Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 14106

15 Bus Baru Trans Batam Tiba di Batuampar

0
Bus trans Batam saat diturunkan dari kapal di Pelabuhan Kargo Batuampar. Foto: Bos/facebook/wajah batam
Bus trans Batam saat diturunkan dari kapal di Pelabuhan Kargo Batuampar. Foto: Bos/facebook/wajah batam

batampos.co.id – Sebanyak 15 unit bus baru untuk memperkuat armada Trans Batam sudah tiba di Pelabuhan Kargo Batuampar, Rabu (25/5/2016).

Ke-15 unit bus baru itu sudah siap dioperasikan untuk mengisi trayek-trayek baru di Batam yang hingga saat ini belum terlayani bus Trans Batam.

Rencananya, bus baru itu akan dioperasikan oleh Perum Damri selaku operator bus Trans Batam.

Sebelumnya, Kepala operasional Perum Damri Batam, Johanes Ken mengatakan penambahan armada bus Trans Batam itu merupakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memaksimalkan pelayanan transpostasi darat yang nyaman dan ramah di seluruh titik di Batam.

”Sudah ada penyampaian informasi (penambahan 15 bus trans Batam), dan itu akan ditempatkan pada jalur-jalur yang belum dilalui Trans Batam selama ini,” kata Johanes.

Untuk menghubungkan semua wilayah layanan Trans Batam di kota Batam sambung Johanes minimal harus 11 hingga 12 koridor.

”Sekarang kan baru lima koridor jadi belum terakomodir semuanya,” tuturnya.

Lima koridor yang dilayani bus Trans Batam selama ini yakni:

  1. Koridor satu jurusan Sekupang-Batamcenter 12 unit bus,
  2. Koridor dua Batuaji-Batamcenter ada 10 bus,
  3. Koridor tiga Jodoh- Sekupang dengan 6 bus,
  4. Koridor empat untuk trayek anak sekolah di Hinterland, (Pulau Galang dan Sekitarnya) sebanyak 5 unit bus,
  5. Lalu Koridor lima Jodoh -Batamcenter 6 bus,
  6. Koridor enam Piayu-Batamcenter masing-masing 6 bus.

”Untuk total armadanya di masing-masing koridor tersebut, dua unitnya dijadikan bus cadangan,” kata Johanes.

Nah, koridor baru yang akan dibuka untuk trayek dari 15 bus baru tersebut kata Johanes masih dipersiapkan Dinas Perhubungan kota Batam selaku pihak yang berwenang.

”Kalau pembukaan koridornya tetap di Dishub, tapi kalau dilihat dari kekosongan (koridor) selama ini, yang belum ada layanan Trans Batam dari wilayah Nongsa dan Punggur ke Batam Center serta Sekupang-Tanjunguncang. Itulah koridor baru yang kami harapkan,” kata Johanes. (nur/eja/leo)

30 Karyawan Ikuti In House Training Jurnalistik yang Digelar BTKLPP Batam

0
Peserta In House Training Jurnalistik bersama (duduk dari depan kiri) Kasubag TU BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal, Kepala Kantor BTKLPP Kelas I Batam Slamet Mulsiswanto, dan Wapemred Batam Pos Tunggul Manurung, foto bersama usai acara, Selasa (24/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Peserta In House Training Jurnalistik bersama (duduk dari depan kiri) Kasubag TU BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal, Kepala Kantor BTKLPP Kelas I Batam Slamet Mulsiswanto, dan Wapemred Batam Pos Tunggul Manurung, foto bersama usai acara, Selasa (24/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam menggelar in house training jurnalistik selama tiga hari mulai Selasa (24/5). Tiga puluh karyawan mengikuti kegiatan pelatihan ini.

”Kami ini banyak produk yang bagus cuma kami tidak bisa ’menjual diri’,” kata Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, ketika membuka acara di Aula Riau BTKLPP Kelas I Batam, kemarin (24/5).

Produk-produk itu, misalnya, Jamban Pesisir Sederhana dan Pengusir Nyamuk ICASS. Keduanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun, sayang tidak tersampaikan ke publik dengan baik.

