Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 14073

Warga Mesir Bawa 11.000 Kuda Laut Kering Ditangkap di Hang Nadim, lalu Dilepaskan

0
ilustrasi kuda laut kering
ilustrasi kuda laut kering

batampos.co.id  – Karantina Ikan Batam mengamankan 11 ribu kuda laut yang dilindungi, Minggu (17/4) pukul 16.00 di Bandara Hang Nadim Batam. Saat ditemukan, kuda laut tersebut sudah dalam keadaan dikeringkan. Dan dimasukan dalam tiga buah koper.

Kuda laut ini direncanakan akan dibawa ke Mesir. Dipergunakan untuk menjadi bahan obat kuat.

“Warga negara Mesir berinisial As, yang ingin membawa kuda laut yang sudah dikeringkan ini,” kata  Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, Ashari Syarief, Senin (18/4).

Ia mengatakan kronologis penangkapan berawal dari gerak gerik As saat di X-ray bandara. Lalu saat dilakukan X-ray terhadap tas As, didapati keanehan. Sehingga petugas yang berjaga di X-ray, mengeledah bawaan As.

“Ternyata ditemukan kuda laut,” ujarnya.

Lalu petugas melakukan koordinasi dengan pihak karantina ikan. Ternyata As tak hanya membawa satu tas saja, tapi ada tiga tas lagi. Namun belum sempat di-X-ray. Dari pengakuan As ke petugas karantina, kuda laut tersebut didapatnya dari Tanjungpinang. As cukup lama juga mengumpulkan kuda laut ini.

“Rutenya itu dari Tanjungpinang naik ferry, lalu ke Hang Nadim naik pesawat tujuan Jakarta. Dari Jakarta baru berangkat ke Mesir,” ungkap Ashari.

Ashari menuturkan kuda laut termasuk dalam Apendik II, jadi hewan yang dilindungi. Memperjual belikan hewan ini sangat dilarang.

“Namun bila ini hasil budidaya, boleh keluar. Tapi tentunya harus memiliki izin dulu,” tuturnya.

“As ini, tak punya izin dan juga kuda laut ini bukan hasil penangkaran,” lanjutnya

Ia mengungkapkan bahwa membawa hewan yang termasuk dalam Apendix II melanggar UU 16 1992 mengenai karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Lalu hal ini juga melanggar peraturan pemerintah no 15 tahun 2002.

“Saat ini pelakunya kami lepas, karena sudah memesan tiket pesawat. Sementara barang bukti kami sita semuanya,” pungkasnya. (ska)

“Kontras Mu Bisu”, Liputan Batam TV Raih Frans Seda Award 2016

0

batampos.co.idBatam Televisi kembali mengukir prestasi di level nasional. Liputan kemanusiaan berjudul, “Kontras Mu Bisu” meraih Frans Seda Award 2016.

Frans Seda Award adalah sebuah penghargaan yang dirintis oleh Yayasan Atma Jaya, yang terinspirasi dari nama seorang negarawan Indonesia bernama Frans Seda (1926-2009). Frans Seda juga adalah tokoh perintis dan pendiri Atma Jaya.

Liputan Batam Tv tersebut berkisah tentang penghuni pertama Pulau Penampi, Batam Centre, Batam, yang hidup sederhana. Kontras dengan kehidupan di Kota Batam yang gemerlap dan hanya berjarak kurang dari 2 kilo meter dari pusat pemerintahan Kota Batam di Batam Centre.

Pulau tersebut kini masih dihuni Anton Saga dan anak cucunya yang tinggal 8 kepala keluarga.

Saat Batam masih hutan belantara, Anton sudah menghuni pulau tersebut tahun 1970-an. Ia menikah dengan seorang wanita suku laut dan menetap di pulau itu hingga saat ini.

Meski Kota Batam kini sudah maju, namun kehidupan Anton jauh dari kata sejahtera. Air bersih dan listrik tak pernah mengalir ke Pulau itu.

Tak hanya itu, mata pencahariannya sebagai nelayan terus tergerus oleh pencemaran laut dari aktivitas pembangunan di Kota Batam.

Bahkan, pulau yang ia huni terancam diambil pengembang yang terus melakukan reklamasi (selengkapnya lihat videonya di atas atau di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=t7jb6sFww0c).

