Rabu, 3 Juni 2026
Beranda blog Halaman 142

Kejari Bintan Selidiki Dugaan Penyelewengan Anggaran Proyek Parit di Sebong Lagoi

0
Kasi Intelijen Kejari Bintan, Roi Tambunan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan tengah menyelidiki dugaan penyelewengan anggaran proyek parit tahun anggaran 2025 di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Bintan.

Kasi Intelijen Kejari Bintan, Roi Tambunan, mengatakan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) telah memanggil sejumlah pihak terkait proyek tersebut.

“Ada beberapa item yang sedang diselidiki, termasuk proyek parit,” ujar Roi, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, pemanggilan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Dari proses itu, penyidik akan mendalami ada atau tidaknya unsur perbuatan melanggar hukum dalam pelaksanaan proyek.

“Semua yang dipanggil sudah dimintai keterangan untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran hukum atau tidak,” jelasnya.

Sejauh ini, perangkat desa telah dimintai keterangan oleh penyidik. Sementara untuk pelaksana kegiatan dan pekerja proyek, pihaknya masih memastikan ke tim Pidsus terkait perkembangan pemeriksaan.

“Yang pasti, sebagian besar pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut sudah dipanggil,” tambah Roi.

Terkait kemungkinan keterlibatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Pemerintah Kabupaten Bintan, Roi menyebut pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari penyidik Pidsus.

“Kita tunggu perkembangan selanjutnya dari Pidsus,” pungkasnya. (*)

Artikel Kejari Bintan Selidiki Dugaan Penyelewengan Anggaran Proyek Parit di Sebong Lagoi pertama kali tampil pada Kepri.

Paramount Garap Film Longlegs Universe, Rilis 2028

0
Cuplikan karakter dalam film Longlegs yang dikenal dengan atmosfer horor mencekam. Sumber: x.com/HorrorCalendar.

batampos – Paramount Pictures resmi menjadwalkan perilisan film baru dari semesta Longlegs pada 14 Januari 2028.

Meski belum memiliki judul resmi, proyek ini dipastikan akan kembali dibintangi oleh Nicolas Cage yang sebelumnya mencuri perhatian lewat perannya di film pertama.

Film terbaru ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan Longlegs (2024), namun bukan sekuel langsung. Cerita yang dihadirkan akan tetap berada dalam satu universe yang sama, dengan pendekatan naratif yang lebih luas dan tidak terikat pada alur linear film sebelumnya.

Sutradara Osgood Perkins juga dikabarkan kembali terlibat dalam proyek ini. Kembalinya Perkins membuka peluang eksplorasi cerita yang lebih mendalam dengan atmosfer horor khas yang sebelumnya mendapat banyak pujian.

Kehadiran Nicolas Cage kembali menjadi daya tarik utama. Perannya sebagai pembunuh berantai di film pertama dinilai berhasil menghadirkan karakter yang kuat dan mencekam.

Film Longlegs sebelumnya dikenal sebagai proyek horor dengan biaya produksi relatif kecil, namun sukses besar di box office global. Film ini mampu meraup pendapatan lebih dari 128 juta dolar AS dan menjadi salah satu film independen terlaris.

Kesuksesan tersebut mendorong pengembangan proyek lanjutan dengan skala yang lebih besar, termasuk keterlibatan studio besar dalam distribusi.

Sebagai informasi, Longlegs mengisahkan agen muda FBI bernama Lee Harker yang menangani kasus pembunuhan berantai misterius.

Penyelidikan yang ia lakukan mengarah pada unsur okultisme dan hubungan personal dengan pelaku, membuat kasus semakin kompleks dan berbahaya.

Film ini kini juga dapat disaksikan melalui layanan streaming seperti Hulu dan Disney+. (*)

Artikel Paramount Garap Film Longlegs Universe, Rilis 2028 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Polisi Selidiki dan Buru Pelaku Wanita Pencuri Paket di Batuaji

0
Ilustrasi Pencuri Paket. (shutterstock)

batampos – Aksi pencurian paket yang diduga dilakukan seorang wanita meresahkan warga di sejumlah perumahan dan kos-kosan di Kecamatan Batuaji, Batam. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizky Subagyo, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan informasi dengan mendatangi para korban guna memperoleh ciri-ciri pelaku.

