Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 141

PAW Komisioner KPU Tanjungpinang, Henky Mokhari Resmi Gantikan M Faizal

0
Henky Mokhari menjalani pengambilan sumpah sebagai Komisioner KPU Tanjungpinang periode 2023-2028 di Gedung KPU Kepri, Selasa (3/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Henky Mokhari resmi dilantik sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang periode 2023-2028 melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW), Selasa (3/3). Pelantikan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia bersamaan dengan komisioner dari empat kabupaten lainnya di Indonesia.

Henky menggantikan M Faizal yang sebelumnya mengundurkan diri sebagai komisioner sekaligus Ketua KPU Tanjungpinang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kepulauan Riau, Priyo Handoko, mengatakan dengan dilantiknya Henky, komposisi komisioner KPU Tanjungpinang kembali lengkap menjadi lima orang.

“Jadi sekarang sudah lengkap lagi komisioner KPU Tanjungpinang, yakni ada sebanyak lima orang,” ujarnya.

Priyo meminta komisioner yang baru dilantik segera beradaptasi dan mengakselerasikan diri dengan berbagai program kerja, baik yang bersifat nasional maupun agenda kepemiluan di daerah.

Terkait posisi Ketua KPU Tanjungpinang, ia menjelaskan penentuan akan dilakukan melalui mekanisme internal. Kelima komisioner akan menggelar pleno dan musyawarah untuk memilih ketua definitif.

“Nanti mereka berlima akan duduk untuk bermusyawarah hal ini, dengan waktu secepatnya, karena sekarang masih dijabat oleh PLH,” tambahnya.

Sementara itu, Henky Mokhari menyatakan siap menjalankan tugas dan berkolaborasi dengan seluruh komisioner serta jajaran pegawai KPU Tanjungpinang.

“Dari ini saya harap akan segera berkolaborasi dengan anggota KPU Kota Tanjungpinang yang lain,” singkatnya.

Sebelum dilantik sebagai komisioner KPU, Henky diketahui menjabat sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kepulauan Riau masa jabatan 2025–2028. Ia telah resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Surat pengunduran dirinya diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau, Hendri Kurniadi, Senin (2/3/2026). (*)

Artikel PAW Komisioner KPU Tanjungpinang, Henky Mokhari Resmi Gantikan M Faizal pertama kali tampil pada Kepri.

300 Warga Tukar Uang di Masjid Agung Batam Center, BI Buka Gelombang Kedua Jumat

0
Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri membuka layanan penukaran uang baru di mobil kas keliling di Masjid Raja Hamidah Batamcenter, Selasa (3/3).F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Layanan penukaran uang rupiah oleh Bank Indonesia (BI) melalui program kas keliling disambut antusias warga di kawasan Masjid Agung Raja Ahmad Tabib, Selasa (3/3) pagi hingga siang.

‎Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati area layanan untuk menukarkan uang pecahan kecil menjelang Ramadan dan Idulfitri. Hingga pukul 12.00 WIB atau menjelang waktu Zuhur, tercatat sekitar 300 orang telah melakukan penukaran.

‎Petugas keamanan BI di lokasi, Roban, mengatakan kuota penukaran pada hari itu memang dibatasi sesuai jumlah pendaftar.

‎“Hari ini yang daftar sampai pukul 12.00 sekitar 300 orang,” ujarnya saat ditemui Batam Pos di lokasi pelayanan.

‎Dalam layanan tersebut, setiap warga dibatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang. Pembatasan ini dilakukan agar distribusi uang pecahan dapat merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

‎Adapun pecahan uang yang disediakan dalam layanan penukaran tersebut meliputi Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, serta Rp1.000 sebanyak 100 lembar, dengan total maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang.

‎Untuk jadwal dan lokasi penukaran berikutnya, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi resmi BI, yakni SI PINTAR.

‎“Untuk memastikan jadwal dan tempatnya harus memakai aplikasi SI PINTAR,” kata Roban.

‎Bank Indonesia juga akan membuka gelombang kedua penukaran pada Jumat mendatang. Warga diimbau mendaftar lebih awal melalui aplikasi guna memastikan ketersediaan kuota dan menghindari antrean panjang di lokasi.

‎Program kas keliling ini rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil, sekaligus menjaga distribusi uang rupiah tetap tertib dan terkontrol.(*)

Artikel 300 Warga Tukar Uang di Masjid Agung Batam Center, BI Buka Gelombang Kedua Jumat pertama kali tampil pada Metropolis.