Pemimpin Redaksi Batam TV Bintoro Suryo mengatakan, pemberian penghargaan itu direncanakan 20 April 2016 mendatang di kampus Unika Atma Jaya Jakarta.

Liputan ini dibuat oleh Herman Asyaari (reporter), Sumartono (kameramen), N. Bayuangga (video editor), Sylvanny Syafrudin (narator), dan diproduseri Bagong Sastranegara. (nur)

Tak Percaya dengan Isi Elpiji, Warga Tiban Tahan Mobil Distributor

0

elpijibatampos.co.id – Ratusan warga Tiban Lama ‘menyandera’ satu unit mobil pick up bak terbuka bermuatan ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram (kg), Senin (18/4) pagi.

Mobil warna merah BP 8427 DF yang dikemudikan Ikram, milik agen LPG PT Tri Ananda Pilar Abadi (TAPA), ditangkap warga saat hendak memasok tabung di salah satu pangkalan dekat lokasi SMAN 4 Tiban Lama.

Warga nekad menghadang mobil agen tabung LPG 3 kg tersebut karena sudah geram. Mereka (warga) merasa isi gas di tabung LPG 3 kg yang ia beli hasil dari pasokan agen PT TAPA tak sesuai dari yang ditentukan.

“Biasanya satu tabung bisa bertahan seminggu. Ini baru tiga hari gas sudah habis,” ujar R Manulang, salah satu warga Tiban Lama RT V yang ikut menghadang dan menahan mobil LPG.

Tak hanya itu kekesalaan warga Tiban Lama terhadap agen LPG PT TAPA. Banyak warga mendapati kejanggalan pada fisik tabungnya sendiri.

Setelah ditengok seksama, ternyata kepala tabung atau tepatnya gagang pengangan tabung tersebut terpasang dua plat besi di dua sisi yakni sisi kanan dan kiri dalam besi pegangan kepala tabung yang sudah permanen ter-las.

Dua plat besi itulah yang membuat warga yakin itu sengaja dipasang oleh pihak agen LPG untuk mempengaruhi berat timbangan tabung.

“Kalau tabungnya yang kosong itu terdapat tambahan dua plat besi, otomatis beratnya lebih dari 5 kg kan. agen tinggal mengisi gasnya tak sampai  3 kg. Saya yakin dua plat besi yang tertempel di tabung itu beratnya hampir mencapai setengah kg. Berarti isi sebenarnya gas dalam tabung tersebut hanya sekitar 2,6 sampai 2,7 kg saja tak sampai penuh seperti yang ditentukan pemerintah seberat 3 kg,” terang R Manulang.

Usai diamankan dan ditahan baik muatan, mobil, serta sopirnya, warga beramai-ramai membawa mereka ke Mapolsek Sekupang. Warga berinisiatif membawa ke Mapolsek, karena takut hal yang tak diinginkan terjadi seperti emosi warga yang bisa menimbulkan tindakan anarkis.

Usai dibawa ke Mapolsek, tim penyidik Polsek Sekupang langsung bergerak memanggil beberapa warga untuk dimintai keterangan, sopir mobil LPG, serta memanggil perwakilan manajemen agen LPG 3 kg PT TAPA, serta mengecek langsung gudang PT TAPA.

Penyanderaan dan penangkapan sopir mobil bermuatan LGP 3 kg milik agen PT TAPA oleh warga Tiban Lama yang berlokasi di Ruko Gajah Mada nomor 8-9 Tiban III, dibenarkan oleh Kanitreskrim Polsek Sekupang, Inspektur Buhedi Sinaga, Senin siang.

“Iya itu bukan warga Tiban Lama komplain, tapi ditangkap langsung. Warga geram karena isi tabung yang dipasok dari agen PT TAPA dirasa berkurang, dan fisik tabungnya ternyata terpasang dua plat besi tambahan yang otomatis mempengaruhi berat fisik tabung LGP 3 kg,” ujar Buhedi.

Masih kata Buhedi, sampai sore kemarin proses pemeriksaan bergilir masih dilakukan anggotanya untuk mengusut dugaan kecurangan yang dituduhkan warga Tiban Lama ke agen LPG PT TAPA.