BTKLPP, sejatinya, telah memiliki buletin dan laman web khusus. Buletin bernama Sinergis itu terbit tiga bulan sekali. Isinya, laporan kerja BTKLPP selama tiga bulan itu. Laporan tersebut juga diunggah ke laman web.

Hanya saja, bahasa yang digunakan sangat ilmiah. Dengan pelatihan ini, Slamet berharap, gaya penulisan di buletin dan laman web itu dapat berubah sehingga mudah dipahami masyarakat. ”Saya berharap, setelah pelatihan ini, tim dari buletin akan bergerak mencetak tulisan-tulisan yang bagus,” ujar Slamet.

BTKLPP menggandeng Batam Pos sebagai pemateri. Pelatihan ini dibuka dengan materi Siaran Pers. Lalu dilanjutkan dengan materi perwajahan atau tata letak.

Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal mengatakan, siaran pers sangat penting bagi sebuah instansi pemerintahan. Sebab, ia berhubungan dengan masyarakat luas. Siaran pers berisi informasi-informasi yang sifatnya wajib diketahui masyarakat.

”Siaran pers juga bisa digunakan untuk mengklarifikasi berita atau permasalahan yang terkait dengan instansi pemerintah tersebut,” kata Iqbal.

Siaran pers ini juga dapat langsung diterbitkan di buletin. Asalkan, sudah memenuhi kaidah jurnalistik. Sebab buletin juga akan menyajikan data dan fakta. ”Gunakan bahasa yang ringan. Hindari istilah asing dan teknis,” jelas Iqbal lagi.

Menulis, tambahnya, bukan untuk menunjukkan keahlian menggunakan bahasa asing. Tetapi bagaimana caranya membuat orang mengerti dengan apa yang ditulis. ”Kalau pembaca sekali baca sudah paham itu artinya tulisan kita sudah bagus,” tuturnya.

Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan. Pertanyaan muncul seputar jurnalistik, misailnya, cara menentukan headline ataupun standar-standar penulisan koran, sampai pada materi yang cocok diterbitkan di buletin ataupun koran.

Sambutan yang sama juga muncul ketika materi kedua disampaikan. Penanggungjawab Perwajahan Batam Pos Mahfut Azhari menjelaskan soal perwajahan dengan membedah sampul dan beberapa halaman Buletin Sinergis milik BTKLPP.

”Perwajahan itu seperti make up, membuat wajah lebih cantik. Seperti misalnya, kasih lipstik di bibir, atau kasih anting di telinga,” ujar Mahfut.

Di akhir sesi, Mahfut mempraktekkan cara mengatur tata letak (layout) konten untuk Buletin Sinergis tersebut. Ia menggunakan software adobe indesign. Itulah software yang biasa digunakan Batam Pos untuk mendesain halamannya.

Namun, bukan hanya software yang diperlukan seorang layouter untuk dapat mendesain halaman. Tetapi juga jiwa seni. Sebab, kerja layouter itu membuat sebuah halaman enak dipandang. ”Kalau software ini masih bisa dipelajari. Mempelajari software ini bisa dilakukan selama satu bulan,” katanya. (ceu)

ILUSKA dan BPR Sejahtera Batam Gelar Baksos di Belakangpadang

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ikatan Alumni SMK Kartini (ILUSKA) Batam mengadakan beberapa kegiatan jelang puncak acara Reuni Akbar ILUSKA Batam 2016. Di antaranya, bekerja sama dengan BPR Sejahtera Batam menggelar bakti sosial dengan menyumbangkan paket sembako, baju bekas layak pakai dan tandon air bersih ke enam pulau di Belakangpadang, Minggu (22/5) lalu.

”ILUSKA dan BPR Sejahtera Batam sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ketua Umum ILUSKA, Abdon Hery Jodi Mp, kemarin (24/5).

Menurut dia, dalam bakti sosial kali ini terkumpul 320 paket sembako dan enam unit tandon air kapasitas 1.000 liter serta baju bekas layak pakai yang seluruhnya merupakan sumbangan dari Alumni SMK Kartini Batam dan BPR Sejahtera Batam.