“Saat ini kami sedang menyelidiki informasi terkait pencurian tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku beraksi dengan berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Genio. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku terlihat mengenakan jaket dan helm saat menjalankan aksinya.

“Untuk jumlah korban belum dapat dipastikan, karena hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk,” kata Bayu.

Meski demikian, pihak kepolisian berkomitmen mengusut kasus yang dinilai meresahkan masyarakat tersebut. Polisi juga mengimbau para korban agar segera melapor guna mempercepat proses penyelidikan.

“Segera laporkan jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa. Akan langsung kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebelumnya, warga di kawasan MKGR, Batuaji, diresahkan dengan maraknya pencurian paket yang diletakkan di depan rumah maupun kamar kos. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan penghuni setelah kurir mengantarkan barang.

Salah seorang korban, Maria, mengungkapkan bahwa paket miliknya hilang tak lama setelah diantar.

“Sepertinya pelaku membuntuti kurir, jadi tahu paket-paket yang diletakkan di depan rumah maupun kosan,” ujarnya.

Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di Perumahan Senawangi. Warga menduga pelaku yang beraksi di sejumlah lokasi merupakan orang yang sama.

“Pelaku ini berkeliling, bahkan sampai ke Mukakuning,” kata Ana, warga Senawangi.(*)

Artikel Polisi Selidiki dan Buru Pelaku Wanita Pencuri Paket di Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.

Wacana Penghapusan Jurusan Kuliah Menguat, Pendidikan dan Kedokteran Ikut Terdampak

0
Ilustrasi. (Dok Jawapos.com)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mulai mengkaji wacana penghapusan sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Kebijakan ini memicu perhatian publik karena sejumlah sektor penting, seperti pendidikan dan kedokteran, disebut berpotensi terdampak.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya menyelaraskan kualitas lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional, yang diproyeksikan menjadi penopang ekonomi ke depan.

Rektor Universitas Pancasila, Eddie Toet Hendratno, mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak diterapkan secara tergesa-gesa.

“Perlu dikaji terlebih dahulu alasan suatu prodi dibentuk. Jika memang sudah tidak bermanfaat ke depan, silakan dipertimbangkan untuk dihapus,” ujarnya, Selasa (5/5).

Ia menilai, penghapusan prodi, terutama di sektor pendidikan dan kedokteran, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Pasalnya, kedua bidang tersebut berkaitan langsung dengan amanat konstitusi.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjamin layanan kesehatan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945.

Eddie juga menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum mengambil keputusan, termasuk melibatkan para pakar dan tokoh pendidikan dalam proses evaluasi.

Sementara itu, pemerintah disebut akan memfokuskan pengembangan pendidikan tinggi pada delapan sektor strategis, yakni kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, serta maritim.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebutuhan jangka pendek tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan nasib suatu program studi.

“Jangan buru-buru dihapus. Harus diteliti dengan cermat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat,” tegasnya.

Wacana ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. Namun, arah kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak besar terhadap sistem pendidikan tinggi di Indonesia ke depan. (*)

Artikel Wacana Penghapusan Jurusan Kuliah Menguat, Pendidikan dan Kedokteran Ikut Terdampak pertama kali tampil pada News.

Kekurangan Guru, Disdik Kepri Siapkan Rasionalisasi Ratusan Tenaga Pendidik

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mewacanakan rasionalisasi terhadap 180 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (TU) di jenjang SMA dan SMK.

Langkah ini dilakukan dengan mengembalikan mereka ke sekolah asal guna menata ulang penempatan pegawai agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan saat ini rencana tersebut masih dalam proses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri.

“Masih dalam proses di BKD, kami sudah sampaikan jumlah yang akan dirasionalisasi,” ujar Andi Agung, Rabu (6/5).

Ia memastikan jumlah tenaga pendidik yang akan dipindahkan mencapai 180 orang. Kebijakan ini diambil karena masih banyak sekolah SMA dan SMK di Kepri yang mengalami kekurangan guru.

Dengan penataan ulang tersebut, diharapkan distribusi tenaga pendidik bisa lebih merata dan efektif dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut rasionalisasi juga akan diterapkan pada pegawai di RSUD Raja Ahmad Tabib.

