batampos.co.id – Perlakuan tidak baik yang diklaim diterima oleh Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Tata Kota Batam membuat THL bernama Bobi Dian yang mewakili teman-temannya membongkar perlakukan buruk yang mereka terima lewat video yang diunggah ke Youtube 8 April 2016.
Bobi yang mengaku sudah 10 tahun menjadi THL benar-benar meluapkan kekesalannya di video yang ditujukan untuk Wali Kota Batam dan Kadis Tata Kota Batam dan jajarannya, dengan gaya bahasa Melayu yang khas.
Tujuan Bobi membongkar kebusukan dan kelicikan pejabat di Dinas Tata Kota ini agar semua masyarakat Indonesia mengetahui perlakuan buruk yang mereka terima.
Bobi sengaja memberi judul videonya: Kelicikan dan Kebusukan Pejabat Dinas Tatakota Batam.
Ia juga membongkar permainan busuk honorer atau tenaga kerja kontrak yang dimasukkan di Dinas Tata Kota. Tonton saja video lengkapnya di atas, lengkap sekali.
batampos.co.id -Kelahan di Liga Champion pertegahan pekan lalu mulai dilupakan Real Madrid. Saat menjamu Eibar, Sabtu (09/4/2016) malam, Madrid tampil ganas. Empat gol dilesatkan tanpa balas.
Namun, catatan moncer ditorehkan mega bintang mereka, Cristiano Ronaldo. Golnya di menit ke-18 ke gawang Eibar mengantarkan Cr7 mencatatkan rekor baru di La Liga.
Ronaldo sudah mengemas 30 gol di musim ini. Itu rekor baru. Dia menjadi pemain pertama yang sanggup mencetak minimal 30 gol dalam enam musim beruntun di La Liga.
Gol Madrid lainnya di pertamdingan tersebut dicetak oleh James Rodriguez, Lucas, dan Jese.
Catatan fantastas dengan selalu mencetak 30 gol atau lebih ini dilakukan Ronaldo bersama Real Madrid sejak musim 2010/2011. Ronaldo hanya sekali gagal mencapai 30 gol, yaitu pada musim pertamanya bersama Los Blancos. Pada musim 2009/10 itu, Ronaldo ‘cuma’ menyarangkan 26 gol di pentas La Liga.
Ini Statistik Gol Ronaldo dari Musim ke Musim di La Liga:
Dengan La Liga masih tersisa enam laga, Ronaldo berpeluang besar manambah koleksi golnya musim ini.
Selain memecahkan rekor baru, Ronaldo cs juga berhasil membawa Madrid menguntit pimpinan klasemen La Liga Barcelona dan Atletico Madrid.
Barcelona kembali menelan pil pahit saat bertandang ke kandang Real Sociedad di Estadio Anoeta, Minggu (10/4/2016) dinihari.
Ini kekalahan kedua beruntun Barca di La Liga setelah pekan lalu dipermalukan Real Madrid di kandangnya sendiri.
Di laga tersebut, hanya satu gol yang tercipta, yakni gol Mikel Oyarzabal. Meski hanya satu biji gol, itu sudah cukup untuk membuat Barca menderita.
Yang menyakitkan, Barca kebololan di menit-menit awal laga, yakni menit ke-5. Meski kemudian menguasai pertandingan, tapi tak satupun tercipta gol dari para bintang Barca.
Sementara itu, di saat yang sama, Real Madrid pesta gol kala menjamu Eibar 4-0. Begitupun Atletico Madrid, menang 3-1 atas Espanyol.
Bagi Barca, hasil ini mengecewakan. Namun bagi pecinta bola, khususnya La Liga, hasil tersebut justeru semakin menarik menonton laga-laga berikutnya. Pasalnya, perebutan gelar juara La Liga musim 2015/2016 ini makin seru.
Saat ini, Barca memang masih memimpin 76 poin. Menyusul Atletico Madrid 73 poin dan Real Madrid 72 poin.
