Rabu, 3 Juni 2026
Beranda blog Halaman 143

Fantastis! Harga Tiket Met Gala 2026 Tembus Rp1,6 Miliar per Orang

0
Suasana karpet merah Met Gala 2026 yang menampilkan deretan selebritas dengan busana mewah. Sumber: x.com/maxi_defi_

batampos – Ajang mode paling bergengsi di dunia, Met Gala 2026, kembali mencetak rekor sebagai salah satu acara fashion termahal sepanjang sejarah.

Harga tiket individu untuk menghadiri acara ini dilaporkan mencapai sekitar 100.000 dolar AS atau setara Rp1,6 miliar per orang. Sementara itu, harga satu meja untuk 10 orang dibanderol mulai dari 350.000 dolar AS, yang umumnya dibeli oleh brand besar untuk mengundang selebritas.

Lonjakan harga tersebut semakin menegaskan status Met Gala sebagai acara super eksklusif yang hanya dapat diakses kalangan elite global.

Berbeda dari acara pada umumnya, tiket Met Gala tidak dijual bebas. Kehadiran hanya bisa melalui undangan khusus yang dikurasi langsung oleh Anna Wintour. Bahkan, kalangan miliarder sekalipun tidak dapat hadir tanpa persetujuan tersebut.

Sebagian besar selebritas yang tampil di karpet merah juga tidak membeli tiket sendiri. Biasanya, rumah mode atau perusahaan besar membeli meja dan kemudian mengundang figur publik untuk mewakili brand mereka.

Selain menjadi ajang pamer busana mewah, Met Gala juga merupakan acara penggalangan dana utama untuk Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung operasional serta pameran mode di museum tersebut.

Pada 2026, acara ini berhasil mengumpulkan dana hingga 42 juta dolar AS, mencetak rekor baru dalam sejarah penyelenggaraannya.

Harga tiket yang fantastis mencakup berbagai pengalaman eksklusif, mulai dari akses awal ke pameran fashion, jamuan makan mewah, hiburan kelas dunia, hingga kesempatan berjejaring dengan selebritas, desainer, dan tokoh global. (*)

Artikel Fantastis! Harga Tiket Met Gala 2026 Tembus Rp1,6 Miliar per Orang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Jambret yang Merampas Tas Karyawan Perusahaan di Muka Kuning Keok Ditangan Satreskrim Polresta

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (jambret) yang terjadi di Kota Batam. Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, dalam rilis di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5).

Peristiwa jambret itu bermula dari laporan korban yang terjadi pada Kamis (30/5) sekitar pukul 20.20 WIB. Saat itu, NAP, korban yang merupakan karyawan sebuah perusahaan di kawasan Batamindo baru saja pulang kerja dan keluar melalui pintu lima kawasan industri tersebut.

Korban yang mengendarai sepeda motor tidak menyadari dirinya telah diikuti oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Pelaku diduga telah mengincar korban setelah melihat dua unit ponsel milik korban, yakni iPhone dan Infinix, yang disimpan di dalam tas.

“Pelaku melihat ada dua handphone di dalam tas korban, kemudian mereka memepet dan langsung melakukan penjambretan,” ujar Kompol Debby Tri Andrestian dalam keterangannya.

Setelah berhasil merampas tas korban, pelaku langsung melarikan diri. Korban sempat melakukan pengejaran hingga ke simpang Panbil, namun pelaku berhasil kabur dari kejaran.

“Korban sempat mengejar sampai ke arah simpang Panbil, tetapi pelaku berhasil meloloskan diri,” tambahnya.

Tidak tinggal diam, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, tim Satreskrim Polresta Barelang segera melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.
Dalam waktu lima hari, tepatnya pada 4 Mei sore, dua pelaku berinisial RTS dan SSL berhasil diamankan. Saat ditangkap, keduanya mengakui telah melakukan aksi jambret tersebut.