Menurutnya, masih terdapat pegawai di rumah sakit tersebut yang bukan berasal dari latar belakang tenaga kesehatan atau tidak memiliki keahlian di bidang medis.

Karena itu, pegawai berstatus PPPK yang tidak sesuai bidang akan dipindahkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang lebih relevan dengan kompetensi mereka.

“Yang penting tidak boleh mengganggu pelayanan kesehatan,” kata Ansar.

Pemerintah Provinsi Kepri juga telah mengantongi surat dukungan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait rencana rasionalisasi tersebut.

Namun, pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut sebelum diterapkan secara resmi. (*)

Artikel Kekurangan Guru, Disdik Kepri Siapkan Rasionalisasi Ratusan Tenaga Pendidik pertama kali tampil pada Kepri.

Pengendara Diteror Lemparan Batu di Jalan Sei Temiang–Marina

0
Kondisi Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang. Saat ini pengendara harus waspada di sepanjang jalan ini karena ada teror pelemparan batu oleh OTK. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aksi teror pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) meresahkan pengendara yang melintas di Jalan Sei Temiang–Marina, Sekupang. Peristiwa ini diduga dilakukan secara berkelompok dan kerap terjadi pada malam hingga dini hari, terutama di ruas jalan yang minim penerangan.

Seorang pengendara mobil dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Kendaraannya mengalami kerusakan cukup parah setelah dilempari batu, hingga menyebabkan kaca pecah dan bodi mobil ringsek.

“Dulu pernah terjadi, sekarang terulang lagi,” ujar Baim, warga Tiban.

Baim mengimbau para pengendara untuk tetap waspada saat melintas di jalur tersebut, khususnya pada malam hari. Ia menekankan agar pengendara tidak keluar dari kendaraan jika menjadi korban pelemparan.

“Kita tidak tahu niat pelaku. Jangan pernah keluar dari mobil, karena bisa saja berujung perampokan. Lebih baik selamatkan diri, kerusakan kendaraan masih bisa diperbaiki,” katanya.

Ia juga berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali. Menurutnya, kawasan tersebut sudah lama dikenal rawan tindak kriminal.

“Sudah seharusnya ada pos penjagaan. Dari dulu kawasan ini sering jadi lokasi aksi begal,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat.

“Laporan resmi memang belum ada, namun informasi ini akan kami dalami dan tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebelumnya, ruas Jalan Tanjung Riau menuju Marina hingga Batuaji juga kerap dikeluhkan warga karena kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan. Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Bahkan, seorang pengendara wanita dilaporkan nyaris menjadi korban begal saat melintas pada waktu subuh. Korban sempat dikejar oleh pelaku yang membawa senjata tajam, namun berhasil menyelamatkan diri.(*)

Artikel Pengendara Diteror Lemparan Batu di Jalan Sei Temiang–Marina pertama kali tampil pada Metropolis.

Fakta Mengerikan, Ratusan Jenazah Pendaki Gunung Everest Tak Bisa Dievakuasi

0
Ilustrasi jalur pendakian Gunung Everest yang dikenal ekstrem dan berbahaya bagi para pendaki. Sumber: x.com/TLWH.

batampos – Gunung Everest menyimpan fakta kelam di balik popularitasnya sebagai puncak tertinggi di dunia. Ratusan jenazah pendaki dilaporkan masih berada di sepanjang jalur pendakian dan tidak dapat dievakuasi hingga kini.

Fenomena ini bukan sekadar rumor. Lebih dari 300 pendaki tercatat meninggal saat mencoba mencapai puncak Everest. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 jenazah masih tertinggal di gunung dalam kondisi membeku.

Kondisi tersebut membuat Everest kerap dijuluki sebagai “kuburan terbuka terbesar di dunia”. Beberapa jenazah bahkan masih terlihat jelas dan dikenal oleh para pendaki, karena posisinya tidak berubah selama bertahun-tahun akibat suhu ekstrem.

Bahkan, dalam beberapa kasus, jenazah tersebut dijadikan penanda jalur menuju puncak oleh para pendaki lain.

Salah satu faktor utama sulitnya evakuasi adalah keberadaan wilayah yang dikenal sebagai Death Zone, yakni area di atas ketinggian 8.000 meter.