BPS dan Pemkab Anambas Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ajak Warga Beri Data Riil

0
Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu bersama Kepala BPS Anambas Adi Cahyadi menandatangani MoU pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bentuk sinergi pendataan ekonomi daerah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang.

Persiapan dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh tahapan pendataan berjalan lancar dan tepat sasaran. Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dan perkembangan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mengatakan sensus ini memiliki peran penting dalam mengukur perkembangan sektor usaha di daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting bagi daerah. Dari sini kita bisa mengukur sejauh mana perkembangan usaha, potensi yang kita miliki, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Anambas,” ujar Raja Bayu, Selasa (3/3).

Ia menyebut, sejak sensus terakhir pada 2016 lalu, banyak perubahan terjadi di Anambas. Mulai dari pertumbuhan sektor usaha, munculnya pelaku UMKM baru, hingga perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, seluruh perubahan tersebut harus tercatat dengan baik agar pemerintah memiliki data akurat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Tanpa data valid, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.

“Kalau datanya akurat, maka program yang kita susun juga akan tepat. Kita bisa menentukan sektor mana yang perlu didorong dan mana yang perlu dibantu,” jelasnya.

Raja Bayu pun mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang sesuai kondisi riil di lapangan.

“Saya minta masyarakat dan pelaku usaha jangan ragu. Berikan data yang riil, karena sensus ini menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dibagi dalam dua sesi.

Tahap pertama dilaksanakan pada Mei 2026 dengan fokus pendataan kawasan industri dan sentra usaha. Sedangkan tahap kedua pada Juni hingga Juli 2026, petugas akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

“Sesi kedua bulan Juni dan Juli, petugas datang dari rumah ke rumah untuk mendata masyarakat,” ujar Adi.

Pendataan mencakup berbagai sektor usaha non-pertanian, seperti perdagangan, industri pengolahan, jasa, pariwisata, transportasi, konstruksi, hingga ekonomi digital. Seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar akan menjadi bagian dari sensus.

Menurut Adi, data yang dihimpun akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur, karakteristik, dan potensi ekonomi daerah.

Informasi tersebut menjadi dasar strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah dan panjang, termasuk program pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi.

“Kita minta masyarakat sampaikan data yang sebenarnya. Jika ada usaha sampingan, sampaikan saja ke petugas,” pungkasnya. (*)

Artikel BPS dan Pemkab Anambas Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ajak Warga Beri Data Riil pertama kali tampil pada Kepri.

BI Siapkan Layanan Tukar Uang, Setiap Orang Maksimal Rp5,3 Juta dan Ini Lokasinya

0
Warga Batam melakukan penukaran uang untuk Lebaran. f. dok batam pos

batampos – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan uang layak edar dan layanan penukaran pecahan kecil menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Seluruh wilayah Batam dan kabupaten/kota di Kepri diklaim terjangkau layanan, bekerja sama dengan perbankan.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi PINTAR untuk memesan penukaran uang agar lebih pasti dari sisi waktu dan lokasi.

“Semua area Batam dapat layanan penukaran uang, termasuk Kepri. Kami bekerja sama dengan perbankan untuk menjangkau wilayah. Penukaran dipermudah melalui aplikasi PINTAR sehingga ada kepastian tanggal dan tempat,” kata Rony, Selasa, (3/3).

BI bersama sedikitnya 15 bank membuka sejumlah titik layanan. Salah satunya akan digelar pada 9–10 Maret di One Batam Mall. Melalui skema ini, setiap warga dapat menukar uang hingga maksimal Rp 5,3 juta per orang.

Menurut Rony, kebutuhan uang pecahan kecil meningkat seiring tradisi berbagi dan bersedekah saat Ramadan dan Lebaran. Selain itu, konsumsi rumah tangga juga cenderung naik pada periode tersebut.

“Kami pastikan jumlah uang mengikuti kebutuhan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Perbankan juga sudah menyediakan dan kami memastikan distribusi berjalan, apalagi ada libur panjang, jangan sampai terjadi kekosongan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemesanan melalui aplikasi dilakukan dengan mengisi data terlebih dahulu sebelum mendatangi lokasi penukaran. BI menilai sistem ini membantu mengurangi antrean dan memberi kepastian layanan bagi masyarakat.

Bank sentral memastikan distribusi uang layak edar telah dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Momentum Ramadan dan Idulfitri, kata Rony, bukan hanya periode peningkatan konsumsi, tetapi juga perputaran uang tunai di daerah.

“Yang terpenting, kebutuhan pecahan kecil untuk berbagi dan sedekah bisa terpenuhi,” kata dia.(*)

Artikel BI Siapkan Layanan Tukar Uang, Setiap Orang Maksimal Rp5,3 Juta dan Ini Lokasinya pertama kali tampil pada Metropolis.

