Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 14122

Polisi Akan Tindak Tegas Gelper yang Melanggar Hukum

0
BPM-PTSP Kota Batam bersama Polisi dan Satpol PP melakukan verifikasi arena gelper, Kamis (12/5). foto:eggi idriansyah
BPM-PTSP Kota Batam bersama Polisi dan Satpol PP melakukan verifikasi arena gelper, Kamis (12/5). foto:eggi idriansyah

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan pihaknya telah menyerahkan seluruhnya kepada BPM-PTSP untuk melakukan verifikasi terhadap gelanggang permainan (gelper) yang ditutup oleh pihaknya beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya diberitakan pada Kamis (24/3) lalu, polisi melakukan penutupan terhadap seluruh gelper yang ada di Kota Batam, untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat terkait adanya unsur tindak pidana perjudian.

“Penindakan terhadap gelper yang menurut informasi masyarakat ada perjudian sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu,” ungkap Helmy, Sabtu (14/5).

Setelah dilakukan verifikasi oleh BPM-PTSP yang dimulai dalam beberapa hari terakhir, Saat ini BPM-PTSP telah menyerahkan kapada Polresta Barelang sebanyak 32 tempat yang telah mengantongi izin.

“Dari hasil verifikasi ada 32 titik yang telah mereka berikan izin,” terang Helmy.

Helmy menambahkan pihaknya nanti tidak akan segan-segan melakukan penindakan terhadap gelanggang permainan yang masih melakukan pelanggaran terhadap tindak pidana perjudian.

“Jika nanti ditemukan adanya tindakan melanggar hukum dari gelper itu, kita akan tindak tegas,” pungkas Helmy. (eggi)

Baca juga:

BPM Verifikasi Arena Gelper, Hanya 18 yang Boleh Buka Kembali

Mencoba Kabur, Pelaku Curanmor Ambruk Diterjang Timah Panas Polisi

0
Dua pelaku Curanmor, Yery Novriansyah dan Yasir Arafat diamankan di Mapolresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Dua pelaku Curanmor, Yery Novriansyah dan Yasir Arafat diamankan di Mapolresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Unit Buser Sat Reksrim Polresta Barelang berhasil membekuk dua orang pelaku Curanmor, Jumat (13/5) sekira pukul 21.00 WIB. Pelaku antara lain Yery Novriansyah (28) yang bertugas sebagai pemetik dan Yasir Arafat (22) yang bertugas sebagai pembuat kunci duplikat.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor dan dua unit handphone. “Penangkapan ini berawal dari adanya laporan yang diterima polisi warga, bahwa ada transaksi jual beli motor di Perumahan Pondok Idaman, Simpang Kara, kemudian Tim Buser Polresta Barelang langsung menuju ke TKP meringkus pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian, Sabtu (14/5).

Memo mengatakan pihaknya sempat menghadiahi kedua pelaku dengan timah panas karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan.”Ketika dilakukan penangkapan, pelaku mencoba melarikan diri. Tembakan peringatan sudah kita lakukan namun pelaku tatap saja lari sehingga kita lumpuhkan dengan timah panas,” terang Memo.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolresta Barelang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. “Saat ini mereka sudah kita amankan untuk dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku,” pungkas Memo. (eggi)

Meski Sudah Dianggarkan, Dinkes Batam Tetap Coret Pembangunan Posyandu di Hinterland

0
Warga membawa bayinya ke Posyandu Flamboyan di RT 001 RW 005 Perumahan Mukakuning Indah 1, Batuaji untuk mendapatkan imunisasi. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Warga membawa bayinya ke Posyandu Flamboyan di RT 001 RW 005 Perumahan Mukakuning Indah 1, Batuaji untuk mendapatkan imunisasi. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam tanpa alasan jelas mencoret pembangunan pos pelayanan terpadu (posyandu) di kawasan hinterland (pulau pendukung sekitar Batam). Padahal kegiatan tersebut sudah dianggarkan DPRD di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2016.

”Saat RDP (rapat dengar pendapat) kita pertanyakan, tapi Dinkes tak bisa menjawab,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus, Jumat (13/5).

Yunus menyampaikan dalam pembahasan anggaran 2016, Komisi IV DPRD Kota Batam menyetujui pembangunan 34 posyandu yang diajukan Dinkes. ”Setiap Posyandu, anggarannya sekitar Rp 100 juta,” katanya.