Sementara dari pihak manajemen PT TAPA yang diwakili oleh Musripah di Mapolsek Sekupang menegaskan, pihaknya tak tahu menahu akan adanya dua lempeng besi yang ada di gagang kepala pegangan tabung LGP ukuran 3 kg.

“Kami tak tahu itu. Dari sananya (Pertamina distributor tabung LPG 3 kg) memang sudah ada itu lempengan besi. Kami tinggal terima dan distribusikan saja ke pangkalan-pangkalan yang ada di Tiban Sekupang ini. Nggak mungkin kan kami sibuk-sibuk pasang itu plat secara sengaja. Orang isi habis langsung tabung itu diangkut kembali ke pangkalan Pertamina untuk diisi. Kemudian dikembalikan lagi secara acak tanpa dibedakan ini tabung milik agen mana,” terang perwakilan manajemen PT TAPA. (gas)

Ternyata, Sepatu Bermerek Nike dan Converse Tiruan Didatangkan dari Jawa Barat

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang melakukan ekpose terkait penangkapan ratusan sepatu bermerek Nike dan Converse tiruan di BCS Mall dan Panbil Mall beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil pengembangan pihak kepolisian, diketahui sepatu tersebut di datangkan dari Jawa Barat. “Pengakuan dari pemilik toko, mereka mengambil barang dari Jawa Barat,” ungkap Kanit V Reskrim Polresta Barelang, AKP Retno Ariani, Senin (18/4).

Lebih lanjut Retno mengatakan modal dari pedagang yang mendatangkan sepatu tiruan tersebut berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk setiap pasang sepatu palsu tersebut.

“Mereka menjualnya dengan harga yang sangat jauh dari harga aslinya. Dipasaran mereka bisa menjual sepasang sepatu itu dengan harga Rp 300 hingga Rp 400 ribu,” pungkas Retno.

Sebelumnya diberitakan Sat Reskrim Polresta Barelang menggerebek toko-toko sepatu yang berada di BCS Mall dan Panbil Mall. Adapun penggerebekan ini berdasarkan laporan dari Gregorius yang merupakan pihak Legal Converse dan Nike di Indonesia.

Dari hasil penggerebekan ini, didapatkan 251 pasang sepatu Nike dari Toko Step yang terletak di BCS Mall. Sedangkan di Panbil Mall, didapatkan 197 pasang sepatu merek Converse dan 29 pasang sepatu merek Nike.

“Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 94 ayat 1 UU No 15 tahun 2001 tentang merek, dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 200 juta,” pungkas Retno. (eggi)

Baca juga:

Polresta Barelang Sita Ratusan Sepatu Palsu di Panbill Mall dan BCS Mall

Polresta Barelang Kerahkan Tim Buser Antisipasi Pemalakan di Bukit Clara

0
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Mengantisipasi aksi pemalakan yang kerap terjadi di lokasi Icon ‘Welcome To Batam’ di Bukit Clara Batamcentre, Polresta Barelang akan mengerahkan Tim Buru Sergap (Buser).

“Ini sudah sangat meresahkan masyarakat. bahkan korbannya merupakan turis asing. Kita akan mengerahkan Tim Buru Sergap (Buser) di lokasi tersebut. Tim ini bertugas untuk menindak para pelaku pemalakan di lokasi tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Senin (18/4)

“Sudah saya sampaikan kepada anggota. Mulai sekarang lokasi itu akan diawasi Buser,” ujar Memo di Mapolresta Barelang, Senin (18/4) siang.

Selain mengerahkan tim buser, lanjut Memo, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika juga akan mengerahkan anggota Sat Sabhara Polresta Barelang untuk berpatroli di lokasi tersebut.

“Anggota Sabhara juga diminta untuk berpatroli di lokasi itu. Agar tidak terjadi lagi penodongan dan pemalakan,” tegas Memo.

Terkait identitas pelaku pemalakan terhadap dua turis asal Singapura tersebut, Memo mengaku sudah mengantongi identitas beberapa orang pria yang kerap memalak di lokasi tersebut.