Dengan lenam laga tersisa, posisi Barca rawan dikudeta. Apalagi ia nakal berhadapan dengan Valencia, Espanyol, dan Real Betis. (adk/nur)
Pesereta parade tarian daerah Kota Batam dengan nomor urut dua membawakan tarian dengan judul Karena Tatih Kasih Terpisah dari Pulau Lengkang, Belakangpadang yang digelar oleh Disparbud Kota Batam di Nagoya Citiwalk, Nagoya, Lubukbaja, Sabtu (9/4/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam bersama Nagoya Citywalk menggelar Parade Tari Daerah Kota Batam 2016 di atrium Nagoya Citywalk, Sabtu (9/4/2016). Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya sebagai ajang aktualisasi diri dalam seni tari.
“Selain itu, parade ini bertujuan untuk menggelar seleksi untuk tim tari daerah yang akan mewakili Batam di Parade Tari Kepri di Tanjungpinang, Mei mendatang,” ujar Kepala Dispar (Kadispar) Batam, Yusfa Hendri.
Parade tari ini diikuti oleh tujuh sanggar antara lain Slasih 16 yang membawakan tari berjudul Tarakan Buluh. Kemudian Saidina Ali dengan tarian Karena Titah Kasih Terpisah. Duta Santarina dengan tarian Duriangkang.
Selanjutnya Sri Indera Bupala dengan tarian Janji Di Pulau Buluh, Sanggar Pinang Sinawa dengan tarian Bala Bulu Perindu. Wan Sendari dengan tarian Hantaran Wan Sendari dan terakhir Mayang Sari dengan tarian Bubu.
Sedangkan dewan juri adalah para pakar seni tari seperti Iwan Irawan Permadi dari Pekanbaru, Syafmanefi Alamanda, dan Raja Helmi.
Setiap tari yang dibawakan oleh masing-masing sanggar memiliki cerita tersendiri sesuai dengan temanya mengenai cerita dan legenda. Contohnya Tarian Karena Titah Kasih Terpisah yang dibawakan oleh Saidina Ali. Tari ini menceritakan tentang tali kasih antara Hang Tuah dan Tun Eja yang terpisah karena titah raja.
Kisah yang lebih menarik lagi datang dari Tarian Duriangkang yang dibawakan oleh sanggar Duta Saidina. Tarian dengan jelas menceritakan asal muasal kata Duriangkang. Konon kabarnya pelaut tersohor bernama Qari Abdul Malik dari Bugis pernah terdampar di teluk yang memiliki banyak duri yang membuat kapalnya tidak bisa bergerak.
Sang kapten pun memerintahkan anak buahnya mencabut duri-duri itu. Dan dari perintah sang kapten, maka lahirlah kata Duriangkang (cabut duri) yang menjadi asal muasal nama Dam Duriangkang di Batam.
Tujuh sanggar yang mengikuti acara ini telah diseleksi terlebih dahulu oleh panitia. Dan kelak pemenang akan mendapat pembekalan lagi untuk mewakili Batam ke tingkat provinsi. Prestasi tertinggi Batam adalah pernah menjadi juara I tingkat provinsi, kemudian Sumatera, dan terakhir juara dua di tingkat nasional pada tahun 2011.
“Satu tim diperkenankan membawakan dua tarian daerah, jadi kemungkinan akan ada dua sanggar yang mewakili Batam di tingkat provinsi, dan mereka akan dilatih oleh koreografer lokal dan nasional,” jelasnya.
Yusfa juga menargetkan parade tari ini dapat menjadi aset utama pariwisata Batam yang dapat dijual untuk menarik perhatian wisatawan.
“Pada acara ini saja, ada 25 wisatawan dari Korea Selatan yang ikut menyaksikan,” pungkasnya.(leo/bp)
Petugas gabungan PSDKP, Polisi dan Stasion karantina ikan Batam melepaskan bibit Lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam di Batam. Foto: istimewa
batampos.co.id – Petugas Stasion Karantina Ikan kelas satu Batam berhasil menggangalkan upaya penyelundupan benih lobster senilai Rp 400 juta di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (6/4/2016) lalu.