Keseluruhan paket dan tandon air tersebut dibagikan di enam pulau, yakni Pulau Lengkang, Pulau Mecan, Pulau Sarang, Pulau Bertam, Pulau Lingka, dan Pulau Gara.

Adapun, sambung Abdon, rombongan bakti sosial diikuti oleh 87 orang peserta terdiri dari Pengurus ILUSKA, panitia Reuni Akbar ILUSKA 2016, Alumni SMK Kartini Batam, Direktur Utama BPR Sejahtera Batam Sumantri yang juga merupakan Alumni SMK Kartini Batam, Direktur BPR Sejahtera Batam Elly Utami, puluhan relawan SB Peduli GO GREEN dari BPR Sejahtera Batam, dan perwakilan guru SMK Kartini Batam. (cr12)

Rudi Minta Investor di Batam Utamakan Pekerja Lokal

0
Wali Kota Batam, Rudi saat berbincang dengan investor  Cina di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang. Foto: Ist
Wali Kota Batam, Rudi saat berbincang dengan para investor di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang. Foto: Ist

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap agar investor yang berinvestasi di Batam bisa menyerap tenaga kerja lokal. Hal itu dikarenakan, masih banyaknya tenaga kerja lokal yang menganggur.

“Saya meminta para investor agar mengutamakan pekerja lokal di Batam,” ujar Rudi usai kunjungan Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (24/5) siang.

Penyerapan tenaga kerja lokal dapat membantu menjaga stabilitas keamanan di Batam. Banyak kasus yang terjadi di suatu daerah karena tidak memperhatikan hal tersebut. Sehingga berimbas terhadap kesenjangan antar masyarakat.

“Saya ingin investasi berjalan tetapi kondisinya positif sehingga semua nyaman,” sebut Rudi.

Menurut dia, Batam memiliki banyak tenaga kerja yang siap bekerja sesuai dengan keahlian di perusahaan. Disamping itu dengan menyerap tenaga kerja lokal dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam.

“Tenaga kerja kita banyak yang sudah siap, jadi tak perlu mencari jauh-jauh lagi,” terang Rudi.

Selain itu, Rudi juga berharap agar seluruh investor baik asing maupun dalam negeri dapat melengkapi dokumen, serta persyaratan perizinan sesuai aturan dan perundangan yang berlaku. Sehingga kedepannya tidak terjadi permasalahan karena ketidaklengkapan dokumen.

“Jika ada permasalahan mari kita dudukkan. Jangan membuat keputusan sendiri yang berujung pada kerugian investor, termasuk pengusaha dari Tiongkok. Jadi komunikasi antar investor harus terus terjalin,’ harap Rudi.

Ditempat yang sama, Ketua APTKI, Li Guangjin menyambut baik harapan Rudi yang menginginkan agar pekerja lokal lebih diutamakan. Apalagi Batam merupakan kota terbaik di Indonesia karena memiliki iklim dan infrastruktur yang memadai sebagai suatu kota industri.

“Status free trade zone (FTZ) Batam memberikan nilai lebih bagi investor. Sama dengan tempat asal saya di Xiamen,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua APTKI, Shen Jiangpin mengaku mulai khawatir terkait kebijakan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Sebab, APTKI belum mendapat kepastian mengenai adanya status KEK tersebut.

“Apalagi status FTZ yang sudah ada sebelumnya,” tanya Shen Jiangpin kepada Rudi.

Menjawab pertanyaan itu, Rudi berharap agar APTKI tidak khawatir. Karena justru KEK akan menguntungkan investor. Dimana daerah yang masuk dalam KEK nanti akan mendapat fasilitas dan kemudahan yang lebih dibanding kawasan FTZ. Sedangkan, status FTZ bagi Batam akan tetap berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kebijakan ini sudah final. Mengenai investasi tidak ada masalah dan tidak perlu khawatir. Tidak mungkin pemerintah mempersulit investasi”, ujar Rudi yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Kawasan. (she)

Traffic Light Dipasang, Lalu Lintas Jodoh-Nagoya Kembali Lancar

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemko Batam akhirnya memasang traffic light di beberapa ruas jalan yang sempat diperlebar di kawasan Jodoh-Nagoya. Tak hanya itu, pertengahan Juni mendatang, Pemko juga akan memperlebar jalan dari arah Nagoya menuju Pelita.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemasangan traffic light dilakukan di empat titik kawasan Jodoh dan Nagoya. Yakni Jodoh (depan hotel PH), Graha Sulaeman, Simpang Gajah Mada dan Simpang Masjid Baitussyakur. “Ada 4 titik yang dipasang,” ujar Rudi, kemarin (24/5).