“Kedua pelaku kami amankan dan mereka mengakui perbuatannya. Barang bukti yang kami sita berupa dua unit handphone hasil jambret dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan pelaku,” jelas Debby.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua pelaku merupakan pendatang dari Belawan, Medan. Mereka datang ke Batam dengan tujuan mencari pekerjaan, namun karena tidak kunjung mendapat pekerjaan, keduanya nekat melakukan aksi kriminal.
“Mereka datang dari Belawan untuk mencari kerja, namun belum mendapatkan pekerjaan. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka meminjam sepeda motor dan melakukan aksi jambret,” ungkapnya.

Lebih lanjut, polisi juga mengungkap bahwa kedua pelaku telah beraksi di empat tempat kejadian perkara sejak Januari lalu dengan sasaran korban yang lengah di jalan.
“Target mereka acak, berkeliling mencari korban yang lengah. Selain handphone, mereka juga sempat mengambil kalung emas di TKP lainnya,” katanya.(*)

Artikel Dua Jambret yang Merampas Tas Karyawan Perusahaan di Muka Kuning Keok Ditangan Satreskrim Polresta pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Kali Mangkir, Polisi Kejar Terlapor Kasus Penipuan dan Penggelapan Showroom Batam

0
Korban dugaan penipuan bisnis showroom mobil mendatangi Polresta untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialami mereka, Rabu (1/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok bisnis showroom mobil di Batam menunjukkan Nora Oktavia sebagai terlapor belum juga kooperatif. Satreskrim Polresta Barelang mencatat, yang bersangkutan telah dua kali dipanggil namun tidak memenuhi undangan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pihaknya telah melayangkan pemanggilan secara resmi kepada terlapor untuk dimintai keterangan.
“Sudah dipanggil dua kali, namun belum ada tanggapan dari yang bersangkutan,” ujar Debby, Rabu (6/5).

Selain pemanggilan, penyidik juga telah melakukan upaya penelusuran langsung ke alamat tempat tinggal terlapor. Namun hasilnya, terlapor tidak ditemukan di lokasi.
“Yang bersangkutan sudah kita cari sampai ke rumahnya, tapi sudah tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, polisi belum menetapkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap terlapor. Hal ini karena proses pemanggilan masih dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.
“Masih ada satu panggilan lagi yang akan kita layangkan,” katanya.

Debby menegaskan, langkah-langkah penanganan perkara dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
“Kita lakukan bertahap,” tegasnya.

Kasus ini sendiri telah masuk tahap penyidikan dan melibatkan puluhan korban dengan berbagai modus, mulai dari penggelapan BPKB, penipuan jual beli mobil, hingga dugaan penggadaian dokumen kendaraan ke pihak leasing.

Polisi memastikan akan terus melanjutkan proses hukum dan mengambil langkah tegas apabila terlapor tetap tidak kooperatif, sementara para korban berharap kasus ini segera menemukan titik terang.(*)

Artikel Dua Kali Mangkir, Polisi Kejar Terlapor Kasus Penipuan dan Penggelapan Showroom Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV

0
Petugas kepolisian meninjau salah satu daycare di Siantan, Anambas, dan menemukan belum adanya fasilitas CCTV. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penitipan anak (daycare) di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (6/5).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kualitas pengasuhan anak di fasilitas tersebut, sekaligus mengantisipasi potensi kasus kekerasan terhadap anak seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Petugas mendatangi langsung lokasi daycare untuk memantau aktivitas harian, mulai dari proses pengasuhan hingga kegiatan belajar anak-anak.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua daycare yang beroperasi di wilayah Siantan, yakni Al Muhajirin dan Kurnia.

Keduanya tidak hanya menyediakan layanan penitipan anak, tetapi juga program Kelompok Bermain, PAUD hingga taman kanak-kanak (TK).

Petugas mencatat, jumlah anak yang dititipkan cukup banyak. Di Al Muhajirin terdapat sekitar 80 anak, sementara di Kurnia mencapai 58 anak dengan dukungan masing-masing tujuh tenaga pendidik.