Karena APBD Kota Batam mengalami defisit lebih dari Rp 200 miliar, Dinkes terpaksa mengurangi pembangunan Posyandu dari 34 menjadi 24.
Harusnya, tambah Yunus, Dinkes melakukan pemerataan pembangunan. ”Minimal setiap kecamatan dapat dua, hinterland harusnya tetap kebagian,” tuturnya.

Namun, Dinkes malah memusatkan seluruh pembangunannya di mainland. Bahkan di Sagulung sampai lima posyandu, tapi tak ada satupun posyandu dibangun di hinterland. Seperti halnya di kawasan Bulang dan Galang, pembangunan ditiadakan.

”Dinkes ogah membangun posyandu di pulau. Padahal di tempat itu sangat diperlukan,” ungkap Yunus.

Bahkan Posyandu di Seibinti yang sudah disetujui seluruh anggota Komisi IV juga tidak ada. ”Malah dipindahkan, entah kemana kita tak tahu,” tuturnya.

Karena itu, dalam RDP beberapa hari yang lalu, Komisi IV meminta Dinkes tetap melaksanakan pembangunan di Seibinti. ”Harus tetap ada,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Chandra Rizal tak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali dihubungi melalui handphone tak diangkat, pesan singkat (SMS) yang dilayangkan juga tak mendapatkan balasan. (hgt)

Pencaker Bertambah, Lapangan Kerja Kurang

0
Ribuan pencari kerja saat melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter,  Jumat (22/4) lalu. Foto Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ribuan pencari kerja saat melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter, Jumat (22/4) lalu. Foto Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu, siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat telah menerima hasil kelulusan ujian nasional. Seiring dengan itu, Batam harus dihadapkan dengan bertambahnya jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Padahal, saat ini jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang mencapai lima ribu lebih.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari para lulusan SMA/SMK tersebut tentunya akan berkontribusi dalam menyumbang jumlah pengangguran saat ini. Sebab, tidak semuanya melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi. ”5,7 persen dari pencaker merupakan lulusan SMA sederajat,” kata Riky, Jumat (13/5)

Saat ini, Batam memiliki lebih dari 8 ribu lulusan baru. Berdasarkan data, lulusan SMK merupakan penyumbang pencaker pertama, diikuti lulusan SMA dan perguruan tinggi. Diakuinya ada dua hal yang mendasari terjadinya hal tersebut, di antaranya kompetensi dasar lulusan tidak diakui dan masih berlakunya upah murah.

”Jadi, seharusnya ada posisi yang bisa mereka (lulusan SMA,red) isi, malah diisi oleh orang yang memiliki pendidikan lebih rendah,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk tahun ini pemerintah menyediakan empat ribu paket sertifikasi dan kompetensi bagi siswa SMA dan unskill di perusahaan. Hal ini diharapkan bisa melindungi calon tenaga kerja untuk bersaing, sekaligus untuk membatasi jumlah tenaga kerja yang memiliki keahlian untuk bekerja di Batam.

”Pemerintah harus mulai memetakan kompetensi ini, jika kompetensi yang dibutuhkan kita miliki, maka kita memiliki alasan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja tenaga dari luar Batam maupun asing,” jelas Riki.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengatakan saat ini Batam tidak menjadi magnet bagi pencari kerja. Salah satu faktor yang membuat pencari kerja ke Batam adalah UMK yang tinggi. ”Dulu iya banyak, tapi sekarang semua daerah UMK-nya sudah hampir sama dengan Batam,” ujarnya.

Jumlah pencari kerja yang setiap hari bertambah, Zaref mengimbau kepada mereka untuk memperkaya diri dengan keahlian. Saat ini kualitas pencari kerja masih rendah. Kebanyakan dari mereka merupakan lulusan SMA. ”Kalau punya keterampilan, tentunya akan membuka peluang kerja yang semakin luas dan bisa bersaing,” imbuhnya lagi. (cr17)

Selain Jengkol, Harga Petai Juga Naik Jelang Ramadan

0

094204_412116_petai_buahbatampos.co.id – Memasuki Ramadan harga sejumlah komoditas sayur mayur mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok pada jengkol dan petai. Kini, harga jengkol di pasar-pasar Seibeduk dibanderol Rp 38 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya hanya Rp 22 ribu per kg. Sedangkan petai yang sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kg, sekarang naik jadi Rp 48 ribu per kg.

”Sayur-sayuran naik, stoknya sudah berkurang,” ujar Minaria, penjual sayur di Pasar Seibeduk kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) kemarin.

Selain dua komoditas tersebut, kata Minaria, harga cabai juga melambung, dimana sebelumnya di kisaran Rp 28 ribu per kg, kini sudah mencapai Rp 35 ribu per kg. Sayur sawi putih juga naik dari harga Rp 9 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 16 ribu per kg.