Kanwil Kemenkum Kepri Gandeng Tiga Media Perkuat Transparansi Informasi

0
Kepala Kanwil Kemenkum Kepri Edison Manik bersama pimpinan media menandatangani PKS Publikasi Media Tahun 2026 di Aula Ismail Saleh, sebagai bentuk penguatan transparansi informasi hukum di Kepri. F. Kemenkum Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau (Kanwil Kemenkum Kepri) memperkuat komitmen transparansi informasi publik melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Publikasi Media Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Ismail Saleh itu melibatkan tiga media massa sebagai mitra strategis dalam diseminasi informasi hukum di wilayah Kepri, yakni Batam Pos, Tribun Batam dan Perum LKBN Antara Biro Kepri.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Kepri bersama pimpinan masing-masing media. Kerja sama tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan pers dalam memperluas akses informasi hukum kepada masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik, menyampaikan penguatan kelembagaan kementerian saat ini menuntut keterbukaan informasi publik yang optimal. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai jembatan untuk meningkatkan literasi hukum masyarakat.

Ia menjelaskan sejumlah layanan strategis yang menjadi fokus publikasi antara lain Administrasi Hukum Umum (AHU) seperti layanan kewarganegaraan, badan hukum, fidusia, dan Apostille.

Selain itu, layanan kekayaan intelektual seperti pendaftaran merek, hak cipta, hingga perlindungan inovasi juga menjadi perhatian.

“Termasuk juga layanan bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu serta informasi terkait peraturan perundang-undangan,” ujar Edison, Senin (2/3/2026).

Edison menegaskan, seluruh materi publikasi akan dikoordinasikan melalui Tim Kerja Humas, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi sebagai pintu resmi penyampaian informasi.

Sebagai bentuk akuntabilitas, media mitra diwajibkan menyampaikan laporan publikasi secara berkala setiap triwulan. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama selama masa kerja sama yang berlangsung satu tahun ke depan.

Melalui kemitraan ini, Kanwil Kemenkum Kepri optimistis informasi hukum dapat tersampaikan secara lebih luas, akuntabel, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. (*)

Artikel Kanwil Kemenkum Kepri Gandeng Tiga Media Perkuat Transparansi Informasi pertama kali tampil pada Kepri.

Penyelundupan Narkotika dengan Modus Body Strapping Marak, Bea Cukai Perketat Pengawasan Jalur Internasional

0
Ilustrasi pemeriksaan oleh petugas bea cukai. f dok Bea Cukai

batampos – Praktik penyelundupan narkotika dengan modus body strapping kini menjadi tren baru yang semakin sering terungkap di wilayah perbatasan Batam. Modus menyembunyikan barang terlarang dengan menempelkan paket langsung di tubuh pelaku dinilai menjadi cara favorit jaringan narkoba untuk mengelabui petugas pemeriksaan.

Kasus terbaru berhasil diungkap Bea Cukai Batam di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, saat seorang penumpang asal Malaysia kedapatan membawa narkotika yang dililitkan pada bagian tubuhnya. Pengungkapan ini mempertegas meningkatnya penggunaan metode body trapping dalam upaya penyelundupan lintas negara.

Petugas Bea Cukai menyebut, pelaku biasanya memanfaatkan celah kepadatan arus penumpang internasional dengan harapan lolos dari pemeriksaan konvensional. Namun keberadaan Tim K-9 serta teknologi pemindai modern terbukti efektif mendeteksi gerak-gerik mencurigakan para kurir narkoba.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan bahwa tren penyelundupan menggunakan metode body trapping menjadi perhatian serius aparat pengawasan perbatasan. Menurutnya, jaringan narkotika terus mengubah pola penyelundupan untuk menghindari deteksi petugas.
“Modus body trapping ini memang menjadi salah satu pola yang cukup sering ditemukan belakangan ini. Karena itu pengawasan di seluruh pintu masuk internasional terus kami tingkatkan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sebagai langkah antisipasi, Bea Cukai Batam memastikan peningkatan pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan teknologi, tetapi juga melalui penguatan intelijen serta analisis risiko terhadap penumpang dan barang bawaan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi turut diperkuat, mulai dari Kepolisian, BNN, Imigrasi hingga otoritas pelabuhan guna mempersempit ruang gerak jaringan penyelundup narkotika internasional yang menjadikan Batam sebagai jalur transit.

Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan di seluruh pintu keluar dan masuk wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antar instansi demi menekan peredaran narkotika serta melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan transnasional yang kian berkembang.(*)

Artikel Penyelundupan Narkotika dengan Modus Body Strapping Marak, Bea Cukai Perketat Pengawasan Jalur Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Safari Ramadan di Pulau Karas

0

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al – Hidayah Kampung Darat Pulau Karas, Kecamatan Galang, Senin (2/3/2026).

Selain berbuka puasa serta melaksanakan ibadah isya dan tarawih berjemaah, Amsakar juga menyerahkan bantuan sosial untuk Masjid Al – Hidayah.

Ia berharap, bantuan ini dapat mendukung kemakmuran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Pulau Karas.

“Mari kita bertekad agar ibadah ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi kemakmuran masjid,” ujar Amsakar.

Pada kesempatan yang sama, Amsakar mengatakan bahwa rangkaian Safari Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk terus membangun energi kolektif ke seluruh elemen masyarakat Batam.

Menurut orang nomor satu di Batam ini, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan lapisan masyarakat adalah kunci keberhasilan daerah. Khususnya dalam menuntaskan berbagai persoalan menuju pembangunan Batam sebagai kota bandar dunia madani.

“Kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Batam agar tetap sehat, istiqomah dalam menjalankan amanah, dan diberi kekuatan untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dengan membangun energi kolektif, insyaallah Batam akan semakin maju dan sejahtera,” pesan Amsakar. (*)

Artikel Kepala BP Batam Safari Ramadan di Pulau Karas pertama kali tampil pada Metropolis.

Investasi dan Ekspor Dongkrak Ekonomi Kepri, Konsumsi Rumah Tangga Masih Tertinggal

0
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto. f Azis Maulana/ Batam Pos

batampos -Struktur pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) masih bertumpu pada investasi dan kinerja ekspor. Di tengah laju ekonomi yang relatif tinggi, konsumsi rumah tangga belum menunjukkan daya dorong yang cukup kuat untuk menyeimbangkan pertumbuhan secara lebih merata.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan gambaran tersebut tercermin dalam komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran dan lapangan usaha.

“Secara umum pertumbuhan Kepri masih ditopang investasi dan net ekspor. Konsumsi rumah tangga belum sekuat pertumbuhan ekonominya,” ujar Rony dalam Bincang Bareng Media di kantor BI Kepri, Selasa, (3/3).

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan tren nasional, di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangga cenderung bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Di Kepri, akselerasi ekonomi lebih banyak digerakkan sektor-sektor berbasis eksternal,” jelasnya.

Lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan menjadi penopang utama. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri turut terdorong proyek lapangan minyak dan gas (migas) baru yang memasuki fase produksi (onstream).

Aktivitas industri dan pertambangan, kata Rony, menunjukkan tren positif dalam beberapa periode terakhir. Sejumlah proyek migas memperkuat prospek tersebut. Kegiatan pertambangan migas Forel dan Terubuk mulai beroperasi pada 16 Mei 2025 dengan produksi sekitar 20 ribu barel minyak per hari dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

“Lapangan ini ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2025,” ujarnya.

Selain itu, proyek pipa WNTS–Pemping dijadwalkan rampung pada kuartal I 2026. West Natuna Exploration Ltd. menargetkan estimasi produksi pada akhir 2027, sementara KUFPEC Anambas membidik fase onstream pada kuartal I 2027.

Dengan perkembangan tersebut, BI memperkirakan sektor pertambangan dan industri pengolahan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kepri dalam jangka menengah. Namun, Rony menekankan pentingnya memperkuat konsumsi domestik agar struktur pertumbuhan lebih seimbang dan berkelanjutan.

“Penguatan konsumsi rumah tangga diperlukan supaya pertumbuhan tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal,” ujarnya.

Di tengah struktur pertumbuhan yang masih timpang, survei konsumen BI menunjukkan optimisme masyarakat tetap terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kepri pada triwulan I 2026—hingga Februari—tercatat sebesar 137,00, meningkat dibanding periode sebelumnya.

IKK merupakan indikator persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Nilai di atas 100 mencerminkan responden berada pada level optimistis.

Kenaikan IKK ditopang dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 145,34 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) 128,67.

Menurut Rony, perbaikan ini menunjukkan pemulihan keyakinan setelah sempat melambat pada triwulan II tahun lalu akibat kebijakan tarif resiprokal dan efisiensi anggaran.

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) juga berkontribusi terhadap perbaikan persepsi dan ekspektasi konsumen pada awal tahun.