“Kami juga memantau langsung proses pengasuhan dan interaksi tenaga pendidik dengan anak-anak. Secara umum berjalan baik,” ujar Dodi Setiawan.

Meski demikian, polisi menemukan kekurangan pada aspek keamanan. Kedua daycare tersebut diketahui belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Dodi, keberadaan CCTV penting untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Kamera pengawas sangat dibutuhkan agar aktivitas anak bisa dipantau, termasuk oleh orang tua dari jarak jauh. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau pengelola daycare agar segera melengkapi fasilitas keamanan, termasuk pemasangan CCTV, guna menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan kondusif bagi anak-anak. (*)

Artikel Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV

0
Petugas kepolisian meninjau salah satu daycare di Siantan, Anambas, dan menemukan belum adanya fasilitas CCTV. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penitipan anak (daycare) di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (6/5).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kualitas pengasuhan anak di fasilitas tersebut, sekaligus mengantisipasi potensi kasus kekerasan terhadap anak seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Petugas mendatangi langsung lokasi daycare untuk memantau aktivitas harian, mulai dari proses pengasuhan hingga kegiatan belajar anak-anak.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua daycare yang beroperasi di wilayah Siantan, yakni Al Muhajirin dan Kurnia.

Keduanya tidak hanya menyediakan layanan penitipan anak, tetapi juga program Kelompok Bermain, PAUD hingga taman kanak-kanak (TK).

Petugas mencatat, jumlah anak yang dititipkan cukup banyak. Di Al Muhajirin terdapat sekitar 80 anak, sementara di Kurnia mencapai 58 anak dengan dukungan masing-masing tujuh tenaga pendidik.

“Kami juga memantau langsung proses pengasuhan dan interaksi tenaga pendidik dengan anak-anak. Secara umum berjalan baik,” ujar Dodi Setiawan.

Meski demikian, polisi menemukan kekurangan pada aspek keamanan. Kedua daycare tersebut diketahui belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Dodi, keberadaan CCTV penting untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Kamera pengawas sangat dibutuhkan agar aktivitas anak bisa dipantau, termasuk oleh orang tua dari jarak jauh. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau pengelola daycare agar segera melengkapi fasilitas keamanan, termasuk pemasangan CCTV, guna menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan kondusif bagi anak-anak. (*)

Artikel Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Sopir Truk Pasir Datangi Mapolresta Barelang, Mengaku Terdampak karena Tambang Pasir Ditutup

0
Sopir truk saat berada di depan Kapolresta Barelang. f. Eusebius/ Batam Pos

batampos – Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Sopir Truk Batam dan Bumi Armada Jaya mendatangi Mapolresta Barelang, Rabu (6/5). Mereka datang menggunakan truk masing-masing dan memarkir kendaraan secara berjejer di depan kantor polisi sebagai bentuk aksi menyuarakan aspirasi.

Kedatangan para sopir ini berkaitan dengan kebijakan penertiban tambang pasir yang belakangan diperketat oleh aparat. Para sopir mengaku terdampak langsung karena aktivitas angkutan pasir menjadi terhenti, sehingga mengganggu mata pencaharian mereka sehari-hari.

Salah satu sopir, Guntur, menyampaikan kebingungan para pekerja lapangan atas kebijakan tersebut. Ia menilai, penertiban tanpa solusi membuat sopir kehilangan arah dalam mencari nafkah.

“Kami ini terdampak. Kalau memang ditutup, kami harus bagaimana? Kami kerja apa? Harus ada solusi, kasih arahan yang legal itu seperti apa,” ujar Guntur.

Menurutnya, para sopir tidak menolak aturan, namun berharap adanya kejelasan mengenai jalur kerja yang diperbolehkan secara hukum. Ia menegaskan, tanpa solusi konkret, kebijakan tersebut justru menimbulkan keresahan di kalangan sopir.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Komunitas Bumi Armada Jaya, Gufron. Ia meminta pemerintah dan aparat tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memikirkan keberlangsungan ekonomi para sopir.

