti (ketika mereka besar) semoga saya masih bisa memberikan. Mungkin saja saya jadi menteri nanti,” katanya.

Ia berterima-kasih kepada Tim Kembar Siam Kepri yang telah berjuang dalam rangkaian kegiatan pemisahan bayi kembar siam Nur Rahma – Nur Rahmi. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari mukjizat Tuhan.

“Itu wajib kita syukuri,” tuturnya. (ceu)

Zika Lebih Berbahaya Daripada DBD

0
Virus Zika
Virus Zika

batampos.co.id – dr. Erman Sp.A Spesialist Anak Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) mengatakan gejala penyakit yang ditimbulkan oleh virus Zika dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak jauh berbeda dimana pasien mengaami panas tinggi, mengalami nyeri di persendian dan sering kehausan.

Perbedaannya kedua gejala itu terlihat dimana pasien penderita DBD, trombositnya drastis langsung menurun, sementara pasien yang disebabkan oleh virus Zika, thrombositnya menurun secara perlahan-lahan.

Meski demikian pasien yang disebabkan oleh Virus zika dengan DBD sama, namun efek yang ditimbulkan oleh virus Zika lebih berbahaya dibandingkan penderita DBD.

“Efeknya bisa mengenai Otak, jantung, dan organ lain, sementara efek yang ditimbulkan DBD, hanya dehidrasi yang mengakibatkan kematian jika terlambat ditangai,” ujar Erman, Jumat (2/9).

Saat ini, kata Erman semua pasien yang masuk ke RSUD belum ada yang terindikasi penyakit yang ditimbulak oleh Virus Zika.

“Memang sampai saat ini kita belum melaksanakan pengecekan laboratorium, namun dari pengecekan secara medis, khususnya trombosit semua pasien memang positif DBD,” terang Erman.

Erman juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak sepele dengan panas deman yang dialami oleh anggota keluarga.

“Kalau ada anggota keluarga yang mengalami panas turun, lebih dari tiga hari agar secepatnya di bawa ke Rumah sakit, atau puskesmas terdekat,” kata Erman.

Untuk penyebaran penyakit keduanya pun sama, disebabkan oleh nyamuk Dangue.

Cara pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan 4M plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air, Menutup tempat-tempat penampungan air dan Memantau jentik. (cr14)