“Sudah ada beberapa orang yang kita tandai. Lagi kita lakukan pengintaian,” tuturnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Batam ataupun pengunjung untuk sama-sama menjaga kemanan di lokasi tersebut maupun di Batam.

“Itu kan icon Batam, jadi mari bersama-sama menjaga keamanan. Dan untuk pelakunya akan kita tindak tegas,” tutupnya. (eggi)

Baca juga:

Tak Ingin Repot, WN Singapura yang Diperas di Bukit Clara Batalkan Laporan

Dua Warga Singapura Diancam Parang di Bukit Clara, Seluruh Harta Dirampas

Tolong Pak Polisi, di Welcome To Batam Marak Pungli

Turis Mengeluh Sering Diperas di Tempat Berfoto “Welcome to Batam”

Dato Nazri Kunjungi LAM Megat Seri Rama Bintan

0
Dato Nazri Kamal Al Bentan (ketiga dari kanan) bersama pengurus Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia di depan Gedung LAM Megat Seri Rama Kijang Bintan
Dato Nazri Kamal Al Bentan (ketiga dari kanan) bersama pengurus Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia di depan Gedung LAM Megat Seri Rama Kijang Bintan

batampos.co.id – Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia berkunjung  ke Batam dan Bintan, Sabtu (9/4) lalu.

Dato Nazri Kamal Al Bentan, presiden dan pengagas Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan Malaysia ini menyebut kunjungan itu sebagai ajang silaturahmi.

”Kami ingin menjalin silaturahim dan akan terus menghidupkan budaya di negeri serumpun,” kata Dato Nazri yang juga merupakan Zuriat Laksamana Megat Seri Rama.

Rombongan yang terdiri dari  pengurus Persatuan, Rumpun Melayu juga dari Radio Negerifm  berencana melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan juga RRI Batam.

” Sampai saat ini, Persatuan Bentan Malaysia sudah banyak mengadakan kegiatan-kegiatan. Baik itu berbentuk amal dan juga kebudayaan. Kami juga ingin melakukan bersama pemerintah Provinsi Kepri ” kata Dato Nazri.

Kunjungan kemarin sungguh berkesan. Di Batam, kata Dato Nazri, mereka mendapat jemputan istimewa dari Yusfa Hendri, Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.

” Kami turut menghadiri  Parade Tari Daerah di Nagoya City Walk. Artis dari Negeri Sembilan juga memberikan persembahan bersama grup musik Fasola dan Ica. Lalu  Mac, artis Singapura juga tampil,” katanya lagi.

Setelah itu, kata Dato, rombongan menuju studio RRI Batam di kampus politeknik.
Keesokan harinya, kunjungan berlanjut ke kota gurindam Tanjungpinang.

” Karena Kepri tengah berduka cita atas berpulangnya Ayah Kita Drs. H. Muhammad Sani. Kami mendatangi rumah almarhum di  jl. Cempedak untuk takziah dan selanjutnya ziarah ke Taman Makam Pahlawan,” tutur Dato.

Pada kesempatan itu juga, Dato Nazri membawa rombongan ke Kijang Bintan untuk mengunjungi pengurus LAM Megat Seri Rama di Bintan.  Sekaligus  mengunjungi  Gedung LAM Megat Seri Rama Kijang Bintan.

”Laksamana Megat Seri Rama adalah moyang atau leluhur saya, ” kata Dato Nazri Kamal Al Bentan.

Tak cukup sampai disitu rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Penyengat dan petang hari kembali ke Batam.

Masih dalam rangka Kunjungan Serumpun, pada hari Senin tgl 11 April 2016, rombongan diterima dengan sangat baik oleh Pemerintah Kota Batam dan diadakan penyambutan di ruang pertemuan walikota dan wakil walikota Batam.

Pada saat itu bertepatan dengan Pelantikan ketua PKK kota Batam, rombongan diterima oleh Dato H. Muhammad Syahir Ibrahim, Kepala BKD kota Batam yang juga wakil ketua LAM Batam .

Syahrir  menyampaikan salam dari Dato Setia Amanah H. Muhammad Rudi, Walikota Batam.