Minaria mengaku kenaikan harga kebutuhan dapur tersebut berdampak kepada pembeli. Mereka yang biasa beli per kilo, sekarang hanya bisa beli per ons saja. ”Pelanggan banyak yang mengeluh, kok semuanya pada naik,” ucapnya.

Namun demikian, sambungnya, tidak semua sayur mayur mengalami kenaikan menjelang Ramadan ini. Bahkan beberapa sayur mulai turun, seperti bayam, kangkung, wortel, kentang, tomat, kacang panjang. Rata-rata harganya masih di kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 11 ribu per kg.

Toni, pedagang sembako mengatakan untuk harga telur dan minyak belum ada tanda-tanda kenaikan. ”Saat ini belum naik, kita tengok kondisi, kalau stoknya banyak harganya turun, kalau gak harganya pasti naik,” sebutnya. (cr19)

Jamin Ketersedian Bahan Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Panggil Para Distributor

0
Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan jelang Ramadan dan lebaran nanti Pemko Batam melalui Dinas ESDM telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan jelang Ramadan dan lebaran nanti Pemko Batam melalui Dinas ESDM telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelontorkan 15 ribu paket bahan makanan pokok murah untuk masyarakat Batam mulai 23 Mei hingga 4 Juni nanti. Paket itu diharapkan bisa turut mengendalikan harga berbagai bahan pokok yang biasanya mulai merangkak naik jelang Ramadan.

”Paket bahan pokok itu akan didistribusikan merata di 12 kecamatan di seluruh Batam,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, kemarin.

Dalam satu paket bahan pokok, berisi beras, gula, dan minyak goreng. Satu paket akan dijual seharga Rp 50 ribu. ”Harga aslinya Rp 110 ribu, pemerintah menyubsidi Rp 60 ribu,” paparnya.

Meski jumlahnya terbatas, namun Ardi berharap pendistribusian paket bahan pokok itu sedikit-banyak dapat turut menurunkan permintaan bahan pangan. Imbasnya, diharapkan dapat menekan harga. ”Seperti kita tahu, kalau permintaan tinggi harga-harga juga bakal naik,” sebutnya.

Tak hanya paket bahan pokok, Ardi juga mengatakan Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam juga telah memanggil para distributor di seluruh Batam. Tujuannya, lanjut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan memasuki musim tingginya permintaan jelang Ramadan dan lebaran nanti. ”Kalau pasokan terjamin, setidaknya itu bisa membantu menekan dan mengendalikan harga,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Ardi, mulai pekan depan pemerintah juga akan turun dan menginspeksi secara mendadak (sidak) beberapa pasar di Batam. ”Tujuannya sama, agar harga tetap terkendali,” kata dia. (rna)

Hari Ini, Pebalab dari 23 Negara Ramaikan Tour de Barelang

0
Peserta Tour de Barelang saat  memacu laju sepedanya melintasi jembatan Barelang Batam. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Peserta Tour de Barelang saat memacu laju sepedanya melintasi jembatan Barelang Batam. Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Event balapan sepeda bergengsi, Tour de Barelang yang digelar hari ini, Sabtu (14/5), diikuti 214 peserta dari 23 negara, termasuk Indonesia.

Ajang yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam ini dilaksanakan selama dua hari dengan jenis kegiatan race dan granfondo. Untuk kategori race atau balapan yang digelar pada hari ini. Titik awal dimulai dari Pelabuhan Internasional Sekupang pada pukul 07.45 WIB dengan interval pelepasan selama 15 menit.

”Rutenya menuju Jembatan I sampai 4 Barelang, kemudian masuk ke Sembulang, Jembatan 5, Jembatan 6, kemudian berbalik lagi menuju titik akhir di Jembatan I Barelang,” jelas Kepala Dispar Kota Batam, Yusfa Hendri.

Total jarak tempuh mencapai 130 kilometer (km). Sistem penghitungan waktu menggunakan raceresult.com dan hasil pemenang bisa dilihat secara online.

Untuk negara yang paling banyak mengirimkan peserta antara lain Australia dengan 36 peserta, Inggris 46 peserta, Singapura 53 peserta, dan Indonesia dengan 20 peserta.

Sedangkan kegiatan Granfondo khusus untuk sepeda santai dan dibagi atas dua kategori, yakni kategori 4 dan granfondo 1. Sifatnya hanya untuk menikmati keindahan alam Batam dan akan digelar besok, Minggu (15/5).