Sekitar 13 ribu bibit lobster tak bertuan itu belakangan diketahui berasal dari Surabaya dan hendak dibawa ke Vietnam.
Upaya penyelundupan lobster itu bertentangan dengan Permen kementrian kelautan dan perikanan (KKP) nomor 01 tahun 2014 yang mengatur tentang penangkapan dan pembudidayaan kepiting, ranjungan, dan lobster.
Kepala Stasion Karantina Ikan kelas I Batam, Azhari mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan benih lobster itu, saat anggota keamanan di bandara Hang Nadim Batam curiga atas sebuah koper bawaan penumpang pesawat dari Surabaya. Koper yang berisi belasan kantong plastik berisi air dan benih udang itu dibiarkan begitu saja oleh penumpang saat berada di kompayer pengambilan barang bagasi bandara.
“Karena tak diambil, diperiksa petugas dan ternyata isinya 13 ribuh benih lobster,” kata Azhari.
Temuan koper tak bertuan itu langsung dikoordinasikan dengan pihak kepolisian Polresta Barelang dan Satker PSDKP Batam di Barelang.
Setelah melalui proses penyelidikan terkait siapa pelaku penyelundupan benih Lobster itu, tim gabungan dari Kepolisian, Stasion Karantina Ikan kelas Satu Batam dan PSDKP akhirnya sepakat untuk melepaskan 13 ribu benih lobster itu di peairan Pulau Panjang. Ini bertujuan untuk tetap melestarikan sumber kekayaan periaran di Indonesia.
Kepala Satker PSDKP Batam, Akhamdon mengatakan, upaya penyelundupan aset kekayaan laut Indonesia ke luar negeri sudah sering terjadi. Tahun 2016 ini saja petugas terkait sudah tiga kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lobster.
Tanggal 20 Februari ada puluhan induk lobster yang siap bertelur diamankan di Batam saat hendak dibawa ke Vietnam. Induk lobster itu diambil dari Natuna dan akhirnya dilepaskan kembali petugas di perairan pulau Abang, Barelang.
Tanggal 3 Maret petugas kembali mengamankan 19 ekor induk lobster yang sedang bertelur. Induk-induk Lobster itu juga direncanakan akan di bawa ke Vietnam dan kemudian dilepaskan petugas di perairan jembatan II, Barelang.
“Kalau sempat lolos ke luar negeri, kerugian bukan saja seperti harga jual lobster itu, tapi berlipat ganda malah. Karena mereka (pelaku penyelundupan) incar bukan untuk dijual langsung, tapi untuk budidaya. Nah ini akan sangat merugikan negara. Bayangkan berapa juta lobster yang hilang kalau induk-induknya dibawa ke luar. Satu Lobster bisa hasilkan jutaan telor,” tutur Akhamadon.
Kepada pihak kepolisian dan petugas keamanan Bandara, Akhamdon berharap agar bisa mengusut tuntas pelaku penyelundupan aset kekayaan laut Indonesia itu.
“Kalau pengusutan sudah diserahkan ke polisi. Dan kami berharap pelakunya bisa ditemukan agar semuanya lebih jelas dan bisa memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan lainnya,” ujar Akhmadon.
Begitu juga petugas keamanan di Bandara, kedepannya diupayakan lebih teliti lagi dengan barang bawaan penumpang pesawat.
“Karena ini (tangkapan terakhir) lolos dari X-ray dan ketahuan karena ditinggal pemiliknya,” katanya.
Harapan ini, kata Akhmadon semata-mata untuk menjaga aset kekayaan negara. Jika satu ekor saja induk lobster, ranjung ataupun kepiting yang lolos, maka yang rugi bukan hanya negara, tapi masyarakat Indonesia seluruhnya terutama kaum nelayan.
“Apalah arti 19 ekor lobster kalau kita melihat dari segi harganya. Tapi bukan itu maksudnya. Kalau satu ekor bertelor jutaan ekor bibit lobster jadi besarkan kerugian kita,” terang Akhmadon.
Kepada masyarakat umum, Akhmadon juga menghimbau agar lebih peka dengan masalah ini. Jangan menangkap atau menjual ikan, loster, kepiting dan sejenisnya yang masih kecil ataupun sedang bertelur.