Di zona ini, kadar oksigen sangat tipis, suhu ekstrem, serta angin kencang membuat kondisi menjadi sangat berbahaya bagi manusia.

Proses menurunkan satu jenazah dari Everest membutuhkan banyak tenaga, peralatan, serta waktu berhari-hari. Risiko yang dihadapi tim penyelamat juga sangat tinggi, bahkan dapat mengancam nyawa mereka sendiri.

Selain itu, biaya evakuasi yang bisa mencapai puluhan ribu dolar AS menjadi kendala lain, sehingga tidak semua keluarga mampu melakukan proses tersebut.

Pemerintah Nepal bersama militer setempat memang sesekali melakukan misi pembersihan di Everest. Nepali Army tercatat beberapa kali menurunkan jenazah serta membersihkan sampah dari jalur pendakian.

Pada 2019, misalnya, empat jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Kathmandu untuk proses identifikasi. Namun, upaya tersebut tetap terbatas karena tingginya risiko dan kondisi ekstrem di ketinggian.

Fakta ini menjadi pengingat bahwa di balik keindahan dan tantangan Gunung Everest, tersimpan bahaya nyata yang tidak bisa dianggap remeh oleh para pendaki. (*)

Artikel Fakta Mengerikan, Ratusan Jenazah Pendaki Gunung Everest Tak Bisa Dievakuasi pertama kali tampil pada News.

Terlibat Kasus Narkotika, Aryaguna ASN Imigrasi Batam Dinonaktifkan Sementara

0

 

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra. F Yashinta/ Batam Pos

batampos – Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat aparatur sipil negara (ASN) Imigrasi Batam, M Aryaguna Penan, terus bergulir. Selain menjalani proses hukum di pengadilan, yang bersangkutan juga tengah diusulkan menjalani pemeriksaan kode etik di internal instansi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara tersebut. Karena itu, langkah administratif yang diambil saat ini masih bersifat sementara.

“Untuk kepegawaian, kami hanya mengajukan proses pemberhentian sementara. Keputusan final tentu menunggu hasil putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, status kepegawaian Aryaguna belum bisa diputuskan secara permanen sebelum seluruh tahapan hukum, termasuk kemungkinan banding, selesai dijalani. Dengan demikian, kepastian sanksi baru dapat dijatuhkan setelah ada putusan inkrah.

“Kalau nanti sudah inkrah, barulah bisa ditentukan langkah berikutnya. Saat ini kami tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tambahnya.

Imigrasi Batam juga mulai memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendekatan pembinaan mental dan spiritual bagi pegawai.

“Kami rencanakan kegiatan pembinaan rohani, seperti siraman rohani di masjid sekitar kantor. Ini bagian dari upaya penguatan internal,” katanya.

Selain itu, pengawasan melalui tes urine juga disebut telah dan akan terus dilakukan secara berkala. Namun, Wahyu belum merinci hasil pemeriksaan tersebut.

“Tes itu sudah ada dilakukan sebelumnya. Ke depan, kalau ada hasil atau perkembangan, pasti akan kami sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, perkara Aryaguna Penan kini memasuki tahap lanjutan di Pengadilan Negeri Batam. Dalam sidang Rabu (6/5), jaksa penuntut umum dijadwalkan menghadirkan saksi tambahan.

Dalam dakwaan, Aryaguna disebut terlibat bersama dua rekannya, Ferdiyansah Putra dan Gemmalyn Pagtakhan, dalam dugaan permufakatan jahat terkait narkotika jenis sintetis yang dikemas dalam liquid vape.

Kasus ini bermula pada Oktober 2025, ketika ketiganya diduga sepakat membeli liquid vape mengandung narkotika secara patungan. Barang tersebut kemudian digunakan bersama sebelum akhirnya terungkap oleh aparat.

Dari pengungkapan kasus, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk liquid vape yang setelah diuji laboratorium terbukti mengandung zat sintetis golongan I jenis MDMB-4en-PINACA. Total berat barang bukti yang diamankan dari para terdakwa melebihi 5 gram.