Rudi berharap, pemasangan traffic light itu bisa kembali mengatur ruas jalan yang sempat semrawut. Sehingg kedepannya, arus lalu lintas bisa berjalan dengan baik tanpa adanya macet atau kendaraan yang menerobos jalan tanpa mempertimbangkan pengendara lainnya.

“Kemarin sempat semrawut dan ke depannya kita harap tak semrawut lagi,” sebut Rudi.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan awal bulan depan (Juni, red), beberapa ruas jalan dari Nagoya menuju Pelita akan diperlebar. Saat ini pihaknya tengah mengurus pihak kontraktor yang memenangkan tender jalan tersebut.

“Dalam pelebaran jalan ini, tak ada lahan warga yang kita ambil. Itu semua lahan kita, yang memang ada dipakai oleh warga. Maka saat pelebaran nanti harus dikembalikan,” tegas Rudi. (she)

DPRD Batam: Mengelola Sampah Tak Maksimal, Eeh Malah Minta Tambah Anggaran Rp 12 Miliar

0
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Ditengah defisitnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam yang mencapai Rp 300-an miliar di tahun 2016, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam malah mengajukan penambahan anggaran dari APBD-Perubahan sebesar Rp 12 miliar. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk 46 armada tambahan yang akan mengangkut sampah di Kota Batam.

Ini jelas berbanding terbalik dengan pernyataan Pemko Batam yang berencana mengurangi 10 persen anggaran untuk program fisik. Pengurangan anggaran pembangunan fisik itu berlaku untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Batam. Yang mana, mereka diwajibkan mendahulukan program yang memang lebih penting untuk dilaksanakan.

“Seluruh SKPD mendapat jatah. Program yang dianggap penting itulah yang dilaksanakan dulu,” kata Wali Kota Batam, Rudi usai melaksanakan rapat bersama SKPD, kemarin (24/5).

Menyikapi rencana ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono mengaku penambahan anggaran ini tidak tepat sasaran di saat APBD Batam yang defisit. Apalagi melihat APBD yang dianggarkan untuk DKP tahun 2016 mencapai Rp 135 miliar yang dirasa sudah lebih dari cukup.

“Kalau biaya swakelola lebih mahal dari pihak ketiga, mendingan diserahkan ke pihak ketiga lagi,” kata Djoko, Selasa (24/5).

Menurutnya, bila dilihat dari sisi efisien ada selisih anggaran yang bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan lain. Selain itu, di segi efektifitas, pihak ketiga juga lebih profesional. Di daerah-daerah yang dikelola pihak ketiga nyaris tak bermasalah. “Yang kita lihat kan harus efektif dan efisiennya,” tutur Djoko.

Djoko mengatakan, hal ini tentu saja berbeda terbalik dengan yang dikelola DKP. Banyak permasalahan sampah yang tak kunjung ada ujungnya. Bisa dilihat di Simpang Nato, Sagulung, sampah meluber hingga ke bahu jalan. “Sudah bertahun-tahun tak pernah bersih. Kebetulan di sina dapil saya. Kalau kerjanya begini apa yang mau ditambah,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, sebelum meminta anggaran tambahan, DKP harus memiliki standar pelayanan minimal. “Ini yang mereka tidak ada. Mengelola sampah tak maksimal, eeh malah minta tambah anggaran Rp 12 miliar,” tegas Djoko.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Batam, Dandis Rajagukguk mengaku tidak masalah penambahan armada asalkan pelayanan yang diberikan bisa memuaskan. Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat Batam. “Jangan setelah armada ditambah, masalah sampah tetap tak kunjung selesai,” sebut Dandis.