Menanggapi aksi tersebut, Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Budi Santosa, membenarkan kedatangan puluhan sopir truk ke Mapolresta. Ia menyebut, pihak kepolisian menerima aspirasi yang disampaikan para sopir.
“Keluhan dan masukan dari rekan-rekan sopir sudah kami tampung. Selanjutnya akan kami sampaikan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Budi Santosa.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga ketertiban dan mengikuti aturan yang berlaku, sembari menunggu solusi dari pemerintah dan instansi berwenang terkait penanganan tambang pasir di Batam.(*)

Artikel Puluhan Sopir Truk Pasir Datangi Mapolresta Barelang, Mengaku Terdampak karena Tambang Pasir Ditutup pertama kali tampil pada Metropolis.

Strategi Baru Honda: Tunda Model Baru Hingga 2030, Perkuat Hybrid

0
Ilustrasi mobil Honda yang menjadi bagian dari model yang masa produksinya diperpanjang. Sumber: x.com/spinefoot1.

batampos – Honda dilaporkan menunda peluncuran lima model generasi terbaru hingga awal 2030. Keputusan ini mencakup sejumlah model populer yang selama ini menjadi andalan di pasar global.

Penundaan tersebut terungkap dari dokumen internal yang dikirimkan kepada pemasok. Dalam dokumen itu, Honda disebut akan memperpanjang siklus hidup model yang ada saat ini sebelum menghadirkan generasi baru pada dekade berikutnya.

Beberapa model yang terdampak antara lain Honda Accord, Honda HR-V, Honda Odyssey, serta model premium seperti Acura MDX dan Acura Integra.

Generasi terbaru dari model-model tersebut diperkirakan baru akan meluncur mulai 2030, bahkan beberapa di antaranya bisa mundur hingga setelah tahun tersebut.

Salah satu alasan utama penundaan ini adalah kerugian besar yang dialami Honda akibat pembatalan sejumlah proyek kendaraan listrik atau kendaraan listrik (EV). Nilai kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15,8 miliar dolar AS.

Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan mengurangi investasi besar di sektor EV, sekaligus mengoptimalkan model yang sudah ada di pasar.

Sebagai gantinya, Honda kini mengalihkan fokus pada pengembangan teknologi hybrid yang dinilai lebih stabil dan efisien dalam jangka pendek.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri otomotif global yang terus berubah.

Dalam strategi terbarunya, Honda menargetkan peluncuran sistem hybrid generasi baru mulai 2027 guna meningkatkan efisiensi biaya serta performa kendaraan.

Dengan kebijakan ini, sejumlah model Honda diperkirakan akan bertahan lebih lama tanpa perubahan besar, bahkan hingga hampir satu dekade, lebih panjang dari siklus normal industri otomotif. (*)

Artikel Strategi Baru Honda: Tunda Model Baru Hingga 2030, Perkuat Hybrid pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cemburu Berujung Maut, Kasus Pembunuhan di Nongsa Masuki Tahap I

0
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kapolsek Nongsa dan jajaran memberikan keterangan kasus pembunuhan saat ekspos di Mapolresta Barelang beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kasus pembunuhan yang melibatkan pasangan sesama jenis di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, terus bergulir dan kini memasuki babak baru dalam proses hukum. Perkara dengan tersangka pria berinisial MY tersebut telah memasuki tahap I, menandai berkas penyidikan mulai diteliti oleh pihak kejaksaan.

Kapolsek Nongsa, Kompol Eriman, melalui Kanit Reskrim Iptu Rahmat Susanto, mengungkapkan bahwa proses hukum terhadap tersangka terus berjalan sesuai prosedur. Ia menyebutkan bahwa berkas perkara telah dilimpahkan pada 23 April 2026 untuk tahap awal pemeriksaan oleh jaksa.

“Prosesnya terus berjalan, sudah tahap I tanggal 23 April 2026. Untuk tersangka sudah dititipkan ke rumah tahanan,” ujar Rahmat saat ditemui di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5).

