Penegakan disiplin di lingkungan Polsek Nongsa nihil pelanggaran.
batampos – Penegakan disiplin di lingkungan Polsek Nongsa mendapat apresiasi. Dalam sidak internal yang dilakukan Sipropam Polresta Barelang tak ditemukan satu pun pelanggaran dari seluruh personel yang diperiksa.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari Operasi Gaktiblin dan Binetika, menyasar seluruh aspek kedinasan anggota: mulai dari kelengkapan seragam (gampol), sikap tampang, kartu identitas, senjata api dinas, hingga ponsel pribadi dan ruang tahanan.
Pemeriksaan juga dilengkapi tes urine serta sosialisasi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
Kasipropam Polresta Barelang, Iptu Robin Tua Pandapotan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menyebut pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh anggota bertugas sesuai aturan dan menjaga nama baik institusi.
Kapolsek Nongsa, Kompol Dr. Arsyad Riyandi menyambut baik hasil pemeriksaan yang menunjukkan nihilnya pelanggaran. Ia menilai kedisiplinan anggota sebagai refleksi dari komitmen bersama dalam mewujudkan Polsek yang profesional dan berintegritas.
“Saya baru dua minggu bertugas, dan hasil ini sangat membanggakan. Artinya program pembenahan internal yang saya canangkan mulai berjalan dan diterima seluruh personel,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perilaku anggota Polri di lapangan, baik dalam bertugas maupun saat berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, ekspektasi publik terhadap institusi kepolisian sangat tinggi dan harus dijawab dengan kinerja serta keteladanan.
“Kami ingin Polsek Nongsa jadi cerminan Polri yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Disiplin adalah modal dasarnya,” kata dia.
Menurut dia, polisi tak hanya dituntut taat aturan, tapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dalam arahannya, personel diingatkan untuk tidak terlibat dalam pungli, judi online maupun offline, penyalahgunaan narkoba, hingga pelanggaran etika yang dapat mencoreng institusi.
“Kami ingin membangun kultur Polsek yang kuat dari dalam. Disiplin, etika, dan pelayanan adalah prioritas,” tegasnya. (*)
batampos – Swiss-Belhotel International di Batam, yang terdiri dari Swiss-Belhotel Harbour Bay, Swiss-Belinn Baloi, dan Zest Hotel Harbour Bay, kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan mengunjungi Panti Asuhan Qurrotu A’Yin di Legenda Malaka, Batam, pada Rabu sore, 16 Juli 2025. Kegiatan kunjungan rutin yang dilakukan setiap 3–4 bulan sekali ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada anak-anak panti.
Dalam kesempatan tersebut, grup hotel menyerahkan berbagai bantuan esensial, seperti sembako, peralatan tulis, makanan dan camilan, susu, handuk, sandal hotel (slippers), bantal, serta bantuan tunai. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional panti dan memenuhi kebutuhan harian anak-anak.
General Manager Swiss-Belhotel Batam, Christophe Bernard Keramaris, memimpin langsung kegiatan ini. Anak-anak panti—dari balita hingga yang sudah mengenyam bangku kuliah—menyambut kedatangan tim hotel dengan antusias dan penuh keceriaan.
Mahyun, pengurus Panti Asuhan Qurrotu A’Yin, bersama istrinya, menyambut hangat kedatangan tim Swiss-Belhotel Batam. Dalam sambutannya, beliau memberikan semangat kepada anak-anak panti:
“Kalian harus rajin belajar. Nanti kalau mau kerja di hotel, bisa hubungi Bapak Manajer ini.”
Menanggapi hal tersebut, Bapak Christophe Bernard Keramaris memberikan janji yang menginspirasi:
“Ya… saya janji akan berikan posisi untuk anak-anak yang ingin bekerja di hotel. Bisa hubungi Pak Gun, HRM kami. Nanti akan dijelaskan caranya, ya.”
Ucapan tersebut disambut hangat, terutama oleh salah satu anak panti yang memang bercita-cita melanjutkan pendidikan di jurusan tata boga perhotelan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Mahyun. Seluruh anak panti turut mendoakan kesuksesan Swiss-Belhotel Batam di masa depan dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kebahagiaan dan senyum jelas terpancar dari wajah anak-anak selama kegiatan berlangsung. (*)
Ilustrasi. Seorang warga memilih beras kemasan di salah satu toko di kawasan Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Polda Kepri memastikan untuk sementara seluruh wilayah Kepri aman dari peredaran beras oplosan yang meresahkan masyarakat. Hal itu setelah tim Ditkrimsus Polda Kepri turun di 7 Kabupaten Kota di Kepri selama dua pekan terakhir.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni mengatakan timnya telah melakukan inspeksi pasar, mengambil sampel beras dari berbagai merek, serta mengecek langsung ke gudang-gudang distributor di tujuh kabupaten/kota di Kepri.