Menurutnya, DKP harus berkaca ke pemerintahan Surabaya, dimana dengan anggaran yang hampir sama, pemerintah Surabaya mampu mengelola sampah mereka sehingga tidak menjadi permasalahan. “Anggaran hampir sama, malahan Surabaya lebih padat penduduk. Tapi kok mereka bisa mengelola sampah,” sindir Dandis.

Selain itu, Dinas Tata Kota juga harus mengubah mekanisme sistem penggajian tenaga harian lepas DKP. Sesuai Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang ketentuan pengadaan barang dan jasa. “Swakelola harus memakai sistem perjam, atau borongan, berapa diangkut segitu gajinya. Mekanisme ini yang harus diubah,” tegas Dandis. (rng)

Baca juga:

DKP Batam Ajukan Penambahan Anggaran Rp 12 Miliar di APBD-P untuk 46 Armada Baru

DAK Dipotong, Dinas KP2K Batam Hentikan Pembangunan RPH

0
Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang dianggarkan Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan(KP2K) Kota Batam tak berlanjut. Hal itu dikarenakan adanya pemotongan Dana Alkoasi Khusus (DAK) 10 persen dari pemerintah pusat.

Kadis KP2K Kota Batam, Suhartini mengatakan terpaksa tak melanjutkan pembangunan RPH karena keterbatasan anggaran. Apalagi dirinya tak ingin mengalokasikan anggaran ke RPH karena status lahan tak kunjung jelas.

“RPH kita batalkan lantaran lahan yang tak jelas. Makanya, saat ada pemotongan DAK, kita memilih RPH,” katanya, kemarin.

Sesuai data dari Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam, setidaknya Rp 500 juta lebih dari Rp 2,5 miliar yang dikhususkan untuk Dinas KP2K.

“Jadi hanya RPH yang kita batalkan kalau TPI (tempat pelelangan ikan) memang belum dialokasikan,” tukas Suhartini lagi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan Pemko Batam menerima kucuran DAK dari pemerintah pusat Rp 149.347.840.000. Dengan begitu, anggaran yang dipotong untuk program fisik Rp 14.936.105.867.

“Semua daerah kena, lantaran APBN defisit. Jadi semua SKPD adanya pemotongan,” terangnya

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi menjelaskan dampak pemotongan DAK, pihaknya akan mengurangi perjalanan dinas. “Anggaran itu untuk yang penting saja. Untuk perjalanan dinas pastinya akan dikurangi,” papar Rudi.

Sesuai data dari Bappeda Kota Batam ada 12 anggaran yang dipotong seperti di Dinas Pendidikan (Disdik) DAK regular untuk SD/SLB dipotong Rp 679 juta dari Rp 6.395.760.000. Selain itu, di Dinas Kesehatan, dipotong untuk pelayanan dasar Rp 1,8 miliar dari Rp 15,9 miliar, kamudian layanan rujukan dipotong Rp 1,1 miliar dari Rp 10,3 miliar.

Pelayanan Kefarmasian juga dipotong Rp 530 juta dari rp 7,9 miliar dan untuk keluarga Berencana dipotong Rp 450 juta dari Rp 1,3 miliar. Kemudian untuk kedaulatan pangan dipotong Rp 3,6 miliar khusus pertanian dari Rp 7,7 miliar.

Kemudian, untuk lingkungan hidup dari Rp 1,6 miliar dipotong Rp 165 juta, selanjutnya untuk sarana dan prasarana penunjang seperi jalan dipotong Rp 2,4 miliar dari Rp 50 miliar.

Selain DKA regular, DAK Infrastruktur Publik Daerah (IPD) juga dikurangi Rp 2,04 miliar dari Rp 30 miliar. Sementara DAK Affirmasiuntuk air minum dipotong Rp 180 juta dari rp 2,3 miliar dan trans portasi pedesaan juga dipotong Rp 1,3 miliar dari Rp 4,2 miliar. (she)

Baca juga:

DAK Dipangkas, Pembangunan Fisik Berkurang

Danyon Taifib Gadungan Ini Gelapkan 2 Mobil, Peras Pengusaha Hiburan dan Pengedar Sabu

0
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Yonif Intai Amfibi (Yon Taifib) yang berdinas di Batalyon 07 Belawan, setelah diperiksa ternyata sudah banyak melakukan kejahatan di Batam.