”Jumlah peserta mencapai 109 orang dari 18 negara. Singapura dan Inggris mengirim peserta paling banyak, yakni masing-masing 42 dan 17 orang,” jelas Yusfa.

Granfondo dimulai dari Alun-Alun Engku Putri, Batamcentre pada pukul 07.45 WIB dengan interval pelepasan 10 menit. Rutenya lurus menuju Kepri Mall kemudian berlanjut sampai Jembatan 6. ”Setelah itu berbalik dan finish di Jembatan I. Total jarak tempuh mencapai 90 km,” sebut Yusfa. (leo)

Pak Walikota, Sampah di Tembesi Tidak Diangkut

0

batampos.co.id – Warga Perumahan Suka Maju Tembesi kecewa atas pelayanan petugas kebersihan.

”Satu bulan sampah di perumahan ini tidak pernah diangkut,” sebut Charly, warga Perumahan Suka Maju Tembesi saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/5).

Dia mengatakan hingga kini petugas belum juga terlihat mengangkut sampah yang ada di depan rumahnya.

”Sudah penuh tempatnya, sudah bau,” ujar Charly.

Sementara retribusi setiap bulan selalu diambil petugas kebersihan sebesar Rp 7 ribu. “Kita rutin membayar setiap bulan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan warga Perumahan Griya Sagulung Permai. Pasalnya sampah sudah hampir satu bulan tidak diangkut di sana.

”Biasanya diangkut setiap minggu,” kata seorang warga, Kumala.

Warga tidak tahu harus membuang sampah ke mana karena kondisi tong sampah milik mereka sudah penuh dan menebarkan bau busuk.

”Nggak tahu kok jarang diambil sampah di tempat kita,” ungkapnya.

Keluhan senada juga datang dari warga kompleks Puri Agung II, Mangsang. Mereka kesal terhadap pihak DKP lantaran sepekan ini sampah di kawasan mereka belum juga diangkut.

”Seminggu lebih gak diangkut, kita kan gak nyaman sama bau apalagi sudah berulat,” ujar Lisa, warga setempat.

Tidak hanya kesal dengan bau busuk dari sampah tersebut, tong sampah yang ada di rumahnya pun tidak sanggup lagi menampung sampah yang ada.

”Tong sampahnya hanya satu, mana mungkin muat sampah seminggu lebih? Tiap hari kan kami buang sampah terus,” ungkapnya kesal. (cr14/cr19)

Di Batam, Lulus SMA/SMK lalu Cari Kerja, tapi Lapangan Tak Ada

0

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu, siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) sederajat telah menerima hasil kelulusan ujian nasional. Seiring dengan itu, Batam harus dihadapkan dengan bertambahnya jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam. Padahal, saat ini jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang mencapai lima ribu lebih.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari para lulusan SMA/SMK tersebut tentunya akan berkontribusi dalam menyumbang jumlah pengangguran saat ini. Sebab, tidak semuanya melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi.

”5,7 persen dari pencaker merupakan lulusan SMA sederajat,” kata Riky, Jumat (13/5)

Saat ini, Batam memiliki lebih dari 8 ribu lulusan baru. Berdasarkan data, lulusan SMK merupakan penyumbang pencaker pertama, diikuti lulusan SMA dan perguruan tinggi. Diakuinya ada dua hal yang mendasari terjadinya hal tersebut, di antaranya kompetensi dasar lulusan tidak diakui dan masih berlakunya upah murah.

”Jadi, seharusnya ada posisi yang bisa mereka (lulusan SMA,red) isi, malah diisi oleh orang yang memiliki pendidikan lebih rendah,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk tahun ini pemerintah menyediakan empat ribu paket sertifikasi dan kompetensi bagi siswa SMA dan unskill di perusahaan.

Hal ini diharapkan bisa melindungi calon tenaga kerja untuk bersaing, sekaligus untuk membatasi jumlah tenaga kerja yang memiliki keahlian untuk bekerja di Batam.

”Pemerintah harus mulai memetakan kompetensi ini, jika kompetensi yang dibutuhkan kita miliki, maka kita memiliki alasan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja tenaga dari luar Batam maupun asing,” jelas Riki.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengatakan saat ini Batam tidak menjadi magnet bagi pencari kerja. Salah satu faktor yang membuat pencari kerja ke Batam adalah UMK yang tinggi.

”Dulu iya banyak, tapi sekarang semua daerah UMK-nya sudah hampir sama dengan Batam,” ujarnya.