“Dari hasil pemeriksaan selama beberapa minggu ini, kami belum menemukan indikasi adanya peredaran beras oplosan di Kepri. Jadi untuk sementara wilayah Kepri aman dari beras oplosan,” ujarnya, Rabu (16/7).
Menurutnya, pengecekan dilakukan bersama instansi terkait dan tim dari pemerintah daerah. Sampel diambil secara acak dari tiga pasar di setiap kabupaten dan kota, terutama terhadap beras-beras jenis premium yang berpotensi menjadi target praktik pengoplosan.
“Untuk setiap Kabupaten Kota di Kepri, kami turun ke 3 pasar. Kamu memilih pedagang secara acak dan mengambil beberapa sampel beras premium,” tegasnya.
Setelah melakukan serangkaian pengecekan, pihaknya bisa memastikan bahwa tak ditemukan peredaran beras-beras premium yang diduga oplosan.
“Kami koordinasi dengan bulog, tak ada beras oplosan, terutama dari beras SPHP,” sebutnya.
Meski belum ditemukan indikasi kecurangan atas beras, pihaknya menemukan tren menurunnya ketersediaan beras premium. Temuan itu juga telah dikonfirmasi kepada distributor dan membenarkan kondisi tersebut.
“Stok beras premium di distributor sudah mulai menipis. Jika dalam dua bulan ke depan tidak ada pasokan baru, harga beras premium dikhawatirkan bisa melonjak tajam,” ujarnya.
Di sisi lain, stok beras medium milik Bulog disebut masih aman untuk kebutuhan tiga hingga empat bulan ke depan. Sehingga ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir.
“Kalau untuk stok beras medium justru aman, tak ada kendala. Stok beras untuk 3 sampai 4 bulan kedepan,” jelasnya.
Dijelaskannya, adapun beberapa faktor keterlambatan pasokan disebut akibat sejumlah kendala teknis dan administratif, baik dari wilayah pengiriman dalam negeri maupun luarnegeri.
“Kami juga menerima laporan adanya hambatan distribusi, termasuk ke Batam. Kenapa Batam, karena tempat penyalurannya dimulai dari Batam,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ruslaeni menegaskan Polda Kepri akan memantau secara mingguan terhadap kondisi pasar dan mendesak para pelaku usaha untuk transparan soal data pasokan. Kepolisian juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika menemukan dugaan beras oplosan.
“Semua laporan akan kami tindaklanjuti. Namun tetap harus disertai bukti yang jelas. Masyarakat bisa melapor ke polres terdekat atau langsung ke Polda,” imbuhnya. (*)
Kuasa Hukum Jawa Pos Daniel Julian Tangkau. (Foto: Dok. Jawa Pos)
batampos – Kuasa Hukum Jawa Pos membeberkan bukti kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP). Hal ini menyusul dengan kabar terkait kepemilikan PT DNP yang diklaim milik Dahlan Iskan.
Daniel Julian Tangkau selaku Kuasa Hukum Jawa Pos menjelaskan dalam puluhan dokumen perseroan yang tersedia di Jawa Pos diketahui bahwa PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan Jawa Pos.
Hal tersebut kata Daniel didasarkan oleh beberapa hal, yang pertama yakni berdasarkan laporan perusahaan tahun 1990 yang disahkan dalam RUPS PT Jawa Pos 1991 yang intinya menyatakan rencana kerja sama PT Jawa Pos untuk mendirikan media Mingguan Dharma Nyata.
Selanjutnya, kedua adalah berdasarkan laporan perusahaan tahun 1991 yang disahkan dalam RUPS PT Jawa Pos 1992 penyertaan PT Jawa Pos di PT Dharma Nyata Press.
“Kemudian berdasarkan laporan keuangan PT Jawa Pos Tahun 1992 yang diaudit oleh Paul Lembong dan Rekan, dicatatkan secara tegas, Investasi Saham PT Jawa Pos pada PT Dharma Nyata,” ujar Daniel Julian Tangkau dalam keterangannya Rabu, 16 Juli 2025.
Daniel juga mengungkapkan pihak yang hadir dan menyetujui RUPS tersebut yakni Dahlan Iskan dan Nany Widjaja.