Penyidik Polsek Nongsa saat ini juga masih intens berkoordinasi dengan pihak kejaksaan guna melengkapi berkas perkara. Hal ini dilakukan agar seluruh unsur dalam berkas dinyatakan lengkap (P-21) sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Rahmat optimistis berkas perkara tersebut akan segera rampung dalam waktu dekat. “Insyaallah sudah terpenuhi dan secepatnya kami limpahkan,” tambahnya, menegaskan komitmen penyidik dalam menuntaskan kasus tersebut.

Diketahui, peristiwa tragis ini terjadi di kawasan perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, pada Selasa siang, 10 Maret 2026. Korban berinisial AS tewas setelah mengalami luka tusuk yang dilakukan oleh tersangka MY.

Motif pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi rasa sakit hati dan cemburu. Tersangka tidak terima setelah hubungan asmara mereka berakhir, sehingga nekat merencanakan aksi pembunuhan tersebut.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka diketahui telah mempersiapkan sebilah pisau dapur sebelum menemui korban. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menusuk korban hingga menyebabkan kematian di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara. Polisi menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.(*)

Artikel Cemburu Berujung Maut, Kasus Pembunuhan di Nongsa Masuki Tahap I pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar Skapul 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Kreativitas Pelajar

0
Medali dan piagam yang disiapkan panitia untu pagelaran skapul. F. Istimewa
batampos – Semangat sportivitas, kreativitas, dan kolaborasi pelajar mewarnai pembukaan Gebyar Skapul 2026 yang digelar SMK Negeri 10 Batam, Selasa (5/5). Ajang olahraga perdana bertajuk Berani & Berprestasi ini menjadi momentum bagi sekolah yang baru memasuki tahun kedua berdiri untuk menunjukkan eksistensi sekaligus memperkenalkan potensi sekolah kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Mei 2026 itu mempertandingkan cabang olahraga bola voli antar pelajar tingkat SMP se-Kecamatan Nongsa. Sebanyak delapan tim ambil bagian, terdiri dari empat tim putra dan empat tim putri dari SMPN 42 Batam, SMPN 34 Batam, SMPN 63 Batam, dan SMPN 28 Batam.
Bagi SMKN 10 Batam, Gebyar Skapul bukan sekadar turnamen olahraga. Event ini menjadi ruang pembinaan karakter siswa melalui nilai sportivitas, kerja sama tim, dan mental kompetitif, sekaligus sarana promosi sekolah menjelang penerimaan peserta didik baru.
Kepala SMKN 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia, mengatakan Gebyar Skapul dirancang sebagai agenda tahunan yang akan terus dikembangkan dengan cakupan peserta dan cabang lomba yang lebih luas.
“Ini langkah awal kami membangun tradisi kegiatan positif di sekolah. Tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga melatih siswa terlibat langsung dalam manajemen event, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” ujar Herlina, Rabu (6/5).
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam penyelenggaraan menjadi bagian penting dari pembelajaran praktik, khususnya dalam membangun tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Persembahan dari Sanggar Sukma Dewi SMKN 10 Batam, doa bersama, laporan ketua panitia, sambutan kepala sekolah, penyerahan donasi dari Direktur Batamview Beach Resort, hingga penampilan spesial dari OneHeartBeat Pte Ltd Singapura.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili Fajar Fauzi, Kasi Pembinaan SMK dan PK Cabang Dinas Pendidikan Batam.
Fajar memberikan apresiasi terhadap langkah SMKN 10 Batam yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif meski masih tergolong sekolah baru.
Menurutnya, keberanian sekolah untuk membangun event kompetitif seperti Gebyar Skapul menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra sekolah sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.
“Sekolah yang sedang berkembang harus aktif membangun kolaborasi, terutama dengan dunia usaha dan dunia industri, agar kualitas pendidikan vokasi semakin kuat,” katanya.
Pembukaan turnamen ditandai dengan service volley simbolis sebagai tanda dimulainya pertandingan, dilanjutkan penampilan Tari Tor-Tor oleh siswa SMKN 10 Batam dan sesi foto bersama.
Gebyar Skapul 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Baznas Kepri, Dinas Pendidikan Kota Batam, UPT Kebun Raya Batam, Puskesmas Jabi, Kecamatan Nongsa, tokoh masyarakat, komite sekolah, hingga sejumlah mitra industri seperti PT BBS, NDP, Batamview, PT CLT, dan mitra industri lainnya.
Menariknya, pada penutupan nanti para juara tidak hanya menerima medali, sertifikat, dan uang pembinaan, tetapi juga piala hasil karya siswa jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Batam. Piala tersebut dibuat langsung di bawah bimbingan Hendry Yadi, guru Teknik Pengelasan yang juga menjabat Ketua Pelaksana Gebyar Skapul 2026.
Hal itu menjadi simbol bahwa Gebyar Skapul bukan hanya panggung kompetisi olahraga, tetapi juga wadah menampilkan hasil karya dan kompetensi siswa vokasi.
“Kami berharap acara penutupan nanti dapat dihadiri Gubernur Kepulauan Riau sebagai bentuk dukungan terhadap semangat prestasi generasi muda,” tutup Herlina.(*)