Padahal, kesatuan yang dia catut namanya itu adalah kesatuan elit di korps marinir.
Dengan mengaku sebagai perwira marinir, ia petantang-petenteng dari tempat hiburan satu ke tempat hiburan lainnya di Batam meminta upeti dari pengusaha hiburan malam.
“Pada saat dilakukan pemerikasaan diperoleh keterangan bahwa saudara Ahmad Fitriyanto sering meminta jatah ketempat hiburan malam dengan mengatasnamakan Perwira Marinir,” ungkap Komandan Mako Marinir X Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Mar Anjas Wicaksono Putro, Rabu (25/5/2016).
Selain meminta jatah ketempat hiburan malam, Anjas menjelaskan pelaku juga telah dua kali melakukan penggelapan mobil rental.
“Dalam melakukan aksinya, Ahmad Fitriyanto dibantu oleh Enji yang merupakan pacar dari saudara Ahmad Fitriyanto,” jelas Anjas.
Masih kata Anjas, selain meminta jatah ke tempat hiburan malam dan melakukan penggelapan terhadap mobil rental, tim intel Marinir juga melakukan tes urine terhadap Ahmad Fitriyanto, mendapati marinir gadungan ini postif menggunakan narkoba.
“Setelah itu kita lakukan pengembangan lagi, ternyata dia juga memintah jatah sabu-sabu kepada pengedar sabu di kawasan simpang dam Mukakuning,” jelas Anjas.
Saat ini marinir gadungan itu sudah ditahan di ruang tahanan pejagaan batalyon sebelum diserahkan ke Mapolresta Barelang.
“Saat ini dia kita tahan dulu disini untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkas Anjas. (eggi)

Ngaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir Belawan, Pria Ini Peras Warga Batam

0
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa
Ahmad Fitriyanto, sekuriti yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan. Ia memeras warga dan pengusaha tempat hiburan di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir (YonTaifib), satuan elit dalam Korps Marinir yang berdinas di Batalyon 07 Belawan, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sekuriti diciduk oleh anggota Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY), Sabtu (21/5/2016).

Komandan Marinir gadungan ini bernama Ahmad Fitriyanto diciduk karena telah melakukan pemerasan terhadap beberapa orang korbannya di Batam.

Komandan Mako Marinir X Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Mar Anjas Wicaksono Putro mengungkapkan, penangkapan terhadap Ahmad Fitriyano bermula saat dia menabrak Suyatno.

Nah, saat itulah Ahmad Fitriyano mengaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir Belawan. Mendengar nama Marinir apalagi seorang komandan, Suyatno yang menjadi korban pun gemetar saat ia digertak sang marinir gadungan.

Suyatno pun diperas. Namun Suyatno curiga kalau pria tersebut bukan marinir. Ia pun mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY).

Janji pertemuan pun dilakukanSuyatno di sebuah tempat perbelanjaan yang terletak di Batamcenter.

“Pertemuan yang dilaksanakan tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dengan anggota marinir yang di dampingi oleh Kapten Mar Henri,” ungkap Anjas, Rabu (25/4/2016).

Pada saat pertemuan berlangsung, anggota marinir yang diwakili oleh Kapten Mar Henri sempat menanyakan status dari Ahmad Fitriyanto. Namun saat ditanyai ia mengaku sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

Setelah itu, Kapten Mar Henri meminta kepada Ahmad Fitriyanto menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kalau memang ia sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

“Saat ditanyai tentang KTA nya, ia beralasan bahwa KTA nya ketinggalan di rumah,” ujar Anjas.

Kapten Mar Henri pun tak percaya kalau Ahmad Fitriyanto Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir.

“Kapten Mar Henri membawa pelaku ke Mapolresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Anjas.