“Siapakah Direksi PT Jawa Pos saat itu? Di antaranya adalah Bapak Dahlan Iskan dan Ibu Nany Widjaja (Wakil Direktur),” jelas Daniel.
Selain itu Daniel juga membeberkan terkait tanda terima uang untuk pembelian saham PT DNP yang tertulis “Telah terima dari Jawa Pos” ditambah rekening koran PT Jawa Pos yang klop dengan jumlah pembayarannya.
“Lembar pembagian laba PT DNP yang tertulis jumlah pembayaran deviden kepada PT Jawa Pos, tercatat ditandatangani oleh Bapak Dahlan Iskan,” papar Daniel.
Tak hanya itu menurut Daniel, sejumlah akta otentik yang dibuat oleh Dahlan Iskan dan Nany Widjaja berisikan pernyataan seluruh dana atau uang untuk PT DNP adalah bersumber dari Jawa Pos sehingga pemilik yang berhak atas saham PT DNP adalah Jawa Pos.
“Dan masih banyak dokumen lainnya,” tambahnya.
Daniel menegaskan bahwa Jawa Pos berkomitmen untuk menghormati institusi penegakan hukum yang sedang menangani proses hukum terkait perkara tersebut. (*)
Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 83, merupakan kapal terakhir yang melayani rute Tanjungpinang menuju Anambas. Kini, warga desa minta untuk mengaktifkan kembali rute tersebut. F. Pinni untuk Batam Pos.
batampos – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas mendesak pemerintah agar segera mengaktifkan kembali rute kapal perintis dari Tanjungpinang atau Kijang menuju wilayah di ujung utara Provinsi Kepulauan Riau.
Vakumnya trayek ini selama dua tahun terakhir berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi barang kebutuhan pokok ke pulau-pulau terpencil.
“Kami sangat berharap kapal perintis dari Tanjungpinang atau Kijang bisa kembali aktif. Selama dua tahun ini kami kesulitan, terutama saat ingin mengangkut barang dalam jumlah banyak ke Anambas. Kalau pakai kapal cepat, selain mahal, tidak bisa bawa banyak,” kata Pinni, warga Desa Air Asuk, Rabu (16/7).
Menurutnya, rute tersebut sebelumnya dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 83, yang menjadi andalan warga karena menjangkau berbagai desa di wilayah Anambas hingga ke Natuna dan Pontianak. Namun sejak kapal tersebut dialihkan, rute langsung dari Tanjungpinang atau Kijang ke Anambas tidak lagi tersedia.
“Memang masih ada kapal perintis, tapi rutenya dari Pontianak ke Tambelan, terus ke Kijang lalu kembali ke Pontianak. Bukan dari Kijang langsung ke Anambas, itu yang kami butuhkan,” ujarnya.
Ketiadaan kapal perintis ini turut menyebabkan kenaikan harga sembako di Anambas. Ongkos distribusi menggunakan kapal cepat dinilai terlalu tinggi sehingga berdampak pada daya beli masyarakat.
“Kalau ada kapal perintis, biaya lebih murah. Harga barang di kampung juga bisa lebih stabil. Sekarang mahal semua,” tambah Pinni.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Anambas, bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kementerian Perhubungan, segera berkoordinasi agar trayek transportasi laut terjangkau ini kembali dibuka.
“Jangan biarkan akses laut murah ini kosong begitu saja. Kami butuh kejelasan dan perhatian pemerintah,” tegasnya.
Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Dinas Perhubungan Anambas, Nurullah, mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pembukaan kembali rute kapal perintis dari Kijang atau Tanjungpinang ke Anambas kepada Kementerian Perhubungan.
“Setiap tahun kami rapat dengan Kemenhub soal rute kapal perintis. Tapi usulan kami belum dikabulkan,” kata Nurullah.
Menurutnya, Kemenhub menilai Anambas sudah cukup dilayani kapal ferry, Roro, dan KM Bukit Raya. Namun pihaknya menilai rute dari Kijang atau Tanjungpinang tetap vital untuk kebutuhan masyarakat.
“Rute ini penting dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Kami akan terus memperjuangkannya,” tutup Nurullah. (*)
Erdawati, Konselor dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Anambas. F. Ihsan Imaduddin
batampos – Kasus kekerasan seksual terjadi di Kabupaten Anambas. Seorang siswi SMP berusia 14 tahun menjadi korban pencabulan ayah tirinya sendiri.