“Survei tersebut melibatkan 200 rumah tangga responden dan menjadi salah satu rujukan BI dalam memantau daya beli serta persepsi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Artikel Investasi dan Ekspor Dongkrak Ekonomi Kepri, Konsumsi Rumah Tangga Masih Tertinggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Potensi Kehilangan PAD Besar karena TKA Ilegal yang Bekerja di Kepri

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. Cecep Mulyana-Batam Pos

batampos – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepulauan Riau mencuat seiring temuan puluhan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja tanpa Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Ketiadaan dokumen berimplikasi pada tak tersetornya Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA) ke kas negara dan daerah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Diky Wijaya. Ia bilang, temuan itu setelah inspeksi mendadak di PT Huaqiang Konstruksi Indonesia di kawasan industri Galang Batang, Kabupaten Bintan, pada awal Februari lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim pengawas ketenagakerjaan mendapati 30 TKA tidak memiliki dokumen kerja resmi.

“Tindak lanjut kami lakukan sesuai ketentuan. Kami berkoordinasi dengan pihak imigrasi agar TKA tidak lagi menggunakan visa indeks C16, C18, dan C20 untuk bekerja tanpa RPTKA,” ujar Diky, Senin (2/3).

Para pekerja asing yang terjaring dikenai sanksi administratif berupa denda berdasarkan lama pelanggaran. “Jika satu bulan Rp6 juta, dua bulan Rp12 juta, dan tiga bulan Rp18 juta,” tambahnya.

Ia menyebut, jumlah pasti TKA yang dikenai sanksi maupun total denda yang terkumpul masih dalam proses penghitungan. Setelah ditetapkan, Disnakertrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait mekanisme pembayaran.

Diky memaparkan potensi kehilangan penerimaan daerah apabila TKA tidak membayar kewajiban DKPTKA melalui RPTKA.

“Kalau diasumsikan ada 500 TKA tanpa RPTKA, dengan kewajiban rata-rata 1.200 dolar AS per orang per bulan, lalu dikali kurs Rp16 ribu, itu potensi kehilangan yang bisa terjadi,” ujarnya.

Pengawasan di kawasan Galang Batang masih berjalan karena banyak perusahaan subkontraktor yang mempekerjakan TKA, terutama asal Tiongkok. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pekerja asing dipastikan mengantongi dokumen sah.

Selain di Bintan, pengawasan juga menyasar kawasan industri di Batam. Di kawasan Tanjung Sauh, dokumen RPTKA perusahaan dinyatakan lengkap.

Pemeriksaan di kawasan Kabil dijadwalkan setelah Lebaran. Sementara di Nongsa Digital Park, Disnakertrans menemukan sekitar 20 TKA belum memiliki RPTKA. Jumlah pastinya masih diverifikasi karena para pekerja asing di lokasi tersebut diketahui telah kembali ke negara asal.

“Apabila mereka kembali bekerja tanpa dilengkapi RPTKA, sanksi yang sama akan diberlakukan. Bahkan bisa direkomendasikan kepada imigrasi untuk deportasi,” kata dia. (*)

Artikel Potensi Kehilangan PAD Besar karena TKA Ilegal yang Bekerja di Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Batam Pantau Keberangkatan Umrah

0
Ilustrasi. Calon Jamaah umrah. f. istimewa

batampos – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, Syahbudi, mengimbau seluruh jemaah umrah asal Batam untuk tetap tenang menyusul adanya penyesuaian operasional penerbangan internasional akibat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Hal ini merujuk pada imbauan resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tertanggal 28 Februari 2026, yang menyebutkan bahwa sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, maupun pembatalan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah asal Batam untuk tidak panik dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari maskapai serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujar Syahbudi, Selasa (3/3).

Ia menegaskan, jemaah diminta memastikan kembali status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara guna menghindari kendala di lapangan.

Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah bersama Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan jemaah Indonesia tetap aman dan mendapatkan pelayanan yang optimal.

“Kami juga meminta PPIU di Batam agar aktif berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh, sehingga setiap perkembangan dapat segera disampaikan kepada jemaah,” jelasnya.

Syahbudi turut mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menyarankan agar komunikasi dilakukan melalui PPIU masing-masing untuk mendapatkan informasi yang resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami pastikan pemerintah terus hadir dan memantau kondisi jemaah. Jika ada perubahan jadwal atau kebijakan, tentu akan segera kami sampaikan melalui saluran resmi,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam masih memantau perkembangan situasi dan menunggu informasi lanjutan dari pusat terkait dampak kebijakan tersebut terhadap jadwal keberangkatan jemaah dari Batam.(*)

Artikel Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Batam Pantau Keberangkatan Umrah pertama kali tampil pada Metropolis.