Jumlah pencari kerja yang setiap hari bertambah, Zaref mengimbau kepada mereka untuk memperkaya diri dengan keahlian. Saat ini kualitas pencari kerja masih rendah. Kebanyakan dari mereka merupakan lulusan SMA.

”Kalau punya keterampilan, tentunya akan membuka peluang kerja yang semakin luas dan bisa bersaing,” imbuhnya lagi. (cr17)

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Jadi Tersangka Lagi

0

Ekpos-Alkes-2-F-Cecep-Mulyabatampos.co.id -Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Fadillah Ratna Dumila Mallarangan kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di RSUD Embung Fatimah tahun 2014. Kini, Fadillah resmi menyandang dua status tersangka. Sebab sebelumnya, wanita kelahiran Manado ini juga dijerat kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RSUD Embung Fatimah tahun anggaran 2011.

Status tersangka pertama Fadillah ditetapkan setahun yang lalu oleh penyidik Mabes Polri dalam dugaan korupsi pengadaan alkes 2011. Sementara status tersangka kedua ditetapkan Kejaksaan Negeri Batam pada Kamis (13/5) malam. Ia dianggap paling bertanggung jawab dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar Rp 19,6 miliar tersebut. Tak hanya Fadillah, Kejari Batam juga menetapkan RD, Direktur Alexa Mandiri Utama yang beralamat di Bekasi. Namun, hingga kemarin keberadaan RD tak diketahui rimbanya, ia pun bertatus DPO (daftar pencarian orang).

Kasi Pidsus Kejari Batam, M Iqbal mengakui kesulitan timnya dalam menuntaskan penyidikan dugaan korupsi tersebut. Yang mana, timnya harus bolak balik keluar kota seperti Jakarta, Medan, dan Bekasi mencari bukti perbuaatan melawan hukum penggunaan anggaran APBN 2014 itu.

”Jujur saja, untuk menyelesaikan kasus ini, kita harus mengeluarkan tenaga dan pikiran ekstra. Sebab kasusnya agak rumit,” kata Iqbal di ruang kerjanya Kantor Kejari Batam, kemarin.

Setelah menyelesaikan penyidikan, mereka menggelar ekspose perkara merembukkan siapa saja pihak bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran. Hingga akhirnya mereka memutuskan dua pihak yakni internal RSUD Embung Fatimah dan kontraktor pengadaan Alkes sebagai tersangka.

”Kita tetapkan dua orang tersangka. Berinisial F (Fadillah) yang merupakan pihak internal RSUD dan RD, rekanan pengadaan Alkes. F telah kita tahan, sementara RD berstatus DPO namun sudah kita cekal,” ujar Iqbal.

Fadillah ditetapkan tersangka karena menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) dalam pengadaan 12 item alkes RSUD, seperti Minicap Lab dan Aniografi. Sementara RD merupakan rekanan yang menyediakan alat kesehatan tersebut.

”Kita punya dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan mereka berdua sebagai tersangka. Modus yang digunakan untuk mengkorupsi uang negara pun berbeda dengan yang ditangani Mabes Polri,” jelas Iqbal.

Namun ketika disinggung mengenai seperti apa modus korupsi Fadillah dan RD, Iqbal pun enggan menjelaskan. Menurut dia, semuanya akan terungkap di persidangan nanti.

”Modusnya berbeda dan belum pernah digunakan. Saya tak bisa sampaikan, nanti di persidangan rekan-rekan media pasti akan tahu,” dalih Iqbal.

Masih kata Iqbal, timnya masih mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut. Sehingga tak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka lain. Meski saat ini sudah ada dua tersangka yakni Fadillah dan RD. Apalagi, pihaknya telah memiliki 330 item barang bukti. Seperti laporan kontrak, PC komputer, laptop, dan dokumen lainnya.

”Tak menutup kemungkinan untuk melebarkan sayap menetapkan tersangka lainnya. Karena proses penyidikan masih berlanjut. Saksi yang sudah kita periksa 38 orang,” sebutnya.

Dikatakannya, keterlibatan pihak lain yang diduga mendapatkan fee dari proyek Alkes masih didalami penyidik. Bahkan, hingga fakta persidangan nantinya akan tetap ditelusuri.

”Tetap kita dalami, sekecil apa pun informasi yang masuk. Baik dari masyarakat, media atau fakta persidangan. Jadi saya tekankan, Pidsus tidak tidur,” tegasnya.

Menurut Iqbal, kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1.

”Ada banyak pasal yang diterapkan. Tetapi soal pasal 18, kita lihat perkembangan dalam persidangan,” ucapnya. (she)