Hasilnya, ternyata Ahmad Fitriyanto bukan Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir. Bahkan dia sama sekali bukan anggota marinir. Ternyata dia hanya seorang sekuriti yang mengaku-ngaku Komandan Batalyon Intai Amfibi Marinir. (eggi)

Lotte Mart Hadir di Batam, Tawarkan Belanja Lebih Murah

0
Lotte Mart Wholesale Batam resmi beroperasi sejak Selasa (24/5/2016). Letaknya  Jalan Engku Putri, di depan Harmoni One,, Batam Centre. Foto: cecep mulyana/batampos
Lotte Mart Wholesale Batam resmi beroperasi sejak Selasa (24/5/2016). Letaknya Jalan Engku Putri, di depan Harmoni One,, Batam Centre. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Lotte Mart Wholesale resmi membuka gerai ke-27 di Batam, Selasa (24/5/2016) di Jalan Engku Putri, Batam Centre.

Soft opening ini dikhususkan untuk para pengusaha dan pedagang seperti hotel, restoran, katering (HoReKa), rumah sakit, dan instansi pemerintahan, serta usaha lainnya.

Store General Manager Lotte Mart Wholesale Batam, Turyadi Winarso, mengatakan pada soft opening dilakukan penyerahan secara simbolis kartu member kepada perwakilan pengusaha.

Di antaranya bidang hotel, laundry, tour dan travel oleh Figur Valentino, bidang restoran dan katering oleh Amel dari RM Sederhana, Batamcenter dan bidang toko dan retail diwakili Sugito dari toko Nurbaiti Batamcenter.

“Soft opening ini tidak dibuka untuk umum, hanya khusus untuk costumer profesional yang diundang,” jelasnya.

Sistem pelanggan di supermarket ini berdasarkan keanggotaan (kartu member). Selain itu, kartu member ini berlaku seumur hidup di semua Lotte Mart di Indonesia.

Turyadi mengatakan, untuk mendapatkan kartu member bagi pengusaha cukup memperlihatkan KTP dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi yang ada. Sementara pelanggan umum cukup berbelanja minimal tiga kali akan langsung mendapat kartu member tanpa biaya apapun.

Diakui Turyandi walaupun baru buka di Batam, supermarket retail ini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. Tercatat saat ini ada 9.190 orang sudah menjadi member. Sementara targetnya adalah 10 ribu member.

“Sasaran kami lebih ke retail, HoReKa, dan perkantoran. Bukan ke costumer umum,” imbuhnya

Turyadi menambahkan, hadirnya cabang Batam merupakan upaya Lotte Mart Wholesale dalam memenuhi kebutuhan mitra usaha dengan menyediakan produk-produk berkualitas dengan harga bersaing. Sehingga bisa membantu, melayani, serta mengembangkan para pengusaha kecil dan menengah (small and medium enterprise) di Batam.

“Produk yang kami hadirkan tentunya lebih murah, karena barang yang kami hadirkan tanpa perantara sehingga cost-nya sedikit,” katanya.

Selain itu, berbeda dengan retail besar lainnya, Lotte Mart Wholesale merupakan pusat perkulakan yang menyediakan produk-produk kebutuhan usaha yang tepat dalam kemasan yang pas dan harga modal yang kompetitif. Juga memberikan keuntungan maksimal untuk para pedagang toko eceran, hotel, restoran, katering, kafe, serta kebutuhan kantor dan institusi lain.

“Promo yang kami hadirkan hari ini berupa belanja banyak lebih murah, dengan sasaran custumer profesional yang menjual atau diolah kembali,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kenyaman pengunjung, Lotte Mart Wholesale Batam menampilkan penataan produk yang rapi dengan area belanja yang longgar. Juga area parkir yang luas dan gratis.

“Tentunya hadirnya Lotte Mart Wholesale Batam diharapkan dapat menjawab kebutuhan para pengusaha kecil dan menengah di wilayah Batam dan sekitarnya,” kata Turyadi.

Dia menambahkan, grand opening akan digelar pada Kamis (26/5). Acara ini terbuka untuk umum. (cr12/bp)