“Ini juga demi anak cucu kita kedepannya. Sebanyak apapun aset kekayaan laut yang ada kalau tak ada upaya pelestarian lambat laun akan punah juga. Mari kita sama-sama jaga itu,” tuturnya. (eja/bp)
Tim identifikasi Polresta Barelang melakukan identifikasi pria lajang bernama Jaka yang ditemukan gantung diri di kamar temannya, Legenda Malaka Blok i8 no. 8 Batam Kota, Sabtu (9/4/2016) pagi. Foto: muhammad nur/batampos.co.id
batampos.co.id – Jenazah Jaka Purwanto (23) tiba di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Sekupang, Sabtu (9/4/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.
Setelah dilakukan tindakan medis, jenazah pria asal Sumatera Selatan itupun langsung dimasukkan ke ruang pendingin sambil menunggu keluarga korban datang.
“Sudah ditangani tadi sama tim dokter, di leher ada bekas jeratan gantung diri,” kata Petugas RSBP.
Sementara itu Asmuni (45) anggota Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan menuturkan mendapat telepon dari ayah korban yang berada di Palembang, kalau anaknya meninggal karena bunuh diri di Batam.
“Tadi jam 07.00 WIB ayahnya telpon saya sambil nangis, ternyata korban tetangga saya selama di kampung,” kata dia.
Sebelumnya, ayah korban mengatakan informasi kematian anaknya diperoleh dari teman korban yang sama-sama berasal dari Palembang.
Lanjutnya, keadaan keluarga korban kurang mampu. Sehingga meminta tolong kepada paguyuban Palembang untuk membantu pengurusan jenazah Jaka.
“Permintaan keluarga, Jaka dibawa ke kampung saja untuk dimakamkan,” jelasnya.
Menurut rencana Jaka akan dibawa ke kampung halamannya di Jalan K.I Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Sumsel, Minggu (10/4/2016).
Pantauan Batam Pos di lapangan terlihat beberapa anggota IKBSS yang sedang menunggui jenazah korban.
Sebelumnya Jaka Purwanto lajang asal Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas gantung diri di kamar kos temannya, Efendi, di Perumahan Legenda Malaka Blok I8 Nomor 8 Batam Kota, Batam, Sabtu (9/4/2016) subuh. (cr17)
Jenazah Gubkepri HM Sani usai disalatkan di Masjid Agung Al hikmah Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016). Foto:Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id -Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bakti Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016) siang hingga sore, ribuan warga melayat ke ruma Sani di Jalan Cempedak, Kota Tanjungpinang, sejak pagi.
Bahkan, pukul 07.30 WIB, Wakil Gubernur Kepri periode 2011-2015 Soerya Respationo bersama istri Rekaveny, Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno yang kesemuanya kader PDI Perjuangan datang melayat.
Tampak hadir juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Kepri, Marganas Nainggolan yang juga merupakan Direktur Utama Batam Pos juga menyempatkan diri untuk melakukan takziah.
Setelah menjalani proses pengkafanan jenazah yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, sekitar pukul 10.38 WIB, jenazah Sani dibawa ke Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang yang tidak jauh dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.
Proses fardu kifayah atas jenazah almarhum selesai dilaksanakan pada pukul 12.45 WIB yang dipimpin oleh Ketua Lembaha Adat Melayu (LAM) Kepri, Abdul Razak, yang diikuti ribuan jamaah.
Kemudian sekitar pukul 12.50 WIB, jenazah sudah digedung daerah untuk mendapatkan penghormatan terakhir.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang datang atas nama presiden tak lupa memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada Pemerintah Indonesia untuk dimakamkan secara militer. Prosesi tersebut berjalan haru di pelantaran Gedung Daerah Tanjungpinang. Dalam kesempatan itu, anak sulung Gubernur Hery Andrianto yang menyerahkan langsung.