Artikel Gebyar Skapul 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Kreativitas Pelajar pertama kali tampil pada Olahraga.

Kenalan di Instagram, Pemuda di Bintan Tega Cabuli Bocah 13 Tahun Sebanyak 15 Kali

0
Polisi saat meringkus BM di kediamannya, Desa Lancang Kuning. F. Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos – Polsek Bintan Utara menciduk seorang pemuda berinisial BM (21) di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. BM ditangkap usai diduga melakukan pencabulan terhadap seorang anak perempuan yang baru berusia 13 tahun.

​Nahasnya, perbuatan bejat tersebut dilakukan pelaku berulang kali hingga belasan kali dengan modus rayuan melalui media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitari, mengonfirmasi bahwa pelaku diamankan di kediamannya pada Minggu (3/5). Kasus ini mulai terendus setelah keluarga korban merasa curiga dengan perilaku sang anak.

​”Pelaku kami amankan tanpa perlawanan di rumahnya di Desa Lancang Kuning,” ujar Wisuda, Rabu (6/5).

​Peristiwa ini terbongkar pada Kamis (30/4) pagi sekitar pukul 05.20 WIB. Saat itu, orang tua korban hendak membangunkan anaknya untuk persiapan sekolah, namun kamar dalam keadaan kosong. Tak lama kemudian, sekitar pukul 05.40 WIB, korban baru pulang ke rumah.

​Curiga dengan gelagat anaknya, orang tua korban lantas memeriksa ponsel sang anak. Bak tersambar petir, mereka menemukan bukti percakapan yang mengarah pada tindakan asusila. Tak terima, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku BM dan korban awalnya saling mengenal melalui media sosial Instagram. Setelah intens berkomunikasi, keduanya bertukar nomor WhatsApp.

​Pelaku kemudian melancarkan tipu muslihat dengan mengajak korban jalan-jalan berkeliling kawasan Tanjunguban. Bukannya diajak berkeliling, korban justru dibawa ke sebuah rumah kosong.

​”Korban dibawa ke rumah kosong dan dicabuli. Korban tidak berani melawan karena merasa takut,” terang Wisuda.

​Agar aksinya tetap rapi, pelaku membujuk korban untuk bungkam dan berjanji akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Namun, dari hasil pengembangan penyidikan, fakta mengejutkan terungkap.

​”Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku sudah mencabuli korban sebanyak 15 kali,” ungkap Wisuda.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, ponsel, serta sepeda motor yang digunakan pelaku saat menjemput korban.

​Atas perbuatannya, BM kini harus mendekam di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 473 ayat (2) huruf b UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP atau Pasal 415 Huruf b dan Pasal 417 beleid yang sama.

​”Pelaku terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Artikel Kenalan di Instagram, Pemuda di Bintan Tega Cabuli Bocah 13 Tahun Sebanyak 15 Kali pertama kali tampil pada Kepri.