” Insya Allah masih banyak program-program yang akan melibatkan Persatuan Bentan Malaysia. Kita akan bersama bergandeng tangan untuk semua niat baik ini,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu Yanto yang mewakili Kepala Disduk Kota, Kadispenda diwakili  Muslim dan Camat Nongsa diwakili  M. Zen serta Kadis Pariwisata  Yusfa Hendri dan Samson Rambah Pasir.

Rangkaian perjalanan kunjungan serumpun berakhir dan rombongan kembali ke Malaysia. (agn)

Tak Ingin Repot, WN Singapura yang Diperas di Bukit Clara Batalkan Laporan

0
Mark Thang dan Samantha Moberg, sepasang WN Singapura yang menjadi korban pemerasan di Kaki Bukit Clara Batam Centre, Minggu (17/4/2016) siang, membuat laporan di Mapolsek Batam Kota. Foto: Dalil Harahap/batampos
Mark Thang dan Samantha Moberg, sepasang WN Singapura yang menjadi korban pemerasan di Kaki Bukit Clara Batam Centre, Minggu (17/4/2016) siang, membuat laporan di Mapolsek Batam Kota. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Mark Tang (26) dan Samantha Moberg (27),  dua Warga Negara Singapura yang menjadi korban pemalakan di Bukit Clara, Minggu (17/4/2016) siang memilih membatalkan laporanya.

Alasannya, klduanya tidak ingin repot bolak balik saat proses penyidikan nantinya, saat pelaku ditangkap.

Meski begitu, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika tetap meminta jajarannya mengejar dan menangkap pelaku karena sudah mencoreng nama baik pariwisata Batam.

Apalagi kejadian tersebut terjadi di kaki bukit ikon Kota Batam, saat kedua WN Singapura ini mengambil gambar mereka dengan latarbelakang tulisan “Welcome to Batam”.

Lebih-lebih kejadian itu tak jauh dari Mapolsek Batam Kota, sehingga jika polisi tak berhasil membekuk pelaku, akan menimbulkan kesan kalau Batam tidak aman buat para pelancong.

“Kasus yang Bukit Clara itu LP nya tidak ada. Namun, perintah dari bapak Kapolres di kawasan Bukit Clara supaya untuk tetap diproses,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Senin (18/4/2016).
Lebih lanjut Memo mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan unit Sabhara untuk selalu melakukan patroli di Bukit Clara.
“Kita sudah koordinasi kepada unit Sabhara untuk lakukan patroli di sana (Bukit Clara),” pungkas Memo. (eggi)

Pencuri Motor yang Ditembak Sudah Beraksi di 9 TKP

0
Sendy memperagakan cara mencuri motor di Mapolresta Barelang, Senin (18/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Sendy memperagakan cara mencuri motor di Mapolresta Barelang, Senin (18/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sendy Novriadi Wijaya, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditembak tim buser Polresta Barelang ternyata telah beraksi di 9 tempat. Pencuri motor berusia 24 tahun ini ditangkap Rabu 16 April 2016 lalu di Simpang Dam Mukakuning.

“Sebelumnya pada tanggal 26 Juni 2015 Unit Buser melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, namun Terduga Pelaku saat itu berhasil melarikan diri,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Senin (18/4/2016).
Kemudian Memo menjelaskan penangkapan selanjutnya berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa pelaku berada di Simpang Dam Mukakuning.
“Saat dilakukan penangkapan Terduga Pelaku mencoba melawan dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tembakan peringatan peringatan sebanyak 3 kali dan dilakukan tindakan tegas dengan menembak betis Terduga Pelaku,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Sendy menjelaskan ia hanya sebagai eksekutor dalam pencurian sepeda motor. Sedangkan yang bertugas untuk menjual sepeda motor hasil curian tersebut teman Sendy yang bernama Acil.
“Kawan yang jualnya. Hasilnya kami bagi 30 banding 70. Saya hanya dapat 30 dari hasil penjualan,” ungkapnya.  (eggi)

Syuzairi Perintahkan Simpang Kara Harus Bersih dari Kios Liar

0
Satpol PP membagikan surat peringatan ketiga kepada pemilik kios liar di Simpang Kara, senin (18/4).
Satpol PP membagikan surat peringatan ketiga kepada pemilik kios liar di Simpang Kara, senin (18/4).

batampos.co.id – Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah memerintahkan kepada pemilik kios liar di Simpang Kara untuk meninggalkan kios liar yang selama ini mereka tempati terhitung tanggal 18 s/d 19 April.