Inspektur Upacara yang akan memimpin pelaksanaan penyemayaman di Gedung Daerah tersebut adalah Danlantamal IV TNI-AL Laksamana S.Irawan. Sedangkan yang bertindak selaku Komandan Upacara dipimpin oleh Mayor Laut (S) Dharma S Lumban Gaol.
Setelah menjalani prosesi militer di Gedung Daerah Tanjungpinang, sekitar pukul 13.45 WIB jenazah sudah tiba di Taman Makam Pahlawan Pusara Bakti, KM 5 Tanjungpinang.
Sepanjang perjalanan yang melintasi Jalan Merdeka, Jalan Tengku Umar, Jalan Ketapang, Jalan Bakar Batu, Brigjen Katamso, MT Haryono dan Gatot Subroto, diramaikan masyarakat Tanjungpinang yang menghormati perjalanan terakhir Gubernur Kepri tersebut. Proses pemakaman selesai sekitar pukul 15.00 WIB.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo bertindak sebagai inspektur upacara dalam rangkaian terakhir tersebut.
Sementara itu, suadara almahurm seperti Kadispeda Kepri, Isdianto dan beberapa saudara kandung lainnya memasukkan jenazah Sani ke liang lahat yang ditandai dengan tembakan senapan oleh prajurit TNI.
Setelah prosesi pemakaman selesai, keluarga dan kerabat serta warga Kepri lainnya mendoakan Sani. Saat itulah hujan air mata kembali terjadi. Anak Sani tak kuasa menahan tangis.
Prosesi pemakaman Gubernur Kepri HM Sani secara militer di Taman Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memimpin upacara militer pemakaman Guberbur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).
Meski diwarnai hujan lebat, proses pemakaman berjalan lancar.
Tjahjo Kumolo mengatakan atas nama Presiden RI, Pemerintah, dan seluruh masyarakat menyampaikan ucapan bela sungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Gubernur Kepri Muhammad Sani.
“Kami bertemu dengan beliau tiga kali, dua kali kami undang rapat di Jakarta dan satu kali membahas perkembangan Kepri ke depannya,” Kata Tjahjo Kumolo.
Tjahjo menilai Sani adalah sebagai pejabat karir sejati. Mulai dari tingkat kecamatan hingga saat ini sampai ketingkat provinsi termasuk mendapatkan penghargaan endang maha putra dari negara.
“Lima puluh tahun lebih beliau berjuang, punya dedikasi yang membanggakan sebagai aparatur sipil pemerintah,” lanjutnya.
Tjahjo berjanji tidak akan pernah melupakan Jasa, pengabdian, dedikiasi, dan loyalitas alamrhum. Karena menurutnya Sani merupakan sosok yang selalu siap ketika mendapatkan instruksi dan masukan dari dirinya.
“Beliau tidak pernah mengatakan tidak. Selalu jawabannya, iya pak saya laksanakan dan saya coba menjalankannya dengan baik,” kenangnya.
“Dalam jabatannya sebagai aparatur beliau sangat menjiwai. Dan tentunya harus di tiru oleh adek-adek IPDN, karena almarhum alumni IPDN. Hingga semangat ini menjadi revolusi mental,” pungkasnya.
Sani lahir pada 11 Mei 1942 di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun dan meninggal dunia pada usia 74 tahun.
Sani adalah Gubenur Kepulauan Riau periode 2010 – 2015 dan 2016 – 2021. Ia terpilih menjadi gubernur Kepri pertama kali menggantikan Ismeth Abdullah pada pilgub 2010.
Sebelumnya, Sani juga pernah menjabat sebagai Walikota Tanjungpinang periode 1985 – 1993, Bupati Karimun periode 2001 – 2005, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau periode 2005 – 2010.
Sani menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (8/4/2016) di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. (eggi)
Spsialis pembobol rumah bersama barang bukti. foto:ahmat yani/batampos
batampos.co.id – Romanto Marulitua Hutagaol, 33, spesialis pembobol rumah tertangkap tanggan Polsek Sagulung saat beraksi di Perumahan Grya Permata, Blok C nomor 35, Rabu (6/4).