Atas perbuatannya, Aryaguna dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Perkara ini menjadi sorotan publik, mengingat keterlibatan aparatur negara dalam tindak pidana narkotika yang dinilai mencoreng integritas institusi. Proses hukum dan etik yang berjalan paralel diharapkan memberi kepastian serta efek jera ke depan.(*)

 

Artikel Terlibat Kasus Narkotika, Aryaguna ASN Imigrasi Batam Dinonaktifkan Sementara pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Mess Perusahaan Sawit Bintan

0
Petugas mengevakuasi jenazah pekerja sawit dari mess PT Tirta Madu di Desa Teluk Bakau, Bintan. F. Polsek Gunung Kijang untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit, Idham Efendi, ditemukan meninggal dunia di mess PT Tirta Madu, RT 004 RW 001 Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (5/5) sore.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Iptu Rusdi Yanto, mengatakan jasad pria berusia 51 tahun itu, pertama kali ditemukan oleh rekan satu mess bernama Budiono.

Menurut Rusdi, sekitar pukul 10.00 WIB, Budiono masih sempat melihat Idham dalam kondisi tidur di dalam kamar. Namun pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, ia mencoba mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapat respons.

Karena curiga, Budiono kemudian masuk ke dalam kamar dan mendapati Idham dalam posisi telungkup. Saat dibalikkan, yang bersangkutan diketahui sudah tidak bernyawa.

“Setelah diposisikan telentang, ternyata sudah meninggal dunia,” ujar Rusdi, Rabu (6/5).

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah dibawa ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan medis.

Hasil visum dokter menyatakan, Idham meninggal akibat pecahnya pembuluh darah dan henti jantung mendadak. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

“Tidak ada luka memar,” tegas Rusdi.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena Idham diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan tuberkulosis (TBC). Hal ini juga diperkuat dengan ditemukannya obat-obatan di kamar yang biasa dikonsumsi almarhum.

Pada malam harinya, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU 23 Kijang. (*)

Artikel Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Mess Perusahaan Sawit Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Operasi Serangan AS ke Iran Resmi Berakhir, Tapi Ancaman di Selat Hormuz Masih Membara

0
Menlu AS Marco Rubio. F. Istimewa

batampos –Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan fase ofensif perang AS terhadap Iran telah resmi berakhir. Pernyataan itu disampaikan di tengah gencatan senjata rapuh yang masih dibayangi ketegangan di Selat Hormuz.

Rubio mengatakan operasi militer AS bertajuk ‘Operation Epic Fury’ kini telah dihentikan setelah hampir sebulan konflik berlangsung.

“Operasi itu sudah selesai, Epic Fury, sebagaimana telah diberitahukan presiden kepada Kongres. Kami sudah menyelesaikan tahap tersebut,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat.

Meski mengklaim operasi ofensif telah berakhir, Washington tetap mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait situasi di Selat Hormuz. Pejabat militer tertinggi AS menegaskan pasukan Amerika siap kembali menjalankan operasi tempur apabila mendapat perintah.

Pentagon juga mengancam akan memberikan respons ‘menghancurkan’ jika Iran menyerang kapal dagang internasional di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, ketegangan di kawasan Teluk masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak April lalu. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia masih berada dalam kondisi tidak stabil.

Sebelumnya, militer AS mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal Iran, rudal jelajah, dan drone di wilayah perairan tersebut. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal asing agar mengikuti jalur yang telah ditentukan Teheran atau menghadapi ‘respons tegas’.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan global karena sekitar seperlima pasokan energi dunia melintasi kawasan itu setiap hari.

Penutupan jalur tersebut sejak perang pecah pada Februari memicu lonjakan harga minyak dan pupuk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman resesi global.

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran segera menerima kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik.

Trump mengatakan dirinya tidak ingin semakin banyak warga Iran menjadi korban perang, meskipun gencatan senjata masih berada di ujung tanduk.

“Mereka harus melakukan hal yang cerdas, karena kami tidak ingin masuk dan membunuh orang. Saya benar-benar tidak ingin melakukannya, itu terlalu berat,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office saat ditanya soal Iran.

Sebelumnya Trump juga menyebut tekanan militer dan ekonomi AS telah memaksa Teheran kembali ke meja perundingan. Pemerintah AS saat ini terus mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan aktivitas pengayaan nuklir sebagai bagian dari syarat negosiasi damai.(*)

Artikel Operasi Serangan AS ke Iran Resmi Berakhir, Tapi Ancaman di Selat Hormuz Masih Membara pertama kali tampil pada News.