Ironisnya, perbuatan bejat ini sudah berlangsung sejak tahun 2019, saat korban, sebut saja Kuncup, masih duduk di bangku kelas 4 SD, hingga akhir 2024.
Kasus memilukan ini terungkap setelah ibu korban melaporkan sang ayah tiri berinisial H ke Polres Kepulauan Anambas pada 3 Juli 2025. Pelaku saat ini telah diamankan oleh kepolisian.
Konselor dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Anambas, Erdawati mengungkapkan kejadian berawal dari tahun 2019, Kuncup saat itu sedang berada di dapur. Lalu, H memaksa anak tirinya itu untuk berhubungan badan.
“Dari insiden itu, pelaku mulai rutin melakukan hubungan badan dengan anak tirinya,” ujar Erdawati saat di konfirmasi, Rabu, (16/7).
Setiap beraksi, H memanfaatkan kondisi rumah yang sedang sepi serta menunggu istrinya tertidur lelap.
“Suatu malam, ketika ibu korban habis melahirkan. Si ibu ada mendengar suara tak wajar di kamar Kuncup. Kebetulan ibu ini tidur dekat dinding,” kata Erdawati.
Ketika mendengar suara tak wajar dari sang anak, ia langsung mencium gelagat tidak beres. Apalagi, H tidak berada di dalam kamar.
“Ia pendam saja, tidak berani apa-apa ketika mendapati aksi cabul suaminya,” tutur Erdawati.
Kemudian, selang beberapa bulan, sang anak baru menceritakan pengalaman pahitnya kepada ibu bahwa sering dicabuli sejak tahun 2019 sampai akhir 2024.
“Mendengar cerita dari anaknya, ibu korban langsung menanyakan peristiwa itu. Pelaku akhirnya mengakui,” ucap Erdawati.
Setelah mengaku, H meminta ibu korban untuk tidak melaporkan ke polisi dan berjanji tidak akan menggauli anak tirinya.
“Ibu korban mengiyakan, dan perjanjian ini hanya efektif satu bulan saja. Karena tak tahan lagi melihat kondisi anaknya, ibu korban langsung lapor ke polisi,” ucap Erdawati.
Masih kata Erdawati, berdasarkan hasil visum, dinding organ kewanitaan milik Kuncup sudah 100 persen rusak.
“Dari pengakuan korban, setiap kali berhubungan pelaku tidak pernah pakai alat pengaman,” ungkap Erdawati.
Saat ini, kondisi Kuncup mengalami trauma berat. Pihaknya, tetap melakukan pendampingan untuk memperbaiki kondisi psikologi remaja itu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Anambas, Iptu Alfajri membenarkan telah mengamankan pelaku pencabulan
“Iya ada (dilakuan penangkapan cabul) di Palmatak. Langsung ke Kasi Humas saja,” kata Alfajri.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Anambas belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini. (*)
Toko es krim Four Elise Artisan Tea & Gelato di Ruko kawasan Nagoya Newtown, Lubuk Baja terbakar, Rabu (16/7).
batampos – Toko es krim Four Elise Artisan Tea & Gelato di Ruko kawasan Nagoya Newtown, Lubuk Baja terbakar, Rabu (16/7) pagi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun api menghanguskan seluruh isi toko.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan ini pertama kali diketahui oleh karyawan toko. Saat itu, kartawan terbangun dari tidur karena asap yang mengepul di lantai II toko.
“Karyawannya sedang tidur, terbangun karena kepulan asap. Api langsung membesar,” ujarnya.
Noval menjelaskan dari pemeriksaan awal, kebakaran ini disebabkan korsleting listrik. Api kemudian membesar karena menyambar peralatan pembuatan es krim.
“Dugaan awal korlseting listrik. Untuk penyebab pastinya, kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.
Dalam kejadian ini, kata Noval, pemilik toko mengaku mengalami kerugian Rp 2 miliar lebih. Sebab, api melahap seluruh isi toko dan bangunan.
“Kerugian korban nihil. Dari pendataan pemilik toko, kerugiannya lebih Rp 2 Miliar. Karena peralatan pembuatan es krim itu mahal-mahal,” ungkapnya.
Sementara Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya saat menggunakan listrik dan kompor.
“Imbauan kepada masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan dan patuhi protokol kebakaran,” tutupnya. (*)
Sebanyak 327 unit ponsel iPhone diamankan Bea Cukai Batam di Bandara Internasional Hang Nadim.
batampos – Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan ponsel iPhone di Bandara Internasional Hang Nadim, Minggu (13/3) malam. Dari lokasi, petugas mengamankan 327 ponsel bekas jenis iPhone 12, dan iPhone 13, serta 3 orang pelaku.
Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah mengatakan seluruh barang ilegal ini akan dibawa ke Jakarta. Modusnya, para pelaku menggunakan penerbangan terakhir.
“Pelaku ini sengaja menggunakan flight (penerbangan) terakhir untuk memanfaatkan kelengahan petugas,” ujarnya di Kantor BC Batam, Batu Ampar, Rabu (16/6).
Zaky menjelaskan penyelundupan ini menggunakan jasa driver ojek online. Pemilik barang mengupah mereka untuk membawa ponsel tersebut menggunakan rompi yang dimodifikasi.
“Awalnya, penumpang masuk dengan koper kosong. Setelah itu, koper tersebut diisi driver ojek online ke ruang tunggu menggunakan boarding pass palsu,” katanya.
Dari pemersikaan petugas, barang selundupan ini dengan nilai total mencapai Rp1,85 miliar, dan kerugian negara ditaksir sebesar Rp406,8 juta. Namun, Zaky belum membeberkan identitas para pelaku.
“Kita masih melakukan pengembangan marathon. terhadap pemiliknya. Yang kita amankan ini penumpang dan yang membantunya,” ungkap Zaky.
Kepala Bidang P2 Bea Cukai Batam, Muhtadi mengatakan seluruh ponsel ini merupakan barang bekas yang belum terdaftar International Mobile Equipment Identity (IMEI).
“Kasus kita naikkan ke penyidikan. Bukan hanya pemilik, yang memerintah dan pengendali juga,” tutupnya. (*)
Lampu Penerangan Jalan Umum di sekitar Fly over Laluan Madani terlihat padam, Minggu (13/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sejumlah ruas jalan di Kota Batam kembali dikeluhkan warga karena lampu penerangan jalan umum (PJU) padam pada Selasa (15/7) malam. Titik-titik yang gelap antara lain di sepanjang Simpang Gelael hingga Underpass Pelita, serta dari arah Gogo Supermarket Bengkong menuju Showroom Toyota Batuampar.
Kondisi ini membuat warga resah karena jalanan menjadi gelap gulita dan rawan kecelakaan maupun tindak kriminal.
“Tadi malam gelap sekali dari Simpang Gelael sampai ke bawah underpass Pelita. Sudah sering padam di situ. Kami jadi khawatir kalau lewat malam-malam,” ujar Ardi, warga Lubuk Baja, Rabu (16/7).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dinda, warga Bengkong. Ia mengatakan, jalur dari Gogo Supermarket menuju Batuampar juga padam dan membahayakan pengendara.
“Dari Gogo ke arah showroom Toyota itu gelap total. Apalagi banyak kendaraan melintas kencang di malam hari, bisa bahaya kalau tidak kelihatan,” katanya.
Warga menduga padamnya PJU disebabkan aksi pencurian kabel yang kembali terjadi. “Jangan-jangan kabelnya dicuri lagi. Sudah beberapa kali kejadian seperti ini sebelumnya,” timpal Andi, warga Batuampar.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk patroli dan memantau kondisi di lapangan.
“Hasil patroli tadi malam, untuk dua lokasi itu sih nyala. Tapi saya sudah minta dicek lagi nanti sore. Apakah memang benar nyala atau mati,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski belum bisa memastikan penyebab padamnya lampu, Kukuk mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan cek ulang, dan jika memang ada gangguan, segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi pencurian kabel PJU sempat terjadi di sejumlah titik di Batam dan menjadi penyebab utama padamnya lampu jalan. Warga diimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU. (*)
batampos – Suasana di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Selasa (15/7), terasa berbeda dari biasanya. Sejumlah pegawai tampak berdiri di depan gedung baru yang hampir rampung. Gedung itu adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) – bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan simbol perubahan. Sebuah peninggalan penting dari Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi.
Dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan sejak Oktober 2024, Kasna Dedi tidak hanya menjabat sebagai pimpinan lembaga penegakan hukum, tetapi menjadi sosok transformasi. Pendekatannya yang humanis, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik menjadikan Kejari Batam lebih terbuka dan dipercaya.
“Kejaksaan bukan hanya alat represif negara. Ia harus menjadi ruang keadilan yang bisa diakses rakyat,” kata Kasna Dedi.