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat biru BP 2396 CM, dua unit laptop merek Asus. Juga dua unit tablet merek Samsung dan Asus, empat handphone, satu jarum, dan satu gunting modifikasi sebagai alat untuk membuka kunci rumah.
Berdasarkan informasi, pelaku beraksi sekitar pukul 13.00 WIB, di rumah milik Tonggo Pandepotan Sinangal, 47. Korban saat itu tidak berada di rumah. Pelaku masuk dengan membuka paksa gembok pintu lalu menggasak barang-barang berharga di dalamnya.
Saat dimintai keterangan, Romanto mengaku mencuri lantaran tidak memiliki uang karena sudah satu tahun berhenti bekerja. ”Sebelumnya saya kerja di Mukakuning,” kata Romanto.
Dia mengaku sudah dua kali membobol rumah warga. Sebelumnya dia mencuri di rumah liar (ruli) di wilayah Batuaji.
Barang hasil curian kemudian dijual untuk biaya hidup sehari-hari. ”Saya belum nikah, cuma untuk beli makan dan rokok,” bebernya.
Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan, mengatakan pelaku ditangkap saat keluar dari rumah korban. Kemudian ditangkap warga dan polisi yang sedang patroli rutin di wilayah Sagulung.
”Warga sudah curiga. Saat ditangkap dia mengaku telah mencuri,” ujar Chrisman, Jumat (8/4).
Chrisman mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku. ”Kita belum tahu apakah dia komplotan atau tidak,” ungkapnya. (cr14/bpos)
batampos.co.id – Siswa SMA sederajat baru saja menyelesaikan ujian nasional (UN). Hanya saja ada beberapa siswa masih harus menunggu untuk menyelesaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
”Mereka masih lanjut Senin (11/4) besok,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung, Jumat (8/4) di kantornya.
Mengingat sudah selesainya UN yang menggunakan kertas, tidak ada kemungkinan siswa mendapatkan bocoran soal maupun jawaban.
Andi menjelaskan Kemendikbud telah mengantisipasi hal tersebut, salah satunya dengan menyajikan soal berbeda-beda. Untuk ujian tahun ini ada lima paket soal yang disediakan.
”Mungkin ada, tapi presentasenya sangat kecil, karena tidak mungkin juga siswa mengingat semua soal. Belum lagi paket soal yang berbeda,” ujarnya.
Untuk persiapan pelaksanaan UNBK Senin nanti, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLN. Karena hari ini ada pemadaman yang dilakukan PLN dibeberapa daerah.
”Kita takutkan ujian terganggu nantinya. Yang UNBK hanya SMAN 1 dan SMAN 3 saja, sedangkan tujuh sekolah lain sudah selesai,” tutupnya. (cr17/bpos)
batampos.co.id – Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam yang baru mengakui saat ini pihak kementerian atau pun Dewan Kawasan (DK) belum menyampaikan secara resmi mengenai nasib para pegawai BP Batam. Jadi ia meminta pegawai PB Batam tetap melayani masyarakat.
”Jadi pegawai diminta tenang. Belum ada dibicarakan masalah keberadaan pegawai. Biar saja nanti Pak Menko yang menyampaikannya,” katanya.
Robert mengatakan, pegawai BP Batam harus tetap tenang, tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Kita berharap semuanya harus bekerja profesional. Tetap tenang. Kita juga nanti akan berdialog dengan mereka,” ucapnya.
Terkait serah terima jabatan, rencananya akan dilakukan pekan depan di Batam. Saat ini Mustofa Widjaja (Ketua BP Batam sebelumnya) masih ada urusan. ”Harus tunggu datang Pak Mustofa. Makanya kita rencanakan digelar minggu depan. Mungkin hari Rabu mendatang,” ungkapnya.
Saat ini, Robert dan pimpinan lain sudah mulai bekerja, menggelar rapat intens di pusat. Mereka sudah berkantor di kantor perwakilan BP Batam di Jakarta. ”Kita rapat terus di sini. Minggu depan kita sudah ke Batam. Kita tidak bisa menunda-nunda pembangunan. Harus gerak cepat,” tegasnya. (ian/bpos)