Perintah itu disampaikan Ketua Tim Terpadu Drs M Syuzairi MSi melalui surat yang ditujukan kepada pemilik kios liar di Simpang Kara, Kelurahan Taman Baloi.

Surat ini ialah surat peringatan ketiga. Surat peringatan kedua tertanggal 4 April 2016, surat peringatan pertama tertanggal 22 Januari 2016.

Nah, apabila pemilik kios tak juga pindak secara sukarela, dalam surat itu dijelaskan, Tim Terpadu akan melakukan pengosongan dan pembongkaran bangunan tanpa memberitahu terlebih dahulu.

Meski ada penegasan seperti itu, pada surat yang tanpa logo Pemko Batam itu tiada disebut bilamana Tim Terpadu akan membongkarpaksa bangunan liar itu.

Surat peringatan ketiga ini tertanggal 15 April 2016, dengan nomor surat 04/TIM-TPD/IV/2016.

Untuk lebih detil silakan membaca surat yang diedarkan di bawah artikel ini.

batampos.co.id mendapati surat ini disebarkan oleh Satpol PP pada Senin (18/4) siang. Akankah pemilik kios membongkar? Kita tunggu. (ptt) 

 

 

timterpadu

Politeknik Batam dan Pertamina Serahkan Bantuan Alat Las ke Warga

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Politeknik Negeri Batam dan PT Pertamina menyerahkan bantuan peralatan pengelasan teralis kepada lima warga Perumahan Arira, Jumat (15/4). Peralatan itu menjadi bekal bagi kelimanya untuk membuka usaha pengelasan.

“Ini bentuk program pengabdian Politeknik Batam sekaligus program Tanggung Jawab Sosial (CSR) PT Pertamina kepada masyarakat,” kata Ketua Panitia, M Hasan Albana, usai menyerahkan bantuan.

Total, ada 22 jenis peralatan pengelasan yang diberikan. Semuanya masih baru. Kelima warga tersebut membentuk satu kelompok dan mendirikan usaha pengelasan.

Pelatihan diberikan selama empat hari, terhitung dari Senin (11/4) lalu. Kelimanya mendapat materi dasar pengelasan sekaligus kewirausahaan. Termasuk di dalamnya, manajemen pembukuan usaha. Sebab, usaha ini milik bersama.

“Kalau tidak ada pembagian yang jelas, pasti ada masalah. Jadi kemarin sudah disepakati juga berapa persen bagian untuk masing-masing,” tambah Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam tersebut.

Koordinator Peserta Pelatihan, Yusril, berniat tidak menyia-nyiakan pelatihan yang ia dapatkan dari Politeknik Negeri Batam tersebut. Karena, menurutnya, pelatihan itu memang bermanfaat. Dengan pelatihan itu, ia bisa mengenal segala macam peralatan mengelas yang ternyata tidak sedikit.

“Ada juga anggota yang awalnya tidak bisa mengelas tapi sekarang, selesai pelatihan, jadi bisa mengelas,” ujar Yusril mewakili anggota kelompoknya.

Kerjasama Politeknik Negeri Batam dan PT Pertamina ini perdana dilakukan. Namun, bukan tidak mungkin, kerjasama ini akan berulang kembali. Perwakilan PT Pertamina, M Amri – dari Depot Pengisian Pertamina Utama Hang Nadim, menyatakan, kerjasama ini akan berlanjut apabila kegiatan perdana ini sukses.

“Semoga pelatihan yang diberikan bermanfaat dan usaha pengelasan itu tetap ada,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Lurah Batubesar Nur Amri merasa bangga dengan kelima anggota warga Perumahan Arira tersebut. Sejak pelatihan sampai kegiatan puncak, kelima warganya itu tidak pernah absen. Ia berharap, mereka dapat menjadi pionir bagi masyarakat lainnya.

“Jangan bosan-bosan mengucurkan CSR-nya, Pak Amri. Karena kegiatan ini bisa meningkatkan ekonomi di Kelurahan Batubesar,” katanya. (ceu)