Setibanya di Batam, Kasna Dedi dihadapkan pada tantangan klasik, jauhnya hubungan antara masyarakat dan institusi kejaksaan. Banyak warga masih melihat kejaksaan sebagai lembaga yang menakutkan.
Menjawab tantangan itu, ia menggulirkan program-program pendekatan yang lebih humanis – mulai dari sosialisasi hukum di komunitas, pendampingan kelompok adat, hingga bantuan hukum untuk pengurusan akta kelahiran anak marginal.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, menilai gaya kepemimpinan Kasna sebagai kombinasi ketegasan dan kehangatan.
“Beliau tak segan turun langsung ke lapangan, tapi prinsip hukumnya tetap tegas. Itu memotivasi seluruh bidang untuk bekerja maksimal,” ujarnya.
Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Batam menggelontorkan anggaran besar untuk proyek strategis. Tahun 2024 tercatat pembangunan Masjid Agung Batam Centre Rp106 miliar, SPAM Pulau Cengkui Rp8,1 miliar, pelebaran jalan Rp15,2 miliar, dan pengembangan dermaga serta ruang kelas baru.
Kejari Batam hadir sebagai pengawal hukum di balik pembangunan. Tahun 2025, komitmen itu berlanjut, antara lain dalam proyek SPAM Batu Putih Pulau Karas Rp11 miliar, pengadaan alat berat Rp16,4 miliar, dan penyelamatan landscape Masjid Agung Rp3,9 miliar.
“Pencegahan itu lebih murah daripada penindakan. Mengawal pembangunan berarti melindungi kepentingan publik sejak dini,” kata Kasna Dedi.
Atas kinerja pengawasan yang optimal, Kejari Batam menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Kecepatan dan Ketepatan Laporan Intelijen dari Kejati Kepri tahun 2024.
Kinerja di bidang Pidana Khusus (Pidsus) mencatat capaian luar biasa. Tahun 2024, Kejari Batam menyelamatkan Rp5,37 miliar uang negara. Hanya dalam setengah tahun 2025, angka itu melonjak ke Rp11,21 miliar.
Enam buronan penting juga berhasil ditangkap melalui program Tangkap Buronan (Tabur), antara lain Roliati, Eddy Gunawan Tambrin, Riko Antoni, I Wayan Depa Yogiana, Ir. Nurbatias, dan Muhammad Raga Saputra.
“Penegakan hukum bukan sekadar menghukum. Yang lebih penting adalah memulihkan keuangan negara dan kepercayaan masyarakat,” ujar Kasna.
Tak hanya di bidang penindakan, Kejari Batam juga bersinar dalam pengelolaan barang bukti. Tahun 2023, lembaga ini meraih penghargaan Terbaik I Stakeholders Award dari DJKN Kementerian Keuangan karena proses lelang yang transparan.
Sementara di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), sederet prestasi ditorehkan, Penyelamatan aset Pemko Batam senilai Rp334,17 miliar. Pendampingan penyelesaian sengketa adat Rempang-Galang, Penyelamatan aset PT Hutama Karya, Inovasi Sakura Batam (Sentra Pelayanan Hukum untuk Orang Asing), juara III Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023.
Berbagai instansi seperti Wali Kota Batam, BPJS Kesehatan, hingga Jaksa Agung RI turut memberikan apresiasi atas kontribusi nyata tersebut.
Bagi Kasna Dedi, membangun citra kejaksaan tak cukup hanya dengan penindakan. Dibutuhkan pendekatan yang merakyat, berempati, dan membumi. Gedung PTSP yang kini hampir rampung menjadi warisan simbolik dan konkret dari upayanya memperbaiki layanan publik hukum.
“Kejaksaan harus mengayomi, bukan menakuti. Ketegasan penting, tapi sentuhan kemanusiaan tak boleh hilang,” kata Priandi.
Menjelang kepindahannya ke tempat tugas baru, Kasna Dedi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen di Batam.
“Batam mengajarkan saya bahwa hukum tak boleh hadir dengan wajah kaku. Ia harus melindungi rakyat dan mendukung pembangunan. Saya percaya, semangat ini akan terus hidup bersama tim Kejari Batam,”ucapnya
Rekam Jejak Kepemimpinan Kasna Dedi di Batam (Okt 2024 – Jul 2025), Rp16,5 miliar keuangan negara diselamatkan, 6 buronan besar ditangkap, Puluhan proyek strategis dikawal aman, 13 penghargaan dari pusat dan daerah, Inovasi Sakura Batam juara nasional , Gedung PTSP sebagai simbol transformasi layanan. (*)